Hya... cape, cape.. Indonesia panas! *dilakban se Indonesia*
Wa masih muda, jadi ada Upacara pagi hari...

lupakan, kita bahas review yuk? arigatou!

JiangXinniang:

Namamu agak susah yah? makasih mo riview walo di Chapter 2... ehehehe, Favorit Chara itu macem macem, makasih banyak yah? selamat membaca!

ScarletAndBlossoms:

Arigatou, hem? Ling Fong itu duluan turun dari kapal makanya terpisah dari mereka mereka... lalu, Jiang Wei mencari karena khawatir. dan soal menyerang sama sama itu, one-chan tepat! *angkat jempol* selamat membaca!

Nagi & Scarlett, alias duo humoris dan dramatis:

Wa jarang banget nonton sinerton! ga hobi sih! dan, tau kenapa wa buat crita Romance yang ngecampur Friendship? karena terkadang wa pernah baca komik Aupu yang "get Love" walo crita cintanya aneh... *garuk garuk pipi* selamat membaca!


Games: Dynasty Warriors, belong from KOEI
Chapter 8: suka
Gendre: Friendship & Adventure
Rate: T (mana mungkin naek ke M!)
Chara: Jiang Wei
Summary: kenangan tak kan pernah kulupakan, walau kita tak kan bisa bertemu lagi, aku percaya... kalau kita sudah berjanji, aku akan membalas budi baikmu itu!

.

.

.

Saat sedang berjalan perasaanku tidak enak, kenapa yah... sepeti akan ada yang mati saja, tapi itukan cuma perasaan. cuma perasaan... benarkah cuma perasaan? ini seperti mencengkram diriku, ada sesuatu yang buruk kemungkinan terjadi. walau aku tidak tau apa itu, yang pasti...

"Tuan Jiang Wei, apa kau merasakan perasaan yang mencengkram?" tanyaku menarik lengan bajunya.

"ya" jawabnya singkat dan jelas.

"apa kau tau kenapa?"

"kelihatannya saya mengetahui... kalau, sesuatu yang buruk akan datang"

"sesuatu yang buruk?"

"saya juga tidak mengerti banyak tentang perasaan, saya hanya mengikuti naluri"

"..."

Aku tidak menjawab apa apa lagi. aku sangat yakin, pasti akan terjadi sesuatu. kemungkinan tidak sekarang, tapi pasti. dan lagi, bukan cuma aku yang merasakannya, Jiang Wei juga merasakan perasaan yang sama denganku. itu kenapa yah?

SYUNG...

"eh? ah! Tuan Jiang Wei, bintang jatuh!" kataku menarik lengannya dan menunjuk kelangit.

"apa, itu bintang Perdana Mentri, apakah... Perdana Mentri..."

"eh? ada apa!?"

"ayo Nona Fong! kita harus melihatnya!"

"eh? tu... Tunggu!"

Jiang Wei menarik tanganku dengan paksa, aku yakin, ada sesuatu yang buruk terjadi... kami berlari ngebut, walau aku sepertinya menahan rasa sakit pada lenganku yang ditariknya. ada apa pada Master Zhuge Liang? ada sesuatukah yang terjadi? yang terpenting, kami harus mencarinya.

Sesampai di tempat pemanggilan angin, prayer aku celingak celinguk mencari Zhuge Liang, dia tidak ada. aku harus memastikannya dengan jelas! aku melihat atas bawah, dan terkejut melihat Zhuge Liang tergeletak ditanah. kipasnya terseret jauh meninggalkan dia yang terbaring tidak bergerak disana.

Jiang Wei dan aku mendatangi Zhuge Liang dan mencoba membangunkannya, tapi tidak bangun bangun. apakah ini artinya, Zhuge Liang... sudah... meninggal? mana mungkin! aku mencoba meneriaki namanya dan mengoyangkan tubuhnya secara paksa dan keras. tetap tidak bangun bangun.

"Master Zhuge Liang..." gumamku.

"Perdana mentri? Perdana Mentri? ti... TIDAAAAAK!"

Suara teriakan dan disertai tangisan yang membuatku ingin menangis juga, kenapa harus ada kematian? sial... kalau saja aku tau akan seperti ini, aku akan membentaknya dengan keras sekali. dia meninggal dengan wajah yang sama sekali tidak bisa dibilang sedih (?)

"Perdana Mentri, apa yang akan kulakukan, tanpamu...?" gumam Jiang Wei.

"sudah pasti menjadi kepercayaan untuknya! saat ada dirinya, kau telah mewarisi banyak hal... dan sekarang, buat dia mempercayaimu! sebagai murid yang telah mewarisi ajarannya! kau pasti bisa Tuan Jiang Wei..."

"benar juga... Nona Fong, walau tak ada Perdana Mentri... masih ada dirimu..."

Otomatis kami berdua Blushing. manis sekali perkataannya itu... "masih ada dirimu..." ya ampun, jantungku berdetak kencang... ternyata orang yang sangat menyukai strategi, bisa mengerti seseorang juga... baru kali ini ada lelaki yang bilang begitu padaku... kalau di dunia asal mah, aku hanya sebagai penganggu.

"i.. iya... masih ada aku... tehe" jawabku mengaruk pipiku dan tersenyum tipis.

"se... sidikit malu... tapi sedikit lega..." katanya menoleh ke arah lain.

"ehm... a... akhiri pembicaraan ini! kita butuh Nona Yue Ying dan Guru Huang Zhong untuk memeriksa keadaan!"

"eh? ya, ya... benar! ayo!"

Jiang Wei langsung mengangkat Zhuge Liang dan lari kecepatan penuh bagaikan banteng melihat kain merah (?). aku mengikutinya dengan cepat, supaya tidak ketinggalan pastinya... agak sulit bergerak dengan beberapa panah dan busur yang berat. apalagi lenganku sedang berdarah...

Aku menunjuk kapal yang pastinya ada Yue Ying, Huang Zhong, Wei Yan, dan Yan Yan. kami menghampiri dan memanggil mereka.

"Nona Yue Ying! Master Zhuge... Master Zhuge Liang!" panggilku memberitahui.

"ya ampun! suamiku? dia kenapa!?" kata Yue Ying, terkejut.

"karena itu, kami ingin mencoba menanyakan" lanjut Jiang Wei mwnuruni Zhuge Liang.

Masalah yang membuatku ikut sedih, kalau Nona Yue Ying sedih. tentunya aku juga sangat sedih... kalau Master Zhuge Liang meninggal, aku turut berduka cita... Master Zhuge Liang memiliki kebajikan yang sangat besar. aku sangat kagum padanya. kalau aku jadi dia, aku tidak akan bisa...

"dia, sudah terpisah dari tubuhnya..." kata Yue Ying, menunduk kepalanya dan menangis tersendu sendu.

"No... Nona Yue Ying? tidak mungkin... aku, aku, aku... tidak bisa mempercayainya" kataku, tidak menerima apa yang terjadi pada Master Zhuge Liang. kau tau kalau aku ini adalah tipe orang yang harus membuktikannya terlebih dahulu, sebelum mencoba...

"Per... dana... mentri?"

"Master Zhuge Liang... ehm! Tuan Jiang Wei! kau harus berjanji!"

"berjanji?"

"ya! berjanji padanya kalau kau harus menjaga nama baik dirinya dan kerajaan ini!"

"ya, itu sudah pasti... dan... Nona Fong, terima kasih sekali"

"tidak, hanya sekedar perkataan saja..."

Aku tersenyum tipis padanya, syukurlah dia mengerti apa yang kukatakan. hah... papa, mama, apa kalian disana baik baik saja? aku disini baik baik saja... dan, sekarang aku mengerti apa yang biasa di biasakan teman teman sekelasku... aku telah menyukai seseorang... seseorang yang kuat, tangguh, dan peduli. aku sangat menyukainya, walau aku tau dia menyukai seseorang...

Aku tersenyum sejenak didepannya dan mengangguk pelan. maksudnya, memberikan dia kepercayaan dirinya, walau Master Zhuge Liang sudah tiada! tetapi, aku yakin Master Zhuge Liang melihat dari atas sana, mengawasi Jiang Wei...

"Tuan Jiang Wei, terima kasih... atas selama ini..." kataku padanya.

"hem? soal tadi? lupakan saja, saya sudah senang kamu mau menjadi muridku"

"hem... bukan cua kau yang senang, aku senang menjadi kuat!"

"itu semua juga kelakuanmu... karena perjuanganmu, kamu sekuat inilah..."

"Tuan Jiang Wei... ayo! kita latihan lagi!"

"belum menyerah? baiklah!"

Kami berjalan ke Kapal. semua sudah masuk, dan berlayar pulang... perasaan ini, akan kujaga, sampai aku pulang ke dunia asal... senangnya jika dia bisa hidup di duniaku.. semoga saja...


Huam! ini publishnya malem malem yah? maaf yah? soalnya cuman malem waktu luangku... ^^
review please?