Chapter5: Don't Like This!
Disclaimer: Tokoh karakter, tempat, dan property lain milik pencipta asli (kecuali Fushame). Hanya untuk berbagi cerita dan hiburan semata!
Warnings: AU, OC & OOC, Many clarify and dialogue, 'cripsy' crack and kidding, mystery and many skip time! Just two choice, "READ" or "DON'T Read"…
R&R please…?
Minggu depan telah datang. Seperti yang dijanjikan Tsunade kepada Fushame, ia akan memberikan misi kepada Fushame lagi. Dan kali ini ia menjalankan misi bersama Kakashi – senpai, dan seseorang dari Sunagakure. Dan pertikaian minggu lalu Fushame juga sudah tidak terlalu memikirkan. Sejak hari itu, ia terlihat lebih suka menyendiri dan lebih memasang karakter dingin. Tentu saja, karena dia masih marah dengan orang yang telah menghancurkan kalung peninggalan keluarga tercintanya.
"Misi lagi, Fushame?" Tanya Shikamaru yang sedang berjalan sambil memasukkan tangannya pada saku celananya.
"Hn, sudah lihat, bukan?" kata Fushame dengan nada datar. Tidak seperti biasanya.
"Ada apa denganmu? Kau sedang kesal?" Tanya Shikamaru lagi. Tentu saja, biasanya kan Fushame menjawab dengan nada yang riang. Tetapi, kali ini dengan nada yang dingin. Sangat mengherankan bagi Shikamaru.
"Bukan urusanmu," jawab Fushame. Ia melangkahkan kakinya lebih cepat dan menjauh dari Shikamaru. Shikamaru hanya heran bercampur merasa bersalah.
"Aneh! Mendokusei na," kata Shikamaru. Ia sangat mengerti karakter Fushame bagaimana. Kalau Fushame seperti itu, berarti ia sedang ada masalah besar yang membuat ia marah besar hingga tidak bisa memaafkan orang lain. "Siapa yang membuat Fushame marah?"
Fushame terus berjalan menghampiri Kakashi yang mungkin sudah menunggu di pintu gerbang Konoha. Tetapi, Fushame mengerti kebiasaan Kakashi yang suka tidak tepat waktu. Jadi, Fushame juga datang dengan tidak tepat waktu. Dan ketika sudah hampir tiba, ternyata sesosok pria dengan rambut berwarna grey dengan masker yang menutupi mulut dan hidungnya sudah menunggu di sana.
"Maafkan aku karena baru tiba, Kakashi – senpai," kata Fushame.
"Ya, bukan masalah. Karena sebenarnya aku juga baru tiba, baiklah ikouze!" kata Kakashi sambil mengangkat tangannya tanda mengajak memulai perjalanan. Fushame mengangguk. Dan berlari seketika seperti seorang ninja biasanya. Tapi ketika di tengah perjalanan Kakashi berhenti di sebuah tepi sungai.
"Ada apa, senpai?" Tanya Fushame bingung. Karena tidak tahu maksud Kakashi.
"Kita akan menjalankan misi dengan orang Suna, dan sudah janjian akan bertemu di sini. Tetapi, ternyata diia belum tiba," kata Kakashi sambil menggaruk-garuk rambutnya.
"Oh, jadi orang Suna itu telat, membuat menunggu saja." Kata Fushame dengan nada datar dan terdengar dingin.
"Sudahlah, mungkin kita yang terlalu cepat," sahut Kakashi sambil tersenyum melihat wajah Fushame yang terlihat kesal. Fushame hanya mendengus sambil melipat tangannya di dada. Dan setelah itu, tiba-tiba terdengar suara seseorang dari sungai.
"Maafkan aku, karena terlambat datang," suaranya tidak asing bagi Fushame. Dulu Fushame menganggap suara itu sebagai suara teman, tetapi sekarang ia menganggap itu adalah suara orang yang menyebalkan. Membela orang yang telah berbuat salah. Membela orang yang telah menghancurkan kekuatan keluarganya. Begitu melihat orang yang dari Suna tadi, mata Fushame terbelalak seketika. Perasaan dengki muncul seketika, ingin rasanya ia kabur dari tempat itu dan tidak menjalankan misi ini. Tetapi itu tidak mungkin. Ini adalah misi yang diberikan Hokage, mana mungkin ia kabur. Dan sengaja menjalankan misi bersama anak Suna itu adalah untuk mempererat hubungan politik antara Suna dan Konoha.
"Tidak apa, Gaara – kun. Kami juga baru tiba," sahut Kakashi tentunya dengan sebuah senyuman. Gaara melihat sepintas ke arah Fushame yang sedang menunduk. Dan Gaara tak sadar kalau itu Fushame. Jadi, ia langsung mengalihkan pandangannya pada Kakashi lagi.
"Berangkat sekarang, Kakashi – san?" Tanya Gaara.
"Iya, mari berangkat. Ayo, Fushame – chan," kata Kakashi sambil menarik tangan Fushame. Begitu mendengar nama 'Fushame' mata Gaara menjadi terbelalak seketika. Langsung melihat gadis yang sedang berada di sebelah Kakashi itu. Gadis yang membawa tas besar dan berambut merah itu. Memang tidak asing. Itu Fushame.
Nah, inilah kesempatan yang ditunggu-tunggu Gaara. Bisa bersama dengan Fushame lagi. Menjalankan misi bersama. Mungkin ini dapat menjadi saat yang tepat padanya untuk meminta maaf.
Ini belum terlalu terlambat, bukan?, batin Gaara.
Mungkin belum terlambat. Dapatkah Fushame menerima permintamaafan dari Gaara?
Mereka bertiga berdiri menghadap ke sebuah bukit di depan hutan tersebut. Tetapi, meskipun begitu Fushame tetap berada di belakang Kakashi dan Gaara. Ia hanya diam saja dari tadi. Tidak member saran, memberi pendapat atau berbicara satu patah kata pun. Wajah dinginnya terus menutup mulutnya untuk berbicara.
"Dekat bukit itulah rumah para bandit itu menurut Tsunade – sama," kata Kakashi sambil menunjuk arah dekat bukit dengan jari telunjuknya.
"Oh, jadi begitu. Lalu, bagaimana rencananya Kakashi – san?" Tanya Gaara.
Kakashi terdiam sejenak. Lalu menghela napas, "kita jangan melakukan penyerangan dahulu. Kita harus mencari dahulu dimana markas 100 bandit itu. Yang jelas, mereka adalah orang kuat. Ada salah satu dari mereka memiliki kekuatan untuk menghentikan chakra kita sehingga kita tidak akan bisa mengeluarkan jurus apapun. Itu samasekali tidak baik untuk Fushame sebenarnya,"
Fushame hanya melengos.
"Tidak baik?" Tanya Gaara heran.
"Ya, jika chakra kita dihentikan, maka salah satu tehnik yang bisa kita gunakan adalah taijutsu. Dan sayangnya Fushame sedang tidak sehat kali ini. Bukankah begitu, Fushame?" jelas Kakashi. Fushame hanya menghela napas.
"Hn,"
"Oh, aku mengerti," sahut Gaara menatap Fushame. Walaupun Fushame tidak balas menatapnya. Dan sebenarnya Fushame tidak pernah menatap Gaara. Mungkin ia sudah muak untuk melihat Gaara. Sudah muak memberikan satu kata pun. Apalagi memberikan senyuman. Apakah Fushame benar-benar marah? Itulah yang selalu dipikirkan Gaara. Sebenarnya, semenjak Fushame marah, Gaara menjadi begitu khawatir jika Fushame benar-benar marah. Dari hatinya yang paling dalam, ia tidak ingin Fushame tidak tersenyum padanya. Ia tidak ingin Fushame dengki dan marah padanya.
Ia selalu merenungkan bagaimana caranya agar dapat dimaafkan oleh Fushame. Bahkan, belakangan ini ia sering melamun tentang Fushame hingga ditegur oleh kakaknya, Temari.
"Baiklah. Kalau begitu kita berpencar. Aku akan memeriksa sebelah sana," kata Kakashi menunjuk arah utara, "Fushame, yang sana," menunjuk arah Barat, "dan Gaara ke sebelah sana," menunjuk arah Timur,"setelah hari menjelang gelap, kita akan bertemu di sini kembali, kalian sudah siap?" Tanya Kakashi.
Fushame hanya mengangguk dengan wajah yang datar, Gaara juga hanya mengangguk.
"Kalau begitu, mulai berpencar!" kata Kakashi memberikan aba-aba. Dan setelah itu mereka pun mulai berpencar menuju arah yang telah ditunjuk oleh Kakashi. Kakashi menuju arah utara, Fushame arah barat. Dan Gaara sebelah timur. Terkadang sambil berjalan Gaara berpikir, "kalau begini terus, bagaimana aku bisa mendapat kesempatan untuk minta maaf pada Fushame?" terus bertanya di dalam hati.
Mungkin kini ia hanya menyerah dan mungkin itu sudah takdir kalau misalnya tidak dimaafkan oleh Fushame. Lagipula, sekeras apapun ia meminta maaf, Fushame tidak akan memaafkannya. Itulah yang dikatakan oleh Shikamaru. Jika Fushame sudah sangat marah dan memasang wajah yang sedingin es, ia tidak akan memaafkan orang lain yang membuatnya marah. Sasuke dan Naruto juga pernah berkata demikian kepada Gaara, dan oleh karena itu Gaara menjadi sangat hati – hati terhadap Fushame.
Tetapi mengapa? mengapa orang yang Fushame benci adalah aku? Batin Gaara yang selalu terngiang-iang di kepalanya.
"Rupanya kau sudah kembali, Gaara – kun?" Tanya Kakashi begitu sampai di tempat yang telah dijanjikan tadi.
"Ya, Kakashi – san, Fushame belum tiba," sahut Gaara.
"Iya, tadi aku bertemu dengannya di tengah perjalanan menuju kemari, dan menyuruhnya untuk menyiapkan tempat untuk beristirahat. Ayo kita ke san!" jelas Kakashi.
"Baik," kata Gaara singkat. Lalu ia mengikuti Kakashi yang telah berjalan terlebih dahulu di depannya.
Tiba di tempat yang telah disiapkan Fushame, mereka langsung memakan hidangan yang telah disiapkan oleh Fushame. Dan mereka makan bersama, Gaara mencoba duduk di sebelah Fushame. Tetapi, Fushame malah pergi meninggalkan Gaara. Menghindar dari Gaara.
Lagi-lagi begini, batin Gaara.
Waktu makan pun telah selesai. Kakashi menjelaskan hal yang telah ia temukan, tetapi waktu itu Fushame tidak mendengarkan. Karena ia sedang membereskan segala sesuatunya, dan Kakashi tahu bahwa ia tidak akan menyuruh Fushame untuk ke markas bandit itu.
"Aku telah menemukan markas bandit itu, Gaara – kun. Markas bandit itu berada tidak jauh dari sini. Aku telah menyelidikinya. Terdapat dua markas besar, Sekitar 5 km dari sini ke arah utara. Dan sebelah selatan sekitar 10 km. sore ini juga, aku akan menyerang amarkas sebelah selatan. Di sebelah selatan hanya terdapat sedikit bandit, dan bandit yang ahli menghentikan chakra itu berada di sebelah utara, jadi hati-hati." Jelas Kakashi.
"Hanya kau yang ke sana?" Tanya Gaara.
"Kurasa, untuk menyerang markas sebelah selatan lebih efektif hanya seorang diri. Dan selain itu, Fushame harus beristirahat jadi kau harus menemani dia," sahut Kakashi dan beranjak berdiri.
"Baik, aku mengerti," sahut Gaara.
"Ya, aku akan segera berangkat. Jaga dirimu dan Fushame. Dan ingat jangan pergi ke sebelah utara, itu terlalu bahaya. Ingatkan pada Fushame pula," tegas Kakashi. Gaara hanya mengangguk.
Dan, akhirnya tibalah saat yang ditunggu-tunggu Gaara. Suatu kesempatan untuk bicara hanya berdua saja dengan Fushame. Saat dimana saatnya dia harus minta maaf pada Fushame.
KIDDING!
Author: Akhirnya Chapter 5 sudaah selesai!
Kakashi: Author! Lo kok tega bener sih, masa gua sendirian sih ke markas banditnya.
Deidara: Hmm!
Author: Ini kan cerita gua! Suka-suka dong, ini kan karya gua!
Deidara: Benar itu, aku juga punya karya tau, hmm!
Author: lah? Akatsuki ngapain ikut2an nh? Ha hm ha hm aja lagi kerjaannya!
Deidara: (Kabur, pergi!)
Kakashi: tapi kenapa sih gua harus sendiri?
Gaara: Author! Si Fushame kok kyknya benci bgt sih sm gua?
Fushame: Iya, Author! Emg aku sebenci itu ya sama Gaara aslinya?
Author: Udahlah! Kita lihat saja kelak!
Gaara: Ih! Ngikutin kata-kata gua tuh!
Sasuke: Kok gua udh ga prnh nongol lagi, sih? Yah, popularitas gua turun dong!
Gaara: Ih! Sok bener, sih! Populeran juga gua!
Sasuke: Enak aja… gua!
Gaara: Dimana-mana gua yang lebih populer dari lo! Lo kan jarang keluar nih!
Sasuke: Bener juga.
Neji: Oi! Author! Kok yang lain namanya pada nongol, gua kok engga sih, kan gua lebih ganteng juga dari Gaara!
Gaara: Eh, ngasal nh kalo ngomong!
Neji: Gue emang lebih ganteng dan populer!
Author: -_-, Huh udahlah. Ditutup aja. Kenapa temanya jadi cowo populer, sih?! Okeh! View the next chapter yaa. review please... ^^
CHAPTER 5 END!
Next Chapter
"Apa kau akan selalu menghindar dariku? Sebegitu bencinya kah kau padaku?" kata Gaara begitu mendekati Fushame. Berusaha berbicara, tetapi Fushame menghindarinya. Menjauh. …
…
"DASAR! Shinobi tidak berguna! Bunuh saja dia!" setidaknya itu yang dapat didengar oleh Fushame.
…
Tak sadarkan diri. Dan belum sempat mengatakan, "Aku memaafkanmu, Suna no Gaara,"
…
