Naruto by 'Masashi Kishimoto'"THE RED HAIR COUPLE" – Uchiha Cla

Chapter3: Konoha and Suna…

Disclaimer: Tokoh karakter, tempat, dan property lain milik pencipta asli (kecuali Fushame). Hanya untuk berbagi cerita dan hiburan semata!

Warnings: AU, OC & OOC, Many clarify and dialogue, 'cripsy' crack and kidding, mystery and many skip time! Just two choice, "READ" or "DON'T Read"…

R&R please…?

"Iya, salam kenal juga. Senang berkenalan denganmu," sahut Fushame ramah. Gaara hanya menghela napas dan berjalan mengikuti Fushame. Mereka hanya terdiam. Diam. Hening. Tenang. Fushame hanya terdiam menatap lurus ke depan. Gaara dengan tatapan dingin, diam-diam menatap wajah Fushame dari samping. Ia menatap dalam-dalam wajah Fushame yang menurutnya menarik itu.

"Apa kau benar-benar Uchiha?" Tanya Gaara memecah keheningan.

"Begitulah," singkat Fushame.

"Kau tidak terlihat seperti Uchiha. Uchiha memiliki rambut yang gelap," terang Gaara.

"Aku tahu maksudmu," Fushame menatap ke tanah yang diinjaknya.

"Apa?" Gaara bertanya singkat.

"Ibuku adalah Uchiha. Tetapi ayahku berasal dari klan lain, tepatnya klan Haruma. Tetapi, kakekku adalah seseorang yang berasal dari klan Senju. Jadi secara tidak langsung aku memiliki 3 keturunan klan," jelas Fushame. Gaara hanya terdiam. Hanya helaan napas yang terdengar di telinga Fushame.

Dan setelah itu, keadaan menjadi hening kembali. Ia kini mengetahui, bahwa pria yang berada di sebelahnya ini sama seperti saudaranya. Sasuke. Begitu dingin dan tidak banyak bicara. Stay calm and kece. Mereka akhirnya sampai di depan pintu gerbang Konoha. Mereka berlari, mengejar waktu. Mengingat waktu mereka hanya sedikit.

KIDDING! (Middle)

Gaara: Perasaan nih fanfic banyak kata2 aneh!

Sasuke: Aneh? Kenapa? Ga ada tomatnya?

Gaara: Cape gua ngomong sama lo! Author! Kok stay calm and kece sih, itu apaan sih?

Author: Oh itu. Jadi begini, gua ikut ke kelompok namanya grup Stay Calm and Kece. Soal namanya, ketuanya yang ngasih. Dan gua ga tau apa maksudnya dia. Emang ketuanya tuh, ceritanya agak terobsesi dengan kece-kecean.

Gaara: Oh, gitu toh…

Kiba: Wah! Boleh ditiru tuh! Coba buat, yok!

Gaara: Ga ikutan!

Shikamaru: Boleh2! Namanya apa tapi?

Neji: Gimana kalo 'High Shinobi and Popular'?

Shikamaru: Jangan! Terlalu simple. Gimana kalo 'Smart Shinobi'.

Sasuke: Jangan juga! Kan yang pinter Cuma kita bertiga. Si Kiba engga.

Kiba: Enak aja lo! Mending 'Cool Startin Shinobi'?

Sasuke: Wah! Boleh tuh! Gua ikut kalo itu!

Neji: Sama!

Shikamaru: Boleh juga, tuh!

Lee: Teman! Gimana kalo 'Stay Youth and Fresh'?

Kiba, Neji, Shikamaru, Sasuke: Ogah ah! Kalo itu gua mau kabur!

KIDDING END!

"Katakan," kata Gaara tiba-tiba.

"Hmm?" sahut Fushame bingung.

"Aku tidak tahu perbatasan itu," terang Gaara.

"Apa?" Fushame agak terkejut.

"Maafkan aku, tetapi kau tahu, bukan?" Tanya Gaara.

"Ti-tidak," aku Fushame sambil tertawa kecil.

Gaara menoleh ke bawah. Karena mereka sedang berloncatan di atas pohon.

"Lihat, di bawah ada seseorang kakek," kata Gaara.

"Lalu?" Fushame bingung.

"Tanya saja dimana letak perbatasan itu," jelas Gaara sambil menatap tajam Fushame.

"Apa?" kata Fushame agak tercengang. Gaara turun dan menghampiri kakek itu,

"Kek, tahu tidak letak Jembatan Perbatasan Kumogakure?" Tanya Gaara.

"Oh, itu. Lewat jalan Apa," kata Kakek itu terkekeh.

"Kakek, saya sedang bertanya. Kok malah bertanya balik?" Gaara menyahut sambil melipat tangannya. Sedangkan Fushame hanya ikut mendengarkan saja.

"Iya, lewat Jalan Apa," kata kakek itu begitu sabar.

"Kakek, saya serius bertanya. Jangan menguras kesabaran saya, deh." Kata Gaara.

"Iya, nak. Untuk ke Jembatan perbatasan itu, harus lewat jalan yang namanya Apa," jelas kakek itu.

"Kakek, sudahlah. Serius sedikit, kami sedang buru – buru," kata Gaara lagi. Menyahut dengan nada terdengar agak kesal.

"Lewat Jalan 'What', nak" kata kakek itu sambil menunjuk-nunjuk dengan jari telunjuknya. Terlihat lelah menjelaskan.

"Artinya?" Tanya Gaara.

"Apa," kata kakek itu.

"Ya ampun kakek!" Gaara marah, dan kali ini mulai mengeluarkan jurus pasirnya. Fushame menghela napas, dan menjambak rambut Gaara.

"Gaara BAKA! Maksud kakek itu, kita harus melewati jalan APA, bukan bertanya balik, BAKA!"

SKIP! ~~~~~~~~~~~~~~~~~~ -_-SKIP! ~~~~~~~~~~~~~~~~~~ -_-

RALAT!

Akhirnya sampai juga di perbatasan Kumogakure. Ternyata benar, sepintas jembatan itu terlihat sepi dan tidak ada orang. Tidak ada tanda-tanda bahaya sedikitpun, tapi…

BOOM!

Tiba-tiba sebuah bom kertas meledak dari sebuah batu. Jebakan, pikir Gaara dan Fushame. Mereka saling bertatapan seperti saling berkata sesuatu dan membuat rencana. Setelah beberapa detik, mereka mengangguk dan bersembunyi di balik semak-semak. Tak berapa lama, 2 sosok lelaki berwajah sangar keluar dari tempat persembunyian.

Akhirnya para bandit itu ke luar, batin Fushame.

"Wah, jadi ada yang sudah menyadari jebakan kita, ya?" kata salah satu bandit itu, "keluar kau!" lanjutnya.

Maka, Fushame dan Gaara keluar dari tempat persembunyian. Fushame bersiaga dengan mencengkeram pisau kunai-nya, sementara Gaara mulai mengeluarkan pasinya yang seperti melilit tubuhnya.

"Kembalikan para Genin itu!" perintah Gaara tegas.

"Tidak bisa," kata bandit itu mendengus,"kecuali dengan syarat,"

"Syarat?" kata Gaara dengan mengerutkan dahinya.

"Berikan dulu hartamu pada kami, maka kami baru akan bersedia menukar para Genin ini," sahut bandit itu dengan senyum yang licik.

"Baiklah, kuberikan ini padamu. Ini adalah SEPETI EMAS khusus untukmu," kata Gaara.

(Reader: APA? Dia kan ninja, kenapa ga dilawan aja -_-! Payah!)

RALAT!

"Baiklah, kuberikan pertunjukan kemampuanku," kata Gaara mulai mengendalikan pasirnya. Dan dalam sesaat, pasirnya sudah melilit tubuh kedua bandit itu, Sabaku Kyuu, katanya sehingga mereka tidak bisa bergerak lagi. Bahkan mungkin tubuhnya sudah hancur diserang pasir Gaara. Namun…

"Gaara! Di belakangmu," teriak Fushame dari jarak sekitar 50 cm dari Gaara. Ternyata, bandit yang lain juga keluar dari tempat persembunyian. Jumlahnya sekitar 10 orang bandit kini. Masing-masing membawa senjata seperti pisau besar dan 5 dari mereka akan menyerang Gaara dari belakang. Tidak semudah itu!

Ingat! Julukannya saja Sabaku no Gaara. Dia punya Ultimate Defense yang sulit untuk ditembus.

Akhirnya Fushame ikut maju. Dia langsung mengeluarkan ninjutsu andalan Uchiha…

Goukakyu no jutsu!

Dalam sekejap, akhirnya para bandit tersebut sudah tersungkur di tanah. Dan tidak bisa berdiri lagi. Dan para genin pun kini sudah diamankan dan dibawa ke Konoha untuk mengikuti ujian Chuunin.

"Terimakasih Fushame – neechan, Gaara – niisan.." kata mereka begitu sampai di Konoha. Mereka langsung berlari ke tempat ujian.

Akhirnya ujian bisa dimulai dengan baik. Misi pun selesai. Pertemuan selesai.

"Kau hebat," kata Gaara tiba-tiba.

"Hn?" Fushame hanya mendengus.

"Itu benar," kata Gaara lagi.

"Kau juga hebat," kata Fushame balik memuji.

"Begitukah?" Tanya Gaara tidak yakin. Belum sempat Fushame menjawab, suara riuh tiba-tiba datang.

"Fushame! Akhirnya kami bisa bertemu denganmu," teriak Sakura, Ino, Tenten dari kejauhan sambil melambaikan tangan.

"Oh, kalian." Sahut Fushame dengan tersenyum lebar. Semula pandangannya tertuju pada Gaara, tetapi karena teman-teman hebohnya datang ia langsung lupa pada Gaara. (Kasian!)

"Ayo kita makan bersama, Fushame! TanshioTanshio!" kata Tenten begitu bersemangat. Ya benar, mereka sering makan Tanshio bersama.

"Iya, ayo ikut, Fushame!" sahut Ino dan Sakura. Yang semula tersenyum lebar, namun menjadi mengernyitkan keningnya begitu baru menyadari Gaara sedang berjalan bersama Fushame.

Ada apa? Ada apa?

Itulah yang sedang dipikirkan mereka bertiga. Mulai berpikir yang aneh-aneh.

"Ouh! Jadi begitu Fushame?" kata Sakura tiba-tiba sambil tersenyum menggoda.

Fushame menjadi bingung. Tentu saja bingung. Awalnya membicarakan Tanshio, tiba-tiba bicara yang aneh.

"Apa?" Tanya Fushame dengan kerutan yang dalam pada dahi.

"Jadi kau mau?" Tanya Tenten.

"Mau," sahut Fushame. Karena Fushame memang mau makan Tanshio. Kebetulan dia juga sedang lapar dan ingin makan malam bersama.

"Baiklah, jam 7 kami tunggu di tempat biasa, ya" kata Tenten dan lalu pergi menjauh sambil cekikikan tidak jelas. Seperti mereka sedang menggosip. Memang benar.

"OH! Jadi Sabaku no Gaara dengan Fushame? Ya ampun! Akhirnya menemukan gadis yang tepat," kata Sakura bisik-bisik begitu berjalan cukup jauh dari Fushame. Supaya Fushame tidak mendengar kalau mereka sedang menggosip tentangnya.

"Ya, benar. Tetapi mereka memang cocok, kok. Tidak masalah," kata Ino ikut menyerukan.

"Aku pikir Gaara itu gay, ternyata tidak, ya?" begitu juga Tenten. Ya, begitulah mereka terus menggosip tanpa henti. Biasa, namanya juga gadis heboh. Sukanya ngegosip juga. Apalagi kalau tentang Fushame dan Gaara, itu bukanlah berita biasa.

Sudahlah!

ON FUSHAME AND GAARA SIDE…

Mereka terus berjalan lurus menuju ruang para Kage. Hening. Tanpa sepatah katapun mereka terus berjalan bersebelahan. Akhirnya mereka tiba di tempat para Kage itu. Mereka bermaksud melaporkan hasil tentang misi mereka.

Dan dengan demikianlah misi mereka telah selesai. Berarti, pertemuan antara Fushame dari Konoha dengan Gaara dari Suna telah berakhir. Mereka menyelesaikan pertemuan mereka tanpa sepatah kata sampai jumpa atau semacamnya.

KIDDING!

Gaara: Author! Aku kan juga suka Tanshio, kok aku ga diikutin sih?

Author: Soal itu, Tanya sendiri ya sama Tenten dan kawan-kawan.

Gaara: Oke! Tenten, kok gua ga diikutin sih?

Tenten: Ga boleh, ini khusus buat cewe tau!

Gaara: Gua ikut dong, kan gua cewe!

Ino: Ga boleh!

Gaara: Kenapa?

Sakura: Cowo ya cowo! Ga usah ngelawan deh! Gua lempar sepatu nih.

Gaara: Ya udah deh, kalo gua ga diajak. Gua makan pasir aja… Hiks!

CHAPTER 3 END!

RnR. See next Chapter yaaa :D