BETWEEN HEAVEN AND HELL

.

YUNJAEYOOSUMIN

.

Selamat membaca ^^ thx reviewnya untuk chap kemaren, miaaann author masih labil(?), GJ TYPO dll en blom jago bikin NC -_-V enjoy #kecupsayang

.

.

Entah keberanian darimana, Jaejoong menarik kerah baju Yunho hingga kini namja cantik itu berada diatas Yunho, ia melumat bibir kekasih tampannya itu tanpa ampun, bertukar saliva dan mendecak tak beraturan. Sungguh menambah gairah yang tidak terbendung bagi siapapun yang mendengarnya.

Didalam mobil Yunho, mereka terlarut dalam kebahagiaan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, hingga keduanya entah sadar atau tidak kini sudah tidak berbalut sehelai benangpun. Menit berikutnya yang terdengar hanyalah desahan-desahan seduktif, melakukan aktifitas panas yang mungkin lebih cocok dilakukan oleh namja dan yeoja karena Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan.

Tapi apa ada yang salah disana? Tidak, bukan keinginan mereka yang notabene berkelamin sama untuk saling jatuh cinta, bukan salah mereka jika perasaan sayang yang 'berbeda' itu muncul, toh bukankah rasa cinta dan sayang itu juga anugerah Tuhan? Mereka bisa saling mencintai juga bukankah karena ijin-Nya? Ada campur tangan Tuhan disana.

Mungkin bagian yang salah adalah ketika mereka memilih mempertahankan dan membiarkan cinta itu berkembang meski tidak pada tempat-nya, tapi mau bagaimana lagi hidup adalah pilihan dan pilihan Jaejoong adalah mencintai Yunho begitupun sebaliknya, dosa atau tidak biar Tuhan yang mengatur karena manusia tidak berhak menilai.

Yunho mengelus rambut Jaejoong dengan sangat lembut, ditelusurinya tubuh menggoda itu dari atas hingga menyentuh pusar, membuat si cantik yang berada diatasnya hanya bisa menahan napas dan menggigit bibirnya.

"Tubuhmu sangat lembut boo, bahkan jauh lebih lembut dari kapas"

Si cantik Kim tidak bisa bersuara apapun, ia hanya mendongakan kepala dengan bibir bagian atas yang digigit, menahan sensasi sentuhan yang kekasihnya berikan. Tubuh Jaejoong berada diatas tubuh Yunho, tentu saja junior mungil miliknya terhimpit diantara otot-otot perut si namja Jung, menambah gairah yang sulit ia jelaskan. Telunjuk Yunho berputar disekitar pusar Jaejoong, ia menaikan wajahnya untuk mengecup pusar yang berwarna putih pucat membuat si pemilik mendesah nikmat.

"Y-Yun"

"Hum?"

Tidak mempedulikan geliatan Jaejoong, Yunho terus menelusuri tubuh namjachingunya dengan jari telunjuknya hingga ia mengelus bagian paha dalam kekasih cantiknya, bagian yang cukup sensitif bagi si cantik Kim.

"A-Ah Yu-Yunnie" pinggangnya terangkat, giginya mengigit bibir bawahnya, sedang kedua tangannya memegang pegangan pintu. Sungguh, sentuhan Yunho membuat dirinya lupa diri.

"Punyamu kecil sekali Jaejoongie, apa kau tidak pernah merawatnya hum?" goda Yunho dimana tangan kanannya tidak berhenti berputar-putar di sekitar selangkangan Jaejoong.

"A-aku b-bukanh di-rimuh yang ra-rajin berolah ragaahh ah Yun~" desahnya

"Kau mau tahu bagaimana caraku merawat juniorku hingga bisa sebesar ini?"

Jaejoong menoleh kebelakang dimana junior Yunho berdiri tegak tanpa kekangan, ukurannya bisa dibilang besar dan sedikit panjang, belum lagi warnanya yang begitu menggoda, Yunho benar-benar sempurna untuk menjadi seorang seme.

"Aku selalu melakukan ini setiap pagi, karena itu ukurannya bisa menjadi sebesar ini kau perhatikan hum?"

Yunho nampak menyentuh juniornya sendiri, matanya terpejam suara beratnya terdengar semakin seksi saat ia mendesah. Melihat Yunho mengelus juniornya sendiri, membuat gairah Jaejoong semakin naik, dengan cepat ia membalikan dan kini namja tampan seksi itu berada diatasnya.

"Mulai sekarang biar aku yang melakukannya untukmu Yunnie"

"Benarkah? Apa kau bisa melakukan hal itu sayang?" elusan tangan Yunho di pipi Jaejoong membuat Jaejoong merona

"A-aku bisa, akan kutunjukan padamu"

Perlahan tapi pasti tangan Jaejoong kini sudah berada di junior kecoklatan Yunho, dia menyentuhnya seakan alat kelamin itu adalah anak kucing yang menggemaskan, Jaejoong memainkan sesuka hatinya tanpa mempedulikan arahan Yunho.

"Ah, Joongie gerakan keatas sayang aaaahh ini jauh lebih nikmat daripada harus bermain sendiri aaahh sayang naikan tanganmu"

Tanpa aba-aba, Jaejoong secepat kilat kembali membalikan tubuhnya agar ia berada diatas dan dengan segera mulut kecilnya ia masukan kedalam junior Yunho, memang tidak semua karena ukuran junior Yunho yang panjang dan besar tapi hal itu cukup membuat tubuh atletis itu menegang.

Karena tidak tahan akan kuluman Jaejoong, Yunho membalikan lagi posisinya sebagai seorang seme. Dengan kasar ia menciumi seluruh leher Jaejoong hingga meninggalkan banyak bekas, tangan Jajeoong bertengger indah di pundak kekar Yunho, kakinya menekuk seperti orang melahirkan dengan kaki Yunho yang lurus sehingga membuat junior keduanya saling bersentuhan.

Si cantik tanpa cacat itu semakin mendesah tak karuan, kaca mobil berembun layaknya adegan dalam film Titanic, suasana di dalam mobil panas luar biasa meski bercampur dengan AC, sedang wangi pengharum mobil tidak lagi berpengaruh, karena tercampur bau harum tubuh keduanya yang tengah nikmat bercinta. Beruntung kaca mobil Yunho berwarna hitam, jadi tidak ada yang tahu aktifitas panas mereka, meski yeah mobil itu nampak bergoyang tak beraturan.

Yunho terus menggesekan junior mereka sambil terus memainkan lidahnya di bibir, leher dan dada Jaejoong yang membusung. Gesekan demi gesekan dari kedua junior yang menegang membuat junior mini Jaejoong basah, inilah klimaksnya untuk pertama kali.

"Cepat sekali huh?" goda Yunho yang masih setia menggesekan juniornya yang kini agak menyamping ke selangkangan namja cantiknya.

"Mian aku sudah tidak kuat" rajuknya

"Gwaenchana baby, kau sudah puas? Kka pakai bajumu, aku akan mengantarmu pulang"

Yunho akan bangkit dari kegiatan menindih Jaejoong namun secepat kilat kekasih cantiknya itu mengalungkan kedua lengannya di leher Yunho.

"Kau mau kemana huh? Hanya aku yang keluar, kau bagaimana? Apa kau tidak ingin mencicipi bagaimana rasanya berada didalam tubuhku?" goda Jaejoong.

Yunho tersenyum, ia mengecup kening namja cantiknya sekilas.

"Ini sudah cukup bagiku aku tidak mau terlalu jauh, itu akan menyakitimu sayang"

"Jangan mengangkat tubuhmu Jung! Tetap diatasku atau aku tidak akan memaafkanmu!"

"Joongie ini sudah kelewat batas, aku tidak mau menyakitimu"

"Justru kalau kau berhenti maka kau akan menyakitiku!" marah si cantik yang kini justru membalikan tubuhnya, sempitnya mobil tidak menyulitkannya untuk menungging, memperlihatkan hole indahnya yang sempit dan pastinya nikmat untuk dirasuki.

"Aku sudah siap Yun, bahkan sangat siap, rasuki aku!"

"Kau jangan main-main Kim Jaejoong, aku tidak akan bisa berhenti kalau kau menggodaku seperti itu"

"Masuki aku Jung Yunho! Aish apa aku harus mengemis padamu agar junior besarmu itu menancap di pantatku eoh?"

Yunho tertawa geli, ia sungguh tidak menyangka kekasih yang dulu ia kira sangat lugu ternyata jauh lebih mesum darinya. Junsu sering mengatai dirinya mesum kalau melihat gadis-gadis menggunakan rok mini, tapi sepertinya Junsu belum tahu bahwa kekasih prianya yang cantik ini jauh lebih mesum, dan untuk hal ini biarlah hanya dirinya yang tahu.

"Yunnie~" rengek Jaejoong sambil memundurkan tubuhnya agar holenya semakin mendekati junior Yunho.

"Aku tidak akan berhenti Jiji"

"Aku tidak menyuruhmu berhenti Jung, silahkan masuk"

Mendapat lampu hijau tentu saja tidak membuat Yunho menyerah, meski ia takut menyakiti kekasihnya tapi tak bisa dipungkiri tubuh Jaejoong jauh lebih nikmat dibanding tubuh wanita perawan yang sudah pernah tidur dengannya. Yunho memegang pinggang Jaejoong yang terkenal sensitif, ia sedikit berdiri menggunakan kedua lututnya, agak sulit karena tubuhnya yang tinggi tidak seimbang dengan luasnya mobil, tapi ia bisa menyesuaikan diri hingga juniornya siap melesat maju kedalam hole Jaejoong.

"Aaaahh"

Step 1, Junior Yunho mulai masuk seukuran garis juniornya.

"Euunnggg aaaaaahhh"

Step 2, Junior Yunho sudah setengahnya masuk meski di iringi rintihan kesakitan Jaejoong.

"AAAHH Y-Yun p-perih ah"

Step 3, Junior Yunho hampir masuk semua dengan tangan Jaejoong yang mencengkram pegangan pintu dengan kuat. Yunho putuskan untuk berhenti sejenak untuk mengambil napas, juniornya juga merasa sakit karena himpitan hole Jaejoong yang sangat sempit, bagai memasukan sebuah telur kedalam botol, sempit sekali.

"AAHH! Sssshhh s-sakit Yun"

Step 4, Junior Yunho sudah tertanam seluruhnya, dari ujung hingga batang dan hanya meninggalkan dua gundukan bola kembar yang menggelantung.

Step 5, Napas keduanya tersengal, yang satu akibat kesakitan satu lagi karena akhirnya sang pusaka berhasil diselamatkan dari himpitan gerbang yang menyakitkan(?)

"Sudah ku katakan ini akan sakit dan kau masih memaksaku boo, kalau sudah begini aku tidak bisa berhenti"

"G-gwaenchana Yun, lanjutkan sajaaahh ah"

Hole Jaejoong yang berdenyut membuat junior Yunho mendapat rangsangan lebih, ia seperti dipijat dengan tangannya sendiri, kenapa hole namja cantiknya ini bisa begitu lezat dan nikmat? Entahlah, ia tidak bisa menjawab hanya bisa merasakan.

"Boleh aku bergerak boo?"

"Aku menunggu hal itu Yunnie"

Yunho tersenyum kecil, ia menunduk untuk mengecup punggung putih mulus sang kekasih, hal itu sontak membuat juniornya semakin terjepit dan hole Jaejoong seperti mendapat tusukan memabukan.

"Aaaahh, kau luar biasa boo"

Sembari menciumi pundak, punggung dan rambut belakang Jaejoong, pinggul Yunho perlahan bergerak, maju mundur maju mundur pelan karena tidak ingin menyakiti kekasihnya.

"A-ah" desah Jaejoong terpatah sesuai gerakan Yunho.

Bosan karena melihat bagian belakang Jaejoong, Yunho membalik tubuh si cantik Kim, ia sangat ingin melihat wajah orgasme kekasih yang baru dipacarinya satu jam lalu itu, ia melihat wajah kenikmatan Jaejoong saat juniornya menyentuh bagian terdalamnya.

Namun saat wajah mereka berhadapan, Jaejoong justru menutup wajahnya malu.

"Kenapa kau tutup sayang?"

"Aku malu!"

"Kenapa harus malu? Tadi saat kau memintaku untuk merasukimu kau tidak malu" goda Yunho.

"Aish Yunnie pabo!"

Tangan Yunho terulur untuk menarik tangan Jaejoong dari wajahnya, ia tersenyum sehingga membuat gurat kemerahan tercetak jelas dari wajah cantiknya. Kembali Yunho memaju mundurkan tubuhnya, meminta akses untuk bisa menelusuri kedalaman hole Kim Jaejoong.

Merasa bahwa Yunho sudah bergerak kembali, tangan Jaejoong sontak memegang pundak Yunho yang lembab karena keringat, ia menelusuri lekuk tubuh berotot kekasihnya, benar-benar seksi.

"Kau indah sayang"

"Dan keindahan ini hanya untukmu Yunnie"

Tidak tahan dengan ketatnya hole Jaejoong membuat Yunho bergerak semakin cepat, mobil mewahnya yang masih menyala bergerak sesuai tubuhnya, tidak peduli yang orang pikirkan ketika melihat mobil bergoyang tak beraturan miliknya, yang ia pikirkan sekarang hanyalah memberi kenikmatan untuk juniornya dan junior mini Jaejoong.

"A-Ah Yu-Yunnie ah"

Junior Jaejoong yang berdiri tegak bak tiang bendera, menusuk-nusuk bagian perut Yunho, karena tidak ingin menyakiti kekasihnya yang sudah sangat menegang, Yunho sedikit menurunkan tubuhnya hingga perut itu menghimpit Junior Jaejoong dan menambah gairah sensasi yang sulit dijelaskan. Perut Yunho yang ikut bergerak turun naik seakan mengurut urat-urat kebiruan milik junior Jaejoong.

"Hum ah ah eeunngg i-ini enak Yunnie hmm aaahh"

"Benarkah? Aku akan menambahkan kecepatanku kalau begitu, bolehkah?"

"Lakukan sesukamu sayang"

"Bersiaplah boo"

Setelah mendapat ijin dari Jaejoong kecepatan hujaman Yunho mulai menggila, mobil itu bergerak sangat cepat seolah gempa bumi berskala 5 sedang mengguncang sungai Han. Jaejoong berteriak karena nikmat mengepung dirinya, Yunho mengecupi bibir Jaejoong, junior namja cantik itu dihimpit perut six pack Yunho, Jaejoong memeluk leher Yunho semakin erat karena goncangan tubuh Yunho sungguh tidak bisa dibendung.

Melihat wajah Jaejoong yang memerah, dengan mata yang tertutup dan bibir yang mengeluarkan desahan indah, membuat pikiran Yunho tak terkontrol, dengan cepat ia mendudukan Jaejoong hingga kini si cantik itu berada dipangkuannya.

"Arrrgghhh J-Joongie b-bagaimana kau bisa senikmat ini huh? Eungh"

"Ah ah ah ah"

Jaejoong hanya bisa menjawab dengan kalimat-kalimat yang semakin menambah libido Jung itu meningkat, tubuhnya terangkat keatas dan kepalanya terantuk ke kap mobil. Yunho seakan sedang mengocok botol soda, ia memegang kedua pinggang Jaejoong dan menaik turunkan tubuh mungil kekasihnya itu.

Jaejoong sedikit kecewa karena juniornya tidak lagi berhimpitan dengan perut seksi Yunho, ia berinisiatif untuk mengurut juniornya sendiri agar semakin menambah kenikmatan panas yang terjadi di dalam mobil mewah Yunho.

"Y-Yun a-aku"

"Keluarkan sayang, keluarkan milikmu"

"Ah ah ah, Y-yun eeerrrrgghh"

Yunho menghentikan gerakannya karena cengkraman tangan kanan Jaejoong mengeras di pundaknya, kepalanya terangkat keatas dengan mata terpejam dan bibir bawah yang di gigit, Kim Jaejoong sukses mengalami klimaksnya yang kedua.

"Bagaimana rasanya?"

"Nikmat sekali Yun" jawabnya sambil tersengal.

Yunho mengecup pipi Jaejoong, dan si cantik itu mengusap bibir tebal Yunho dan mengecupnya sekilas, sungguh menjadi candu untuknya.

"Kau belum keluar sama sekali huh? Mudah terangsang tapi susah keluar, kau benar-benar kuat ternyata" goda Jaejoong.

"Bukankah kau suka dengan namja kuat sepertiku?"

"Keunde, aku ingin merasakan cairanmu di holeku Yunnie, apa yang harus kulakukan agar kau cepat keluar?"

"Nothing, kau hanya diam saja menikmati juniorku, bagaimana?"

"Hummm ok, bergeraklah holeku milikmu"

"Arraso, bersiaplah sayangku"

Yunho berganti posisi, kali ini posisi Jaejoong menungging seperti awal, junior Yunho tidak terlepas melainkan ia semakin melesatkannya kedalam, digerakannya kembali tubuh atletisnya maju mundur, mencoba mencari titik kenikmatan bagi dirinya sendiri.

"Euunngghh hummm"

Pelan pelan, agak cepat sedikit cepat dan semakin cepat, begitulah ritme tusukan tumpul Yunho mengenai lubang kenikmatan Jaejoong. Mendesah sudah bukan lagi hal yang luar biasa, keringat sudah jelas membasahi mereka berdua, AC di mobil sangat amat tidak berguna, toh bukan kepanasan karena udara yang mereka rasakan tapi panas akan gairah sex yang memabukan bagi keduanya.

"Y-Yun aku mau ah keluar lagi, ah ah ah"

"T-tahan boo, t-tahan sebentar"

"AH Aku sudah sudah t-tidak tahan Yunnie ah ah, ppali keluarkan cairanmu ah"

"Eungh arrrgghh"

"AH AH AH Y-Yunnie AH"

Yunho merasa dia sedang menaiki banteng yang mengamuk, kecepatannya semakin bertambah dan hal itu menambah kenikmatan bagi keduanya. Hingga tak berapa lama, sperma Yunho untuk pertama kalinya menyembur keluar hingga tak terbendung dan mengalir diantara bongkahan butt seksi Jaejoong serta menetes mengotori jok kursi mobilnya.

Tubuh Jaejoong ambruk, begitupun Yunho yang berbaring diatasnya. Si tampan Jung mengecupi leher belakang Jaejoong dan membuat si cantik Kim tersipu malu.

"Akhirnya, kita melakukannya juga Yun"

"Hum" jawab Yunho yang masih asik mengecupi tubuh kekasihnya.

"Kau miliku dan aku milikmu, aku berharap aku bisa mengandung anakmu meski aku seorang namja tapi keajaiban akan selalu ada kan Yunnie?"

"Hum" Yunho masih asik dengan kegiatan mencium-tubuh-Jaejoong.

"Ummaku juga seorang namja tapi ia bisa hamil, aku sangat berharap bisa mengandung dan membesarkan anak-anak kita nanti, Yunnie~ah berhenti menciumi tubuhku, aku bau"

Jaejoong membalikan tubuhnya, kini mereka saling berhadapan dengan posisi Jaejoong yang berada dibawah.

"Kau bau? Kau justru sangat wangi sayang"

"Hihihi aku bau Yunnie, bau cairan Yunnie, bau bibir Yunnie bau napas Yunnie, semua tubuhku hanya bisa tercium wangi Yunnie"

"Aku mencintaimu Kim Jaejoong"

"Nado Jung Yunho"

Mereka kembali berciuman, sampai akhirnya terulang kembali adegan yang baru saja 5 menit lalu terjadi. Menusuk, bergerak, mendesah dan basah, begitu seterusnya sampai pagi menjelang.

_BETWEEN HEAVEN AND HELL_

Matahari menyelusup memaksa masuk menembus jendela mobil Audy hitam S6 yang diam terparkir di pinggiran sungai Han, cahaya matahari yang hangat menyapa siapapun yang melewati sinarnya. Begitupun dengan kedua pasangan yang masih tertidur lelah selepas melakukan 'olah raga' hingga menjelang pagi, keduanya berada dikursi belakang masih tertidur dengan saling memeluk.

"Eungh" si cantik bernama lengkap Kim Jaejoong menggeliat pelan, suaranya mendadak serak karena 'konser' semalaman penuh.

Yunho tidak menjawab namun ia mengeratkan pelukannya di pinggang ramping namja yang saat ini sudah 'sah' menjadi miliknya. Jaejoong membalikan tubuhnya menghadap Yunho yang terlihat masih memejamkan mata.

Ia memandangi betapa tampan kekasihnya itu, Jaejoong menelusuri wajah Yunho dengan telunjuknya, bibir tipis berbentuk hati itu semalam menyentuh bibir merahnya, hidung bangir nan mancung itu semalam menghembuskan napasnya yang tersengal menahan gairah yang memuncak, mata kecil yang selalu memandangnya penuh cinta itu semalam menatap tubuh indahnya penuh napsu, kulit coklat erotisnya itu semalam bersatu dengan kulit putih miliknya, Jaejoong kagum ia terpesona oleh semua kesempurnaan yang dimiliki seorang Jung Yunho.

Ia mengecup bibir Yunho sekilas dan membuat namja bertubuh atletis itu menggeliat pelan dan memeluk kepala Jaejoong di dada telanjangnya.

"Yunnie, ini sudah pagi aku harus sekolah"

"Pagi sayang, kenapa waktu cepat sekali berlalu? Aku masih ingin bersamamu"

"Bersamaku atau bersama holeku huh? Kau tega sekali, semalaman menggempurku habis-habisan" poutnya lucu.

"Bukankah kau yang meminta tambah boo? Deeper faster deeper more itu apa namanya?"

"Aish Yuuuunnniieee" karena malu Jaejoong mencubit pinggang Yunho, membuat si empunya pinggang panjang itu meringis kesakitan.

"Ah ah appo, kau senang sekali mencubitku hum?"

"Kenapa kau senang sekali menggodaku?"

"Siapa yang tidak tergoda dengan dirimu boo" Yunho mulai menciumi bibir Jaejoong, namun kemudian ia lepaskan ciuman itu mendadak dan melihat Jaejoong yang memajukan kepalanya meminta lebih.

"Nakal eoh? Sudah waktunya kau sekolah, Kka kuantar kau pulang" ucap Yunho sambil menoel hidung mancung Jaejoong.

Meski tidak rela, Jaejoong akhirnya menuruti perkataan kekasihnya. Setelah keduanya berpakaian, Yunho mengantar Jaejoong kembali pulang ia tidak masuk kedalam rumah hanya mengantar sampai gerbang. Karena Jaejoong takut Hankyung akan melakukan sesutu yang buruk pada Yunho. Jaejoong membuka pelan pintu ruang tamunya yang masih sepi, tak ada siapapun disana bahkan polisi yang biasa menjaganya pun tak ada.

"Kau baru pulang Joongie?" tanya Hankyung yang muncul tiba-tiba dari ruang makan.

"N-ne Appa, Joongie baru pulang mianhe" Jaejoong menunduk

"Kau mandilah dulu, setelah itu temui Appa disini"

"Tapi Appa Joongie harus sekolah, Joongie sudah terlambat"

"Kau tidak akan sekolah disini lagi Kim Jaejoong"

"M-Mwo? Maksud Appa?"

"Kau akan ikut Appa ke LA dan bersekolah disana, Appa sudah bicara dengan kepala sekolahmu semalam untuk mengurusi semua dokumen kepindahanmu, mereka yang akan mengurusnya kau tinggal pindah saja"

"M-mwo? Appa kenapa tidak bicara dulu dengan Joongie? Kenapa Appa tiba-tiba memindahkan Joongie? Lagipula Joongie sudah kelas 3 sebentar lagi lulus sekolah"

"Tidak bisa, semuanya sudah diatur nanti sore kita langsung berangkat kau siap-siap saja"

"Tapi Appa"

"Kenapa kau sering membantah Appa akhir-akhir ini Joongie? Apa karena penjahat itu?"

"Yunho bukan penjahat Appa dia..."

"Cukup! Sekarang kau mandi dan bersiaplah, Appa akan ke kantor dulu, ada beberapa masalah yang harus Appa selesaikan"

Tahu Appanya susah dibujuk, membuat Jaejoong cemas, kalau ia pindah itu berarti ia akan semakin jauh dengan Yunho dan ia tidak mau. Jaejoong segera berlari kekamarnya dan memutuskan untuk membersihkan diri sebelum memikirkan rencana selanjutnya.

Sementara itu dirumah kediaman Jung, Yunho baru saja pulang, tampak raut wajah kelelahan namun senyum yang tidak terlepas menghias wajahnya yang kecil. Ia terkejut saat mendapati Siwon sedang duduk memainkan tuts tuts grand piano miliknya di ruang keluarga.

"Siwon~ah?"

"Hai Yun, lama tidak mampir kemari piano ini masih ada?" cuek Siwon sambil tetap memainkan tuts piano yang sekarang bernada Pachelbel itu.

"Apa yang kau lakukan disini, kau mau menangkapku huh?"

"Ahahaha aku sudah melakukannya sejak dulu kalau aku mau"

"Lalu kenapa kau tidak menangkapku?"

JREEEEENNGG~

Bunyi piano itu terdengar kencang menggema diseluruh penjuru ruangan, Siwon membalikan badannya menghadap Yunho yang masih berdiri di tangga.

"Katakan padaku kenapa kau mendekati Jaejoong?"

"Wae? Kau mencurigaiku ingin memanfaatkannya?"

"Aku tahu dirimu Jung Yunho, kita sudah saling mengenal sejak SMP dan aku tahu bagaimana sifatmu"

"Kau masih mau mengenalku sejak kau masuk dunia kepolisian?"

"Oh God jangan mulai lagi Yun, bukankah kita sudah sepakat memilih jalan masing-masing? Aku memilih jalan yang benar dan kau memilih meneruskan usaha Appamu"

"Yeah, aku memang memilih menjadi penerus Appa keunde aku dianggap penjahat karena rencana bodohmu itu Choi, semua polisi di negara ini mengejarku, stupidly!"

"Ahahaha benarkah? Maafkan aku kalau begitu"

Kedua orang berbeda marga itu saling melempar senyum. Keduanya saling berpelukan seolah lama tak bertemu, Siwon melepaskan pelukan Yunho, dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan dan menatap foto keluarga yang terpampang jelas diatas piano besar itu.

"Wae? Kau masih merindukannya?" tanya Yunho yang kini sudah duduk santai disofa ruang keluarga.

"Tidak pernah sedikitpun aku tidak merindukannya" gumam Siwon yang masih menatap foto itu.

"Kalian ini seperti memang sudah ditakdirkan bersama ya, Sicca kuliah hukum dan kau bekerja menjadi penegak hukum ckck pasangan serasi"

"Kapan dia akan pulang?" tanya Siwon yang sudah mengambil tempat duduk di depan Yunho.

"Bulan depan, kau mau menjemputnya?"

"Kau bodoh? Kalau aku menjemputnya, maka semua rencana kita gagal Jung"

"Hum kau benar, tapi dia pasti akan kesal kalau kau tidak menjemputnya di bandara setelah sekian lama kalian berpisah"

"Akan kujelaskan padanya nanti setelah rencana kita berhasil"

Yunho hanya mengangguk sambil mengigit buah apel yang tersedia disana.

"Katakan padaku, apa yang kau lakukan dengan Jaejoong sampai namja itu jatuh cinta padamu?"

"Nothing, dia mencintaiku dan aku juga mencintainya"

"Bohong, kau mana bisa jatuh cinta Yun"

"Mungkin kau tidak percaya, tapi kali ini aku benar-benar mencintainya aku ingin melindunginya, bersamanya dan selalu ada di sisinya"

"Meskipun kau tahu itu akan membahayakannya?"

"Dia yang memilih jalur bahaya ini untuk ditempuh bersamaku"

Siwon menatap Yunho dalam, ia tak menemukan kebohongan disana dia tahu bahwa sahabat-nya itu benar-benar mencintai Jaejoong. Wait? sahabat? Siwon dan Yunho bersahabat, bahkan sejak SMP. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, keduanya menjadi semakin dekat ketika tahu bahwa Siwon berpacaran dengan Jessica yang tak lain adalah adik Yunho. Namun persahabatan mereka terganggu karena Siwon menjadi penegak hukum sedang Yunho tetap pada jalurnya sebagai penerus mafia milik ayahnya.

Yunho membantu Siwon untuk menangkap gembong mafia yang terkenal sadis dan sering meneror warga, meski awalnya Yunho menolak karena hal itu bisa membuat nama keluarganya tercoreng, tapi Siwon meyakinkan Yunho agar ia mau bekerjasama.

"Lalu, bagaimana? Apa sudah ada berita dari GD atau TOP?" tanya Yunho menatap serius sahabat kecilnya itu.

"Not yet, bagaimana bisa aku menyelidiki kalau Seohyun mati, aish kau ini ceroboh sekali bagaimana bisa kau membunuhnya huh?"

"YA! Itu bukan salahku, anak buahku bermaksud untuk menahannya tapi wanita itu malah lari dan berteriak minta tolong"

"Neeee kalau sudah begini aku semakin susah mencari keberadaan kelompok DRAGON! GD dan TOP terus saja berulah membuat kami kepolisian Korea tidak bisa tidur!" sebal Siwon.

"Neeee dan membuat nama keluargaku tercemar, kau tahu kan bahwa usaha ilegal Appaku sudah lama tutup dan saat kami mencoba untuk bersih kau malah menawarkan rencana gila itu"

"Hehehe ikan harus dipancing dengan ikan lagi Jung, bersabarlah sedikit semuanya akan menjadi jelas kalau kita sudah menangkap duo maut itu"

GD dan TOP adalah dua mafia yang bisa dibilang setara dengan mafia Jung, bedanya mereka lebih senang menghancurkan tempat-tempat umum dengan mem-Bom tempat-tempat ramai seperti hotel, pusat perbelanjaan, taman bermain dll. Bisa dibilang profesi mereka saat ini adalah meneror warga, dan Seohyun adalah istri dari TOP karena itu Yunho bermaksud menolong Siwon dengan menangkap Seohyun terlebih dahulu, namun anak buah Yunho malah membunuhnya dan membuat GD TOP menaruh dendam pada keluarga Jung.

Mereka berdua merencanakan untuk membongkar dan menangkap gembong GD TOP, meski Yunho harus sedikit menderita karena polisi terus saja menguntitnya. Siwon berpikir kalau Yunho tetap berada di jalur 'kotornya' kemungkinan besar GD TOP akan mengajaknya bekerja sama, dan setelah itu mereka akan dengan mudah menangkap duo yang menjadi buronan polisi seantero Korea itu. Lagipula, akan lebih mudah jika Yunho bisa masuk ke lingkup GD TOP dibanding polisi, karena mereka sama-sama mafia.

"Aku harus ke kantor, kabari aku kalau ada informasi tentang mereka"

"Hum, ah kau tidak makan dulu? Akan kusuruh Woori memasak seafood kimbab kesukaanmu"

"Benarkah? Aku tidak sempat kalau harus makan dulu, boleh aku bungkus tidak? Sebenarnya aku juga sedikit lapar Yun karena kau tidak pulang sejak semalam"

"Ahahaha mian aku menghabiskan malam dengan kekasih cantiku, tunggu disini aku akan menyuruh Woori untuk memasak"

"Yes! Gomawo Yun, btw mana Suie?"

"Dia sekolah, kau tunggu disini dan jangan kau ciumi foto Jessica"

"Aish kau Jung Yunho!"

.

.

Waktu bergulir dengan cepat, pagi menuju siang Jaejoong masih tidak beranjak dari kamarnya bingung apa yang harus ia lakukan untuk menolak keinginan Appanya untuk pindah ke LA, ini terlalu mendadak dan jujur ia belum siap meninggalkan Korea terlebih dia harus meninggalkan Yunho. Tanpa berfikir panjang ia segera mengambil mobilnya menuju rumah Yunho. Sesampainya dirumah Yunho, ia terus mencari dimana kekasihnya itu berada hingga ia menemukan Yunho berada diruang kerjanya sedang memeriksa beberapa dokumen.

"Boo?" tanya Yunho terkejut

"Yunnie" Jaejoong menghambur memeluk Yunho.

"Wae boo? Kenapa kau kesini? Kau tidak sekolah?"

"Aku tidak mau kehilangan Yunnie, aku tidak mau berpisah dengan Yunnie tidak mau tidak mau!"

"Hei hei hei ada apa sayang? Kenapa kau menangis?" Yunho menarik Jaejoong duduk, dia menghapus air mata Jaejoong lembut.

"Appa menyuruhku pindah ke LA untuk meneruskan sekolah disana, sore ini aku akan berangkat Yun"

"Wae? Bukankah itu bagus, kau bisa sekolah dan kuliah disana, Appamu menginginkan yang terbaik untukmu Joongie"

"Tapi aku tidak mau pindah, aku tidak mau berpisah dengan Yunnie"

"Pabo, siapa bilang kita akan berpisah? Memangnya aku tidak bisa menyusulmu kesana huh?"

"ANDWE! Pokonya aku tidak mau pergi dari sini, aku hanya ingin bersama Yunnie!"

Jaejoong masih terus merajuk, membuat Yunho kewalahan. Jujur ia juga tidak mau berpisah dengan Jaejoong tapi ini juga demi keamanan namja cantik itu. Menurut informasi dari Donghae yang baru saja ia dapat, GD TOP sudah mengetahui tentang keberadaan Jaejoong, jadi bisa saja kan mereka membalas dendam melalui Jaejoong dan Yunho akan sangat menyesali dirinya sendiri jika itu sampai terjadi.

Karena kelelahan terus menerus menangis dan memohon agar Yunho membawanya pergi, Jaejoong tertidur di ruang kerja Yunho. Hingga malam pun tiba, Jaejoong terbangun dan tidak mendapati kekasihnya berada disana, ia keluar dari ruang kerja Yunho dan menemukan si tampan Jung sedang menelpon, ia tidak mendengar jelas pembicaraan Yunho. Setelah selesai menelpon, Jaejoong mendekati Yunho dan memeluknya dari belakang.

"Eoh? Kau sudah bangun?"

"Hum"

Yunho membalikan tubuh besarnya yang seperti beruang(?) kini mereka saling berhadapan.

"Sudah malam, kuantar pulang ne?"

"Shiruh! Nanti Appa akan membawaku pergi darimu"

"Boo"

"Shiruh…shiruh…shiruh…! Aku ingin tinggal disini bersama Yunnie! Ah bagaimana kalau kita kawin lari?"

"kawin lari? Apa nantinya kau tidak capek lari terus-terusan?"

"Aish Yunnie! Jangan bercanda aku serius"

"Ahahahah arra arra, dengar sayang aku memang ingin menikah denganmu, sangat ingin malah, tapi aku tetap ingin meminta restu Appamu agar mau menyerahkanmu padaku"

"Tapi itu tidak mungkin Yun, Appa sangat tidak menyukai hubungan kita"

"Belum dicoba kan? Kajja aku antar kau pulang sekalian ada yang ingin kubicarakan dengan Appamu"

"Yunnie ingin melamarku?"

"Tentu saja, aku tidak akan membiarkanmu jatuh ketangan orang lain"

"Jinjja? Jeongmal kau ingin menikah denganku Yun?"

"Ne my princess" jawab Yunho sambil mencubit gemas pipi Jaejoong

"Tapi nanti kalau Appa marah bagaimana?"

"Asal nantinya beliau mengijinkan, aku siap menjadi sasaran amukan Appamu"

"Yunnie saranghae" Jaejoong kelewat senang, ia memeluk Yunho.

"Nado"

Pasangan YUNJAE pergi menuju rumah Kim, ada raut kecemasan diwajah keduanya, tapi Yunho sudah memantapkan hati untuk melamar Jaejoong. Tadi ia sudah meminta saran Siwon, dan menurutnya satu-satunya cara melindungi Jaejoong adalah dengan menikahinya, dengan begitu ia akan selalu berada disisi kekasihnya, menjaganya dari siapapun yang ingin mencelakai Jaejoong.

"Appa" sahut Jaejoong yang mendapati Appanya sedang duduk diruang tamu, terlihat jelas ada ke-khawatiran dari wajah yang mulai berkerut itu.

"Joongie?" Hankyung tersenyum mendapati puteranya telah pulang, namun senyum itu memudar begitu saja ketika dilihatnya tangan Jaejoong menggandeng tangan seseorang.

"Kau? Apa yang kau lakukan disini? Pergi dari sini atau kupanggil polisi!"

"Appa aku mohon dia namja yang aku cintai, aku mencintainya Appa"

"Mwo? YA KIM JAEJOONG kau gila? Kau mencintai namja? Ani aku bahkan tidak peduli kau mau mencintai namja atau yeoja, tapi dia adalah penjahat Joongie, tidak akan kubiarkan kau bersama namja ini, Victoria" teriak Hankyung

"Ne sajangnim"

"Panggil polisi dan seret orang ini keluar, Joongie kau masuk kita akan pergi ke LA malam ini juga!"

"Shiruh, aku tidak mau Appa aku mohon aku tidak akan meminta apa-apa lagi dari Appa aku mohon Appa" Jaejoong mulai menitikan air matanya.

"KIM JAEJOONG!"

"Sajangnim"

Yunho menjatuhkan dirinya, ia berlutut dihadapan Hankyung menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pemimpin dari keluarga mafia yang paling ditakuti, dihormati dan disegani, namun hanya karena seorang Kim Jaejoong semuanya hilang, harga diri dan penghormatan yang ia junjung tinggi tidak ia pedulikan demi sebuah kata restu, restu dari Kim Hankyung agar Jaejoong menjadi miliknya.

"Saya sangat mencintai anak anda, kami saling mencintai jadi saya mohon restui kami, ijinkan saya untuk menikahinya"

"Kau bodoh huh? Jangankan untuk menikah berpacaran saja tidak akan pernah aku restui! Kau pergi dari sini atau kupanggil polisi! KELUAR KATAKU! Victoria kau bawa Joongie masuk!"

"Tuan muda saya mohon turutilah Appa tuan muda"

"ANDWE! Aku tidak mau berpisah dengan Yunnie hiksss andweee hiksss"

PLAK~

"Kau sudah berani kau melawan Appa huh? MASUK!"

"Yunnieeeeee hiksss"

"Joongie" hatinya sakit melihat Jaejoong yang ditarik paksa serta pipinya yang ditampar Hankyung, ia ingin melawan tapi ia tidak punya hak untuk itu.

Teriakan Jaejoong perlahan menghilang bersama tubuhnya yang sudah diseret Hankyung menuju kamar Jaejoong, sedang Yunho masih tetap berlutut disana.

"Tuang Jung anda sebaiknya pergi sebelum semuanya menjadi kacau" ucap Victoria.

"Aku tidak akan pergi dari sini"

"Tapi, maaf Tuan Jung apa anda benar-benar mencintai tuan muda Joongie?"

"Aku mencintainya! Demi arwah ibuku di surga aku mencintai dia sepenuh hatiku, aku seorang Jung Yunho tidak akan pernah mau merendahkan diriku seperti ini jika bukan karena dirinya"

Victoria menatap mata Yunho, tak ada kebohongan disana. Sejak kedatangan Yunho di pesta ulang tahun Jaejoong, ia sudah tau bahwa Yunho dan Jaejoong saling mencintai.

"Kalau kau memang mencintainya apa kau mau berkorban demi tuan muda?"

Yunho menatap Victoria bingung.

"Dengar, kau tunggulah diluar tidak peduli hujan, badai atau apapun yang menerpamu kau harus tetap berdiri disana"

Yunho terkejut dengan saran Victoria yang menurutnya, aneh.

"Percaya saja padaku, kalau kau mencintai tuan muda kau harus berkorban untuknya"

"Aku akan memberikan nyawaku jika dia menginginkannya"

"Kalau begitu kau tunggulah diluar, semoga besok akan ada titik terang untuk hubungan kalian"

Meski ragu Yunho melangkahkan kakinya keluar menuruti perintah kepala pelayan yang turun menurun sudah mengabdi pada keluarga Kim. Yunho berdiri diluar, mematung berharap ada keajaiban yang datang, niatnya baik jadi pasti akan ada kebaikan yang mengikutinya. Hujan mulai turun dengan lebat, seluruh pakaian Yunho basah, tubuhnya bergetar kedinginan giginya mengertak menahan hawa yang seakan menusuk tulang dan dagingnya, namun demi sebuah restu ia rela melakukan semua itu.

Hankyung mengunci Jaejoong dikamarnya, ia menyimpan kunci itu didalam saku dan beranjak menuju ruang tamu, dilihatnya Yunho sudah tidak disana.

"Dimana anak bodoh itu?"

"Tuan Jung sedang berada diluar sajangnim"

"Mwo?Diluar? Kenapa tidak kau usir!"

"Dia memilih bertahan disana sajangnim"

Suara petir menggelegar, bersamaan dengan derasnya hujan yang turun.

"Biarkan saja dia disana sampai mati kedinginan! Kau jangan sekali-kali melepaskan Joongie mengerti?"

"Ne sajangnim"

Hankyung meninggalkan ruang tamu untuk beristirahat dikamarnya. Hujan semakin deras, Yunho masih tetap berdiri disana, seperti yang dikatakan Victoria, tidak peduli petir, hujan, angin bahkan badai sekalipun, ia akan tetap bertahan. Jaejoong masih menangis di dalam kamarnya, ia terus saja menggedor pintu namun tak ada satupun orang yang mempedulikannya.

Pagi tiba, Hankyung sudah berpakaian rapih, dia akan mengurus beberapa masalah dulu diantor sebelum berangkat ke LA.

"Victoria, bangunkan Joongie suruh dirinya bersiap-siap"

Hankyung membuka pintu rumahnya dan betapa terkejut dia mendapati bahwa Yunho masih disana tegak berdiri, meski tangannya mengepal menahan dingin, meski wajahnya pucat dan tubuhnya bergetar, tapi Yunho sama sekali tidak beranjak dari sana, tekadnya begitu kuat untuk meminang Jaejoong.

"K-Kau? Kenapa kau masih disini?"

"A-a-aku men-mencintai Jaejoongie, a-aku mohon r-restui k-kami" ucapnya dengn bibir yang bergetar kedinginan.

"Mwo?"

"Dia disana semalam sajangnim, kehujanan kedinginan, bahkan sampai pucat seperti itu" sahut Victoria yang muncul entah darimana.

Hankyung menatap Yunho tak percaya, begitu lama ia memperhatikan Yunho, dalam pikirannya berkecamuk semua pertanyaan 'apa dia benar-benar mencintai Jaejoong' namun ia bisa melihat dan merasakan ketulusan namja yang berbeda profesi dengannya, bisa dibilang Hankyung tersentuh dengan apa yang dilakukan si namja Jung.

"Kau sungguh mencintai anakku?"

"Aku mencintainya sejak pertama kali melihatnya, aku mencintainya dari setiap detik waktu yang berjalan, aku mencintainya dari saat matahari terbit sampai tenggelam, bahkan saat matahari tidak bersinar lagi aku akan selalu mencintainya, aku mencintainya tak terhitung waktu"

"Kalau aku memberimu restu, apa kau mau meninggalkan pekerjaan kotormu dan hidup normal untuk mendampingi puteraku dengan cara yang jujur?"

"Sejak aku bertemu dengannya aku berjanji pada diriku sendiri akan memilih hidup bersamanya"

"Apa kau bisa memegang ucapanmu?"

"Demi almarhum ibuku, aku tidak akan pernah mengingkarinya"

Suasana hening sesaat, Hankyung menghela napas, haruskah ia merestui YUNJAE? Haruskah ia percaya pada apa yang Yunho katakan?

"Victoria, mana tas kerjaku? Bangunkan Jaejoong, suruh dia menemui calon suaminya dan bergegas pergi sekolah" ucap Hankyung sambil berlalu menuju mobilnya.

Yunho membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang barusan Hankyung katakan, calon suami? Benarkah Hankyung sudah merestuinya? Ia menyusul Hankyung yang sudah berada didalam mobil untuk meminta kepastian.

"Sajangnim, anda tidak main-main dengan ucapan anda kan?"

"Bahagiakanlah puteraku, sekali kau membuatnya menderita maka aku tidak akan segan-segan membunuhmu, Minho jalan"

Hankyung melaju dengan mobilnya meninggalkan Yunho yang masih terdiam shock disana, Victoria berlari kearahnya dia segera memeluk Yunho dan mengucapkan selamat berulang kali, ia tahu sarannya itu pasti akan berhasil.

"Anda berhasil Tuan Jung, anda berhasil chukkaeo"

"A-aku tidak percaya Kim ahjussi akan menerimaku, gomawo ahjumma jeongmal gomawo, tapi bagaimana anda yakin bahwa Kim ahjussi akan merestui kami?"

"Kau tahu, dulu sajangnim juga melakukan hal yang sama, dia sangat mencintai Nyonya namun karena perbedaan kasta, tuan tidak di ijinkan menikah hingga akhirnya tuan melakukan persis dengan apa yang kau lakukan sekarang, itulah kenapa aku memintamu untuk menunggu karena aku tahu hati sajangnim akan luluh, seolah ia sedang kembali ke masa lalu"

"Benarkah?"

"Hum, Kka sekarang kau temui tuan muda Jaejoong dia pasti sangat menderita, aku mendengarnya menangis semalaman, ini kuncinya temui dia"

"Gomawo ahjumma jeongmal gomawo, kebaikan anda tidak akan pernah saya lupakan"

"Kau cukup membahagiakan tuan muda Jaejoong, itu saja balasannya"

"Aku pasti akan membuatnya bahagia" senyum Yunho sambil berlari masuk kedalam rumah, secepat kilat ia menaiki tangga dan ketika menemukan kamar Jaejoong ia membuka pintu dan langsung menghambur masuk, dilihatnya Jaejoong yang tertidur disamping pintu dengan mata yang membengkak.

"Joongie, bangunlah sayang boojaejoongie" Yunho mengangkat tubuh namja cantik itu dan memindahkannya ke atas ranjang.

"Eung, Y-Yunnie?"

Jaejoong memeluk Yunho, tangisnya kembali pecah.

"Ssssshh uljima jangan menangis lagi, mulai hari ini aku tidak akan membiarkanmu menangis, aku akan membahagikanmu Joongie"

"Hikssss Yunnie jangan tinggalkan Joongie, jangan pergi ayo kita pergi Yunnie sebelum Appa menemukan kita"

"Biar saja dia menemukan kita"

"Eoh? Wae?"

"Dengar Kim Jaejoong aku Jung Yunho mulai saat ini mendapat tugas untuk melindungimu, menjamin kebahagiaanmu dan menjaga agar air mata ini tidak lagi jatuh, dan tugas yang sangat indah ini aku dapatkan langsung dari Kim Hankyung ahjussi Appa dari Kim Jaejoong"

Jaejoong mengedip-edipkan matanya cepat, mencoba meloading maksud perkataan Yunho.

"Y-Yun maksudmu Appa"

"Hum, dia sudah merestui kita boo, Appamu sudah merestui kita!"

"JINJJA? JINNJAYO Yun? Benarkah itu? Tapi bagaimana bisa?"

"Takdir, ini semua takdir kita untuk bersama sayang"

"Yunnie saranghae neomu saranghae Yun"

"Nado, nado saranghae my princess"

TBC