Loha~ Alohahaha...*Plak!* okay, wa ga tau harus ngomong apa tapi sebenarnya wa mau ngomong! *Iya, wa juga nggak ngerti - disniper Aupu* sudahlah, Kita ke TKP! Eh, maksud wa Ke Review!

Nagi & Scarlett:

Sorry, wa juga nggak tahu kalau rumah sepupuku dikunci, mau ngetok tapi ga tau kalo koko ku lagi tidur sambil ngorok. *Di sekap Koko Sepupu* Okay, this is the dealio... AKhirnya koko sepupuku pindah! SEDIIIH! Oke, selamat membaca...

ScarletAndBlossoms:

Iya, kasian dah Nona Mudanya hahahaha*Dilakban Khusina* oke, oke, wa juga mau Kung Fu! WATAAAA! *hancurin meja, digebuk karyawan kerja* mati dah wa... Okay, selamat membaca!


Games: Dynasty Warriors, belong from KOEI
Chapters 18: Hidup baru
Gendre: Friendship & Adventure
Rate: K+ (*Dasar author MKKB, hah... - Aupu disepak Author jauh jauh*)
Chara: Sun Shang Xiang & Lian Shi (*Mentang mentang elo suka Sun Shang Xiang! - Aupu disepak lagi)
Summary: Wu, nama kerajaan apa lagi sekarang? Lama lama aku benar benar menjadi gadis yang pindah dan datang seenaknya, walau begitu apakah hidupku akan seperti biasa?

.

.

.

Aku menuruni kasur ini dan mencoba membetulkan bajuku yang kayaknya kusut kayak tidak pernah digosok pakai setrika 100 tahun. Aku mencoba membuka pintu, Wu... Mungkin aku bisa mencari kelemahan mereka dan kabur lalu memberitahu Shu dengan cepat.

BRUAK!

"Wallah!" aku menjerit ketika tiba tiba ada yang membuka pintu.

"Aduh, Nona? Kenapa kamu berjalan? Tetaplah berbaring!" bentak Lian Shi.

"Aku mau mencari Shang Xiang"

"Hah?"

"Itu, wanita bermata hijau dengan rambut pendek berwarna cokelat"

"Oh, dia sedang rapat... Nanti dia datang lagi"

"..."

"Nah? Kenapa diam?"

"Aku belum tahu namamu tuh"

"Namaku Lian Shi"

"Oh, aku mendengarnya"

"Ngomong ngomong, maksud kamu mengungsi dari Shu itu kenapa? Dan dari hutan, bisa kamu beritahu?"

"Ceritanya panjang"

"Ya dipendekin..."

"Aku juga tidak mengerti, aku ditemukan oleh Jiang Wei di tengah tengah hutan, setelah sadar aku sudah diranjang seperti ini"

Dia terdiam sejenak, sambil menatap iba dia mulai tersenyum manis.

"Saya bukannya kasihan, tapi entah mengapa sepertinya kamu orangnya..." ucapnya.

"Hah?" tanyaku binggung setengah setengah.

"Sudahlah, kamu masih lugu dan polos... Berapa umurmu?"

"Umurku 13"

"Eh, tiga be... EH?"

Apa lagi sih? Dari dulu kalau nyebut namaku pasti terkejut, apa aku artis disini yah?*ngarep*

"Kenapa?" tanyaku binggung.

"Tidak..." jawabnya sambil memandang ke arah lain.

"Apa ada kesalahan kepada umurku?"

"Tidak, tidak ada"

"Ehem..."

"M, Yang Mulia Sun Jian ingin menemuimu, juga para prajurit lainnya, mari"

Huh, kabur dari topik pembicaraan dan mengalih ke topik yang lain. Apa ada masalah dengan umurku? Atau memang anak anak sepertiku tidak cocok berada disini?

.

"Jadi, Li Ling Fong ditangkap Lu Xun untuk dijadikan prajurit tambahan? Kenapa?" tanya Sun Jian.

"Karena sepertinya dia terlatih oleh Jiang Wei" jawab Lu Xun dengan tatapan polos.

"Tapi, Yang Mulia... Masalahnya, dia masih berumur 13 tahun..." tambah Lian Shi cukup ketakutan.

Hening sebentar...

"APA?"

"Ada apa dengan umurku!" teriakku.

"Teman teman, diamlah! Kita perlu banyak bertanya pada Ling Fong!" bentak Sun Jian.

"..."

"Ling Fong, kenapa kamu ingin bertarung di medan perang?"

"Kalau aku mau, memangnya masa... Upppp.." belum selesai, aku dibungkam seseorang.

"Gadis ini, jangan permasalahkan umur. Dia itu kuat! Benarkan Lu Xun?" tanya Sun Shang Xiang membungkam mulutku.

"Eh? Hm... Iya..." jawab Lu Xun gugup.

"Shang Xiang?" tanyaku, memperhatikannya.

"Hati hati, nanti kamu bisa dibunuh ayahku..."

"Ayah? Tunggu, ayah!?"

"Sssst... M, ayah... Saya ingin menunjukkan berbagai macam tempat, boleh bukan?"

"Shang Xiang... Tapi... Baiklah, tunjukkan kepadanya" Kelihatannya Sun Jian pasrah.

.

Aku berjalan disampingnya sambil memandang wajahnya yang hampir tanpa ekspresi, apakah dia marah? Tapi soal apa? Hei! Aku belum berbicara sampai selesai, jangan marah dulu! Kita baru saja menjadi teman! Pikirku seakan ingin mengatakan itu kepadanya.

"Ling Fong" panggil Shang Xiang yang sama sekali tidak menoleh kepadaku.

"Y, ya?" jawabku gugup.

"Kamu berpikir Wu tempat yang kamu benci?"

"Kurasa begitu"

"Tapi, bagi semua orang Wu adalah tempat yang lumayan untuk ditinggal, tempat yang sama sekali tidak ada sesalnya"

"Bicaramu susah Shang Xiang"

"Tidak mengerti? Ya sudah, jadi tugas"

"Ah..."

"Oh yah, kamu lihat bangunan yang disana?" tunjuk Shang Xiang.

"Bangunan cokelat itu?"

"Iya, itu ruang rapat. Lu Xun selalu belajar disana"

"Oh"

"Lalu, bangunan besar disamping sana itu rumahku, kamu boleh mengunjunginya kalau kamu mau"

"Tenang saja! Pasti aku akan datang!"

"Oke, lalu..."

Sepanjang jalan dia memberitahuku banyak, tidak seperti waktu aku di Shu harus mencari jalan sendiri dan pada akhirnya aku harus selalu ditemani Jiang Wei dan Yue Ying. Bicara soal Shu, apakah Masya baik baik saja yah disana...

"Dan lalu... Fong? Apa kau memperhatikanku?" tanya Shang Xiang membuyarkan semua lamuanku.

"Ah, ya, yah, aku dengar, lanjutkan"

Walah, aku sama sekali tidak mendengarnya selain Rumah Shang Xiang dan ruang Rapat. Welleh...

.

"Shang Xiang, kenapa kamu menikahi Yang Mulia Liu Bei diluar kerajaan?" tanyaku, mencari topik pembicaraan.

"Ini sebenarnya tugasku yang diberi kakakku" jawabnya.

"Jadi...?"

"Saya tetap harus melakukannya, tapi bagiku tidak apa apa, Yang Mulia Liu Bei itu baik, banyak orang yang menyukainya dan menjadi bawahannya..."

"..."

"Tapi, kelihatannya, kami bukanlah lagi suami istri"

"HAH?"

"A, a, a, ada apa?"

"Kenapa begitu?"

"Itu hubungan dewasa..."

Aku menatapnya, wajahnya yang tadi tanpa ekspresi, akhirnya tersedih... Itulah yang diinginkan olehku, jangan menyembunyikan topengmu itu yang keras dan jangan berikan wajah tersenyum yang penuh kebohongan itu, semua manusia... Harus seperti itu... Karena hanya kamu, yang bisa kupercaya.

Jangan berbohong lagi kepadaku...

Jujur kepadaku

Beritahu aku

Semua perih

Sedih

Dan kesakitanmu itu...

Berikan kepadaku sedikit...

.

.

.


Hola! Susah dah, jadinya aneh dan ga jelas... Kesannya My Friends!*Horass!*