My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Seorang namja berseragam SMA tengah berjalan di trotoar. Pulang ke rumah dengan berjalan kaki sudah menjadi kebiasaannya sejak sebulan yang lalu. Baginya, berjalan lebih sehat dari pada harus naik bis, atau mobil ayahnya. Toh jarak yang tidak begitu jauh juga menjadi alasan utama. Dia lebih senang untuk hidup sederhana walaupun dia adalah anak dari seorang presdir. Baginya harta bukanlah jaminan untuk mendapatkan ketulusan dari orang lain terutama teman-temannya.

Senyuman manis tidak hilang dari bibirnya, mengingat kembali kejadian di sekolahnya. Ya, tadi pagi, sekolahnya menerima seorang siswi pindahan, namanya Lee Sungmin. Dia duduk di kelas 1b. Ruangan kelasnya tepat berada di bawah kelas namja itu. Menurutnya, siswi itu sangat cantik. Matanya yang bulat, membuat dia merasa kerinduan ketika tidak melihatnya. Gigi kelincinya yang terlihat ketika tersenyum, membuatnya selalu mengingat siswi itu. Penampilannya sederhana, walaupun mengenakan make-up tapi tidak terlalu berlebihan seperti kebanyakan siswi-siswi di sekolahnya.

Kaki namja itu terus melangkah menyusuri trotoar. Namun, langkahnya terhenti disebuah halte yang berada di hadapannya. Karena jarak yang dekat, membuatnya dapat mendengar suara yang jelas dari halte itu. Suara isak tangis terdengar dari sana. Namja itu merasa heran dan penasaran. Segera ia mendekati halte itu. Dapat ia lihat seorang gadis dengan seragam SMA yang sama dengan dirinya tengah duduk disana. Bahunya bergetar, suara isakan terdengar dengan jelas. Selain gadis itu, tidak ada orang lain lagi disana.

"gwenchanha?" tanya namja itu sambil menyentuh bahu gadis itu.

Gadis itu tersentak, dia segera melirik ke arah sampingnya, matanya merah diakibatkan dari tangisannya.

"Lee Sungmin? Kenapa? apa yang terjadi denganmu?" tanya namja itu. Antara senang, kaget dan kasihan bercampur menjadi satu. Senang, karena gadis yang tadi ia bayangkan kini tepat berada di hadapannya. Kaget, karena melihat yeoja itu menangis. Dan kasihan, karena dia hanya sendirian. Mungkin karena hari pertama bersekolah ditempat yang baru menyebabkan dirinya belum memiliki teman yang akrab.

Sungmin tidak menjawab, dia hanya menatap mata namja yang berada di hadapannya lekat.

"aah, aku Yesung. Kim Yesung. Sunbae-mu di sekolah" namja yang bernama Yesung itupun mengulurkan tangannya.

"Yesung Sunbae-nim…" Sungmin menerima uluran tangan sunbaenya.

"tidak perlu memanggilku dengan sebutan sunbae-nim, panggil saja Oppa…" kata Yesung sambil tersenyum.

"Ne, Oppa…" jawab Sungmin pelan.

"ngomong-ngomong, kamu sedang apa disini sendirian? Dan kenapa kamu menangis?" tanya Yesung cemas. Bagaimanapun dia sudah jatuh cinta sejak pertama kali dia bertemu di sekolah, sehingga saat ini sangat wajar jika ia merasa cemas pada yeoja yang ia cintai ini.

"aku… mau pulang, tapi aku tidak tahu harus menggunakan bis yang mana. Sejak tadi, aku menunggu, tidak ada satupun bis yang berhenti disini. Aku mencoba menghubungi rumah, tapi handphoneku mati. Menunggu taksi, tapi tidak ada satupun yang lewat. Akhirnya aku menangis sendirian. Hikkss…" Sungmin kembali menangis.

"aaah begitu. Sudahlah jangan menangis lagi… ini…" Yesung menyerahkan saputangan miliknya, Sungmin mengambilnya, lalu ia mengeringkan airmatanya.

Yesung tersenyum, namun perlahan senyumnya berubah menjadi tawa kecil. Sungmin menatapnya tidak mengerti.

"Oppa… kenapa menertawakan aku seperti itu?"

"aniyo, hanya saja apa kamu tidak merasa aneh, kenapa halte ini begitu sepi?" tanya Yesung menahan tawanya.

"iya, memang aneh. Sejak tadi hanya aku saja yang menunggu disini"

"kamu tidak membaca tulisan di atas itu?" tunjuk Yesung pada sebuah papan pengumuman.

"mana?" tanya Sungmin sambil menolehkan kepalanya. Ketika ia membaca pengumuman itu, sontak wajahnya memerah. 'pabboooya….' rutuk Sungmin dalam hati.

"halte ini sudah tidak digunakan lagi. sekarang pindah ke depan gedung itu" kata Yesung sambil menunjuk belakang gedung di hadapannya.

"pantas saja tidak ada satupun bis yang berhenti disini" Sungmin menyadari kekonyolannya.

"ayo, biar aku antar pulang!" ajak Yesung.

"tapi… aku tidak tahu harus naik bis apa"

"tenang saja, ada aku disini" Yesung menenangkan.

Mereka akhirnya berjalan berdua menuju halte yang baru. Sungmin banyak menanyakan nama-nama tempat disana. Karena dia masih belum terlalu mengenal daerah ini dengan baik. mereka menaiki bis yang sama. Yesung merasa senang karena bisa mengantar Sungmin hingga depan rumahnya. Walaupun untuk itu dia harus menempuh jarak lebih jauh menuju rumahnya sendiri tapi hatinya merasa bahagia.

Setiap hari, Yesung akan menjemput Sungmin untuk berangkat sekolah bersama. Yesung sengaja hanya menggunakan sepeda motornya saja agar ia bisa lebih dekat dengan Sungmin. Walaupun setiap ia datang ke rumah itu, hanya akan disambut sikap dingin ayahnya Sungmin, tapi Yesung tetap bertahan.

Semakin hari hubungan Yesung dan Sungmin semakin dekat. Hubungan mereka saat ini resmi sebagai sepasang kekasih.

Hingga hari itu tiba, perpisahan kelas 3.

Sungmin merasa sedih ketika harus berpisah dengan orang yang sangat ia cintai. Begitupun dengan Yesung. Dirinya tidak sampai hati harus meninggalkan kekasih hatinya itu. Yesung memantapkan hatinya mendatangi rumah Sungmin meminta ijin untuk bertunangan dengan yeoja itu.

"kau tidak sedang bermimpi kan anak muda?" tanya ayah Sungmin dingin.

"tentu saja tidak. Saya sangat mencintai Sungmin, apapun akan saya lakukan untuk kebahagiaannya" kata Yesung sopan.

"membahagiakannya? Memangnya apa yang kamu punya? Rumah? Perusahaan? Hmmh?" Yesung mendongak.

"maaf, tapi aku tidak bisa membiarkanmu hidup bersama Sungmin. Aku tidak ingin putrikku satu-satunya harus hidup miskin dan sengsara bersamamu. Dia telah kujodohkan dengan putra dari seorang pemilik perusahaan terkenal. Sekarang, sebaiknya kamu pulang. Kamu sudah tidak ada hubungan apapun dengan Sungmin. Silahkan!" usir ayahnya Sungmin sambil menunjuk pintu rumahnya.

Sungmin yang mendengar perkataan ayahnya hanya mampu menangis. Dia berlutut di atas tangga sambil menatap kepergian Yesung. Airmatanya semakin deras mengalir melihat Yesung semakin menjauh dari rumahnya.

"Oppa… kkajima…" bisik Sungmin. Dia segera berlari menyusul Yesung. Dipeluknya namja itu dari belakang.

"Oppa… mianhe… maafkan perkataan Appa… hiks…" Sungmin menangis di punggung Yesung. Namja itu hanya tersenyum kecut. Dilepaskannya pelukan Sungmin dengan agak kasar.

"gwenchanha. Tidak perlu minta maaf. Apa yang dikatakan Appamu memang benar" Yesung kembali meraih tangan Sungmin lalu dipegangnya dengan erat. "Semoga kamu bahagia Lee Sungmin. Selamat tinggal" Yesung melepaskan pegangannya. Lalu meninggalkan Sungmin yang menangis sendirian disana.

"Oppa…" bisik Sungmin.

~o~

"eengmh…" Ryeowook menggeliatkan lehernya yang terasa kaku. Pergelangan tangannya pun terasa sakit.

"Wookie… kamu sudah bangun?" tanya Kyuhyun setengah berbisik.

"aah dimana ini?" tanya Ryeowook sambil menolehkan kepalanya kekiri dan kanan.

"para pengawal itu mengurung kita disini. Tenanglah, aku sedang mencoba melepaskan tali pengikat ini" kata Kyuhyun.

Ryeowook seolah baru menyadari apa yang terjadi. Dia duduk bersandar pada punggung Kyuhyun. Pergelangan tangannya terikat kebelakang saling menempel dengan tangan Kyuhyun. Tali yang terpasang di tangan mereka terikat dengan erat. Ruangan yang mereka tempati sangat kotor dan berdebu, sepertinya sudah lama ruangan itu tidak digunakan.

"Kyu… bagaimana keadaanmu?" tanya Ryeowook sambil mencoba menolehkan kepalanya.

"tanganku masih terikat. Aaah sial, kenapa kita tadi harus pingsan segala" rutuk Kyuhyun.

Ryeowook dapat merasakan tangan Kyuhyun yang mencoba membuka ikatan di lengannya. Sangat pelan, karena Kyuhyun tidak bisa melihat bagaimana ikatannya itu. Posisi mereka saat ini masih terduduk dengan punggung yang saling menempel. Ryeowook menarik nafasnya pelan lalu membuangnya. Sedikit merileks-kan sendi-sendi di tubuhnya. Tiba-tiba Ryeowook menyandarkan kepalanya ke arah belakang, membuat Kyuhyun agak menunduk. Namja itu hanya melirik Ryeowook dengan ekor matanya.

"Bogoshipoyo…" bisik Ryeowook.

Kyuhyun hanya menyunggingkan senyumnya.

"nado. Kamu berhutang penjelasan padaku Wookie" kata Kyuhyun.

"penjelasan apa?" tanya Ryeowook.

"banyak hal yang harus kamu jelaskan padaku. Kenapa kamu dekat dengan manajer Kim, dan kenapa kamu menyelidiki orang itu sendirian…" jawab Kyuhyun.

"lain kali akan kuceritakan" kata Ryeowook sambil tersenyum. "Yaa, tidak bisakah tanganmu bekerja lebih cepat? Tanganku sudah kesakitan" kata Ryeowook mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

"huh, tidak tahu terima kasih. Aku juga sedang berusaha…" kata Kyuhyun kesal sambil terus mencoba membuka ikatan tali itu. Tangannya juga sudah terasa sakit.

"Kyunnie… lihat, ada pecahan kaca" kata Ryeowook dengan mata berbinar sambil melihat kearah samping kanannya.

"kenapa dari tadi aku tidak melihatnya ya?" bisik Kyuhyun.

Mereka saling menggeser posisi duduknya untuk meraih serpihan kaca yang ada disana. Dengan hati-hati, Kyuhyun menggesekan serpihan kaca itu pada tali yang mengekangnya.

"bagaimana rencanamu pada Manajer Kim? Aku yakin rencanamu tidak berhasil" kata Kyuhyun sambil menggerakkan serpihan kaca itu.

"hehe… memang tidak. Kamu tahu Kyu, dia malah memergokiku ketika sedang membuka brankasnya" Ryeowook terkekeh.

"mwo? Tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya Kyuhyun kaget sambil menolehkan kepala pada Ryeowook.

"tentu saja tidak. Haah, aku juga sudah mengira dia akan membunuhku, tapi ternyata tidak… dia memang orang yang baik Kyu…" kata Ryeowook menggoda Kyuhyun.

"Yaak, dia mempunyai rencana jahat pada Sungmin dan perusahaannya, kamu masih membelanya?" Kyuhyun emosi.

"haha… kamu marah?" tawa Ryeowook.

"kamu ini… ish…"

"daripada kamu marah-marah seperti itu, sebaiknya cepatlah!" pinta Ryeowook.

"aku masih berusaha Wookie. haah, kamu tidak membantuku sedikitpun juga" Kyuhyun menggelengkan kepala.

"oh iya, bagaimana kamu tahu aku menyelidiki Manajer Kim?" tanya Ryeowook seolah baru mengingat sesuatu.

"aku memeriksa laptopmu semalam. Lalu menanyakannya pada Big Boss. Dasar ceroboh" umpat Kyuhyun.

"apa? Memeriksa laptopku? Bagaimana bisa?" tanya Ryeowook tidak mengerti.

"hah, aku sangat terkesan, kamu menggunakan tanggal lahirku sebagai password. Gomawoyo…" kali ini Kyuhyun yang menggoda Ryeowook.

Blussh

Ryeowook menundukkan wajahnya yang terasa panas.

"wae? kamu menyukaiku Wookie?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum.

"jangan bicara yang tidak-tidak. Cepat lepaskan tali ini…" Ryeowook mempoutkan bibirnya.

"iya sebentar lagi"

Tak berapa lama

Tes

Tali yang mengikat mereka telah terputus. Kyuhyun dan Ryeowook sama-sama melepaskan tali itu dari tangan dan tubuhnya masing -masing.

"uuh, tanganku sakit sekali" rengek Ryeowook sambil mengusap pergelangan tangannya.

Kyuhyun terbengong melihat Ryeowook. bagaimana tidak? Lihat saja keadaan Ryeowook saat ini. Rambut panjang yang sedikit acak-acakkan, ditambah gaun yang dikenakan Ryeowook menjadi agak lusuh dan bagian bahunya yang terbuka. Kyuhyun harus sekuat mungkin menahan perasaannya pada yeoja mungil dihadapannya ini. Beberapa kali dia menghembuskan nafasnya.

"leherku juga sangat pegal. Uggh…" Ryeowook meregangkan otot lehernya yang terasa kaku. Kyuhyun semakin melotot melihat kelakuan Ryeowook. leher putih dihadapannya terekspos dengan sangat jelas membuatnya kesulitan menelan ludah.

"Kyu, kamu pegal tidak? Ayo, kita harus segera keluar dari sini" ajak Ryeowook, tampaknya yeoja itu tidak menyadari apa yang ia lakukan sangat berpengaruh pada partnernya itu.

"Kyu… kenapa diam saja? bagaimana kita bisa keluar dari sini?" tanya Ryeowook sambil melihat berkeliling. Hanya ruangan pengap dan ada jendela kecil di bagian atasnya.

Kyuhyun yang termenung, segera menyadari ketika Ryeowook bertanya padanya.

"aah, Wookie, tunggu dulu" Kyuhyun segera melepaskan jasnya, kemudian dia mengibaskan jas itu.

"kamu tidak boleh keluar dengan keadaan seperti itu. Setidaknya pakai jas ini…" kata Kyuhyun sambil memakaikan jasnya pada Ryeowook.

Ryeowook hanya tersipu malu sambil mengenakan jas itu. Kyuhyun tersenyum melihat penampilan Ryeowook saat ini. Jas yang dipadukan dengan silkdress. Kyuhyun menarik kerah jas itu ke arahnya yang secara otomatis tubuh Ryeowookpun ikut tertarik padanya. Dia menatap mata coklat Ryeowook dengan lekat. Namja itu merendahkan wajahnya kearah wajah Ryeowook.

"jangan bertindak ceroboh lagi!" pinta Kyuhyun.

"ne. arraseo…" angguk Ryeowook, dapat ia lihat bayangan wajahnya di mata Kyuhyun.

Kyuhyun mendekati wajah Ryeowook yang agak mendongak. Semakin lama, kepalanya semakin merendah. Hingga

Chuu…

Kyuhyun menempelkan bibirnya diatas bibir Ryeowook. kemudian namja itu melumat bibir Ryeowook, sesekali menghisapnya pelan. Ryeowook hanya memejamkan mata merasakan kehangatan di bibirnya, diapun balas menghisap bibir Kyuhyun. Tangan Ryeowook meremas bahu Kyuhyun.

"kita tidak ada waktu Kyunnie... Ayo keluar dari sini" bisik Ryeowook.

Kyuhyun menjauhkan kepalanya lalu mengangguk.

"saranghae…" kata Kyuhyun sambil memegang tangan Ryeowook.

"nado… nado saranghae…" jawab Ryeowook sambil tersenyum.

~o~

Sungmin telah berada di ruang kerja Yesung. Sengaja Yesung membawa Sungmin kerumahnya, karena hanya sedikit orang yang mengetahui tempat tinggalnya ini.

"Manajer Kim, kenapa kau membawaku kemari?" tanya Sungmin takut.

"gwenchanha. Ini tidak akan lama. aku hanya ingin kamu menandatangani ini…" perintah Yesung sambil menyerahkan dua buah map biru kehadapan Sungmin.

"a… apa ini?" tanya Sungmin sedikit gemetar.

"coba kamu lihat saja sendiri!" pinta Yesung.

~o~

Kyuhyun dan Ryeowook memeriksa dengan seksama ruangan tempat mereka saat ini. Sama sekali tidak ada jalan keluar, selain pintu utama dan jendela kecil itu. Kyuhyun menatap Ryeowook sambil menunjuk dengan dagunya pada jendela di sudut.

"aniyo… jendela itu terlalu kecil" Ryeowook menggelengkan kepalanya.

"lalu bagaimana lagi? haah… kalau seperti ini, bagaimana kita menyelamatkan Nona Lee?" keluh Kyuhyun.

Ketika mereka tengah kebingungan, suara kunci yang terbuka terdengar dari arah pintu.

Ceklek

Pintu terbuka.

Dua orang yang terlihat seperti pengawal, berada di ambang pintu tampak kaget melihat Kyuhyun dan Ryeowook yang telah terlepas dari ikatan.

"haah, keberuntungan ada di pihak kita sekarang" bisik Ryeowook sambil tersenyum.

Dua orang itu berniat memanggil teman-temannya yang berada di luar, namun, sebelum suaranya keluar, Kyuhyun lebih dulu menutup mulut orang itu dengan tinjunya.

"aaah…" teriak salah satu dari mereka sambil memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah segar.

"kurang ajar…" temannya berusaha membantu, dia melayangkan pukulannya menuju wajah Kyuhyun, namun, niatnya tidak terlaksana karena Ryeowook segera menarik lengan orang itu lalu memutarnya ke belakang, setelah itu, Ryeowook mendorong tubuh si pengawal hingga jatuh.

"gomawo… kaja" kata Kyuhyun sambil menarik tangan Ryeowook untuk meninggalkan ruangan itu.

Setelah keluar, nampaklah sepuluh orang pengawal tengah berkumpul disana. Mereka mengira, yang datang itu adalah rekannya yang tadi.

Para pengawal yang kaget melihat Kyuhyun dan Ryeowook segera menyerang mereka, berniat untuk meringkusnya kembali. Namun, Kyuhyun dan Ryeowook tidak tinggal diam. Mereka balas melawan para pengawal yang datang menyerang. Satu persatu para pengawal itu mulai melayangkan pukulan pada Kyuhyun dan Ryeowook. Ryeowook mengahadapi tiga orang pengawal di depannya, beruntung ada sebuah balok kayu disana sehingga mempermudah ia mengalahkan musuh-musuhnya. Para pengawal yang lain menyerang Kyuhyun. Bahkan beberapa kali, pipi Kyuhyun terkena pukulan para pengawal, dan tubuhnya sempat terjungkal akibat dari serangan para pengawal itu. Melihat Kyuhyun yang terbaring di lantai, mereka lantas mengeroyok Kyuhyun. Namun, sebelum sempat jari mereka menyentuh kulit Kyuhyun, Ryeowook segera menghampiri mereka dan dengan balok kayu yang ia pegang, dipukulinya satu persatu pengawal yang akan memukuli Kyuhyun tersebut.

~o~

Sungmin membuka map itu, dan matanya terbelalak membaca setiap kalimat yang berada di atas kertas itu.

"pengalihan nama pemilik perusahaan? Apa maksudnya ini?" tanya Sungmin heran.

"dengan menandatangani berkas itu, artinya, kamu setuju untuk mengalihkan pemilik Lee Corporation atas namaku. Tidak sulit, kamu hanya perlu menandatangani disini saja" kata Yesung sambil menunjukan dimana Sungmin harus menaruh tanda tangannya.

"kau gila. Aku tidak mungkin memberikan perusahaan ini padamu. Haah. Apa-apaan ini Manajer Kim" bentak Sungmin bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja.

"tidak perlu bertingkah kasar seperti itu. Aku hanya ingin memberikan pelajaran pada ayah yang selalu kamu banggakan itu" kata Yesung dingin sambil mendekati Sungmin, hingga yeoja itu kembali duduk.

~o~

"Kyu, ayo…" Ryeowook menarik tangan Kyuhyun, lalu mereka segera meninggalkan ruangan itu. Setiba di luar, mereka menatap kanan dan kiri mereka. Hanya kegelapan yang mereka lihat. Tidak berapa lama, sebuah mobil hitam memasuki halaman. Kyuhyun dan Ryeowook bersiaga melihat siapa yang datang. Mereka bersamaan turun dari mobil. Dilihat dari penampilan mereka, Kyuhyun dan Ryeowook tahu bahwa mereka adalah bagian dari para pengawal yang berjaga di ruangan tadi.

"siapa yang mengijinkan kalian keluar hah?" tanya salah satu pengawal sambil mengeluarkan pistol dari balik jasnya.

"tangkap mereka" perintah orang tersebut pada teman-temannya yang lain.

Keempat orang yang bersamanya tadi segera berlari kearah Kyuhyun dan Ryeowook sambil bersiap dengan tinjunya masing-masing. Kyuhyun hanya menyeringai melihat para pengawal yang berlari ke arahnya. Ryeowook yang berada di sampingnya pun bersiap menghadapi serangan para pengawal itu.

Kyuhyun dapat menangkis setiap pukulan yang diarahkan padanya. Dia menahan tangan salah satu pengawal, lalu memelintirnya hingga berteriak kesakitan, setelah itu, Kyuhyun mendorong tubuhnya kearah teman-temannya yang lain sehingga mereka terjerembab.

Salah satu pengawal bangkit, lalu bersiap menendang perut Kyuhyun, namun, kaki Kyuhyun lebih cekatan menendang tulang kering si pengawal membuatnya meringis kesakitan.

Kyuhyun berkonsetrasi pada para pengawal di hadapannya. Sedangkan Ryeowook memperhatikan sang "ketua" yang sedari tadi memegang pistolnya dan melihat anak buahnya yang dihajar habis-habisan oleh Kyuhyun. Tanpa ia sadari, Ryeowook telah berada disampingnya lalu dengan seluruh kekuatannya, Ryeowook meninju pipi "sang ketua" hingga ia terjerembab, setetes darah menetes dari sudut bibirnya.

"kaau…" geram "sang ketua" sambil menatap Ryeowook marah.

"mianhe, tapi kalian sudah mengganggu waktuku" bisik Ryeowook kesal, sambil kembali meninju hidung orang tersebut hingga mengeluarkan banyak darah dan suara hidungnya yang patah terdengar dengan sangat jelas. Ryeowook menarik kerah jas orang itu, lalu beberapa kali menendangi perutnya hingga namja itu menundukkan tubuhnya, rasa mual terasa sangat jelas di perutnya. Ryeowook mendorong tubuh "sang ketua" hingga terkapar di tanah. Namja itu hanya meringis sambil memegangi perutnya.

Secepat kilat, Ryeowook mengambil pistol yang berada tak jauh dari tubuh "sang ketua". Ryeowook menatap Kyuhyun yang masih mengurusi para pengawal yang menyerangnya.

Ryeowook segera masuk kedalam mobil, lalu mulai menstarternya. Mendengar suara mobil, Kyuhyun seolah baru teringat pada Ryeowook. Ketika melihat siapa yang berada di balik kemudi, Kyuhyun membulatkan matanya.

"Wookie… kamu mau kemana?" teriaknya masih sambil menghindari pukulan di wajahnya.

"Kyu, kamu urus saja mereka. Aku tidak akan lama" teriak Ryeowook dari dalam mobil.

"mwo…" Kyuhyun menatap Ryeowook yang melajukan mobil meninggalkannya sendiri.

'pabbo… kenapa dia selalu bertindak ceroboh' pikir Kyuhyun.

Perhatiannya kembali pada para pengawal yang masih tidak lelah menyerangnya.

~o~

"wae? kenapa kau melakukan ini padaku? Aku pikir… kau tulus bekerja di perusahaan Appa…" kata Sungmin gemetar.

"aku hanya ingin mengembalikan semua pada tempatnya. Apa yang telah ayahmu lakukan di masa lalu, aku selalu mengingatnya dengan jelas. Dan hal ini sangat membuatku muak. Sekarang, tanda tangan dan semua selesai" paksa Yesung dengan ekspresi wajah yang dingin.

"masa lalu? Jadi kau masih menyimpan dendam pada Appa, karena tidak berhasil bertunangan denganku?" tanya Sungmin sedih.

"masalah pertunangan bisa aku lupakan. Tapi apa kamu mengira ayahmu tidak pernah melakukan kejahatan yang lain? Buka matamu Lee Sungmin, perusahaan ini bukanlah miliknya" tegas Yesung.

"mwo? Maksudmu?" tanya Sungmin tidak mengerti.

"ayahmu, merebut perusahaan ini dari tangan ayahku. Kau tahu, apa penyebab kematian orang tuaku? Itu karena ayahmu. Ambisinya pada harta, telah membuatnya gelap mata. Dia menipu ayahku untuk mendapat perusahaan ini. Aku sangat membenci ayahmu Sungmin. Aku sangat membencinya. Setiap malam aku tidak bisa tidur memikirkan cara untuk menghancurkan ayahmu. Kau tahu… jika aku tertidur, maka bayangan akan kematian orang tuaku akan terlihat semakin jelas. Bagaimana Appa ketika meregang nyawa, dan aku harus melihat eomma-ku sendiri bunuh diri karena perlakuan ayahmu. Aku harus menelan semuanya. Aku harus menahan semuanya. Menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendamku. Apakah kau pernah memikirkan hal itu? Pernahkah kau berpikir betapa tersiksanya aku?" sekarang Yesung yang membentak Sungmin. Yeoja itu hanya mampu terdiam mendengar penuturan Yesung. Dari amarah dimatanya, Sungmin tahu bahwa Yesung tidak sedang berbohong. dia menyimpan dendam pada ayahnya sejak tujuh tahun yang lalu. Sejak perpisahan dengannya ketika SMA dulu, dan sejak ayahnya menjadi Presdir di perusahaan Lee ini.

"Oppa…" bisik Sungmin pelan.

~o~

Ryeowook melajukan mobil menuju rumah Yesung. Hati kecilnya mengatakan bahwa Yesung akan membawa Sungmin kerumahnya.

"Nona Lee, semoga kau baik-baik saja" harap Ryeowook pelan.

Jarak menuju rumah Yesung cukup memakan waktu. Hampir tiga puluh menit, Ryeowook mnegendarai mobilnya.

Setiba di rumah Yesung, dari jauh, Ryeowook dapat melihat beberapa orang yang berjaga di luar pintu gerbang. Dirinya kemudian memarkirkan mobil agak jauh dari sana.

Perlahan, Ryeowook mendekati pintu gerbang.

'banyak sekali penjaga disini. Bagaimana aku bisa masuk?' tanya Ryeowook dalam hati. Kepalanya mendongak mencari celah agar bisa masuk kedalam pekarangan.

Setelah berpikir sejenak, Ryeowook kembali ke tempat mobilnya yang terparkir. Dia menatap tembok pembatas yang tingginya hampir dua meter. Tanpa berpikir lebih lama lagi, Ryeowook melepaskan sepatunya, kemudian secepat kilat dia memanjat tembok pembatas itu. Beruntung ketika tiba di dalam pekarangan, tidak ada satupun penjaga disana. Ryeowook mengendap-endap menuju balkon dimana ruang kerja Yesung berada, karena menurutnya, akses masuk kedalam rumah itu lebih mudah jika melalui ruang kerja Yesung. Kembali kesulitan yang sama ia hadapi. Ryeowook menatap tembok balkon sambil berpikir sejenak. Kemudian dia tersenyum samar.

'aku pasti bisa memanjatnya' yakin Ryeowook.

Dengan bantuan sebuah bangku untuk tolakan kakinya, Ryeowook memanjat tembok itu dengan mudah. Bagi orang biasa memang akan sangat sulit, namun, karena kemampuan beladiri yang dimiliki Ryeowook sehingga tembok dengan tinggi empat meter itu dapat dipanjat dengan mudah.

Ryeowook menempelkan tubuhnya di samping jendela. perlahan, dia melirik kedalam ruangan dan dapat Ryeowook lihat Sungmin yang tengah menangis. Sedangkan Yesung berada di hadapan Sungmin sambil mengacung-acungkan map yang dipegangnya.

Ryeowook mencoba membuka pintu jendela yang terkunci dengan hairpin yang dipakainya.

Ceklek

Perlahan pintu jendela itu terbuka dan Ryeowook menyelinap masuk kedalam. Ryeowook mencari-cari sesuatu yang bisa ia jadikan senjata untuk melumpuhkan Yesung. Kemudian matanya melihat tongkat baseball di sudut jendela dekat dengan dirinya. Diraihnya pemukul baseball itu. Yesung sepertinya tidak menyadari kehadiran Ryeowook disana. Ryeowook memberikan tanda pada Sungmin agar tidak bertindak mencurigakan.

"cepat tanda tangani ini, maka semua akan selamat. Kamu jangan menguji kesabaranku lagi" paksa Yesung pada Sungmin.

"aniyo. Aku tidak bisa. Appa… Appa telah menitipkan perusahaan ini padaku. Aku tidak mungkin mengkhianati kepercayaannya…" Sungmin masih mencoba mempertahankan perusahaan ayahnya ini.

"Tapi ini… euggh…" belum sempat Yesung menyelesaikan kalimatnya, pundaknya tiba-tiba terasa sakit.

"menyingkir dari hadapan Nona Lee sekarang juga" kata Ryeowook dingin. Tongkat baseball yang dipegangnya telah menghantam pundak Yesung dengan keras.

"ka…kau… Kim… Ryeowook…" pandangan mata Yesung mengabur, kemudian dia tergolek di lantai tidak sadarkan diri.

Sungmin menatap kaget Yesung dan Ryeowook bergantian.

"Ryeowook-ah…" bisik Sungmin pelan.

"gwenchanha, semua sudah aman. Ayo kita pergi dari sini…" ajak Ryeowook sambil menarik tangan Sungmin.

"tapi tunggu sebentar…" Ryeowook menghentikan langkahnya, lalu berjalan mendekati meja kerja Yesung. Dia kemudian menyalakan laptop dan mengambil sebuah flashdisk dari dalam laci. Setelah mengetik sesuatu, Ryeowook lalu memasukkan flashdisknya kedalam laptop. Jemarinya dengan cekatan menekan tombol-tombol di laptop itu.

"kau sedang apa Ryeowook? bagaimana kalau ada yang datang?" tanya Sungmin cemas.

"tenang saja. ini tidak akan lama. aku sedang meng-copy apa saja yang sudah Manajer Kim lakukan pada perusahaanmu" kata Ryeowook masih berfokus pada layar didepannya.

"mwo? Tapi bagaimana kamu tahu?" tanya Sungmin lagi.

"aku sudah menyelidikinya sendiri. Maaf, seharusnya aku memberitahumu lebih awal" kata Ryeowook sambil menatap Sungmin.

"tidak apa-apa. Ayolah bisakah lebih cepat lagi?" tanya Sungmin khawatir.

"sudah selesai" kata Ryeowook sambil tersenyum, lalu mencabut flashdisk itu dan memasukannya kedalam saku jasnya.

"ayo…" Ryeowook mengajak Sungmin keluar jendela.

"tunggu! Kamu mau menyuruhku lompat dari balkon ini?" tanya Sungmin takut.

"tentu saja. memang mau lewat mana lagi?" Ryeowook balik bertanya.

"tapi…" Sungmin menatap nanar balkon dihadapannya.

"baiklah aku mengerti" Ryeowook kembali masuk kedalam ruang kerja Yesung. Namja itu masih tergeletak belum sadarkan diri.

Ryeowook menyobek gordyn yang menutupi jendela. kemudian dia melilitkan gorden itu di tembok balkon hingga terjuntai kebawah.

"sekarang perhatikan. Ikuti caraku turun. Ok!" perintah Ryeowook. dengan mudah, Ryeowook turun melalui gorden itu.

"ayo cepat!" kata Ryeowook setelah ia tiba dibawah.

"aku takut Ryeowook-ah" kata Sungmin ragu-ragu.

"jangan takut! Ada aku disini. Percayalah kamu tidak akan jatuh" yakin Ryeowook.

Perlahan, Sungmin mulai memegangi gorden dengan tangan gemetar. Kakinya terasa sangat lemas. Perlahan, tubuhnya mulai turun ke bawah, sangat pelan karena tangannya yang memegang gorden dengan erat. Mata Sungmin terpejam, tidak berani melihat kearah bawahnya. Akhirnya kakinya kini telah menginjak tanah dengan selamat. Ryeowook dapat melihat wajah Sungmin yang pucat. Ryeowook memeluk Sungmin sekilas.

"kau sudah selamat Nona Lee… ayo, masih ada pagar yang harus kita panjat lagi" kata Ryeowook sambil mengendap-endap menuju tembok di pekarangan itu.

"mwo? Memanjat pagar?" Sungmin terbelalak. Beruntung para penjaga tidak menyadari apa yang dilakukan Ryeowook dan Sungmin disana.

Ryeowook membantu Sungmin untuk menaiki tembok pembatas itu. Walaupun Sungmin sangat takut akan ketinggian, tapi rasa takut tertangkap oleh anak buah Yesung lebih besar, sehingga dia bisa memanjat dengan baik.

Saat Ryeowook memanjat tembok, seorang penjaga memergokinya. Beruntung, yeoja itu segera melompat kearah depannya. Ditariknya tangan Sungmin untuk melarikan diri dari tempat itu. Sang penjaga segera menghubungi temannya yang berjaga di gerbang.

"gadis itu bersama temannya melarikan diri. Cepat tangkap mereka" perintahnya.

Dapat Ryeowook lihat beberapa orang yang berseragam itu mengejar mereka.

"Ryeowook-ah, aku takut" kata Sungmin sambil terengah-engah.

"kita harus cepat. Mereka semakin dekat" kata Ryeowook. kakinya semakin cepat berlari dan tangannya dengan kuat memegangi tangan Sungmin.

"Yaaak… berhenti kalian!" perintah orang yang mengejar MinWook.

"bodoh, tentu saja aku tidak akan berhenti" kata Ryeowook pelan.

Salah seorang penjaga mengarahkan pistolnya, berniat untuk menghentikan langkah Ryeowook dan Sungmin.

Doorrr…

Suara tembakan terdengar dengan jelas.

"aaah…" Sungmin berteriak sambil sedikit menunduk.

"Nona Lee, kau tidak apa-apa?"

"gwenchanha. Aku hanya sangat takut…" kata Sungmin dengan suara bergetar.

Ryeowook mengeluarkan pistol dari balik jasnya. Dengan lurus dia mengarahkan pada salah satu penjaga.

Satu tembakan kena di salah satu kaki penjaga. Mereka semakin melancarkan tembakannya. Ryeowook dan Sungmin berusaha sebisa mungkin menghindari peluru yang menuju kearah mereka.

Tiba disebuah gang, Ryeowook menarik Sungmin untuk masuk kedalamnya. Tanpa bersuara mereka bisa meloloskan diri dari kejaran para pengawal.

Hampir lima menit, mereka bersembunyi di gang tersebut, dan para penjaga telah jauh meninggalkan mereka disana.

"Nona Lee…" Ryeowook terengah-engah.

"apa kita sudah aman sekarang?" tanya Sungmin hampir menangis.

"ya… dengar, berjalanlah menyusuri gang ini. Maka kau akan tiba di jalan raya yang jauh dari para pengejar itu. Dan berikan USB ini pada Kyuhyun…" kata Ryeowook dengan nafas yang sedikit tersengal, tangannya yang gemetar memberikan sebuah benda persegi panjang kecil ke tangan Sungmin.

"Ryeowook-ah, kamu tidak apa-apa?" tanya Sungmin khawatir, dia mendengar suara Ryeowook yang lemah.

"aku tidak apa-apa, aku hanya merasa sangat lelah…" kata Ryeowook.

Seandainya tempat itu terang benderang, maka Sungmin dapat melihat wajah Ryeowook yang pucat. Namun, karena cahaya remang dari bangunan di sampingnya membuat pandangan mereka tidak jelas.

"kalau begitu ayo, kita tinggalkan tempat ini" ajak Sungmin setelah menerima flashdisk dari tangan Ryeowook.

"kau pergilah sendiri. Aku akan berjaga disini. Jangan khawatir, aku masih punya pistol ini" kata Ryeowook sambil menunjukkan pistol ditangannya pada Sungmin.

"tapi…" Sungmin ragu.

"yakinlah Nona…. Ambillah jam tanganku dan tekan tombol ini" Ryeowook melepaskan jam tangannya lalu meminta Sungmin menekan tombol yang berada di ujungnya.

"jika kau menekan tombol ini, maka Kyuhyun akan menemukanmu. Bersembunyilah ditempat yang aman selagi menunggu Kyuhyun tiba"

"Tapi Ryeowook bagaimana denganmu?"

"aku bisa menjaga diriku sendiri. Pistol ini akan melindungiku. Cepatlah pergi sudah tidak ada waktu lagi!" perintah Ryeowook.

"baiklah. Jaga dirimu baik-baik" kata Sungmin sebelum meninggalkan tempat itu.

Ryeowook hanya menganggukan kepala. Sungmin lalu berjalan menyusuri gang itu sambil tangannya terus menerus menekan tombol di jam tangan yang Ryeowook berikan padanya.

~o~

Setelah menghubungi Inspektur Shin, Kyuhyun kembali ke rumah Sungmin. Disana tampak Presdir Lee yang sangat mencemaskan keselamatan Sungmin.

Tiba-tiba jam tangannya bergetar dan memendarkan cahaya merah. Mata Kyuhyun terbelalak dan jantungnya berdesir tidak menentu.

"Ryeowook-ah" bisiknya pelan.

Segera dia mengendarai mobilnya. Dinyalakan GPS untuk mendeteksi dimana Ryeowook berada.

"aku datang Wookie… tunggu aku…" kata Kyuhyun sambil melajukan mobilnya.

~o~

Ryeowook bersandar di dinding bangunan itu. Tempat itu agak gelap hanya cahaya remang yang menyinarinya.

"aaahhh…." Ryeowook memejamkan mata merasakan rasa sakit di bahu kirinya. Jas yang ia kenakan telah basah oleh darah yang terus keluar.

Karena sudah tidak tahan berdiri, dia mendudukkan dirinya sambil meringis menahan sakit. Pandangan matanya semakin mengabur akibat dari banyaknya darah yang keluar. Giginya menggigit bibir bawahnya berharap bisa mengurangi rasa sakit yang ia rasakan. Pistol yang sedari tadi di pegangnya sudah jatuh karena tenaganya yang mulai berkurang.

Dari arah kanannya dapat Ryeowook dengar langkah kaki seseorang. Sebuah siluet dengan jelas menghampirinya. Perlahan dia menghampiri Ryeowook yang sudah sangat lemah. Dia berjongkok lalu mengulurkan tangannya. Dari lampu yang tidak begitu terang, Ryeowook dapat mengenali siapa siluet itu.

"Ma…Manajer Kim…" bisik Ryeowook lemah. Punggungnya semakin merapat pada dinding bangunan.

Yesung menyeringai sambil menatap Ryeowook, tangannya mengusap pipi Ryeowook pelan.

"aku pernah bilang, jangan mencampuri urusanku lagi. kenapa kamu begitu memaksakan diri?" tanya Yesung dingin. "inilah akibat yang harus kamu terima" Yesung kembali menyeringai.

~o~

Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sudah dapat menemukan lokasi tempat sinyal Ryeowook berada. Kyuhyun berhenti didepan sebuah café yang sudah tutup. Dia mencari sinyal yang terus berpendar dari jam tangannya. Hingga ia tiba disebuah lorong disamping café itu. Sayup-sayup terdengar suara isakan. Kyuhyun terus mendekati ke asal suara.

"Wookie…" tanyanya, orang yang sedang terisak itu menolehkan kepalanya dan menatap Kyuhyun.

"Kyu…" dia segera menghambur memeluk Kyuhyun dengan tubuh yang gemetar.

"Nona Lee… Ryeowook… dimana Ryeowook?" tanya Kyuhyun heran sambil menepuk-nepuk pundak Sungmin.

"dia memintaku untuk segera menemuimu. Kyu… aku takut…" Sungmin kembali terisak.

"tenanglah… kau sudah aman sekarang. Ayo!" ajak Kyuhyun mengantarkan Sungmin kedalam mobilnya.

To Be Continue

*huaaaaaa… arraseo… author ngerti. Chap paling aneh dan gaje yang pernah saya buat. Hahaha *ketawa nista.

Bagaimana chap ini? Saya sudah bertapa di goa untuk mendapat ilham dan wangsit buat adegan actionnya. Tapi semuanya nihil. Otak saya udah keburu mumet. Dan dengan ini saya menyatakan diri "tidak bisa membuat adegan action" hueeeee *menyedihkan.

Kkkkk apa kabar nih para reader dan reviewer semua? Selamat idul fitri bagi para muslim. Mohon maaf lahir dan batin. Dan mohon maaf karena apdetnya kelamaan pake banget. maaf banget yaa ^^ chap depan akan menjadi end chap, semoga aja endingnya tidak akan mengecewakan kalian semua ya.

Ok deh, saatnya membalas review yang masuk ^^

Meyy: udah tau kan yang terjadi sekarang? Wkwkwk

Vic89: hahaha iyuuh ngebayangin Yesung yang bocin gila, aaah sangat menawan. Kkkkk. Gak perlu kok, cukup pake kepolisian kor-sel aja. Haha…

My Twin: kyaaa, emang Ye sangat keren. Hihihi. Haah, udah aku dah nyerah sama adegan action *angkat tangan. Serius, aku nggak bisa gomawo ya say atas doanya, semua lancar. Success for u too.

Dheek enha1: mianhe lama apdet, semoga nggak mengecewakan ya.

Lailatul Magfiroh 16: hihihi makasih udah mau nunggu ff yang apdetnya kelamaan ini. Semoga chap ini nggak mengecewakan ya bebz ^^

Cloud Prince: andweeee *halangin Wook dari tembakanmu *lebay ^^. Hahaha, cintamu pada Ye, cinta buta. Baca juga dong saay, klo nasibnya Ye baik, dia nggak akan mati. Palingan hidup bahagia di penjara bersamamu hihihi. Apa? Bkin ff Yewook lgi? Aku nggak janji dh, klo sempet ntar aku buatin ya ^^. Chap ini bagaimana? Mengecewakan kah? ^^

Guest: udah lanjut. Gomawo y aching ^^

Cartwightelfsuju shawolshinee: alasan kenapa Ye jahat banget, udah aku kasih tau. Haha, gimana? Line-ku? Aku 89 hihihi. Kamu?

dyahYWS: nggak diapa-apain ko. Ni udah lanjut lagi ^^

hanazawa kay: chap ini gimana? Kepanjangan? Gomawo ya Kay

ryeo ryeo ryeong: nggak akan doong, aku nggak bakalan tega membiarkan wook-ku diapa-apain ma yesung. Kkkk.

Dwiihae: oke oke, ni udah lanjut lagi. kenapa gk review? Huhuhu

Adelina manru: hehe, kyuwooknya semakin aku kurangi aja. Mianhe. Bagaimana chap ini? Ini mendekati akhir, jadi rada-rada gaje ya. Hihi.

Ryeonggulove: ni udah lanjut. Gomawo ya ^^

Meidi 96: unni, bacanya ngebut kah? Hehe. Mian, aku sengaja bikin mereka pingsan dulu, kan biar ada romantis2nya ntar. Hihi. Gomawo ya unni. Saranghae ^^

Shinra: Ne, aku juga jatuh cinta lagi ma kopel ini. Hehehe. Ok sebisa mungkin aku kn lestarikan ff mereka. Kkkk.

FieWook: ayolaah, dia tuh ngenes banget sma bpaknya Umin. Wkwk. Wooknya yang cantik, hmh, aku tau siapa yang kamu bayangin. Haha. Eh KW momntnya gmn? Haha. Masih nyempil ^^.

Thiefhanie fha: nggak ada apa-apa kok saeng. Haha. Iya, tebakanmu bener banget. dia dendam kusuma atmaja sama Appanya Umin. Hehe

Yoon HyunWoon: takdir. Haha.

Cho Ryeosomnia fishies: oke, ni udah lanjut lagi. kyaaa ngbayangin "BadaWook" yang di BKK, OMG, cantik bnget ya dia *plaak. KW moment di chap ini gmn? Masih nyempil ya. Mianhe ^^

Raiaryeong9: mian, apdetnya kehalang sama arus mudik lebaran. Macet dimana-mana. Haha. Udah dikasih tau tuh alasan si yesung knpa jadi jahat. Kkkk.

ChoiMerry-Chan: yups betul sekali. Kok bisa tau sih? Ngintip otak author ya? Kkkk.

Veeclouds: aq jga sebenernya iklas nggak iklas dh bikin Ye jahat. Hehe. Tapi, ini kebutuhan cerita. Nggak ada lagi dh mmber dengan wajah dingin yang pas jadi penjahat selain Yesung. *duagh *dicincang Clouds. Apa chap ini memuaskan?

Ike aulia: ooh, tau banget. kan udah aku kasih tau ke mereka tentang lebaran. Gkgkg.

Ghaldabalqies: gomawo ^^ mian kelanjutannya lama banget ya ^^

Key Yoshi: hehe, Kyuwook nya gimana nih di chap ini? _

Kirefa: No… jangan pake toa, berisik. Hoho. Terserah dh mau manggil apa, yang jelas, aq line 89. Haha. *ketua-an. Kyuwook nggak kenapa2 ko mereka. What what what? Wook itu, suami saya. jangan pitnah okey. Hihi. Hadiahnya ya itu, pengambilan perusahaan. *duagh.

Jovita: hehe aseeeek… tenang aja chap depan kepenasarananmu akan hilang. Okreh. Udah tau kan sekarang apa alasan si yesung itu. Wkwk

Cho babywook: hahaha, apah? Ke taman bunga? Huhu, itu mah yesung-nya bareng aku kesana. hihi. Gomawo yah, masih penasaran nggak?

Alif Ryeosomnia: no, moga aja nggak ada yang mati di ff ini. Semoga aja yah ^^

Purebluekyuwook / mimi: oke dh bikin aja sesuai seperti yang kamu pngen. Nggak pa2 kok. ^^aduuh aku nggak enak, beneran dh, kalo mau tamat, ffku emang jadi kepanjangan. Mian ya. Whaat wook mati demi Kyu? Itu yang kamu pikirin ya, tidaak *lebay. Nggak pa2 kok, aku suka baca reviewan yang panjang2, bikin senyum sendiri. Hihihi. Gomawo ya mimi.

Elis kyuwook: aah cinta segitiga kah? Hihi, aku nggak terlalu suka konsep yang begitu. *plaak. Mian, apdetnya kena macet abis lebaran soalnya. Weheheh…

Mufidatul andriani: yaaak, kamu baca ngebut ya say, dari chap 1-12. Gomawooo ^^ hihi, jadi kamu setuju kalau Ye suka sama Min?

Niisaa9: huhu, aku menangis darah. Mian ya, aku nggak bisa bikin adegan action. Mianheyo *bow

Kim Gyuna: yups, dendam Nyi Pelet, eh bukan, dendam Kim Yesung. Kkkkk.

Oktavannya12: nggak apa-apa, ok nih udah lanjut lagi ^^

Ryeosun: aah, kita se-line dong. *toss YeWooknya sama2 pintar jadi susah buat dibohongi. Hehe. Kamu follow twitterku kah? Siapa namamu? Hehehe…

Hyunnie: sepertinya, kamu yang kemarin reviewnya yang galau-galau itu yah. hahaha. *desigh. Idddih, siapa juga yang pinjem otak kmu buat wook, dia pake otakku soalnya. Hehe. Chap depan, ni ff bakal tamat. Semoga aja. Gomawo ya Hyunnie ^^ *jangan2 ntar review pke nama yang bda lagi*

Guest: terima kasih udah suka ^^

Kim RNWook27821: iya ini udah lanjut lagi. mian kelamaan. ^^

Ryeo2119: huh, aku ngusap dada aja dh baca panggilanmu buatku. Baiklah haelmoni, aku nggak akan nggetok kamu kok tenang aja. Huh. *pout hahaha, mianhe haelmoni, aku nggak nyiapin apa2 buat anniv kyuwook. Di chap ini kyuwooknya gimana? Ditunggu lagi reviewnya haelmoni. Gomawoyo ^^ hihihi…

Kim RyeoSungHyun: yups, semata-mata itu karena dendam aja kok.

Dhia bintang: hehehe, chap ini gimana? Seperti yang pernah yesung bilang, ada alasan kenapa seseorang harus berbuat jahat. Eeeaaa…

Sushimakipark: belum say, aku belum nyambangin WP lagi. hiks. Mianhe sayang, aku nggak bisa bikin ini jadi kyumin dan yewook. Nomu mianhe ^^

Huh hah, adakah yang belum kesebut? Author tunggu lagi ya review dan komennya. Review kalian sangat berharga buat author. *plaak. Yaaa untuk meningkatkan semangat dalam menyelesaikan ff ini. Hehe.

Ok deh sampe ketemu di end chap.

See yaa

Saranghaeyo reviewdeul ^^