Chapter 3

Go To Paris

Disclaimer : Akang Masashi...Aku akan menculik Naruto agar menjadi milikku, boleh kan? *di rasen-shuriken Masashi Kishimoto*

Rate : T

Genre : Romance, Friendly, Family, Angst etc

Pairing : Minato Namikaze x Kushina Uzumaki

Warning ! : EYD abal-abal, OOC, Gaje, tetek bengek semuanya ada !

NB Author : If you don't like this story, don't read !

Enjoy It !

Amarah Kushina semakin menjadi-jadi, dia tidak suka orang yang tak dikenalinya dengan seenaknya menyebut kata 'sayang' padanya, dia merasa seperti wanita murahan kalau seseorang mengatakannya. Dengan emosi dia mematikkan ponselnya lalu melemparkan ponselnya kesampingnya dengan gerutuan dan dengusan kesal.

"suara yang sangat indah sekali" kata pria berambut jabrik di kotak telfon umum sambil menyeringai kemudian keluar dari kotak telfon umum dengan tidak elitnya.

Dan dikamar Kushina, Kushina masih mendengus kesal sambil menyumpahi orang yang tidak dikenal yang menelponnya tadi

"dasar orang aneh !" kesal Kushina dan mulai memejamkan matanya.

Chapter 3

-Minato POV-

Disaat aku sedang memutarkan tubuhku ketempat yang lebih nyaman, aku menggoyangkan pinggulku mengikuti arah yang bisa dibilang 'nikmat', aku mendesah disaat dia menjilati leherku, rasanya geli..., basah..., dan..., er pokoknya aneh deh. Aku tertawa keras sekaligus sedikit mendesah karena tidak tahan dengan jilatannya, dia menarik bajuku seperti menyuruhku untuk membuka bajuku, oh...!, dia memakai giginya untuk membuka bajuku sehingga membuat bajuku robek. Ya ampun kasar sekali sih !. dia mulai menjilati leherku kembali dengan jilatan lebih cepat dari sebelumnya sampai-sampai leherku lengket dengan air liurnya.

"hahaha, oke...oke aku bangun. Dasar kau anjing menyebalkan."

Aku bangun dari tempat tidurku dengan hawa masih mengantuk berat, sudah seminggu ini para gadis di klub membuatku bergadang full tanpa tidur. Aku sangat bersyukur sekali mempunyai wajah tampan nan mempesona ini. Gara-gara wajah ini aku selalu dikejar-kejar oleh para gadis-gadis seksi bahkan ayahku iri dengan ketampananku, rasa irinya padaku sangat besar sekali sampai-sampai dia berani bertaruh siapa yang akan mendapatkan gadis terbanyak. Aku tertawa saat mendengar taruhan konyolnya itu, bagaimana bisa pria yang sudah tua dan keriput itu bisa mendapatkan gadis yang banyak. Heh...!, mustahil !. Lagipula jika aku memakai logika-ku, tentu saja aku yang akan menang taruhan. Aku kan tampan !, sedangkan ayahku...,er, tidak jadi deh...takut durhaka.

Karena itu aku tidak mau bertaruh dengannya, hanya membuang-buang waktuku saja kalau aku menyetujui taruhannya.

"turun kau dari tempat tidur sutraku Verlita, lihat apa yang kau lakukan pada tempat tidur sutraku, kau membuat tempat tidur sutraku berubah menjadi tempat tidur berbulu anjing." Kataku pada Verlita anjingku sambil mengayunkan tanganku untuk mengusirnya dari tempat tidurku.

Setelah dia turun dari tempat tidurku..., aku menoleh ke jam weaker-ku yang berada tepat disebelah kiri atau disebelah kanan tempat tidurku, aku mengerjapkan mataku menatap jarum jam tersebut karena mataku terasa masih buram, aku tersontak terkejut dengan mata melebar melihat jarum jam tersebut mengarahkan pukul 7.46 am.

"AKU KESIANGAN !" teriakku sambil melesat berdiri dari tempat tidur dengan cepatnya lalu melesat ke kamar mandi, aku lupa kalau hari ini adalah hari terpenting bagiku..., hari ini adalah hari kelulusanku di Konoha University. Acara kelulusan akan dimulai 13 menit lagi, 'ya Kami-sama..., kumohon undurkan sedikit waktu acaranya.' Batinku dalam hati seraya membuka pintu kamar mandi.

Aku melesat keluar dari rumahku dengan berlari sangat cepat lalu melesat ke mobil porsche ku dan setelah kuhidupkan mobilku aku langsung melesatkan mobilku dengan kecepatan tinggi.

Aku tiba di Konoha University lima belas menit kemudian, acaranya sudah dimulai tetapi baru sambutan saja jadi kukira itu tidak penting. Aku langsung mencari tempat untuk duduk, aku sangat bersyukur sekali sepertinya aku memang sudah dijodohkan duduk di antara kedua teman baikku Shikaku dan Inoichi. Aku melesat duduk diantara mereka setelah aku tiba disana.

"hei apa kabar kawan-kawanku"

"hei, play..."

Aku menutup mulut Shikaku dengan tanganku agar dia tidak melanjutkan sapaannya padaku yang mungkin akan membawa aib padaku.

"ssst.., diam. Baka !"

"maaf"

"kenapa kau bisa kesiangan Minato-kun? Kau kan tahu kalau hari ini adalah acara penting"

"yaelah cuma telat beberapa menit doang"

"ya tapi kan tetap saja kau telat"

"sudahlah diam baka, kalian dengar saja nih, namaku akan dipanggil di peringkat paling pertama oleh Iruka-sensei karena aku murid berprestasi, dan kau...dan kau juga !" kataku dengan nada sindiran sambil menunjukkan jari telunjukku pada mereka.

"akan mendapatkan peringkat kedua dan ketiga atau mungkin tidak lulus" lanjutku sambil tertawa pelan mengejek.

Suara dehaman Iruka-sensei mengheningkan suasana di acara kelulusan, pengumuman kelulusan akan dibacakan olehnya.

"selamat pagi semuanya"

"pagi"

"hari ini adalah hari yang berbahagia, saya berada disini untuk membacakan kelulusan para mahasiswa Konoha University tetapi sebelum saya membacakannya..., disini ada satu anak yang tidak lulus..."

"hah !, sepertinya orang itu bodoh sekali yah masa bisa tidak lulus" kataku pada Shikaku dan Inoichi, aku tertawa kecil melihat Shikaku dan Inoichi. Mereka berdua menatap Iruka-sensei dengan tatapan takut sekaligus khawatir, keringat mulai bercucuran di wajahnya. Sepertinya dia takut kalau-kalau orang yang dikatakan Iruka-sensei yang tadi dia bilang ada salah satu orang yang tidak lulus adalah salah satu dari mereka.

Aku merangkul bahu mereka sambil menepuk-nepuknya dengan lembut mencoba menenangkan mereka berdua

"tenang..., jika orang yang tidak lulus yang tadi dikatakan Iruka-sensei itu adalah salah satu dari kalian..., jangan dibawa serius oke. Kalian kan bisa mengulanginya lagi nanti, ya kan?"

"diamlah, aku sedang berdo'a kepada Kami-sama"

"aku juga"

Aku mengangkat kedua alisku sambil melengkungkan mulutku kebawah lalu mengangguk ketika Shikaku dan Inoichi berkata demikian padaku

"oke"

"baiklah..., tanpa panjang lebar lagi. Saya akan memberitahukan salah satu orang yang tidak lulus ini kepada anda semuanya, nama orang itu adalah..."

"kalian berdo'a saja agar orang yang dibacakan olehnya itu bukan kalian, hehehe"

"Minato Namikaze !"

-End Minato POV-

"APA !, KAU TIDAK LULUS?!" teriak Jiraiya yang tepat didepannya, Minato menundukkan kepalanya takut dengan wajah ayahnya saat ini. Dia yakin wajah ayahnya saat ini sangat seram sekali. Minato tahu ayahnya sangat mempercayainya tetapi apa gerangan..., Minato malah membuat ayahnya kecewa.

Ayahnya menyentuh bahunya dengan lembut

"tou-chan bangga padamu Minato"

Minato mendongahkan kepalanya menatap ayahnya tidak percaya dengan mata melebar, dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Biasanya sang ayah akan memarahi anaknya habis-habisan jika sang anak tidak lulus dalam dunia pendidikan, setelah itu anak yang tidak lulus tersebut akan dihukum agar anaknya bisa menjadi yang lebih baik tetapi Jiraiya berbalik dengan sifat ayah yang lainnya, dia malah bangga dengan Minato karena dia tidak lulus.

Jiraiya menyengir lebar padanya memberitahukan kalau Jiraiya benar-benar sangat bangga pada anaknya itu, Minato mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah ayahnya. Seketikanya Jiraiya sadar kalau Minato menatapnya dengan tatapan bingung..., Jiraiya tertawa keras lalu membawa Minato kedalam gudang yang tidak pernah dimasuki oleh Minato.

-Dirumah Kushina-

"AKU LULUS TOU-CHAN !" teriak Kushina sangat bahagia sekali, dia bahagia sekali karena dia lulus kuliah, si gadis berambut merah darah itu memeluk ayahnya di pertengahan para mahasiswa yang juga berbahagia sambil tertawa keras saking bahagianya dengan kelulusannya, dia merasa masih seperti mimpi saja saat ini, dia merasa dia berada didalam mimpi terindah.

Hashirama memeluk putrinya dengan sangat eratnya sambil tersenyum lembut

"aku sangat bangga padamu sayang"

"iya, tou-chan cepat beritahu nii-san kalau aku lulus, aku tidak sabar meminta hadiahku darinya, telfon nii-san tou-chan !, suruh dia cepat pulang tou-chan" pinta Kushina penuh semangat seraya melepaskan pelukannya.

"hadiah?"

"iya, aku dan nii-san bertaruh kalau aku lulus dalam nilai tinggi, nii-san akan mengajakku berlibur ke Paris"

"iya, nanti sepulang dari sini tou-chan akan menelfon nii-san mu"

Kushina menyengir bahagia lalu memeluk Hashirama kembali meluapkan kesenangannya yang mulai merajalela kembali.

-dirumah Minato-

Minato dan Jiraiya memasukki gudang yang berisi banyak foto-foto kakek-kakek-nya Minato dengan pakaian yang berwibawa dan bijaksana yang bergantung disetiap dinding gudang tersebut.

"kau lihat kakek kakeknya kakeknya kakeknya tou-chan ini?" bisik Jiraiya seraya menunjuk kearah foto seorang pria bermata biru safir sama seperti Minato tersebut, pria itu terlihat gagah dan terlihat berwibawa sekali, rambutnya lurus dan rapih, matanya tajam menatap kedepan sehingga seperti orang yang mempunyai ketegasan yang tinggi.

Minato menatap pria itu dengan teliti kemudian mengangguk setelah dia puas melihatnya.

"iya"

"kau tahu dia dulu tidak lulus sekolah dasar"

"hah !"

"yah, dan kakekmu yang satu ini lagi dia dulu tidak lulus SMP"

"yang benar tou-chan?"

"menurutmu aku ini berbohong?"

"kurasa tidak"

"seluruh foto disini adalah kakek-kakekmu, mereka semua tidak ada yang lulus dalam masa pendidikannya, masa pendidikan diantara mereka semua paling lama adalah duduk di SMA setelah itu mereka berhenti, ada juga yang berkuliah diantara mereka semua tetapi masa kuliahnya itu cuma bertahan seminggu saja setelah itu mereka berhenti"

"malas sekali"

"yah begitulah, tapi jangan kau remehkan kakek-kakekmu ini, meskipun mereka semua tidak ada yang lulus dalam masa bersekolah..., mereka semua tetap bisa sukses dan menjadi terkenal. Contohnya tou-chanmu ini, tou-chanmu berhenti sekolah ketika tou-chan duduk di kelas lima SD tetapi tou-chan bisa membuat perusahaan dan perusahaan tou-chan bisa sukses bahkan mempunyai cabang diseluruh dunia. Dengarkan tou-chan..., kegagalan dalam pendidikan bukanlah suatu hal yang menyedihkan. Jika kau tidak lulus bukan berarti kau tidak bisa sukses, kunci sukses bukan berada pada kelulusan, kunci sukses itu berada pada diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa sukses dan bagaimana kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Jadi kau jangan menyesal kalau tidak lulus, oke"

Jiraiya tersenyum pada Minato sambil memegang bahunya, Minato membalas senyumannya kemudian memeluknya sangat erat.

"terima kasih tou-chan, aku menyayangimu"

"aku juga sayang padamu"

-dirumah Kushina-

"nii-san..., aku lulus dengan nilai tinggi!, mana janji nii-san padaku? " tanya Kushina kesenangan di ponsel ketika Hashirama memberikan ponselnya ke Kushina

"ah masa sih, aku tidak percaya !" kata suara pria di ponsel tersebut menggodanya.

"kalau nii-san tidak percaya nii-san pulang kerumah saja dan lihat nilai-ku"

"aduh..., bagaimana yah? Sepertinya nii-san tidak bisa pulang hari ini deh, nii-san lagi banyak kerjaan nih di kota cabang Ame yang nii-chan pimpin, sehingga membuat nii-san sibuk"

"kok nii-san begitu sih, kan nii-san sudah berjanji untuk mengajakku jalan-jalan ke Paris?"

"yah nii-san memang sudah berjanji tapi..., hey bagaimana kalau tiketnya nii-san transfer saja?"

Kushina mengerutkan keningnya bingung

"maksudnya?"

"maksud nii-san, nii-san akan mengirimkan uangnya saja padamu ke rekening kamu, jadi kamu bisa membeli tiketnya, bagaimana?"

"masa cuma aku sendiri sih? Kan aku ingin sama nii-san. aku kan kangen sama nii-san"

"kamu tidak sendiri kok, nanti nii-san kirimkan uangnya kerekeningmu dengan harga yang sama dengan dua tiket jadi kamu bisa pergi dengan tou-chan atau salah satu temanmu ke paris"

"yah kok gitu sih, kan aku maunya sama nii-san"

"habis mau bagaimana lagi, nii-san sibuk banget nih. Oke Kushi-chan?"

Selama sepuluh menit perdebatan, akhirnya Kushina menyerah dengan kakaknya sehingga Kushina setuju akan pergi dengan syarat dia meminta tiga tiket pada kakaknya karena dia akan pergi ke paris dengan Mikoto dan Itachi. Kenapa Kushina tidak meminta ayahnya saja? itu karena Kushina tahu kalau Hashirama itu takut ketinggian jadi dari pada ayahnya nanti penyakit jantungnya kumat lagi lebih baik dia pergi dengan Mikoto dan Itachi saja.

-dirumah Minato-

"tou-chan bolehkah aku berlibur?"

"hah, berlibur? Kemana?"

"ke Paris, tou-chan tahu kan kalau usahaku untuk tidak lulus ini memerlukan tenaga extra jadi aku ingin refreshing untuk mengumpulkan tenagaku lagi"

"dengan...?" tanya Jiraiya dengan seringaian mesum

"dengan ketiga temanku?"

"pria atau wanita?"

"pria"

"kenapa tidak wanita saja, baka. Itu akan lebih merefreshingkan diri"

"tapi tou-chan wanita disana lebih refresh daripada disini jadi aku akan mengajak laki-laki saja untuk menemaniku kesana sekaligus aku akan mengajari teman yang kuajak nanti bagaimana cara melakukan hubungan yang langgeng" balas Minato sama dengan ayahnya yaitu dengan seringaian mesum saat mengatakannya.

"oke..., oke. Aku suka gayamu anak muda."

"bagaimana tou-chan? Boleh kan?"

"yah boleh, asal kau membawa salah satu gadis dari sana kemari, bagaimana?" tanya Jiraiya sedikit mimisan.

"baiklah, tapi aku tidak janji yah"

"oke"

Keesokan paginya, Minato dan kedua temannya berjalan memasukki gedung bandara tetapi ketika dia sedang membuka pintu gedung tersebut, sang gadis cantik nan indah membuka pintu lebih dulu untuk keluar dari gedung bandara, gadis itu memakai blus yang ketat dan memakai rok mini pendek sehingga membuat Minato hampir mimisan dengan tubuh ramping gadis itu, Minato menyeringai mesum ketika si wanita melewatinya dengan pinggul bergiyang kekiri dan kekanan dengan lihainya, Minato bersiul menggoda wanita itu tetapi sayang tidak didengarnya. Kedua temannya mendesah padanya ketika Minato berjalan mendekati wanita itu dengan berjalan mundur ala Michael Jackson.

"hai sayang?" sapa Minato disaat tepat berada di depan wanita itu dengan expresi keren dan senyuman santetnya.

Si gadis melayangkan rambutnya kebelakang sehingga terlihatlah leher putihnya si gadis yang membuat Minato menganga. Si gadis mengerutkan keningnya dengan tatapan tidak kenal *memang tidak kenal* ketika Minato berada didepannya.

"siapa yah?"

"matamu bagaikan langit biru yang indah, wajahmu cantik dan manis sekali seperti titisan sang putri raja, kulitmu yang putih melebihi susu dan salju. Oh gadisku kau adalah primadona-ku, kau orang yang sempurna yang pernah kulihat selama ini. Kaulah orang yang kucari...ugh !"

Saat sedang asyik-asyiknya berpuisi..., bahunya terbentur dengan bahunya Kushina yang berlari terburu-buru yang dibelakangnya diikuti Mikoto dan Itachi, Kushina meminta maaf padanya ketika dia menaiki tangga kedua menuju gedung bandara tanpa menoleh padanya, Kushina hanya melambaikan tangannya kearah Minato saja, dan ditempat Minato berada, Minato mendengus kesal pada Kushina dengan tatapan garang lalu dia melanjutkan puisinya. Setibanya didepan pintu gedung masuk bandara, kedua teman Minato yaitu Shikaku dan Inoichi menghindar sedikit agar Kushina, Mikoto dan Itachi bisa membuka pintu dan memasukki gedung bandara. Shikaku dan Inoichi mengerutkan keningnya melihat kelakuan Kushina, Mikoto dan Itachi tersebut seolah-olah seperti orang yang terburu-buru.

"mereka terburu-buru sekali yah seperti orang kesiangan"

"iya kau benar Inoichi"

'Tunggu..., terburu-buru? Kesiangan?' batin Shikaku dan Inoichi bersamaan, mereka saling bertatapan lalu melihat jam tangan mereka masing-masing, mereka melebarkan mata mereka masing-masing lalu berteriak memanggil Minato yang masih menggoda sang gadis

"Minato !, ayo masuk sudah siang nanti kita ketinggalan pesawat !"

"tubuh rampingmu membuatku..., apaan sih mengganggu saja !"

"lihat jam di tanganmu !"

Minato memberikan senyuman manis lalu berkata 'tunggu sebentar' pada gadis itu lalu dia melihat jam tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 08.27

"baru pukul 08.27 !..., tubuh rampingmu..., WHAT !" teriak Minato dikata terakhir karena baru menyadari kalau pesawat yang akan menuju Paris akan lepas landas pukul 08.33 dan waktunya cuma enam menit saja.

Sang gadis tersontak terkejut bahkan hampir terjungkil balik karena mendengar teriakkan kerasnya si Minato. Tanpa berfikir panjang dia langsung meninggalkan gadis itu sendirian tanpa pamit seperti tidak punya dosa lalu melesat memasukki pintu masuk bandara bersama kedua temannya, si gadis yang tadi telah digoda Minato mendecak keras melihat kelakuan Minato lalu menggelengkan kepala dan mulai pergi menjauhi bandara.

"sial ! aku kesiangan...!"

Dan ketikanya Minato berhenti di depan loket penerimaan tiket..., Minato memberikan tiketnya dan mulai masuk ke ruangan pesawat dengan nafas berburu.

"nomor 25...25, ah disini" Minato duduk di kursi bernomor 25 sama seperti dengan apa yang tercantum di nomor yang diberikan satpam yang melayani penerimaan tiket tadi. Dia menghembuskan nafas lega sekaligus tenang, ketika dia menarik nafas lagi..., dia mencium aroma yang sangat mistik dihidungnya, aroma ini bukan parfum tetapi aroma seperti shampoo atau sabun hanya saja Minato tidak tahu aroma shampoo dan sabun apa, Minato mengendus-enduskan hidungnya mencari aroma yang sangat nikmat di hidungnya, dan ketika dia menemukannya..., ternyata aroma itu berada pada gadis yang ada disebelahnya yang saat ini menoleh kearah jendela pesawat. Minato menatap rambut merah tersebut dengan penuh kekaguman kemudian dia menyeringai, seringaiannya bukanlah seringaian mesum seperti yang biasa dia pakai pada gadis-gadis lain yang jadi korbannya tetapi seringaian penuh kekaguman dengan keindahan rambut merah tersebut.

'rambut yang cantik...'

TBC

...Please...

...Review...

Fran Fryn kun

Maaf yah Fran-kun telah membuat Minato-kun jadi playboy m(_ _)m, yah soalnya Shisui hanya ingin fic yang Shisui buat ini sedikit rame dengan tingkah gilanya Minato-kun itu aja kok, tapi tenang aja Fran-kun, sifat playboy-nya Minato-kun akan hilang kok saat Minato-kun sudah kenal dekat dengan Kushina-chan nanti. Sifat Playboy Minato Cuma buat ngeramein awal fic-nya aja kok :D *thanks for review*

Aaind88

Iya, nih baru update ;D

A/N : maaf kalau chap-nya jelek, yah wajarlah Shisui kan baru belajar membuat fic. Shisui tidak memaksa para readers mereview fic Shisui, visi Shisui hanya ingin memuaskan para reader saja agar para reader terhibur, itu juga sudah membuat saya senang kok. Jadi...Wait For The Next Chapter *bahasa inggrisnya abal-abal* JAA-Minna~San (^_^)/