Chapter 4
Orang Aneh !
Disclaimer : Akang Masashi...Aku akan menculik Naruto agar menjadi milikku, boleh kan? *di rasen-shuriken Masashi Kishimoto*
Rate : T
Genre : Romance, Friendly, Family, Angst etc
Pairing : Minato Namikaze x Kushina Uzumaki
Warning ! : EYD abal-abal, OOC, Gaje, alur cepat, tetek bengek semuanya ada !
NB Author : oh iya, di chapter sebelumnya saat Kushina bilang dia lulus kuliah pada tou-channya, itu bukan di rumahnya Kushina tetapi di Universitasnya.
If you don't like this story, don't read !
Enjoy It !
"nomor 25...25, ah disini" Minato duduk di kursi bernomor 25 sama seperti dengan apa yang tercantum di nomor yang diberikan satpam yang melayani penerimaan tiket tadi. Dia menghembuskan nafas lega sekaligus tenang, ketika dia menarik nafas lagi..., dia mencium aroma yang sangat mistik dihidungnya, aroma ini bukan parfum tetapi aroma seperti shampoo atau sabun hanya saja Minato tidak tahu aroma shampoo dan sabun apa, Minato mengendus-enduskan hidungnya mencari aroma yang sangat nikmat di hidungnya, dan ketika dia menemukannya..., ternyata aroma itu berada pada gadis yang ada disebelahnya yang saat ini menoleh kearah jendela pesawat. Minato menatap rambut merah tersebut dengan penuh kekaguman kemudian dia menyeringai, seringaiannya bukanlah seringaian mesum seperti yang biasa dia pakai pada gadis-gadis lain yang jadi korbannya tetapi seringaian penuh kekaguman dengan keindahan rambut merah tersebut.
'rambut yang cantik...'
Chapter 4
-Minato POV-
Wow...!, Rambutnya indah dan cantik sekali, warna merah itu membuatku terpesona melihatnya, aku merasa tidak mau berpaling dari rambut indah itu, ingin sekali aku membelainya atau sekedar menyentuhnya, jepitan rambut keemasan yang menjempit setengah poni-nya itu membuatku terkagum-kagum, ternyata ada juga yang mempunyai rambut merah nan cantik itu.
-Kushina POV-
Hufft..., aku memikirkan tou-chan-ttebane !, aku takut dia kenapa-kenapa saat kutinggal. Aku merasa bersalah meninggalkan tou-chan sendiri dirumah, membereskan pekerjaan kantor terbesarnya sendirian di ruangan membosankan, aku takut dia tidak bisa menjaga dirinya, aku takut dia sampai-sampai lupa makan atau minum obat karena mengurus pekerjaannya itu, dan satu lagi hal yang paling kutakuti adalah aku takut penyakit jantungnya kambuh lagi. Ya ampun...!, hal-hal negatif soal tou-chanku muncul terus-menerus difikiranku, belum pergi jauh saja aku sudah memikirkannya, apalagi kalau sudah benar-benar jauh, ya kami-sama !, tolong jaga tou-chan disaat aku pergi...eh?
Fikiranku soal tou-chan berhenti disaat aku merasa ada seseorang yang melihatku secara sembunyi-sembunyi, aku tidak suka dilihati-ttebane. Aku benci dilihat-lihat !
-Normal POV-
Kushina menggerakkan kepalanya dengan cepat kearah Minato sehingga membuat Minato terkejut setengah mati, Kushina mendeathglare Minato saat itu sehingga Minato berpura-pura membaca majalah dengan terburu-buru, karena saking terburu-burunya dia tidak sadar kalau majalah yang dia pegang untuk berpura-pura dibaca terbalik.
Kushina mengetahui kalau majalah Minato terbalik tetapi dia tidak mengatakannya karena dia berfikir 'untuk apa memberitahunya, dia telah memandangiku tanpa izin. Dasar orang aneh', Kushina menolehkan kepalanya lagi kejendela pesawat melihat pembawa paket membawakan barang-barang penumpang di pesawatnya.
Minato menggerakkan bola matanya kekanan secara sembunyi-sembunyi kearah Kushina dengan masih tidak sadar majalahnya terbalik, dia menatap Kushina dengan kalut tetapi sekaligus terpesona, 'ternyata tidak hanya rambutnya saja yang cantik, orang yang mempunyai rambut itu juga cantik. Tidak...sangat cantik. Mungkin aku lebih baik menggodanya' katanya dalam hati sambil tersenyum miris.
Minato mendeham disebelah Kushina sehingga membuat Kushina menoleh kearahnya dengan alis berkerut, Minato menyengir lebar sekali padanya berharap dia terpesona dengan senyumannya, dia yakin kalau senyumannya ini akan ampuh membuat Kushina kesemsem padanya seperti gadis-gadis lain yang pernah dia goda. Tetapi dia salah, Kushina bukanlah gadis yang mudah kesemsem dengan senyuman itu, para gadis yang disenyumi Minato berkata kalau senyuman Minato itu indah dan manis sekali melebihi manisnya gula jawa yang baru dibuat tetapi Kushina berbeda, dia malah berfikir kalau senyumannya itu aneh malah tanpa fikir panjang karena kepolosannya dia sampai-sampai mengatakan apa yang difikirkannya itu pada orang yang memberikan senyumannya padanya.
"jangan tersenyum kau, senyumanmu aneh-ttebane !"
Wajah Minato yang tadinya cerah telah berubah menjadi suram tingkat dalam setelah Kushina mengatakannya, baru kali ini dia dikata-katai oleh seorang gadis, dan baru kali ini juga senyuman santetnya itu tidak membuat seorang gadis kesemsem padanya, tetapi karena hatinya tegar dan kesabarannya tinggi, dengan cepat dia merubah wajah suramnya itu kembali cerah meskipun tidak seluruhnya cerah. 'jika senyumanku gagal, berarti aku akan melakukan rencana 2' kata Minato dalam hati tersenyum licik.
"wahai gadisku..."
Kushina mengerutkan keningnya mulai jijik dengan nada-nada bicaranya Minato
"wahai gadisku..., kerasnya karang itu karena gara-gara air, lunaknya batu itu karena gara-gara air, luluhnya hatiku bukan karena air tapi karena wajahmu yang manislah yang membuatku mencair. Wahai gadisku..., bulan itu bulat kalau dari jauh, tetapi kamu tidak seperti bulan, kamu selalu indah walau tidak terlihat, wahai gadisku...,"
BRUKK !
Belum sempat Minato menyelesaikan puisinya, dia sudah terjatuh terjungkir balik kebelakang dengan wajah merah dan hidung mimisan karena dipukul oleh Kushina dengan sangat kerasnya, cara jatuh Minato yang aneh itu mengundang para penumpang di bandara melihatnya dengan tatapan heran diikuti dengan bisikkan-bisikkan kecil yang sepertinya menanyakan kenapa dia terjatuh, Minato menyengir pada seluruh penumpang sambil berdiri lalu membungkukkan tubuhnya secara memutar mengitari penumpang, tempat duduk bernomor 21 dimana Mikoto duduk bersama Itachi telah tertawa kecil melihat hidung Minato yang mimisan.
"pasti itu perbuatannya Kushina? Pasti pria itu membuat Kushina kesal?"
Kata-kata Mikoto membuat Itachi kecil penasaran, dia menarik lengan bajunya Mikoto menyuruh dia berhenti tertawa dan menatapnya
"kaa-san, apa yang Kushi nee-chan lakukan pada pria itu? kenapa dia terjatuh seperti didorong begitu?" kata itachi dengan polosnya.
Kenapa Itachi mengatakan nama panggilan Kushina dengan nama 'nee-chan' ? itu karena Kushina yang memintanya, dia tidak mau dipanggil Jii-san sama Itachi karena menurutnya nama panggilan itu terlalu tua untuk umurnya.
"Itachi-kun tidak boleh tahu, apa yang dilakukan Kushi nee-chan tadi itu masih belum cukup umur untuk diketahui oleh Itachi-kun" kata Mikoto lembut pada Itachi.
Itachi menggerutu kesal dengan expresi cemberut yang lucu dan imut, ih...! pasti semua yang melihatnya akan mencubitnya :D *diamaterasu Itachi*.
Kembali ke tempat Kushina berada
Kushina menatap Minato sangat garang sekaligus kesal dan benci padanya, pokoknya semua unek-unek yang ada difikirannya telah keluar gara-gara Minato. Apa yang di katakan olehnya tadi itu telah memancingnya mengeluarkan habanero yang sudah lama terbenam selama empat tahun, Minato menatap Kushina dengan tatapan ngeri diikuti keringat bercucuran diwajahnya ketika melihat siku-siku muncul di dahi Kushina yang sedang habanero mode, dia mendekati tempat duduknya yang berada di dekat Kushina dengan ragu-ragu, dia menyengir aneh pada Kushina yang masih habanero mode saat dia tiba di tempat duduknya sekaligus takut kalau-kalau Kushina akan memberinya hadiah pukulan lagi, dan seketikanya habanero mode Kushina mulai menghilang karena pramugari yang meminta perhatian pada para penumpang..., Minato duduk dibangkunya dengan cepat lalu dia mengambil majalah didepannya dengan gerakkan tangan yang bisa dibilang terlalu cepat, dia menutupi wajahnya dengan majalah tersebut berpura-pura membaca agar Kushina tidak menatap deathglare lagi padanya..
"mohon perhatian semuanya..., pesawat akan lepas landas sedikit lagi jadi silahkan memakai sabuk pengaman yang tersedia di tempat duduk anda masing-masing. Terima kasih" perintah pramugari menyuruh para penumpang untuk memakai sabuk pengaman.
Minato dan Kushina mempersiapkan sabuk pengaman mereka masing-masing, karena sabuk pengaman mereka saling berhadapan tanpa disengaja tangan mereka saling bersentuhan satu sama lain, rasa hangat dirasakan Kushina dan kulit halus dan lembut dirasakan oleh Minato, dan ketika mereka sadar tangan mereka bersentuhan, dengan cepat mereka menarik tangan dan sabuk pengaman mereka masing-masing dengan wajah sama-sama memerah dan jantung mereka sama-sama berdetak keras. Dengan cepat Kushina menyembunyikan wajah merahnya kearah jendela pesawat sedangkan Minato menyembunyikan wajah merahnya dengan majalah yang terbalik dan pada saat yang sama, pesawat mulai lepas landas dari bandara.
'apa yang terjadi padaku? Kenapa aku merasa aneh, kenapa jantungku berdetak kencang seperti mau lepas begini, kenapa aku merasa gugup saat dia menyentuh tanganku, kami-sama apa yang terjadi padaku ?' batin Kushina dalam hati bingung masih dengan wajah memerah sambil menatapi kota Konoha di jendela yang saat itu mulai mengecil karena pesawat mulai terbang dan menjauhi kota Konoha.
'apa yang terjadi padaku? Perasaan ini berbeda dengan perasaanku sebelumnya, tidak biasanya aku merasa gugup seperti ini saat bersentuhan dengan seorang gadis, dan tidak biasanya jantungku berdetak kencang seperti ini yang seolah-olah ingin lepas dari tempatnya, kenapa aku merasa malu menatapnya dan kenapa aku merasa takut untuk melihatnya, beberapa saat yang lalu aku biasa-biasa saja padanya lalu kenapa saat aku bersentuhan aku merasa ada yang berbeda dihatiku? Apa maksud dari semua ini?' batin Minato tidak mengerti dengan expresi kebingungan dibalik majalah yang menutupi wajahnya.
Sudah dua minggu Kushina di Paris bersama Mikoto dan Itachi dan sudah dua minggu juga Kushina bertemu dengan Minato yang tanpa disengaja bertemu dan pada akhirnya akan berakhir buruk. Tiap Kushina bertemu dengannya, dia selalu kena sial, apalagi kalau Minato mendekatinya yang bermaksud ingin meminta maaf, pada saat itu Minato lupa pada misinya di Paris, dia mulai merasa tidak perduli dengan misi keplayboy-annya itu untuk mencari gadis-gadis Paris, dia berubah setelah bertemu dengan Kushina. Temannya-pun yaitu Shikaku dan Inoichi-pun bingung dengan tingkah Minato yang dulunya suka memainkan wanita sekarang berubah drastis menjadi dingin dengan wanita, entah kenapa dia merasa lebih mementingi bertemu dengan Kushina daripada dengan gadis-gadis tidak jelas di Paris.
Kushina, Mikoto dan Itachi pergi ke toko baju saat itu, mereka berpisah disaat Itachi meminta baju superman di koridor sebelah di toko itu yang khusus untuk anak-anak pada ibunya jadi Mikoto meninggalkan Kushina sendirian yang sedang memilih-milih baju.
Jemarinya yang mungil menyentuh seluruh baju-baju yang bisa dibilang tidak feminim, ketika sedang asyik-asyiknya memilih baju, lagi-lagi dia bertemu dengan Minato, Minato menyengir sedangkan Kushina mendengus. Perbedaan yang sangat jauh sekali.
Tiap Minato mendekatinya, Kushina semakin menjauhinya bagaikan magnet yang dua kutubnya tidak berbeda.
"Kushu-chan tunggu !"
"sudah kubilang jangan panggil aku begitu-ttebane !"
"habis aku sudah terbiasa dengan nama itu Kushu-chan"
"pergilah kau, huush..., jangan ganggu aku" usir Kushina seperti mengusir kucing
"kumohon Kushu-chan, jadikan aku temanmu"
Kushina berhenti berjalan disaat Minato berkata demikian, dia berbalik dengan tangan melipat didada, dia menghela nafas dan mendekatinya
"apa? Teman?...maaf aku tidak bisa, kau ingat apa yang kau lakukan padaku di lift museum lukisan hah?!"
"itu...itu tidak disengaja"
-FLASHBACK-
Sore itu Kushina pergi ke museum sendirian, dia memotret-motret jenis-jenis lukisan yang abtsrak, dan scream karya Edvard Munch. Saat itu dia hanya memakai pakaian blouse merah dengan jaket kulit yang resletingnya dibuka, memakai celana jeans ketat dan tidak lupa memakai topi 'Woles' yang terpasang dikepalanya. Dia memotret banyak sekali lukisan Scream dan abtrak disana, katanya untuk diberitahukan kakaknya, kakaknya sangat menyukai lukisan abstrak apalagi lukisan-lukisan yang mempunyai arti yang menakjubkan, jepret demi jepret lukisan difotonya dan ketikanya dilantai satu seluruh lukisan abstrak telah difoto olehnya, dia berencana akan pergi kelantai dua mencari lukisan lain. Kushina melesat ke lift terdekat disana.
Dia menekan tombol panah keatas mengartikan kalau dia akan naik keatas, dengan tangan melipat kedada dia menunggu si lift membuka pintunya dan ketika pintu lift terbuka, dia melihat Minato yang memakai sweater hijau berkupluk sedang membaca novel di sandaran lift, Minato tersenyum kearah Kushina dengan sangat manis sekali, Kushina mendengus jengkel sambil memutar bola matanya melihat orang aneh itu di lift, dia berbalik arah tidak jadi naik lift karena ada orang aneh yang menaiki lift, tetapi ketika dia hampir sepenuhnya memunggunginya dan ingin melangkah menjauhinya..., tiba-tiba Minato menarik lengan Kushina sehingga dia terseret kedalam lift bersama dengan Minato *Cuma berdua dengan Minato*.
Karena tarikan yang paksa itu..., Kushina memeluk Minato dengan suara tubrukkan pelan, dada Minato yang bidang telah tersentuh oleh telapak tangan Kushina sehingga membuat jantung Kushina berdegup kencang, 'perasaan ini lagi' batin Kushina kesal.
Ketika Kushina ingin menjauh dari Minato..., Minato malah memeluknya sangat erat sehingga membuat Kushina terbelalak kaget lalu memberontak
"lepaskan aku-ttebane !" teriak Kushina memberontak ingin melepaskan diri dari pelukannya Minato
"tidak mau, aku tidak akan melepaskanmu Kushina. Aku merindukanmu"
Kushina berhenti memberontak dan mendongahkan kepalanya menatap Minato yang tersenyum lembut, senyumannya bukanlah senyuman mesum tetapi senyuman ikhlas dari dalam hati, jarak wajah mereka sangat dekat sekali mungkin sekitar 7 cm
"aku tidak akan melepaskanmu..." bisiknya sambil mencodongkan wajahnya lebih dekat kewajah Kushina sehingga jaraknya yang tadi 7 cm menjadi 6 cm.
"tidak akan..." bisiknya semakin pelan.
Nafas Minato yang berburu sangat hangat dikulit Kushina yang lembut.
5 cm...
4 cm...
3 cm...
2 cm...
TBC
A/N : Gomenasai Minna-san kalau fic yang ini terlalu pendek, yah soalnya Shisui sedikit tidak enak badan nih, kepala Shisui yang nyut-nyut tidak bisa diajak kompromi sedikit T-T. Bahkan gara-gara kepala pusing ini Shisui merasa fic yang satu ini jelek abis deh dan mungkin saja Minna-san malas membacanya karena tidak memuaskan, Gomenasai ya Minna-san.
