lanjut yah? wah... blom ada review... ga da percaya diri deh... but, makasi buat yang dah ngeklik yah!? mungkin hanya sekedar cerita ga jelas dan asal usul dari author males ini... (=,=)

C.E.K.I.D.O.T!


Games: Dynasty Warriors, belong from KOEI
Chapter 2: what the meaning of this!?
Gendre: Romance & Adventure
Rate: K (sebentar lagi meninggi)
Chara: Jiang Wei
Summary: hal yang mengejutkan terjadi! melihat kematian dalam umur yang masih muda!? tapi, hal yang lebih mengejutkan terjadi... apa yang telah terjadi, didepan mata, telah tiba.

.

.

"bagaimana keadaannya?"

"mulai membaik, jika dia sudah bangun dia akan kusampaikan jika ada pesan"

"tidak, tidak ada pesan apapun dariku, saya permisi dulu"

Siapa itu? terdengar orang yang sedang bercakap cakap tentang diriku. mereka siapa? apapun itu, dia bukanlah papa dan mama! suaranya jelas beda, tapi... aku sepertinya masih hidup. syukurlah, mungkin aku ditolong seseorang yang melihatku jatuh dari lantai dua.

Aku membuka mataku dan duduk ditempat. kepalaku berdenyut denyut sakit sekali, mungkin ini gara gara tadi aku jatuh dan kepalaku berdarah... aku memegang sebentar kepalaku dan mengeleng gelengkan kepalaku supaya merasa lebih enak. aku menoleh ke sebelah ranjang, melihat seorang wanita yang cantik sedang duduk di kursi kayu yang pendek. aku mencoba memanggilnya "um... maaf" yang terjawab malah dia memberiku sejenis bambu, aku menatap heran. "minumlah, kau pasti haus bukan? 6 jam kau terlelap" katanya, aku menerima dan meminumnya.

"puah!" aku mulai kembali segar. kelihatannya ini keluarga miskin, mereka memakai bambu untuk diminum dan lagi rumahnya dari kayu. "kamu tidak merasa aneh dengan bajumu?" tanyanya aku melihat bajuku. ya ampun! aku memakai baju tidur? pantas dia bertanya... "ya... ini baju tidur. maaf kalau aku hanya memakai baju tidur hehe" aku tersenyum malu dan mengaruk garuk kepalaku "baju tidur? kamu anak dari keluarga kaya?" tanyanya lagi, aku langsung terkejut "bukankah kau juga punya hah?" aku merasa aneh. "bukan. bajumu, baju yang beda dengan kami. kami tidak memiliki baju tidur maupun apapun, yang ada baju perang. kamu bukan berasal dari sini?" tanyanya. ya ampun!? zaman sekarang masih ada perang? yang benar saja...

"ya, aku dari Indonesia!" jawabku, dia tersentak kaget. "apa sudah ada kerajaan baru bernama Indonesia? nama yang sangat aneh!" katanya, aku hanya terbengong. apa dia sudah tidak waras? Indonesia itu Negara! bukan kerajaan! huh... apa mungkin, aku ada di zaman perang? tunggu zaman perang zaman dulu... aku pernah melihat di sejarah berjudul "The Three Kingdoms" di pertengahan semester IPS... apa, jangan jangan...

TUK, TUK, TUK...

Suara ketuk pintu! ah aku sedang berpikir pikir malah terganggu. siapa lagi? "masuk, tidak saya kunci" jawab wanita tadi yang memberiku minum "um... siapa namamu?" aku bertanya namanya karena mana mungkin aku harus memanggilnya tante, kalau aku tidak mengenalnya. "Yue Ying, Huang Yue Ying, nama Nona?" tanya balik, aku menghela nafas "Li Ling Fong" jawabku. itulah nama cinaku, tidak kepikiran yang lain...

"Nona Yue Ying, aku membawa... ah... kamu sudah sadar?" seorang pria yang tinggi dan berambut panjang diikst ekor kuda, berwarna coklat.

"ya, dia sudah sadar. ada apa?"

"ini, saya membawa obat untuk dia"

"obat? baiklah, terima kasih Jiang Wei"

Apa? Jiang Wei? nama cina yang bagus. lumayan... "um... hallo, ehm... Tuan Jiang Wei?" aku memberanikan diri untuk berbicara.

"ah, ya... namaku Jiang Wei. senang bertemu denganmu"

"Ling Fong, maukah kamu berterima kasih pada orang yang telah menyelamatkan nyawamu?"

"eh? jadi... dia? terima kasih banyak!" aku mengulas senyum dan senang bertemu orang yang telah menolongku! aku memang ingin mengucapkan terima kasih.

Dia mengangguk dan berjalan keluar ruangan, aku menghela nafas lega. "hari ini kamu tidur saja disini, yah?" kata Yue Ying, aku ingin... tapi, nanti Yue Ying tidur dimana? ehm... "ehm... Nona Yue Ying, adakah kasur satu lagi? aku tidak bisa membiarkanmu tidur dilantai..." kataku, mungkin ini yang terbaik. "ada, digudang dekat Istana" jawab Yue Ying, walau aku sedikit binggung... aku berdiri dan berjalan ke luar pintu. "tidak apa apa?" tanya Yue Ying khawatir, kelhatannya dia tau kalau aku tidak tau jalan ini, tapi kalau dicari pasti ketemu!

Aku melangkah keluar dan berjalan di suasana gelap, aku masih takut akan kejadian malam di rumahku... aku mengengam sebelah tanganku dan berjalan hati-hati. kau bisa, ayo kau bisa... selagi lagi jalan aku merasa ada orang yang menepuk pundakku. "kya!" aku berteriak di suasana malam yang sepi, apakah hantu? aku menoleh dan dia langsung menutupi mulutku.

"ini aku, Jiang Wei!"

"Tu... Tu... Tu... Tuan Jiang Wei?"

"iya, kamu sedang pergi kemana? perempuan jika jalan sendirian bukankah bisa berbahaya?"

"yah..."

"ditambah, kamu belum tahu banyak jalan dan tempat Kerajaan Shu!"

"aku tahu! aku tahu! ya, ya, ya! aku memang belum tahu jalan ini! tapi jika di cari pasti ketemu!"

"oh... kamu sudah berani membentak orang yang menyelamatkan nyawamu?"

"ups..." aku menutup mulutku dengan kedua tangan, aku sadar kalau dia yang menyelamatkanku... dan sekarang aku memarahinya dan menceramahinya... duh, aku yakin keringat dingin membasahi wajahku...

"kamu mau kemana?"

"ehm... aku mau ke gudang yang dekat dengan Istana, kamu tau?"

"ya, saya tahu. kamu mau melakukan apa? kalau kamu membuat sesuatu yang mencurigakan, akan kurapor pada Master Zhuge Liang!"

"lakukan saja jika aku melakukan itu! we..." aku menjulurkan lidah mengejek ke Jiang Wei dan berjalan lagi. sekarang dia malah menarik lenganku.

"sudah ku bilang, berbahaya! mari saya antar!"

Walau agak kesal sekarang sudah lebih baik. aku hanya bisa diam dan menghela nafas, jalan terus, jalan terus akhirnya sampai! fiuh, syukurlah... aku bisa terpisah darinya! aku membuka pintu dan mengambil kasur, ternyata cukup berat...

"berat? bagaimana kalau saya saja yang mengangkatnya?"

"tidak! aku bisa melakukannya seorang diri... Wua!"

Lagi lagi kebiasaan jatuh dari tangga... hah, cukup malu dilihat olehnya... ugh, aku berdiri lagi dan mengangkat kasur itu, aku jalan disampingnya. walau aku kesusahan dalam mengangkat kasur ini. tiba tiba dia seenaknya mengambil kasurku.

"sini, biar kubawa sampai rumah Nona Yue Ying! tenaga wanita tidak mungkin sanggup, apalagi kamu masih muda"

"ehm... terima kasih lagi... Tuan Jiang Wei..." aku berterima kasih dan mengulas senyum tipis padanya. lelaki manapun juga... tidak akan bisa sebaik ini...

"kamu boleh minta tolong padaku kalau kamu memang kesusahan"

Aku yakin wajahku sudah semerah tomat melihat senyuman anti dosanya itu... wajahnya bagaikan seorang wanita jika tersenyum... dan, kenapa wajah merahku ini, masih ternoda di wajahku? apa mungkin... aku telah mengangapnya? menjadi seseorang?

.

.

To Be Continue


Mind to review please? atau bole aja isi sesuatu di kotak bawah ini... hahahahaha! (*ketawa gaje) wa masih gaje lho... thankkyu!