Wokeh! Author lagi bosan gara-gara ga ada kerjaan*nangis* sehari-hari hanya dirumah, disekolah, en di tempat bimbingan belajar. Asooy...

Thanx for the reviews!:

Black Rosses:

Eh? Iya, wa ga ngebaca dulu dan langsung dipublishkan...*nangis lagi* mungkin ceritanya agak aneh dan ga wajar yah... Ehehehehehe*ketawa-tadi nangis skarang ketawa... Ya olloh* soalnya wa lagi mikirin ide, ga tau taunya wa pening mau tulis apa entah dan setelah membacanya, wa tertawa sendiri*plak* ups, kepanjangan yah? Oke! Thanks!

ScarletAndBlossoms:

Hahahaha! Telepon apaan tu! XDD kadang sinyal emang ga menentu... Tapi yang paling parahnya... Selalu OFF SINYAL HAPE WA!*tereak gaje* well, sebenarnya wa masih geblek-goblok... Wa ga tau apa itu TULALIT*sweatdrop* Oke! Thanks!

Jenny:

Thanx ya Jenny-san... Sebenarnya wa Cuma ngiseng aja sih... (-,-") tapi thanx ya tetap menunggu... Oke! Thanks!

Evil Red Thorn:

Wah... Ada juga yah yang PENASARAN ama Fic gaje ini?*plak* padahal wa buat ini ga serius serius, serius sih... Kalo banyak yang penasaran*ditampar lagi* Oke! Thanks!

XxX:

Wallah, jangan panggil Oom/Tante lah... Wa masih muda sekali, wa aja umur 15 aja belum lho... Hm... Mungkin sebulan sekali*ditampar* bercanda, wa buat saat ada ide ato ada luang waktu aja... Thanks!


Games: Dynasty Warriors by KOEI*udah tau Thor*
Chapters 20: Dengarkan aku!*iya, wa udah dengar...-Dipanah Khusina*
Genre: Friendship & Adventure
Rate: K+*tumben Author ga nambah nambahin-plak*
Chara: Sun Shang Xiang & Lian Shi
Summary: entah itu imajinasi atau mimpi ataupun juga itu kenyataan, aku tidak mau mengerti dan tak pernah mau mengerti. Lelaki? Apakah itu... Liu Bei? Siapa tahu...

.

.

.

Aku cepat-cepat memasuki kamar Lian Shi dan menutupnya rapat-rapat, tapi suara pintu yang biasanya berbunyi BRAK menjadi DUKK! Tunggu, 'duk'?

Aku membuka pintu perlahan-lahan dan melihat Lian Shi memegang hidungnya yang memerah. O oh, kayaknya terkena benturan pintu...

"Nona Lian Shi...?" ucapku menunduk tak berani melihat wajahnya.

"Ada apa denganmu? Tiba-tiba kau berlari seperti itu. Sudah dua kali saya melihat kamu berlari berkeliaran di desa ini" jawab Lian Shi menaiki sebelah alisnya.

"Dua kali?" tanyaku ragu-ragu.

"Iya, yang pertama kamu berlari saat Ling Tong menyapamu. Yang kedua, sekarang ini kamu berlari dan menutup pintu dengan kencang"

"Eh? Iya, benar juga..."

"Apa di Shu kamu begitu juga?"

"Tidak..."

"Pantas Shu rela mau mengadopsimu"

"Hei... Mengadopsi yang kau maksud itu..."

"Shu memang penuh dengan orang-orang yang baik, namun aneh jika mau melakukanmu seperti prajurit lainnya. Apalagi umur..."

"Oke, oke, oke. Giliranku berbicara, apa ada kesalahan dengan umurku?"

"... Untuk anak sepertimu susah memberitahukan persoalan umur"

"Ayolah..."

"... Kenapa kamu tidak mencari sendiri jawaban itu? Itu bukankah urusanmu?"

"Tidak, bahkan aku tidak peduli dengan tinggi badan ataupun umurku"

"Hmm..."

Lian Shi tidak menjawab lagi, dia merasa ada kesalahan kata kata sepertinya...

.

Sun Shang Xiang's POV: ON

Aku menatap kejendela, imajinasi... Seperti kata Ling Fong... Kenapa tak seorangpun mempercayaiku!? Aku berteriak dalam hati sambil memejamkan mataku erat erat. Sambil mencoba untuk tidur...

BLETAK!

"...?"

BLETAK!

Aku kembali menatap ke jendela, dari tadi ada suara lemparan batu. Orang macam apa itu? Aku melompat dari tempat tidurku dan membuka jendela. Melihat seorang lelaki yang semua orang sebut 'Mimpi' atau bagi Ling Fong itu hanyalah 'Imajinasi'. Aku menatapnya dengan penuh harap.

"Kamu... Aslikan...?" tanyaku mencoba memulai percakapan.

"Ini cuma sebuah mimpi, percayalah. Dan sebuah mimpi hanya bisa dilihat oleh satu orang..."

"..."

.

Sun Shang Xiang's POV: OFF
Li Ling Fong's POV: ON

.

"Eh, eh, eh, apakah... Shang Xiang pernah bercerita sebuah 'Penampakan' yang mencurigahkan?" tanyaku.

"Kamu sedang bermimpi apa? Kamu percaya hal hal macam itu?" tanya balik Lian Shi.

"Iya"

"... Tidak pernah"

Lian Shi memalingkan wajah kembali melakukan tugas yang seharusnya. Tentu saja aku percaya! Soalnya suatu penampakanlah yang membawaku kesini, itu penampakan sialan... Bisa-bisanya maling anak orang(?)...

"Aku akan mati" ucapku berbaring dilantai kayu.

"Kenapa? Apa lukamu melebar?" tanya Lian Shi.

"Haah? Kamu tahu?"

"Tentu saja"

"Tidak, malahan sudah agak sembuh"

"Sebenarnya yang cukup mengasingkan pikiranku itu... Ada bekas luka tergores yang dalam. Apa itu juga karena perang?"

"Iya, perang dengan besi bangunan" jawabku gaje(?)

"Kamu cerobah yah..."

"Yah, aku sebenarnya tidak begitu hati-hati... Tapi... Ya begitulah..."

Akhirnya, ada juga yang nyadar kalau ada bonus luka tambahan dipunggungku. Apa aku diobati yah saat aku pingsan? Eleh... Tapi, jadi keingat Masya... Dia... Sedang apa yah sekarang...

.

Li Ling Fong's POV: OFF
Li Ling Ling's POV: ON

.

"..."

"Kamu kenapa Ling Ling?" tanya wanita berambut pirang kecoklatan dengan baju tertutup warna hijau. Tak lain lagi itu adalah Yue Ying.

"Tidak... Hanya saja... Hanya saja..."

Aku mulai menangis.

"Li Ling Ling!?"

"Padahal... Kami baru saja bisa bertemu... Tapi... Kenapa malah jadi begini!?" bentakku. "Harusnya... Khusina tidak ikut!"

"Ling... Saya tahu Jiang Wei bersalah, tapi dia juga mati. Kamu tak bisa dendam padanya bukan..."

"Mmm..."

Aku mengangguk pelan dan mengigit bawah bibirku. Khusina, tanpa aku... Kamu juga kesepiankan? Seperti yang aku rasakan sekarang...

Padahal... Padahal akhirnya kita bisa bertemu, tapi jadinya malah begini... Tak kusangka... Jadinya begini...*ea, Pu...-Ditampar Aupu*

"Kuharap... Dia baik-baik saja di Wu..." ucap Yue Ying.

"Yah, semoga..."

.

Normal's POV: ON

.

Aku menoleh sebentar kearah lain, melihat lihat sambil berpikir soal Shang Xiang yang masih kesal terhadapku. Hah...

"Fong, kamu pernah di Wei?" tanya Lian Shi.

"Belum, belum pernah" jawabku sambil mengeleng geleng kepala.

"Tapi, kenapa kamu memiliki kalung berwarna biru?"

Aku melihat leherku, mengangkat mata kalung berwarna biru itu. Ini dari Kak Cao Ma Lie... Gadis dari Wei...

Lihat lebih dalam, terputus karena kebahagiaan, dan memperbaiki ikatan.

Jadi itu maksud dari Kak Cao Ma Lie... Terputus karena kebahagian... Lihat lebih dalam... Lalu, apa maksud dari memperbaiki ikatan? Apa maksudnya memperbaiki ikatan antara aku dan Shang Xiang? Heh...

Beritahu aku... Jawaban ini... Tapi kelihatannya aku tidak membutuhkan jawaban ini lagi.

"Halo? Kamu mendengarkanku?" tanya Lian Shi, melambai lambai tangan didepanku.

"Oh, oh yeah. Ini pemberian seseorang, seseorang yang sangat spesial"

"Spesial?"

Nevermind...

"Yah, semacam itu" jawabku, tetap menatap kalung ini.

"Hmp..."

"Ngomong-ngomong... Aku harus keluar, ada yang ingin ku lakukan" ucapku.

"Lagi? Ini sudah malam"

"Yah... Angin malam... Sangat baikkan?"

Aku segera membuka pintu dan keluar. Sambil mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskan.

Aku berjalan dikegelapan yang hampir bikin aku buta karena cuma memakai api dipenjuru jalan. Sesaat itu, aku melihat Shang Xiang.

"Shang Xiang..."

Ucapanku berhenti sejenak, melihat dia sedang berbicara sesuatu yang serius. Aku ingin mendekatinya supaya terdengar, namun kelihatannya terlalu serius sehingga aku tidak boleh sembarang mendekatinya.

Lelaki itu...

Pikiranku mulai muncul, ya. Lelaki itu, aku melihat seorang lelaki yang menjadi lawan bicaranya. Siapa lelaki itu? Apakah... Aku pernah melihatnya... Dimana entah? Tapi aku yakin... Aku tidak berimajinasi atau berhalusinasi...

.

.

.


Tara! Akhirnya... Chapter 20... TToTT... Review!