Chapter 5~~
Btw kenapa panas banget yah..?
Weleh…
Ya udahlah…
Siapa peduli? ^_^
Lanjuuuut~~~
Chapter 5
BRAK! Pintu ruangan dibuka kencang oleh Tezuka yang masuk sambil (berpura-pura) marah-marah.
"Ayah! Apa maksud ayah?! Tak kusangka calon tunanganku adalah…DIA!", serunya sambil menujuk Eiji.
"Mama juga! Aku juga ga nyangka mama bakal setega ini! Padahal kan aku anakmu yang paling manis, imut, baik, nurut, rajin menabung…(eh!ga nyambung mbak!)", seru Eiji sambil menunjuk ke Tezuka.
"Apa maksud kalian?", tanya ayah Tezuka dan ibunya Eiji.
"Dia…dia yang selama ini membuatku susah di sekolah!", sahut mereka berdua.
'Memang ini agak berlebihan…tapi ini sungguhan kok…', lanjut mereka berdua dalam hati.
"Trus ya ma… dia ini cowok loh!", seru Eiji kepada ibunya.
"Hah? Sebentar…anakmu kan yang perempuan?!", tanya ayah Tezuka bingung.
"Loh? Bukannya anakmu yang perempuan itu?", tanya ibunya Eiji sambil menunjuk kearah Fuji.
"Tuan Tezuka!", seru Eiji sambil melepaskan rambut palsu serta gaun yang ternyata sudah dirangkap seragam tenis Seigaku(?!), "Aku ini cowok nyaa!", lanjutnya.
"Aku juga buka perempuan, loh.", ucap Fuji sambil melepaskan semua aksesorisnya, "Aku juga laki-laki…namaku Fuj Syuusuke. Salam kenal.", lanjut Fuji sambil tersenyum manis.
" Sebentar…Fuji-kun..", ucap ayah Tezuka dan ibunya Eiji bersamaan.
"Iya?"
"Kau ini…benar-benar bukan perempuan kan?"
"Bukaaan…"
"Ayah...", ucap Tezuka.
"Mama...", ucap Eiji.
"wajah Fuji ini memang LEBIH CANTIK dari laki-laki normal pada umumnya...", lanjut mereka sambil menunjuk kearah Fuji yang cuma senyam-senyum aja.
"Tunggu, tunggu...Kunimitsu, kau itu normal kan?! Kau bukan pacarnya kan??!!", tanya ayah Tezuka panik...takut anaknya kelainan^^
"Tentu saja, ayah! ini tuh sebenernya cuma pura-pura! iya kan, Fuji?!", tanya Tezuka sambil menengok kearah Fuji.
"Saa....bagaimana yaa?", jawab Fuji dengan nada menggoda.
"Fuji...", balas Tezuka dengan aura kelam.
"Iya, iyaa...cuma bercanda kok...^^", lanjut Fuji sambil tertawa kecil.
"Tunggu sebentar!", ibunya Eiji lalu berjalan kearah ayahnya Tezuka, menjabat tangannya sambil berkata, "Tuan tezuka, kita kerja sama tanpa ada perjodohan saja, ya? Saya mulai pusing...".
Ayah Tezuka mengangguk setuju dan masalah selesai...
Tezuka lalu memutuskan untuk mengantar Fuji pulang kerumahnya dengan berjalan kaki...
"Saa...peranku sebagai pacar Kunimitsu-kun berakhir deh...", ucap Fuji dengan nada (yang kedengaran seperti) kecewa.
"Fuji...jangan bilang kau...", bisik Tezuka ngeri.
"Saa,,,bagaimana ya? Ku-ni-mit-su-kun?", goda Fuji sambil tersenyum manis.
"Fuji...kau...menyeramkan...", gumam Tezuka.
"Ahaha...aku suka melihatmu...", ucap Fuji.
"Fuji...", gumam Tezuka.
"....MENDERITA DAN PANIK!", ucap Fuji sambil tertawa geli, "Lagipula, aku kan punya Sakuno-chan!", lanjutnya.
"Fuji....DUAPULUH KELILING LAPANGAN MINGGU DEPAN...Jangan kabur...", ucap Tezuka pelan.
"Iya, iya...hehe..", ucap Fuji lalu berjalan didepannya sambil bersenandung riang.
Tezuka menghela nafas, lalu melihat kearah temannya yang lebih pendek itu sedang melompat-lompat kecil, lalu ia berpikir...
'Fuji...orang yang sulit ditebak dan aneh...Sadis dan jenius...Entah apa arti Fuji bagiku...yang jelas,,,,dia itu...ORANG YANG PALING TIDAK INGIN KUJADIKAN MUSUH...", pikir Tezuka dalam hati.
How was it, minna-san? ^___^
Ehee...tamat aja sampe disini~
daku akan membuat yang laen dengan judul RIKKAI LIVE-IN MODE!
Kalo demen baca fanfic buatanku, baca itu juga ya kalo uda jadi...
SANKYUU NYAAA~~~ =3
JANGAN LUPA REVIEW ^________^
Sankyuu sekali lagiiii =3
