Chapter 2
The Reunion
Disclaimer : Akang Masoto 'Masashi Kishimoto', boleh gak saya mengambil Naruto *ditampol Masashi Kishimoto 'emang gua tukang soto, seenaknya aja ganti nama orang!*
Rate : T
Genre : Romance, Friendly, Family etc
Pairing : Minato Namikaze x Kushina Uzumaki
Warning ! : EYD abal-abal, OOC, Gaje, tetek bengek semuanya ada !
NB Author : If you don't like this story, don't read !
Kushina melesat turun dari theater panggung musik tersebut dengan amarah masih merajalela bahkan terkadang dia menendang kursi tempat duduk penonton untuk meluapkan isi kemarahannya. Seketikanya dia keluar dari theater…, dia terkejut ketika jalannya telah dihalangi oleh seorang wanita seumuran dengannya.
"kau…"
Chapter 2
"halo Kushina-chan?, apa kabar?" sapa sang gadis berambut raven yang panjang itu didepannya, paras wajahnya cantik dan menawan, matanya yang berwarna hitam onyx memantulkan wajah Kushina yang sedang terkejut, sang gadis itu tersenyum indah pada Kushina yang terkejut memandanginya.
Kushina melebarkan mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dengan mata melotot Kushina menatapi tubuhnya sang gadis tersebut dari atas sampai bawah sehingga membuat sang gadis sweatdrop dengan apa yang dilakukan Kushina.
"Mikoto-chan !" teriak Kushina sangat keras, gadis yang bernama Mikoto itu hanya tersenyum kecil ketika melihat tingkah temannya itu yang seperti melihat hal yang menarik. Dengan cepat Kushina memeluk Mikoto sangat erat dengan tertawa bahagia dipelukannya.
"ya ampun !, sejak kapan kau kembali Mikoto-chan?!" teriak Kushina dipelukannya sehingga membuat telinga Mikoto berdengung, Mikoto membalas memeluk Kushina sama eratnya dengannya.
"baru saja"
"lalu dimana Fugaku-kun?" tanya Kushina seraya melepaskan pelukannya, dia mendongahkan kepalanya kebelakang bahunya si Mikoto dengan gerakkan yang bisa dibilang tidak elit sama sekali sehingga mengundang Mikoto untuk tertawa
"dia tidak disini, dia pulang duluan bersama Itachi-chan" jawab Mikoto.
Mikoto menikah dengan Fugaku dalam usia yang sangat muda sekali, bahkan mereka berdua sudah bertunangan di masa mereka berdua sekolah di SMA yang pastinya sekolahnya sama dengan tempat Kushina bersekolah dulu. Dua tahun di pernikahan mereka, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang imut dan lucu tetapi sayangnya sifatnya sama dengan ayahnya yaitu cuek dan dingin. Anaknya itu bernama Itachi dan umurnya sekarang tiga tahun, dia hanya akan berbicara dengan orang yang dikenalinya saja seperti Kushina dan kedua orang tuanya. Meskipun dia cuek dan dingin, dia itu baik hati dan sopan sekali, dia suka membantu kedua orang tuanya jika kedua orang tuanya sedang kesusahan meskipun akhirnya akan menjadi makin susah. Mikoto, Fugaku dan Itachi seminggu yang lalu pergi ke kota Suna untuk merefreshing diri, sejak Mikoto pergi..., Kushina merasa sangat kesepian sekali, teman yang paling dekat dengannya itu hanya Mikoto saja, sejak di SMA, Kushina hanya bermain dengan Mikoto saja seorang. Dia jarang sekali berteman dengan yang lain selain Mokoto, dia merasa lebih nyaman dengan Mikoto daripada yang lainnya.
"Itachi-chan !, kenapa kamu tidak suruh dia ikut bersamamu sih, aku kan kangen sama dia, aku ingin memeluk tubuh kecilnya, mencium dan mencubit pipi chabby-nya. Ih...kenapa tidak kamu bawa sih, huft" dengus Kushina dengan expresi cemberut.
"maaf Kushina-chan, moodnya sedang jelek tadi, dia sedang merengek-rengek mau cepat pulang jadi dia tidak mau ikut"
"yah..., ya sudahlah lupakan" sahut Kushina pasrah diikuti dengan hembusan nafas panjang, Mikoto tersenyum melihat expresi pasrahnya Kushina, menurutnya..., expresi pasrah Kushina sangat lucu sekali.
"hehe maaf yah, oh iya kau ngapain di panggung musik ini?" tanya Mikoto mengalihkan perbincangan sambil menunjuk kearah gedung panggung musik yang berada dibelakang Kushina, Kushina melebarkan matanya lupa kalau dia masih berada di depan panggung musik tersebut karena dia saking senangnya bertemu dengan temannya itu.
"aku..., aku habis latihan biola disini" kata Kushina seraya mengangkat tas biolanya yang dia tenteng ditangan kanannya, Mikoto melebarkan mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia dengar..., 'Kushina bermain biola? Sepertinya ada yang aneh' batin Mikoto curiga.
"bermain biola?, tapi bukannya kau tidak bisa bermain biola?"
"maka dari itu aku latihan biola, baka"
Mikoto diam sejenak sambil menyipitkan matanya kearahnya, sepertinya dia tahu kenapa Kushina bermain biola, karena Mikoto tahu semua tentang Kushina. Dari kesukaannya, kebenciannya bahkan sifatnya karena Kushina adalah sahabatnya. Mikoto tahu kalau Kushina hanya menyukai hal-hal yang berbau adrenalin dan menantang, Mikoto tahu kalau dia membenci hal-hal yang berbau feminim yang menrutnya itu terlalu lebay, dan semua kata-kata yang diucapkan Kushina padanya berputar balik ketika dia melihat Kushina memegang biola yang dibungkus dengan tas hitam tebal, dia merasa ada sesuatu yang ganjil pada sahabatnya ini. Kenapa dia bisa berubah drastis seperti ini?. Apa yang terjadi dengannya?, apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga membuatnya berubah seperti ini?. Batinnya curiga, seluruh rasa curigannya telah dia lontarkan dalam hati, ingin sekali dia menanyakan semua pertanyaan yang telah berkumpul di benaknya, tetapi dia berfikir mungkin disalah satu pertanyannya, pasti ada sesuatu yang menyinggungnya, jadi dia mencari pertanyaan bagus untuk menanyakannya tanpa menyinggungnya.
"Kushina-chan..., apa yang terjadi? Kau terlihat...er, berbeda" tanya Mikoto takut-takut
Setelah Mikoto selesai bertanya seperti itu..., dia menundukkan kepalanya menyembunyikan expresi sedihnya, Kushina mengerti dengan apa yang diucapkannya. Entah mengapa akhir-akhir ini dia selalu sedih, padahal dulunya dia adalah gadis yang kuat dan murah senyum. Mikoto menatap Kushina dengan tatapan bersalah kemudian dia memegang bahu kanannya Kushina karena dia merasa sepertinya pertanyaannya itu salah, dia merasa karena pertanyaannya membuat Kushina tersinggung. Ini adalah pertama kalinya Mikoto melihat Kushina dengan tatapan sedih seperti itu.
"Kushina-chan..., apa pertanyaanku membuatmu tersinggung? Maafkan aku yah."
"tidak...tidak kok Mikoto-Chan. Aku...aku memang sedang ingin bermain biola saja" kata Kushina berbohong diikuti dengan cengiran terpaksa yang telah dia paksakan agar terlihat seperti senyuman ikhlas.
-skip time-
Disebuah klub yang berada dipertengahan kota Konoha ada seseorang pria yang sedang berdansa dengan asyiknya bersama para gadis-gadis cantik dan seksi, dengan lihai-nya dia berdansa sampai-sampai rambutnya yang berwarna pirang dan jabrik seperti durian bergoyang mengikuti irama musik nge-beat. Suara tawaan dan keasyikan para gadis yang mengelilinginya membuat dia semakin bergoyang mengikuti irama, dengan berani pria berambut jabrik itu memegang pinggul salah satu gadis yang berdansa dengannya, gadis yang dipegang pinggulnya olehnya telah tersenyum manis sekali diikuti wajah memerah, dia terpesona dengan ketampanan si pria tersebut atau bisa dibilang sangat tampan. Pria itu sangat sempurna sekali, tubuhnya sangat kekar dan terlihat macho, matanya berwarna biru safir terang yang membuat seluruh wanita pasti terkagum melihat matanya, parasnya mempesona dan seluruhnya yang berada padanya hampir sempurna. Pria itu adalah seorang pria yang suka memainkan wanita, dia adalah playboy kelas kakap.
Tiap gadis yang selalu mendekatinya pasti langsung menyatakan cintanya padanya, lalu apa yang terjadi..., yah tentu saja pria itu menerimanya, pria itu menerima tiap gadis yang menyatakan cintanya karena ada maksud tersendiri, ada sesuatu yang ingin dia lakukan pada gadis itu, yaitu... *tuuut 'disensor'* :D.
"Kyaaa !" teriak para gadis yang mengelilinginya, mereka berteriak melihat si pria berambut jabrik tersebut mengeluarkan senjata ampuhnya yaitu senyuman, senyumannya bukan sembarangan senyuman, senyumannya itu bagaikan santet bagi seluruh para wanita, seluruh wanita yang melihat senyumannya pasti akan terpingsan bahkan ada juga yang nosebleed karena saking terpesonanya. Disaat dia sedang asyik-asyiknya berdansa, tibalah seorang gadis cantik yang lebih cantik dan lebih seksi dari para gadis yang mengelilinginya, gadis itu sedang memesan minuman di bar tempat klub tersebut, pria berambut jabrik itu menatap gadis itu dengan tatapan mesum dan sedikit seringaian khas ayahnya yaitu Jiraiya sang raja mesum.
Dia berhenti berdansa disaat melihat gadis itu, alir liurnya sedikit keluar dari mulutnya disaat melihat tubuh rampingnya si gadis yang mulai duduk di bar tersebut, para gadis yang mengelilingi pria berambut jabrik itu ikut berhenti berdansa disaat sang raja dansa itu berhenti berdansa, mereka mengerutkan keningnya heran melihat si pria tersebut yang menatap kearah bar dan mulai berjalan menjauhi mereka.
"hai?" sapa pria berambut jabrik itu kepada gadis yang berada di bar tersebut dengan tersenyum ketika dia tiba disana, gadis itu menatap pria berambut jabrik itu dari atas sampai bawah kemudian ketika selesai dia menyeringai.
"kau bagaikan rembulan yang indah, terang wajahmu membuatku terpesona, senyuman indahmu membuatku terbayang melayang melewati langit ketujuh, gerak-gerik cara jalanmu hampir membuatku terjatuh pingsan, jantungku berdetak keras bagaikan bom yang meledak disaat aku melihatmu, kau gadis tercantik dan terindah yang pernah kulihat, wahai gadisku...kau melebihi keindahan bulan dan bintang diatas sana" gombal Minato sangat semangat sekali, dia menyengir lebar dengan alis bergerak keatas dan kebawah secara berkali-kali dengan expresi aneh. Si gadis tersenyum disaat si pria berambut jabrik itu menggombalinya. Sepertinya dia mulai terpesona dengan pria berambut jabrik itu.
Pria berambut jabrik itu duduk disebelahnya dengan gaya duduk yang bisa dibilang terlalu berlebihan
"boleh aku kenalan denganmu, sayang?" goda Minato pada gadis disebelahnya, gadis tersebut tertawa pelan kemudian menganggukkan kepalanya
"aku Minato, kau?"
"Sakura"
"Sakura..., nama yang sangat indah sekali. Oh kamu tahu matamu itu mengingatkanku pada sesuatu Sakura"
"apa itu?"
"matamu bagaikan berlian Italy yang indah, bahkan lebih indah"
"hehehe, kamu bisa saja" kata Sakura mulai kesemsem dengan gombalannya Minato"
"yah bisa dong, untuk kamu apa sih yang tidak bisa"
Sakura tersenyum malu kemudian wajahnya mulai memerah disaat melihat Minato tersenyum manis kearahnya.
"aku tidak pernah melihatmu disini sayang, apa kamu orang baru?"
"tidak..., aku sering kesini kok"
"tetapi kenapa aku tidak pernah melihatmu?"
"mungkin kamu kurang beruntung" kata Sakura menggodanya sehingga membuat Minato menyeringai lagi.
"yah mungkin sekali"
Disaat sedang asyiknya berbincang..., sang pelayan bar mendekati mereka berdua dengan mengambil satu minuman pesanannya Sakura.
"tunggu dulu pelayan..." kata Minato seraya menarik lengan si pelayan disaat si pelayan ingin pergi melayani yang lain.
"ada apa tuan?"
"bawakan lima botol vodka kemari, aku ingin merayakan pesta dengannya" sahut Minato sambil tersenyum kearah Sakura sehingga dengan otomatis membuat wajah Sakura memerah, si pelayan mengangguk dan melesat pergi mengambil lima botol pesanannya Minato, setelah si pelayan tiba dia membuka seluruh botol pesanannya sekaligus memberikan satu gelas kaca untuk Minato.
"ayo kita bersulang, sayang"
"ayo"
Mereka menempelkan gelas kaca mereka masing-masing setelah gelas kaca mereka telah diisi minuman keras dan mereka mulai meminumnya sampai habis.
-Dirumah Kushina-
"yah Itachi-chan tidur..." dengus Kushina disaat melihat Itachi tertidur dipangkuannya, dia tersenyum melihat Itachi tertidur kemudian dia berkata dalam hati 'apakah anakku nanti akan imut seperti dia yah?'. Kushina mencium pipi kiri Itachi dengan lembut kemudian dia mencubit pipinya dengan berhati-hati agar dia tidak terbangun dari tidurnya
"oyasuminasai Itachi-chan"
"Kushina-chan..., Itachi-chan tertidur yah?" kata Mikoto seraya berdiri dari sofanya dan menatap kearah tempat ruangan bersantai ketika dia menyadari anaknya tidak mengeluarkan suara apapun.
"iya Mikoto-chan, dia tertidur" sahut Kushina diruangan bersantai.
"Itachi-chan sudah tidur lebih baik kita pulang saja, lagipula sekarang sudah jam sebelas malam" kata Fugaku santai.
"yah kau benar Fugaku"
Hashirama mendengar perbincangan Mikoto dan Fugaku yang saat itu bersamanya
"hah...kalian sudah mau pulang?"
"iya Hashirama-sama, sudah malam kasihan Itachi-chan?"
"hah kalian sudah mau pulang?" teriak Kushina diruangan bersantai, Fugaku mendesis menyuruh Kushina untuk mengecilkan suaranya di ruang tamu, Kushina menutup mulutnya lalu meminta maaf pada fugaku, Mikoto hanya tersenyum kecil dengan keringat sebiji jagung keluar di dahinya saat melihat Kushina dan Fugaku.
"ya sudah lebih baik kami pulang sekarang Hashirama-sama" kata Fugaku sambil membungkukkan tubuhnya kearah Hashirama sedangkan Mikoto berjalan menjauhi mereka berdua untuk mendekati Kushina yang sedang menepuk-nepuk Itachi di ruangan bersantai.
"kau suka anak kecil yah?"
"yah, suka sekali?"
"kalau begitu cepatlah menikah dan punya anak" kata Mikoto menggoda Kushina, wajah Kushina memerah karena malu dengan apa yang diucapkannya.
"aku kan belum punya pacar..., ah sudahlah diam. Ini bawa Itachi-chan, Itachi-chan kasihan nih" bisik Kushina seraya menunjuk kearah Itachi yang sedang tertidur nyenyak di pangkuannya.
"baiklah" singkat Mikoto lalu menggendong Itachi dengan hati-hati, Kushina melesat berdiri dari duduknya kemudian berkata "hati-hati ya dijalan, dan sampaikan kata 'hati-hatiku' pada Fugaku-kun".
Mikoto menatap Kushina dengan alis berkerut kemudian memandangnya heran
"kenapa kau tidak bilang saja langsung padanya?"
"ahh...aku sedang malas dengannya. Dia menyebalkan"
Mikoto tersenyum manis
"iya deh...bye"
"bye"
Kushina melesat kekamarnya setelah Mikoto dan Fugaku telah pulang kerumah mereka, dia merasa sangat lelah sekali saat itu, dia kebanyakan tertawa dengan Itachi tadi, seketikanya dia melesat ke tempat tidurnya dan ingin memejamkan matanya, tiba-tiba suara deringan ponselnya berbunyi keras sampai-sampai membuat Kushina kesal dan menyumpahi orang yang menelponnya.
"halo !" teriak Kushina membentak
"loh kok kamu membentakku sih sayang?" kata seorang pria ditelfon dengan suara pelan
Kushina tersontak terkejut dengan mata melebar disaat dia mendengar kata 'sayang' yang keluar ditelfonnya itu.
"siapa ini?"
"kok kamu tidak kenal aku sih, aku pangeranmu sayang...hiks" kata pria di ponsel tersebut cegukan ditelpon
"kau mabuk yah?"
"kan kita berdua mabuk...masa kau lupa sih?"
"maaf...aku tidak suka minuman keras dan aku tidak mengenali anda, mungkin anda salah sambung"
"salah sambung...hiks...kok kamu jadi bersikap dingin begini sih sama aku?"
"maafkan aku yah...anda salah sambung. Bye"
"tunggu...jangan matikan telfonnya. Kalau begitu siapa kau, sayang?"
Amarah Kushina semakin menjadi-jadi, dia tidak suka orang yang tak dikenalinya dengan seenaknya menyebut kata 'sayang' padanya, dia merasa seperti wanita murahan kalau sesorang mengatakannya. Dengan emosi dia mematikkan ponselnya lalu melemparkan ponselnya kesampingnya dengan gerutuan dan dengusan kesal.
"suara yang sangat indah sekali" kata pria berambut jabrik di kotak telfon umum sambil menyeringai kemudian keluar dari kotak telfon umum dengan tidak elitnya.
Dan dikamar Kushina, Kushina masih mendengus kesal sambil menyumpahi orang yang tidak dikenal yang menelponnya tadi
"dasar orang aneh !" kesal Kushina dan mulai memejamkan matanya.
TBC
...Please...
...Review...
A/N : Chappie 2 update \('-')/, terima kasih yah 'flowers lavender' yang telah mereview chap Shisui, Shisui senang sekali bahkan hampir seperti jejingkrakkan kesenangan *plak* :lebay:, tunggu chap selanjutnya yah. JAA-MINNA SAN
