BAEKYEOL
ENJOY~
.
Byun Baekhyun adalah seorang penyanyi sebuah grup kecil – kecilan yang selalu tampil di salah satu pusat perbelanjaan di Korea Selatan. Ia dan teman – temannya selalu meluangkan hobi mereka itu hampir setiap hari pada jam dimana orang – orang sudah pulang kerja. Tak sedikit pula penggemar setia mereka yang memberikan beberapa lembar uang untuk menghargai hasil penampilannya dan teman - temannya yang mengagumkan. Baekhyun itu memiliki suara yang sangat merdu, wajahnya juga tampan dan manis. Orang – orang meyakini dia pasti akan sangat terkenal jika ia menjadi seorang artis.
Tetapi menjadi seorang entertain bukanlah mimpinya. Lagipula ia juga memiliki banyak alasan tertentu sehingga ia tidak bisa meninggalkan tempat itu. Salah satunya adalah—
"Baby baby baby, baby baby baby... Yaksokhae geudaedo naman bomyeo...
Naman saranghae..." – EXO_Baby
Lantunan gitar akustik yang dipetik Baekhyun pun berhenti. Tanda bahwa lagunya telah usai. Suara tepukan tangan riuh dari para penonton yang cukup banyak hari itu.
"Uwaaa... Suara Baekhyun oppa tetap bagus sejak dulu!" seorang gadis kecil mendekati Baekhyun dan memberikan sebuah coklat batangan kepadanya. As usually
"Terima kasih, Sulli-ah. Kau sangat cantik hari ini" puji Baekyun sambil mengusap kepala Sulli perlahan
"Sulli kan memang selalu cantik oppaaaa" bibirnya mengerucut imut tanda kalau ia sedang kesal dengan Baekhyun, yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri
"Eh iya, oppa! Cowo tiang aneh pembawa bunga yang selalu melihat perform oppa tadi datang lagi loh! Apakah oppa melihatnya?" tiba – tiba saja mood Sulli berubah. Dasar anak kecil
"Hm... Oppa tadi melihatnya tetapi hanya sebentar. Aneh, dia tetap tidak menunjukkan ekspresi apapun... Seperti... Tidak memiliki semangat hidup" Baekhyun membuka bungkus coklat batangan pemberian Sulli tadi dan tiba – tiba tediam.
'apa aku ke tempatnya saja ya?'
'Unique' Flower Shop
Sebuah toko bunga yang masih berada di pusat perbelanjaan terkenal di Korea hari ini cukup ramai seperti biasanya. Memiliki 2 orang pekerja karena memang tempatnya yang tidak terlalu besar.
Ditengah atmosfer penuh kehangatan itu, tiba – tiba lonceng pintu terdengar cukup keras, tanda ada seseorang yang masuk dengan tergesa – gesa.
"SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEMUA INI?" teriak pemuda berambut pirang yang ternyata adalah Kris tersebut.
Karena merasa ada keributan, sang pemilik toko keluar dan menghampiri pria yang cukup menarik perhatian para pengunjung toko.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
Pria tadi melempar sebuah bucket bunga ke meja tempat Chanyeol-salah satu pegawai di situ- berada.
"DIA! DIA MELAKUKAN KESALAHAN YANG FATAL! KARENANYA KEKASIHKU MARAH DAN TIDAK INGIN MENEMUIKU LAGI!" bentak Kris itu sambil menuding pria ber nametag Chanyeol yang sedang melirik ke arah bossnya yang juga sedang menatapnya. Chanyeol benar – benar merasa bersalah sekaligus takut bila sang boss akan memecatnya
Sambil menghela nafas cukup panjang, sang boss menggiring Kris sedikit menjauh dari tempat semula
"maafkan kelalaian kami tuan. Kalau boleh tahu apa kesalahan yang telah pegawai kami lakukan?"
"Dia salah menuliskan nama kekasih saya! Seharusnya Huang Zi Tao! Bukannya Hwang Zitao! Padahal saat itu aku akan melamarnya dengan memberikannya bunga untuknya! Tetapi saat bunga itu dikirimkan ke alamatnya,ia membaca namanya! Ia mengatakan aku ini kekasih yang tidak bisa diandalkan! Kesalahannya itu benar - benar fatal!" Kris yang ternyata seorang pengusaha terkenal itu menuntut ganti rugi
"Sekali lagi maafkan kecerobohan kami... Sebagai gantinya anda dapat memilih bunga yang anda sukai dan kami akan mengirimkannya gratis ke tempat anda..."
Kris memijit keningnya. Tanda ia cukup stress terhadap apa yang terjadi.
"Baiklah kalau begitu..." dan Kris berjalan – jalan memilih bunga untuk dirangkaikan dan dikirim ulang kepada kekasihnya
Ketika pemuda bernama Kris itu hendak keluar dari toko, ia sedikit melirik Chanyeol lalu segera meninggalkan tempat itu.
Kling~
'Seorang pelanggan lagi' batin Chanyeol
"Permisi... Saya sedang mencari bunga Lily. Tolong rangkaikan 4 tangkai ya..." pelanggan itu berdiri di depan Chanyeol
DEG!
Jantung Chanyeol berebar kencang saat ia melihat wajah pelanggan itu.
'di.. dia.. Byun Baekhyun kan?! Manis sekali... Tunggu.. A-apa yang kau pikirkan Chanyeol bodoh!'
Chanyeol memang pandai menutupi perasaannya. Kalau orang lain berada di posisi Chanyeol, pasti wajah mereka akan memerah. Tetapi tidak untuknya
Dengan wajah yang datar Chanyeol sedikit membungkuk dan berbalik menuju kumpulan bunga – bunga untuk mencari yang diminta Baekhyun dan merangkaikannya.
Baekhyun membuntuti Chanyeol, dan ia tersenyum saat pria tinggi itu tak melihatnya. Baekhyun mengetahui satu hal. Pria itu bernama Park Chanyeol.
Sudah empat bulan Baekhyun dan teman – temannya bermain di tempat yang sama, hingga tiba – tiba seorang lelaki datang kepada mereka yang akan membereskan peralatan band.
"Lagu kalian benar – benar bagus! Saya yakin, lagu anda akan sangat laris dipasaran bila anda merilisnya! Apakah kalian ingin menerima penawaran saya untuk menjadi artis – artis di manajemen saya?"
"Ma-maaf... Tetapi kami tidak berminat untuk menjadi orang terkenal. Begini saja sudah cukup kok"
Baekhyun tersenyum canggung kepada lelaki itu. Tak ingin menyerah, ia yang sepertinya masih muda itu memberikan kartu namanya.
"Kalau kalian berubah pikiran, harap hubungi nomor saya. Kim JoonMyeon. Terima kasih" dan lelaki itu berbalik meninggalkan mereka yang sepertinya diambang kebimbangan.
1 bulan kemudian, Baekhyun dan teman - temannya benar - benar telah menjadi artis yang terkenal. bahkan mereka telah memiliki album debute mereka.
"AKU SANGAT MERINDUKANMU OPPAAA~" Sulli berlari menerjang Baekhyun dan memeluknya erat.
Saat ini Baekhyun sedang berjalan - jalan ke mall tempat ia dan teman - temannya tampil 1 bulan yang lalu. Setelah debut, ia sama sekali tidak bisa bertemu dengan Sulli, maupun Chanyeol-pria yang diam - diam ia sukai- karena jadwal yang padat sebagai artis pendatang baru
"Hey cantik... Oppa juga merindukanmu..." Baekhyun melepas pelukannya dan menatap Sulli sambil tersenyum, "bagaimana bisnis toko roti milik keluargamu, hm?" tangan kanan Baekhyun mengacak surai coklat gadis kecil itu
"Berkembang sangat pesat, oppa! Terima kasih berkat saran menu baru dari oppa... Pelanggan banyak yang menyukainya!" Sulli tersenyum sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.
Baekhyun melihat seseorang yang tak asing baginya sedang berjalan sekitar 5 meter dari keberadaan mereka
Park Chanyeol.
Dan bunga - bunga pesanan pelanggan di tangannya.
"Sulli, tunggu sebentar di sini!" Baekhyun berdiri dan berjalan cepat menuju Chanyeol yang sepertinya tidak mengetahui kehadiran Baekhyun di dekatnya seraya merogoh tas hitamnya untuk mengambil sesuatu.
"Park Chanyeol! Tunggu dulu!" Baekhyun berdiri tepat di depan Chanyeol yang membuat pemuda itu sedikit terkejut.
Baekhyun memberikan suatu benda berbentuk segi empat kepada Chanyeol yang memasang wajah penuh tanda tanya
"Itu album perdanaku... Kuharap kau menyukainya. Aku tahu kau sering menonton pertunjukanku satu bulan yang lalu kan?"
Dengan ragu Chanyeol menerimanya.
"Emmm... Anggap saja kau itu sebagai penggemarku yang beruntung."
Chanyeol terdiam sambil memandangi album itu.
"Ah! Aku sedang terburu - buru! Chanyeol, kau harus segera mendengarkannya, kutunggu kau di tempat ini, satu minggu lagi di jam yang sama dan beritahu aku pendapatmu tentang laguku, ya! See you!"
Dan Baekhyun berlari menuju Sulli, bisa Chanyeol lihat Baekhyun mengecup sayang kening gadis itu dan pergi meninggalkannya.
Chanyeol memasukkan album itu ke tas kecil yang selalu ia bawa lalu kembali melakukan kegiatannya yang sempat tertunda.
Satu minggu telah berlalu. Baekhyun sedang menunggu kedatangan Chanyeol di taman mall seperti yang sudah ia janjikan.
Matahari sudah hampir tergantikan oleh bulan tetapi Chanyeol belum terlihat juga.
Baekhyun sudah memeriksa tempat kerjanya tetapi toko tersebut sedang libur. Dan Baekhyun tidak tahu nomor maupun alamat pria itu
"Apa ia melupakannya" Baekhyun menghela nafas panjang dan hendak meninggalkan tempat itu. Sudah 4 jam ia menunggu
Di tengah rasa sedihnya, seorang pria tinggi berlari menujunya.
Park Chanyeol akhirnya datang
Ditangan Kanannya terdapat album perdananya Baekhyun
Chanyeol berhenti di depan Baekhyun, sedikit menunduk agar dapat menatap manik mata Baekhyun
"aku membencimu!"
Dan album di tangan Chanyeol kini telah berpindah kembali ke tangan sang pembuat
Baekhyun hanya terdiam. Ia sedang memproses apa yang baru saja terjadi. Waktu terasa seperti berjalan sangat cepat
Tiba - tiba bahu mungilnya bergetar
Ya. Baekhyun menangis. Ia menangis tanpa suara
"A..apa... yang sudah kuperbuat, Chanyeol?"
Tiga hari setelah kejadian tak terlupakan itu, Baekhyun kembali mendapat libur selama 3 hari oleh manajemennya. Dan ia berencana bertanya kepada Chanyeol apa yang sudah ia perbuat dan kala perlu meminta maaf padanya.
Sepertinya Tuhan sedang berbaik hati padanya. Ia melihat Chanyeol sedang duduk di kursi taman yang ada di mall tersebut. Ketika Chanyeol mengetahui bahwa ada Baekhyun di sana, ia segera beranjak namun lengannya ditahan oleh Baekhyun.
"Tunggu Park Chanyeol!"
Tubuh tinggi itu diam. Tak memberontak sedikitpun.
Baekhyun memutar tubuh Chanyeol agar berhadapan dengannya.
"Apa benar kau membenciku?" Baekhyun menatap manik Chanyeol dalam.
Hening
Tak ada jawaban dari pria di depannya
"Apa kesalahan yang sudah kuperbuat? Jawab aku!"
"..."
"Apa kau tuli, Park Chanyeol?! JAWAB AKU! Hiks... AKU MENCINTAIMU, PARK CHANYEOL!" Baekhyun tidak dapat mengontrol emosinya. Ia memukul - mukul tubuh Chanyeol dengan brutal. Meskipun pukulannya tidak terasa sakit bagi Chanyeol
Chanyeol menggenggam kedua tangan Baekhyun yang sedari tadi memukulinya, membuat Baekhyun menghentikan aksinya serta menghentikan tangisnya
Baekhyun tak sadar jika sedari tadi Chanyeol membawa selembar lipatan kertas di tangannya. Dan ia berikan kertas tersebut kepada Baekhyun
"a-apa ini?" Ia mengusap airmatanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya kemudian membuka lipatan kerta itu dan membaca apa yang tertulis di dalamnya
'Maafkan aku, Byun Baekhyun
Kau terlalu sempurna untuk bersamaku.
Wajahmu sangat manis. Dan dari yang kulihat terhadap reaksi orang - orang saat mendengarkanmu bernyanyi, kau pasti memiliki suara yang indah.
Sedangkan aku?
Untuk menyebutkan namaku sendiri saja tidak bisa
Untuk mendengarkan suara indahmu juga tak bisa.
Maafkan aku Byun Baekhyun.
Orang sesempurna dirimu tidak pantas bersama orang tuli dan bisu sepertiku'
Kertas itu terjatuh begitu saja ke lantai.
"Hiks... Chan-Chanyeol..."
Baekhyun menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Cukup terkejut akan apa yang barusan ia baca.
"Chanyeol.. Aku benar - benar mencintaimu... Biarkan aku menjadi pendampingmu... A-aku... Tidak peduli apapun yang terjadi padamu... Aku akan selalu ada untukmu Chanyeol.. Aku berjanji...Hiks.."
Chanyeol memegang kedua pundak Baekhyun. Ia mengucapkan sesuatu dengan terpotong - potong. Tidak jelas memang, tetapi Baekhyun dapat memahaminya.
'apa... kau... yakin...baekhyun?'
Baekhyun memangguk mantap.
"Aku akan ada di sampingmu. Aku akan menjadi matamu ketika kau tak lagi melihat, aku akan menjadi telingamu untuk mendengarkan, aku akan menjadi mulutmu untuk berbicara, aku akan menjadi tangan dan kakimu untuk melakukan apapun.'
'terima kasih, Baekhyun. Saranghae...' Chanyeol mengecup bibir mungil Baekhyun sekilas.
"Nado saranghae, Park Chanyeol..."
Esoknya, Baekhyun mengirim pesan singkat untuk Chanyeol dan mengajaknya untuk ke taman di mall seperti kemarin. Dan permintaannya disanggupi oleh Chanyeol
"Lagi - lagi dia terlambat..." Baekhyun mulai bosan menunggu Chanyeol yang sedari tadi tak kunjung datang
Tiba - tiba, seseorang menepuk pundakknya dari belakang.
"Ya! Siapa kau!" Baekhyun menolehkan kepalanya dan terkejut ketika tahu bahwa yang menepuknya tadi adalah Sulli
"Yah~ Oppa membuat Sulli ketakutan tahu!" Gadis itu memajukan bibirnya kesal. "Sedang menunggu Chanyeol oppa ya? kkk" Sulli terkikik dan duduk di samping kiri Baekhyun. Sedangkan Baekhyun, wajahnya kini sudah semerah tomat. Ia benar - benar merona karena apa yang gadis itu katakan memang benar adanya.
"HEY! ITU CHANYEOL OPPA~!" Sulli menunjuk - nunjuk seorang pria bertubuh tinggi yang sedang berjalan kearah mereka berdua.
Chanyeol melambaikan tangannya. Tanda menyapa mereka berdua ketika sudah berada di depan Baekhyun.
"Hai Chanyeol.. Omong - omong... Aku ingin memberikanmu sesuatu." Baekhyun menyerahkan sebuah kotak mungil kepada Chanyeol.
Chanyeol menerimanya dan menatap Baekhyun dengan tatapan yang sudah Baekhyun ketahui artinya
"Buka saja~!"
Segera Chanyeol membukanya. Di dalam kotak itu terdapat suatu benda mungil berwarna putih. 'bentuknya aneh' batin Chanyeol.
"Itu alat bantu dengar, Chanyeol... Dengan itu kau bisa mendengar suara - suara yang ada disekitarmu. Meskipun tidak sejelas yang diharapkan."
Chanyeol menatap Baekhyun. Dan memeluknya erat. Cukup lama hingga Baekhyun merasa sesak karena pelukan Chanyeol yang terlalu kencang
"Ukh..Chanyeol... Se-sesak..."
'maafkan aku, Baekhyun. aku benar - benar menjadi kekasih yang tidak berguna... Tetapi aku terlalu mencintaimu... Maafkan aku...' batin Chanyeol sembari melepas pelukannya pada Baekhyun dan terseyum..
FIN
OMAKE~~
"Hey Chanyeol... Aku masih penasaran tentang bagaimana bisa kau berteriak bahwa kau benci padaku selantang itu? Aku bahkan sedikit tidak percaya kau bisa melakukan itu..."
Saat ini Baekhyun dan Chanyeol sedang berduaan di balkon apartement milik Baekhyun. Dengan ditemani dua cangkir teh hitam hangat di meja kecil.
Chanyeol mengeluarkan pena dari kantong bajunya, dan merobek secarik kertas memo yang selalu ia bawa kemanapun. Dan menuliskan beberapa kalimat cukup cepat.
'BERTERIMA KASIHLAH KEPADA ZHANG YIXING. PEMILIK TOKO BUNGA TEMPATKU BEKERJA. DIA YANG MENGAJARIKU SELAMA DUA HARI UNTUK BERLATIH MENGATAKAN "AKU MEMBENCIMU!" KARENA AKU YANG MEMINTANYA.'
Baekhyun membaca tulisan yang Chanyeol tulis, dan kemudian ia terkikik, "Kenapa kau melakukan itu? Agar aku membencimu dan pergi meninggalkanmu? Begitu? Hahahaha. Dasar Park Chanyeol Boodoh!"
Dan dapat Baekhyun lihat Chanyeol memasang wajah kesal padanya.
'Aku akan ada di sampingmu. Aku akan menjadi matamu ketika kau tak lagi melihat, aku akan menjadi telingamu untuk mendengarkan, aku akan menjadi mulutmu untuk berbicara, aku akan menjadi tangan dan kakimu untuk melakukan apapun.' - Baekhyun, to Chanyeol
.
.
.
.
Huwaaaa... Maafkan keterlambatan apdet dariku readersss... /sungkem/
Aku juga gak bisa balesin reviewnya /,\ gomenasai~~~ Ini aja publish sambil nyuri - nyuri WiFi di tempat kos. Lumayan lah dapet 2 - 3 batang sinyal. wks /?
Aku sekarang punya jadwal yang gila - gilaan. Cuma punya sedikit waktu free karena di SMK ini sekolahnya fulldays. Dan otak juga lagi dibuntu sama tugas - tugas numpuk khas anak STM. Hiks/?
Maafkan juga karena sudah membuat cerita yang benar - benar hancur ini ;;;
Oiya, ini aku republish lagi soalnya tadi ada beberapa kesalahan/duagh/
Adakah yang tidak asing dengan alur cerita di atas? Aku benar - benar terinspirasi dari sebuah film taiwan (atau Jepang? Gak tau dah, lupa. wks) yang ceritanya sso sweeet banget. Mengharukan. Sampai nangis liatnya. /malah curhat/
Okelah kalu begitu! Ditunggu reviewnya ya! Kira - kira siapa pairing untuk chapter berikutnya? xD
