Karena banyak yang request Kaisoo, jadi chap ini buat Kaisoo dulu ya readers... Gomenasai~
.
.
jangan pelit review...
.
.
"Do Kyungsoo, kau harus bertemu dengan yang mulia sekarang..." sesosok makhluk tinggi bersayap putih tiba - tiba masuk ke dalam ruangan milik Kyungsoo, pemuda berparas manis yang memiliki sayap putih seperti makhluk tadi. Bedanya, tubuh Kyungsoo lebih mungil darinya.
Kyungsoo dan Junhong adalah salah satu malaikat cinta... hm lebih spesifiknya... bagaimana ya, yang jelas mereka bertugas membantu salah satu target mereka untuk dapat bersatu dengan jodohnya. Terdengar pasaran ya? Tapi itulah yang terjadi/?
"haishh... iya - iya, Junhong... Aku akan segera ke sana, kurang lebih se-"
"Sekarang, hyung!" yang dipanggil Junhong itu menyilangkan tangan di dadanya.
"Tapi aku-"
"Sekarang, atau Yang Mulia akan menurunkan jabatanmu sebagai penjaga sel bawah tanah hyung!"
Kyungsoo yang merasa terdesak, akhirnya menurut dan segera keluar dari kamarnya.
Junhong melihat sesuatu tidak sengaja terjatuh saat Kyungsoo berlari tadi, dan mendekati sesuatu yang terjatuh tersebut
'kertas apa ini?' karena penasaran Junhong membaca kertas tersebut
'aku masih mengingat kenangan saat aku masih hidup meskipun hanya berupa kepingan - kepingan. Dan aku harus menyatukannya kembali walaupun itu sulit'
"ah, aku benar - benar tidak mengerti." Zelo melipat kertas itu seperti semula dan meletakkannya di meja yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri
"Hey! Kyungsoo! Tunggu aku!" Junhong berlari mengejar Kyungsoo yang sedang berjalan di koridor dengan pandangan kosong.
"..."
Kyungsoo menundukkan kepalanya, Junhong sempat melihat ia mengusap airmata di pipinya.
"Hei Junhong! Apa tugasmu sudah selesai? Ayo kita kembali..." Kyungsoo tersenyum sangat tulus pada Junhong.
Junhong tahu, Kyungsoo habis menangis.
Junghong tahu, ada gurat kesedihan dibalik mata Kyungsoo walaupun ia sedang tersenyum.
Junhong tahu, karena itu sangat jelas terlihat.
"Kyung... Apa yang terjadi padamu? Yang mulia mengatakan apa padamu?" Junhong membuka selimut Kyungsoo yang menutupi hingga seluruh badannya dan mendapati mata Kyungsoo sedang terpejam.
"..."
"Hey, Kyung. Aku tahu kau pura - pura tidur. Katakan padakuuu" Junhong mengguncang pundak Kyungsoo hingga akhirnya merasa terganggu dan menyerah, memilih untuk membuka matanya
"Baiklah! Baiklah! Tapi kau harus berjanji padakul!" Kyungsoo mengangkat jari telunjuknya ke depan wajahnya.
"Baiklaaahh... Apa itu?" Junhong terlihat sangat bersemangat. Ah... Tak tahukah perasaan dilema yang Kyungsoo rasakan saat ini, Junhong?
"Jangan katakan ini pada siapapun, mengerti?"
"Tentu saja, Kyung!" Junhong mengangguk - anggukkan kepalanya cepat. Kyungsoo yang gemas mencubit pipi Junhong dan mendapat glare dari sang empunya.
"Jadi begini..."
.
.
"do kyungsoo... aku tahu yang ada di pikiranmu saat ini..." Sebuah suara terdengar di balik tirai berwarna putih di ruangan yang sangat luas itu. Hanya ada mereka di sana
"be-benarkah yang mulia?" kyungsoo tetap menunduk semenjak ia memasuki ruangan tersebut
"Kau... Dapat mengingat sebagian memori sewaktu kau masih hidup kan? Dan kau tahu apa artinya itu, Kyungsoo?"
"...saya mengerti yang mulia... maafkan saya..." mata Kyungsoo berkaca - kaca, dadanya terasa sesak. Rasanya sangat sakit sekali walaupun hanya untuk bernafas
"tidak Kyungsoo, kau tidak salah. Itu sudah takdirmu. Dan dengan sangat menyesal aku harus mengembalikanmu ke bumi. Padahal kau mengerjakan tugasmu sangat baik di sini..."
"tapi... yang mulia. Aku..." suara Kyungsoo bergetar
"Baiklah, akan kuberikan kesempatan selama 12 jam untuk memilh antara kau tetap berada di sini tetapi memori semasa hidupmu akan dihapus total seperti semestinya, atau kau bisa kembali ke bumi."
"Baiklah, akan kupikirkan, yang mulia..."
"Sekarang kau bisa keluar dari ruanganku"
.
.
"K-kyung... Jadi... Kau memiih yang mana?" Suara Junhong bergetar. Oh tidak, sepertinya setelah ini ia akan menangis.
"Entahlah Junghong, aku sedang memikirkannya. Dan aku sangat bingung... Aku tidak bisa meninggalkanmu dan yang lain.." Kyungsoo memeluk Junhong erat.
"Tenang saja, aku menerima apapun keputusanmu, Kyung..."
'karena kau sahabatku...'
Seoul, 31/12/2xxx
Hari ini adalah peringatan 2 tahun meninggalnya Do Kyungsoo. Dan Kai, sebagai satu - satunya orang yang ditinggalkannya saat ini sedang meletakkan sebuah bucket bunga mawar putih di salah satu pembatas jalan di kota Seoul yang tak jauh dari apartementnya, dan apartement Kyungsoo, dulu.
"tak terasa sudah dua tahun berlalu begitu saja ya, Kyungsoo..." Kai tersenyum getir seraya memandangi bucket bunga itu.
Dua tahun yang lalu, sebuah kejadian yang mengejutkan menimpa Kai. Tunangannya, Do Kyungsoo, tertabrak sebuah mobil yang dikendarai seorang pemabuk dan meninggal seketika. Kejadian tersebut terjadi tepat 5 meter dari posisi Kai saat itu.
"apa kau bahagia di sana, Kyungsoo? Aku di sini masih tetap menunggu. Menunggu waktuku untuk bisa bertemu denganmu di 'sana'"
Kai memasuki kamar di apartementnya. Sekali lagi, ia memandangi sepotong artikel koran yang ia tempel di dinding dekat meja kerjanya.
Artikel tentang kematian tunangannya
"Jadi kau ingin kembali hidup, Do Kyungsoo?"
Dan Kyungsoo pun mengangguk
"Baiklah, akan kuijinkan kau kembali hidup, tetapi ada syaratnya"
"a-apa itu, yang mulia?"
"Kau harus bisa mencium tunanganmu, Kim Jong In dalam kurun waktu lima jam setelah kau 'kuhidupkan untuk sementara' sebelum kau kembali hidup seutuhnya."
"Kalau-"
"kalau kau gagal, tak akan bisa hidup, dan tak bisa kembali kemari. Kau akan 'lenyap'"
Dan di sinilah ia sekarang, di sebuah taman kota di Seoul, sendirian
Dan yang membuatnya bahagia adalah, ia hidup kembali
Walaupun ia belum hidup seutuhnya
Kyungsoo memang mengingat sebagian kisah semasa hidupnya. Tetapi ia sama sekali tidak bisa mengingat bagaimana ia meninggal
Kyungsoo melihat jam di tengah taman kota itu
'jam 22.00. tersisa dua jam lagi sebelum batas akhirnya. Sial aku lupa di mana apartement ku!'
Saat Kyungsoo sedang termenung, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal sedang terduduk di sebuah kursi taman tak jauh darinya.
Saat ia akan mendekat, ia tersadar akan suatu hal
'tapi... aku yang sebenarnya masih mati, kan? Kalau aku bertemu dengannya sekarang... Aish! Bagaimana aku bisa menciumnya tanpa membuat Kai tahu kalau itu aku?' Kyungsoo berpikir, dan ia mendapat suatu ide.
Kyungsoo berjalan menuju air mancur di tengah - tengah taman kota itu yang setiap 5 menit, air itu memancur. Suhu yang dingin karena musim tak ia hiraukan demi misinya
Kyungsoo melirik ke arah jam di taman.
'lima... empat... tiga...'
'dua...'
SPLASSH
Perhitungan Kyungsoo tepat. Di jarak sedekat itu, ia akan tersiram air mancur itu
"He-hei! Kau tidak apa - apa?" Kai yang melihat kejadian tersebut segera berlari kearahnya
Kyungsoo menunduk.
"a-aku tidak apa - apa..."
DEG
'suara ini... rasanya aku tidak asing... ah, tapi tidak mungkin...' Kai berusaha menepis pikiran tidak masuk akalnya.
Tidak sengaja tatapan mereka bertemu.
"kau... kyungsoo?" Kai terbelalak kaget. Ia mundur beberapa kebelakang
'tidak mungkin... Kyungsoo sudah meninggal... Kyungsoo sudah meninggal...'
"a-aku?" Kyungsoo segera mengingat misinya.
Berpura - pura menjadi orang lain
"Maaf... Karena tunanganku mirip denganmu. Yah.. hanya berbeda di rambutnya saja sih. Hahaha"
Saat ini Kai dan Kyungsoo sedang berada di sebuah toko pakaian tedekat. Kai sedang berbaik hati
"kurasa ini cocok untukmu..."
Kai memberikan satu pasang pakaian berwarna putih dan abu - abu untuk Kyungsoo. Mengingat pakaian satu - satunya yang basah kuyup
"Tapi... kenapa?"
"Anggap saja hadiah untuk natal..." Kai tersenyum dan berjalan menuju kasir
'ah benar... sebentar lagi natal, ya?' Kyungsoo segera melihat jam yang ada di toko tersebut
'setengah jam lagi...' Dan Kyungsoo pun mengikuti Kai
Dan mereka berdua berjalan - jalan ke taman itu lagi. Ada banyak orang - orang yang menunggu untuk countdown hari natal. Begitu pula mereka
"Umm... Ini untukmu... Terima kasih karena sudah menemaniku walaupun hanya sebentar..."
Kai memberikan sebuah liontin dengan bandul berbentuk dua kristal salju berwarna putih dan memakaikannya kepada Kyungsoo.
Kyungsoo terdiam. Tak tahu apa yang harus ia lakukan, hingga ia tersadar
Kai sudah menghilang dari pandangannya.
"K-Kai! Kaiii! Dimana kau?" Kyungsoo berlari menuju kerumunan orang - orang di sana
'1 menit lagi...' Kyungsoo tetap berlari. Ia tak mau menyerah. Ia tak mau mati
Kyungsoo tak bisa menemukan Kai dimana - mana. Ia mendengar suara orang - orang menghitung mundur
"sepuluh... sembilan..."
Kyungsoo kembali berlari
"delapan... tujuh... enam..."
Kyungsoo berhasil menemukan Kai. Jarak mereka cukup jauh
"Kai! Ini aku, Kyungsoo!" Kyungsso berlari. Terlihat Kai menoleh dan terkejut.
Tubuh Kyungsoo mulai memburam.
Ia sudah terlihat tembus pandang
"tiga... dua..."
Tangan Kai ditarik Kyungsoo agar mendekat padanya
"satu..."
TENGG... TENGGG...
Tahun sudah berganti. Suara riuh orang - orang disana dan suara kembang api dimana - mana
Namun, bibir mereka belum bersentuhan barang sedetikpun
"Kyungsoo... Kau..." Kai memegang pundak Kyungsoo yang semakin tembus pandang
"Kai... hiks.. Maafkan aku..." bahu Kyungsoo bergetar.
'kau harus kuat Kyungsoo!'
"Aku... Harus meninggalkanmu lagi, Kai... hiks.. maaf... Waktuku tak banyak.."
Kyungsoo sedikit berjingkat
CUP
Ia mencium Kai. Matanya terpejam menikmati detik - detik terakhirnya
Sedangkan Kai, sepertinya mulai mengerti apa yang terjadi. Ia merengkuh tubuh mungil dihadapannya yang perlahan - lahan mulai menghilang.
'selamat tinggal, Kai... Aku mencintaimu...'
Dan Kyungsoo pun meghilang beserta liontin yang ia berikan untuknya
"Kyungsoo... terima kasih atas segalanya. Aku juga mencintaimu..." dan sekarang, Kai mendapati kehampaan di depannya.
Sosok itu sudah tidak ada lagi
Pagi ini adalah awal baru bagi Kai.
'Yang tadi malam, rasanya benar - benar seperti mimpi, kyungsoo..'
Ia bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju meja kerjanya
"kemana artikel itu?" Kai mencari potongan artikel yang sellu tertempel di dinding di depannya tetapi tetap tak menemukannya.
DING DONG
"siapa yang datang sepagi ini? Yang kuingat Kris hyung meliburkanku selama 1 minggu..." Kai berjalan gontai kemudian membuka pintu apartementnya
"Siapa-"
"Kaiiii!"
Sesosok tubuh menerjangnya. Kai benar - benar bingung
"Kenapa tidak membalas pelukanku? KAU MELUPAKANKU KIM JONG IN?" Sosok didepannya berteriak
"K-kyungsoo? Itu kau?" Kemudian Kai tersadar
'ini pasti mimpi! Bangun Kai!' Kai menggeleng - gelengkan kepalanya
"Kau pasti menganggap ini mimpil! Jahat sekali..." Bibir Kyungsoo mengerucut
"Bukan mimpi? Bagaimana bisa?" Kai masih belum bisa mempercayainya
Sebuah pukulan 'sayang' dilayangkan tepat mengenai kepala Kai
"Dasar bodoh!"
"Aaargh..." Kai meringis seraya mengusap kepalanya yang terasa myeri
"Kau bertemu dengan sesosok malaikat dan melakukan perjanjian padanya kan?!"
Kai sedang akan kembali menuju apartement nya setelah berdoa untuk Kyungsoo di gereja. Hingga ia melihat sebuah handphone tergeletak di jalan di depannya.
"Hampir saja aku menginjaknya''
Tiba - tiba handphone tu berdering. Karena refleks, Kai mengangkatnya
"halo..."
"Halo. Kau pasti Kai, kan?"
Kai terkejut.' Bagaimana orang itu tahu namanya?'
"Bagaimana kau tahu?"
"Aku tahu semua tentangmu. Kudengar kau ingin bertemu dengan tunangmu lagi, benar?"
"...tentu saja"
"akan kuberikan satu kesempatan. Berikan liontin yang menggantung di ihandphone ini pada seseorang yang sangat mirip dengan Kyungsoo-mu. Batasnya adalah saat pergantian tahun nanti."
"Tu-tunggu!"
"ada apa?"
"apa benar aku akan bisa bertemu dengannya lagi?" Genggaman Kai pada handphone itu mengerat. Ia sedikit tak menyangka
"Ya, tentu saja"
"Sa-satu lagi!"
"Apa?"
"Siapa... siapa kau?"
"...kau bisa memanggilku Malaikat Cinta Junhong"
"Jadi... aku berhasil?" pandangan Kai masih tidak fokus. Berusaha mencerna apa yang sedang terjadi
"Tentu saja sayangku... Aku hidup lagi, bodoh!" Kyungsoo memeluk tubuh tunangannya itu
"aku... kembali... hiks..."
Kai merengkuh tubuh mungilnya. Menghirup aroma yang benar - benar ia rindukan selama ini. Ia berjanji akan selalu menjaga Kyungsoo. Tidak akan membiarkan Kyungsoo pergi untuk yang ketiga kalinya
"Selamat datang kembali di rumah, kyungsoo..."
FIN
saatnya bales revieeewww~~ :')
URuRuBaek : ini sudah apdet sayang... makasih reviewnya ya :)
Reezuu Kim : hati - hati kena diabetes loh. hahaha. makasih reviewnya ya...
Brigitta Bukan Brigittiw : jangan nangis dong.. nanti chanbaek gak bahagia loh /apa ini/ chapter ini Kaisoo dulu sayang... banyak yang request soalnya.. makasih reviewnyaa
12Wolf : ini sudah Kaisoonya...
siscaMinstalove : Ini sudah dilanjuut... silahkan dinikmati kaisoonya /?/
yoo araa : kaisoo nya dimana? Di korea sayang /plak/ ini sudah updateee... makasih reviewnya ya
yang sudah baca, jangan lupa review untuk penyemangat yaa... maklum author jadi lebih sibuk... tapi kalo ada waktu pasti berusaha dilanjut kok...
Thanks ^^
