Okay guys! Sebenarnya wa ini lagi ga ada ide buat ini, malahan ingin membuat sambungan fic yang lain, namun...*sorot lampu ke wa* LEPTOP SIALAN INI ERROR DAN SUDAH TERHAPUS SAMPE 5 KALI! UDAH NGULANG TERUS NI! Ehem... Jaga image, dan REVIEW~
ScarletAndBlossoms:
*Blush* be, benar! Itu memang benar! Itu sungguh benar! Itu benar-benar benar! Itu...(UDAHAN THOR!) Ehm, ya, itu memang flashback milik Sasuke dan Itachi, maap Uchiha clan, wa tidak minta izin... *Disembur api Sasuke dan Itachi, gosong* kayaknya merek sabun yah? Hahaha... Thanx!
Evil Red Thorn:
Iya, semoga bisa membuat menjadi ide! XD Duh, Masya dan Khusina mana bisa happy... Udah kayak gitu... Hehehehe, emang mereka berdua itu, pasti udah ada nafsu/niat buat berantem! Tentu saja lanjut! Thanx!
BlackKnight92*bener ga tulisannya?*:
Haha, emang chap chap terdahulu itu agak jelek... Thanx!
Games: Dynasty Warriors, belong to KOEI
Chapters 24: takdir dirubah
Gendre: Friendship & Adventure
Rate: K+
Chara: Sun Shang Xiang & Lian Shi
Summary: dasar trio sialan! Kalau tahu begini aku langsung lari aja! Menyebalkan! Sebal! Sialan! Aku susah mempedulikan tapi percayalah kepadaku, ini hanyalah, TAKDIR!
.
.
.
Aku mulai berhenti berlari dan mulai berjalan. Nafasku ngos-ngosan, mungkin gara-gara aku masih memakai mantel dan celana panjang dari Nona Yue Ying...
Aku menendang kerikil didepanku dan menghela nafas tapi tetap dengan wajah cemberut. Sekarang sepertinya mereka sudah menunggu, hop-hop harus cepat-cepat!
.
"Ling Fong... LAMA!" ucap Sun Shang Xiang duduk didepan meja makan sambil memasang wajah tak enak, padahal makanannya udah enak...
"Maaf, tadi terkena berisik sama Ling Tong dan... Aku tidak tahu, tapi mereka pokoknya bertengkar" jelasku sama sekali tidak jelas.
"Kamu gugup sekali... Kenapa?" tanya Lian Shi.
"... Sudahlah, chomp-chomp"
Aku duduk disebelah Lian Shi, dan meletakkan kepalaku dimeja makan yang telah ditata rapi.
"Ling Tong, Gan Ning, dan Lu Xun dimana yah... Ya ampun..." ucap Sun Jian mengeleng geleng kepala.
"KAMI TELAH SAMPAI!" teriak Ling Tong dan Gan Ning.
"Maaf telah membuat kalian menunggu" ucap Lu Xun menunduk.
'Panjang umur...' pikirku.
"Duduklah Ning, Tong, Xun. Kalian membuat Yang Mulia Sun Jian menunggu lama, itu tidak sopan" ucap pak tua dengan wajah agak kesal.
"Maaf Tuan Lu Meng..." ucap Ling Tong, Gan Ning, dan Lu Xun.
"Hahahaha, cepatlah duduk" tambah Sun Jian tersenyum.
"Baik Yang Mulia" jawab mereka bertiga.
Aku menunduk kebawah. Merasa kalau orang-orang Wu ini banyak pasukan muda. Tiba-tiba saat aku sedang termenung, ada suara langkah kaki. Aku langsung menoleh.
"Anda Nona Ling Fong bukan?" tanya seorang gadis muda dengan rambut yang lurus berwarna hitam, memakai topi dan baju berwarna merah.
"Tidak perlu memakai kata 'Nona' aku merasa sangat tua untukmu..." jawabku.
"Hehehe, kalau begitu Fong saja!" ucap lagi seorang gadis berambut pirang dengan topi dan baju berwarna kuning keemasan.
Aku langsung kaget.
"E... Eh..." ucapku terbata bata sambil menunjuk nunjuk.
"Hem? Ah! Kami anak kembar, baru pertama kali melihat anak kembar bukan?" jawab gadis berambut hitam itu, menaruh tangannya dipundak gadis berambut pirang itu. "Saya Da Qiao, dan ini adik saya namanya Xiao Qiao"
"Salam kenal!"
"Ya... Aku Li Ling Fong..." kenalku.
"Ehehehe" tawa Xiao Qiao, kelihatannya dia lebih ceria daripada kakaknya.
"Ehm, ada apa ya?" tanyaku.
"Oh! Yah... Kami ingin kamu menemui kami setelah makan siang ini, tunggu saja didepan Istana" ucap Da Qiao tersenyum, tipe wanita kalem...
"Oh, itu oke untukku"
"Terima kasih, baiklah... Saya permisi... Ayo Xiao" Da Qiao mendorong adiknya dari depan mataku.
"E, ehh... Sayakan mau tahu banyak soal Fooong..." ucap Xiao Qiao manja.
"Iya, tapi nanti saja"
Aku hanya tersenyum kecil melihatnya. Jadi mirip Masya... Masya, apakah dia masih hidup...
.
.
.
"..."
Seseorang datang berjalan, mendekati gerbang biru yang tertulis secara besar-besaran: WEI(?) tentunya dalam bentuk bahasa China. Orang itu berhenti saat menyadari bahwa penjaga menghentikan langkahnya.
"Siapa anda? Bisa anda jelaskan indetitas anda?" tanya penjaga berbaju ala perang Eropa.
"..."
"Anda mendengarkan saya?" tanya kembali penjaga itu.
ZRAK!
Orang itu tiba tiba berlari dan menusuk penjaga itu dengan sesuatu benda yang tajam. Penjaga itu pelan pelan terjatuh dan ambruk. Orang yang tertutupi jubah hitam layaknya sungguh misterius. Dia membuang senjata tajamnya yang berupa silet itu dan menendang senjata penjaga tersebut jauh jauh.
"... Disini..."
.
.
.
BRAK!
Aku mengebrak meja, semua yang makan disamping dan didepanku semuanya langsung terkejut, ada juga yang langsung nyembur makanannya ke teman sebangkunya. Yah, siapa lagi kalau bukan Gan Ning?
"Fong...?" panggil Da Qiao agak kaget, menaruh sumpitnya.
"Ehm... Aku... AKU PERMISI!"
Aku segera mendorong kursi dan lari dari meja makan, mendobrak pintu dan tidak menutupnya sama sekali. Aku... Punya firasat buruk, sangat buruk... Ada apa ini sebenarnya...? Ugh... Badanku kaku dan terasa sangat menusuk, rasanya ingin segera melempar diriku dari air terjun(?)
Aku memegang pillar Istana dan menyeret tubuhku dan terduduk menyender dipillar.
"Fong..."
"WUAH! HUUUH! Aku kaget sekali, Kak Shang Xiang!" ucapku pucat ditambah deg-degan.
"Ups, maaf... Hehehe" balas Shang Xiang tersenyum.
"Ada apa Kak...?" tanyaku memastikan.
"Hanya kaget saat melihatmu mengerbrak meja, untung Ayah tidak ditemukan mati karena kaget" jelas Shang Xiang duduk disampingku.
"Haha, lucu sekali..."
"Omong-omong, kamu kenapa?"
"... Firasat, aku ada firasat buruk..."
"... Kedengarannya menyeramkan..."
"Aku tidak tahu ini kenapa, tapi... Aku harus hati-hati"
Aku berbicara seperti orang berwibawa yang sangat keren. Heh... Shang Xiang berdiri dan menjulurkan tangannya kedepanku.
"Ayo, kita keruang makan lagi" ucap Shang Xiang.
"Ah... Oke" jawabku, mengenggam tangannya.
SKIP MAKAN SIANG...
"Huff..."
Aku mengoyang goyangkan kakiku dan melipat tanganku. Dimana yah Da Qiao dan Xiao Qiao, si saudara kembar itu. Aku jadi kelamaan menunggu.
"Fong"
"WUAH!" teriakku. "Huff! Kaget dua kali!"
"Ma, maaf..."
"Eh? Bu, bukan! Ini bukan salahmu, salahku! Salahku karena selalu termenung!"
"Ah, begitu yah..." Jawab Da Qiao tersenyum, otomatis aku langsung blushing.
"A, ano... Ada apa yah memanggilku?"
"Ah! Begini, Lian Shi ingin memberikan baju untukmu karena kamu telah menjadi anggota Wu ini... Hihihi"
"Ouh, baiklah. Tapi bisakah aku mandi? Aku sudah berapa lama tidak mandi, aku tidak tahu bau badanku sudah seperti apa..." jawabku, menoleh kearah lain.
"Hihi, dikamar Nona Lian Shi telah disediakan kamar mandi, kalau boleh... Saya akan memanaskan air untukmu?"
"Eh? Oh yah? Kakak Da tidak keberatan? Terima kasih!"
"Hihihi, kamu lucu seperti yang diceritakan Nona Shang Xiang..."
"Sha, Shang Xiang bercerita tentangku?" tanyaku menunjuk diri sendiri.
"Yah, dia cerita banyak yang dia tahu tentang dirimu"
"Ouh, baguslah... Baiklah, sepertinya aku harus ke kamar Nona Lian Shi"
"Ah, hampir lupa. Ayo"
Aku berjalan mengekornya, dia agak lebih pendek dariku. Apa benar dia lebih tua sebenarnya? Yah... Bagaimanapun juga dikehidupan asli, aku selalu diejek 'Tiang Listrik' tinggiku melebihi tinggi gadis-gadis dan laki-laki dikelasku... Memalukan.
.
"Airnya sudah siap" ucap Da Qiao.
"Ah yah..."
Aku menatap ke baju yang disiapkan Da Qiao, diantara sana aku melihat ada ikat kepala. Wow, ini keren. Aku jai merasa seperti Hunter... Hehehe.
5 menit kemudian...
"Huwaaa, kamu terlihat manis Fong..." puji Da Qiao.
"Te... Terima kasih... Ta, tapi kenapa ikat kepala ini bergambar tikus?" tanyaku.
"Oh, kamu dari Shu bukan? Shu itu artinya bisa juga sebagai 'tikus' jadi, kamu tetaplah bisa menjadi bagian dari Shu" jelas Da Qiao.
"Ka, kakak masih mengetahui kalau aku mencintai Shu?"
"Ya... Rasanya pasti sakit jika meninggalkan tempat itu"
"Ehm... Yah... Tapi, apakah Kak Da memang sebaik inikah?"
"Ah, saya tidak tahu... Tapi, jangan kaget yah..."
"...?"
"Yang Mulia Sun Ce memintaku untuk menjadi Partner-mu"
Aku mengangga. Serius? Menjadi partner gadis semanis dan secantik ini? MIMPI! Lagipula...
"Siapa Sun Ce?" tanyaku.
"Dia anak Yang Mulia Sun Jian, dan kakak dari Yang Mulia Sun Quan. Suamiku" jelas Da Qiao kegirangan.
"Kamu senang menjadi Partner orang sepertiku?" tanyaku.
"Tentu saja senang, karena ini pertama kalinya saya bisa berkerja sama"
"Oh... Yah, kita kerja sama yah, Kakak Da!"
"Ehm..."
Da Qiao mengangguk, matanya memancarkan kejujuran dan kesetiaan yang menggemaskan. Oke Da Qiao... Apa yang akan kulakukan... Agar kau betah dengan anak keras kepala sepertiku?
.
.
.
Hehe, akhirnya terpublish! Oh yah, soal costume Ling Fong Wu Version, itu baju dari game TOA(Tales Of The Abyss) kalau nggak tahu, GO TO GOOGLE!(?) bajunya si Natalia Luzu Kimlasca-Lanvaldear... Cuma warna merah~
