Chapter 9
Hari pertama Minato mengajar
Disclaimer : I don't own Naruto but i'm like chara in Naruto Manga, If only Masashi giving me Naruto...i'm very happied
Rate : Don't worry still safe ;) 'T'
Genre : Romance, Friendly, Family, Angst etc
Pairing : Minato Namikaze x Kushina Uzumaki
Warning ! : EYD abal-abal, OOC, Gaje, alur cepat, tetek bengek semuanya ada !
Arigatou already read my fic:
U. Icha-chan
Rencaggie
Guest
Uzumaki Kuchiki
Red-Hot Habanero
Namikaze immah-chan sapphire
Namikaze Mutiara Hana
Fran Fryn Kun
Puthry Azzahra
Rimadhani Hime
And for all silent readers...
If you don't like this story, don't read !
Enjoy It !
"kami sudah menemukan guru biola baru untukmu Kushina-chan?" sahut Arashi sambil tersenyum
Kushina melebarkan kedua matanya karena terkejut, baru dua minggu dia merasakan kebebasan sudah diambil lagi kebebasannya oleh guru yang sedang mengobrol dengan tou-channya, dia berjalan kearah ruang tamu dengan malasnya lalu setibanya disana..., expresi kesal sekaligus benci menjalarinya ketika melihat siapa guru barunya.
"Minato...!"
Chapter 9
"oh Kushina..., ini guru barumu. Tou-chan tidak menyangka kalau seorang guru datang sendiri tanpa ada perjanjian, kamu senang?" kata Hashirama sambil tersenyum.
Kushina menatap ayahnya yang sedang tersenyum bahagia, dia sangat bahagia sekali saat guru biolanya sudah ditemukan, apa Kushina tega meminta ayahnya untuk mengusir guru ini..., apa Kushina tega membuat penyakit jantung ayahnya kambuh lagi?
Kushina tidak mau penyakit jantung ayahnya kambuh lagi, dan dia juga tidak mau mengecewakan ayahnya. Kushina sangat menyayangi ayahnya, dia tidak mau ayahnya kecewa padanya.
Kushina menoleh kearah Minato yang sedang tersenyum kearahnya, senyumannya sangat indah sekali tapi bagi Kushina senyumannya Minato tidaklah indah malahan senyumannya itu senyuman paksaan sang playboy.
Dengan dingin Kushina berpaling darinya dan menoleh kearah ayahnya, Kushina tersenyum sangat manis pada ayahnya, si Minato yang berada didekat ayahnya itu langsung salah tingkah melihat senyumannya Kushina, baru kali itu Minato terpesona dengan senyuman seorang gadis.
Kushina berjalan mendekati ayahnya dengan senyumannya dan setibanya disana, Kushina memeluknya.
"aku senang jika tou-chan juga senang"
Ayahnya membalas memeluknya dengan erat lalu dia tersenyum bahagia, Kushina rela berkorban demi ayahnya itu.
"tapi tou-chan..., ada satu masalah?" kata Kushina seraya melepaskan pelukannya.
Ayahnya mengerutkan keningnya dengan expresi yang seolah-olah mengatakan 'apa itu?', Kushina mengerti dengan expresi ayahnya itu, tanpa menunggu ayahnya menjawab pertanyaannya..., dia langsung melanjutkan perkataannya itu.
"aku kan tidak punya biola..., waktu itu kan biola-ku hancur gara-gara guru bre...er, maksudku, guruku yang sebelumnya. Bagaimana aku bisa belajar"
Hashirama menghusap-husap kepala putrinya itu lalu dia tersenyum
"tidak apa-apa Kushina, dia memang brengsek. Kalau masalah biola..., kamu jangan khawatir. Tou-chan akan membelikannya secepatnya atau tou-chan bisa pergi sekarang"
Disaat Kushina menggelengkan kepalanya bermaksud 'tidak usah membelikannya'..., Minato mendekati mereka berdua dan mengikut campur perbincangan mereka tanpa izin dulu dari mereka berdua.
"Hashirama-sama tidak usah khawatir, saya sudah mempersiapkan biolanya. Kushina akan belajar dengan biola yang saya bawa, Hashirama-sama"
Kushina mendengus kearahnya dengan expresi mengejek, 'jangan mencari muka pada tou-chanku dasar playboy !' batin Kushina kesal.
Hashirama memutar tubuhnya kearah Minato lalu dia tersenyum
"yah aku sudah melihat biolamu Minato, baru kali ini aku melihat seorang guru yang sudah mempersiapkan alatnya untuk muridnya, biasanya seorang guru tidak seperti itu. terima kasih atas kebaikanmu. Baiklah tapi untuk hari ini saja, keesokan harinya Kushina akan memakai biolanya sendiri"
"baiklah, Hashirama-sama. Jadi kapan saya akan mengajarkannya?"
Hashirama tertawa sangat girang
"hahaha, apa kamu tidak dengar apa yang kubicarakan tadi Minato? Kan tadi aku bilang 'kamu boleh meminjamkan biolamu kepada putriku untuk hari ini saja', 'untuk hari ini saja', sekarang kamu sudah mengerti maksudku Minato?"
Minato sweatdrop lalu dia menggarukkan belakang kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum sedangkan Kushina sersontak terkejut, 'apa harus secepat ini?' batin Kushina.
"maafkan saya Hashirama-sama karena tidak terlalu menangkap pembicaraan anda"
"tidak apa-apa Minato, belajarlah dengan semangat yah Kushina. Tou-chan mendukungmu" kata Hashirama, diperkataan terakhirnya dia memutar tubuhnya kearah Kushina lalu dia menyentuh bahunya sambil tersenyum.
Setelah perkataannya Hashirama selesai, Kushina hanya menganggukkan kepalanya menuruti apa yang diperintahkan ayahnya.
"hai, tou-chan"
"oh iya Minato, kamu latih Kushina di gedung musikku yah. Disanalah Kushina berlatih, kamu akan diberitahu jalannya menuju gedung musik itu dengan Kushina, mohon bantuannya Minato" kata Hashirama
Minato membungkukkan tubuhnya kearah Hashirama dengan penuh hormat
"hai Hashirama-sama, ayo Kushina-sama" kata Minato
Kushina mendengus jengkel pada Minato, 'jangan sok-sok memanggilku dengan kata '-sama' segala, baka playboy' batin Minato mendengus. Setelah itu Kushina memutarkan tubuhnya kearah Arashi lalu dia berjalan mendekatinya.
Setelah Kushina sudah berada tepat didepannya Arashi..., Kushina menarik kakaknya ke ruangan bersantai menjauhi Minato dan Hashirama.
"nii-san..., tolong buntuti aku yah." Bisiknya setelah dia dan Arashi tiba di ruangan bersantai
"untuk apa?"
"untuk menjagaku tentunya"
"heh?, buat apa menjagamu, kamu kan sudah besar"
Kushina menghembuskan nafasnya
"nii-san aku tidak bercanda, aku kan seorang gadis. Kan nii-san sudah kuceritakan pada waktu itu soal dia, ya kan? Apa nii-san mau kalau aku diapa-apakan olehnya?"
Arashi tertawa pelan lalu menghusap-husap kepalanya Kushina dengan lembut
"dengar yah Kushi-chan tersayang, baka imouto. Dari tingkahnya itu aku bisa melihat kalau dia itu orang baik-baik. Berhentilah menjelek-jelekki orang Kushi-chan"
Kushina mendengus pada kakaknya lalu dia melipatkan kedua tangannya di dada dengan expresi cemberut.
"nii-san tidak tahu kalau playboy itu mempunyai seribu expresi wajah yang berbeda"
Arashi tertawa geli dengan sangat keras sekali sampai-sampai terdengar diruang tamu dimana ada Hashirama dan Minato. Kushina mendesis menyuruh kakaknya itu untuk jangan tertawa keras-keras.
"ssst...jangan tertawa keras-keras, ttebane!"
Arashi berusaha mengecilkan tertawanya tetapi gagal, Kushina menatap kakaknya itu dengan tatapan deathglare lalu dia memukul perut kakaknya itu dengan sangat keras sekali sampai-sampai dia terbatuk-batuk.
Kushina tersenyum puas melihat kakaknya sudah berhenti tertawa
"uhuk...kenapa kamu memukulku Kushi-chan...uhuk!"
"habis nii-san selalu tertawa-ttebane"
"oke...oke, nii-san akan membututimu"
Kushina tersenyum bahagia lalu dia memeluk kakaknya sambil tertawa pelan penuh kesenangan.
"arigatou, nii-san."
"iya...iya, apa ada yang ingin kamu minta lagi?"
Kushina melepaskan pelukannya lalu menggelengkan kepalanya masih dengan senyuman terbentuk di bibirnya yang manis.
"tidak ada"
"ya sudah, ayo kita ke ruang tamu lagi"
Kushina dan Arashi berjalan menuju ruang tamu kembali masih dengan tersenyum pada kakaknya itu, dan setibanya disana saat melihat Minato berjalan mendekati Kushina..., senyumannya dia rubah dengan rasa benci dan tatapan deathglare pada Minato.
"ayo Kushina-sama" kata Minato sambil tersenyum lalu melayangkan tangannya kearah Kushina bermaksud ingin memegang pergelangan tangannya Kushina, tetapi belum sempat memegang tangannya..., Kushina mengeleskan tangannya dengan expresi jijik seolah-olah Minato mempunyai penyakit menular.
"aku akan mengganti baju dulu" katanya dingin lalu berjalan menjauhinya menuju kamarnya.
Minato tersenyum kecil melihat tingkah Kushina yang dingin padanya, dia memandangi Kushina yang sedang menaiki tangga. 'sepertinya ini akan sangat sulit' batin Minato.
-x-x-x-x-
Minato menjalankan mobilnya dengan kecepatan dibawah 40 km/s (pelan banget) sehingga membuat Kushina merasa sangat bosan.
"bisakah kamu cepatkan sedikit mobilmu-ttebane!"
"bagaimana kabarmu Kushu-chan?" sahut Minato tidak menggubris pertanyaannya Kushina tadi.
Kushina tidak menjawabnya karena dia tidak mau berbincang-bincang dengan Minato, Kushina terus memandangi gedung-gedung dan orang-orang pejalan kaki dikaca mobil porsche-nya Minato.
"Kushu-chan..., aku tahu kamu masih sangat kesal padaku, kamu masih sangat benci karena kamu masih berfikir kalau aku mencoba memperkosamu di lift itu. Sungguh Kushu-chan, aku tidak bermaksud menodaimu pada waktu itu. Pada waktu itu aku hanya merasa kesal padamu karena kamu tidak sama sekali memperdulikanku tiap aku bertemu denganmu. Aku tidak terima kalau kamu mencuekkiku pada waktu itu. Kamu tahu, setelah kejadian itu aku sangat menyesal Kushina. Aku tidak bisa tidur, makan ataupun beaktifitas layaknya diriku sebelumnya, aku merasa bersalah padamu. Maafkan aku Kushu-chan, kumohon"
Minato menunggu jawabannya Kushina, tetapi selamapun dia menunggu..., tidak ada sepatah katapun muncul dari suara gadis yang dia sukai itu. Minato tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dia merasa sudah sangat sedih karena Kushina sangat membencinya, tapi dia tidak menyerah, dia tetap menguatkan hatinya agar Kushina mau menerimanya dan memaafkannya, dia tersenyum sembunyi-sembunyi ketika sebuah ide muncul dibenaknya.
"diperempatan itu, belok kiri" bisik Kushina dengan malas-malasan.
Setelah tiba diperempatan..., Minato tidak membelokkan mobilnya kekiri seperti apa yang diperintahkan oleh Kushina, dia terus berjalan lurus mengikuti jalanan. Kushina tersontak menegakkan tubuhnya lalu menatap jalanan yang mulai menjauh yang dikatakannya itu dengan mata melebar kemudian dia menatap Minato dengan tatapan deathglare.
"kamu ingin membawaku kemana ttebane?!"
Minato menatapnya sekilas dengan tersenyum
"kita akan ketempat yang lebih bagus untuk berlatih"
-x-x-x-x-
Minato memberhentikan mobil Porsche-nya di sebuah taman Konoha. Kushina mengerutkan keningnya merasa heran kenapa dia mengajaknya kemari.
"untuk apa kita ketaman Konoha?"
"untuk belajar bermain biola tentunya"
Kushina mengerutkan keningnya heran dengan apa yang diucapkan Minato karena seumur hidupnya baru kali ini dia belajar bermain biola dimuka umum apalagi ditempat yang dipenuhi banyak orang seperti taman Konoha
"hah?"
"sudah keluar saja, yuk"
Minato keluar dari mobilnya begitupula Kushina. Mereka berjalan memasukki taman dan berhenti disebuah pohon sakura yang daunnya berguguran, Minato menyuruhnya duduk di bawah pohon sakura tersebut, Kushina menurutinya sambil menatap sekeliling karena dia merasa gugup harus berlatih bermain biola didepan banyak orang seperti ini.
"ke...kenapa kamu mengajariku disini? Disini banyak sekali orang" katanya gugup setelah Minato ikut duduk disebelahnya
"kenapa, apa kamu gugup Kushu-chan?"
"ya tentu saja-ttebane, baru kali ini aku berlatih bermain biola ditempat terbuka seperti ini" sahut Kushina masih memandnagi orang-orang yang berada disini
Minato menarik nafasnya dengan tenang lalu menghembuskannya pelan-pelan.
"inilah pembelajaran pertamamu Kushu-chan, mengenal dunia luar. Kamu harus membiasakan dirimu bermain biola dimuka umum agar kamu tidak merasa gugup disaat ada kontes atau semacamnya yang akan kamu ikuti. Bermain biola itu bukan untuk disembunyikan tapi untuk dikeluarkan, biarkan dunia tahu cara bermain biolamu. Itulah kunci sukses agar kamu bisa bermain biola dengan semangat tanpa rasa gugup di suatu hari nanti"
Kushina menatap Minato tanpa berkedip sama sekali, Madara guru yang sebelumnya tidak pernah berkata seperti itu, disaat hari pertamanya diajarkan oleh Madara..., dia berkata 'kunci utama kesuksesan bermain musik adalah bermain musik secara sembunyi-sembunyi, biarkan dunia luar terkejut dengan aksi kita nantinya, musik adalah suatu bakat yang harus kita sembunyikan sehingga pada saat yang tepat mereka akan tahu kalau kita bisa memberikan suatu hasil yang memuaskan bagi mereka!' Pendapat Minato dan Madara sangat berbeda sekali, bahkan dari nada bicaranya-pun mereka sangat berbeda, jika kita mengambil dari perbandingan angka..., mungkin perbandingan nada bicara mereka itu 100:1.
"baiklah..., ayo kita mulai pembelajarannya"
Kushina tersadar dari lamunannya itu, dia memalingkan wajahnya kearah depan menatap para pengunjung ditaman ini lagi.
Minato membuka tas biolanya lalu memberikan biola tersebut ke Kushina, biolanya terbuat dari kayu pilihan yang sangat kokoh, disaat dia menyentuhkan sudut biola yang melengkung itu..., dagunya merasa sangat nyaman sekali, biola ini sangat berbeda dengan biola lainnya, dan disaat dia menarik nafasnya..., dia bisa mencium aroma mistik yang tidak pernah diciumnya di biola itu. aroma-nya seperti aroma tubuh Minato. Dan dia sangat menyukai aroma itu.
"biola itu bernama...biola stradivarius, biola terbaik selama berabad-abad. Biola ini sangat jarang ada ditoko manapun, itu dikarenakan biola ini terbuat dari kayu pohon yang hanya tumbuh dimusim dingin dan ditambah lagi pada waktu yang sangat sempit sehingga membuat biola ini sangat jarang ditemukan. Coba kamu mainkan ketukkan 'do' dengan nada rendah"
Kushina mengambil tongkat gesekkan senar biola lalu mengetuk nada 'do' seperti apa yang diperintahkan oleh Minato.
Kushina terkejut dengan nada yang dikeluarkan oleh biola tersebut, nada-nya sangat merdu sekali berbeda dengan nada biola yang lainnya. Dia merasa nada biola tersebut seolah-olah membawanya kealam yang sangat sejuk dan nyaman. Baru nada ketukkan 'do' saja dia sudah terpesona apalagi jika memainkannya.
"indah..." bisik Kushina sambil menatap biola itu terkagum-kagum dengan senyuman
Minato tersenyum melihat Kushina tersenyum seperti itu, 'dari senyumannya... sepertinya Kushina-chan sangat menyukai biola itu' batin Minato
"baiklah ayo kita mulai pembelajarannya..., kita mainkan nada dasar dulu yah, coba kamu ketuk nada 'do,re,mi,fa,so,la,si,do'. Bisa kan?"
"tentu saja bisa-ttebane!" sahut Kushina lalu mulai memainkan biola tersebut, di ketukkan 'so' Minato menepukkan tangannya menyuruh Kushina berhenti.
"Kushu-chan, kamu harus membesarkan nada 'so'nya sedikit, oke"
Kushina menganggukkan kepalanya dan mulai memainkannya kembali. Dua jam terlewatkan, Kushina masih salah di ketukkan 'so', dia terus mengulangnya seperti apa yang diperintahkan Minato.
"tidak...tidak bukan begitu Kushu-chan"
Kushina mendengus kesal karena mulai bosan, dia memberikan biola tersebut pada Minato dengan kasar
"kalau begitu coba kalau kamu yang memainkan?"
Minato menganggukkan kepalanya, dia memainkan nada ketukkan dasar itu dengan lancarnya sampai-sampai Kushina melongo dibuatnya, Minato memberikan biola itu lagi pada Kushina.
"seperti tadi, coba"
Kushina mengambil biola tersebut dari tangannya lalu memainkannya kembali, Kushina terus-menerus salah tapi Minato mencoba sabar dan terus mengajarinya dengan lembut, dua puluh menit kemudian..., Kushina berhasil menyelesaikan nada ketukkan dasar tersebut dengan sempurna. Minato bertepuk tangan dengan tersenyum padanya untuk menandakan kalau dia bangga pada Kushina.
"bagus Kushu-chan...bagus, sekarang ulangi lagi nada ketukkan dasar itu"
Kushina tersenyum padanya lalu mulai memainkannya lagi seperti apa yang diperintahkan Minato, dan lagi-lagi hasilnya bagus.
"bagus..., pembelajaran selesai"
Kushina mengerutkan keningnya merasa heran pada Minato, dia merasa heran karena dia hanya belajar bermain ketukkan dasar saja, tidak memainkan nada-nada lainnya.
"sudah selesai?"
"iya, besok kita lanjutkan"
"tapi...tapi kan aku baru belajar nada ketukkan dasar saja, bagaimana dengan pembelajaran lain seperti bermain nada musik atau semacamnya"
"itu masih jauh Kushu-chan. Kamu harus melatih ketukkan nada dasar itu dulu dan kamu artikan nada itu baru kita akan belajar nada lainnya"
Mendengar penjelasan guru barunya itu..., dia menghembuskan nafas kecewa. Dia memberikan biola itu pada Minato, tapi disaat dia berikan biola itu..., Minato menggelengkan kepalanya.
"tidak..., kamu pegang biola itu untuk belajar dirumah, kamu harus melatih nada ketukkan dasar itu dirumah dengan biola itu agar lebih bagus dan lebih indah untuk didengar"
"jadi, biola ini kupegang?" ulang Kushina tidak percaya
Minato menganggukkan kepalanya lalu memberikan tas biola itu pada Kushina, entah kenapa rasa benci Kushina pada Minato itu mulai turun 10%, sekarang sepertinya dia sudah sedikit menerima Minato.
-x-x-x-x-
Kushina kembali kerumah dua jam kemudian, dia merangkul tas biola yang berisi biola Minato di bahunya.
"tadaima!"
"oh..., kamu sudah pulang Kushina? Bagaimana pembelajarannya"
Kushina tersenyum manis
"iya tou-chan, pembelajarannya lumayan asyik kok meskipun hanya bermain ketukkan dasar saja"
Hashirama menghusap-husap kepalanya Kushina lalu dia menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan mencari sesuatu
"ngomong-ngomong dimana Minato?"
"er..., dia sudah pulang tou-chan. Katanya dia harus buru-buru pulang"
"oh begitu, lalu biola itu?" kata Hashirama sambil menunjuk ke tas biola yang dirangkul Kushina
"oh ini, ini biolanya. Katanya aku harus lebih giat belajar bermain biola dirumah agar hasilnya lebih bagus"
"wah sepertinya dia guru yang sangat handal"
Disaat perbincangan mereka berlangsung dua menit..., tiba-tiba Arashi memanggilnya di ruang penyantai sehingga Kushina berjalan mendekati Arashi.
"ada apa nii-san?"
"maafkan aku yah, tadi aku tidak bisa membututimu soalnya tadi aku..."
"sudah tidak apa-apa, lagipula aku tidak diapa-apakan kok"
Arashi mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan tingkah laku Kushina yang berubah drastis itu, Kushina memutarkan tubuhnya memunggunginya dan pergi menuju tangga meninggalkan nii-sannya begitu saja. Disaat Kushina sudah menaiki tangga untuk menuju kamarnya..., Arashi menggelengkan kepalanya sambil mendecak
"dasar..., Kushina, Kushina"
TBC
A/N : Hufft...chapter 9 is update. Disini Kushina sudah sedikit menerima keadaan Minato. Tunggu chapter selanjutnya yah Minna-san!
Jaa-Minna`san
