My Partner
Main Cast:
Kim Ryeowook as Yeoja
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Sungmin as Yeoja
Kim Yesung as Namja
Rated: T
Genre: Romance, Crime
Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata
Selamat Membaca
~o~
Kyuhyun dan Sungmin tengah duduk di sofa sambil menata beberapa bunga menjadi buket yang indah.
"oh iya, aku belum melihat Ryeowook, apa dia sudah pulang?" tanya Sungmin sambil melirik Kyuhyun.
"hmmh, entahlah. Terakhir aku hanya melihatnya sekilas di kantor" Kyuhyun menatap pintu kamar Ryeowook yang tertutup.
"ooh begitu, emmh… aku merasa sikapnya aneh belakangan ini. Apa dia ada masalah?" tanya Sungmin lagi.
"aku tidak tahu, aku juga merasa begitu. Mungkin dia sedang menyembunyikan sesuatu dari kita berdua. Entahlah" Kyuhyun menggendikan bahunya, Sungmin hanya menganggukan kepalanya.
"kalau kamu melihat Ryeowook, tolong berikan ini padanya. Dia pasti akan terlihat cantik besok jika memakai gaun itu" kata Sungmin sambil menyerahkan sebuah kotak ke hadapan Kyuhyun.
"apa ini?"
"itu adalah hadiahku untuk Ryeowook. Ingat, kamu harus memberikannya" tegas Sungmin.
"baiklah, aku akan memberikannya, jika aku bertemu dengannya" kata Kyuhyun sambil mengambil kotak tersebut.
"kalau begitu aku tidur sekarang saja. Aku merasa sangat lelah hari ini" pamit Sungmin sambil beranjak dari duduknya.
"Ne, jaljayo, semoga mimpi indah" kata Kyuhyun sambil tersenyum.
~o~
"jadi… apa jawabanmu Ryeowook?" tanya Yesung sambil menatap wajah Ryeowook yang kini duduk di sofa di hadapannya. Dua gelas orange jus sudah tersedia di meja.
"aku sudah membuat keputusan. Aku akan membantu rencanamu" jawab Ryeowook tegas.
"jinja?" Yesung menatap Ryeowook lekat.
"tentu saja. Selama ini, sejak aku dan Kyuhyun bekerja pada Nona Lee, kau adalah orang yang banyak membantuku. Sekarang sudah saatnya aku membalas kebaikanmu itu" terang Ryeowook.
"apa Kyuhyun tahu?" selidik Yesung.
"tentu saja tidak. Kalau dia tahu, mungkin aku sudah di kurung di kamar" Ryeowook mendelik, Yesung hanya tersenyum simpul.
~o~
Kyuhyun mengambil kotak yang berada di hadapannya. Setelah Sungmin masuk ke kamarnya, diapun beranjak menuju ke kamarnya sendiri. Tapi kemudian, dia berdiri di depan pintu kamar Ryeowook. Perlahan diketuknya pintu itu, namun tidak terdengar sedikitpun jawaban dari dalam kamar.
"Wookie… kamu sudah pulang?" tanya Kyuhyun pelan masih sambil mengetuk pintu.
Tangannya memutar kenop pintu yang tidak terkunci.
Ceklek…
Pintu terbuka.
Kyuhyun melongokkan kepalanya kedalam. Hanya ruangan gelap yang Kyuhyun lihat. Kakinya melangkah masuk.
Klik
Kyuhyun menyalakan lampu kamar. Dapat Kyuhyun lihat kerapian kamar Ryeowook yang selalu tertata dengan baik. Dia lalu menaruh kotak yang diberikan Sungmin di atas meja rias. Matanya melirik sebuah figura yang didalamnya berisi foto dirinya dan Ryeowook yang tengah tersenyum manis. Kyuhyun menarik kedua sudut bibirnya, mengingat moment ketika dia bersama Ryeowook. Diusapnya perlahan foto tersebut tepat di pipi Ryeowook. Kyuhyun menatap berkeliling, matanya terpejam seolah merasakan bahwa kini Ryeowook berada disana. Namja jangkung itu menuju jendela lalu membukanya sedikit, sekedar membiarkan angin malam yang dingin menyapa tubuhnya. Kelipan lampu terlihat jelas dari balkon. Kyuhyun menyandarkan dirinya di kusen jendela, sambil memejamkan matanya.
"Ryeowook-ah, kamu dimana? Bogoshipo…" bisik Kyuhyun.
Hampir sepuluh menit, Kyuhyun bersandar disana. Tiba-tiba ekor matanya melihat laptop ungu milik Ryeowook yang berada di atas kasur. Kyuhyun lalu duduk di ranjang, kemudian dia mengambil laptop itu lalu menyalakannya. Kyuhyun sudah cukup hapal apa saja isi dari laptop partnernya itu. Toh, selama ini tidak pernah ada yang disembunyikan oleh keduanya. Kyuhyun mengklik folder foto, yang berisi gambar-gambar dirinya dan Ryeowook. Namja itu hanya tersenyum mengingat kembali kenangan antara dirinya dan Ryeowook. Entah mengapa malam ini dia sangat ingin bertemu partnernya itu. Dia ingin memeluk yeoja itu, sekedar untuk menghirup aroma shampoo yang dipakai oleh yeoja mungil itu. Kyuhyun mengklik tanda "x" untuk mengakhiri lamunan masa lalunya. Tapi, tiba-tiba matanya menangkap sebuah folder yang baru. Ketika Kyuhyun akan membukanya, folder tersebut telah diproteksi dengan password.
"folder apa ini? Haah… password? Wookie, dia menyimpan rahasia apa dariku?" bisik Kyuhyun. Jemarinya mulai mengetik sesuatu, mencoba menemukan password yang cocok yang dipakai oleh Ryeowook.
Dua kali, Kyuhyun salah memasukan password. Tiba-tiba dia teringat pada tanggal ulang tahunnya sendiri.
"konyol memang, tapi siapa tahu saja…" kata Kyuhyun sambil mengeluarkan smirknya.
Dan setelah ia mengetik tanggal lahirnya, lalu menekan "enter" akhirnya folder tersebut dapat terbuka.
"Wook-ah, ckckck" Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Namun, setelah melihat apa isi folder itu, senyumnya tiba-tiba menghilang, alisnya berkerut dan jantungnya berdebar dengan keras.
Segera ia mengambil handphonenya lalu menelpon seseorang.
"yeobseyo…" tanya sebuah suara dari seberang telepon.
"Big Boss… tugas apa yang sedang Ryeowook lakukan saat ini?" tanya Kyuhyun dengan nada suara yang bergetar.
~o~
Ryeowook berada di kamar tamu. Tubuhnya hanya berguling-guling pelan di atas ranjang. Matanya sedikitpun tidak bisa ia pejamkan sama sekali. Dia melirik jam dinding, waktu menunjukkan pukul 00:25. Ryeowook beranjak dari tempat tidurnya, dia berniat membuat secangkir minuman hangat. Ketika di bawah tangga, ia melihat ruang kerja Yesung yang masih menyala, pintunya seperti biasa hanya tertutup setengahnya saja.
Ryeowook pergi kedapur. Dia membuat dua gelas teh manis. Ryeowook melirik kearah belakangnya. Setelah dia merasa aman, dia mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. Sebungkus kecil serbuk, di taburkan ke dalam salah satu cangkir, setelah itu Ryeowook kembali mengaduk teh tersebut.
Tok tok tok
Ryeowook mengetuk pintu ruang kerja Yesung. Namja yang tengah berkutat dengan beberapa map dihadapannya mendongakkan kepala menatap siapa yang datang.
"Wookie… belum tidur?" tanya Yesung.
"aku tidak bisa tidur. Ketika akan membuat teh, aku melihat ruangan ini masih menyala, akhirnya aku membuat dua cangkir teh manis. Kau mau?" tanya Ryeowook.
"aah taruh saja disana" Yesung mengangguk sambil menunjuk meja yang berada di depan sofa.
"ini sudah larut malam, kenapa masih belum tidur?" tanya Ryeowook sambil menatap Yesung, tangannya menggenggam cangkir yang terasa hangat di ujung jarinya.
"besok adalah hari yang bersejarah untukku. Jadi aku harus menyelesaikan semuanya malam ini!" kata Yesung kembali fokus pada laptopnya.
"hmmh, memang… tapi, minumlah dulu lumayan untuk menghangatkan perutmu Manajer Kim" pinta Ryeowook.
Yesung menatap Ryeowook yang tengah tersenyum padanya. Akhirnya dia beranjak dari tempat duduknya, lalu duduk di sofa di depan Ryeowook.
"lalu bagaimana rencanamu itu? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Ryeowook.
"emmh… kita akan lihat besok saja. tugasmu hanya menuruti perintahku. Bagaimana?" kata Yesung masih belum memberitahukan Ryeowook mengenai rencananya pada Sungmin.
"baiklah… besok juga adalah hari terakhir aku bekerja pada Nona Lee, bersamaan dengan Presdir Lee yang kembali dari Hongkong" Ryeowook sedikit termenung.
"ekhm… mianhe Ryewook-ah, tapi masih ada yang harus aku kerjakan, bisakah kamu kembali ke kamarmu?" tanya Yesung tidak enak hati.
"aah tentu saja. maaf jika aku sudah mengganggumu" Ryeowook menaruh cangkir tehnya yang sudah kosong ke meja. "hmmh, tapi tidakkah kau mau mencoba teh manis yang sudah aku buat?" tanya Ryeowook sambil menatap Yesung belum meminum teh buatannya.
"i… iya baik, aku akan meminumnya…" Yesung ragu sambil menatap cangkir di hadapannya.
Ryeowook masih belum keluar dari kamar itu, hingga ia melihat Yesung meminum teh-nya.
"sudah aku minum…" Yesung tersenyum canggung.
"gomawo… kalau begitu, aku kembali ke kamar" Ryeowook berbalik sambil tersenyum pada Yesung.
~o~
Kyuhyun termenung di kamarnya. Dia kembali mencerna apa yang dikatakan Big Bossnya tadi di telepon.
"Ryeowook merasa curiga dengan Manajer Kim, dia memintaku untuk memberinya ijin menyelidiki orang itu. Karena ini masih ada hubungannya dengan klien, maka aku memberinya ijin"
Kyuhyun meremas rambutnya. Saat ini pikirannya tidak tenang, merasa takut jika terjadi sesuatu pada Ryeowooknya.
~o~
Waktu hampir menunjukkan pukul 01.00 pagi, Ryeowook merasa sedikit gelisah. Perlahan, dia berjalan keluar kamarnya, lalu menapaki tangga menuju ruang kerja Yesung. Seperti tadi, pintu ruangan itu hanya terbuka setengahnya saja. Ryeowook melongokkan kepala, dapat ia lihat Yesung yang terbaring di sofa yang berada di sana.
'hmh, sepertinya obat tidur itu sudah mulai bekerja' pikirnya.
Ryeowook melangkah memasuki ruangan. Didekatinya Yesung yang masih terbaring.
"Manajer Kim… kau sudah tidur?" tanya Ryeowook pelan. Namun, tidak ada sedikitpun respon yang diberikan namja itu. Sepertinya saat ini dia memang telah tertidur nyenyak.
Ryeowook tersenyum, lalu beranjak menuju meja kerja namja itu. Laptop yang masih menyala, mempermudah maksud Ryeowook saat itu. Setelah memeriksa isi laptop, Ryeowook mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
'kira-kira dimana dia menyimpan brankasnya?' tanya hati Ryeowook.
Ketika sedang menatapi dinding ruangan itu, Ryeowook melihat sebuah lukisan yang nampak miring. Sepertinya tidak terpasang dengan tepat. Ryeowook menghampiri lukisan tersebut.
'sepertinya ada yang aneh dengan lukisan ini' pikir Ryeowook. Tangannya lalu menyentuh bingkai lukisan untuk menggeser letaknya agar sesuai seperti biasanya. Namun, matanya menangkap sesuatu yang aneh dibalik lukisan itu. Ryeowook makin menggeser lukisan itu, dan nampaklah dengan jelas sebuah kotak yang berhiaskan kenop dengan angka yang mengelilinginya.
Ryeowook tersenyum, apa yang dia cari, ternyata sangat mudah untuk mendapatkannya. Dia menurunkan lukisan yang agak menghalangi letak brankas itu. Kemudian dengan hati-hati Ryeowook memutar kenop dihadapannya. Perlahan, Ryeowook mendengarkan perbedaan bunyi jarum yang mengarah ke setiap angka yang berbeda. beruntung karena dia dan Kyuhyun pernah diajari cara memecahkan sandi brankas, sehingga untuk membongkar brankas inipun dilakukan dengan mudah, hanya memerlukan sedikit konsentrasi. Ryeowook kembali memutar kenop itu sebanyak empat kali. Setelah itu…
Ceklek
Pintu brankas terbuka sedikit. Ryeowook tidak menyangka akan semudah ini mendapatkan brankas milik Yesung. Tangannya membuka pintu brankas perlahan. tapi, setelah pintu itu terbuka lebar, Ryeowook hanya membulatkan matanya kaget.
"w… wae…? Kenapa kosong?" tanya Ryeowook pelan.
"karena aku sudah mengetahui apa maksudmu yang sebenarnya Ryeowook" suara baritone itu terdengar sangat jelas di belakangnya. Ryeowook hanya mampu mematung, tanpa bisa bergerak sedikitpun. Dirinya terlalu kaget mendengar suara namja yang ia kira tengah tertidur lelap tadi.
~o~
Kyuhyun masih tidak bisa tidur. Bagaimanapun juga, saat ini dia merasa sangat mengkhawatirkan Ryeowook. tangannya sejak tadi hanya mempermainkan handphone yang berada di genggamannya saja. Karena sudah tidak tahan lagi, ia pun segera mendial seseorang yang sangat penting dalam hidupnya itu.
Berkali-kali ia mencoba menelpon, namun nomor yang ia hubungi tidak aktif. Hal ini membuat Kyuhyun sedikit frustasi.
"Wookie… haah… kamu dimana? Aissh…" gerutu Kyuhyun.
~o~
Ryeowook masih mematung di depan pintu brankas. Yesung yang berada di belakangnya perlahan mendekati Ryeowook. Yeoja itu membalikkan badannya menatap Yesung.
"Ma… najer Kim… kau…" kata Ryeowook gemetar sambil memundurkan badannya hingga punggungnya menyentuh dinding. Yesung semakin mendekati Ryeowook, hingga berada tepat di depan Ryeowook. tangan kanannya berada di sisi kiri kepala Ryeowook seolah menghalangi pergerakan yeoja itu. Seringaian muncul dari sudut bibir Yesung. Dia menatap lekat yeoja mungil yang tengah ketakutan di hadapannya itu. Ryeowook hanya mampu menundukkan kepala tidak berani menatap mata Yesung.
"wae? hmmh…" tanya Yesung sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook.
"…" Ryeowook semakin menundukkan kepalanya.
Dengan telunjuknya, Yesung mengangkat dagu Ryeowook agar ia bisa melihat bagaimana wajah takut Ryeowook.
Dengan susah payah, Ryeowook mencoba menelan ludah. Jantungnya berdegup sangat keras, dan wajahnya sangat pucat.
"jawab aku! Kenapa kamu melakukan ini? Haah, kamu bahkan mencampur sesuatu dalam minuman itu. Cck… jawab aku Ryeowook!"
Degh
Ryeowook membulatkan matanya kaget. Bagaimana mungkin Yesung mengetahuinya mencampurkan "sesuatu" kedalam minumannya.
"ba… bagaimana… kau tahu itu?" tanya Ryeowook gemetar.
"tentu saja aku tahu. Aku tidak sengaja melihatmu di dapur, dan aku melihat kamu memasukkan sesuatu kedalam cangkir yang kamu berikan untukku. Wae?" selidik Yesung dengan mata yang menatap lekat pada wajah Ryeowook.
"Manajer Kim…" Ryeowook mencoba menata kembali keberaniannya.
"kamu ingin mengetahui rencanaku agar kamu bisa menggagalkannya? Hmmh?" terka Yesung.
"mianhe Manajer Kim, tapi… apa yang kau lakukan ini salah. Ini tidak benar. Aku selalu menganggapmu sebagai orang yang baik. tolong jangan lukai kepercayaanku padamu Manajer Kim…" terang Ryeowook, jantungnya kini telah kembali berdetak dengan normal.
"kamu siapa Ryeowook? jangan pernah berani menasehatiku. Kamu tidak tahu apapun tentangku"
"aku memang bukan siapa-siapa untukmu. Tapi, hentikan rencanamu itu Manajer Kim, aku tahu Nona Lee dan semua orang-orang di perusahaan Lee percaya padamu. Jangan khianati kepercayaan mereka!" kata Ryeowook mencoba mengingatkan Yesung.
"cck. Menghentikan rencanaku? Tidak mungkin. Aku sudah merancangnya sejak lama" Yesung menurunkan tangannya dari samping kepala Ryeowook. "sebaiknya kamu kembali ke kamar. aku tidak akan pernah membiarkanmu mencampuri urusanku lagi. pergilah!" perintah Yesung pelan.
"tapi Manajer Kim…"
"jangan menguji kesabaranku! Cepat pergi!" kata Yesung dingin.
Ryeowook bergegas keluar dari ruangan itu lalu pergi ke kamarnya. Ryeowook mendudukkan dirinya di atas ranjang. "ottokhae?" bisiknya pelan.
~o~
Hari yang dinantipun kini tiba.
Sore yang cerah seolah memberikan ucapan selamat untuk Sungmin. Suasana di rumah itu sangat ramai. Suara musik terdengar hingga keluar rumah. Karangan bunga yang berisi ucapan ulang tahun untuk Lee Sungmin tampak berderet dari gerbang hingga beranda rumah.
Seorang namja jangkung dengan mengenakan tuxedo hitam tampak gelisah. Dia hanya berjalan bolak-balik di depan beranda rumah. Sesekali ia melirik pintu gerbang yang dibiarkan terbuka.
"Kamu kenapa sejak tadi hanya bolak balik disana?" tanya sebuah suara menghentikan kegiatan namja itu.
"Nona Lee… waah anda sangat cantik hari ini. Saengil chukae…" matanya menatap dari atas ke bawah yeoja yang berdiri di hadapannya. Longdress berwarna biru sapir membalut indah tubuhnya. Perpaduan dengan warna kulitnya yang putih mempertegas warna gaun yang ia kenakan. rambutnya hanya tersanggul sederhana namun terlihat elegan. Polesan make up warna peach memberikan kesan segar di wajahnya, dan jangan lupakan senyum yang tercipta di wajahnya semakin mengeluarkan aura kecantikannya.
"gomawo Kyu…" yeoja yang tidak lain adalah Lee Sungmin itu hanya tersipu "emh, kamu sedang apa? Ryeowook belum datang?" lanjut Sungmin.
"justru itu aku masih menunggunya… semalam, dia tidak pulang" jawab Kyuhyun kembali menatap pintu gerbang.
"haah, sayang sekali…. Aku juga menantikan seseorang, namun, masih belum datang" Sungmin menghela nafas. Matanya mengarah ke tempat yang sama seperti yang Kyuhyun lihat.
"nugu?" tanya Kyuhyun.
"Appa… hari ini Appa pulang dari Hongkong. Tapi sejak tadi, belum ada pemberitahuan lagi" Sungmin tampak cemas.
"tenang saja. Presdir Lee pasti akan segera tiba. Mungkin sebentar lagi" Kyuhyun mencoba menenangkan kliennya ini. Digenggamnya tangan Sungmin yang terasa dingin.
"sebaiknya anda kembali ke dalam saja, sudah banyak teman-teman anda yang datang kan?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum.
"haah… iya. Kalau begitu, aku masuk dulu ya!" kata Sungmin setelah melirik ruang tamu yang dipenuhi tamu, Kyuhyun hanya mengangguk.
Setelah Sungmin masuk kedalam, tak berapa lama masuklah sebuah sedan hitam ke pekarangan rumah. Dapat Kyuhyun lihat dengan jelas siapa yang berada di dalam sedan tersebut. Yesung dan Ryeowook.
"Kim Ryeowook, lihat saja, kamu tidak akan selamat" bisik Kyuhyun sambil menuruni tangga lalu menghampiri mobil Yesung.
Ryeowook dan Yesung bersamaan membuka pintu mobil. Dari jauh, Kyuhyun hanya terpana menatap partnernya yang berada di depan pintu mobil. Silk dress ungu selutut tampak cocok di kenakan yeoja itu. Kakinya yang jenjang dihiasi high heels berwarna lebih tua dari dressnya. Sebuah hairpin menghiasi rambutnya yang dibiarkan tergerai begitu saja. tangan kanannya menenteng sebuah tas kecil.
Tidak berapa lama, nampaknya Kyuhyun tersadar dari pesona Ryeowook, segera didekatinya yeoja itu.
"Kyuhyun…" bisik Ryeowook. Yesung yang masih berada di samping mobil hanya menatap kedatangan Kyuhyun.
"kita harus bicara Kim Ryeowook" kata Kyuhyun dingin sambil menyambar tangan Ryeowook.
"mwo?... Kyu… tunggu… " Ryeowook tampak kesusahan mengimbangi langkah kaki Kyuhyun yang agak cepat.
"Yaak Cho Kyuhyun…" Yesung agak berteriak mencoba menghentikan Kyuhyun.
"ini bukan urusanmu. Masuk saja kedalam!" perintah Kyuhyun.
Kyuhyun membawa Ryeowook menuju sebuah pohon yang agak jauh dari rumah. Setelah tiba di bawah pohon, Kyuhyun melepaskan pegangannya.
"Yaakkk Cho Kyuhyun, apa yang kamu lakukan hah?" teriak Ryeowook sambil mengusap pergelangan tangan yang tadi di pegang Kyuhyun.
"kamu… ish…" Kyuhun tampak kesal pada Ryeowook. Rasanya ingin memarahi yeoja itu karena telah bertindak ceroboh.
"kenapa?" bentak Ryeowook.
"apa yang kamu lakukan bisa membahayakan nyawamu Wookie… kenapa tidak berunding dulu denganku?" tanya Kyuhyun sambil meremas bahu Ryeowook.
Yeoja itu tampak mengerutkan alisnya, tidak mengerti apa yang sedang Kyuhyun bicarakan.
"bicaralah yang jelas. Apa maksudmu?" tanya Ryeowook.
"ini tentang Manajer Kim. Kamu menyelidikinya sendirian kan? Sudah pernah kubilang, urusan pekerjaan adalah urusan kita berdua, tapi kenapa kamu begitu egois melakukannya seorang diri?"
"aah, masalah itu… mianhe" jawab Ryeowook pendek.
"hanya itu? Kamu hanya berkata "mianhe"? Kamu harus menjelaskan semuanya padaku!" perintah Kyuhyun.
"tidak ada waktu untuk menjelaskannya padamu Kyu, saat ini kita harus fokus pada Nona Lee. Nyawanya berada dalam bahaya" ingat Ryeowook.
"mworago?"
"iya, aku tidak tahu apa yang direncanakan Manajer Kim pada Nona Lee, tapi aku sangat mengkhawatirkannya, aku takut dia akan mencelakai Nona Lee" kata Ryeowook mengatakan kecemasannya.
"hmmh, begitu. Sedikitpun kita tidak boleh lengah" Kyuhyun mengangguk-anggukan kepala.
"kalau begitu ayo kita masuk kedalam!" ajak Ryeowook sambil mengambil langkah mendahului Kyuhyun.
"kaja. Tapi tunggu!" sergah namja itu.
"ada apa lagi?" tanya Ryeowook sambil berbalik menghadap Kyuhyun.
"sebaiknya kamu ganti pakaian dulu!" perintah Kyuhyun pelan.
"mwo? Kenapa aku harus mengganti pakaianku?" tanya Ryeowook sambil melotot.
"karena… gaun itu…" Kyuhyun terlihat sedang memikirkan alasan yang tepat.
"ayo cepat jawab! Kenapa aku harus menggantinya?" desak Ryeowook.
"karena gaun yang kamu kenakan itu terlalu pendek" Ryeowook segera melihat bagian bawah gaunnya. 'selutut, tidaklah terlalu pendek' pikir Ryeowook.
"Lihat saja kakimu jadi terlihat semakin pendek begitu" mendengar perkataan Kyuhyun, Ryeowook menyipitkan matanya.
"Dan juga haah, apa itu, belahan dadamu sangat rendah" sontak Ryeowook menutupkan tangannya di bagian dadanya, yang menurutnya tidak terlalu rendah itu.
"kalau kamu berpakaian seperti itu, kamu bisa masuk angin" lanjut Kyuhyun mengungkapkan ketidak sukaannya pada penampilan Ryeowook.
"mwo? Iissh…" Ryeowook tampak tidak suka, matanya memberikan deathglare pada namja yang berada di hadapannya.
"memang benar Wookie, sebaiknya kamu segera menggantinya. Gaun itu membuatmu terlihat jadi lebih jelek" jawab Kyuhyun asal.
"Yaak Cho Kyuhyun… issh" tanpa basa basi Ryeowook menginjakkan high heelsnya diatas sepatu Kyuhyun.
"aawwh… appo… apa yang kamu lakukan Wookie?" tanya Kyuhyun sambil mengangkat kakinya yang tadi diinjak Ryeowook, rasanya sangat sakit, diinjak dengan sekuat tenaga seperti itu.
"kalau kamu tidak suka, tidak usah menghinaku. Menyebalkan…" Ryeowook mendelikkan matanya.
"iya tapi tidak perlu menginjak kakiku segala Wookie…" Kyuhyun masih meringis.
"rasakan saja... aku sudah berdandan secantik ini, bukannya mendapat pujian, malah mendapat hinaan dari bibir evilmu itu. Mungkin jika aku menginjakmu sekali lagi, kita bisa impas" tawar Ryeowook sambil menyeringai.
"aaah andweee… baiklah aku minta maaf… itu karena aku… aku tidak suka kamu tampil cantik didepan namja lain selain aku…" terang Kyuhyun.
Blusshh…
Walaupun sekilas, tapi Kyuhyun dapat melihat rona merah di pipi Ryeowook.
"sudahlah… sebaiknya kita masuk sekarang!" ajak Ryeowook segera mendahului Kyuhyun. Sambil berjalan, Ryeowook tampak tersipu malu.
~o~
Matahari telah terbenam setengah jam yang lalu. Sungmin masih belum ingin memulai acaranya, karena dia masih menunggu kedatangan Presdir Lee.
"Manajer Kim, apakah appa masih belum memberi kabar?" tanya Sungmin sedikit cemas.
"mianhe, tapi belum ada kabar sedikitpun. Sebaiknya kita segera memulai acaranya, lihat para tamu sudah menunggu sejak tadi" saran Yesung sambil tersenyum.
"tapi Appa…" Sungmin sedikit keberatan.
"percayalah Presdir Lee pasti akan datang" tenang Yesung.
Tak berapa lama MC segera membuka acara. Sebuah birthday cake ukuran besar dengan lilin yang menyala sudah berada di hadapan Sungmin. Tamu undangan, menyanyikan lagu ulang tahun untuk Nona besar pewaris Lee Corp itu.
"make a wish!" bisik Yesung sebelum Sungmin meniup lilin-lilin itu.
Sungmin memejamkan mata sambil tersenyum. 'Appa… segeralah pulang, aku ingin bertemu denganmu' harap Sungmin. Setelah selesai dengan harapannya, Sungmin segera meniup lilin itu.
"sekarang, lihatlah siapa yang ada disana?" tanya Yesung sambil menunjuk ke samping kanan Sungmin.
"Appa?... Sejak kapan?..." Sungmin tidak percaya doanya terkabulkan secepat itu.
"hahaha… saengil chukae aegya… Appa sangat merindukanmu…" kata Presdir Lee sambil berjalan menghampiri putrinya itu.
"nado…" Sungmin segera memeluk Appa yang sangat ia cintai, yang sejak kematian ibunya, Appanya lah seorang yang membesarkannya.
"tapi… bagaimana bisa Appa berada disini… tadi katanya masih belum ada kabar tentang kepulangan Appa…" tanya Sungmin tidak mengerti.
"tanyakan saja pada Manajer Kim, dia yang memintaku memberikan kejutan untukmu" Presdir Lee menatap Yesung yang tengah tersenyum.
"Manajer Kim, jadi… ini semua rencanamu?" tanya Sungmin sedikit kesal.
"Ne, sesekali aku ingin mengerjaimu seperti ini…" kata Yesung sambil tersenyum lembut.
"haah, tapi tidak perlu berbohong seperti itu. Iish menyebalkan" Sungmin mempoutkan bibirnya.
Acara masih berlangsung dengan meriah. Para tamu tampak menikmati sajian yang ada di sana. Di sebuah meja, duduklah Presdir Lee, Sungmin, Pengacara Wang yang menjadi pengacara keluarga Lee, Yesung dan dua orang staff kantor. Mereka tengah membicarakan sesuatu. Kyuhyun dan Ryeowook tampak memantau apa yang Yesung lakukan. Mereka berdua duduk di meja yang tidak jauh dari meja yang ditempati keluarga Lee.
"Pengacara Wang, seperti yang pernah aku katakan sebelumnya, aku ingin memberikan perusahaan ini pada anakku Lee Sungmin" kata Presdir Lee membuka pembicaraan.
"Appa…" Sungmin menatap ayahnya.
"ini adalah kado terbaik yang bisa Appa berikan untukmu. Uruslah perusahaan ini dengan baik" pesan Presdir Lee.
"tapi… aku tidak menginginkan perusahaan ini… aku…"
"jangan menolak. Appa mendapatkan perusahaan ini dengan kerja keras, jadi kamu harus mempertahankan perusahaan ini dengan baik, aturlah dengan sungguh-sungguh" kata Presdir Lee.
Mendengar ucapan Presdir Lee, Yesung membuang muka. Bibirnya hanya tersenyum sekilas atas perkataan Presdir Lee tadi.
"baiklah, ini dokumen yang pernah anda minta. Silahkan tanda tangan disini" kata pengacara Wang sambil menyerahkan dua lembar kertas.
"tapi aku…" Sungmin ragu.
"Appa yakin, kamu pasti bisa anakku. Appa percaya padamu" yakin Presdir Lee.
Sungmin tampak ragu untuk menandatangani kertas itu. Apakah dia harus menggantikan Appanya mengurus perusahaan ini.
"lakukanlah Nona. Aku yakin pada kemampuan anda" kata Yesung menenangkan Sungmin.
Akhirnya sebuah tanda tangan telah ia bubuhkan diatas kertas itu. Sejak hari ini, dia adalah pemilik sah Lee Corporation. Yesung tersenyum puas melihat Sungmin menandatangani dokumen itu.
Pengacara Wang membereskan berkas-berkas yang berada di atas meja itu.
"baiklah, selamat Nona Lee, anda telah menjadi pemilik sah dari Lee Corporation" Pengacara Wang dan dua staff kantor yang berada disana memberikan selamat pada Sungmin, ayahnya hanya tersenyum bangga pada putrinya ini.
"kalau begitu saya permisi, masih ada urusan yang harus saya selesaikan" pamit Pengacara Wang.
"baiklah. Gomapseumnida atas bantuannya" kata Presdir Lee.
Setelah berpamitan, pengacara Wang meninggalkan rumah Sungmin.
Dari ambang pintu, seorang namja, terlihat memberikan kode pada Yesung. Yesung hanya menganggukan kepala sambil melirik namja itu.
"Nona Lee, maukah menemaniku sebentar. Ada yang harus aku perlihatkan padamu" ajak Yesung.
"Ne, memangnya ada apa?" tanya Sungmin.
"ayolah, ini hanya sebentar saja" paksa Yesung sambil mengeluarkan senyum termanisnya.
"Appa…" Sungmin melirik Presdir Lee, sekedar untuk meminta ijin.
"baiklah, silahkan…" katanya pada Yesung.
Yesung menarik tangan Sungmin lalu membawanya keluar rumah. Kyuhyun dan Ryeowook yang sejak tadi memperhatikan, segera mengikuti Yesung. Namun, baru saja langkah pertama, dua orang telah menahan pergerakan mereka.
" jangan bergerak, jika tidak ingin terjadi kekacauan disini" kata namja yang menahan langkah Kyuhyun dan Ryeowook, sebuah pistol terasa di tempelkan di punggung mereka masing-masing.
"ayo! Berjalanlah senormal mungkin!" perintah orang itu sambil mendorong tubuh Kyuhyun Ryeowook agar berjalan meninggalkan tempat itu.
"siapa kalian?" tanya Kyuhyun. Matanya melirik Ryeowook dengan cemas.
"kalian tidak perlu mengetahui siapa kami. Ayo cepat jalan!" paksa orang itu.
Setelah tiba di depan sebuah ruangan yang sepertinya sudah lama tidak terpakai mereka berhenti. Disana sudah ada beberapa orang yang menjaga tempat itu.
Kyuhyun memberi kode pada Ryeowook, yeoja itu mengangguk. Kyuhyun dan Ryeowook memutar tubuh mereka sambil memegangi tangan si pemegang pistol. Dengan tinjunya, mereka memukul wajah masing-masing si penodong hingga mereka tersungkur. Para pengawal yang penjaga yang berada disana segera membantu dua rekan mereka itu. Kyuhyun mencoba menendang perut salah satu pengawal, namun, seseorang memukul pundaknya, hingga ia limbung kemudian terjatuh. Sebelum kesadarannya menghilang, dia melihat Ryeowook yang sudah terbaring di lantai.
~o~
"bagaimana?" tanya Yesung pada orang yang berada di seberang telpon.
"kami sudah berhasil mendapatkan Pengacara Wang. Misi A telah selesai dengan baik" kata orang itu.
"hmh, bagus…" kata Yesung sambil tersenyum licik.
"Manajer Kim, kita mau kemana? Pesta masih belum usai" kata Sungmin sedikit takut melihat gelagat Yesung.
Klik
Yesung mengunci mobil, membuat Sungmin semakin merasa takut.
"nanti juga kau akan tahu kita kemana. Tunggu saja" kata Yesung sambil menyeringai. Mobil masih belum dinyalakan, saat ini mobil masih terparkir agak jauh dari rumah Sungmin.
"bagaimana dengan mereka?" kembali Yesung menghubungi seseorang.
"mereka sudah dikurung di gudang. Apa kami perlu menghabisinya?" tanya orang dari seberang telpon.
"tidak perlu. Cukup tahan saja mereka disana!" perintah Yesung.
Sungmin melirik Yesung. Tiba-tiba firasatnya merasakan sesuatu hal yang buruk.
"Kyuhyun dan Ryeowook hanya menghalangi rencanaku saja. Tapi sekarang, mereka sudah aman" kata Yesung sambil tersenyum lembut, seolah mengerti akan kepenasaranan Sungmin.
"mwo? Apa yang kau lakukan pada mereka berdua?" Sungmin kaget.
"bukan apa-apa… hanya memberi sedikit waktu untuk beristirahat" Yesung menyeringai sambil menjalankan mobil.
"hentikan mobilnya, aku ingin keluar. Manajer Kim…" Sungmin mencoba membuka pintu mobil.
"diamlah" bentak Yesung, yang membuat Sungmin terdiam. Baru kali ini dirinya dibentak seperti itu. "kalau kau tidak ingin celaka, turuti saja perkataanku!" lanjut Yesung.
To Be Continue
Kepanjangan? Mianhe ^^
Gimana chap ini?
Aah aku bingung. Pengen bikin adegan action, tapi gimana ya, aku trauma bikin actionnya. Haha. Kenapa? hmmh, mungkin bagi yang udah baca ff ini pada tau apa yang bikin aku trauma pada adegan itu. Gkgkgk. Nyerah? Nggak laah aku akan berusaha. Doakan aku yang chingudeul. Kkkk. Silahkan, yang mau tebak2an untuk chap berikutnya.
Oia yang chap kemarin, pada kelewat ya yang chap 10 nya. Hehe, mian, harusnya ngasih tau di awal. Mau tanya dong, adakah yang line 89 disini? Hihihi
Oke deh, review mana review? Suer, aq butuh semangat dari kalian untuk melanjutkan cerita ini. ^^
Seperti biasa, saatnya balas review. Gomawo ya reviewer:
Meyy: kkkk iya wook udah milih yang terbaik tuh.
Vic89: wahahah, nggak jadi berenti jadi adiknya wook kan? Wooknya gk jdi bantuin Ye. Iiii, kamu kipas2 mulu. Kipasin sate kyuwook. *duagh
Dheek enha1: hiks, iya pendek yang chap 11 nya, kalo di satuin ma chap 10 kan panjang. Hehe.
Fiewook: wkwkwk, sharing denganku baru wook mau. Mianhe, nggak ada donghe di chap ini. Gimana2 kyuwooknya? Kkkkk
Niisaa9: betul banget, aq jga gk terlalu suka sama wook yang lemah, yang sering nangis. Hihi..
Thiefhanie: ni udah apdet niih… hehe. Kyuwooknya udah agak banyak kan?
Adelina manru: haha, emng lagi sibuk2nya siy. Skrng, udah agak nyante. ^^ ni kyuwooknya gimana? Hee. Gomawo ya.
Lailatul magfiroh: gimana nih chap ini? Mudah2n gk ngecewain ya. Hehe. Yaelah mau ngejar hingga ke ujung dunia? Jangan bebz, rumahku bukan berada di ujung dunia kok. Kkkk. Gomawo ya ^^
Ryeonggyulove: aaah jangan ditunggu tu adegan action. Aku benran trauma bikinnya. Hiks. Hiks…
dyahYWS: nggak ko, Wook kan orngnya baik, jadi nggak semudah itu nerima tawaran Yesung. Hehe. Gomawo ne. ^^
park kyung mi: kmu line 00? Hoho… nggak ko, pilihan Wook nggak salah.
Cartwightelfsuju shawolshinee: hehe, gimana nih kyuwooknya? Ya ampuun apa siyh yang kamu bingungkan? Itu udah jelas, Ye, jahat. Kkk. Jngn marah2 lagi ye, ntar takutnya jadi darah tinggi. Gkgkgk
Cloud prince: hehe… jeongmal mianhe. Sibuuukk… skrng cepet kan apdetnya? Gk tau dh buat chap depan, mdh2n bisa cpet jga ya. Hehe. Klo aq, ngarep bnget ni ff bsa jadi film/drama gt. Tapi wook yg jadi cwoknya. Pasti seru ya, ngebayangin vcr ss5 tuuh, wook kan keren bnget. Ye juga. Aah kngen Ye. Hehe.
Kmu ko bisa nebak gitu? Huhu, udah kebaca ya rencanaku? Alasan yesung, di chap depan dh. Ahaha.. kmu suka kyuwook jauhan? Miaan, mreka disini jdi deket lagi. ciuman yewook? Kyknya nggak mungkin dh ching, huhu, mianhe, tapi klo author-wook pasti ada. Mau aku bikinin? *plaak.
Korupsi itu, nggak halal. Wekwek. Klo endingnya yesung dibikin mati gimana? *wink. Siapkan mentalmu dari sekarang naak. Hehe.
Shinra: gomawo, ini udah lanjut.
umilcloudELF: gomapseumnida. ^^
hanazawa kay: tenang aja, tuh udh bener ko keputusan wook-nya. Mianhe, harusnya ngasih pemberitahuannya di awal. Hehe, jadi mundur bacanya. ^^
my twin: hiks hiks… komennya Cuma setengah2. Gomawo ya say, udh mampir kesini. Hehe.
Ike aulia: kkkk, aq nggak tega bikin kyu tersiksa mulu. Saatnya kyuwook baikan. Kan mau lebaran. *duagh. Hehe. Gwenchanha, masa lalu, biarlah berlalu, kdepannya, yang rajin ya ngasih reviewnya. Kkkk.
Ryeosun: moment kyuwooknya gimana niih? Kkkk.
Guest: (tulis namamu say) hehe biarpun Cuma numpang review. Kkk gomawo ya.
Ghaldabalqies: ni udah apdet… gomawo ya ^^
Jovita: no… jangan cincang yesung, kasian. Bulan puasa gini mending nyincang daging aja. Kkk. Hhihiihii, gimana nih, kepenasarananmu udah hilang blum?
Ryeo ryeo ryeong: nggak bakalan dong, wook kan bukan orng jahat. ^^. Ni udah lanjut.
Cho ryeosomnia fishies: waaaa ye nikahin min? hmmh, aku pikirkan nanti. Hehe. Iya, aq jga kecewa, knpa harus wonkyu ya? Niih kyuwook disini gimana? Gomawo ya ^^
Kirefa: kenapa tutup muka? Kkkk emang ada apaan sih? ^^ hmmh, apa hadiahnya? Ayo bilang ! ni udah lanjut. Nggak penasaran lagi kan?
choiMerry-chan: kkk, iyaaa pada akhirnya emang gitu.
Cho babywook: kyuwooknya gimana? Mungkin chap depan mereka baikan. Hehe. Gomawo ya…
Ryeo2119: ni anak, aq bca reviewmu, langsung menyiapkan 3 pentungan. Gkgkg. Pertama, karena kmu panggil jumma. Huaaa, siapa sih jumma mu itu? Nggak ada disini. Pentungan kedua, karena kamu nggak review di chap kemarin2 itu. Pentungan ketiga, karena kmu mau nggetok kepala suamiku (wook) huhuhu…
Veeclouds: annyeong, selamat datang. Hehe. Nggak ko, blum telat. Kkkk, menipu reader? Emmh gimana yaa… haha, kmu simpulin sndiri aja dh. Gomawo ya udh review ^^
Purebluekyuwook – mimi: nggak pa2 ko, curhat juga. Haha, aku sih kyuwook shipper (setengah) akut, akutnya ke minwook. Gkgkg. Gomawo mimi. ^^
Hyunra: ini… kenapa yang galau nyasar kesini? *plaaakkk. Nggak ko aku nggak sejahat itu. Nggak akan kubiarkan wook mengambil jalan yang salah. Ye mah nggak apa2. *pletak. Nih gimana nih, chap ini mudah2n nggak bikin kamu sedih lagi ya? Ahahaaa… soalnya aku membuat ff ini penuh dengan perasaan, jadi yaa harus tersalurkan ke reader semua. Kkk. Gomawo hyunra ^^
Yoon hyunwoon: gomawo
Oktavannya12: ok, ni udah lanjut lagi ^^.
Raiaryeong9: mau minta makan say. Kkkkk. *pletak. Ni kyuwooknya gmna?
Ditunggu lagi ya, reviewannya! Kalau ada yang belum kesebut silahkan kasih tau author!.
Yang udah ngirim PM, mianhe, author belum bisa balas. Huhu, sinyal dan balas dari hp tuh susah bnget. ^^
See u ^^
