My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Sudah beberapa hari ini Ryeowook memisahkan diri dari Kyuhyun dan Sungmin. Setiap berangkat dan pulang kerja, dia menggunakan mobilnya sendiri mengikuti mobil Sungmin dari belakang. Awalnya, Sungmin merasa heran, namun Ryeowook segera memberi pengertian bahwa ini ia lakukan semata-mata untuk keselamatan Sungmin sendiri. Tidak ada yang tahu apa yang dilakukan oleh Ryeowook selama beberapa hari kebelakang. Yang Kyuhyun tahu, Ryeowook kini jadi berubah. Dia lebih suka sendirian dari pada bersamanya.

Ryeowook menggunakan mobilnya sendiri dengan satu tujuan. Ya, dia ingin memastikan bahwa prasangkanya pada Yesung adalah salah. Namun, setelah ia membuntuti Yesung selama beberapa hari ini, Ryeowook merasa kecewa bahwa apa yang dikatakan Yesung tempo hari adalah benar.

Malam itu, Ryeowook duduk di kamarnya. Ia mengamati beberapa foto yang berhasil ia ambil ketika membuntuti Yesung. Dia mencocokkan data di laptopnya dengan foto yang ada di tangannya.

"Manajer Kim serius. Dia ingin menguasai perusahaan ini" bisik Ryeowook tidak percaya. Foto seseorang tampak muncul di layar laptopnya dengan beberapa informasi dibawah foto tersebut.

"semua pemegang saham, telah setuju untuk mengganti Presdir Lee dengan Manajer Kim, lalu bagaimana dengan Nona Lee…" Ryeowook tampak berpikir.

Ryeowook meregangkan bahunya yang terasa kaku. Ketika ia melirik jam dinding, yeoja itu merasa kaget, ternyata waktu menunjukkan pukul 3 pagi. Ryeowook segera mematikan laptopnya, lalu beranjak ke atas ranjangnya. Walaupun sangat sulit, Ryeowook mencoba untuk memejamkan mata, agar pekerjaannya esok hari tidak terganggu oleh rasa kantuk.

~o~

Kyuhyun dan Ryeowook berada di kantor, menunggui Sungmin yang tengah bekerja. Lusa adalah ulang tahun Sungmin, yang artinya saat itu, tugas mereka akan berakhir. Ryeowook tampak ragu. Dia ingin mengatakan apa yang selama ini ia ketahui tentang Yesung pada Kyuhyun. Bagaimanapun juga menyimpan rahasia dari partnernya sendiri sangat menyulitkan dirinya. Tapi, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Kyuhyun mengetahui semuanya. Akhirnya Ryeowook memutuskan untuk tidak memberitahu Kyuhyun.

"akhir-akhir ini kamu sering pulang terlambat Wookie. apa saja yang kamu lakukan?" tanya Kyuhyun pada Ryeowook. Hubungan mereka tidak seperti dulu, setelah adanya insiden ciuman yang Kyuhyun lakukan pada Sungmin, kini seolah ada jarak antara kedua partner itu.

"itu bukan urusanmu Kyu. Aku hanya memiliki kegiatan tambahan saja…" jawab Ryeowook sambil menggendikan bahunya.

"boleh aku tahu, apa itu?" selidik Kyuhyun.

"sejak kapan aku harus memberitahukan apa yang aku lakukan, padamu?" Ryeowook berkata sangat dingin.

"bukan begitu. Aku kan partnermu. Bagaimanapun juga aku berhak tahu selama itu ada hubungannya dengan pekerjaan kita" jelas Kyuhyun.

"emh, tidak sebegitu penting. Nanti juga kamu akan tahu sendiri" kata Ryeowook sambil menatap Kyuhyun.

~o~

Sore ini, kembali Ryeowook tidak pulang bersama. Dia beralasan ada satu hal yang harus ia selesaikan. Kyuhyun hanya menatap heran pada Ryeowook.

'sejak kapan Ryeowook merahasiakan sesuatu dariku?' pikir Kyuhyun heran.

"baiklah, kalau begitu kami pulang dulu. kalau sudah selesai, kamu segera pulang ya!" perintah Sungmin.

"baik Nona, tenang saja. aku hanya sebentar saja" Ryeowook tersenyum.

Setelah mobil Sungmin meninggalkan Ryeowook sendirian, dia segera pergi ke tempat parkir dan duduk didalam mobilnya sendiri. Tak lama, dapat Ryeowook lihat Yesung yang masuk kedalam mobil bersama Donghae. Setelah mobil Yesung bergerak, Ryeowook mulai mengikutinya. Sepertinya Yesung tidak menyadari ada yang mengikutinya dari belakang.

Mobil Yesung berhenti didepan sebuah café. Setelah mereka turun, Ryeowookpun mengikuti dari belakang dengan jarak yang agak jauh. Dia memesan tempat duduk yang tidak jauh dari Yesung namun berada di tempat yang aman, karena dari arah Yesung, tempat duduk Ryeowook terhalangi oleh sebuah pohon buatan yang agak besar.

Hampir dua puluh menit, Yesung dan Donghae berbincang dengan seseorang di mejanya. Ryeowook segera mengeluarkan kamera untuk mengambil gambar mereka. Dapat Ryeowook dengar walaupun sayup-sayup Yesung menawarkan sebuah kerja sama pada perusahaan orang itu.

"baiklah, keputusan anda akan selalu kami tunggu. Kuharap anda akan berminat pada proyek ini. Sekali lagi, aku menunggu kerja samanya" Yesung dan Donghae tampak berdiri dan bersalaman dengan orang asing yang tidak dikenal Ryeowook. Setelah orang asing itu pergi, Donghae dan Yesung duduk kembali.

"Hyung, sepertinya aku melihat Ryeowook disana" bisik Donghae pada Yesung, wajahnya tampak kaget menyadari keberadaan Ryeowook.

"jinja? Dimana?" tanya Yesung sambil menggerakkan kepalanya mencari sosok Ryeowook.

"ssstt… sepertinya dia sedang mengikutimu" Donghae tersenyum.

"hmh, kamu tenang saja. dia tidak terlalu berbahaya. Biar aku yang mengurusnya, sekarang lebih baik kamu pulang saja"

"mwo? Pulang? Tapi aku belum makaan…" rengek Donghae, terkadang sikapnya akan sangat manja ketika berada didekat Yesung, karena ia sudah menganggap Yesung seperti hyungnya sendiri.

"issh, kamu ini. Sana, belilah makanan diluar…" kata Yesung sambil mengeluarkan dompetnya, lalu memberikan beberapa lembar uang ke tangan Donghae.

"bilang saja, Hyung ingin makan berdua bersama yeoja itu kan?" selidik Donghae.

"sudah jangan banyak bicara. Sebelum kita kehilangan dia, cepat pergi sana" paksa Yesung.

"aah baiklah. Aku pulang dulu Hyung" kata Donghae tersenyum sambil menyambar uang yang diberikan padanya.

Yesung memanggil pelayan café, lalu ia memesan dua porsi bulgogi. Sambil menunggu pesanan datang, Yesung menelpon seseorang sambil memperhatikan ke arah Ryeowook.

Dddrrtt… dddrrrtt…

Handphone Ryeowook bergetar. Sebuah panggilan masuk tampak di layar handphonenya. Ryeowook terbelalak melihat siapa yang menelponnya. Segera dia menuju tempat yang agak tersembunyi agar kehadirannya tidak diketahui Yesung. Dengan agak gemetar dia menerima telpon itu. Sebelum berbicara Ryeowook menenangkan dirinya terlebih dulu.

"yeobseyo Manajer Kim…" sapa Ryeowook.

"hallo Wookie. Bisakah kita makan malam berdua?"

"makan malam?" tanya Ryeowook kaget.

"iya. Tempo hari aku pernah mengajakmu makan malam kan, tapi saat itu kamu tidak bisa. Sekarang aku menunggumu di café, kamu harus datang ya!" perintah Yesung dengan suaranya yang tenang.

"mwo? Tapi… mianhe, saat ini aku sedang bersama Nona Lee. Aku tidak bisa menemuimu sekarang. Nomu mianhe Manajer Kim…" kata Ryeowook mencoba dengan nada yang menyesal.

"memangnya sekarang kamu ada dimana?" tanya Yesung.

"aku… emh… aku berada di rumah…" bohong Ryeowook.

Tiba-tiba musik yang sangat keras terdengar dari panggung mini yang ada di café itu. Ryeowook dapat dengan jelas mendengar suara musik itu dari belakang Yesung. Yang pastinya, Yesung juga dapat mendengar suara musik yang sama dari Ryeowook.

'sial, kenapa harus memutar musik dengan suara sekencang ini?' kesal Ryeowook dalam hati.

"emh, Manajer Kim, mianhe, tapi aku harus segera pergi. Nanti, aku hubungi kembali. Annyeong" dengan terburu-buru Ryeowook menutup telponnya.

Sambil menghembuskan nafasnya, Ryeowook bersandar di dinding sambil memeluk handphonenya. Matanya terpejam, mengharap Yesung tidak menyadari bahwa dia berada di café yang sama. Ketika Ryeowook berbalik akan kembali ke tempat duduknya, tubuh Ryeowook seolah membeku melihat siapa yang ada disana. Yesung dengan handphone yang masih menempel di telinganya menatap tajam Ryeowook. tanpa sadar, handphone Ryeowook jatuh dari genggamannya. Tubuhnya terasa sangat lemas.

"apa-apaan ini? Bukankah tadi kamu bilang sedang berada di rumah?" tanya Yesung dingin tanpa ekspresi. Ia memasukan kembali handphonenya kedalam saku jas.

"M…mmanajer Kim…" Ryeowook sangat kesulitan mengeluarkan suaranya.

Yesung membungkuk, lalu mengambil handphone Ryeowook yang terjatuh. Ia meraih tangan kanan Ryeowook dan menyimpan handphonenya di tangan Ryeowook.

"kaja, temani aku makan" ajak Yesung sambil menarik tangan Ryeowook. Dapat Yesung rasakan bahwa tangan Ryeowook saat ini gemetar hebat.

Yesung menarik sebuah kursi.

"duduklah!" perintah Yesung. Setelah Ryeowook duduk, Yesung pun menempati kembali kursinya.

Suasana terasa sangat tegang bagi Ryeowook. Dia tidak siap menghadapi Yesung saat ini. Alasan apa yang akan ia keluarkan ketika Yesung bertanya padanya nanti. Keadaan saat ini sangat dikuasai oleh Yesung. Tatapan matanya yang tajam terasa mengintimidasi Ryeowook. Tubuh yeoja itu terasa ringan, jantungnya berdegup sangat cepat. Kedua tangannya saling bertautan erat, mencoba mengurangi gemetar yang semakin terlihat jelas. Semuanya tergambar jelas dari perubahan warna kulit wajah Ryeowook yang pucat pasi.

"makanlah!" perintah Yesung masih menatap mata Ryeowook yang tertunduk.

Namun, yeoja itu masih tetap menundukkan kepalanya.

"jika aku bilang makan, berarti kamu harus makan" dengan suara yang agak meninggi Yesung memaksa Ryeowook.

Ryeowook tersentak, tangannya segera mengambil sumpit dan siap untuk mengambil makanan yang ada di piringnya. Beberapa kali Ryeowook mencoba mengambil irisan daging, namun selalu gagal. Dapat terdengar suara sumpit yang bergetar mengenai piring yang ada di hadapan Ryeowook, membuat yeoja itu kembali melepaskan sumpit dari genggamannya. Yesung hanya tersenyum melihat Ryeowook yang saat ini sangat ketakutan di hadapannya.

"gwenchanha, makanlah dengan tenang, aku tidak melakukan sesuatu yang aneh padamu" kata Yesung dengan suara yang lembut, tangannya terulur meremas tangan Ryeowook.

Ryeowook mendongakkan kepala, menatap mata Yesung yang saat ini sedang menatapnya juga. Sebuah senyuman diberikan namja itu, untuk menenangkan hati Ryeowook.

"makanlah, atau perlu aku suapi?" tanya Yesung sambil tersenyum.

"aah ani… aku bisa sendiri" Ryeowook segera menggelengkan kepala. Lalu mencoba untuk makan walaupun perasaannya tidak menentu.

Setelah menghabiskan makanannya, kembali Ryeowook merasa suasana yang membuatnya takut. Entahlah, melihat Yesung yang setenang ini, membuat Ryeowook tidak bisa berkutik.

'ayolaah Ryeowook, kamu pasti bisa melawan ketakutanmu' bisik hati Ryeowook.

"baiklah, aku hanya ingin bertanya, apa yang sedang kamu lakukan disini? Bukankah tadi di telpon kamu bilang sedang berada di rumah?" tanya Yesung dengan nada serius.

"emmh… itu… itu…" Ryeowook tidak bisa menatap mata Yesung. Bahkan untuk menyusun sebuah alasan saja otaknya tidak bisa.

"sejak kapan? … kamu mengikuti kegiatanku di luar kantor? Apa yang ingin kamu ketahui Wookie?" tanya Yesung semakin membuat Ryeowook merasa tersudut.

"umm… mianhe sebelumnya… aku…" Ryeowoook masih tertunduk.

"katakanlah semuanya. Aku hanya ingin tahu kejujuranmu. Itu saja. Kamu tahu kan, aku paling benci seseorang yang menyembunyikan sesuatu dibelakangku. Jadi lebih baik sekarang kamu katakan dengan jujur, apa yang ingin kamu tahu dariku!" terang Yesung.

Ryeowook mendongak, dia mencoba menatap mata Yesung. Apakah namja yang berada di hadapannya sejahat yang ia pikir.

"ini… ini tentang Nona Lee dan rencanamu pada perusahaan Lee" kata Ryeowook pelan.

"rencanaku?" Yesung menyipitkan matanya.

"aku tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan Donghae di kantor. Dan aku mendengar bahwa kau ingin mengambil perusahaan Lee, apakah itu benar?" tanya Ryeowook ragu.

"aah itu. Aku punya alasan. Sudah aku bilang, mengapa seseorang berbuat kejahatan, itu pasti karena dia memiliki alasan. Begitupun denganku. Aku sudah merencanakan semua ini sebelum kamu dan Kyuhyun bekerja sebagai bodyguard Nona Lee" kata Yesung tenang sambil menarik sudut bibirnya.

"mwoya? Lalu apa alasanmu? Kau tahu, kau membuatku kecewa" keluh Ryeowook.

"aku tidak bisa mengatakannya padamu. Mianhe, jika memang kamu kecewa karena sikapku. Beginilah aku yang sebenarnya" jawab Yesung. "tapi, karena kamu sudah mengetahui rencanaku, aku harap kamu bisa membantuku Ryeowook" lanjut Yesung dengan suara sangat tenang.

"apa? Membantumu?" Ryeowook membulatkan matanya tidak percaya.

"iya. Aku hanya perlu bantuanmu. Kamu dapatkan kembali Kyuhyun dan aku mendapatkan perusahaan itu. Kamu hanya perlu mengikuti rencanaku saja. bagaimana?" tanya Yesung.

"bagaimana mungkin kau mengatakan hal ini? Aku bisa mengatakan semua rencanamu pada Nona Lee" ancam Ryeowook.

"tidak perlu bergurau denganku. Aku sangat yakin, bahwa kamu tidak akan mengatakan apapun tentang rencanaku ini pada orang lain" ucap Yesung dengan nada yang sangat optimis.

Ryeowook menggelengkan kepala. Yesung memang orang yang sangat sulit ditebak.

"gwenchanha. Aku tidak membutuhkan jawabanmu sekarang. Jika memang kamu bersedia membantuku, kamu tahu kan bisa menemuiku dimana" Yesung tersenyum pada Ryeowook.

"aku pulang dulu …" Yesung beranjak dari duduknya. Setelah membayar bill, diapun meninggalkan Ryeowook sendirian disana.

~o~

Ryeowook pulang kerumah dengan perasaan yang campur aduk. Dia tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Dirumah itu tidak ia temui Kyuhyun maupun Sungmin. Ryeowook segera menuju kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya yang lemah di kasur.

"ottokhae…" bisiknya parau.

Ryeowook bangkit kembali dari tidurnya lalu menyalakan laptop. Dia teliti kembali semua informasi yang dia miliki.

Tok tok tok

Terdengar pintu kamar yang diketuk seseorang dari luar. Ryeowook mendongakkan kepala.

"Wookie, kamu sudah pulang?" tanya suara dari luar. Dia menghampiri pintu, lalu membukanya perlahan. Dapat ia lihat Kyuhyun yang berdiri di luar pintu sambil membawa sebuah nampan.

"boleh aku masuk?" tanya Kyuhyun.

"kaja. masuklah!" angguk Ryeowook, pintu kamar ia biarkan terbuka.

Kyuhyun masuk lalu duduk di tepi ranjang sambil meletakan nampan diatas kasur.

"apa itu?" tanya Ryeowook pada Kyuhyun sambil melirik nampan yang dibawa oleh namja itu.

"makanlah dulu. yang aku lihat akhir-akhir ini kamu nampak kelelehan. Aku belajar membuat sup ini, semoga saja kamu suka" kata Kyuhyun.

"sup? Sup apa?" tanya Ryeowook ragu.

"sup ayam ginseng. Tenang saja, rasanya pasti enak. Ayo, makanlah!" kata Kyuhyun sambil menyerahkan sendok ke tangan Ryeowook.

"kenapa kamu jadi perhatian seperti ini?" tanya Ryeowook curiga, dia mengambil sesendok kuah sup lalu memasukkannya kedalam mulutnya.

"hmmh, tidak buruk. rasanya enak" lanjut Ryeowook.

Kyuhyun tidak berkata apapun. Dia hanya menatap yeoja dihadapannya dengan tatapan penuh kekhawatiran. Ryeowook menghentikan makannya ketika ia menyadari bahwa Kyuhyun tengah memperhatikannya.

"ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Ryeowook tidak suka.

"katakan apa yang kamu sembunyikan dariku Wookie? tidak biasanya kamu seperti ini…" selidik Kyuhyun.

"apa? Memang aku menyembunyikan apa darimu?" tanya Ryeowook sambil menatap Kyuhyun.

"akhir-akhir ini kamu sering pulang telat. Itu membuatku khawatir" kata Kyuhyun.

"tidak ada, aku sudah selesai makan. Keluarlah!" pinta Ryeowook.

"tolong jangan begini Wookie. mungkin kamu memang masih marah padaku, tapi aku mohon kamu harus bersikap profesional, urusan pekerjaan, itu adalah urusan kita berdua"

"dengar, sudah kubilang, tidak ada yang perlu kamu cemaskan. Aku baik-baik saja. dan jangan bicara tentang profesionalitas dihadapanku. Aku benci mendengarnya" kata Ryeowook dingin.

Kyuhyun hanya menatap Ryeowook, dia sadar telah salah bicara.

"baiklah kalau begitu aku keluar sekarang. Kamu jangan tidur terlalu malam Wookie!" ingat Kyuhyun.

"arraso…" jawab Ryeowook pendek.

Setelah dia menutup pintu kamar, Ryeowook menyandarkan dirinya di pintu.

'Tuhaan… apa yang harus aku lakukan. Aku bingung' Ryeowook menengadahkan kepalanya.

~o~

Keesokan harinya di rumah Sungmin tampak sangat sibuk. Berbeda dari hari-hari sebelumnya. Pesta ulang tahun yang akan menjadi acara yang sangat penting baik itu untuk Sungmin maupun bagi Yesung. Hari ini, Sungmin tampak ke kantor seperti biasanya. Selama di perjalanan wajah Sungmin tampak tidak seceria biasanya.

"jadi, tugasmu dan Ryeowook akan berakhir besok?" tanya Sungmin pada Kyuhyun.

"benar sekali Nona. Presdir Lee sudah menyampaikannya kemarin pada Big Boss" jawab Kyuhyun.

"benarkah? Hmmh, padahal aku baru saja menyukai kalian. Aku merasa seperti punya saudara sendiri jika bersamamu dan Ryeowook" kata Sungmin mencoba tersenyum. "tapi, kebersamaan kita akan segera berakhir. Haaah… aku benci perpisahan" lanjut Sungmin sambil membuang nafas.

"tenang saja, kita masih bisa menjadi teman kan?" kata Kyuhyun sambil tersenyum.

"tapi rasanya berbeda Kyu. Biasanya setiap hari kamu dan Ryeowook akan bersama-sama denganku. Nanti, aku akan sendirian. Aku pasti akan merasa kehilangan" kata Sungmin sambil menatap Kyuhyun.

"kalau merindukan kami, anda bisa menelpon" Kyuhyun menatap kaca spion, dapat terlihat mobil Ryeowook mengikuti dari belakang.

~o~

Yesung memasuki ruangan Sungmin. Dapat ia lihat ada Kyuhyun dan Ryeowook disana. Seperti biasa, Kyuhyun menatap tidak suka, sedangkan Ryeowook menghindari tatapan Yesung.

"ini ada beberapa berkas yang harus ditandatangani" Yesung menyerahkan tiga buah map ke hadapan Sungmin.

"apa ini?" tanya Sungmin sambil melirik Yesung.

"itu adalah berkas perjanjian dengan perusahaan Seogak" ucap Yesung.

"aaah, lalu bagaimana pembuatan produknya?" tanya Sungmin sambil membaca berkas yang berada di tangannya.

"kita akan memulainya besok. Saat ini, kita masih mengimpor semua bahan yang dibutuhkan" jawab Yesung santai.

"aah begitu…" Sungmin mengangguk paham, lalu ia menandatangani semua berkas yang dibawa Yesung tadi.

"oh iya untuk besok, aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukmu" kata Yesung tersenyum lembut. "saengil chukae Nona Lee Sungmin, aku harap semua keinginanmu dapat terwujud".

"aah, gomapseumnida…" Sungmin tersipu.

"apakah ada hadiah spesial yang anda inginkan?" tanya Yesung.

"emmh… tidak ada" jawab Sungmin sambil menatap mata Yesung dalam.

"benarkah? Haah, sangat disayangkan,padahal hari ini aku sedang berbaik hati akan membelikan hadiah untukmu, tapi karena tidak ada yang anda inginkan, yaa sudah, tidak jadi" Yesung menahan tawanya.
"Manajer Kim…" rengek Sungmin dengan nada manja.

"haha, aku hanya bercanda. Tunggu saja hadiahnya besok. Hmmh"

"baiklah, kalau bukan hadiah yang mahal, aku tidak akan terima" canda Sungmin sambil melotot lucu.

"tentu saja. haha. Kalau begitu aku permisi" yesung berpamitan, sebelum keluar, dia mengedipkan sebelah matanya pada Ryeowook yang membuat Kyuhyun kepanasan.

~o~

Beberapa kali Ryeowook tampak menghembuskan nafasnya. Selama di kantor dia sama sekali tidak fokus pada Sungmin. Saat ini dia berada di tangga darurat, sambil menatap ke arah luar dari balik jendela yang ada disana. Dia tampak hanya melamun sambil sesekali membuang nafas. Paras cantiknya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat pelik.

'keputusan apa yang harus aku ambil? Ini sangat membingungkanku' pikir Ryeowook sambil memejamkan mata.

~o~

Waktu menunjukkan hampir pukul tujuh malam. Suara bel terdengar dari arah pintu rumah Yesung. Namja itu segera beranjak untuk membuka pintu. Setelah melihat siapa tamu yang berkunjung padanya, dia tersenyum sangat manis.

"… aku tahu… kamu pasti datang… Ryeowook-ah" kata Yesung sambil menatap tamunya itu.

To Be Continue

Gimana niiihh tambahan chap-nya? Mudah-mudahan dapat mengobati kekecewaan reader semua pada ff ini. Hehe.

Saatnya untuk reader yang mau tebak-tebakan buat chap depan. Kkkk. Siapa tahu bisa nambahin inspirasi buatku. Kkkk.

Oke, author mau balas reviewnya satu-satu. Gamsahamnida buat yang selalu setia ngasih reviewnya, juga yang udah nge-fav dan nge-follow ni ff. terima kasih banyak ^^

dyahYWS: hehe… makasih ya ching. Emmh, klo kyuwook ke tahap jadian, ntar dulu aja deh. Kkk.

Vic89: buahaha… mereka udah kupancing, dan aku dapat wook. Kkkk.

Bluerose:udah tau kan Yesung gimana? #wink. Ni udah lanjut.

Ryeosun: oke deeh, tenang aja, aku nggak mungkin ngejelekin kyuwook. Hehe.

Fiewook: kyu-nya kan baru bangun tidur jadi nyawanya masih belum kumpul semua, salah liat deh. *pletak. Gimana, kyu udah frustrasi banget belum? Kkkk

Hanazawa kay: hihi mian say, lagi kurang aja feelnya, ntar juga balik lagi ko. Ini udah lanjut lagi. hehe.

Ryeohaeme: iya unni, kyu salah liat. #desigh. Kkkk ni yesung udah ketauan kan sekarang, terserah unni deh, mau dukung atau nggak. Kkkkk. Mian ya apdetnya kelamaan. Gomawo unni.

Mon216: hiks… kenapa baru baca? Abis ini, harus rajin ripiyu ya. Hehe. Gomawo. Semoga pertanyaan di kepalamu udah terjawab semua ya. Kkkkk ^^

Thiefhanie: mian, aq gk bisa ngasih sesuatu pas ultah wook. Hehe, ni udah nggak bingung lagi kan tentang Ye. *wink.

Guest: ok.

Lailatul magfiroh: iya tuh si Kyu emang nyebelin. Dia masih ngelindur pada saat itu. Ckckc. Kalau aq bkin mereka nggak bersatu gimana? Hehe. Viis. Gomawo ya bebz.. ^^

Casanova indah: Yesung, jahat. Kkkk. Udah nggak penasaran lagi kan…

Haechul: waa, review untuk chap 2. Selamat melanjutkan baca aja ya ^^.

Raiaryeong9: hehe, ntahlah aku jadi bingung mau bikin kyuwook momentnya.

Alif ryeosomnia: iya aku dukung getokanmu buat Kyu. *desigh. Hehe. Yesung lagi ngerjain "sesuatu" di leppynya. Kkk. Jangan kepo ya.

Dwiihae: ne, ini udah lanjut lagi. ayooo dukung KW atau YW?

Jovita: kkkk dia ngelindur, kan sebelumnya kyu lagi tiduran tuh. Yang menghalangi Kyuwook bersatu adalah… saya sendiri. Haha. Wook Cuma buatku. Titik. ^^. Mian ya apdetnya telaaat. Hehe.

Cloud prince: haai. Hehe. Aigoo, kyu lagi nglindur ching, jadi matanya ngedadak rabun gk bisa bedain antara wook ma min. huhu. Perasaan kyuwook dapat dilihat dengan jelas oleh orang lain, mereka nggak saling menyadari aja ya. Min, nggak akan ngelurusin apa-apa, aku jamin itu.

Aah iya dong, keprofesionalan Yesung diturunkan dari authornya kkkk. Sssstttt jangan bilang2 klo Ye lagi nntn film yadong. Buahaha.

Kmu tebak sendiri aja deh ching, aq yakin ko tebakanmu bakalan bener, yang pasti endingnya nggak bakalan kyumin. Mustahil banget soalnya. Kkkk. Huhu, klo yesung dipenjara, kan ada istrinya (kamu) buat nemenin dia. Viis.

Dduuh gimana ya, aku nggak bisa ngurangin balasan reviewnya. Pengennya ngetiik aja buat jawab semua pertanyaan dan pernyataanmu. Hehe. Chap ini gimana? Udah aku kasih bonus, updet 2 chap sekaligus. Hehe. Ok, aq selalu sampein ko salammu buat Jong Woon, tapi dalam mimpi. Ok deh, see u. gomawo ^^

Ryeonggyulove: miaan, nggak suka yewook ya. Emmh, ntar deh dipikirn lagi, kyuwook di taman bunga-nya. Hehe.

Dheek enha: mian ya kelamaan. Hehe. Ni udah lanjut.

Cartwightelfsuju shawolshinee: duuh, jangan timpuk aq lagi ya, krena apdet yang lama. hehe. Huweee, baru kali ini deh ada reader yang marah2 begini macam kamu. Ckckck. Nih aq udh kasih chap bonus. Mudah2n kmu gk marah2 lagi ya. Hehe.

Ryeo ryeo ryeong: hihihi, kyknya kyuwook emang gk berjodoh ya. Kkkk.

Qxu: mian, aq dapat inspirasinya telah. *plaak. Semoga nggak mengecewakan ya. ^^

Kim yerin: mianhe, itu juga ciuman kyumin nggak sengaja ko. Semua Cuma salah paham aja. Kkkk.

Aulia: annyeong aulia… hehe, chap ini bkin penasaran juga nggak? Mian apdetnya lama.

Cho ryeosomnia fishies: Noo, klo wook disakiti kyu, wooknya buat aku ko. Tenang aja. Hehe #duagh

Cho babywook: hehe emmh, jeongmal gomawo chingu… mudah2n nggak kecewa ya sama cerita ni ff. ^^

Ryeo2119: ni udah lanjut. Emmh, wooknya keras kepala. Kkk.

Aidapinky21: hehe, gomawo ya aii.

Riyuki: tenang aja, mudah2n suatu hari mereka bisa baikan ya.

Kirefa: iya kyu ngelindur iiih.. hehe. Nggak apa-apa ko bnyak request juga, mian klo nggak bisa ngabulin semua req-nya.

Hyosun98/arolina: iya betul banget. kyu masih ngantuk jadi salah liat.

Niisaa9: kkkk, mianhe, justru wook liat dengan jelas. Oow.

Ike aulia: annyeong ike, salam kenal juga. Ok, deh panggil aq eonni. hihi. Gomawo ya.

Guest (kasih nama ya chingu): gomawo yaa. Hmmh, abis ini pokonya harus rajin review. Awas kalo nggk. Hehe.

Guest (namamu siapa ching): mian, telat apdetnya. Hehe.

Ghaldabalqies: miaanhe, klo castnya bukan wook, aq susah bikinnya. Pling klo yemin Cuma slight aja. Mianhe ya ^^

Elis: gomawo ya. Ini udah lanjut.

Oke, Cuma segitu aja? Kalo ada yang nggak keabsen, mianhe, lapor ke author aja ya ^^. Ditunggu lagi ya reviewnya.

Oia, selamat menjalankan ibadah shaum. Mian ya, klo selama ini ada kata-kata yang kurang berkenan. Tetap semangat! ^^

~gamsahamnida~