come to lanjut! skarang da yang review hore! (*sorak sorak ga jelas)

ScarletAndBlossom:

makasi banyak, ntar girilan aku yang review kamu kalau kamu ada cerita! XDD
mungkin ga gitu bagus yah? beda ama yang laen... (*mulai ga percaya diri)
but, aku harus berusaha!

Marysykess:

hohoho, Boyue atau Jiang Wei kayaknya jarang dipakai... kebanyakan pake Lu Xun! maklum, dia cantik setengah mati... *dibakar* X3
tapi, Jiang Wei dan Lu Xun sama aja yah? (*bagi author)
fire up!


Games: Dynasty Warriors, belong from KOEI
Chapter 3: it's love!?
Gendre: Romance & Adventure
Rate: K+ (tukan, bertambah! XD)
Chara: Jiang Wei
Summary: wajah ternoda merah karena senyuman, apa itu cinta? ku harap aku mengerti apa yang terjadi... wajahnya benar benar manis sekali... bagaikan wanita... apa perasaanku mulai berbuah?

.

.

"kamu sendiri kesusahan!" ocehku melihat Jiang Wei berusaha keras mengangkat.

"ini bukan apa apa... masih beruntung dari kamu yang mengangkat, bisa bisa nanti kamu lebih merasa kesusahan"

"kenapa kamu mau sekali membantuku?"

"aku tidak bisa berdiam diri melihat orang yang kesulitan"

Aku tidak bisa mempercayai dirinya... jarang sekali ada orang seperti dirinya, orang manapun juga... jujur, aku masih teringat wajahnya itu. syukurlah dia tidak melihat wajah merah yang ada di wajahku... kalau orang ini ada di dunia asalku, aku yakin sekali, banyak orang yang akan menyukainya! ya, aku terkecuali. umurku masih kecil, sedangkan dia kelihatannya sudah 16 atau 17.

Lama kelamaan akhirnya sampai. aku membuka pintu melihat Nona Yue Ying tidur di kursi, sepertinya dia menungguku sambil mengkhawatirkan diriku. Jiang Wei menaruh kasur itu dilantai dan mengangkat Yue Ying ke tempat tidurnya.

"saya permisi, ehm... siapa namamu?"

"Li Ling Fong, silakan panggil aku Fong"

"baiklah Nona Fong, saya permisi dulu. sampai ketemu besok"

"Tuan Jiang Wei! ehm... terima kasih banyak!"

"untuk apa?"

"untuk mengantarkan ku ke gudang dekat istana dan membawakan kasur ini"

"itu bukan masalah besar, selamat malam"

Lagi lagi wajahku memerah sesaat melihat wajahnya tersenyum polos. aku menundukkan wajahku dan mengangguk pelan. dia pun keluar.

Hah... waktunya melanjutkan mimpi buruk... semoga kali ini mimpi indah... rasanya, dari dulu aku memang ingin sekali mimpi indah, kuharap paginya aku bangun dengan senangnya.

Aku belum tidur. sejak kedatangan setan yang ada dikamarku itu, aku langsung muncul disini. ditambah ada yang menarikku jatuh, apa dia sengaja? apa dia ada sesuatu yang ingin dibicarakan? diakah yang membawaku kesini? tetapi, untuk apa? aku hanya siswi dengan asal usul gak jelas yang menjalani hidup biasa biasa saja. tidak lebih dari itu. sudahlah, besok aku harus bangun pagi dan... oh ya! kalung hijau itu! dimana?

Aku langsung terduduk dan mencari disaku baju dimana mana sekitarku. tetap tidak ada. yang menjadi misteri adalah, saat aku menghapus debu di kalung aneh itu tiba tiba mendengar suara angin dilantai dua. sesaat aku ke lantai dua aku bertemu dengan setan itu. dan yang menjadi pertanyaan, mana kalung itu!?

Aku yakin, saat aku terjatuh aku mengenggam kalung itu erat erat, atau mungkin... Jiang Wei mengambilnya? mungkin saja dia mengambil saat aku pingsan? dan dia lupa bertanya tentang kalung itu? baiklah! besok, akan kutanyakan padanya! harus cepat cepat tidur! tidak peduli mimpi buruk, yang penting kalung aneh itu, harus kutemukan!

"ehm... Hoammm!"

Aku bangun dan menoleh ke kasur sebelah. oh, Yue Ying sudah bangun lebih dulu dan sekarang sedang keluar. omong omong tentang mimpi, hari ini tidak ada mimpi, sepertinya begitu. aneh dan ajaib. tidak ada waktu untuk memikirkan hal bodoh seperti itu! aku harus mencari kalung itu! lebih cepat lebih baik!

Aku berdiri dan menguam sekali lagi. mataku mulai berkaca kaca! tetapi... aku lemas... sejak kemarin hanya minum... ugh, apa sehabis makan saja aku menemui Jiang Wei? aku mengaruk garuk kepalaku dan melihat ada baju, makanan, dan kertas? aku segera menuju meja dan mengambil kertas itu.

"Untuk Ling Fong,
Nona sedang pergi untuk mencari daun daun teh, jadi kamu makan dan memakai baju yang ku jahit saat subuh. maaf tiba tiba Nona meninggalkan dirimu, tapi nanti Nona akan pulang secepatnya.
Salam, Huang Yue Ying"

itulah yang tertulis di kertas ini. ada perasaan yang ganjil... kenapa memakai bahasa Indonesia? tapi, ada untungnya juga sih... aku bisa mengerti banyak dan gampang untuk dibaca, tidak perlu diperjemahkan lagi. aku mencoba memakai baju itu. ehm, baju ini keren sekali! baju seperti baju T-shirt yang berwarna hitam dengan ikatan disana sini, dan jaket yang lengannya lebar. ide yang unik sekali, yah... waktunya makan! perutku sudah keroncongan dari tadi.

duh, eh? eh? ugh... aku mengebrak sumpit ini. kenapa susah sekali memakai sumpit ini? aku bisa makan pakai sumpit! hanya saja sumpit ini agak pendek... ugh, aku mencoba mengambil lauk dari mangkok, tetap saja susah.

TING TONG!

Siapa yang bangun sepagi ini? apakah Nona Yue Ying sudah pulang? aku cepat cepat keluar membuka pintu, dan melihat... Jiang Wei. ada apa dia datang kesini? tapi, ini kesempatan yang bagus untuk bertanya! walau ada yang menganjal, yaitu dia datang begitu pagi.

"ada apa?" tanyaku, menaiki sebelah alisku.

"makan bersama" jawabnya singkat.

"hah?"

"makan bersama, kalau makan sendirian rasanya tidak enak bukan?"

"kau membuatnya sendiri?"

"tidak mungin, ini diberi oleh wanita yang menjual bungga disana" jelasnya menunjuk kedai seberang.

"hoh..."

"tidak boleh?"

"eh? silakan! boleh, kebetulan aku juga sedang sendiri!"

"maaf jika menganggu"

Mau menjawab apa lagi? kalau aku mengusirnya tanpa alasan, dia pasti akan bertanya tanya. aku sedang malas berbicara panjang lebar. walau makan bersama, tetap sepi.

"ugh... ah, eh?"

Setiap kali laukku jatuh dari sumpitku, susah mengambilnya... aku jadi sedikit malu. makan kesusahan didepannya... aku mencoba tenang tetapi, dari tadi dia melihatku terus dengan tatapan serius (?). duh... kenapa dia menatapku seperti itu? makan saja bekalmu, tidak perlu mengurus kerjaan orang yang aneh ini...

Tiba tiba dia mengambil laukku dan menyondorkan didepanku. aku menatap heran.

"ayo, makan. kalau kamu belum dapat satu laukmu, itu tidak berarti makan bersama"

"ehm... aku bisa makan sendiri..."

"kalau begitu, kenapa daritadi kamu tidak bisa mengambil laukmu?"

"ehm..."

"kenapa kamu tidak makan jika kamu bisa sendiri?"

"itu..."

"kenapa kamu kelihatan gelisah saat beberapa laukmu jatuh?"

"ugh... baik baik! aku mengerti! a!"

Aku membuka mulutku. aku menyerah, dia pintar sekali bertanya... aku sedang malas bicara ditambah aku tidak tau apa yang harus ku ucapkan. kenapa dia baik sekali? apa dia memang begitu pada orang kesusahan? ah! bukan saatnya memikirkan ini! waktunya bertanya!

"Tuan Jiang Wei..."

"hm?"

"apa kau melihat kalung saat kau menemukan diriku?"

"kalung? tidak aku hanya melihatmu ditengah tengah hutan"

"oh... tunggu, dihutan!?"

"iya! kamu tertelantar di hutan, kamu tidak ingat?"

"tentu saja tidak ingat! aku pingsan karena..."

"karena?"

"karena..."

"hm?"

"ehm..."

Apa yang harus kujawab? pikiranku tercampur aduk... tidak mungkin aku menjawab yang sebenarnya... tidak mungkin, apa yang harus kujawab?

.

.

To Be Continue


hayooo tebak, apa yang akan diomongin? yang Ayah Dan Anak Gaje blom slesai... hiks, ga tau... TwT
please Review!