Tittle : Suho's Holiday

Author : Chochoberry

Cast : Wu Yi Fan (Kris), Kim JoonMyun (Suho) , & other

Genre : romance, shounen ai,

nggak suka mending jangan baca ^^/

warning : cerita ini ngebosenin, awas ketiduran di saat membaca, banyak typo (s) maklum author masih abal - abal, judul nggak cocok ma cerita soalnya gue asal aja milih judul *plok* ._.

cuap-cuap: huwaaaa...ini fanfict berchapter pertama gue, makasih buat Mbak Depo atas idenya tapi gue ubah sedikit ya :3

ooo

ooo

ooo

Kris terbangun dari tidurnya yang cukup panjang, ia menggeliat untuk merenggangkan ototnya yang kaku. Kemudian ia merubah posisinya menjadi duduk.

"Akhhh...sakit sekali...!? gara-gara si bantet itu badanku jadi sakit semua...!" gerutu Kris sambil memegangi pinggangnya.

Ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan keluar kamar untuk sarapan. Sudah jadi kebiasaannya, jika bangun tidur Kris akan sarapan duluan baru setelah itu mandi. Ia tidak peduli meskipun ibunya marah-marah karena kebiasaan jeleknya itu.

Dengan langkah gontai―efek bangun tidur―Kris menuju ruang makan. Samar-samar terdengar di telinganya suara orang berbicara dan sesekali tertawa.

"Good morning mom" ujar Kris sambil menggeser kursinya dan duduk.

Ny. Jikyung yang awalnya sedang berbicara dengan Suho menoleh ke arah Kris, "Morning too honey, kamu tidak mengucapkan selamat pagi pada Suho juga heum ?"

Kris hanya melihat ibunya sekilas lalu ia melihat Suho yang tengah sibuk mengiris rotinya, "Morning bantet...!" ujar Kris ketus.

Suho yang mendengar ucapan Kris langsung mendongak ke arahnya sambil memberikan tatapan yang mematikan―yang terlihat lucu di mata Kris. "Morning too tower...!?"

"Yaa...!? apa kamu bilang ? jangan seenaknya manggil aku tower dong...!?" ujar Kris tak terima, masa iya namja setampan dia dipanggil tower.

"Kamu juga manggil aku dengan sebutan bantet...! lalu kenapa aku nggak boleh manggil kamu dengan sebutan tower...!?

"Dasar kamu―"

"KRIS, SUHO...!? STOP...KALAU MAU BERANTEM JANGAN DISINI, DI LUAR SAJA SANA...!? PAGI-PAGI UDAH BIKIN KERIBUTAN...!? " akhirnya kekesalan Ny. Jikyung keluar juga melihat Kris dan Suho beradu mulut daritadi.

Kris dan Suho langsung terdiam mendengar ucapan Ny. Jikyung dan melanjutkan acara makan mereka yang sempat tertunda tadi.

"Ahjumma...hari ini aku akan berjalan-jalan keliling Kanada, bolehkah ?" ujar Suho setelah menyudahi acara sarapannya.

"Tentu saja boleh, biar Kris yang akan mengantarmu sekalian jadi tour guide pribadimu" ujar Ny. Jikyung sambil mengelus rambut Suho.

"Mom...!? kan sudah aku bilang, aku tidak mau menemani si bantet ini...!?" protes Kris.

"Kris...kan mumpung kamu sedang libur bekerja, apa salahnya sih menemani Suho jalan-jalan ?"

"Aku kan jarang sekali dapat libur panjang begini, jadi aku ingin memanfaatkan liburan ini dengan bersantai...!?"

Suho yang melihat pertengkaran ibu dan anak itu jadi merasa tidak enak sendiri karena seolah-olah dialah yang menyebabkan mereka bertengkar.

"Ahjumma, sudahlah...aku bisa jalan sendiri kok"

"Tidak...tidak bisa, disini ini kota besar, ahjumma tidak mau kamu kesasar apalagi sampai diculik orang...!? pokoknya Kris akan mengantarkanmu...!"

"But mom―"

"Tidak ada tapi-tapian, temani Suho jalan-jalan atau semua ATM mu mommy blokir...!?"

Kris langsung terdiam bercampur shock mendengar ancaman ibunya. ATM adalah sumber kehidupan Kris, kalau itu diblokir bisa mati dia. Jadi dengan rasa yang amat terpaksa, Kris menuruti perintah ibunya untuk menemani Suho.

"Oh ya satu lagi...!? kamu harus membawa pulang Suho dengan selamat, kalau terjadi apa-apa dengan dia maka ucapkan selamat tinggal pada ATM mu" ujar Ny. Jikyung lagi sambil tersenyum penuh kemenangan, kapan lagi ia bisa mengancam anaknya yang satu ini.

Kris hanya bisa menghela napas, "Yes mom, i see...i see" ujar Kris sambil berjalan menuju kamar mandi.

Suho hanya bisa menunduk, ia yakin liburannya kali ini tidak akan menyenangkan yang ada malah bikin dia stress.


.

.

.

Suho dan Kris kini tengah berada di dalam mobil. Kris tengah fokus menyetir sedangkan Suho melihat pemandangan di luar jendela. Suasana di dalam mobil pun sangat sepi, bahkan lebih sepi dari kuburan karena diantara mereka berdua tidak ada yang mau membuka suara duluan.

Sifat Kris memang dingin dan jutek mungkin ini efek dari jabatannya di kantor sebagai direktur utama, seorang direktur harus jaga image bukan ? Kris lahir di China dan besar di Kanada. Namun, ia pernah tinggal di Korea selama 3 tahun jadi ia bisa berbahasa Korea ditambah lagi, ibunya selalu mengajarkan tentang Korea pada Kris. Itulah sekilas tentang Kris yang Suho ketahui.

"Tower, kita mau kemana sih ?" akhirnya Suho bertanya pada Kris karena rasa penasarannya yang sudah memuncak.

"Jangan banyak tanya...!? aku mau membawamu kemana itu terserah aku..!" ujar Kris sambil terus menyetir.

Kalau boleh jujur, sebenarnya Suho ingin sekali menyumpal mulut Kris dengan sepatu yang ia pakai tapi dia niat itu ia urungkan. Bukan...! bukan karena dia kasihan pada Kris tapi sepatunya itu sepatu mahal jadi ia harus cari barang lain yang lebih murah untuk menyumpal mulut Kris.

"Aku kan hanya bertanya...!? memangnya tidak boleh...!"

"Tidak...!"

Suho benar-benar tidak mengerti memangnya dia punya salah apa sama Kris sampai-sampai Kris dingin sekali padanya. Apa karena peristiwa tadi malam ? tapi itu bukan sepenuhnya salah dia, Kris juga salah ngapain dia mengendap-ngendap seperti maling di rumahnya sendiri ?

"Kamu kenapa sih ketus banget sama aku ? apa karena kejadian semalem ?"

Mendengar pertanyaan Suho, Kris menghentikan mobilnya secara mendadak membuat badan Suho sedikit terdorong ke depan untung saja dia sudah memakai sabuk pengaman. Kris menoleh ke arah Suho, "Itu juga termasuk, ditambah kamu telah menganggu waktu liburanku. Biasanya, hari ini aku bisa bersantai tapi gara-gara kamu semuanya berantakan...!"

Suho hendak protes, namun dengan cepat Kris melanjutkan kata-katanya, "Dan jangan mengajakku bicara ketika aku sedang menyetir atau kamu akan aku turunkan di jalan...!"

Setelah berucap demikian, Kris menjalankan mobilnya lagi sedangkan Suho hanya bisa merengut kesal sambil ngedumel nggak jelas.

Akhirnya mereka tiba di sebuah taman. Setelah Kris memarkir mobilnya, mereka langsung berjalan memasuki taman tersebut.

"Bbu..Butchart Garden" ujar Suho terbata-bata saat membaca nama taman yang tertera di pintu masuk. Kris terkekeh melihat kepolosan atau mungkin bisa dibilang kebodohan Suho.

Ternyata suasana taman cukup sepi, maklum sekarang―Kamis―adalah hari biasa dimana sekolah, universitas dan kantor masih belum libur. Jadi, Kris dan Suho lebih leluasa berjalan-jalan di taman ini.

"OMOOO...!? tamannya indah sekali, banyak bunga terus lihat..lihat...! ada aliran sungainya juga disana...WOOOO...!?" teriak Suho heboh sambil berlari-lari mengitari jalan setapak yang ada di taman itu.

Kris yang berjalan di belakangnya hanya bisa menahan rasa malu akibat tingkah Suho yang kekanak-kanakan itu. Kalau nanti Kris ditanya oleh orang-orang, apakah dia mengenal Suho atau tidak, maka Kris akan menjawab dengan tegas bahwa ia sama sekali tidak mengenal makhluk memalukan seperti Suho.

Saking semangatnya berlari, Suho menabrak seseorang yang tengah membawa minuman alhasil minuman itu tumpah ke baju orang itu.

"Damn it..! my clothes is dirty because that drink" ujar orang itu sambil membersihkan bajunya.

"Sorry, Sorry, mister...! I...I..too..exited..um..I" ingin rasanya Suho kembali ke sekolah dasar dan mempelajari bahasa inggris dari awal.

Orang itu menatap Suho, ia mengernyitkan dahinya. Bahasa inggris orang di depannya sangat buruk, membuat orang itu sedikit tidak tega untuk memarahinya. "Ok, no problem...next time you must be careful..! ujar orang itu sambil menepuk pundak Suho.

Suho menganggukkan kepalanya, ia sedikit mengerti apa yang dikatakan oleh orang itu karena kata no problem―tidak masalah―selalu dilihatnya di iklan sabun cuci, dan kata be careful―berhati-hati―selalu dilihatnya di jalan, "Thank's mister..." ujar Suho sambil menundukkan badannya.

Orang itu hanya tersenyum lalu kembali melangkah meninggalkan Suho. Tidak lama kemudian, terdengar sebuah tawa yang asalnya dari belakang Suho.

"Hahaha...harusnya kamu lihat wajahmu tadi sangat bodoh...! harusnya tadi aku memotretmu tadi...!" ujar Kris sambil memegangi perutnya karena terlalu kencang tertawa.

"Yaaa...! dasar tower menyebalkan...! kenapa tadi kamu tidak membantuku hah !?" kesal Suho.

Kris menghentikan tawanya lalu ia berjalan mendekati Suho, "Makanya sebelum kesini itu belajar bahasa inggris yang baik dan benar, kamu ini udah bantet, pabo lagi...!" Kris menoyor kepala Suho lalu melangkah pergi meninggalkan Suho yang mungkin saat ini sedang marah-marah tidak jelas.

"Haissshh...kalau begini ceritanya, aku menyesal minta bantuan appa" Suho mempoutkan bibirnya lalu mengejar Kris.

Oke, sepertinya Kris ingin menjedotkan kepalanya saja ke batang pohon lalu dilarikan ke rumah sakit daripada harus menemani Suho dengan tingkahnya yang absurd. Mulai dari ia yang banyak bertanya soal ini dan itu pada Kris, SKSD dengan para pengunjung taman dengan mengucapkan Hai sambil melambaikan tangannya,sampai salah masuk toilet, kalau hal ini Kris tidak habis pikir sebodoh itukah Suho sampai-sampai ia tidak bisa membedakan toilet women dan men. Dan lihat saja tingkahnya sekarang, Suho sedang asyik berlarian kesana-kemari sambil bernyanyi-nyayi tidak jelas. Sedangkan Kris duduk di kursi taman sambil memandangi Suho, dia heran karena ada makhluk sejenis Suho yang tidak tahu malu, childish dan polos―yang menurut Kris itu bodoh.

Drrrrtt...drrrtt...

Ponsel Kris bergetar menandakan ada telepon masuk, ditekannya tombol hijau tanpa melihat siapa peneleponnya.

"Hello, what's wrong ?"

"Kris, bisakah kamu datang ke tempatku sekarang ?aku ada perlu denganmu"

Kris mengeryitkan dahinya, "Perlu apa memangnya ?"

"Tidak bisa aku ceritakan lewat telepon, cepat ke apartemenku, aku tunggu...!"

Setelah mengatakan hal itu, orang yang menelepon Kris langsung memutuskan kontak mereka.

"Apa-apaan sih dia...! seenaknya sendiri...!" ujar Kris kesal, lalu pandangannya dialihkan pada Suho yang masih asyik dengan dunianya sendiri. Kris pun menghampirinya.

"Heh bantet...! bisakah kamu berhenti melakukan hal memalukan seperti itu ?"

Suho menghentikan larinya dan memandang wajah Kris penuh kesal, "Tidak bisa...! lagian suka-suka aku dong mau ngapain...!"

Kris memutar bola matanya jengah, "Hei...! aku mau pergi ke apartemen temanku, kamu tunggu disini saja ya, nanti setelah selesai aku akan menjemputmu disini".

"Apa !? kamu mau meninggalkan aku sendirian ? terus kalau aku diculik bagaimana ? kalau aku tersesat di taman ini bagaimana ? terus kalau aku dibunuh―hmmmmp" ucapan Suho terhenti karena tangan besar Kris membekap mulutnya.

"Khayalanmu terlalu tinggi tau...!? tidak ada yang akan melakukan hal itu padamu, tunggu saja aku disini...! jangan kemana-mana dan jangan berbuat hal yang tidak-tidak, mengerti...!" ujar Kris tegas.

Suho mengangguk pasrah.


.

.

.

Suho benar-benar menyesal sekarang kenapa ia tadi mau saja ditinggal oleh Kris. Dan ia merutuki kebodohannya yang tidak meminta nomer ponsel Kris dan Ny. Jikyung. Saat ini sudah pukul 12 malam, taman benar-benar sepi dan terlihat menakutkan bagi Suho.

"Aisshh...! kemana sih tower itu pergi..!? katanya sebentar tapi sampai jam sekarang ia juga belum datang untuk menjemputku...!?" gerutu Suho.

"Apa jangan-jangan ini adalah rencana dia, meninggalkan aku di taman sendirian. Kalau itu benar, dia tidak akan selamat di tanganku...! dasar...Kris tower menyebalkan..!" teriak Suho geram.

Sreekk...Sreeek

Mata Suho membulat mendengar suara itu. Suara yang berasal dari balik semak-semak dekat Suho duduk.

Sreek...Sreeek

Suara itu terus saja terdengar, membuat Suho semakin ketakutan, jangan-jangan itu hantu, jangan-jangan itu penculik, jangan-jangan itu binatang liar dan masih jangan-jangan yang lainnya muncul di otak Suho. Tanpa Suho sadari, air mata Suho mengalir keluar.

"Hiks...takut...appa...umma...hiks, myunie takut" sudah jadi kebiasaan Suho kalau dia merasa takut, dia akan menyebutkan nama kecilnya.

Suara itu belum saja pergi malah yang ada semakin keras, membuat Suho menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu menangis sejadi-jadinya."hiks...hiks...umma, appa...myunie mau pulang...hiks".

Tanpa Suho sadari, Kris tengah berlari menuju arahnya, sepertinya dia khawatir melihat Suho yang tengah duduk sendiri di taman sambil menangis.

"Bantet...!? kenapa kamu ?" tanya Kris sambil memegang pundak Suho, meskipun dengan nada lembut, Kris tetap saja memanggilnya bantet.

Suho tidak menjawab pertanyaan Kris, dia tetap menangis sambil menutup wajahnya. Tentu saja ini membuat Kris kelabakan, apa yang sebenarnya terjadi pada Suho. Perlahan, Kris menarik Suho ke dalam pelukannya, "Hei...! kamu kenapa heum ?"

"Takut...hiks" Suho terisak di dalam pelukan Kris, tangannya mengenggam erat kemeja yang Kris kenakan.

"Takut apa ? disini tidak ada yang perlu ditakutkan" ujar Kris lembut, entah mengapa Suho terasa nyaman sekali di dalam pelukannya. Dan ini adalah sisi Suho yang tidak Kris duga, Suho yang periang dan lincah ini ternyata punya sisi lemah.

Suho menunjuk ke arah semak-semak tapi wajahnya tetap ia benamkan di dada Kris. Kris melihat ke arah dimana tangan Suho menunjuk, dan ternyata yang ditakutkan Suho adalah―

ANAK KUCING...!?

"Itu cuma anak kucing, kamu takut sama anak kucing heum ?"

Suho langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah semak-semak itu, seketika wajahnya langsung memerah. Ternyata yang ia kira adalah hantu atau apalah hanya seekor anak kucing. Dia benar-benar malu pada Kris.

Kris terkekeh pelan melihat wajah Suho, "Ternyata kamu ini penakut sekali ya ? masa sama anak kucing saja takut" ejek Kris.

"Ini kan semua gara-gara kamu tower jelek...! coba saja kamu nggak bikin aku lama nunggu..!? haishhh...! menyebalkan !" Suho mempoutkan bibirnya imut, dihentakkan kedua kakinya secara bergantian, lalu pergi meninggalkan Kris yang sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah Suho.

"Sepertinya ini akan menyenangkan" gumam Kris lalu pergi menyusul Suho.

TBC


akhirnya gue bisa juga update nih ff di tengah kesibukan gue yang bergelimpungan dengan tugas dan praktikum. maaf, kalau update nya terlalu lama abisnya gue nggak bisa update cepet-cepet, fanfic yang I'm not me and You Isn't You juga pasti bakal lama updatenya. sekali lagi gue minta maaf atas ketidak nyamanan ini :)
dan terakhir, gue ngucapin makasih yang udah mau baca fanfic abal-abal gue dengan atau tanpa review, XOXO :3