Hellow... ketemo ama sayah lagee... *ga da yang tanya Thor!* anywayz, akhirnya nilai saya... 0! dengan alasan, sayah tidak buat! TTwTT huweeee! *dasar author cengeng!*
Wa mo makasih dulu ama para Author maopun Readers yang terhormat.
ScarletAndBlossom:
Betu, betul, betul! Jiang Wei, dasar... elu udah gede, apalage lo lelaki yang lebih kuat dari Ma Chao dan Huang Zhong! kok malah ngambek seh? dasar bocah! (*ditombak) well, makasih banyak... selamat membaca...
Nagi & Scarlett:
Hehe, Sima Zhao yah? kalo itu seh... aku ga tau kalo history Jin... ga punya ps3 seh! Hua! *ngeregek* kayaknya nagisku dah keteraluan nih, anywayz... semoga lanjutin yah! lost the three kingdoms itu! selamat membaca...
Marysykess:
Hm... idemu itu kayaknya pernah baca... dimana yah... ah! kalo ga salah "ini dimana?" kayaknya judulnya itu... *mulai ga konsen* ah! hampir aja melamun! idemu kayaknya bole aja tuh, bagus juga selamat membaca...
Games: Dynasty Warriors, belong from KOEI
Chapter 5: pengaturan strategi!?
Gendre: friendship & adventure (kok diganti seh, Thor? #cerita, cerita sapa?)
Rate: K+ (masih... ntar, ntar, ntar, ntar... lage!)
Chara: Jiang Wei
Summary: aku tidak berharap banyak, aku hanya ingin balas budi padanya... tetapi, tanpa sadar lama kelamaan aku menyukainya. tapi, suka bukanlah cinta...
.
.
.
"sabar Tuan! sabar..."
"memang saya kuda? kamu menyuruhku sabar, sabar?"
"soalnya kau jalan seperti orang sibuk! eh? itu Nona Yue Ying!"
Aku menunjukkan wanita yang sedang celingak celinguk, tak lain lagi ya pastinya Yue Ying. aku menghampirinya dan membiarkan Jiang Wei seorang diri yang menatap iba padaku. aku hanya bisa menoleh dan tersenyum tipis padanya.
"Nona mencariku ya?" tanyaku.
"yah, begitulah... saya sangat khawatir kamu tersesat"
Aku ingin bersorak senang, betapa indahnya jika dia adalah ibuku! tetapi, mana mungkin... hem? aku melihat seorang lelaki yang sedang berlari menuju kesini. kalau tidak salah dia... aha! the sleeping dragon. aku pernah membaca sekilas dibuku IPS.
"Nona Yue Ying, kita ada rapat untuk melawan di Wu Zhang Plains! saya harap anda bisa membantu mengatur strategi!"
"baikklah, aku akan segera kesana!" Nona Yue Ying siap siap berlari mengejar lelaki itu tetapi, aku memegang pergelangan tangannya.
"bawalah aku Nona Yue Ying! ke Wu Zhang Plains!"
"tetapi... kamu masih muda, lebih muda dari Bao Sanniang... itu bisa menghilangkan nyawamu! tetaplah disini"
"tidak! tidak mau! aku... aku... aku... aku ingin melihat dunia! dengan para orang!"
"ehm... saya sangat kaget atas kemauanmu untuk ikut perang... tapi..."
"biarkan aku ikut! ini permintaanku satu satunya!"
"ehm... bagaimana yah... kalau itu... saya jadi binggung memilihnya"
"tidak apa apa Nona Yue Ying, dia bisa sangat membantu" lelaki itu datang dan sepertinya membantuku.
"baiklah. tetapi, tetaplah disisiku. mengerti?"
"baik! aku janji!"
"kalau begitu, ayo Nona Yue Ying dan... siapa namamu Nona muda?"
"Li Ling Fong!"
"baiklah mari"
Aku mengikuti mereka yang sedang berbicara. sepertinya aku tidak bisa sembarang mendekati karena sepertinya ini serius... pembicaraan perang. tidak apa apa! dengan ini, aku bisa balas budi dan melihat sejarah dengan mata kepalaku sendiri.
Tiba diruang rapat, aku bertemu Jiang Wei dan Huang Zhong sedang duduk tetapi, sepertinya Jiang Wei berdiri sambil meletkan kedua tangannya di atas meja.
"oh, Nona Ling Fong! anda juga mengikuti perang?" kata Huang Zhong.
"ah, perkenalkan semuanya, sebelum mulai... ini Li Ling Fong" kata Yue Ying memperkenalkan diriku.
Merekapun memberitahu nama mereka satu persatu. aku hanya tersenyum simpul, dan duduk disamping Nona Yue Ying. tiba tiba Bao Sanninag berdiri dan mengangkat tangannya.
"Nona Fong! apa Nona kekasih dari Jiang Wei!?"
Aku dan Jiang Wei otomatis blushing. pertanyaan apa apaan itu! yang benar saja!
"hush! ehm... kami hanya mendengarnya dari Tuan Huang Zhong..." Guan Suo menambah.
"tidak... kami hanya... sekedar teman biasa" aku menjawab supaya tidak membuat Jiang Wei tambah malu, sepertinya dia kaget mendengar hal itu.
"sudah! mari kita lakukan strategi! silakan Jiang Wei!"
Fiuh... untung Yue Ying menyelesaikan masalah yang membuatku geger otak (?). baiklah! waktunya aku membuka telingaku lebar lebar, dan mendengar strategi! kudengar zaman dulu strateginya banyak sekali... aku akan mendengar baik baik, sesuai rencana aku akan melakukannya!
"baiklah, terima kasih untuk hari ini, besok, kita menangkan perperangan ini!"
Jiang Wei semangat sekali, karena dia seorang strategi itu bukan artinya aku iri pada kepintarannya itu! aku sudah bangga bisa memanah sesuai ajaran Huang Zhong! tetapi... kepintaran juga harus yah? baiklah! kulakukan sesuai rencana darinya! sekarang aku harus berlatih dulu! ke lapangan!
"hosh... hosh... hosh... hiat!"
Sepertinya aku harus belajar banyak, karena gerakanku sedikit lambat, bisa bisa aku yang diserang musuh duluan harus rajin berlatih supaya dipuji oleh Yue Ying dan Huang Zhong! ayo, ambil panah dan lepaskan dari busur!
JLEB!
Lumayan hebat bukan? selalu menancap? tetapi kalau memakai panah, sedikit susah untuk menyerang.
"Nona Ling Fong? hah... saya mencarimu dimana mana!"
"salah sendiri! kau juga tidak memberitahuku saat dirapat kalau kau ingin bicara!"
"kalau di ruang rapat... aku malu, nanti kita dikatakan kekasih lagi..."
"ehm... yah... ehm... ada apa?"
"ah, saya dengar kamu ingin ikut perang, bagaimana kalau latihan denganku?"
"hah?"
"iya, berlatih denganku, dengan begini kita bisa sama sama kuat"
"baiklah... ehm... Master Jiang Wei?"
"panggilan yang bagus, bagaimana? mulai?"
Aku mengangguk dan dia menghampiriku. dia banyak mengajariku. menagkis musuh, membalikkan serangan, dan lain lain.
"dan, kalau kamu memakai satu panah saja, itu kurang"
"jadi memang aku harus memakai 10?"
"kurasa begitu, tetapi bukankah lebih cepat menyerang dengan enam panah?"
"bicara memang mudah, kalau kucoba susah sekai pastinya..."
"itu saya juga mengetahuinya, karena itu aku akan mengajarimu"
"boleh aku mengatakan sesuatu?"
"hem?"
"jangan terlalu baik padaku, bisa bisanya nanti kau suka padaku"
"kamu bermimpi? kita lebih bagus menjadi kakak adik atau guru murid"
"kakak adik!? memang kita mirip seperti itu!?"
"hahaha! jangan marah, santai saja"
"ugh... jangan tertawa begitu padaku!"
"ya, ya, yah... tapi, sepertinya saya mulai menyukaimu"
"eh? kau sedang bergurau? yah?"
"mungkin"
"ugh... jangan main main denganku! kata katamu itu membuatku gugup!"
"ya, ya, yah... ayo kita mulai!"
Jantungku berdetak terus... sial, ternyata dia hanya mengodaku saja, tapi... yang tepatnya, akulah yang menyukainya... walau aku tau aku salah menyukai seseorang. sampai kapankah, rasa ini berjalan terus?
.
.
.
Fiuh... syukurlah PR kerajinan tangan untuk nilai seni budaya, menjadi hapalan... ('-_-) karena, soalnya... Author ga buat! susah sih buat bungga dari manik manik... well, silakan Review! author tunggu!
