From U, Only U
KyuMin Fanfiction
Genderswitch, OOC, EYD Tidak Sesuai, Typo(s) bertebaran, -newbie-, dll.
Main cast : Kyuhyun, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Siwon, dll.
Disclaimer : KyuMin milik saya! *dibakarKMS* :D Yang pasti KyuMin saling memiliki *dipelukKyuMin* J
.
enJOY reading^^
.
Note : Bold = Dream
.
Previous
.
Drap drap drap
"Cho Kyuhyun! Apa yang terjadi?" Seru Hyukjae panik.
"Tenanglah chagiya~" Ujar Donghae menenangkan sembari menggenggam tangan sang kekasih.
"Noona—"
.
Cklekk
"Wonnie~ bagaimana—"
"Hyukkie~ mianhae~"
.
Chapter 4
.
Gelap. Itu yang tertangkap oleh penglihatannya kala ia mencoba membuka mata. Tangannya mencoba meraba apapun yang bisa digapai, namun nihil ia tengah berada diruang kosong yang ia sendiri tidak tahu dimana. Namun ada satu celah titik bercahaya diujung sana, seakan terhipnotis ia terus mendekati celah itu.
Semakin dekat, hingga tak sadar cahaya yang semula hanya sebuah titik kini berubah menjadi lubang menyerupai pintu. "Hikss~ hiks~" Lirih tangis seorang anak kecil menyapa gendang telinganya ketika berhasil menerobos lubang itu. Ia tajamkan pendengarannya dan matanya menari liar guna mencari tahu keberadaan suara tangis itu.
"Hikss~ hiks~" Suara itu semakin jelas kala ia terus berjalan, matanya memandang fokus pada objek yang tertangkap penglihatannya. Tubuh mungil seorang gadis kecil bergetar karena menangis diatas sebuah batu satu-satunya disana. Dengan posisinya membenamkan wajah diantara lutut dan rambut terurai, membuat ia tak bisa melihat dengan jelas wajah itu. Namun sekilas ia tertegun, itu adalah kebiasaannya ketika sedang menangis. Ia terus berjalan mendekat, dan tanpa sadar tangannya mencoba menggapai pundak mungil itu, sedikit lagi sebelum wajah itu terangkat.
DEG
Tubuhnya menegang kala melihat wajah itu. Bayangan wajahnya dan wajah orang yang dicintainya terlihat jelas pada rupa gadis kecil itu. Dengan mata sembab dan suara parau gadis kecil itu bersuara,
"Jangan bunuh aku, aku mohon~"
Matanya melebar kala mendengar permohonan lirih dari si gadis kecil. Dan sedetik kemudian cairan bening itu –kembali- membasahi pipi chubby-nya tanpa sadar, dadanya sesak tak kuasa melihat sosok yang ia yakini adalah malaikat kecilnya kelak begitu rapuh dan mengiba. Rasa bersalah semakin menggerogoti hatinya kala mengingat perbuatannya terakhir kali terhadap janin yang bahkan tak tahu apa-apa ini. Mana mungkin ia tega membunuh darah dagingnya sendiri? Ingin rasanya ia berucap, namun lidahnya terasa kelu hanya untuk sekedar mengucap kata "maaf".
Kepanikkan segera melandanya kala ia melihat sosok itu menjauh, namun suara lirih terus mengiang ditelinganya.
"Jangan bunuh aku eomma~"
ZZAPP
"ANDWAE!"
"Min-ah! Lee Sungmin!"
"Hahh~ hahhh~ hahhh~" Nafasnya memburu, mulutnya terbuka guna mencari pasokan udara. Sesak, itu yang ia rasakan. Sekelebat bayangan tentang mimpi yang baru dialaminya terus berputar. Terasa seperti nyata karena airmata itupun masih berbekas dengan jelas dipipinya.
"Min, katakan apa yang sakit? Apa yang kau rasakan, hm? Ayo jawab aku!" Siwon bingung kala melihat kondisi Sungmin yang mendadak siuman dan terlihat panik. "Ada apa Min?"
Sungmin masih diam, namun sedetik kemudian isakannya mulai terdengar, "Hikss~ Wonnie~"
Siwon benar-benar bingung dengan apa yang terjadi pada Sungmin, bahkan Sungmin tidak mengeluh sedikitpun dengan kondisi perutnya yang sebenarnya sedang dalam bahaya. "Ne, aku disini. Ssst..Uljima, kau akan baik-baik saja."
Hening cukup lama, 2 suster yang ada diruangan itu hanya diam menyaksikan tanpa tahu harus berbuat apa, bahkan Siwon tak menyuruh mereka untuk keluar.
"Siwonnie." Panggil Sungmin lirih setelah isakkannya mereda.
"Ne?" Jawab Siwon sambil perlahan melepas pelukannya dan menatap wajah dibawahnya.
"Bagaimana dengan janinku? Dia- belum hilang kan?" Tanyanya dengan raut sendu, wajahnya pucat dan matanya sembab.
Siwon mendesah kecil, "Yeojaneun pabboya!" Ujarnya dengan menyentil kening Sungmin gemas. "Sedetik saja kekasihmu telat membawamu kesini, kau akan benar-benar kehilangan janinmu, Min." Lanjutnya dengan serius.
Pandangan Sungmin berubah sendu, "Benarkah?" ekpressinya kembali datar seperti sebelum ia pingsan.
Siwon menghela nafas pasrah melihat ekpressi datar itu, "Sebentar aku panggilkan kekasihmu."
"J-jangan!" seru Sungmin tiba-tiba.
"Mwo?"
"Aku- mohon bantuanmu kali ini."
.
"Lee Sungmin- keguguran."
"MWO?" Ketiga orang yang sedari tadi gelisah menunggu didepan ruang ICU itu berteriak kaget mendengar penuturan mencengangkan dari Siwon.
"Ia mencoba meminum obat yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil, apalagi diusia kandungannya yang masih rentan." Itu memang benar, Sungmin sengaja meminum obat rutinnya yang dianjurkan tidak ia minum saat sedang mengandung. Namun entah setan apa yang membuat ia nekat berbuat seperti itu.
Hyukjae terhenyak dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Donghae, sedangkan Kyuhyun masih berusaha menguras otak jenius-nya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Namun sedetik kemudian ia merasa ada sesuatu yang tak ia ketahui sebelumnya, "Tunggu! Apa maksudnya ini? Lee Sungmin—ha- hamil? Kk- keguguran? Bagaimana bisa?"
3orang lainnya yang ditanya saling melempar pandangan, bingung apa yang harus mereka jawab. Hingga akhirnya Hyukjae menjawab setelah mendapat anggukan dari Donghae. "Iya, Kyu. Sungmin tengah mengandung anak kalian, kandungannya sudah berusia 6minggu. Tapi-"
Seketika amarah Kyuhyun memuncak, "Jadi, kalian tahu tentang ini? Dan kalian tidak pernah memberitahukan aku berita bahagia ini? Bahkan aku baru tahu setelah Sungmin sendiri yang menggugurkannya?" tanyannya dengan raut kecewa.
"Mian Kyu," Ujar Donghae menyesal.
"Diam kau!" Sela Kyuhyun, tajam. " Kau juga tahu dari awal Hyung? Sahabat macam apa kalian, HAH?!" Teriak Kyuhyun dengan emosi yang sudah mencapai ubun-ubunnya.
Hyukjae dan Donghae semakin merasa bersalah, "Maaf Kyu, kami terpaksa. Sungmin yang melarang kami." Ujar Hyukjae akhirnya.
"Aku benar-benar kecewa. LEE SUNGMIN!" Amarahnya benar-benar memuncak, ia mencoba menubruk pintu kamar tempat Sungmin berada, namun Siwon segera menghadangnya.
"Maaf Kyuhyun-sshi, Sungmin sedang tidak ingin diganggu. Biarkan dia istirahat, dia juga shock dengan kenyataan ini." Ujar Siwon mencegah yang dihadiahi death glare andalan seorang Cho Kyuhyun.
"Brengsek!"
BUGH
"Kyu! Apa-apaan kau?" teriak Donghae panik, tak menyangka dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Siwon hanya diam sambil mengusap darah dibibirnya, kemudian Hyukjae segera membantunya berdiri.
Kyuhyun menatap remeh, "Kalian semua sama saja, BRENGSEK!" teriaknya sebelum pergi dengan amarah dan kekecewaan.
.
Sungmin yang mendengar dengan jelas keributan yang Kyuhyun ciptakan diluar, tak kuasa menahan tangisnya. "Maafkan aku Kyu~ hiks~"
"Ya, Tuhan! Sungminnie, kau tak apa?" Tanya Hyukjae setelah memasuki kamar inap Sungmin, diikuti Siwon dan Donghae dibelakangnya. Sungmin memang sudah dipindahkan kekamar inap karena ia harus dirawat untuk beberapa hari kedepan.
Sungmin tersenyum haru melihat ekspresi khawatir sahabatnya, "Aku baik-baik saja." Ujarnya lirih membalas pelukan Hyukjae.
"Bagaimana bisa kau melakukan ini semua tanpa berpikir, hah!? Kau memang selalu bertindak gegabah, Lee Sungmin." Cerca Hyukjae sebal. Benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu.
Sungmin menunduk menyesal, "Mianhae Eunhyukkie, aku menyesal."
Donghae yang tak tega melihat Sungmin yang sangat sedih segera melerai, "Sudahlah chagi, yang penting Sungmin baik-baik saja."
"Sebenarnya- Sungmin tidak keguguran." Ucap Siwon tiba-tiba.
"MWO?" Hyukjae dan Donghae refleks menoleh kearah Siwon dengan ekspresi kaget.
Siwon menghela nafas sebelum menjelaskan, "Ya, kandungannya baik-baik saja, walaupun sempat melemah tapi syukurlah tidak sampai luruh."
"Tapi tadi kau bilang—"
"Aku yang menyuruhnya." Sela Sungmin.
Dan sedetik kemudian Hyukjae dan Donghae hanya bisa saling berpandangan.
"Kyu!"
"…"
"Kyu, aku tahu aku salah. Aku minta maaf." Donghae, sudah setengah jam ia kembali dari rumah sakit dan langsung melesat kekantor tempat ia dan Kyuhyun bekerja. Dan disinilah ia sekarang, diruang kekuasaan Presdir Cho yang tetap acuh mendengar permintaan maafnya dan masih sibuk dengan pekerjaannya –memeriksa dokumen-dokumen.
"Ayolah Kyuhyun-ah, aku punya alasan." Ujar Donghae frustasi.
"Apa alasan itu?" Kyuhyun mendongak, menatap tajam Donghae dan bertanya dengan dingin.
Seketika Donghae gelagapan, "M-maaf, aku belum bisa memberitahumu. Tapi aku yakin suatu saat kau akan mengerti."
Kyuhyun beranjak dari kursinya, "Cih! Persetan!" dan berlalu begitu saja.
"Aissshhh~ iblis itu!" Umpat Donghae frustasi.
.
Ckklek
"Kenapa? Apa ada yang terting—gal." Sungmin terkejut kala melihat seseorang yang sangat ia cintai tengah berdiri menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kk- Kyu~"
"Wae?" Sungmin mengernyit bingung kala mendengar pertanyaan ambigu Kyuhyun,. Namun kemudian ia menunduk saat memahami apa maksud dari pertanyaan itu, dan hanya bisa diam membiarkan Kyuhyun melanjutkan, "Kau tahu, aku sangat terpukul saat mendengar berita ini? Terlebih aku baru mengetahui kehamilanmu, bahkan disaat kau sengaja menggugurkannya." Lanjut Kyuhyun sinis, ada nada terluka disetiap kalimatnya.
Sungmin mengerti bagaimana perasaan terluka dan kecewanya Kyuhyun, Demi Tuhan Sungmin –amat sangat- mencintai pemuda dihadapannya ini. Namun demi sesuatu yang bernama 'kebahagiaan' membuat ia harus terpaksa mengesampingkan perasaannya.
"Aku hanya ingin bahagia? Apa itu salah?" Sungmin menjawab dengan datar, Kyuhyun tertawa sinis.
"Cih! Jangan konyol Lee Sungmin. Bahkan kau sendiri yang mengatakan bahwa sumber kebahagiaanmu adalah seorang Cho Kyuhyun." Ujarnya dengan nada penuh amarah.
Pandangan Sungmin berubah tajam kearah Kyuhyun, "Ya, tapi itu dulu. Sebelum kau mengkhianatiku."
"APA?"
"Sebelum kau menikahi yeoja lain." Intonasi bicaranya memang santai dan datar, namun hati dan pikirannya berbanding terbalik.
Kyuhyun benar-benar tak mengerti dengan apa yang ada dipikiran yeoja manis yang dicintainya ini, apa ia berniat membuat Kyuhyun murka? "Kau benar-benar konyol! Hanya karena aku menikah dengan yeoja pilihan ibuku, lantas kau menyebut itu sebuah pengkhianatan?"
Melihat Sungmin hanya diam membuat amarahnya meledak, "Yak, Lee Sungmin! Ada apa denganmu? Kau sendiri yang memberikanku izin untuk menikahi yeoja itu tanpa harus meninggalkanmu." Kyuhyun berteriak murka, tak peduli sekarang ia tengah berada dirumah sakit, tempat yang membutuhkan ketenangan untuk setiap penghuni –pasien- disana. "Bahkan aku jarang pulang kerumah 'kami'." Kalimat terakhirnya ia ucapkan dengan sangat hati-hati, takut menyinggung –perasaan- Sungmin.
Ia melirik Sungmin dengan sudut matanya, namun Sungmin masih bungkam tak berniat menyela. "Dan ini sudah hampir tahun kedua pernikahanku, kenapa kau baru mempermasalahkannya?"
"Karena aku muak dengan semua ini."
"A-apa maksudmu?" Kyuhyun tercekat, berharap ia salah mendengar sebaris kata 'tajam' yang mudah sekali untuk Sungmin ucapkan.
"Aku ingin terlepas darimu."
DEG
Kyuhyun melemah, mencerna kalimat 'laknat' selanjutnya yang terucap dari bibir ranum yeoja-nya. "Jangan gila Lee Sungmin." Desisnya kemudian.
"Aku memang gila!" Sela Sungmin tajam, "Dan akan semakin gila bila terus bertahan bersamamu." Sungmin melirik sekilas wajah menunduk Kyuhyun, seakan 'mempersilahkan' Sungmin untuk melepas semua kekesalanya. Itu yang Kyuhyun simpulkan, Sungmin hanya sedang 'kesal'. Entah itu karena apa, yang pasti Kyuhyun berharap ini memang hanya emosi 'sesaat' Sungmin.
"Apa yang kau harapkan dari hubungan ini?" Lirih Sungmin, Kyuhyun mendongak menatap sendu kearah wajah yang semula cerah dan bersinar kini meredup karena dirinya. "Kau tak pernah memberikan aku kepastian. Kau kira aku bahagia? Walau kau masih bersamaku tapi aku harus membagimu dengan yeoja lain, bahkan dia lebih 'berhak' atas dirimu. Sedangkan aku apa? Aku hanya-"
"Lee Sungmin!" Bentak Kyuhyun, refleks kala mendengar penuturan Sungmin yang –menurutnya- semakin 'melantur'. Sungmin menunduk takut saat Kyuhyun membentaknya untuk pertama kali, ia merasakan matanya memanas namun sekuat tenaga ia tahan agar cairan beningnya tak keluar saat Kyuhyun masih disini. Melihat raut terluka Sungmin membuat Kyuhyun menyesali perlakuannya baru saja, perlahan ia mendekat bermaksud untuk meminta maaf "Ming~"
"Pergilah, biarkan aku sendiri." Usir Sungmin halus, ada nada terluka dikalimatnya membuat Kyuhyun urung mendekat. "Pergilah~"
"Mm-mianhae.."
.
Drap..drap..drap..
Prok..prok..prok..
Suara langkah kaki yang diikuti tepukan tangan dengan 'anggun'nya mengusik gendang telinga Sungmin yang sibuk menghentikan tangisnya, Sungmin kenal betul dari 'siapa' suara itu berasal.
"Aktingmu bagus sekali." Sungmin bergeming, tak berniat sedikitpun untuk sekedar menolehkan pada orang yang tengah 'asik' mengejeknya. "Bagus, sampai membuatku ikut menitikan air mata, huhuhu~" Sinis, diikuti decihan meremehkan.
Sungmin masih diam, ia benar-benar lelah dengan apa yang tengan menimpanya kini. Sandaran, yang ia perlukan saat ini. Tapi dari siapa? Kyuhyun? Tidak mungkin, Kyuhyun adalah sumber terbesar kegalauannya saat ini. Hyukjae, Donghae, atau Siwon? Tidak, walaupun mereka banyak membantunya, tapi tak mungkin Sungmin menambah beban mereka. Keluarga? Sungmin sudah tak punya orang tua, namun tak bisa dikatakan tak punya siapa-siapa. Ia masih mempunyai dongsaeng –yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri.
"Berjuanglah untuk—aku eonnie-ah."
Keheningan dari dalam mobil Honda Civic berwarna silver itu menemani kesendirian seseorang yang berada didalamnya. Kyuhyun, diam dengan kepala ditundukkan diatas stir mobilnya, sesekali terdangar isakan samar dari bibir tebalnya. Ini jelas bukan seorang Cho Kyuhyun, dulunya ia adalah sosok yang arogan dan tak peduli dengan apapun. Selalu berlaku sesuka hati terhadap –perasaan- setiap yeoja yang mengakuinya sebagai 'pacar'.
Namun perlahan berubah semenjak kehadiran seorang Lee Sungmin dihidupnya, seseorang yang telah 5tahun ini mengisi hati dan pikirannya. Yeoja manis dengan senyum polos menampakkan deretan gigi kelinci putihnya. Membuatnya 'sadar' hanya dengan sebaris kata, "Jika kau menyakiti yeoja-mu, berarti kau menyakiti ibumu sendiri. Dan sebaliknya, jika kau tulus menyayangi yeoja-mu, berarti kau sangat menyayangi ibumu." Terdengar 'biasa' memang, namun bermakna 'luar biasa' bagi seorang Cho Kyuhyun yang berhati bebal.
Itu yang menjadi pikirannya saat ini, sikap Sungmin seolah-olah mengembalikkannya ia kemasa 'jahat'nya dulu. Menyakiti yeoja-nya dan ibunya sendiri.
.
BRAKK
"Ommooo~ Kyuhyun-ah! Kau kenapa nak?" Panik sang eomma melihat anak semata wayangnya datang dengan keadaan berantakan. "Kau kemana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif? –Nak, kau baik-baik saja?"
"…" Tak ada jawaban, hanya pandangan sendu yang ia dapat dari onyx tajam itu. Instink-nya sebagai seorang ibu mengatakan bahwa anaknya sedang tidak baik-baik saja.
"Eomma~" Suara manja seorang yeoja membuyarkan konsentrasinya dalam menyelami perasaan anaknya. Seketika wajahnya kembali cerah teringat akan berita 'bahagia' yang harus ia sampaikan pada anak semata wayangnya ini.
"Ahh! Kyuhyun-ah chukae, sebentar lagi kau akan menjadi- APPA!"
DEG
'Tidak mungkin..'
"Kyu? Kenapa diam saja? Aah~ eomma tahu kau shock karena terlalu senang kan? Ini bukan mimpi nak, istrimu sedang mengandung, usianya sudah 6minggu. Aah~ aku akan segera menjadi nenek. Ommoo~ aku lupa memberitahu teman-teman arisanku." Ujar sang eomma heboh, lalu melesat untuk mengambil ponsel dan mendial nomor teman-temannya. Tak lama kemudian sang eomma sudah larut dengan dunianya, sementara Kyuhyun hanya bisa menatap nanar punggung sang eomma.
"Kyu!" Tatapan Kyuhyun berubah tajam setelah mendengar suara itu, namun pandangannya tak beralih sedikitpun masih tetap lurus kearah punggung sang eomma. "Kau tidak senang aku hamil?"
"Tidak!"
"Mwo?" Alis sang 'istri' berkerut tak terima.
Perlahan Kyuhyun menoleh kearah yeoja yang selama 2tahun ini berstatus sebagai 'istri sah'-nya. "Karena itu bukan darah dagingku." Desis Kyuhyun tajam.
Seketika sang 'istri' tergagap, "Aa- apa maksudmu?"
"Aku tidak pernah menyentuhmu, bahkan disaat hari sakral 2tahun lalu. Bagaimana kau bisa yakin kalau anak dirahimmu adalah anakku?" Tanya Kyuhyun dengan seringai-nya, membuat sang 'istri' bergidik dan merasa terpojok.
"Sa- siapa bilang!? Kau tak ingat saat pulang dari resepsi pernikahan Yesung Oppa dan Wookie Eonnie dalam keadaan mabuk? Bu-bukankah paginya 'kita' sadar sudah tidur satu ranjang?" Cukup masuk akal.
Kyuhyun terkekeh meremehkan, benar-benar ekpressi orang bodoh. "Aku lebih mengenal diriku sendiri, -Nona manja." Ujarnya penuh penekanan.
Sang 'istri' menggeram, tangannya terkepal menahan kekesalan. "Lihat saja! Akan kubuktikan kalau ini darah dagingmu!" Serunya menantang. Namun Kyuhyun hanya mendecih dan terus menatap remeh pada sang 'istri' sebelum berlalu.
"Terserahmu saja, Lee Qian-sshi!"
.
.
.
TBC
Hehehehe #ditimpukreader
Annyeong~ ada yang nunggu fic ini? #nggaaaaaaaaakkkkk *pundungdiketekKyu(?)
Review-nya berkurang euy, jadi males lanjutinnya juga.#bodo xD
Hmm kenapa ya? Iya siiih saya juga sadar kalo ff 'abal' saya ini "jauh" dari kata "sempurna", namanya juga newbie, makanya saya minta kritik & saran buat memperbaiki tulisan saya. :D
Especially for my beloved reader, ini persembahan 'seadanya' dari saya, maaf kalo kurang memuaskan. Kalo emang nggak menarik, kayanya chap depan udah end deh, tergantung yang minat baca+review aja siiihh~ #labil xD
Finally, saya pake straight tapi pake nama koreanya, nggak apa kan? Mm- ada yang merasa janggal nggak? Kkk~ tar bisa ditanyain dikotak "Review" hehehe xD
.
Udah ah cuap2 nggak pentingnya, balas review dulu…
Rinyeol : annyeong reader pervert! #ups Ngga ada NC ya~ uda ampir tamat nih, aku juga udah ganti ratingnya dengan sesuka hati kkk~ xD
Minimi : Bukan buruk lagi cingu, tapi busuk #plakkmanasin xD
Loupeu : aku pake straight tuhhh, ngga apa kan? Mudah2an ngga ada yang bashing deh~
Sunghyunnie : Simpanan kan cmn status cingu, yg pnting Ming ttep nomor 1 dihati Kyu #eeeaaa
Kanaya : ne cingu, review lagi ya~^^
Hyuknie : ngga kok cingu, review lagi ya~^^
Kasygirl : Sampe sini masi bingung ngga?
Kikihanni : Sayangnya walopun tau Ming keguguran Kyu malah marah tuh, merasa dibohongin. Gimana dong cingu~? #plakk
Guest : Kasian, udah lama nunggu ceritanya malah makin ngawur. Mianhae~ :$ #bow
Cho han kyo 137 : mian aku ngga bisa apdet asap, ide yang muncul sewaktu lagi kerja selalu mentok(?) kalo uda manteng depan PC #curcol :p
LovelyMin : Wellcome~ semoga suka sama cerita abal ini, terus review ya~^^
Pumpkins cholee : Semua pertanyaan cingu kayanya uda terjawab sama jalan cerita xD
EvilMinmin : Annyeong^^ panggil QQ aja, biar ngga ribet :D
Wellcome ne~ semoga suka sama cerita abal saya, n' review terus~^^
Sienna-w5 : Ming bkn lemah cingu, mungkin lebih ke mengalah #sama aja kkk~ xD
Oom. komariah. 921 : udah kejawabkan? Review lagi ya~^^
Chikyumin : Maaf, dugaan anda meleset(?) kkk~ xD
Monnom : Kalo Kyu cerai sama istrinya nggak bkalan ada 'konflik' donkk cingu!? xD
I am E. L. F and JOYer : ia Ming keguguran, tapi boongan xD
Parkgyuchi : waaah~ cingu kejam bgt, masa aku harus nyiksa semua cast!? :$
Dhia bintang : pertanyaannya udah kejawab kan? Review lagi ya cingu~
Nurican4 : next apa cingu? #mengerjappolos *plakk xD
Jeongmal Gamsahamnida~^^ #bow
.
Last,
Review ya cingu~
Yang membangun(?) okayyy!?
Saranghae^^ 3
