My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Kyuhyun termenung di tepi danau. Biasanya ia akan menghabiskan hari minggu disini bersama Ryeowook. Tapi hari ini dia sendirian disana, Kyuhyun menatapi riak air yang tertiup angin.

"Wookie... aku mohon jangan marah. Kejadian itu hanya salah paham saja" bisik Kyuhyun sambil menatapi permukaan air danau, sesekali dia melemparkan batu kepermukaannya.

"apa yang harus aku lakukan? Aku yakin dia tidak akan semudah itu percaya padaku. Aargh gara-gara mimpi aneh itu, penglihatanku jadi bermasalah. Kyuhyun pabbooo… bagaimana bisa kamu salah mengenali Ryeowook dan Sungmin?" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, lalu mengusap wajahnya pelan.

~o~

Sungmin, Ryeowook dan Kyuhyun tampak tergesa pergi ke kantor. Salahkan saja Sungmin yang kesiangan bangun di pagi ini. Kyuhyun memacu cepat mobil yang ia kendarai agar segera tiba di kantor. Setiba di kantor, Sungmin segera ke lantai 18 untuk menuju ke ruang rapat. Kyuhyun dan Ryeowook seperti biasa mengikutinya dari belakang. Di depan ruang rapat, Yesung telah menantikan kedatangan Sungmin.

"Mianhe aku terlambat Manajer Kim…" kata Sungmin.

"gwenchanha. Mereka baru tiba sepuluh menit yang lalu. Anda sudah siap dengan presentasi hari ini kan?" tanya Yesung.

"ya, tentu saja" Sungmin tersenyum.

"baiklah, kalau begitu, ayo kita masuk" ajak Yesung.

"kaja"

Sungmin dan Yesung segera memasuki ruang rapat. Tinggal Ryeowook dan Kyuhyun berdua disana. Suasana seketika berubah menjadi canggung. Mereka berdua duduk di kursi yang berderet rapi di depan ruang rapat. Kyuhyun duduk di sisi sebelah kanan, sedangkan Ryeowook berada di sisi sebelah kiri. Sesekali Kyuhyun melirik Ryeowook yang terhalang enam buah kursi kosong disampingnya. Ryeowook tampak menundukkan kepala sambil mempermainkan kakinya di lantai. Dapat Kyuhyun lihat kelopak mata Ryeowook yang agak bengkak.

'pasti semalaman dia menangis' batin Kyuhyun. Dia hanya bisa membuang nafasnya dengan berat.

Suasana sangat hening, bahkan detak jarum jam dinding pun dapat terdengar dengan jelas. Tidak ada suara, hanya helaan nafas yang terdengar. Menit yang berlalu terasa sangat lama bagi kembali melirik Ryeowook, namun yeoja itu masih tidak mengubah posisinya. Bahkan seolah menikmati kesunyian ini dengan masih mempermainkan kakinya di lantai.

Rasanya Kyuhyun sudah berakar karena duduk terus disana. Padahal baru lima belas menit sejak Sungmin masuk kedalam ruang rapat. Namun, suasana yang tidak nyaman membuatnya merasa sangat bosan.

"Woo…" baru saja Kyuhyun membuka mulutnya untuk berbicara dengan Ryeowook, yeoja itu malah berdiri kemudian mendekati jendela besar yang memperlihatkan suasana jalan raya di luar sana.

Melihat Ryeowook yang menjauh darinya membuat Kyuhyun semakin kesal.

Sambil menatap punggung Ryeowook yang membelakanginya, Kyuhyun mengacak rambutnya kesal.

Tanpa terasa setelah berkutat dengan kekesalan dan kebosanan yang mereka rasakan, akhirnya Sungmin selesai dengan rapatnya. Senyuman tidak lepas dari wajah manisnya. Yesung tampak dibelakang Sungmin sambil memegang beberapa map.

"daebak. Presentasi anda hari ini sangat hebat. Selamat, akhirnya tender itu berhasil kita menangkan" Yesung tersenyum puas dengan kinerja Sungmin. Meskipun Sungmin memang atasannya, tapi Yesung tahu bahwa Sungmin sangat tidak tertarik dengan bisnis ayahnya. Namun, melihat bagaimana hari ini Nona-nya mempresentasikan sebuah proyek membuatnya merasa kagum pada kemampuan Sungmin.

"memang sudah seharusnya seperti itu kan… semua ini juga tidak terlepas dari bimbinganmu Manajer Kim. Gomawo…" Sungmin tersenyum malu.

"itu bukan apa-apa. Memang sudah menjadi tugasku juga"

"oh iya, untuk merayakan ini, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ajak Sungmin.

"aah, mianhe. Sepertinya aku tidak bisa. Siang nanti aku ada urusan pribadi. Tidak apa-apa kan jika aku menolak?" tanya Yesung sambil menatap mata Sungmin.

"urusan pribadi? Apa?" tiba-tiba raut wajah Sungmin berubah menjadi murung.

"mianhe, tapi aku tidak bisa mengatakannya padamu. Haha, sebaiknya, sekarang aku traktir secangkir coffee latte untukmu. Kaja…" Yesung berjalan yang diikuti oleh Sungmin.

~o~

Dddrrrttt dddrrrttt

Handphone Ryeowook bergetar. Ryeowook meraih handphone yang ada di saku blazernya.

"Manajer Kim"

"Yaak, sampai kapan kalian tidak akan saling menyapa?"

Ryeowook mengernyitkan alisnya. Kemudian dengan cepat, jemarinya mengetik beberapa kata.

"apa maksudmu Manajer Kim?" kemudian dia menekan tombol "send"

Tak lama, handphonenya kembali bergetar.

"Manajer Kim"

"lihat, wajah partnermu itu! Dia sudah mati kebosanan sejak tadi. Kekeke."

Ryeowook kembali mengetik beberapa kata

"bagaimana kau tahu? Aku hanya sedikit memberinya pelajaran"

Kyuhyun yang memperhatikan Ryeowook yang tengah asyik dengan handphonenya hanya bisa mempoutkan bibirnya.

'memangnya dia sedang bersms dengan siapa' pikir Kyuhyun, saat ini dia benar-benar mati kutu disamping Ryeowook.

Ryeowook menunggu Yesung memberi sms balasan. Tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke handphonenya.

"yeobseyo Manajer Kim…" sapa Ryeowook

Ketika mendengar Ryeowook menyebut nama Manajer Kim, Kyuhyun langsung menatap Ryeowook.

"haha, sudah, jangan marahan terus. Segera sapa Kyuhyun" perintah Yesung dari seberang telpon.

"shireo" Ryeowook mempoutkan bibirnya. Kyuhyun melirik sekilas, dan bagaimana mungkin Ryeowook memperlihatkan wajah imutnya selain kepada dirinya.

'iissh apa yang mereka bicarakan? Kenapa terlihat sangat akrab sekali. Hah. Sangat mencurigakan' Kyuhyun gelisah dalam duduknya. Saat ini dia seperti cacing kepanasan. Disatu sisi dia merasa marah karena Ryeowook terlihat begitu senang mendapat telpon dari Manajer Kim, di sisi lain, dia merasa gengsi harus memperlihatkan bagaimana kesal perasaannya saat ini.

"oh iya, ada apa menelponku?" tanya Ryeowook.

"emmh, aku hanya ingin mengajakmu makan malam. Kamu mau kan?" tanya Yesung.

"emmh, makan malam? Bagaimana yaaah" Ryeowook tampak berpikir sejenak.

Kyuhyun yang mendengar perkataan Ryeowook semakin salah tingkah.

'mwo? Makan malam. Semoga saja Wookie menolak' harap Kyuhyun dalam hati. Sebenarnya dia ingin sekali membanting handphone yang sedang digunakan Ryeowook saat ini. Namun, dia harus bersabar menahan emosinya.

"emmh, baiklah…" Ryeowook menyetujui ajakan Yesung.

Rasanya seperti mendengar petir di siang hari, ketika Ryeowook setuju untuk makan malam bersama Manajer Kim. Karena tidak tahan lagi, Kyuhyun segera beranjak dari tempat itu, yang diikuti oleh lirikan Ryeowook.

"sepertinya Kyuhyun marah" bisik Ryeowook.

"mworago? Kamu bicara apa Wookie?" tanya Yesung.

"aah tidak ada. Pulang kerja, nanti aku tunggu di lobbi bagaimana?" tawar Ryeowook.

"baiklah" kata Yesung, Setelah itu panggilan terputus.

Ryeowook duduk kembali di kursinya. Sebenarnya dalam hati kecilnya ia merasa bersalah pada Kyuhyun. Tapi, mau bagaimana lagi, dia terlanjur menyetujui ajakan Yesung untuk makan malam bersama. Setengah hatinya merasa senang jika telah membuat Kyuhyun cemburu dengan sikapnya pada Yesung. Namun disisi lain, dia juga masih ragu pada perasaan Kyuhyun untuknya.

~o~

Jam lima sore, Sungmin bersiap untuk pulang.

"kaja Kyu, kita langsung pulang saja. haah, hari ini sangat melelahkan" ajak Sungmin pada Kyuhyun, sesekali dia merenggangkan ketegangan yang terasa di lehernya.

"emh permisi Nona Lee. Hari ini, bolehkan aku meminta ijin untuk tidak pulang bersama?" tanya Ryeowook.

"memang, kamu mau kemana?" tanya Sungmin heran.

"dia ada sedikit urusan. Kita pulang berdua saja" Kyuhyun yang menjawab pertanyaan Sungmin, dengan nada yang sangat menusuk hati Ryeowook.

"aah, baiklah. Tapi jangan pulang terlalu malam" ingat Sungmin.

"Ne. terima kasih Nona Lee" angguk Ryeowook sambil tersenyum.

Setelah kedua orang itu berlalu dari hadapannya, Ryeowook segera menuju lift, berniat menemui Yesung di ruangannya.

Ting

Lift terbuka.

Ryeowook keluar, perlahan dia berjalan menuju ruangan dimana Yesung berada. Kakinya berhenti melangkah ketika mendengar suara dua orang pria yang tengah berbincang di dalam ruangan Yesung.

"hyung, selamat ya. Haah akhirnya, cita-citamu selama ini untuk menguasai perusahaan ini akan segera terwujud. Sekali lagi selamat Hyung. Hahaha" terdengar suara Donghae dengan nada sangat gembira.

"gomawo Hae-ya. Ini juga berkat bantuanmu. Hmmh. Lihat saja minggu depan, aku akan menjadi pemilik sah dari perusahaan ini" Yesung memberikan smirk terbaiknya, membayangkan apa yang akan terjadi minggu depan.

Ryeowook berdiri di depan pintu. Kehadirannya tidak diketahui oleh Donghae maupun Yesung. Setelah mendengar perkataan Yesung, tubuh Ryeowook seolah membeku ditempatnya. Dia mencoba memahami apa yang dikatakan Yesung barusan. Entah mengapa tiba-tiba hatinya seolah terasa remuk, mengetahui bahwa orang yang dia percayai, dan dia anggap baik selama ini, ternyata memiliki sebuah rencana jahat.

"tepat di hari ulang tahun Nona Lee, semua aset ini akan menjadi milikku. Aku hanya ingin melihat bagaimana ekspresi kekalahan dari wajah Presdir Lee nanti. Hahaha. Kita hanya tinggal menunggu waktunya saja Hae-ya" Yesung tertawa keras.

Kaki Ryeowook terasa sangat lemas. 'bagaimana mungkin… manajer Kim… dia…" Ryeowook masih tidak mempercayai apa yang ia dengar.

"kita persiapkan saja semua. Jika masih ada berkas yang masih kurang, segera selesaikan" lanjut Yesung.

Ryeowook masih berdiri didepan pintu, sebelum akhirnya ia sadar, harus segera meninggalkan tempat itu sebelum kehadirannya diketahui oleh Yesung dan Donghae. Ryeowook masuk kembali kedalam lift dan menunggu Yesung di lobbi kantor.

Ryeowook duduk di sofa yang tersedia disana. Dia termenung memikirkan kembali perkataan Yesung. Masih terngiang kembali di telinga Ryeowook, rencana licik namja yang ia anggap baik itu.

"kenapa bisa seperti ini? Manajer Kim, dia adalah orang yang baik. Pasti pendengaranku yang salah. Manajer Kim…" bisik Ryeowook sambil menggelengkan kepalanya pelan.

Hampir sepuluh menit, akhirnya Manajer Kim menemui Ryeowook di lobbi.

"Wookie, apakah sudah lama menungguku?" kata Yesung sambil menghampiri Ryeowook. Senyum manisnya menghiasi wajahnya yang tampan.

"belum lama…" Ryeowook menjawab pelan.

"kamu tidak apa-apa? Wajahmu pucat, apa kamu sakit?" tanya Yesung cemas.

"Mianhe, tapiii… bisakah, kau mengantarku pulang? Kepalaku sedikit sakit" pinta Ryeowook, sambil memijat dahinya.

"aah baiklah. Makan malam, bisa ditunda hingga keadaanmu membaik. Sekarang, biar aku antar pulang. Ayo…" Yesung membantu Ryeowook untuk berdiri. Tubuh Ryeowook terasa lemah, bukan karena ia sedang demam atau sakit kepala. Melainkan mengingat perkataan Yesung yang membuatnya lemas seperti ini.

"kamu tunggu dulu disini ya, aku akan mengambil mobil dulu" perintah Manajer Kim, yang hanya dibalas anggukan oleh Ryeowook. Dia menunggu di depan kantor, Yesung berlalu menuju tempat parkir.

Tak lama kemudian, sebuah sedan hitam berhenti di hadapan Ryeowook. Dari dalam, Yesung membukakan pintu untuk Ryeowook.

"kaja. Masuklah!"

Dan tanpa membuang waktu, Ryeowookpun masuk kedalam mobil.

"kamu kenapa tiba-tiba bisa sakit Wookie?" tanya Manajer Kim cemas. Saat ini mereka tengah diperjalanan menuju rumah Sungmin.

"aku tidak apa-apa Manajer Kim. Jangan khawatir… aku hanya sedikit sakit kepala" Ryeowook mencoba tersenyum.

"apakah kita perlu ke rumah sakit?" tawar Yesung.

"aah aniyo… istirahat sebentar, nanti akan membaik"

"kalau ada sesuatu, ceritakanlah padaku. Jangan kamu pendam sendirian!" pinta Yesung.

"Ne, aku tahu…" Ryeowook menjawab sambil matanya beralih dari Yesung ke jalan raya di depannya.

Sesekali Ryeowook melirik Yesungyang tengah fokus menyetir. Raut wajahnya yang lembut membuat Ryeowook memikirkan berjuta pertanyaan.

'tidak mungkin. Ini pasti salah paham. Manajer Kim, dia adalah orang yang baik. Tidak mungkin dia punya rencana jahat dan licik seperti itu' bisik hati Ryeowook sambil menatapi wajah Yesung.

"ekhm, aku tidak bertanggung jawab seandainya kamu jatuh cinta padaku" kata Yesung sambil berdehem.

Ryeowook membulatkan matanya.

"apa maksudmu?" tanya Ryeowook, tiba-tiba dia menjadi salah tingkah.

"haha, sejak tadi kamu menatapku dengan tatapan aneh. Ada apa? Jangan bilang kalau kamu jatuh cinta padaku" canda Yesung.

"aah aniyo… tidak seperti itu" Ryeowook segera menundukkan kepalanya. Tiba-tiba Yesung menginjak rem secara mendadak, yang membuat Ryeowook tersentak kaget, kemudian menatap Yesung.

"katakan ada apa? Tidak seperti biasanya kamu seperti ini. Apa Kyuhyun berulah lagi?" tanya Yesung sambil memegang bahu Ryeowook.

"bukaaan… ini bukan tentang Kyuhyun…" Ryeowook menggelengkan kepala.

"lalu?"

"bisakah kita tidak membahas ini. Aku lelah, aku hanya ingin pulang" suara Ryeowook bergetar. Yesung hanya menatap heran Ryeowook.

"baiklah" jawab Yesung pendek.

Hampir lima belas menit mereka di perjalanan. Tidak ada lagi percakapan antara Yesung dan Ryeowook.

'huhft, mungkin yeoja ini punya masalahnya sendiri' pikir Yesung.

Setiba di pekarangan rumah Sungmin, Ryeowook langsung keluar dari mobil.

"Wookie, seandainya perasaanmu sudah membaik, maukah kamu menghubungiku?" tanya Yesung.

"baiklah…" angguk Ryeowook pelan.

"segeralah beristirahat! Aku pulang dulu" Yesung mencoba tersenyum.

"Ne. gomawo"

Setelah mobil Yesung keluar dari pekarangan, Ryeowook baru memasuki rumah. Di ruang tamu, tampak Kyuhyun tengah berkutat dengan handphonenya. Kebiasaan yang dia lakukan sepulang kerja adalah memeriksa rekaman cctv hari kemarin. Melihat Ryeowook sudah pulang membuat Kyuhyun merasa heran. Bukankah tadi dia akan makan malam bersama Yesung.

"Wookie, kamu sudah pulang?" sapa Kyuhyun terlontar begitu saja dari mulutnya.

"iya"

Melihat Ryeowook yang pucat dan lemas membuat Kyuhyun khawatir. Segera dia mendekati Ryeowook.

"kamu tidak apa-apa? Kenapa wajahmu pucat begini?" tanya Kyuhyun, tangan kanannya sudah terangkat hendak menyentuh kening Ryeowook, namun yeoja itu segera menepisnya.

"aku tidak apa-apa" kata Ryeowook tegas, lalu berjalan melewati Kyuhyun. Tapi sebelum menjauh, Kyuhyun segera menahan lengan Ryeowook yang membuat langkah kaki yeoja itu terhenti.

"Big Boss meminta kita menemuinya besok pagi" kata Kyuhyun.

"baiklah… setelah kita mengantar Nona Lee ke kantor, kita langsung temui Big Boss" ucap Ryeowook.

Dengan tidak bertenaga dia meninggalkan Kyuhyun menuju kamarnya. Di kamar, Ryeowook duduk di ranjangnya sambil termenung. Mengingat kembali apa yang telah ia dengar tadi. Dia masih belum percaya orang yang selama ini memperlakukannya dengan baik ternyata memiliki rencana licik.

"ada apa ini? Kenapa… kenapa Manajer Kim seperti itu? Aku masih tidak percaya…" Ryeowook mengusap wajahnya pelan, lalu menghembuskan nafasnya yang berat.

~o~

Seperti yang dikatakan Ryeowook, setelah mereka mengantar Sungmin ke kantor, mereka berdua menuju kantor dimana Big Boss berada. Hanya berdua dalam mobil, membuat Kyuhyun dan Ryeowook berada dalam keadaan yang canggung. Ryeowook masih belum merasa nyaman berada di dekat Kyuhyun.

"kemarin… bukankah kamu mau makan malam dengan Manajer Kim, kenapa pulang lebih awal?" tanya Kyuhyun ragu, sekedar ingin mencairkan suasana.

"aku kehilangan selera makan" jawab Ryeowook pendek, Kyuhyun melirik Ryeowook sebentar, kemudian fokus kembali pada kemudinya.

"Wookie… aku mau minta maaf tentang kejadian itu…" kata Kyuhyun.

"kejadian apa?" tanya Ryeowook sambil menatap jalanan di luar jendela.

"antara aku dan Nona Lee. Itu… hanyalah salah paham…" Kyuhyun mencoba berbicara setenang mungkin.

"aaah, masalah itu. Tidak ada yang perlu dimaafkan Kyu, aku sudah memikirkannya, untuk apa aku marah padamu… tidak ada gunanya" kata Ryeowook mencoba tersenyum ke arah Kyuhyun.

"maksudmu?" tanya Kyuhyun tidak mengerti.

"aku tahu, mungkin karena hubunganmu yang terlalu dekat dengan Nona Lee, menyebabkanmu jatuh hati padanya. Aku… tidak marah, aku hanya sedikit kecewa. Tidak seharusnya kita jatuh cinta pada klien kita sendiri kan, dan yang membuat aku lebih kecewa padamu adalah, ketika aku harus menunggumu di taman selama tiga jam. Tanpa ada pemberitahuan atau telpon. Haaah. Seharusnya kamu katakan dengan jujur, bahwa kamu ingin berduaan dengan Nona Lee, aku bisa mengerti. Tidak perlu membodohiku seperti itu…" terang Ryeowook.

"tunggu, kamu bilang, aku menyukai Nona Lee? Ingin berduaan dengan dia? Dan…kamu menungguku di taman selama tiga jam tanpa ada pemberitahuan… Wookie, kamu bicara apa?" Kyuhyun tidak mengerti.

"sudahlah. Katakan dengan jelas, bahwa memang kamu menyukai Nona Lee kan!" kata Ryeowook dengan nada yang mulai tinggi, seketika itu juga Kyuhyun menginjak rem, menyebabkan mobil terhenti.

"apa maksudmu? Aku tidak menyukai dia…" nada bicara Kyuhyun juga ikut meninggi.

"sudahlah. Perasaanmu tidak bisa tertutupi. Aku bisa melihatnya dengan jelas"kata Ryeowook dingin.

"haah… kamu terlalu mengada-ngada Wookie…"

"Kyuhyun, aku punya mata. Dan aku bisa melihat bagaimana ciumanmu dengan Nona Lee. Dan aku bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri, perasaanmu tergambar jelas melalui ciuman itu" jelas Ryeowook kesal.

"sudah kubilang itu hanya salah paham. Aku tidak bermaksud untuk menciumnya. Itu… hanyalah kecelakaan" Kyuhyun mencoba membela diri.

"kecelakaan katamu? Lalu kenapa kamu sampai memejamkan mata ketika mencium yeoja itu?" Ryeowook kesal.

"aku tidak tahu… tiba-tiba saja aku… dan Nona Lee… itu sungguh kecelakaan Wookie. aku tidak sengaja menciumnya. Percayalah padaku" Kyuhyun bingung untuk menjelaskan pada Ryeowook.

"tidak sengaja. lalu kenapa kamu tidak datang ketaman. Kenapa kamu membiarkan aku menunggu selama itu. Aku merasa sangat bodoh dihadapanmu Kyuhyun" Ryeowook setengah berteriak.

"aku sudah mengirim sms padamu. Aku sudah memintamu untuk pulang"

"bohong. Tidak ada satupun sms darimu yang memintaku untuk pulang. Kamu jangan beralasan lagi Kyuhyun. Kamu pembohong yang buruk. Jalankan lagi mobilnya. Kamu mau membuat kemacetan disini?" Ryeowook dingin sambil melirik kearah belakang mobil. Disana nampak beberapa mobil yang terhenti karena terhalang mobil Kyuhyun. Terdengar suara klakson dari mobil yang berada tepat di belakang mobil Kyuhyun.

"jebaal, percayalah padaku Wookie. aku… aku tidak sengaja melakukannya. Aku bingung bagaimana lagi caranya agar membuatmu percaya. Aku…"

"sudahlah. Big Boss sudah menunggu kita" potong Ryeowook dengan kesal menghentikan pertengkaran mereka.

Sebelum menjalankan lagi mobilnya, Kyuhyun menatap Ryeowook dengan sedih. Ia tahu bagaimana keras kepalanya Ryeowook. yeoja itu tidak akan semudah itu percaya padanya.

~o~

"selamat pagi Boss…" Kyuhyun dan Ryeowook menyapa seseorang yang duduk di kursi.

"aah, kalian. Ayo duduklah!" perintah sang Big Boss.

"bagaimana pekerjaan kalian? Apakah ada kesulitan yang kalian hadapi?"

"tidak ada. Selama ini, beberapa masalah bisa kami selesaikan dengan baik" kata Kyuhyun.

"ya. Aku sudah membaca laporan harian kalian. Kinerja kalian memang bisa dibanggakan. Percobaan pembunuhan pada Nona Lee yang bisa kalian atasi dengan baik" sang Big Boss tersenyum puas.

"terima kasih Boss" Kyuhyun dan Ryeowook tersenyum.

"ada yang aneh dengan sikap kalian berdua. Apa kalian sedang bertengkar?" selidik Big Boss.

"aah, tidak ada…" Ryeowook segera menggelengkan kepalanya.

"baguslah kalau begitu. Eemh… aku mendapat kabar dari Presdir Lee. Tugas kalian akan berakhir satu minggu dari sekarang. Ketika Presdir Lee kembali ke Korea yang bertepatan dengan ulang tahun putrinya, maka saat itu juga tugas kalian selesai" kata Big Boss.

"benarkah? Tugas kami, hanya seminggu lagi?" Kyuhyun bertanya dengan nada yang sangat senang.

"iya. Apakah kamu sudah tidak bersemangat menjalani tugasmu kali ini?" tanya Big Boss pada Kyuhyun.

"aah bukan begitu Boss. Hanya saja, aku terlalu bosan, untuk mengikuti seseorang kemanapun ia pergi" kata Kyuhyun sambil tersenyum, Big Boss menganggukan kepalanya.

"Ryeowook, bagaimana denganmu?" tanya Big Boss pada Ryeowook yang terlihat tidak begitu antusias.

"yaa… aku juga cukup senang Boss. Akhirnya tugas ini akan segera selesai" Ryeowook mencoba tersenyum.

"haha. Baiklah kalau begitu, kalian kembalilah menjalankan tugas hari ini. Aku cukup senang melihat kalian baik-baik saja" kata Big Boss.

"terima kasih Boss. Kalau begitu, kami pamit dulu" Kyuhyun beranjak dari duduknya. Lain lagi dengan Ryeowook, dia masih terduduk di kursinya.

"Boss… ada yang ingin aku katakan. Bisa kah mengganggu waktumu sebentar?" tanya Ryeowook hati-hati.

"baiklah. Memang ada masalah apa?" tanya Big Boss penasaran. Kyuhyun yang masih berdiri di ambang pintu menatap Ryeowook.

"tunggulah dulu di mobil. Aku hanya sebentar…" kata Ryeowook sambil menatap wajah Kyuhyun.

"baiklah" setelah itu, Kyuhyun menutup pintu, lalu menuju mobilnya yang terparkir di luar.

'apa yang dibicarakan Ryeowook di dalam?' pikir Kyuhyun penasaran.

"ada apa Ryeowook? sepertinya ada masalah serius?" tanya sang Big Boss.

"emmh… ini tentang Manajer Kim…" ucap Ryeowook.

~o~

Kyuhyun menunggu Ryeowook di depan mobilnya. Dia bersandar di pintu mobil sambil menatapi langit yang berwarna biru. Hampir lima belas menit, akhirnya Ryeowook nampak keluar dari gedung.

"apa yang kamu bicarakan dengan Big Boss?" tanya Kyuhyun.

"emmh, bukan apa-apa. Oh iya, aku tidak akan ikut bersamamu. Mianhe" kata Ryeowook sambil tersenyum.

"apa maksudmu?"

"Boss sudah mengijinkanku untuk menggunakan mobilku sendiri" kata Ryeowook bersemangat.

"mwo? Kenapa begitu?"

"ayolah Kyuhyun, tidak usah banyak tanya. Sampai bertemu di kantor" Ryeowook berlalu menuju garasi meninggalkan Kyuhyun yang masih belum mengerti apapun.

Tak lama, sebuah BMW putih tampak keluar dari garasi, dan dapat Kyuhyun lihat dengan jelas, Ryeowook yang mengemudikannya.

"dia serius dengan ucapannya. Ada apa dengannya?" tanya Kyuhyun tidak mengerti, matanya mengikuti laju mobil yang semakin menjauhinya.

To Be Continue

Annyeong Haseyo yeorobun *sembunyi di punggung Wook.

Bagaimana kabar kalian? *reader: udah nggak usah basa-basi _

Hehe, mianhe, atas keterlambatannya. Berhubung harga BBM yang semakin melonjak naik, makanya ni FF menjadi terabaikan. *apa hubungannya? Ckckck

Akhir-akhir ini, aku merasa feelku untuk Kyuwook jadi berkurang. Makanya hal ini berpengaruh pada cerita kali ini. Sumpah, chap ini gaje kan? Mian, kalau chap ini teramat mengecewakan. *bow

Kali ini, author mau nambahin bonus, hehe, silahkan baca chap berikutnya ya ^^, balasan review, ada di chap sebelah.

See u