Sori readers, namun AUthor sedang buru-buru...
Games: Dynasty Warriors, belong to KOEI
Chapters 31: Wei
Gendre: Friendship & Adventure
Rate: K+
Chara: Da Qiao & Pang De & Guo Jia
Summary: no comment-
.
.
.
AHYA chap 31
Aku menutupi wajahku dengan masker berwarna hitam yang tampak mencurigahkan. Memakai jubah yang membuatku tak terlihat. Aku mengikat tali dijubahku dan aku telah selesai, walau cukup mencurigahkan...
"Fong..." panggil Da Qiao.
"Oh, Kak Da... Hem... Bagaimana jika kamu mengikat rambutmu? Tidak akan kelihatan bukan?" tanyaku.
"Oh yah, ka, kamu benar..."
Da Qiao mengikat rambutnya dan berbentuk ekor kuda. Dia menutupi rambutnya dengan memakai topi. Dia memang mirip dengan laki laki, yah... Laki laki yang manis...
"Kita perlu menanyakan persoalan pada mereka dan juga Yang Mulia Cao Cao yang kalian sebut" ucapku.
"Ya, mereka sudah menunggu diluar" ucap Da Qiao.
Aku mengangguk. Dan segera membuka pintu. Disana Guo Jia dan Pang De sedang berdiri disana, dan langsung balik badan menatap kami.
"Keren" ucap Guo Jia kagum.
"Dengan begini aman" tambah Pang De.
"Oh yah, siapa nama kalian?"
"Da..." aku segera menutup mulut Da Qiao.
"Guo Lu Fong" ucapku. "Ini Da Fei"
Da Qiao segera menatap aneh kepadaku. Aku hanya mengangguk dan mencoba membuatnya sedikit percaya kepadaku. "Nama asli kami itu perempuan, jadi kami ini seharusnya memakai nama lelaki" ucapku.
"Oh" ucap Guo Jia seperti baru ingat, ya begitulah.
"Benar juga, kenalkan. Saya Pang De" ucap Pang De.
"Saya Guo Jia..."
"Ya, salam kenal..." ucap Da Qiao.
"Ayo, aku ingin bertemu dengan Yang Mulia Cao Cao yang kalain katakan" ucapku.
"Sebelah sini" balas Guo Jia menunjuk kekiri.
Aku segera mempercepat langkahku ke arah yang ditunjuk Guo Jia, Da Qiao pun segera mengejarku. Begitu juga mereka. Mungkin mereka agak kaget kenapa aku jadi sangat sibuk walau pertama kali kesini.
Tapi, aku benar benar sedang tidak punya waktu!
.
"Sabar Fong. Kalau kesanmu seperti itu, kamu pasti ditendang Yang Mulia Cao Cao" ucap Guo Jia sedang mencoba mengetuk pintu.
"Hah... Teruskan..."
TOK, TOK, TOK!
"Yang Mulia Cao Cao, dua prajurit ini ingin bertemu dengan anda" ucap Pang De membungkuk.
"Silakan..."
Aku tak mendengar, aku terlalu terpesona dengan sekeliling. Benar benar luar biasa. Luas sekali, ini pertama kalinya aku melihat banyak sekali renda...
"Silakan..." ucap ulang Cao Cao.
"Ouh, ouh... Ya..." aku segera berjalan kearahnya dan menunduk. "Kami, ingin berbicara dengan anda..."
"Berbicara?"
"Iya... Saya Guo Lu Fong, disebelah saya ini Da Fei..."
"Permintaan maaf dari saya..." ucap Da Qiao, apa kesalahannya?
"Baiklah... Tapi, ada yang menganjal saya... Saya belum pernah menemui anda sekalian..."
"Oh, permintaan maaf dari saya, Yang Mulia Ca Cao. Kami datang dari pertengahan salju, kami ditolong oleh seorang warga desa..." ucap Da Qiao.
"Hah... Saya bosan dengan prajurit laki-laki... Apakah wanita tidak dapat perang?" tanya Cao Cao mengeleng-geleng kepalanya.
"Permisi Yang Mulia Cao Cao, mereka datang untuk menemui anda Yang Mulia..." ucap seorang wanita berambut hitam yang diikat dengan beberapa perhiasan.
"Ouh, kamu benar Zhen... Saya lupa tujuan utama mereka"
Lama lama aku merasa sangaaaat tidak enak badan, bahasanya terlalu formal! Terlalu sopan! Ugh... Kepalaku rasanya panas... Da Qiao juga ikut ikutan bicara persoalan formal!
"Kami ingin mengajukan pertanyaan Yang Mulia!" ucapku.
"Ah, baiklah... Silakan..." ucap Cao Cao mempersilakan.
"Apa benar, pemuda bernama Lu Chuo Kuo telah membunuh penjaga gerbang disini?" tanyaku.
"Lu Chuo Kuo? Saya belum pernah dengar nama itu..."
"Itu pemuda misterius yang membakar desa kita separuhnya Yang Mulia" ucap kembali wanita itu melipat tangannya.
"Zhen Ji, diamlah!" bentak Cao Cao.
"Maafkan saya Yang Mulia... Hehehehem..." tawa Zhen Ji, wanita ini mengerikan...
"Ya, kudengar ada yang membakar desa disini... Apa itu teman kalian?" tanya Cao Cao.
"... Kami hanya dengar..." ucapku.
'Melindungi diri hah?'
"... Tidak..." bisikku kecil.
"Cuma itukah tujuan kalian?" tanya Cao Cao kembali.
"... Akan kupikirkan ulang..." ucapku.
Aku berdiri dan membalik badan. Guo Jia dan Pang De menepuk tangan mereka. Apa yang mereka kagumi? Aku binggung...
"Aku harus pergi sekarang" ucapku, mereka tersentak kaget.
"Eh!?"
"Aku harus mencari tahu diriku sebenarnya!" lanjutku. "Aku harus ke Jin sekarang juga!"
.
.
.
Ketik Chap 32! *lari*
