Persona : Reflection

Dislaimer : P3 & P4 © Atlus

Me : Maaf saya mau memberitahukan sebuah perbaikan di chapter 2. Pertama , tahunnya 2036 , kedua , umur Miss Moron 24 tahun , maaf ada kesalahan hitung, saya kan tidak sepintar Souji. Ngomong-ngomong, ada ga yang nyadar kalo ujian-ujian di persona gampang banget, Cuma 2 soal untuk setiap mata pelajaran kan?

Naoki : Woy! Lanjut ceritanya! Gue ga bisa berhenti sweatdrop ngeliat bola aneh itu.

Me : Iya, iya! *Ngedumel di pojokan* ngobrol dikit aja ga boleh…

Souji : Author ini suka mojok ya…?


Welcome to Mirror World

"Lalu… Miss Moron membuka pintu tanpa menyadari ada ember diatas pintu yang dibukanya" Anak lelaki itu tertawa menceritakan kejadian yang dialami di hari pertamanya di sekolahnya.

"Menurutku itu trik biasa. Menaruh sesuatu di atas pintu yang akan dibuka guru." Anak perempuan berambut coklat susu membalas.

"Memang! Tapi yang buat gue ketawa itu airnya! Bukan air biasa tapi air yang udah dilarutkan dengan obat diet! Nyindir banget kan? Ga nyangka , anak-anak Inaba lebih parah daripada Tokyo kalo ngerjain guru" Naoki-pun tertawa lepas.

"Iya. Terima kasih Naoki. Kau membuatku lebih tenang" Miori tersenyum pada Naoki.

"Eh ? Maksudnya ?" Naoki memengarahkan kepalanya kearah Miori.

"Karena ada kau, aku jadi lebih tenang, mungkin sedikit egois, maksudku aku tidak sendirian, jadi rasanya aku tidak kesepian. Miori tersenyum dan menaruh kepalanya diatas kedua lututnya.

"Saat ka-san sampai di Inaba, pasti nyadar kalo gue gak ada, dan menemukan surat tentang keanehan cermin yang ada diapartemen." Naoki tersenyum dan menepuk punggung Miori.

"Kalau dipikir-pikir aku juga memasuki dunia ini lewat cermin." Miori berusaha mengingat-ingat.


Inaba 04 April 01:29 AM

Di sebuah stasiun kereta yang sepi. Terdengar suara yang menandakan kereta yang menuju Yasoinaba akan berlabuh. Tak lama kemudian sampailah kereta itu di stasiun Yasoinaba. Hanya sedikit yang turun dari kereta tersebut. Diantaranya ada dua orang yang mencolok karena membawa koper-koper besar dan ketampanan mereka. Mereka berpisah di depan stasiun.

"Jadi , untuk apa malam-malam begini kau keliling Inaba?" Seorang dengan topi biru dan mantel biru tua bertanya pada teman seperjalanannya.

"Aku hanya ingin bertemu dengan orang yang sudah lama tidak kuketahui kabarnya. Tenang saja Naoto." Jawab lelaki berambut abu-abu yang mengunakan kacamata.

"Kalau begitu berhati-hatilah. Sudah malam. Aku akan pergi ke apartemen dulu." Naoto berbalik dan berjalan meninggalkan Souji.

Soujipun berjalan-jalan memperhatikan bangunan-bangunan di Inaba yang sudah cukup banyak berubah. Ia menyusuri sambil berusaha mengingat-ingat Inaba yang ia kenal 24 tahun yang lalu. Perlahan , kenangan-kenangan yang sudah lama terkubur bangkit kembali. Bibirnya perlahan membentuk lengkungan keatas yang menandakan ia sedang tersenyum. Dan ia-pun sampai di sebuah pintu biru. Velvet Room. Ia memasukan tangannya ke sakunya lalu mengeluarkan sebuah kunci biru dan menggunakan kunci itu membuka pintu tersebut.

" Selamat datang anakku , ada sesuatu yang kau inginkan?" Terdengar sebuah suara seorang pria tua.

"Ada beberapa hal yang ingin kuketahui sekarang juga." Jawab Souji to the point dan tak lupa tersenyum.

"Apa itu?" Tanya seorang wanita berambut perak yang anggun.

"Apa kemampuan persona menurun? Sejak putraku datang ke Inaba , pertanyaan ini selalu menggangguku." Souji mengambil tempat duduk dan mendudukinya.

"Tergantung. Hal itu tergantung takdir seseorang. Harus kuakui, putramu mempunyai kemampuan yang sama." Jawab Igor dengan terkekeh

"Ada yang ingin kuperlihatkan padamu. Lihatlah ini." Margareth menunjuk pada sebuah televisi kecil.

Souji melihat kearah yang ditunjukan Magareth dan matanya menatap terkejut kearah televisi yang ditunjuk Margareth. Putranya , ada di dalam televisi.


Naoki's POV

Apa?! Dia juga masuk melalui cermin?! Berarti semua cermin di Inaba memang gak beres saat malem. Tapi bagaimana dia bisa masuk kemari? Dan kenapa saat aku bertanya pada orang-orang di Inaba tentang cermin, mereka tidak mengetahui apa-apa.

"Kalau boleh nanya, gimana caranya kau bisa masuk kesini? Kalo gue sukarela." Gue menoleh dan nanya ke Miori apa penyebab dia bisa masuk kesini.

"…, Sebenarnya aku sedang ada masalah, lalu aku memandang diriku di cermin. Karena aku merasa lelah dengan masalahku, aku menyandarkan diriku ke cermin dan jatuh. Saat sadar aku sudah berada disini." Jawab Miori dengan tidak bersemangat.

"Oh gitu. Kalau begitu tunggu saja sampai polisi datang." Gue berdiri dan ngelemesin otot -otot gue.

"Polisi?" Tanya Miori.

"Sebenernya gue dah ngerasa aneh ngeliat dunia cermin dan jawaban orang-orang Inaba. Makanya sebelum pergi gue tulis sebuah surat tentang keadaan cermin yang aneh. ibuku besok nyampe di Inaba. Dia detektif, pasti bisa menemukan cara untuk keluar dari sini. Lagipula dia lulusan kriminal psikologi, medis, fisika. Ya… yang bisa dia pake buat penyelidikannya."

"Ternyata kau orang yang teliti dan berhati-hati ya!" Miori tersenyum.

"Sebenernya gak keren sih diem disini nungguin bantuan. Tapi apa boleh buat." Gue mengangkat bahu gue, dan duduk lagi.


Souji pun hanya bisa terdiam melihat putranya dengan seorang gadis yang ia ketahui adalah seseorang yang dicari Naoto.

Ia langsung berdiri dan berkata , "Beritahu aku! Bagaimana cara menyelamatkan putraku dan gadis itu!" Souji tidak bisa berdiam diri melihat putranya didunia yang tidak ia ketahui namanya dan terdapat banyak shadow disana.

"Dunia ini dinamakan 'Mirror World' , dunia yang memakai cermin sebagai medianya." Jelas Margareth.

"Tenang saja, kau masih menyimpan kemampuan personamu, kau bisa menyelamatkan putramu." Igor terkekeh.

Souji langsung membuka pintu Velvet Room dan pergi mencari cermin yang bisa dimasukinya.

Setelah Souji meninggalkan Velvet Room , Margareth bertanya pada Igor ,"Akankah putranya memasuki ruangan ini?"

"Selama ia tidak jujur pada dirinya, maka ia tidak akan bisa memasuki ruangan ini." Jawab Igor.


Naoki's POV

"Eh , Miori , itu apa?" Tanya gue sambil nunjuk ke arah "bola" unik yang mamerin lidahnya.

"Hmm..., entahlah mungkin sejenis makhluk hidup yang tinggal disini." Jawab Miori dengan bingung.

Waduh! Kayaknya yang begini aneh banget. Monsterkah? Penduduk dunia inikah? Kalo iya, penjahat atau orang baek? Pake bahasa apa nih..?

"Mau disapa?" Tanya Miori ke gue

"Grrrr.." Respon sang bola yang mamerin lidah yang gaje.

"Ermm , kalo dia make bahasa 'Grrr' tandanya bahaya..." Gue memasang kuda-kuda yang diajarkan bibi Chie. Eits dia baru ngajarin posisi siaga blom cara berantemnya!

"Diam disitu!" Teriak sebuah suara yang gue kenal sejak kecil.

Ga lama kemudian gue ngedenger suara tembakan yang udah familier dan bola gaje itu ilang menjadi kabut.

"Naoki! Kau tidak apa?" Tanya suara tadi yang udah pasti ka-san gue.

"Ka-san!" Respon gue.

"Dan kau Miori, kau bagaimana?" Tanya nyokap dengan senyum lembut yang bisa membuat cewek-cewek meleleh.

"Ah.. I.. Iya.., aku tak apa.." Tak terkecuali Miori , yang melihat nyokap gue sebagai detektif ganteng yang menyelamatkannya bagaikan pangeran berkuda putih.

"Ahem.., Miori..., denger ga dia gue panggil apa? " Gue mulai merasakan hal yang sama setiap nyokap gue bertemu temen-temen gue yang cewek.

"Ken-san?" Yang dikatakan Miori membuat gue merasa ka-san harus segera memanjangkan rambutnya.

Kenapa semua cewek yang baru kenal ka-san pasti bakal salah denger dari "ka-san" jadi "ken-san" ? Dan gue menyadari satu hal , ada 2 tas besar dibelakang ka-san.

"Ka-san..., itu apa?" Tanya gue karena pernasaran.

"Oh itu, senjata,pakaian, dan yang lainnya." Jawab ka-san singkat.

"Untuk apa?" Tanya Miori.

"Untuk bertahan hidup di dunia ini." Jawaban ka-san membuat gue bengong.


Seta's Apartment 04 April 04:45 AM

Souji berpikir ada baiknya ia berunding dengan Naoto terlebih dahulu, tapi begitu ia sampai di rumah ia melihat sebuah surat dan amplop yang tergeletak begitu saja, dan sebuah surat yang masih didalam amplop diletakkan diatas meja. Ia mengambil terlebih dahulu surat yang tergeletak di lantai.

--

Dear ka-san.

Ka-san , aku menemukan anak yang dicari ka-san. Memang aneh tapi, ini nyata! Anak ini ada di dalam cermin! Aku akan pergi menemaninya , kenapa? Mana bisa aku membiarkan seorang gadis sendirian di tempat gak logis seperti cermin. Ka-san setelah membaca surat ini bisa berunding dulu dengan tou-san atau dengan rekan polisi ka-san. Anggap aja aku lagi jalan-jalan. Dah.

Anakmu yang dobel ganteng

Naoki

--

Souji yang selesai membaca langsung sweatdrop. Ia heran dengan cara penyampaian putranya yang amat santai dan blak-blakan. Ia bingung , keturunan siapa sifat carefree seperti itu. Ia lalu mengambil surat yang diatas meja dan membacanya.

--

Dear Souji,

Naoki berada di dunia baru yang entah apa namanya. Dunia ini terletak di dalam cermin. Maaf kalau aku langsung menyusul Naoki , Aku khawatir , Naoki tidak punya pengalaman dalam hal melindungi dirinya. Tenang saja , aku sudah membawa sesuatu yang penting seperti persediaan makanan , senjata , dan lain-lain. Kau bisa berunding dengan teman-teman kita yang masih berada di Inaba , seperti Yukiko dan Teddie. Tolong jangan terlalu mengkhawatirkan Naoki atau aku. Anggap saja kami sedang jalan-jalan

Istrimu yang tampan

Naoto


Souji makin sweatdrop melihat cara penulisan ibu dan anak yang berbeda tapi artinya sama. Ia menghela nafas dan langsung mengambil handphonenya dan mencoba menelpon Yukiko.


Mirror World 04 April 05:00 AM

Naoki's POV

"APA?!! What the *beep* ?!" Gue langsung teriak.

"Naoki jaga mulutmu! Apalagi di depan anak perempuan" ka-san langsung ngomel. Bagus , Miori bakal nganggep ka-san adalah ken-san yang tahu sopan-santun terhadap perempuan.

"Kalau begitu…" Miori berkata dengan pelan.

"Kita akan tinggal disini sampai ayah Naoki datang menolong." Jawab ka-san dengan senyum yang bisa bikin meleleh.

Dan gue..? gue pasrah aja, padahal tadinya mau berduaan tapi diganggu ka-san, dan sweatdrop ngeliat ka-san ngediriin tenda langsung di tempat.


Author Notes : Maaf , Maaf ya kalau ini telat banget. Entah kenapa biarpun chap ini dah selesai dari jaman kapan, tapi author males ngepostnya. Selain itu chap 3 ini campuran dari ngetik di komp, dan di hp. Tapi entah kenapa biar udah diedit biar sama fontnya tetep aja tanda petiknya ga bisa sama…., dan entah kenapa – ditimpuk , karena pake entah kenapa terus- internet author minta dihajar , saking leletnya. Maaf untuk ripiu yang belum dibalas. –sujud gaje di kamar-

Oh iya ada yang nyadar ga? Kalau waktu maen P4 , si igor ga pernah bilang gini. " Souji , your journey is ended , now give me back the key!" XD , author baru maen sekali , jadi maaf kalau ada kesalahan. Seingat author , Igor ga pernah minta kunci velvetnya dibalikin =P.

Seperti biasa jangan lupa ripiu ya!