LOVIN' YOU

.

.

Gomawo reviewnya, it mean a lot for me :) semoga tidak berkurang nambah boleh hahaha.

Hepi reading #kecupmanja

.

.

"Jangan katakan kau belum menemukannya Jung Changmin"

"B-Belum hyung eotteo?" wajah si bungsu Jung nampak cemas dan ketakutan.

"Kau juga kenapa membawanya kesini eoh? Dan lagi bagaimana bisa dia hilang? Kau tidak menjaganya?!"

"Aku hanya ingin menyenangkan hatinya hyung, dia sangat ingin melihatmu bertanding, tadi aku yakin aku sudah memegang tangannya keundeu aku juga bingung bagaimana ia bisa hilang"

"Kalau kau memegang tangannya lalu kenapa sekarang dia bisa hilang huh?!"

Tidak ada yang berani membantah Yunho kalau dia sudah marah, adiknya itu hanya bisa tertunduk menyesal.

DDDRRRTTTT DDDRRRTTT

Ponsel Changmin bergetar, matanya membesar ketika melihat nama pemanggil dilayar tersebut.

"H-hyung U-Umma"

Yunho yang bingung hanya bisa menatap Changmin, Ummanya pasti marah besar kalau namja setengah yeoja itu hilang.

"A-angkat saja"

"Hyung saja yang angkat, aku tidak berani"

"Aish kalau aku yang mengangkat Umma akan curiga, ppali angkat teleponnya! Lagipula kan ini salahmu"

GLEK

Changmin menelan salivanya berat, perlahan ia menekan tombol hijau dan mendekatkan ponsel ketelinganya

"Minnie~ah kenapa lama sekali baru diangkat? Kau dimana huh? Jangan terlalu lama di Mall, segera pulang ne sebentar lagi malam, Joongie eoddieseo? Umma mau bicara"

DEG

"J-Joongie Joongie dia-"

"Minnie dimana Joongie? Umma mau bicara, perasaan Umma tidak enak sejak tadi uri Joongie baik-baik saja ne?"

"K-Kami baik-baik saja Umma, Joongie dia-dia...sedang dikamar mandi Umma"

"Eoh? Kamar mandi?"

"Ne tadi Joongie bilang ingin kekamar mandi, a-aku sedang menunggunya didepan kamar mandi"

"Kau tidak bohongkan Minnie sayang? Tidak terjadi apapun kan dengan Joongie?"

Keringat dingin mengalir di pelipis namja tinggi itu.

"A-ani tentu saja tidak ada apa-apa, a-aku kan menjaganya Umma hehehe"

"Hmmmm baiklah, mungkin Umma hanya merasa cemas karena baru kali ini membiarkan Joongie keluar, jaga Joongie ne dan cepat pulang jangan terlalu lama disana"

"Ne Umma anyeong"

KLIK

Masih dengan perasaan yang kacau Changmin kembali menaruh ponselnya di saku celana kemudian menatap Yunho, mencoba mencari ide untuk menemukan dimana kira-kira namja cantik itu sekarang.

"Kita cari lagi, dia pasti masih disekitar sini"

"Hum, aku akan mencarinya di parkiran"

Sekali lagi dengan harapan yang tersisa, dua kakak beradik Jung mencari si cantik Kim, hall, kamar mandi, ruang ganti pemain, kantin, tempat parkir semua tempat tak luput dari pencarian mereka.

Sementara HOMIN sibuk mencari, seseorang dengan wajah pucat nampak terduduk di sebuah bangku seorang diri, menatap takut setiap orang yang berlalu lalang di depannya.

"Hikshiks Minnie~ah eoddiga? Yunnie hiksss"

Karena bosan menunggu, seseorang berwajah pucat yang ternyata adalah Jaejoong memutuskan untuk mencari kedua Jung.

Dia berjalan menyusuri kampus Yunho yang sangat luas masih dengan air mata yang tidak berhenti.

"Minnie dimana hiksss? Joongie takut hiksss"

BRUGH

Saat sedang berjalan tiba-tiba tubuhnya terhempas pelan. Sebuah mobil menyerempetnya begitu saja.

"AH!"

Jaejoong menatap mobil yang melewatinya begitu saja.

Jaejoong berdiri kemudian berjalan tertatih menyusul mobil yang ternyata dikendarai seorang.

Mobil itu berhenti tak begitu jauh dari tempat Jaejoong terserempet.

"Noona-ya"

Yeoja dengan rambut bergelombang indah itu menolehkan wajahnya karena tepukan seseorang di bahunya.

"Huh? Ada apa?"

"Noona menabrak Joongie tadi, bahu Joongie sakit dan noona belum meminta maaf"

"M-mwo? Apa maksudmu"

"Ish noona menabrak Joongie, lihat kaki Joongie berdarah noona" rengeknya.

Si cantik blondie itu menatap lutut kaki Jaejoong yang memang mengeluarkan darah, celananya di bagian lutut sobek.

"Cuci saja kakimu lalu beri obat dan lagi itu bukan salahku, kenapa kau berjalan di tengah jalan tidak di trotoar?"

"Eh? Keunde noona tetap salah karena menabrka Joongie, kata suster kepala orang salah harus meminta maaf kalau tidak akan dihukum Tuhan"

"Oh yeah whatever, maaf aku tidak ada waktu meladeni-mu aku harus menemui kekasihku, bye"

"Noona kau harus meminta maaf sama Joongie dulu!"

Jaejoong menarik rambut yeoja itu sehingga membuat si yeoja terhuyung ke belakang.

"YAH APA YANG KAU LAKUKAN EOH!"

"M-mian J-Joongie tidak sengaja, mangkanya noona minta maaf dulu sama Joongie!"

"IDIOT!"

"Ah bahu Joongie sakit, hiksss noona minta maaf ppaliwa!"

"Kau-"

"Jessica? Ada apa eoh? Kenapa kau berteriak-teriak? Semua orang melihatmu"

"Anak idiot ini menjambak rambutku Su! Dia sudah gila"

"Hikss Joongie tidak idiot dan tidak gila, noona ini yang menabrak Joongie dan tidak mau meminta maaf"

"Kau yang bodoh, kenapa juga berjalan di tengah! Ah sudahlah, bertengkar dengan anak keterbelakangan mental sepertimu hanya membuatku malu! Minggir"

Yeoja dengan tubuh ramping itu melenggang begitu saja, meninggalkan Jaejoong yang masih terisak menahan sakit di bahu dan kakinya.

"Kau tidak apa-apa? Omo, kakimu membiru"

"Hiksss appoyo"

"Aigooo, kajja kita ke dokter kita obati kakimu"

Jaejoong menggeleng.

"Waeo? Kalau tidak diobati nanti kakimu membengkak"

"J-Joongie mau bertemu Yunnie hiksss"

"Yunnie?"

"Hum, Yunnie namja tampan yang sekolah disini , tadi Joongie kesini sama Minnie untuk melihat Yunnie bertanding, tapi tiba-tiba Minnie meninggalkan Joongie sendiri"

"Jadi kau kehilangan temanmu?"

Si cantik Kim itu mengangguk.

"Ah, kalau begitu kita harus ke ruang informasi kita cari temanmu disana"

"Ruang informasi? Apa disana bisa menemukan Yunnie dan Minnie?"

"Sepertinya bisa, kita coba saja ne"

"Uhm! Gomawo eunnggg..."

"Junsu, namaku Kim Junsu"

"Junsu? Joongie panggil Suie saja ne"

"Yah terserah kau saja, dan kau siapa namamu?"

"Joongie, Kim Jaejoong"

"Baiklah Joongie kajja kita ke ruang informasi, kubantu berjalan ne"

"Hum"

*OTHER SIDE*

"Min, eotte?"

Changmin menggeleng.

"Aish, kka kita cari di-"

"Oppa!" teriak seorang yeoja berlari kecil menghampiri Yunho, wajahnya tersenyum gembira menemukan sang pujaan hati.

"Hi Jess, kau datang? Kukira kau tidak bisa datang?" tanya Yunho.

"Pemotretannya hanya sebentar Oppa, jadi aku bisa datang melihatmu meski terlambat, mianhe"

"Gwaenchana"

"Eotte, Oppa menang kan?"

"Hum, tim kami menang"

"Aigoooo Oppa daebak!"

"Hyung, kajja Kita masih harus mencari Joongie lagi"

"Ah kau benar Min, kajja"

"Oppa kau mau kemana?"

"Aku harus mencari seseorang"

"Yah Oppa tunggu aku ikut"

*OTHER SIDE*

"Joongie kita sudah di ruang informasi, kita akan mencari temanmu disini, siapa nama temanmu tadi?"

"Yunnie dan Minnie dan mereka bukan teman Joongie, Minnie saudara Joongie dan Yunnie pangeran Joongie hehehehe"

Junsu, namja manis dengan pipi chubby itu mengangkat alisnya bingung.

"Ah baiklah, siapa nama saudara dan pangeran Joongie?"

"Namanya Yun-"

"Jaejoong?"

Belum sempat Jaejoong mengucapkan nama Yunho, seseorang memanggil namanya.

"Chunnie? Yuchunie~"

"Joongie sedang apa kau disini eoh? Mana Yunho?"

"Joongie kesini sama Minnie untuk melihat Yunnie bertanding, tapi tidak tahu kenapa Minnie hilang dan meninggalkan Joongie sendiri" adunya dengan wajah sendu.

"Aigooo kau kehilangan mereka?"

"Hum, tapi untung Joongie ketemu Suie, Suie mau membantu Joongie menemukan Yunnie dan Minnie"

Yuchun melirik si manis yang berdiri di samping Jaejoong.

"Euungg mianhe nae Park Yoochun imnida, dia adalah adik temanku dan aku mengenalnya"

"Ah ne syukurlah kalau begitu"

"Aku akan menghubungi Yunho"

"Hum" angguk Junsu.

"YA! Jung Yunho kau dimana? Jaejoong sedang bersamaku sekarang"

"..."

"Kami di rektorat di pusat informasi, kau kesini ppali Joongie terlihat ketakutan"

"..."

"Ne ne arraso"

KLIK

"Yunho akan kesini, kau tidak perlu sedih nee"

"Jinjja? Gomawo Chunnie, mianhe Joongie merepotkan"

"Ani, aku senang membantumu"

"Joongie~ah sekarang sudah ada yang menemanimu, jadi aku tinggal ne"

"Eh? Suie mau kemana?"

"Aku harus pulang Joongie, aku kesini hanya ingin melihat sepupuku bertanding"

"Sepupumu? Siapa?" tanya Yuchun pensaran.

"Seunghyun hyung, dia kakak sepupuku"

"Omo, maksudmu TOP? Benarkah? Aku tidak tahu Seunghyun yang sangar itu bisa mempunyai sepupu semanis dirimu"

Eiii ada yang wajahnya memerah disana.

"A-Aku harus pergi permisi, bye Joongie"

"Chakkaman, eung apa kau mahasiswa disini?"

"Ani, aku mahasiswa DONGBANG"

"Aaahh baiklah, kapan-kapan aku akan mampir kesana"

"Eh? Untuk apa?"

"Untuk melihatmu"

Lagi, wajah chubby itu merona yang kedua kalinya.

"Bye Joongie"

"Bye Suie, sampai jumpa lagi neeee"

Yuchun menatap namja manis itu hingga tak terlihat lagi.

Selain Jaejoong ternyata ada juga namja yang memiliki wajah semanis itu, pikir Yuchun.

"JOONGIE!"

"Minnie? Minniiiiieeee"

"Joongie gwaenchana?"

"Minnie jahat! Kenapa Minnie meninggalkan Joongie sendiri hiksss"

"Mianhe Joongie~ah aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba kau menghilang? Kau tidak memegang tanganku huh?"

"Bagaimana Joongie bisa memegang tangan Minnie kalau lari Minnie cepat sekali, Joongie sampai terjatuh tadi hiksss"

"Jinjja? Omo maafkan aku Joongie~ah jeongmal aku tidak sengaja"

"Arraso, Minnie jangan tinggalkan Joongie lagi ne"

"Arra"

"Chun, bagaimana bisa Joongie denganmu?" tanya Yunho kali ini.

"Aku menemukan dia sudah berada disini bersama seseorang tadi, sepertinya dia ingin mengumumkan orang hilang ke pusat informasi"

"Kau tadi bersama siapa Joongie?"

"Suie, dia yang menolong Joongie untuk mencari Yunnie, dan Suie juga yang menolong Joongie dari noona jahat yang menabrakJoongie, kaki Joongie sakit sekali Yunnie"

Yunho melirik kebawah, kaki Jaejoong nampak membiru dan sedikit bengkak, lututnya juga berdarah.

"Kakimu kenapa? Kenapa bisa bengkak seperti ini?"

"Kaki Joongie jatuh tersandung batu karena ditabrak noona jahat! Hikshiksss appo Yunnie~ah"

Yunho yang awalnya kesal karena Jaejoong menghilang, kini justru merasa kasihan karena kaki si cantik itu membiru.

"Joongie berhentilah menangis, kita obati dirumah nanti"

"Hikksss sakit sekali Yunnie"

"Berhenti menangis, kau tidak malu dilihat semua orang?"

"Keunde-"

"Oppa! Aku mencarimu ternyata kau disini"

"Eoh? Noona jahat? Yunnie Yunnie noona ini yang menabrak Joongie, noona ini juga tidak meminta maaf karena sudah melukai kaki Joongie, noona jahat!"

"Huh? Apa aku mengenalmu?"

"Noona sekarang harus minta maaf, kalau tidak Joongie laporkan Yunnie karena sudah membuat kaki Joongie sakit"

"Hah? Meminta maaf? Apa kau gila? Mengenalmu saja tidak"

"Noonaaaaaaaa noona yang tadi menabrak Jooongiieeeee"

"YAH! Idiot tidak usah berteriak, memalukan!"

"Ish noona jahat!"

Jaejoong yang kesal langsung menarik rambut yeoja blondie itu sampai ia kesakitan.

"YAH APA YANG KAU LAKUKAN PADA RAMBUTKU BODOH! Lepas, ah Yunho tolong aku ah sakit!"

"Noona jahat noona ngga mau minta maaf sama Joongie dan mengatai Joongie bodoh!"

Merasa malu karena diperhatikan banyak orang, membuat emosi seorang Jung meledak.

"KIM JAEJONG BERHENTI!" teriakan Yunho sontak menghentikan aksi menjambak Jaejoong, suasana hening seketika.

Jaejoong menatap Yunho takut, mulutnya bergerak menahan tangis.

"Hyung, kau membuatnya takut" ucap Changmin.

"Yun, kau terlalu keras" ujar Yuchun

Yunho mengatur napasnya, pandangannya terus menatap mata Jaejoong tajam, kondisinya sedang lelah karena pertandingan yang menguras tenaga, belum tadi ia dihadapi masalah hilangnya Jaejoong, dan sekarang? Jaejoong membuatnya malu dengan bertengkar di depan umum.

"Min, bawa Joongie pulang"

"Tapi Yunnie noona ini-"

"DIAM! KAU PULANG SEKARANG KIM JAEJOONG!"

Jaejoong tersentak kaget.

Air matanya mulai menetes.

"KAU! Kau benar-benar merepotkan! Kenapa tidak tinggal dirumah? Kenapa kau memaksa menyusul kemari dan merepotkan semua orang?" teriak Yunho didepan wajah Jaejoong.

"Yah Yunho" Yoochun mencoba menarik jauh Yunho namun namja itu nampak tak bergeming.

"J-Joongie Joongie hikshikss Joongie ingin melihat Yunnie bertanding, maafkan Joongie hiksss Joongie merepotkan Yunnie, Joongie akan pulang hiksss, mianhe Yunnie"

"Joongie kita pulang, hyung kau keterlaluan"

Changmin menggandeng lengan Jaejoong dan berjalan menuju tempat parkir, karena takut kehilangan Jaejoong lagi, kali ini Changmin memegang tangan si cantik itu erat.

"Yunho kau keterlaluan, bagaimana mungkin kau membentaknya seperti itu? Kau tidak lihat wajahnya pucat huh?"

Yunho hanya diam, ia menyesal karena telah membentak Jaejoong namun ternyata egonya berhasil mengalahkan rasa penyesalannya.

"O-Oppa, gwaenchana?"

"Jess aku capek sekali hari ini, aku mau pulang"

"Eh? Lalu makan malamnya?"

"Lain kali saja, bye"

Jessica Jung, nama yeoja yang sudah membuat Jaejoong marah hari ini.

Seorang mahasiswi cantik dari DONGBANG, ia adalah kekasih Yunho untuk saat ini. Selain statusnya sebagai mahasiswa, ia juga menekuni dunia modeling dan bernyanyi.

Jessica hanya menatap Yunho lesu, padahal ia sudah membatalkan beberapa acara hari ini demi makan malam dengan Yunho.

"Arraso, hati-hati dijalan Oppa"

"Yun kau harus meminta maaf pada Joongie, dan periksa kakinya kau tidak lihat cara dia berjalan tadi"

Yunho mengangguk sekilas.

Dengan langkah gontai Yunho menuju parkiran mobilnya, bentakannya terhadap Jaejoong tadi berhasil memenuhi seluruh pikirannya. tiba-tiba ia merasa dadanya sakit seolah ikut merasakan sakitnya perasaan Jaejoong.

"Yuchun Oppa, siapa namja itu?"

"Dia Jaejoong adik angkat Yunho"

"Jaejoong? Adik angkat?" bingung Jessica.

"Hum, apa Yunho tidak menceritakannya padamu?"

Gadis itu menggeleng.

Yuchun mengangkat bahunya, tidak begitu peduli kenapa Yunho tidak menceritakan hal itu pada kekasihnya sendiri.

Jessica sedikit merasa bersalah karena ia sempat mengatai Jaejoong, tahu itu adiknya Yunho ia akan bersikap baik tadi.

.

.

Dua hari telah berlalu, Yunho masih belum bisa bicara dengan Jaejoong karena namja itu mengurung dirinya di kamar. Jung Umma yang sudah tahu mengenai kebohongan Changmin sempat memarahi kedua anaknya, apalagi ditambah Jaejoong terluka.

Yunho baru saja pulang entah darimana, ia melangkah malas memasuki rumah, matanya tertuju pada sang adik yang sedang asik makan sambil menonton tivi.

"Sepi sekali, Umma Appa kemana?"

Changmin tidak menjawab, ia melanjutkan kegiatan makannya tanpa menoleh sedikitpun kearah Yunho. Sepertinya adiknya itu masih marah gara-gara ia membentak Jaejoong.

Malas meladeni Changmin, Yunho berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua, selain ruang kamarnya disana juga terdapat kamar Changmin, dan Jaejoong serta beberapa ruangan lain dan kamar tamu.

Matanya tertuju pada kamar si cantik Kim, dua hari tidak melihat dan mendengar suara Jaejoong sedikit sepi rasanya. Ditatapnya pintu berwarna coklat yang dihiasi papan nama bertuliskan 'KAMAR JOONGIE" itu sendu.

'Apa dia sudah tidur?'

CKLEK

Entah keberanian darimana Yunho membuka pintu kamar itu dan memunculkan wajahnya perlahan untuk melihat keadaan Jaejoong. Dilihatnya namja cantik tanpa cacat itu sedang duduk sambil memeluk lutut di pinggir jendela, wajahnya ia benamkan diantara kedua lututnya.

"Joongie" panggilnya pelan, tak ada sahutan.

Yunho memasuki kamar Jaejoong perlahan.

Dilihatnya Jaejoong nampak terlelap tidur dengan jejak air mata yang masih membekas di pipinya yang putih, kakinya yang terluka juga masih diperban dan masih sedikit membengkak.

Tak tega melihatnya tertidur seperti itu, Yunho mengangkat Jaejoong dan membaringkan tubuhnya keatas kasur, tubuh Jaejoong ringan bahkan sangat ringan untuk ukuran namja. Yunho menyelimuti Jaejoong sampai kelehernya kemudian ia menatap namja cantik itu sendu.

"Joongie~ah mianhe jeongmal mianhe, aku tidak bermaksud membentakmu" ucapnya pelan.

Mata Yunho menelusuri wajah Jaejoong dari rambut hingga dagu, Yunho tidak menyadari jika Jaejoong memiliki wajah secantik ini, yeah ia sudah tahu tapi ia belum pernah melihat adik angkatnya dalam jarak sedekat ini.

"Eungh, Yunnie~"

"Apa kau mengigau?"

Yunho tersenyum kecil mendengar Jaejoong menginggau.

"Kau sangat merindukanku hum sampai memanggil namaku saat tertidur?"

Namja tampan itu mengelus poni Jaejoong lembut, ditatapnya lekat wajah yang terlihat bak malaikat itu, perlahan ia mendekatkan wajahnya dan-

CHUP

"Jalja Jung Jaejoongie"

Yunho mengecup kening Jaejoong yang tertutup poni, setelahnya ia beranjak keluar dari kamar Jaejoong, sebelum menutup pintu ia melirik kearah Jaejoong yang kini tersenyum dalam tidurnya, membuat bibir berbentuk hati itu ikut tersenyum.

.

.

"Umma kaki Joongie sudah tidak sakit, perbannya dilepas ne"

Jaejoong dan Jung Umma berada di ruang keluarga, terlihat Jung Umma sedang mengolesi obat agar luka Jaejoong cepat kering.

"Benarkah sudah tidak sakit? Hummm bengkaknya juga sudah hilang"

"Uhm! Sudah tidak begitu sakit Umma"

"Arraso, kalau begitu tidak perlu diperban lagi, tapi obatnya masih harus dipake biar lukanya tidak membekas"

"Nde Umma, Umma Joongie lapar"

"Joongie lapar sayang? Tunggu sebentar Umma akan siapkan makanan untuk anak Umma paling cantik"

"Joongie tampan Umma"

"Ani, Joongie cantik, yang tampan itu Appa, Yunho dan Minnie"

"Tapi kan Joongie namja, jadi Joongie tampan" poutnya lucu.

"Kalau Joongie namja kenapa Joongie suka sama Yunnie hum?"

"Karena Yunnie tampan"

Jung Umma terkekeh mendengar jawaban polos Jaejoong.

"Joongie tunggu disini ne, Umma siapkan makanan"

Jaejoong mengangguk.

Hari ini hari sabtu, Changmin sedang mengerjakan tugas dirumah Kyuhyun dan Jung Appa nampak sibuk dengan laptopnya diruang kerja.

Yunho? Dia baru saja pulang.

"Y-Yunnie?" panggil Jaejoong takut.

Tiga hari tidak bertemu Yunho membuat Jaejoong rindu setengah mati, tapi jujur ia masih sangat takut mengingat Yunho memarahinya dengan keras waktu itu.

Yunho menghampiri Jaejoong.

"Kau sedang apa?"

"I-Itu, k-kaki Joongie s-sedang diobati Umma"

"Ah, bagaimana kakimu? Masih sakit?"

"Sedikit"

"Joongie, ini makanan-mu sayang habiskan ne"

"Neeee"

Jaejoong melirik Yunho.

"Y-Yunnie mau makan?" tanyanya takut.

"Aku sudah makan, kau makanlah yang banyak karena aku ingin mengajakmu ke suatu tempat"

"Eh? Kemana?"

"Jalan-jalan, yeah anggaplah ini sebagai permintaan maafku karena sudah membentakmu waktu itu"

"Kau mau mengajak Joongie kemana? Tidak boleh"

"Aish Umma, hanya ke Lotte Mart"

"Andwe, nanti Joongie hilang lagi"

"Aku bukan Changmin Umma, aku bisa menjaga Joongie lebih baik"

Jung Umma nampak berpikir sejenak.

"Kau harus menjaganya, menggandeng tangannya jangan sampai terlepas, menemani Joongie kemana Joongie mau dan jangan lepaskan pandangan matamu darinya, mengerti?"

"Arraso Umma, yah Joongie ganti bajumu kita pergi sekarang"

"Hum? Tapi Joongie belum makan"

"Kita makan diluar"

"Jinjjaaaa, Yunnie mau mentraktir Joongie?"

Yunho mengangguk.

"Yaiiiiyyy, chakkaman Joongie ganti baju dulu"

Dengan semangat 45(?) Jaejoong berlari kecil menuju kamarnya.

Hingga tak berapa lama kemudian.

"Yunnie, kajja kajja Joongie sudah siap" Jaejoong menuruni tangga dengan cepat, bajunya kini sudah berganti dengan jeans berwarna biru gelap lengkap dengan t-shirt pink V-Necknya yang dipadu cardigan bernada sama.

"Aigoooo anak Umma manis sekali"

Jaejoong terkikik dan wajahnya merona, cantik sekali.

"Umma, kami berangkat"

"Ne, hati-hati jaga Joongie awas kalau sampai hilang lagi, gandeng tangannya Yunho~ya"

Yunho menggandeng lengan mungil Jaejoong yang terasa pas di tangan besarnya, ia memakaikan safetybelt saat mereka tiba di mobil.

Selama diperjalanan Yunho mendengarkan Jaejoong bernyanyi, lelaki tampan itu tidak bisa menyembunyikan senyumnya melihat tingkah si cantik Kim.

Jinagabeorin eorin shijeoren pungseoneul tago

Naraganeun yeppeun kkumdo kku-eotjji.

"Kau suka lagu itu?"

"Uhm! Joongie sering mendengarkan lagu ini di radio dan tivi"

"Tunggu, kalau tidak salah-"

Yunho memutar CD player yang ada didalam mobil, dan mengalunlah lagu balloon milik boyband ternama sejagad raya, DBSK!

"Omo, Yunnie punya cd lagu ini?"

"Ini punya Changmin, dia sering mendengarkan album ini"

"Whoaaaaaa, waktu Joongie pergi ke pasar sama suster Sungmin Joongie minta dibelikan tapi kata suster Sungmin kaset cd-nya terlalu mahal jadi Joongie tidak jadi dibelikan hehe" kekehnya.

Yunho menatap Jaejoong, rasa iba saat Jaejoong menceritakan kisah hidupnya membuat hati Yunho merasa tidak tega.

"Kalau begitu cd ini untuk Joongie saja"

"Eh? Aniyo cd ini terlalu mahal, dan lagi ini punya Minnie nanti Minnie marah sama Joongie"

"Gwaenchana, Minnie tidak akan marah kalau itu untuk Joongie"

"Eung benarkah?" ucapnya dengan wajah yang 100% imut.

Yunho hanya sanggup mengangguk, saat melihat raut wajah Jaejoong yang seperti itu ingin rasanya ia mencubiti gemas pipi chubby yang putih dan merona itu.

"Hihihi gomawo Yunnie"

30 Menit kemudian YUNJAE tiba di pusat perbelanjaan terbesar di Seoul.

Masih dengan tangan Yunho yang memegang erat tangan Jaejoong, membuat namja cantik itu merasa nyaman dan aman.

"Whoaaaaa besar sekali"

"Ini Lotte Mart Joongie, hampir semua orang Korea belanja kesini, Umma dan Minnie juga sering kesini"

"Y-Yunnie, ramai sekali" Jaejoong mendekatkan dirinya pada Yunho.

"Tidak apa-apa mereka semua tidak akan menyakiti Joongie, ada aku"

Yunho semakin mengeratkan pegangannya.

Mereka berjalan berdua sambil bergandengan tangan, mungkin orang-orang berpikiran bahwa pasangan itu sedang berkencan. Jaejoong terlihat senang sekali, terbukti ia sering tertawa dan berceloteh tidak jelas.

"Omo, boneka gajah itu besar sekali"

Si cantik Kim begitu takjub saat melihat sebuah boneka gajah berwarna biru yang dipajang di etalase toko mainan dan boneka.

"Kau suka?"

"Uhm! Boneka Gajah yang besaaaaaaarrr" matanya berbinar lucu.

"Kajja" Yunho membawa Jaejoong masuk kedalam toko dan mengambil boneka Gajah yang berukuran hampir setengah badan Yunho.

"Ini ambilah"

"Eoh? Ini untuk Joongie?"

"Yap, kau suka kan?"

"Keunde ini pasti mahal, Joongie tidak punya uang Yunnieya"

"Aish ini aku belikan untukmu"

"MWOOO? Jinjjaaaa?"

Yunho hanya bisa mengangguk, namja tampan itu suka dengan reaksi terkejut Jaejoong, wajahnya yang polos benar-benar menggemaskan.

"Yunnieya, gamsahamnida Yunnie sudah membelikan banyak barang untuk Joongie hari ini"

"Kalau begitu apa kau mau memaafkan aku?"

"Eh? Memaafkan apa?"

"Aku telah membentakmu waktu itu, mian aku lelah sekali sampai memarahimu seperti itu"

Jaejoong menggeleng.

"Itu salah Joongie bukan salah Yunnie, Joongie nakal"

"Kau tidak nakal, hanya sedikit tidak menurut"

"Mianhe" ucapnya dengan wajah tertunduk.

Yunho tersenyum, dia mengacak rambut Jaejoong gemas.

"Kajja kita bayar bonekanya"

"Uhm!"

Jaejoong terlihat senang dengan bonekanya yang baru, ia bahkan ingin membawanya begitu saja tanpa dibungkus.

Mereka kembali melanjutkan acara jalan-jalan mengitari Mall, sesekali Jaejoong berhenti karena mengagumi sesuatu, tak sedikit yang memandang mereka sebagai pasangan yang menarik, yang satu tampan dan satu lagi begitu cantik, tidak tahu saja mereka kalau Jaejoong itu namja.

Setelah cukup lama berkeliling, Jaejoong merengek lapar karena ia memang menunda makannya. Yunho mengajaknya ke sebuah restoran Jepang.

"Kka, Joongie mau makan apa?"

"Eung ini apa Yunnie?" tanya Jaejoong menunjuk gambar makanan yang ada di menu.

"Itu Katsudon, Joongie mau?"

"Enak tidak?"

"Sangat enak"

"Uhm! Joongie mau Kasutdon"

"Katsudon Jaejoongie"

"Ah iya Katsuuudon, benarkan?" ucapnya dengan logat yang terdengar lucu.

Yunho terkekeh melihat sikap lucu Jaejoong.

Setelah memesan beberapa menu tak lama hidangan-pun tersedia. Jaejoong memakan makanannya dengan lahap dan sesekali Yunho akan membersihkan nasi yang tercecer di mulut Jaejoong.

Sudah terbiasa eoh?

Selesai makan, Yunho lalu mengajak Jaejoong ke Lotte Theme Park, tempat dimana begitu banyak permainan, surga bagi siapapun yang ingin melepas kepenatan.

"Omo omo, Yunnie itu apa? Kenapa kereta itu bisa berjalan diatas? Apa tidak jatuh?"

"Itu namanya Roller Coaster, Joongie mau coba?"

"Ani Joongie takut jatuh, mengerikan"

Jaejoong yang memang belum pernah kemana-pun karena sejak ia masuk panti ia tidak pernah pergi ke tempat-tempat ramai selain pasar, itulah kenapa Jaejoong begitu kagum dan dengan cerewetnya bertanya pada Yunho.

"Yunnniieeee kenapa benda itu bolak balik begitu? Apa tidak pusing?"

"Itu namanya Tornado Joongie"

Jaejoong menghela napasnya.

"Kenapa semua permainan yang ada disini menyeramkan? Joongie yang melihatnya saja sudah ketakutan, apa mereka tidak takut?"

"Mereka sudah terbiasa Joongie, kajja kita naik komidi putar saja"

"Hum? Yang seperti baling-baling itu?"

"Hum, ayo"

Yunho membawa Jaejoong ke arena komidi putar.

Mereka hanya berdua disana, Jaejoong begitu antusias melihat pemandangan yang ada dihadapannya, sedang si namja Jung begitu antusias melihat pemandangan yang berada tak jauh darinya.

Tak sadar Yunho menarik senyumnya.

"Eh? Yunnie kenapa senyum-senyum sendiri?"

"Kau sangat manis sekali hari ini Joongie"

Yap, wajah merona itu-pun datang.

"Yunnie juga tampan" ucapnya sambil tertunduk malu.

"Benarkah? Setampan apa aku?"

"Eung, setampan pangeran di negeri dongeng"

"Hummm, menurutmu pangeran di negeri dongeng itu tampan-nya seperti apa?"

Jaejoong nampak berpikir sejenak.

"Seperti Uknow DBSK! Yunnie seperti Uknow"

"Eiiii aku jauh lebih tampan darinya"

"Tapi Uknow juga tampan"

"Begitukah? Kalau begitu kau pilih aku atau Uknow"

Jaejoong kembali dengan pose berpikirnya.

"Uknow"

"Yah!"

Jaejoong terkikik, sudah bisa menggoda seorang Jung eoh?

Lama mereka bermain di theme park, membuat keduanya pulang cukup larut.

Jaejoong senang sekali, bahkan inilah hari yang paling menyenangkan untuknya, Yunho-pun begitu, dia merasa nyaman berada dekat dengan namja Kim itu.

"Ummaaaaa Joongie pulaaaang"

"Joongie sudah pulang sayang, Omo bawa apa itu?"

"Ini boneka dari Yunnie Umma, tadi Yunnie yang belikan, Yunnie juga mengajak Joongie makan, masuk kedalam lemari naik turun-"

"Lift Joongie, namanya lift" sahut Yunho.

"Ah ne Lift, terus Joongie naik tangga berjalan"

"Eskalator" ucap Yunho lagi

"Iya itu Eskalator"

"Terus Yunnie juga memberikan Joongie cd lagu kesukaan Joongie, DBKS"

"DBSK Joongie, aish Joongie mau leader mereka yang kata Joongie tampan itu marah karena Joongie salah menyebut nama grup mereka?"

Jaejoong menggeleng cepat.

"Kalau begitu ucapkan yang benar"

"Eung D-B-S-K, benarkan Yunnie?"

"Nah begitu, Ah Umma ini aku bawakan Camilan"

"Camilan? Aku mau hyuuuuuuunggg"

Changmin yang rupanya sudah pulang langsung menuju kakaknya begitu mendengar kata 'ajaib' itu.

"Omo, ini Chiffone Cheese Cake Rum dari Toho Cafe?" tanya Changmin dengan mata berbinar.

"Ne, favoritmu kan?"

"KYAAAAAAAAA gomawo hyung, hyung memang hyung paling keren tampan dan gagah sejagad raya!"

Yunho mendecih, adiknya ini pintar bicara aniya?

"Ya ya mau kau bawa kemana kuenya?"

"Ke dapur"

"Aish jangan kau habiskan semua, Umma Appa dan Joongie juga mau dan sisakan juga untuk-ku"

"Tidak janji mhuahahahaaa"

"-_-"

"Ah Joongie sayang kau lelah eoh?" tanya Jung Umma kali ini.

"Uhm! Joongie cape, tapi Joongie senang, semuanya karena Yunnie gomawo Yunnieya"

"Hm, kau istirahatlah" ucap Yunho

"Neeee, Umma Joongie istirahat dulu ne? Eoh Appa mana Umma?"

"Appamu sedang ke kantor sebentar"

"Appa ke kantor hari sabtu begini?" tanya Yunho.

"Hum, katanya ada berkas yang tertinggal"

Yunho mengangguk.

"Umma Joongie istirahat dulu ne, daah Yunnie"

Jaejoong berlari kecil menuju kamarnya, ia juga mengajak boneka gajah yang baru dibelikan Yunho. Suasana hatinya benar-benar senang hari ini.

*NEXT DAY*

TING TONG

"Minnie tolong buka pintunya" teriak Umma Jung dari dapur.

"Ne Umma"

KLIK!

"Kau? Mau apa?"

"Anyeong Changmin~ah apa kabar?" ternyata Jessica yang datang.

"Hm, ada apa?"

Changmin memang sedikit cuek pada kekasih kakaknya itu.

"Yunho Oppa ada?"

"Tidak ada"

"Ah begitu"

"Hm"

"Minnie~ah siapa yang datang? Eoh, Jessie? Aish kenapa tidak kau ajak masuk? Masuklah Jess"

"Ne Ahjuma anyeong, lama tidak bertemu bagaimana kabar ahjumma?"

"Aku baik-baik saja, kau sendiri? Lama tidak main kesini, sibuk eoh?"

"Nde, jadwalku sedikit padat akhir-akhir ini ahjuma jadi tidak sempat mampir"

"Ah begitu, kka ahjumma buatkan minum dulu ne kau pasti haus kan?"

"Tidak usah repot-repot ahjumma"

"Aish kau ini seperti ke siapa saja, tunggu sebentar ne ahjumma buatkan minuman segar untukmu"

"Ne, Ahjumma gamsahamnida"

Changmin terus menatap Jessica, entah apa yang ada dipikirannya saat ini.

"Kenapa kau melihatku?"

"Apa tidak boleh? Ini kan mataku"

Jessica mendelikan matanya, sejak ia berpacaran dengan Yunho, adik bungsu Jung ini memang selalu bersikap acuh dan menampakan ketidaksukaannya.

"Sicca ini minumlah dulu, ahjumma sengaja buatkan Jus Lemon diluar panas sekali aniya?"

"Hum, panasnya cukup menyengat ahjumma, gomawo"

Umma Jung menaruh beberapa kue juga disana.

"Ah ne, ahjumma Yunho eoddie?" tanya Jessica sambil menaruh gelas yang isinya hampir setengah.

"Yunho sedang pergi bersama Joongie, katanya Yunho ingin mengajak Joongie melihat-lihat binatang peliharaan, ah kau sudah mengenal Joongie kami Jess?"

"Sudah ahjumma, aku mendengarnya dari Yuchun"

"Hum, Joongie kami sangat lucu sekali, ahjumma harap kau bisa akrab dengannya"

Jessica tersenyum kaku, bagaimana bisa akrab kalau pertama bertemu saja mereka sudah saling bertengkar.

"Jess, ahjumma tinggal dulu ne ahjumma sedang membuat kue di dapur"

"Omo, ahjumma senang membuat kue sekarang?"

"Hehe neeee entahlah akhir-akhir ini rasanya menyenangkan sekali membuat kue, kka ahjumma tinggal ne, kau santailah sebentar"

"Neeee, gomawo ahjumma"

"Sudah kubilang kan hyung tidak ada, ck tidak percaya sekali" sahut Changmin sepeninggalan Ummanya.

"Ne ne aku percaya, ah iya hyung-mu itu terlihat akrab sekali dengan anak adopsi itu"

"Anak adopsi? YA! Dia punya nama, namanya Jaejoong"

"Oh yeah siapapun namanya"

"Wae? Kau tidak menyukainya? Awas saja kalau kau berani menyakitinya lagi, kaki Joongie sampai bengkak gara-gara kau menabraknya waktu itu"

"Ck, soal itu aku tidak sengaja"

"Nde dan kau tidak meminta maaf padanya"

"I-Itu"

"Sudahlah, lebih baik kau pulang saja hyung-ku tidak ada jadi jangan menunggunya disini"

Jessica mendelikan matanya, si bungsu Jung ini sungguh menyebalkan.

"Arraso, kalau begitu aku-"

"Ummaaaaaa Joongie pulang, Umma lihat Joongie bawa kucing baru dibelikan Yunnie, Omo noona jahat?"

Jaejoong terkejut saat melihat Jessica berada didalam rumahnya, dibelakangnya Yunho mengekor.

"Joongie kau sudah pulang sayang? Aigooo kucing ini lucu sekali, baru dibelikan Yunnie eoh?"

"Nde Umma"

"Jess, kau disini?" tanya Yunho.

"Hum, Oppa darimana? Kenapa ponselmu mati?"

"Aku tidak membawa ponsel, sedang di charge"

"Joongie, ini Jessica dia kekasihnya Yunnie" ucap Jung Umma.

"Ke-kekasih Yunnie? Kekasih itu apa Umma?" tanyanya polos.

"Eung, kekasih itu...orang yang saling menyayangi Joongie"

"Orang yang saling menyayangi? Kalau begitu Joongie juga kekasih Yunnie? Kan Joongie sayang Yunnie, terus Joongie juga kekasihnya Minnie?"

"Eeh? Eung i-itu" Jung Umma melirik Yunho, mencoba meminta bantuannya.

"Ah sudahlah tidak usah dibahas, lebih baik kau beri makan kucing itu Joongie"

"Uhm! Yunnie, Joongie sudah memberinya nama, Jiji eotte?"

"Jijji? Hum cukup bagus"

"Hehehe Jijji~ah, anyeoonngg ah Yunnie pakaikan kalungnya"

"Kalung? Ah kalungnya tertinggal di mobil, biar aku ambil"

Yunho berlari menuju mobilnya, kesempatan itu dipakai Jessica untuk mengakrabkan diri dengan Jaejoong meski sebenarnya ia sedikit kesal karena namja cantik itu merebut perhatian Yunho.

"Anyeong Joongie~ah, kau masih mengingatku?"

"Tentu, noona yang menabrak Joongie sampai kaki Joongie bengkak"

"Eeh?" Jessica melirik kaku ke Jung Umma dan Changmin, senyumnya terkesan memaksakan diri.

"I-Itu aku tidak sengaja Joongie~ah, mianhe ne"

"Hum, gwaenchana kaki Joongie sudah tidak sakit"

"Jeongmal mianhe Joongie~ah"

"Neeeeee"

Jessica tersenyum, ia mengelus Jijji yang berada di pelukan Jaejoong.

"Aigooo lucu sekali, Jijjiya anyeong Jessica imnida"

"Noona mau gendong?"

"Eeehh?"

Jessica sebenarnya tidak takut kucing, hanya saja ia tidak suka dengan bulu hewan yang menempel di baju mahalnya.

"B-Boleh"

Jaejoong memberikan kucing kecil berbulu abu itu pada si blondie, dan ia menggendongnya takut.

"Omo omo, kyaaaaaaaa" pekik Jessica tiba-tiba.

"Wae? Aigooo Jijjiya kenapa mengencingi Jessie noona" ucap Jaejoong sambil mengambil Jijji dalam gendongan Jessica.

Changmin dan Jung Umma terkekeh kecil melihat reaksi Jessica, wajahnya nampak kesal bercampur sedih.

"Aish, kau sengaja mengencingi bajuku eoh? Apa kau tahu baju ini kubeli langsung dari Perancis dengan harga yang tidak murah karena di design dengan sangat terbatas"

"Noona mianhe pasti Jijji tidak sengaja"

Jessica mempoutkan bibirnya.

"Tidak sengaja apanya" ucapnya kesal.

Belum selesai rasa kesalnya reda, Jijji yang masih dalam gendongan Jaejoong tiba-tiba melompat dan langsung mengacak rambut Jessica.

"KYAAAAAAAAAA SINGKIRKAN KUCING INI DARIKU KYAAAAAAAAA"

Jessica yang nampak ketakukan terlihat menarik Jijji dan melemparnya dan bahkan ia menginjak buntut si kucing.

"Kucing gila! Kenapa kau mencakarku eoh?!"

"Noona, jangan sakiti Jijji"

Jaejoong yang tidak tega melihat binatang peliharaannya 'disiksa' secara tidak sengaja, langsung mendorong tubuh Jessica ke daerah pohon kaktus dan hal itu membuat lengan dan pipi gadis blondie itu terluka terkena duri.

"YAH! KENAPA KAU MENDORONGKU!"

Jessica terbangun dan langsung mendorong Jaejoong hingga terjatuh.

"Joongie!" ucap Jung Umma dan Changmin bersamaan

"JESSICA! Beraninya kau mendorong Joongie" desis Yunho yang baru saja tiba dilokasi(?).

"Dia yang mendorongku Yunho~ah, kau tidak lihat tanganku terluka dan kucing sialan itu mengacak rambutku, cakarnya mengenai kulit kepalaku"

"Joongie, bangun sayang gwaenchana?" tanya Jung Umma cemas.

"Hiksss appo, Jijjiya" Jaejoong mengambil Jijji yang tak jauh darisana dan memeluk kucing itu.

"Kau, lebih baik kau pulang saja Jess"

"Oppa keunde-"

"Jess kumohon pulanglah, keadaan semakin kacau kalau kau ada disini"

"Tapi itu bukan salahku, kucing dan namja itu yang menyerangku duluan"

"Sicca, lebih baik kau pulang dulu ne maafkan Joongie kami dia tidak sengaja berbuat seperti itu padamu" ucap Jung Umma lembut.

Jessica mendengus kesal, sekarang semua orang menyerangnya dan Jaejoonglah yang dibela.

"Arra, aku pulang dulu permisi"

Jessica berlalu begitu saja, rambutnya acak-acakan, lengannya terluka dan lagi tubuhnya bau gara-gara Jijji mengencinginya. Sungguh ini adalah hari yang paling buruk dalam hidupnya.

"Yah, kau tidak apa-apa? Berhentilah menangis"

"Hiksss Jijji di injak Jessie noona hiksss pasti sakit aniya?" tanya-nya pada sang kucing.

Yunho melirik lengan Jaejoong tepatnya di siku, ia melihat ada darah disana.

"Min ambilkan alkohol di lemari"

"Ne hyung"

"Umma akan mengambil kotak P3K"

Yunho mensejajarkan tubuhnya dengan Jaejoong yang terduduk di rumput.

"Lenganmu terluka, ku obati dulu"

"Jijji juga pasti terluka Yunnieya"

"Kita bawa Jijji ke dokter hewan besok, sekarang kemarikan tanganmu"

"Hyung, ini alkoholnya"

Yunho menarik lembut lengan Jaejoong, dan meniupnya pelan.

Kemudian ia menuangkan alcohol pada siku Jaejoong yang terluka.

"Ah appo"

"Perih sedikit" Yunho kembali meniup-niupkan siku Jaejoong.

Mata indah itu bergerak pelan melihat sikap lembut Yunho, hatinya terasa hangat dengan perhatian yang namja tampan itu berikan, Jaejoong tersenyum kecil.

"Gomawo Yunnie~ah"

"Hum, kau harus lebih hati-hati kau sering sekali terluka"

"Hihihi, Joongie memang sering terjatuh saat di panti dulu, suster Luna bahkan sering memarahi Joongie karena menghabiskan obat merah untuk mengobati Joongie"

"Kau harus menjaga dirimu, apa kau mau tubuhmu jelek karena dipenuhi luka?"

"Huh? Aniyo, luka itu nantinya akan hilang sendiri Yunnieya"

"Aish kau ini cerewet sekali, kubilang kau jangan terluka lagi ya jangan terluka lagi, mau menurut tidak?"

"Arraseo" jawab Jaejoong sambil tersenyum. "Ah ah perih Yunnie"

"Sedikit lagi"

Mereka berdua nampak asik dengan dunia mereka sendiri, tanpa sadar ada Changmin yang tengah memperhatikan mereka dengan tatapan penuh arti, serta Jung Umma yang mengintip dari balik pintu, memandang YUNJAE dengan perasaan yang sedikit khawatir.

"Tatapan mata itu" ucap Jung Umma pelan.

.

.

"Joongie tunggu disini sebentar ne? Aku mau mengembalikan buku dulu ke perpustakaan"

"Uhm!" angguk Jaejoong "Tapi Yunnie jangan lama, kita harus kedokter untuk memeriksa Jijji"

"Arraso"

YUNJAE saat ini sedang berada di kampus Yunho, meski tidak ada jadwal kuliah Yunho harus mengembalikan buku yang ia pinjam di perpustakaan. Jaejoong dengan setia menunggu didalam mobil bersama kucing kesayangannya.

SEMENTARA ITU…..

"Dasar Jung pabo! Kenapa kau meReject telponku huh?"

Jessica yang saat ini berada di kampus Yunho bermaksud untuk menemui kekasihnya, Karena sejak kemarin Yunho tidak membalas telepon maupun sms darinya.

"Eoh? Itukan mobil Yunho Oppa"

Jessica mendekati mobil Yunho dan melihat bahwa Jaejoong berada didalamnya, kekesalannya semakin bertambah melihat namja cantik itu disana.

"Anak itu lagi!"

Ia bermaksud untuk meninggalkan Jaejoong namun di otaknya terbesit satu ide untuk menjahili Jaejoong, kembali ia menghampiri mobil Yunho.

Jessica mengetuk kaca jendela mobil Yunho.

"Anyeong Joongie~ah" sapa gadis blondie itu ramah.

"Jessie noona? Noona kenapa ada disini? Mau menyakiti Jijji lagi ya?"

"Huh? Aniyoo noona kesini hanya ingin memberitahu Joongie kalau Joongie dipanggil Yunnie, dia menunggu disana"

"Eh? Benarkah? Keunde Yunnie menyuruh Joongie menunggu disini"

"Aaahh begitu, ya sudah terserah Joongie, kalau Joongie tega melihat Yunnie menunggu disana sendirian"

"Sendirian?"

Jessica mengangguk.

Jaejoong terlihat berfikir sejenak.

"Arraso, Joongie mau menemui Yunnie, Yunnie menunggu dimana noona?"

'Gothca! Kena juga kau Kim Jaejoong' seringainya dalam hati.

"Kajja, noona antar"

Jaejoong keluar dari mobil, Jessica segera menggandeng Jaejoong kesebuah kelas laboratorium uji coba kimia yang letaknya cukup jauh dari parkiran, Jijji masih dalam gendongan Jaejoong.

"Nah Joongie tunggu disini ne? Noona akan panggilkan Yunnie"

"Eung, jangan lama-lama noona, tempatnya seram sekali Joongie takut"

"Arraso¸tunggu disini ne anak manis"

CKLEK

Jessica menutup pintu lalu menguncinya dari luar. Ia menyeringai senang.

BRUG BRUG BRUG

"Noona, kenapa pintunya ditutup noona"

"Omo, tidak bisa dibuka, noona buka pintunya Joongie mau keluar noona, hiksss Jijjiya pintunya tidak bisa dibuka eotte?"

"Huh pabo! Mau mengerjai seorang Jessica Jung eoh? Haha rasakan kau Kim!"

BRUG BRUG BRUG

Jaejoong kembali menggedor pintu itu cukup keras, namun karena ruang laboratorium terletak di lantai paling atas dan paling pojok, ditambah tidak ada siapapun disana membuat Jaejoong hanya berteriak di keheningan ruangan.

"Noonaaaaaa buka pintunyaaaaa, hikshiks Yuuniiiiee hikssshiksss"

"Jijjiya" Jaejoong memeluk kucingnya, tubuhnya bergetar ketakutan.

Saking ketakutan, Jaejoong tidak sadar bahwa ia menyenggol tabung reaksi dan membuatnya mengeluarkan percikan api.

Namja cantik itu membelalakan matanya saat melihat gemericik api yang berada di sudut ruangan, ia takut api bahkan sangat takut, api mengingatkan dirinya pada tragedi kematian orang tuanya.

"A-Api, i-itu t-terbakar hiksss U-Umma Appa hiksss J-Joongie takut hiksss Yunnieya"

Tak perlu menunggu lama percikan api yang berasal dari tabung reaksi itu langsung membakar sebagian ruangan yang berisi kertas, kardus dan tabung reaksi kimia lainnya.

Jaejoong terduduk lemas, tubuhnya bergetar hebat, napasnya tak beraturan.

Jijji seolah memanggil Jaejoong, namun namja cantik itu tak menoleh kearah kucing kecilnya, sekelebat memori tentang Umma dan Appanya saat berusaha menyelamatkan Jaejoong terbuka kembali, membuat dada Jaejoong terasa sesak, hingga akhirnya tak kuat, Jaejoong pingsan.

"Gomawo" ucap Yunho sesudah mengembalikan buku itu ke perpustakaan.

"Yo Yunho~ah, kau disini eoh?"

"Hum, aku mengembalikan buku perpus kau ada jadwal kuliah?"

"Yes, baru saja selesai"

BRUK!

"Ah mianhe"

"Eoh? Junsu, kau Junsu kan?"

"Eh? Kau...Yuchun?"

"Anyeong, sepertinya kita berjodoh"

Junsu si namja imut itu mengerungkan alisnya bingung.

"Kau sedang apa disini?" tanya Yuchun yang entah kenapa menjadi begitu bersemangat.

"Meminjam buku, di perpustakaan DONGBANG buku yang kucari tidak ada"

"Aaahh benarkah? Buku apa yang kau cari? Kubantu carikan ne"

"Tidak perlu, aku bisa sendiri"

Saat sedang asik melihat YOOSU mengobrol, mendadak ada sesuatu yang menyenggol kaki Yunho.

"Jijji? Jijji~ah kenapa kau kesini? Mana Joongie?" tanya Yunho sambil menggendong Jijji, namun kucing itu kembali meloncat dan berlari menjauhi Yunho.

"YA! Jijjiya kau mau kemana?"

"Sepertinya dia ingin kau mengikutinya?" saran namja berwajah imut itu.

"Begitukah?" tanya Yunho.

"Kita ikut saja"

Junsu mulai mengikuti Jijji, dia juga memiliki banyak kucing dirumahnya karena itulah dia sedikit tahu mengenai perilaku kucing. Ia merasa bahwa kucing itu ingin menunjukan sesuatu pada Yunho.

Yunho, Yuchun dan Junsu tiba dilantai dimana ruang laboratorium itu berada.

"Omo, ruang lab kenapa? Jijjiya kenapa kau kesana? Jijji!" teriak Yunho saat melihat kucing itu masuk dari celah jendela kecil.

"Yun, ada apa ini kenapa laboratorium terbakar?"

"Aku tidak tahu" Yunho terbatuk pelan karena mulai mendekati ruangan yang sudah penuh dengan asap mengepul serta kobaran api didalamnya, melalui celah kecil itu Yunho mencoba mengintip mencari Jijji, dan betapa terkejutnya dia ketika mendapati Jaejoong terbaring disana.

"JAEJOONG?!"

"Jaejoong? Joongie ada didalam?" pekik Yuchun.

"Bagaimana dia bisa ada disini?! JOONGIE JOONGIE~AH, Chun bantu aku buka pintunya! PPALI!"

Yunho berusaha memecahkan kaca itu dengan tangannya disampingnya Yoochun juga ikut membantu, namun karena tebalnya kaca ditambah asap yang mengepul membuat mereka kesulitan.

Junsu yang terlihat ketakutan juga ikut membantu, ia mencoba membuka pintu namun tidak bisa. Matanya berkeliling mencari benda yang bisa menghancurkan pintu kayu itu.

"Ini, pakai ini dan dobrak pintunya!"

Junsu mengambil tabung pemadam kebakaran dan memberikannya pada Yunho.

BRAK

BRAK

BRAK

Dipukul-pukulnya tabung besi itu kemudian Yunho menendang pintu lab sekuat tenaga, sehingga membuat pintu tersebut terbuka dan sedikit hancur.

"JOONGIE! Joongie uhukhukk" Yunho tidak bisa masuk, asapnya terlalu pekat.

"Yun kau harus cepat, ini laboratorium masih ada bahan kimia di dalamnya aku takut kalau tempat ini akan meledak" ucap Yuchun panik.

"Minggir" Junsu membawa tabung pemadam kebakaran yang tadi dipakai Yunho untuk mendobrak pintu, ia menyemprotkan isinya agar memudahkan Yunho untuk masuk,

"Ppali masuklah!" teriak Junsu

Yunho menerjang api dan asap, mencari sosok Jaejoong yang entah dimana, pandangan matanya terbatas dan perih sekali. Saat menemukan Jaejoong ia langsung menggendong namja cantik itu.

"Joongie! Joongie bertahanlah aku mohon Joongie bangunlah"

Yunho membawa keluar tubuh lemah Jaejoong lalu menidurkannya di lantai jauh dari lab. Orang-orang mulai berdatangan dan membantu memadamkan api.

"Joongie Joongie bangunlah aku mohon"

"Y-Yun" Yuchun menatap Yunho horor "T-Tidak ada denyut nadinya"

"M-mwo? KIM JAEJOONG BANGUN!"

TBC

Mind to review? ^^

GJ yak GJ? Aaaahh mian kl semakin GJ :((( #mojok

btw yg pny rekomen ff YooSu/ChangKyu yg oke boleh dong minta linknya ke twitter aq : irisajung, coz susah bgt nemu ff mereka yg ampe bener2 feelnya dpt hehe, or kl mau tuker2n ff boleh tinggal krm link aja neee, sankyuuuu#kecupmanja