Naruto by 'Masashi Kishimoto'"THE RED HAIR COUPLE" – Uchiha Cla

Chapter2: Meeting!

Disclaimer: Tokoh karakter, tempat, dan property lain milik pencipta asli (kecuali Fushame). Hanya untuk berbagi cerita dan hiburan semata!

Warnings: AU, OC & OOC, Many clarify and dialogue, 'cripsy' crack and kidding, mystery and many skip time! Just two choice, "READ" or "DON'T Read"…

R&R please…?

Awal musim gugur akhirnya tiba juga, udara terasa hangat. Dan daun berserakan dimana-mana.3 bulan Fushame sudah berada di Konoha, ia berjalan menginjak berbagai dedaunan yang berada di jalan-jalan. Fushame yang telah menyelesaikan misinya, berjalan pulang setelah melapor pada Hokage. Ia menggendong tas besarnya dipunggungnya. Sesaat ia membetulkan posisi tasnya. Sesaat ia merapikan rambutnya yang merah berantakan tertiup angin.

"Misimu sudah selesai, Fushame?" suara seseorang berambut hitam mengejutkannya dari belakang.

"Oh, tentu saja sudah, Shikamaru" kata Fushame dengan seulas senyuman.

"Mm, kau selalu menyelesaikan misimu dengan cepat, Fushame," kata Shikamaru sambil berjalan di sebelah Fushame.

"Tidak juga, setelah kepergian keluarga Sasuke aku merasa segala sesuatu yang ada di sekitarku itu berjalan dengan lambat," jelas Fushame.

"Sudahlah, pasti suatu saat mereka akan bertemu kau kembali." Sahut Shikamaru.

"Ya, aku juga merasa begitu," sahut Fushame sambil melihat ke arah tepi desa. "Ada ramai-ramai apa?" tanyanya.

"Oh, besok akan diadakan ujian Chuunin di Konoha. Jadi kini para Jounin sedang mempersiapkan tempat untuk ujian besok," jelas Shikamaru sambil menaruh tangannya pada saku celana.

"Ujian Chuunin? Sepertinya sudah sangat lama," ujar Fushame.

"Ya, benar sekali. Tetapi, sayangnya pada saat ujian Chuunin kita tidak bersama," Shikamaru menghela napas.

"Oh, ya. Kau benar. Aku lebih dahulu, baru setelah itu tahun selanjutnya itu adalah kau," kata Fushame berusaha mengingat.

"Ya kau benar, kau masih mengingatnya dengan baik."

"Emm, kudengar pada saat kau ujian Chuunin terjadi sedikit masalah?" Tanya Fushame menatap Shikamaru.

"Begitulah. Mendokusei na, aku malas menceritakannya. Aku ingin pulang dan tidur karena esok aku harus bangun pagi, Sampai Jumpa, Fushame" kata Shikamaru sambil melambaikan tangan dan berbelok ke arah lain meninggalkan Fushame.

"Sampai jumpa," Fushame melanjutkan langkah kakinya ke sebuah rumah yang kecil. Ia mengambil kunci dari saku celananya. Membuka pintu masuknya. Dan ia masuk, menyalakan lampu tengah sehingga teranglah ruang depan rumah tersebut yang terdapat sebuah sofa merah yang besar. Benar, ia menyukai warna merah. Sama seperti warna rambutnya.

Lalu, ia menaruh tas besarnya pada sebuah meja dekat ruang tersebut. Ia terduduk di sofa besarnya. Merenung sebentar dan berjalan menuju ranjangnya yang terlihat rapi. Sudah lama ia tidak tidur di ranjang ini, karena ia telah menyelesaikan misi yang begitu banyak setelah 2 bulan akhir ini.

Satu bulan yang lalu ia diangkat menjadi Jounin, dan itu membuat ia menjadi tambah sibuk dan kegiatannya yang begitu padat. Kemudian 2 bulan yang lalu keluarga Sasuke pindah ke daerah Taki – gakure, karena Fugaku telah pensiun dan ingin mencari ketenangan di sana. Kalau dipikir bukanlah pilihan yang tepat.

Sebenarnya besok akan diadakan ujian Chuunin, dan seharusnya Fushame hadir dan membantu Jounin yang lain. Tetapi, karena ia malas, ia tidak akan datang. Bukannya karena lelah, tetapi karena letih (Reader: -_- sama aja itu!). ia telah membulatkan tekadnya untuk tidak datang besok.

Tetapi pada keesokan harinya, ia bangun sangat pagi. Di luar perkiraan. Ia ingin bangun tidur pukul 10 tetapi malah pukul 6 pagi ia sudah bangun.

Huh!

Bukanlah saat yang menyenangkan, batin Fushame.

Pagi hari yang sunyi, begitu membosankan. Membuat ia kesal pada diri sendiri dan tak sadar tiba-tiba ia bangkit berdiri dan beranjak menuju kamar mandi. Tidak lebih dari 20 menit Fushame sudah keluar dari kamar mandi dan memakai baju ninjanya. Ia berjalan keluar rumah dan berniat datang pada acara ujian Chuunin tersebut. Begitu sampai, tempat tersebut sudah dipenuhi orang-orang yang sangat bersemangat ingin menonton ujian chuunin itu. Terlihat beberapa Jounin sibuk berlalu-lalang. Dan terlihat juga beberapa Jounin memberi pengarahan pada anak didiknya yang akan mengikuti ujian Chuunin.

Huh!

Semua terlihat sibuk. Kecuali Fushame. Ia hanya bisa menonton karena tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya ia hanya menyaksikan acara itu. Ia juga melihat Hokage ke 5, Kazekage ke 4, Mizukage ke 5, Raikage, dan Tsuchikage sedang bercakap-cakap di atas. Sebentar lagi ujian akan dimulai, jadi para Kage sedang memperbincangkan mengenai Ujian Chuunin sebelum dimulai.

Fushame hanya menghela napas, ia melihat ke sekeliling dan tidak ada satu orang pun yang ia kenal. Teman-teman sebayanya mungkin sedang menjalankan misi. Apalagi yang bisa ia lakukan?

Hanya duduk terdiam di kursi penonton tentu saja. Tanpa sengaja ia melihat seseorang berambut merah memakai jubah bercorak awan merah. Sasori, batinnya.

Akasuna no Sasori dari Akatsuki adalah fans berat Fushame. Ya ampun! Bagaimana Sasori bisa berada di sini?

Terlihat Sasori sedang berbincang dengan temannya yang lain. Ada yang pake topeng, ada yang kayak ikan, ada yang lagi main kertas origami, ada yang bawa bodyguard 6 orang, ada yang kulitnya kayak zebra, ada juga 2 orang yang satu marah-marah yang satunya tidak mendengarkan. Ada juga yang lagi main petasan.

Fushame ingin menghampiri Sasori. Ingin sekali berbicara dengan Sasori. Akhirnya Fushame bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Sasori. Di saat tengah perjalanannya tiba-tiba,

BUAK! AUW!

Ia menabrak seorang pria berambut merah membawa gentong pasir. Rambutnya mirip dengan Sasori. Tetapi wajahnya sangat berbeda jauh.

"Maaf," ujar Fushame cepat. Pria itu hanya menatap Fushame tanpa ekspresi. Matanya yang hijau terang membuat Fushame takut. Fushame berpikir kalau dia marah, jadi ia mengulang perkataannya, "Maaf," katanya.

"Tidak apa," suara berat dari pria itu terdengar sinis di telinga Fushame. Pria itu tetap berdiri terdiam dan melipat tangannya di dadanya.

"Baiklah, maaf sekali lagi," kata Fushame kali ini dengan membungkukkan tubuhnya.

"Ya," pria itu menjawab singkat. Melihat matanya Fushame menjadi tegang, ia tidak tahu harus berkata apa. Rambut merah pria itu tertiup angin dan terlihat tato di sebelah kiri dahinya. Dan ia tidak memiliki alis.

Tidak salah lagi. Pasti dia anak dari Kazekage ke 4. Tapi, Fushame tidak tahu namanya.

"Gaara!" suara seseorang dengan rambut pirang terdengar dari kejauhan. Suaranya begitu keras sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya menjadi menoleh. Gaara dan Fushame pun menoleh. "Oh, ada Fushame juga?" lanjut Naruto.

Gaara, oh jadi Gaara namanya, batin Fushame.

Oh, jadi namanya Fushame, batin Gaara.

Mereka bertatapan satu sama lain. Memandang muka mereka bertiga satu sama lain tanpa ada maksud tertentu.

"Hmm," sahut Gaara yang hanya menghela napas.

"Dimana si gadis kipas dan pria yang mencoret-coret mukanya itu?" Tanya Naruto ngasal. Untung Gaara orang yang cukup sabar dalam menghadapi perkataan Naruto yang asal-asalan itu.

Fushame mengerutkan kening. Bingung dengan perkataan Naruto.

"Mereka adalah Jounin, jadi mereka agak sibuk di sini," sahut Gaara. Mendengar hal itu, Fushame menjadi agak sedikit malu. Karena dia merasa hanyalah dia Jounin yang 'nganggur' di sini. Ternyata tidak -_- Karena Shikamaru terlihat malas-malasan dan menghampiri mereka.

"Oh, jadi di sini kalian rupanya?" ujar Shikamaru begitu baru datang.

"Maksudmu?" Tanya Naruto agak bingung.

"Bukan kau, tapi Fushame dan Gaara. Kalian dipanggil oleh Hokage dan Kazekage," jelas Shikamaru.

"Oh, aku pikir aku yang kau maksud," kata Naruto.

"Bukan sama sekali," kata Shikamaru mengerjapkan matanya.

"Baiklah aku akan menemui Hokage – sama," kata Fushame melambaikan tangan pada Shikamaru dan Naruto. Gaara mengikutinya dari belakang. Mengingat para Kage sedang bersama saat ini, jadi mereka pasti berada di tempat yang sama.

DI TEMPAT PARA KAGE

"Hokage – sama, kau memanggilku?" kata Fushame begitu bertemu dengan Tsunade.

"Ya benar sekali. Maaf Fushame, disaat ujian Chuunin seperti ini, aku memberikan kau sebuah misi penting lagi," sahut Tsunade.

"Oh, tidak apa Tsunade – sama," sahutnya, "misi apakah itu?" lanjutnya.

"Baik Fushame, jadi di dekat perbatasan Kumogakure terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan Kumo dengan Konoha. Tetapi kudengar jembatan itu tidak bisa dilewati kini karena terdapat kelompok bandit, dan bandit itu mengincar genin yang akan ujian Chuunin. Sehingga, genin dari Kumo kini belum datang juga. Sedangkan ujian akan dimulai, dan Genin tersebut belum tiba juga. Sedangkan para Jounin sudah tiba dari pagi hari tadi," jelas Tsunade.

"Aku mengerti," sahut Fushame singkat.

"Misimu adalah membawa Genin yang tanpa Jounin itu kemari dengan selamat," perintah Tsunade, "Bersama Gaara dari Sunagakure itu," lanjutnya.

Apa? Ia baru saja kenal dengan Gaara. Tetapi, mengapa harus dengan Gaara, batin Fushame.

"Ya, pasti kau bertanya mengapa harus dengan Gaara," Tsunade melanjutkan perkataannya. "Dia adalah seseorang yang tidak sibuk saat ini, selain itu, dia adalah ninja yang kuat dan tenang, kurasa pasti dia dapat menyelesaikan misinya dengan cepat bersamamu, selamat bekerjasama," jelas Tsunade.

Mungkin perkiraanmu itu salah, Hokage – sama, batin Fushame.

"Ba-baik," sahut Fushame terbata sambil membungkukkan tubuhnya dan pergi keluar. Terus merasa bingung dan memikirkan bagaimana cara agar dapat bekerjasama dengan orang yang baru saja dia ketahui. Di tengah lamunannya, tiba-tiba ia terkejut begitu mendengar suara berat berkata dari belakang tubuhnya,

"Jadi, kau adalah Uchiha Fushame, ya. Salam kenal, aku Gaara,"

KIDDING!

Pain: Ternyata Akatsuki nongol juga…

Konan: Ya, itu memang sudah sewajarnya.

Naruto: Apa apaan nih? Akatsuki nonton ujian chuunin ga ada yang curiga, harus ditangkep tuh. Author ini gimana sih?!

Author:Sudahlah! Ceritanya, Akatsuki di sini ga terlalu jahat dan ga terlalu populer…Malah ceritanya banyak yang ngefans sama anggota Akatsuki gitu. Termasuk Fushame. Haha

Naruto: What?!

Shikamaru: Tumben ngomong bahasa Inggris…

Sakura: Iya, ngomong2 gua juga ngefans sama Sasori!

Ino: Gua juga deh…

Tenten: Gua suka sama Konan aja deh…

CHAPTER 2 END!