Chapter 5
Back To Konoha
Disclaimer : Naruto bukan milik Shisui tetapi milik akang Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance, Friendly, Family, Angst etc
Pairing : Minato Namikaze x Kushina Uzumaki
Warning ! : EYD abal-abal, OOC, Gaje, alur cepat, tetek bengek semuanya ada !
If you don't like this story, don't read !
Enjoy It !
"aku tidak akan melepaskanmu..." bisiknya sambil mencodongkan wajahnya lebih dekat kewajah Kushina sehingga jaraknya yang tadi 7 cm menjadi 6 cm.
"tidak akan..." bisiknya semakin pelan.
Nafas Minato yang berburu sangat hangat dikulit Kushina yang lembut.
5 cm...
4 cm...
3 cm...
2 cm...
Chapter 5
Minato memejamkan matanya saat jarak wajahnya sekitar 2 cm dari wajah Kushina, Kushina menatap Minato dengan tatapan ngeri diikuti jantung yang berdetak kencang, perasaannya tidak enak saat itu, dia merasa hal yang aneh akan terjadi padanya, apalagi saat Minato memejamkan matanya. 'apa yang akan dilakukannya padaku? Kenapa dia memejamkan matanya, apa jangan-jangan...?'
Kushina melebarkan matanya setelah dia tahu dengan apa yang akan dilakukan Minato, dia refleks menampar Minato lalu memberontak ingin menjauh dari Minato yang memeluknya tetapi dia tidak bisa melepaskan diri dari Minato, pelukan Minato sangat kuat sekali di pinggangnya, karena tidak ada cara lain akhirnya dia mengambil jalan pintas agar bisa melepaskan diri dari Minato..., dia menendang bagian vital Minato dengan lututnya sehingga Minato merintih kesakitan dan melepaskan pelukannya pada Kushina, Minato menyentuh bagian vitalnya sambil merintih kesakitan lalu dia terperungkuk di pojok lift tersebut menahan rasa sakit di bagian vitalnya, Kushina menjauh dari Minato dengan nafas terengah-engah, Kushina menatap Minato dengan tatapan aneh yang seolah-olah mengatakan 'rasain kamu !'.
Seketikanya rasa sakit dibagian vitalnya Minato mulai menghilang..., dia beranjak berdiri lagi lalu mendekati Kushina dan menggenggam pergelangan tangannya sangat kuat sekali memaksa agar Kushina memeluk Minato kembali, Kushina berteriak meminta tolong tetapi tidak ada respon sama sekali..., dia berada di lift apalagi hanya berdua saja mana mungkin ada orang yang menolongnya?, Kushina ingin memukulnya tetapi selalu dihindari Minato dengan mudahnya..., dari cara menghindarnya Minato saat Kushina melayangkan pukulan padanya dia tahu kalau Minato juga mempunyai teknik bela diri karate.
Tangan kiri Kushina yang tadi ingin memukul Minato sudah digenggam erat oleh Minato, sekarang Kushina tidak berdaya sama sekali, dia tidak bisa bergerak karena seluruh organ tubuhnya dikunci oleh Minato.
Minato merasa kesal pada Kushina karena dia tidak terpesona sama sekali pada ketampanan Minato dan ditambah lagi Kushina sudah menendang bagian vitalnya sangat kuat sekali sampai-sampai dia kejang-kejang kesakitan, Kushina terus memberontak meskipun itu tidak mungkin, dia selalu mendorong Minato agar menjauh darinya dan pada akhirnya mereka berdua tidak bisa menyeimbangkan tubuh mereka masing-masing karena sibuk memegang dan sibuk memberontak sehingga Minato dan Kushina tersandung dan akhirnya mereka saling tiduran di lantai lift dengan gaya tiduran yang dibilang tidak biasa.
Kushina berada diatas tubuh Minato yang matanya melebar dan Kushina-pun begitu, mereka berdua refleks terkejut dengan pose tiduran mereka saat ini, wajah mereka berdua sama-sama memerah karena malu dan ditambah lagi saat pintu lift terbuka..., para pengunjung di museum lukisan tersebut yang ingin kelantai satu melihat pose tiduran Kushina dan Minato di lantai lift, mereka semua menganga terkejut dengan apa yang mereka lihat saat itu dan salah satu dari para pengunjung tersebut telah menjatuhkan kameranya karena saking terkejutnya melihat pemandangan tersebut.
Secara refleks Minato dan Kushina menjauhkan diri dan melesat berdiri sambil merapihkan pakaian mereka masing-masing, setelah itu Kushina mendeathglare Minato yang masih merapihkan sweater-nya, dia menunjukkan jari telunjuknya tepat diwajah Minato dengan tatapan sangat seram sambil berbisik mengancam padanya.
"awas jika aku bertemu kau lagi..., kau akan kubunuh !" ancam Kushina lalu menendang bagian vital Minato lagi dengan kerasnya sampai-sampai para pengunjung yang melihatnya ber'hah!' ria karena ketakutan melihat Minato. Kushina pergi dengan expresi kesal pada Minato, Minato mulai meringis kesakitan lagi lalu berjalan keluar pintu lift dengan tidak elitnya.
-END FLASHBACK-
Minato gagap saat membayangkan apa yang dilakukannya saat itu, dia mencari kata-kata yang bagus agar Kushina tidak membencinya
"pada saat itu kan tidak disengaja Kushu-chan"
"tidak disengaja bagaimana-ttebane !, jelas-jelas kau mencoba memperkosaku di lift"
"aku tidak mencoba memperkosamu sungguh !, aku hanya...hanya"
"hanya apa? Hah !..., kau hanya mau bilang kau ingin merasakan bagaimana rasanya tubuhku begitu, dasar mesum !"
Kushina memukul Minato dengan sangat kuat sekali diwajahnya sampai-sampai dia terpental menjauh darinya sekitar 2 m dari tempat sebelumnya, dia merintih kesakitan sambil memegang wajahnya yang tampan telah bonyok habis-habisan gara-gara pukulan Kushina, awalnya Kushina merasa sangat kasihan pada Minato tetapi karena Kushina sudah terlanjur membenci Minato jadi rasa kasihannya itu telah dikalahkan oleh rasa bencinya pada Minato, dengan expresi dingin Kushina memalingkan wajahnya dari tempat Minato terperungkup kesakitan lalu dia melesat pergi meninggalkan Minato sendirian yang dilihati oleh banyak pengunjung disana yang ingin membeli baju.
-x-x-x-x-
"apa? Kau memukulnya !" teriak Mikoto terkejut di mobil alphard sewaan Kushina
"iya, habis dia selalu mendekatiku dan ditambah lagi dia tidak mengaku kalau dia mencoba memperkosaku di lift" sahut Kushina kesal sambil menyetir
"memperkosamu?" Mikoto mengulang perkataan Kushina, Mikoto tidak tahu-menahu soal Minato yang mencoba memperkosa Kushina, itu karena Kushina belum memberitahunya, Kushina menepuk dahinya lupa kalau dia belum memberitahunya soal kejadian itu. Itachi yang sedang memegang bungkusan yang berisi baju superman menatap ibunya dan Kushina dengan tatapan penasaran, Itachi merasa bingung dengan perbincangan ibunya dan Kushina yang menyangkut soal 'memperkosa', difikirannya dia selalu membayangkan apa itu 'memperkosa' dan apa arti dari kata itu.
"maaf Mikoto-chan aku lupa kalau aku belum menceritakannya. Begini, pada saat itu kan aku pergi ke museum lukisan, pada saat di lift museum tersebut aku melihat Minato yang menyandarkan diri di dinding lift itu. Kau tahu kan tiap aku dan dia selalu berdekatan aku selalu saja mendapatkan kesialan jadi aku mencoba menghindar darinya tetapi belum sempat aku menghindar dia sudah menarik tanganku sehingga aku masuk ke lift tersebut dengan tarikkan dipaksa olehnya. Dia mencoba menciumku saat itu lalu ketika aku sedang memberontak melepaskan diri..., aku tersandung begitupula dia tetapi aku mengira pasti dia itu berpura-pura tersandung agar dia bisa menyandarkan diri di bawah tubuhku, kau tahu kan dia itu playboy-ttebane, dan playboy itu tidak jauh dari fikiran kotor" jelas Kushina panjang lebar sambil mendengus kesal
Mikoto mengerutkan keningnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kushina
"masa iya sih dia melakukan itu?"
"iya Mikoto-chan !, apa kau tidak tahu kalau dia itu playboy?"
"yang itu aku tahu, tetapi pandangannya padamu itu berbeda dari sekedar playboy Kushina-chan?"
Kushina mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan perkataannya Mikoto
"maksudmu?"
"maksudku pandangan playboy kan dipenuhi nafsu birahi pada wanita tetapi dia tidak. Tatapannya padamu tiap dia bertemu denganmu tidak menatapmu dengan tatapan nafsu birahi Kushina-chan"
"dari mana kau tahu?"
"dari tatapannya lah"
Kushina mendengus kesal pada Mikoto
"kau kan tidak tahu kalau playboy itu mempunyai seribu wajah agar membuat wanita itu tertarik padanya"
Mikoto tertawa pelan setelah mendengar ucapannya Kushina
"iya-iya deh, kamu menang Kushi-chan..., tapi hati-hati loh dengan ucapanmu itu?"
Kushina menatap Mikoto dengan alis terangkat ketika Mikoto mengatakan kata 'hati-hati' di kata terakhirnya
"hati-hati? Hati-hati kenapa-ttebane?"
"yah hati-hati saja, biasanya seseorang yang membenci orang lain apalagi mereka berbeda jenis maka dia akan terkena dilema dan akhirnya berbalik menjadi suka" goda Mikoto pada Kushina dengan nada sindiran khas Mikoto yang biasanya membuat Kushina sweatdrop.
Benar saja..., sindiran Mikoto padanya telah sukses membuat Kushina sweatdrop yang akhirnya mengundang Mikoto tersenyum jahil pada Kushina. Kushina memukul lengan Mikoto pelan karena tidak suka dengan sindirannya yang satu ini, meskipun pukulan Kushina pelan tetapi Mikoto masih merasakan rasa sakit di lengannya.
Saat perbincangan antara Mikoto dan Kushina selesai..., si Itachi menarik lengan baju ibunya untuk menanyakan hal yang sudah dari tadi ingin dia tanyakan pada ibunya
"kaa-san...kaa-san, boleh aku bertanya?"
"eh? Apa itu sayang?"
"tadi kaa-san sama Kushina nee-san berkata 'memperkosa dan playboy', apa itu memperkosa dan playboy kaa-san?" tanya Itachi dengan polosnya.
Kushina dan Mikoto sweatdrop mendengar pertanyaan Itachi, dengan umurnya yang masih tiga tahun rasa ingin tahunya atas segala hal sangat kuat sekali jadi Kushina dan Mikoto harus mencari cara agar Itachi melupakan kata-kata yang tidak baik dengan umurnya itu, mereka berdua tidak mau Itachi sudah dewasa sebelum umur yang ditentukan.
"er, Itachi-kun kau suka film power rangers tidak?" tanya Kushina menanyakan Itachi agar dia melupakan apa yang ditanyakannya
Itaci yang menatap ibunya sejak dari tadi untuk meminta jawaban akhirnya berpaling dari ibunya ke Kushina, Itachi menyengir lebar lalu dia mengangguk kesenangan
"eem..., Itachi suka film power rangers"
"kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke toko cd untuk membeli kaset power rangers?"
Itachi tertawa kesenangan saat Kushina berkata ingin mengajaknya ke toko cd untuk membeli kaset power rangers, sepertinya rencana Kushina agar Itachi melupakan pertanyaannya telah berhasil dilakukannya. Mikoto menatap Kushina sambil berbisik 'arigatou' pada Kushina sambil tersenyum karena sudah menyelamatkannya, Kushina membalas senyumannya lalu balas membisik 'doita' pada Mikoto.
-x-x-x-x-
Pada suatu hari Kushina pergi keluar dari apartemennya untuk merefreshingkan diri dihari terakhirnya di Paris, besok dia akan pulang ke Jepang, masa-masanya di Paris sudah akan habis jadi dia mau tidak mau harus pulang ke jepang, Kushina pergi keluar bersama Itachi dan Mikoto, mereka berhenti di sebuah tempat penjualan accessories dan alat-alat musik, Mikoto ingin membawakan oleh-oleh untuk suaminya tercinta yaitu Fugaku.
Disana banyak sekali accesories-accessories yang cantik-cantik, sampai-sampai Kushina terpesona dan terpancing untuk membelinya, lalu ketika dia sudah puas membeli accessories disana..., Kushina meminta izin pada Mikoto untuk keluar sebentar ingin membelikan oleh-oleh makanan untuk Hashirama, setelah dia keluar dia langsung berjalan kaki menuju toko makanan tepat berada disebelah toko accesories tersebut, dia memasukki toko tersebut.
Tokonya ramai sekali sampai-sampai Kushina harus berdesakkan untuk memasukki toko itu, dia mengambil roti mozarella dan roti karamel semuanya masing-masing dua buah, lalu yang terakhir dia mengambil kerupuk udang goreng dan makanan ringan khas kota Paris untuk oleh-oleh Hashirama dan kakaknya jika sudah pulang.
Kushina bingung kenapa seluruh orang yang berada di toko tersebut pada mengumpul di pojokkan toko, mereka berbisik terkagum-kagum di pojokkan itu sehingga membuat Kushina mengerutkan keningnya heran dengan apa yang dilihatnya, 'kenapa orang-orang disini mengumpul dipojokkan begitu, apa yang mereka lihat sih?' batin Kushina penasaran.
Dia melesat menuju kasir di toko tersebut dan seketikanya dia tiba di tempat kasir..., suara melodi biola terdengar sangat lembut ditelinganya, suara biola tersebut terdengar di arah pojokkan toko tempat para pembeli yang berada di toko ini mengumpul. Suara biola itu sangat indah dan sangat menyentuh sekali dihati, Kushina berfikir dalam hati mungkin orang yang memainkannya bukanlah orang biasa, dia berfikir orang itu pasti orang yang sudah ahli dalam dunia musik, tidak lama kemudian nada biolanya berganti dengan nada instrumental lagu 'Kokoro No Wakusei (Little Planet) – Aiko Kayou'.
Kushina melebarkan matanya sambil menoleh kearah pembeli yang mulai menepuk tangan mereka secara kompak di pojokkan, 'orang yang memainkan biola itu..., apa dia itu orang jepang?' tanya Kushina terkejut dengan lagu yang dimainkan sang biolatis yang dikelilingi para pembeli di pojokkan toko itu.
Karena saking penasarannya..., Kushina bertanya pada wanita yang menjadi kasir disana dengan bahasa Prancis *maaf yah disini Shisui tulis dalam bahasa indonesia soalnya Shisui gak bisa bahasa Prancis, hehehe :D*
"maaf...siapa orang yang memainkan musik disana?"
"saya tidak tahu nona, tadinya dia hanya membeli beberapa makanan disini lalu dia meminta izin untuk memainkan musik di toko kami, saya kira orang itu hanya bercanda soalnya dia suka bercanda tetapi ternyata dia benar-benar melakukannya, tidak saya sangka kalau musik yang dimainkannya itu sangat indah dan mengundang para pengunjung untuk mendengarkan suara biola yang dia mainkan" kata sang kasir terkagum-kagum sambil memejamkan matanya menikmati suara indah biola tersebut.
Kushina memang mengakui suara biola yang dimainkannya itu sangat bagus sekali, dia juga menikmati suara biola itu tetapi tidak dengan mata tertutup.
"apa anda tahu bagaimana paras orang yang memainkan biola itu? maksud saya dia itu orang Jepang atau asli orang Paris" tanya Kushina semakin penasaran dengan orang itu
Wanita penjaga kasir menggelengkan kepala
"saya tidak tahu nona..., yang saya tahu dia itu pria dan dia memakai topi dan memakai kacamata hitam jadi saya tidak tahu bagaimana wajahnya"
Kushina menoleh kembali kearah pojokkan tersebut lagi, dia semakin penasaran dengan orang yang memainkan biola itu sehingga dia berencana untuk mendekatinya sendiri
"Monzoure" kata Kushina yang berarti 'terima kasih' *hanya bahasa itu yang Shisui tahu :D*
Dia melesat menjauhi tempat kasir dan berjalan kearah pojokkan toko untuk melihat siapakah orang yang memainkan musik biola itu. tetapi belum sempat Kushina sampai disana..., tiba-tiba suara dering ponselnya berbunyi di sakunya sehingga Kushina secara otomatis berhenti melangkahkan kakinya untuk mengambil ponsel yang ada disakunya.
"halo?"
"Kushina-chan kau dimana?, aku sudah selesai belanja nih"
"ah Mikoto-chan, aku berada ditoko sebelah kok. Yah, aku akan kesana tunggu ya?"
"oke"
Sebelum dia memutarkan tubuhnya untuk keluar dari toko, dia sempat menatap kembali kearah para pembeli yang sedang mendengarkan nada biola di pojokkan toko tersebut sebelum memutuskan untuk pergi. Dia merasa menyesal karena tidak bisa mengetahui siapa pemain biola yang berada di pojokkan itu, dengan expresi sedih dia melesat keluar dari toko.
-x-x-x-x-
Kushina, Mikoto dan Itachi berada di bandara, sekarang barang-barangnya bertambah dari sebelum dia datang ke Paris. Itu dikarenakan terlalu banyak belanja dan terlalu banyak membeli makanan, Kushina dan Mikoto membawa barang-barang mereka masing-masing dengan sekuat tenaga menuju pemberian tiket, ketika setibanya disana mereka meletakkan tas mereka di escalator sinar x yang dipersiapkan disana lalu memasukki ruangan pesawat.
Kushina menghembuskan nafas lega karena dia tidak duduk dengan Minato lagi, dia duduk dengan bapak-bapak bertopi bulat, memakai kacamata dan mempunyai kumis tebal, dia merasa sangat nyaman sekali saat itu, tetapi dibalik rasa nyamannya itu dia merasa ada sesuatu yang hilang di hatinya. Dia merasa ada yang berbeda dalam dirinya, dia merasa dirinya merindukan sosok Minato yang bertingkah aneh itu padanya, dia merasa bersalah karena telah berbuat kasar pada pria itu. entah kenapa Kushina merasa menyesal dengan tindakannya itu pada Minato padahal dia benci sekali dengan Minato.
Kushina diam tidak berbicara sambil membayangkan apa yang dia lakukan sebelumnya pada Minato dengan expresi sedih, tidak lama saat dia sedang membayangkan Minato..., pria disebelahnya berdeham keras tetapi Kushina mencuekkinya karena dia berfikir mungkin bapak-bapak yang ada disebelahnya mempunyai penyakit bengek atau sejenisnya.
"dari paras wajahmu itu..., sepertinya kau merindukanku?"
Kushina melebarkan matanya tersontak terkejut dengan suara yang familiar di telinganya, suara itu terdengar sangat dekat sekali dengannya. Kushina menolehkan kepalanya kearah bapak-bapak berkumis tersebut, si bapak-bapak menyengir lebar pada Kushina diikuti suara tawaan aneh dari mulutnya itu. Kushina mengerutkan keningnya heran dengan tingkah bapak-bapak itu padanya.
"maaf, anda berbicara dengan saya?" tanya Kushina pada bapak-bapak itu
Bapak-bapak itu tidak menjawab pertanyaannya Kushina, saat Kushina menanyakan dia siapa..., bapak-bapak tersebut melepaskan topinya sehingga terlihatlah rambut kuning jabrik yang seperti durian, lalu bapak-bapak itu melepaskan kumisnya lalu melepaskan kacamata hitamnya sehingga terlihatlah mata biru safir yang indah nan mempesona.
Kushina menjerit kaget dengan perubahan bapak-bapak itu, dia tersontak mundur dari hadapan bapak-bapak itu
"kau ...?!"
"yah ini aku, Minato Namikaze"
"bagaimana kau bisa duduk disini?"
"aku memang duduk disini"
"ada yang aneh?...ada yang aneh?, mana mungkin kau dan aku selalu duduk bersamaan"
"mungkin kita berjodoh..."
"diam-ttebane !. Er..., bu pramugari?!" bentak Kushina lalu dia memanggil pramugari yang tadi melewatinya dengan bahasa Prancis.
"iya ada apa, nona?"
"apa pria ini memang duduk bersamaku?" tanya Kushina. Kushina tahu kalau pertanyaannya itu konyol tetapi apa boleh buat dia tidak percaya dengan yang terjadi saat ini.
Si pramugari mengerutkan keningnya merasa sepele dengan pertanyaannya Kushina, dia menganggukkan kepala ketika melihat tiket yang berada di tangan Minato dan melihat nomor di kursi Minato.
"yah..., bapak ini memang duduk disini nona? Ada yang bisa kubantu lagi?"
"heh? Tidak, Monzoure"
Si pramugari melesat pergi setelah Kushina mengucapkan kata terima kasih padanya, Kushina mendengus kesal dengan apa yang terjadi saat itu, dan Minato hanya menyengir kesenangan sendiri.
"ternyata bahan-bahan penyamaran ini sangat manjur yah, aturan tadi aku tidak memberitahumu saja"
"berisik-ttebane !" bentak Kushina pada Minato berharap Minato diam tetapi bukannya diam Minato malah tertawa kesenangan.
Kushina mendengus kesal saat itu tetapi sekaligus senang karena Minato ada disebelahnya.
TBC
A/N : Chapter 5 is update ! hehehe :D. Minna-san tahu gak siapa yang bermain biola di toko makanan itu?, tunggu chap selanjutnya yah.
JAA-MINNA~SAN
