Title : Jebal Dorawajyeo (Sequel Mianhae)
Writer : Nickey Jung Rae Suk
Rating : K+
Cast : YunJae, YooSu, Jung ChangMin.
OC : Jisung (Cha Ji Heon PTB), Taemin (SHINEe)
Genre : YAOI, Familly, Romance, Hurt, MPreg.
Disclaimer : YunHo MILIK JaeJoong, JaeJoong MILIK YunHo, Cerita ini ASLI MILIK saya.
Lenght : 2 of 3
Warning : YAOI, BOY x BOY, Boys Love, Typo(s), Ide pasaran, EYD kacau, Judul ga sesuai dg cerita, No Majas, alur lambat- kadang cepet(?) TIDAK SUKA JANGAN BACA, NO BASH.
Chapter 2
Sudah sebulan Yunho tinggal kembali satu rumah dengan Jaejoong dan Changmin. Sekarang keduanya memang dekat, tidak seperti saat mereka masih menjadi suami istri dulu yang seolah tak peduli dengan keberadaan masing-masing.
Yunho membuktikan perkataannya bahwa ia akan berubah menjadi sosok Ayah yang pantas untuk Changmin.
Tugas mengantar-jemput sekolah Changmin menjadi rutinitasnya setiap hari. Ia rela menunda urusan kantornya demi menyenangkan sang buah hati.
Jaejoong merasa senang dengan perubahan Yunho, namun ia juga merasa risih, sebab Yunho selalu saja bersikap manja dan mesra padanya, padahal Jaejoong sudah jelas menolak Yunho waktu itu.
Seperti sekarang, Yunho dengan senyuman mautnya tengah menunggu mantan istri yang diyakininya akan segera kembali menjadi istrinya itu membuatkan secangkir kopi untuknya.
Jika dulu Yunho harus memesan kopi itu di Cojjee, sekarang tidak lagi. Karena sang pembuat kopi sudah tinggal serumah dengannya.
TAK!
Jaejoong meletakan cup coffee itu di meja.
"Jadi orang yang setiap hari memesan kopi buatanku itu, anda ?" Jaejoong melipat tangannya di dada.
Yunho meneguk Brown sugar Macchiato-nya. "Mashita..." Ucapnya nikmat. Namun namja tampan itu terkesiap saat melihat tatapan tajam Jaejoong. "Ne...terimakasih sudah membuatkanku kopi yang sangaaaat enak." Senyumnya tanpa dosa.
Pletakkk!
"Yya, weiresseyo?" Yunho mengusap kepalanya yang dijitak Jaejoong.
"Kau tahu? Kau sudah membuatku repot. Jika saja aku tahu kalau kau yang memesannya, aku tak mau membuatkannya." Oceh Jaejoong. "Dan lagi, bukannya nama perusahaanmu itu Jung's Corp? Kenapa jadi YJ Corp eoh?" Herannya, karena Taemin bilang orang yang memesan kopi buatannya itu adalah Presdir perusaahan besar bernama YJ Corp.
Yunho terkekeh. "Sebentar lagi kau pasti akan tahu Boo..."
Cup
"Galkhae...Gomawo untuk sarapan paginya." Ucap Yunho mengerling. Kemudian ia pergi meningglakan Jaejoong yang masih membatu karena telah mengecup bibir cherry-nya.
"Yya! JUNG YUNHOOOO..."
~*YunJae*~
Yoochun menyeret tangan Junsu keluar dari sebuah kafe. Ia membawa Junsu ke tempat parkir.
PLASS
"Wae? Kenapa kau terus mengganggu hidupku Junsu-yah? Tak puaskah dulu kau menghancurkan hatiku?" Marah Yoochun menatap tajam Junsu. "Kau? Sudah berapa kali kau menghancurkan acara kencanku eoh? Jika terus begini, aku tak akan pernah bisa menikah Kim Junsu!"
"Maka dari itu menikahlah denganku?" Ucap Junsu tanpa peduli tatapan marah Yoochun.
"Mwo? Micyeosso?"
"Nde...aku gila karenamu! Bukankah aku sudah meminta maaf Yoochun-ah...? Aku menyesal, aku ingin kita kembali seperti dulu. Aku... Aku ingin menikah denganmu..." Junsu manangis. Ia seperti sudah tak punya harga diri lagi. Padahal dulu dirinya yang jelas-jelas mengkhianati Yoochun. Namun sekarang ia rela mengemis cinta Yoochun, apapun ia lakukan. Termasuk selalu menghancurkan acara kencan buta Yoochun dengan beberapa namja atau yeoja.
"Mianhae...aku tak mau sakit untuk ke dua kalinya. Aku masih tak mempercayaimu... Aku harap kau melupakanku Junsu-yah... Karena aku sudah tak mencintaimu lagi... Jangan pernah menemuiku lagi..." Setelah mengucapkan itu Yoochun pergi. Ada rasa sesak di dadanya melihat airmata Junsu. Tapi ia sudah bertekad, ia tak mau lagi berhubungan dengan namja yang sudah membuat hatinya terluka itu.
Junsu masih berdiri memandang mobil Yoochun yang mulai menjauh..."Geurae...aku tak akan pernah muncul di hadapanmu lagi Chunnie-ah...Aku akan pergi...jauh..." Lirihnya.
~*YunJae*~
"MWO? Kau...kau akan menikah dengan Ahjussi itu?" keget Yunho tak percaya dengan ucapan Jaejoong.
"Nde...Aku sudah memutuskan untuk berumah tangga lagi, dan aku memilih Jisung Hyung yang menjadi calon suamiku."
"..."
"Kau boleh tinggal di sini lagi Yun-ah...Tapi aku akan membawa Changmin bersamaku..." Ucap Jaejoong lagi karena Yunho masih terdiam.
"Apakah aku memang sudah tak ada kesempatan lagi? Apa kau tak melihat kesungguhanku Jae?" Yunho menatap Jaejoong sendu.
"Mianhae...bukankah aku sudah pernah bilang...Aku...aku masih trauma dengan hubungan kita dulu." Kilah Jaejoong.
"Tapi itu dulu Jae! Apa kau tak bisa melihat perubahanku? Sekarang aku berbeda...Aku-...aku mencintaimu... "
"Mianhae Yunho-yah... Pernikahanku bulan depan, ku harap kau mengerti." Setelah mengucapkan itu Jaejoong pergi. Yunho merasakan mendadak tubuhnya lemas, kakinya seolah tak bertulang. Apakah dirinya memang sudah tak bisa kembali bersama Jaejoong lagi?
Seminggu sejak Jaejoong mengatakan tentang pernikahannya pada Yunho ia tak pernah bertatap muka dengan namja tampan itu, jikapun mereka bertemu, Jaejoong akan langsung pergi menghindar.
Selama seminggu itu pula Yunho selalu berusaha untuk menyakinkan Jaejoong kembali, bahwa keputusannya menikah dengan Jisung adalah salah.
"Jae..."
"Ku mohon mengertilah Yun-ah..." Jaejoong yang sudah tahu apa yang akan Yunho katakan segera menyela. Ia melepaskan cengkraman Yunho di pergelangan tangannya. Ck. sepertinya Yunho memang harus menyerah sekarang.
.
.
"Appa, kenapa bawa Min ke pantai?"
"Wae? Min ga suka?" Tanya Yunho. Sekarang Yunho dan Changmin sedang duduk di tepi pantai melihat ombak dan burung camar yang saling berkejaran. Changmin duduk di samping Yunho dengan tatapan aegyo-nya.
"Aniya, Min suka pantai... Min pernah pergi ke pantai sama Umma dan Chun-jussi..." Ujar namja cilik itu. Yunho mendengus mendengarnya. Pasti dulu Changmin sering pergi bersama Jaejoong dan Yoochun, pikirnya.
Keduanya terdiam menikmati pemandangan indah di depannya. Hanya suara ombak berdebur yang terdengar.
"Minnie-ah... Kenapa Min 'ga benci Appa?" tanya Yunho setelah beberapa saat mereka tak bersuara.
"Huh?"
"Bukannya dulu Appa jahat padamu? Appa tak pernah menyapamu, Appa tak pernah mengantarmu ke sekolah, Appa tak pernah mengajakmu ber-ma-in..." Lidah Yunho terasa kelu saat mengucapkan itu. Rasa sesal karena telah menelantarkan Changmin dulu kembali menghinggapinya. Namja tampan itu bersusah payah menaha tangisnya.
Changmin terdiam mendengarnya, namja cilik yang sebentar lagi menginjak usia enam tahun itu mencerna baik-baik ucapan ayahnya.
"Karena Min sayang Appa." Changmin tersenyum setelah mengucapkan itu membuat Yunho menoleh memandang anaknya. "Appa ga jahat 'ko...kalau Appa jahat Min ga akan ada di sini... Kata ibu guru, kita ada karena orang tua kita saling menyayangi, jadi Min lahir karena Cinta Appa dan Umma" Celoteh Changmin berusaha menjelaskan dengan cara khas anak-anak.
TES
Untuk pertama kali dalam hidupnya, seorang Jung Yunho yang terkenal dingin dan angkuh meneteskan air matanya karena ucapan seorang anak kecil.
"Appa waeyo?" Changmin tekesiap melihat Appanya menangis.
"Gwaenchana...Appa terlalu senang."
GREPP!
Yunho memeluk erat tubuh Changmin, ia menangis kembali. Kenapa dulu ia begitu jahat pada anaknya? Jika saja ia bisa bersikap baik pada Changmin dan Jaejoong, mungkin sekarang ia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya.
"Gomawo..." Ucapnya masih terisak. Sebut ia cengeng karena seorang namja sepertinya menangis, tapi ia tak peduli. Ia terlalu bahagia mempunyai anak berhati malaikat seperti Changmin.
"Appa juga sayang Minnie..."
Cup~Cup~Cup~
Yunho mengecup wajah kecil Changmin bertubi-tubi.
"Hahaha...Sudah Appa...geliii..."
.
.
.
TAP~TAP~TAP~
Yunho berlari di koridor apartement Junsu. Ketika berbelok, ia berpas-pasan dengan Yoochun. Mereka saling bertatapan tapi kemudian Yunho mendengus dan meneruskan langkahnya kembali.
Yoochun yang memang tinggal satu bangunan apartement dengan Junsu hanya mengendikan bahunya tak peduli. Ia kembali meneruskan langkahnya.
"JUNSU-YAH!"
Teriakan Yunho menghentikan langkah Yoochun, dengan segera ia berbalik dan masuk ke apartement Junsu.
Yoochun membelakan matanya ketika dilihatnya Yunho menggendong Junsu yang terkulai lemah dengan darah yang mengucur dari pergelanagn tangannya.
"Minggir!" Bentak Yunho, karena ia tahu Yoochunlah yang menyebabkan Junsu berbuat nekat seperti itu.
Ketika pulang dari pantai, Yunho mendapatkan pesan dari mantan kekasihnya itu, sebuah pesan yang membuatnya menyimpulkan sesuatu yang buruk. Dan ternyata dugaannya benar. Junsu mencoba melakukan bunuh diri dengan memotong urat nadi pada pergelangan tangannya.
.
.
DUAGHH!
Yunho memukul keras rahang Yoochun.
"Kau tahu? Dia sudah menyesali perbuatannya. Dia ingin memperbaiki hubungannya denganmu. Orang yang sangat dia cintai sekarang adalah kau! Tapi kenapa kau tak mempercayainya HAH? APA INI HUKUMAN YANG KAU BERIKAN UNTUKNYA?"
DUAGHH!
Kembali Yunho memukul Yoochun. Tapi namja cassanova itu tak membalasnya, ia hanya diam menerima pukulan Yunho untuknya.
"Mianhae..." Lirihnya menyesal.
"Katakan itu padanya!" Setelah mengatakan itu Yunho pergi meninggalkan Yoochun yang masih tersungkur di lantai depan ruang UGD.
.
.
.
Yunho melipat pakaiannya dan memasukannya ke dalam koper. Tak lupa, ia juga memasukan beberapa barang yang dibawanya dulu saat kembali ke rumah Jaejoong.
"Kau mau ke mana?" Tanya Jaejoong yang heran melihat Yunho berkemas. Untuk pertama kali setelah mengatakan tentang pernikahannya dengan Jisung, Jaejoong menyapa Yunho terlebih dulu.
"Aku memutuskan untuk kembali ke apartemnku." Jawab Yunho seraya menutup kopernya.
"Kau akan kembali? W-wae?"
"Wae?... Kau bertanya kenapa? Tentu saja aku harus kembali bukan? Dua minggu lagi adalah pernikahanmu. Apa kata calon suamimu jika dia tahu kau masih serumah dengan mantan suamimu?" Yunho tersenyum mendengar pertanyaan mantan istrinya itu. "Ige..." Ia memberikan sebuah dokumen pada Jaejoong.
Perlahan Jaejoong membukanya. "Ini...?"
"Aku memberikan seluruh aset dan saham perusahaanku pada Changmin. Sebelum dia dewasa, aku ingin kau yang mengurus perusahaan." Ujar Yunho menjelaskan kebingungan Jaejoong.
"Mengapa kau memberikan ini? Memangnya kau—"
"Aku akan pergi. Aku akan memulai hidup baru di Negeri orang. Aku akan memulainya dari nol... Mianhae Jae-yah...aku tak bisa membesarkan Uri Changmin bersama." Terang Yunho. Terdengar nada sedih di sana.
"..."
"Baiklah aku pergi... Mian, jika nanti aku tak datang ke pernikahanmu. Jujur aku masih belum siap, hahaha..." gurau Yunho tertawa, tapi Jaejoong bisa menangkap kekecewaan dalam tawa Yunho. "Jaga dirimu dan Changmin baik-baik..."
Cup
Yunho mencium kening Jaejoong cukup lama. Jaejoong memejamkan matanya. "Kata orang, jika selamanyapun harus berakhir, maka akhirilah dengan indah..." Ucap Yunho. "Terimakasih karena kau pernah menjadi bagian hidupku.." Yunho mengusap puncak kepala Jaejoong dengan tersenyum, kemudian namja tampan itu mengusap pipi Jaejoong dengan jemarinya, matanya berkaca-kaca. Jika boleh jujur, ia tak ingin meninggalkan Jaejoong dan Changmin. Namun ia tak bisa jika harus melihat Jaejoong menikah dengan orang lain.
Jaejoong sendiri berusaha menelan ludahnya dengan susah. Matanya pun berkaca-kaca menahan tangis.
"Galkhae..." Yunho pergi meninggalkan Jaejoong yang masih mematung, entah apa yang dipikirkan namja cantik itu. Namun ia menangis, air matanya mengalir mengiringi kepergian mantan suaminya itu.
TBC
Annyeong...aku bawa chap 2nya...
Banyak yg pengen sekuelnya cepet dipost,padahal aku udah post chap 1 nya dr minggu lalu,mungkin pada ga nemu cz sekuelnya dipisah dr yg MIANHAE. aku sengaja pisah cz judulnya beda.. Mianhaeyo... u.u
Tp, Makasih buat readers yg kemarin udh ninggalin jejaknya...
Review lagi yah..^^
YUNJAE IS REAL...!
Always Keep The Faith...^^
