Hai!!
Kazuazul is coming back!!
Science Competition
Chapter II
Renji's Trick
By Kazuazul
.
.
.
Saat pelajaran fisika di mana merupakan pelajaran yang paling dibenci siswa. Yang susah lha, yang gurunya gak enak kalo lagi ngajar, dan alasan lainnya. Begitu yang terjadi di sekolah tempat Renji dan Rukia belajar. Banyak banget yang mengeluh serupa. Tapi tidak untuk murid-murid teladan seperti Ishida, Hitsugaya, Inoue dan Rukia. Para penyuka pelajaran IPA. Renji? Dia gak sebagus mereka. Tapi baginya, selama dia berusaha, mengapa tidak?
"Baiklah anak-anak. Adakah yang mau memberitahukan rumus mencari jarak dalam GLBB?" tanya bu guru.
"Saya bu!" jawab Renji sambil berdiri di bangkunya.
"Ya, silahkan Abarai!" sahut bu guru.
"s= V0t ± ½ at2" jawab Renji mantap.
"Bagus, Abarai." Jawab bu guru sambil menyuruh Renji duduk kembali.
KRIIIIINNNNNNGGGGG!!!!! Bel tanda istirahat berbunyi.
"Wah, ternyata kau cerdas juga ya. Tak kusangka." Kata Rukia. Mendengar itu Renji langsung kesel. Dibilang bodoh, itu gak smart!!! (A/N: kok jadi kayak Kotarou seh??) pikir Renji.
"Tentu saja! aku bakalan ngebuktiin kalo aku itu bisa!!" jawabnya.
"Silahkan. Tapi inget aku gak bakalan ngerubah penilaianku ke kamu sampe pengumuman." sahut Rukia dingin.
"Oke. Terserah kamu. Emangnya aku peduli." jawab Renji.
Rukiapun berlalu pergi menuju kantin. Renji juga sibuk dengan buku-buku fisika, matematika, kimia dan biologi yang dipelajarinya guna Science Competition yang bakal diikutinya. Tak berapa lama, muncul genk yang diketuai oleh Ichigo dan beranggotakan Hitsugaya, Shuuhei, Chad, dan Kira. Kelima anak berandalan cap gopek terkejut melihat 'pemandangan' yang jarang dilihat. Renji belajar adalah suatu keajaiban yang bahkan mengalahkan 7 keajaiban dunia.
"Osh, Renji!! Makan yuk!" ajak Ichigo mendahului.
"Gak liat aku sedang belajar?" jawab Renji kesel. Pecah deh konsentrasinya.
"Heh? Kamu belajar? Kagak sakit kan kamu?" tanya Shuuhei.
"Ya gak lha. Emang salah ya kalo aku belajar?" tanyanya.
"Subhanallah!! Renji!! What's happening with you?" tanya Hitsugaya sambil memegang dahi Renji. Mau ngecek kali aja panas tuh anak.
"Mantap Jaya!!! Renji belajar? Bapak sama ibumu pasti terharu banget ngeliat kamu belajar!!" kata Kira menohok hati Renji.
"Wkwkwkwkwkwk!!!" tawa Chad. Dan membuat semua syok mendengar Chad yang lagi ketawa. (A/N: gak bisa bayangin Chad ketawa wkwkwk!!)
"BRAKK!! –Renji menggebrak bangkunya- kalian semua pada kurang ajar banget sih. Sebel deh!!" ucap Renji sambil berlalu meninggalkan mereka yang lagi asyik menggoda Renji.
"Walah! Dia marah!" ucap Hitsugaya.
"Udah, biarin aja tuh anak. Mungkin agak sedheng hari ini." jawab Ichigo.
"Jyaaakk!! Malah ngomongin Renji sih? Yuk ke kantin!!" sahut Shuuhei. Dan kelima anak genk gak tahu tempe itu pergi menuju kantin.
Sementara itu Renji lagi dalam perjalanan menuju perpustakaan. Tempat para anak-anak rajin belajar di sana. Renji sama anggota genk gila itu sih ke perpus kalo disuruh guru sama ngadem doank. Males man!!!
"Sebel!! Mending ke perpus deh!!!" ucap Renji pada dirinya sendiri dan tidak memperhatikan jalannya. Dan dia sukses menabrak gadis cantik di depannya.
GUBBRAK!!
"Kyaa!!" teriak gadis itu.
"Aduh! Maaf ya! Ng? Kau kan Hinamori Momo yang pacarnya Hitsugaya itu ya? Waduh, kalo dia tahu bisa-bisa aku besok udah jadi lemper donk!" kata Renji melihat sosok gadis itu. Hinamori Momo, temannya waktu SMP.
"Abarai-kun? Ah, gak apa-apa. Santai aja kali. Lagian kalo kamunya jadi lemper kasihan konsumennya. Adanya mereka sakit perut." ucap Hinamori.
"Makasih atas pujiannya." jawab Renji. Kentara sekali tersinggung dengan yang diucapin Hinamori.
"Sama-sama! Ngomong-ngomong, Abarai-kun mau ke mana?" tanya Hinamori.
"Ah, ke perpus! Kamu?" tanya Renji.
"Sama! Bareng aja yuk!" ajak Hinamori.
Dan mereka berangkat bersama menuju perpustakaan. Di perpustakaan.
"Abarai-kun belajar buat Science Competition ya?" tanya Hinamori setengah berisik. Ada perintah yang berbunyi, "Don't be Noisy!"
"Yep! Gak kaget?" tanya Renji.
"Ngapain kaget? Biasa aja lagi!!" jawab Hinamori realistis.
"Menurutmu, aku bisa kepilih gak ya?" tanya Renji.
"Bisa aja. Selama manusia mau berusaha mengapa tidak?" jawab Hinamori. Renji cuma mangut-mangut. Dia makin optimis menghadapi Science Competition. Saat sedang asyik-asyiknya membaca biologi tentang Virus, bel masuk berbunyi. Mau gak mau semua yang ada di perpustakaan kudu balik ke kelasnya masing-masing. Dan pelajaran selanjutnya dimulai!
-To Be Continued-
Talk show sejenak!!
Kazuazul: Woah!! Akhirnya selesai juga bikin fic ini. Minna-san, kenalin aku punya asisten. Namanya babi!! Babi, sini!!
Babi: kok babi seh man!!! Namaku Maya!!
Kazuazul: Halah!! Babi aja ganti nama jadi Maya. Udah lha babi terima aja!!
Babi: Huwa!! Piman!!!
Kazuazul: piman.. emangnya aku p-man di tivi itu? Aku Kazuazul taukk!!
Babi: Huwa!! Piman!! (bacanya piman, bukan pimen apalagi pigmen)
Kazuazul: ah, sebel sama kamu, Babi!! Pergi sono!! Oh ya jangan lupa review ficku ya!! Sorry nih apdetnya luama. Abis UTS neh!! Sampe ketemu di next chapter or next fic!!
Babi: ah, Piman!!!
Kazuazul: udah dibilangin kok!! Aku Kazuazul. Siapa itu Piman, Hah?!!
Babi: Piman itu kamu. Sapa itu babi, man?
Kazuazul: babi yah kamu!!!
Babi: ah!!! Piman~!!!
Kazuazul: !##&^&&(*)(**!!!!!!
Babi: kamu ngomong apa, man?
Kazuazul: Pergi lha BABI!!! –bawa clurit- mati aja kamu, Babi!!
Babi: PIMAN~!!! –lari dengan kecepatan cahaya-
Dan tak diketahui nasib dari Babi maupun Piman!!
Eh, Kazuazul, ndeng. (gendheng? Gua donk!!)
Yep, jangan lupa review my fic!!! Bye..Bye..
Back sound: "Tolong, man! Aku jangan dibunuh, man!!"
Kayaknya masih hidup tuh babi.
Review please!!!
