Mari berlanjut~~ chapter dua…
Selebihnya mungkin akan tersendat berhubung lagie mid….(Maaat!!! Fis!!!)
Yah…mari kita mulai sebelum saya melenceng lebih jauh…
________________________________________________________________________
Chapter 2 (ga nyangka ternyata bisa chapter 2 juga!)
Setelah masa penantian Tezuka yang cap cip cup kelabang kuncup makan ucup (loh?) selama 10 menit, akhirnya pintu kamar Ryoma kebuka lagi…
"Ekhem! Ryoma-sama mempersembahkan….Fuji-senpaaaaai!", ucapnya sambil menarik tangan Fuji.
Fuji Syuusuke, menampakkan diri dalam wujud….mak lampir (author ditimpuk Fuji pake sandal) maksud saya…wanita cantiiik…!
Ia memakai wig coklat muda yang senada dengan warna rambut aselinya, dikepang dua seperti Sakuno. Diikat pita merah jadi dia keliatan imut!
Pake baju terusan putih plus renda-renda disekeliling ujung roknya.
Sepatu dan kaos kaki Lolita tinggi warna putih-biru muda menghiasi kakinya yang indah semampai (nyambung ga seh?)…
PLUS…
Wajahnya yang lagi tersipu malu dan tangannya menambah poin sosok 'wanita sempurna'…
Dalam waktu 10 menit, Fuji telah berubah menjadi Fujiko!
Tezuka…? Mengganga-rialah dia…kaget ngeliat penampakan tersebut…
"Fu-Fuji..?! Itu…kau…?", tanya Tezuka dengan nada ngga percaya. (nambah kali min-nya)
"Menurutmu?", tanya Fuji sambil memiringkan kepalanya iseng.
"Nih, Fuji-senpai…kacanya…", ucap Ryoma sambil memberikan Fuji sebuah kaca.
"Saa…. Sankyu!", balas Fuji sambil menerima kaca itu.
Fuji pun melihat bayangan dirinya sendiri di kaca dan…
"Tezuka…", bisik Fuji pelan sambil melihat ke kaca.
"Ya?", jawab Tezuka sambil meminum the yang dibawakan Ryoma.
"Aku…kok aku….cantik banget, sih…?", gumamnya sambil tersenyum manis kearah mereka berdua.
(SFX: Cahaya laser beam…)
Tezuka en Ryoma ngerasain ada semacem sinar cahaya ge-je gitu.
Spontan, mreka nutup mata mereka pake tangan karena…silau (buu…ada anak autis bu…).
"Aaaaaah!!!! Matakuuuu!!!", seru Ryoma histeris.
"Fujiii!!! Stooop! Sudah cukup! Nanti kita bisa buta!", seru Tezuka yang uda mule stress.
"Maa….padahal menyenangkan…ya udah...", Fuji lalu mulai tersenyum seperti biasa.
"Haaaah.... yauda, kita pergi dulu ya,Echizen.", ucap Tezuka sambil bediri.
"Hah? Un. Ati-ati dijalan...Jangan ampe riasannya luntur ya, Fuji-senpai! Aku uda menghiasmu dengan sepenuh ati!", ujar Ryoma (lu kate po'on natal dihias?!)
"Oce~ Bereslah~", balas Fuji.
"Echizen...", gumam Tezuka.
"Un? Ya, buchou?", tanya Ryoma bingung.
"Tenyata...bukan hanya kemampuanmu dalam tenis saja yang hebat, tapi kemampuanmu dalam tata rias dan busana juga hebat... Echizen! Jadilah pilar bagi dunia tata rias Jepang (loh?)! Nah, sampai jumpa minggu depan...", ucap Tezuka sambil menarik tangan Fuji.
Setelah Fuji dan Tezuka pergi meninggalkan kamarnya, Ryoma berpikir..
"Apa....aku ikutin aja saran buchou, ya...?", gumam Ryoma, (a/n: Jangan, Ryoma! Nanti komiknya jadi The Prince of Make-up doong...)
Naah...kita balik ke Tezuka en Fuji.
Sekarang, mereka lagi didalem sebuah lobby hotel gedueh tempuat perjodohan ntu dilaksanakan.
"Oke, Fuji...Jadi...", Tezuka memulai tapi langsung disela Fuji, "Fujiko."
"Hah?", tanya Tezuka bingung.
"Panggil aku Fujiko-chan, dong...Ya, Ku-ni-mit-su-kun?", balas Fuji dengan nada menggoda.
"Baik, baik...Ehem, Fujiko..."
"Chan nya?"
"Iya, iya. Fujiko...chan, jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?", tanya Tezuka sedikit gendek dengan sikap Fuji.
"Pertama-tama, cari ayahmu lalu bilang kau ingin berbicara dengannya sebentar. Setelah itu kau kenalkan aku pada ayahmu! Bilang saja kita, ekhem, saling mencintai dan kau tidak ingin menikahi wanita lain.", ucap Fuji dengan lancar. "Naaah, ada pertanyaan?", lanjutnya.
"Ya. Gimana kalo rencanamu sampai gagal? Ada rencana cadangan?", tanya Tezuka sedikit ragu.
"Saa....aku sudah menyiapkan dua rencana cadangan. Satu, kau memperburuk sifatmu didepan calon tunanganmu. Dua...., aku sudah menyiapkan bom dikantung gaun ini yang siap kuledakkan~", jawab Fuji santai sambil tersenyum.
"Apaaah?! Kalo begini, kita kudu-musti-harus-wajib berhasil!!", tegas Tezuka.
"Yaa~", sambut Fuji senang.
Mereka lalu tiba dilantai dua puluh lima, tempat dimana ayah Tezuka berada.
"Oke, Tezuka...ingat dialog yang tadi...jangan sampai lupa, ya..", bisik Fuji sebelum pintu lift terbuka.
"Beres...kau juga, Fuji-maksudku, Fujiko-chan...", bisik Tezuka.
Pintu lift terbuka dan...ternyata ayah Tezuka berada tepat didepan mata!
"A-ayah...", gumam Tezuka kaget (mungkin dikira penampakan kuntilbapak kali...)
"Kunimitsu... Ah, siapa gadis ini?", balas ayah Tezuka.
'Pertempuran dimulai!', pikir Tezuka dan Fuji...
Chapter 2 selesaaai~
Gimana ya nasib mereka nanti?
Kita tunggu kisah selanjutnya...
OMAKE (ini adalah percakapan mereka didalem lift)
Fuji: *tersenyum* Kaya seru tuh kalo bomnya meledak...ya kan, Tezuka~?
Tezuka: *cuek* Sedeng kamu, Fuji. Nanti dicari-cari kaya Noordin gimana?
Fuji: *santai* Aah...tenang... Ga bakal ketauan kooo~
Tezuka: *dalem ati* Ni penjahat kelas kakap critanya?!
Fuji: *space out*....pengen makan semur jengkol...
Tezuka: *kaget* ...Haaaah???
Omakenya tamat....
