Author balik lagiiiii~

Maaf kalo lama updatenya... Author sibuk di SMK ;; maklum murid baru...

Maaf belum bisa balesin review satu - satu ne...

Kira - kira kali ini chapternya siapa yaaa... Penasaran gak? xD

Oke, keep review ya... Hargai authornya #ketjup

.

.

.

Gangnam-gu, 8.45 p.m. Lagoona Club

Seorang pemuda tampak sedikit terganggu karena suara ribut di salah satu tempat memesan minuman. Tepatnya di beer counter. Karena rasa penasaran atau karena ia bosan menunggu seseorang yang tidak kunjung datang, pemuda tersebut menuju beer counter yang letaknya tidak jauh dari tempat VIP-nya tadi dan duduk di salah satu kursi kosong di situ. Memang saat ini club tersebut masih sedikit renggang, namun semakin malam harinya, maka semakin ramai tempat itu.

Pemuda tadi dapat melihat seorang bocah –menurutnya- dan seorang pria bertubuh sedikit tambun. Kelihatannya bocah –yang-sekali-lagi-menurut-kris-masih-berumur-16-ta hun- itu sedang dimarahi oleh pria di depannya.

"Apa kau serius ingin bekerja di sini, Huang Zi Tao?!" lelaki itu sedikit berteriak. Cukup dapat Kris dengar walaupun musik yang cukup keras tidak henti – hentinya diputar di club cukup bergengsi itu.

Sepertinya ada sesuatu yang membuat Kris penasaran

'Huang Zi Tao ya? Orang China rupanya'

"te-tentu saja mister.Maafkan saya... Saya tidak akan mengulanginya lagi..." pria tadi menatap Tao cukup lama, hingga akhirnya kembali masuk ke dalam. "Kalau kau mengulanginya lagi, tidak hanya gajimu yang kupotong, tetapi kau akan kupecat!"

Merasa bossnya sudah tidak terlihat, Tao pun kembali bekerja. Ia mendengar panggilan seseorang. Segera ia menuju pelanggan yang memanggilya tadi dan menyiapkan kertas memo. "Ada yang bisa saya bantu, tuan?"

Waktu rasanya benar – benar terhenti saat Tao menatap kedua orbs coklat pelanggan itu yang ternyata sedang memandanginya juga. Matanya menyusuri seluruh wajah pelanggan tersebut. "di-dia... tampan sekali..." pemuda di depannya itu sedikit terkejut, namun kemudian hanya tersenyum

Sadar bahwa ucapannya ternyata di dengar oleh orang yang bersangkutan, Tao pun salah tingkah. Sepertinya wajahnya sudah memerah sekarang

Sedikit bergumam, pemuda di depannya, yang ternyata bernama Kris menunjuk jejeran botol beer yang ada di belakang Tao "saya pesan 1 gelas Vodka, dengan sedikit perasan lime"

"Ba-baik tuan. Mohon tunggu sebentar"

Dapat Kris lihat wajah pemuda tersebut yang sedikit berbeda. Entahlah, tapi Kris rasa wajahnya benar – benar menunjukkan bahwa ia mempunyai suatu masalah.

Omong – omong soal masalah, beberapa hari terakhir ini Kris juga memiliki masalah yang cukup mengejutkan. Ia memiliki masalah jodoh. Ya, jodoh.

-flashback-

Hari Minggu adalah hari dimana Kris bisa merenggangkan ototnya barang 1 jam saja. Jangan kira di hari Minggu, ketika orang – orang pada umumnya berlibur dan beristirahat, Kris juga melakukan hal sama. Tidak. Ia hanya bisa beristirahat beberapa jam saja. Setidaknya itu agar perusahaan miliknya tetap berada di peringkat atas di Korea. Kris selalu ingin jadi yang pertama.

Ketika ia mengambil beberapa surat dan membuka amplop berwarna merah jambu tanpa nama pengirim, ia cukup terkejut.

'seingatku YiXing sudah tidak mau menghubungiku lagi semenjak aku memutuskan hubungan kita kita berdua. Tapi kenapa ia mengirimiku surat? Ah, atau jangan – jangan ini surat dari gadis – gadis di club yang sering aku kunjungi itu?'

Karena penasaran, Kris segera membaca surat yang ternyata juga berwarna merah jambu itu.

.

KAU MERASA TAMPAN? KAYA? GENIUS DAN SEMPURNA?

TETAPI TIDAK MEMILIKI KEKASIH? HAHAHAHA. YANG UDAH TUA AJA PUNYA ISTRI SEMBILAN!

SEKARANG TAHUN 2013 BRO! KASIHAN DEH...

Nb: kalau kamu ingin mempunyai kekasih sejati, segera tengoklah keluar jendelamu saat ini!

"SU-SURAT apa – apan ini? Pasti kerjaan orang iseng" Kris meremas surat itu membentuk bola dan melemparkannya ke tempat sampah di meja kerjanya.

Namun beberapa menit kemudian, karena ia merasa penasaran Kris pun membuka jendela di ruang kantornya yang berada di lantai 7 itu dan melihat ke luar jendela.

.

"A-APA ITU?!"

Di gedung seberang, ia bisa melihat seorang –bukan- sebuah makhluk serba putih yang (sepertinya) sedang melayang dan tiba – tiba meluncur(?) ke arahnya.

"U-UWAA!" Kris mundur tergesa – gesa namun makhluk itu benar – benar cepat. Langsung saja ia menabrak Kris dan mereka berdua tersungkur di lantai kantor Kris yang dingin.

"Adudududuh pantatku sakit..."

Kris melirik sosok yang bersuara di sebelahnya

"Si-siapa kau?! Makhluk apa kamu?!" Kris mundur beberapa langkah sambil mencoba meraih smartphonenya yang tergeletak di meja kerja yang tidak jauh dari posisinya saat ini. Berniat menghubungi 911 sepertinya.

"He-hei... tenang dong! Aku ini malaikat tau! M-a-l-a-i-k-a-t! Namaku Kyungsoo!" sosok didepan Kris –yang-mengaku-seorang-malaikat- tadi mengillangkan tangannya di depan dadanya sambil mempoutkan bibirnya.

Merasa tidak ada respon, malaikat bernama Kyungsoo tadi menyerahkan beberapa lembar berkas yang tadi berserakan kembali kepada Kris

"Kamu sedang galau jodoh kan, tampan? Nah, aku punya cara agar kamu bisa menemukan cinta sejatimu. Selama 1 bulan ini kau akan bertemu dengan beberapa pria yang akan menjadi pujaan hatimu. Dan dari beberapa pria itu, hanya ada 1 yang beruntung untuk menjadi belahan hatimu untuk selamanya!" ucap Kyungsoo sambil tersenyum lebar.

"mimpi apa aku semalam..." Kemudian Kris jatuh pingsan.

-flashback end-

'apa ia salah satu pemuda yang dikatakan Kyungsoo ya? Tetapi kalau iya, berarti ia adalah pemuda ke 4 dalam sebulan ini...'

"ini pesanan anda tuan" Tao meletakkan gelas crystal pesanan Kris di depan pria itu. Sambil membungkuk 90 derajat, Tao berbalik dan meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain.

.

"Sudah mendapat target lagi tuan Kris Wu?" tiba – tiba sebuah suara menginterupsinya. Lebih tepatnya mengagetkannya

"Kau! Kau benar – benar membuatku terkejut! Sialan kau..." Kris hampir saja menjatuhkan gelas yang sedang ia bawa.

"hahahahaha... Makanya tuan Kris Wu yang galau jodoh ini jangan melamun mulu... Gak baik!" Kyungsoo terkikik dan kemudian menjentikkan jarinya. Ia menghilang lagi

.

Gangnam-gu, 01.45 a.m.

Seorang pemuda bertubuh tinggi terlihat sedang berjalan sendiri di trotoar mengenakan sebuah mantel hitam tebal dan tangannya ia masukkan ke dalam saku mantel. Suhu di kota Gangnam saat itu benar – benar dingin

Suara mesin mobil membuatnya membalikkan badan dan terkejut ketika terdapat sebuah mobil sport merah metalic berhenti di sebelahnya.

"naiklah..." Tao bisa melihat sosok pengemudi mobil itu ketika pintu mobil penumpang terbuka

"ti-tidak perlu... Saya bisa pulang sendiri kok" Tao tersenyum manis dan hendak meninggalkan mobil itu.

"sudah larut malam, dan kamu itu masih muda. Berbahayaa untukmu berjalan sendirian di sini" Pengemudi itu, yang ternyata Kris kemudian menekan klakson mobilnya berkali – kali. Membuat suara bising yang cukup keras. Di tengah malam...

"BERHENTI BERHENTI! HENTIKAN! I-iya – iya aku naik sekarang!"

Saat Tao telah duduk di kursi penumpang dengan nyaman, Kris menghentikan aktifitas gilanya tadi.

.

"Hey, Huang Zitao, aku punya sesuatu agar kita tidak bosan loh" sesekali Kris melirik ke pemuda bermata panda itu. "Benarkah? Ayo – ayo aku ikuuut..." Tao terlihat seperti bocah TK... Seperti biasanya...

"hahaha... Baiklah. Here we go"

.

Mobil sport milik Kris berhenti di depan toko kosmetik berkelas di Korea.

"Kenapa kita kesini?" Tao memandang toko itu setelah Kris membukakan pintu mobil untuknya.

"Lihat saja nanti, panda" Kris berjalan mendahului Tao. Dan memasuki toko mewah tersebut

.

Dan sekarang, di sebuah gang yang tidak terlalu besar, mobil Kris terparkir dengan kerennya(?) sedangkan dua pemuda yang tadinya berada di dalam mobil itu kini sedang asyik bermain di luar.

"Hahaha... Apa tak apa kalau kita mencoret – coret tempat umum seperti ini?"

Mereka berdua, Kris dan Tao sedang mencoret – coret hampir seluruh tempat di situ dengan lipstick mahal yang Kris beli tadi. Benar – benar ide gila.

Sekarang, semua tempat di situ sudah dipenuhi oleh coretan – coretan dan tulisan karya mereka.

"Hey Kris..." Tao saat ini sedang berada di gendongan Kris. Tepatnya ia duduk dipundak Kris. Sambil tetap mencoret – coret tempat itu

"Hm.?" Kris hanya bergumam. Tetap fokus menggendong Tao

"Bagaimana tulisan 'i love you' dalam bahasa Korea?"

"Seperti ini..." Kris memberikan contoh pada Tao dengan menuliskannya di dinding yang ada dihadapan mereka.

"Oh.. seperti itu..."

Dan malam itu, mereka mencurahkan apa yang mereka rasakan dengan goresan warna pada lipstick yang Kris beli dengan jumlah cukup banyak tadi. Sampai tak tersisa

.

"Kris... Aku lelah..." jemari Tao menari – nari di jendela mobil. Sepertinya Tao tak sadar kalau posisinya kini berada diatas pangkuan Kris dan punggungnya ia sandarkan di dada Kris.

"aku juga..."

Jemari Kris membuat sebuah nama di jendela mobilnya yang berembun itu

'Huang Zi Tao'

Tao cukup terkejut, tetapi kemudian ia bersenyum. Meskipun Kris tidak bisa melihatnya karena ia membelakangi Kris

Dan jemari Tao yang sejak tadi hanya membuat pola tak beraturan itu, juga menuliskan nama seseorang tepat berada di atas namanya.

.

.

Gambar hati serta tulisan 'Kris & Huang ZiTao' di dalamnya

"Good night dear..."

-End-


Gimana nih readers? Maaf kalo kurang memuaskan... Author masih baru ;;

Next xhap mau couple siapa nih?

Oke, jangan lupa Review yaaa... Gak review? Gak lanjut :p h3h3h3h3