Naruto by 'Masashi Kishimoto'

"THE RED HAIR COUPLE"

'Almost Ending Arc'

Disclaimer: Tokoh karakter, tempat, dan property lain milik pencipta asli (kecuali Fushame). Hanya untuk berbagi cerita dan hiburan semata!

Warnings: AU, OC & OOC, Many clarify and dialogue, 'cripsy' crack and kidding, mystery and many skip time! Just two choice, "READ" or "DON'T Read"…

R&R please…?

Chapter 15: Fushame Will Leave – Me!

"Hmm, itu bukan urusanmu!" jerit Fushame sambil berusaha merebut sesuatu, "kembalikan kalungku!"

Kankurou sedikit memelengkungkan ujung bibirnya, "Apa arti kalung ini? Ini hanya kalung murahan. Akan kubelikan yang lebih bagus," katanya menghina kalung rampasannya – milik Fushame.

"Keterlaluan! Sudah merampas kalungku, masih menghinanya lagi! Kau ini sangat menyebalkan. Itu kalung yang paling berharga bagiku!" teriak Fushame lagi dengan nada tinggi dan sinis. Karena pada dasarnya ia sudah kesal dengan Kankurou yang selalu 'sok kenal sok deket' dengan Fushame.

Kankurou malah tertawa menghina, "Aku menjadi penasaran, apa arti kalung ini bagimu,"

"Kembalikan! Aku sudah pernah kehilangan kalungku, jangan pernah hilangkan lagi!" jeritnya lagi dengan nada yang semakin dingin.

"Jawab pertanyaan ku dulu dong! Siapa yang memberikan kalung ini?" tanya Kankurou dengan tampang wajah yang menyebalkan.

"Aku tidak tahu. Pada saat diberi ini, aku setengah sadar. Jadi, aku tidak tahu persis siapa yang memberikan kalung ini. Kembalikan!" jeritnya lagi sambil meraih kalung itu dari tangan Kankurou.

"Apa? Itu tidak masuk akal!" ejek Kankurou.

"Ya sudahlah! Aku benci denganmu," sahut Fushame sambil beranjak meninggalkan Kankurou. Tetapi, Kankurou malah menarik lengan baju Fushame dan menahannya untuk kabur.

Kemudian Kankurou bermaksud mengajukan pertanyaan lagi, "Apakah yang memberimu kalung ini adalah seorang pria?" tanyanya dengan serius. Fushame jadi malah tambah marah.

"Bukan urusanmu! Seandainya yang memberiku kalung ini adalah pria, aku akan mencintainya dengan tulus. Dengar itu! aku benci denganmu!" sahut Fushame dengan sangat dingin dan sinis. Setelah itu, ia langsung kabur meninggalkan Fushame.

Kankurou pun menjadi bingung dan akhirnya pergi pulang. Namun, sebelum itu, ia ingin menghampiri adik tercintanya, Gaara dahulu.

DI RUANG KAZEKAGE…

"Kau belum selesai bekerja, Gaara?" tanyanya dengan sok ramah. Seperti biasanya.

Gaara hanya mengangkat kepalanya singkat dan mengangguk kecil. Tanpa berkata sepatah kata pun. Matanya yang hijau terang itu terus memusatkan perhatian pada selembar kertas yang sedang dibacanya.

Huh! Tingkah dingin dan tidak sopannya sangat mirip dengan Fushame, batin Kankurou.

"Ngomong-ngomong, kau dekat dengan Fushame, bukan?" Tanya Kankurou tiba-tiba. Mendengar nama Fushame disebut, Gaara segera mengangkat kepalanya dengan serius.

"Hn. Ada apa?" Tanya Gaara sedikit merasa terkejut.

Kankurou malah senyam-senyum tidak jelas, "Hmm, sepertinya dia menyukaiku," terangnya membohongi Gaara. *Dasar tukang boong*.

Gaara menjadi terkejut sekaligus bingung, "A-apa?" tanyanya tidak percaya dengan terbata. Kankurou sedikit mengedikkan matanya begitu melihat reaksi adik berambut merahnya itu.

"I-iya. Tentu saja, dia selalu mendekatiku bahkan selalu bertanya tentang keadaanku," jelasnya lagi dengan fakta kebohongan.

Tiba-tiba saja, Gaara menjadi tertunduk. Lagi-lagi hatinya terasa retak bahkan remuk, "Benarkah?" tanyanya masih tidak percaya. Tentu saja dengan nada yang tidak Gaara jadi mudah percaya seperti itu...

"Kurasa begitu," sahut Kankurou merasa sok yakin. Menyebalkan memang.

Akhirnya Gaara menyelesaikan pekerjaannya dan beranjak pulang ke rumahnya. Namun, sebelum ia pulang ke rumahnya, seperti biasanya ia akan pergi mengunjungi 'Peak of Sand' lagi. Alasannya bukan karena ingin melihat panorama matahari terbenam, melainkan ingin bertemu Fushame. Mengingat, kehadiran Fushame di Suna hanya tinggal sekitar sebulan lagi. Waktu terasa sangat cepat, bukan? Ternyata memang benar, Fushame sudah hadir di kursi kecil itu.

"Kau datang lagi, Fushame?" sapa Gaara tiba-tiba begitu melihat Fushame yang seperti sedang melamun.

"Oh, Gaara. Iya, aku selalu datang kemari," sahutnya dengan nada sedikit lemas namun berusaha sedikit riang.

"Ada apa?" Tanya Gaara sambil terduduk di sebelah Fushame.

Fushame menghela nafas terlebih dahulu, "Aku bingung dan kesal," sahutnya sambil menatap bawah.

"Baringkan kepalamu ke bahuku. Kurasa, bahuku akan sedikit melepaskan kepenatan kepalamu," kata Gaara sambil menepuk-nepuk bahunya sendiri. Fushame menoleh bingung.

"Apa?"

"Tidak apa. Kita te… te-man, bukan?" sahut Gaara dengan mantap, meskipun agak berat saat mengatakan kata 'teman'. Sebenarnya ia ingin lebih.

Fushame hanya mengangguk. Ia ingin mencoba dengan menaruh kepalanya perlahan pada bahu Gaara. Dalam hati, Gaara menjadi sangat canggung dan jantungnya terasa berdegup kencang. Bahkan terasa hampir copot. Apalagi ketika Fushame sudah meletakkan kepalanya pada bahunya. Rasanya, ia tidak berani menatap Fushame lagi. Ia hanya bisa menatap kaku ke depan. Namun, di balik kecanggungannya itu, ia merasa sangat gembira. *HORE!*

Tetapi, perlahan ia berusaha menatap wajah Fushame yang telah terbaring di bahunya itu. Dengan stay caln and kece "Ka-kau sangat le-lelah, ya?" tanyanya dengan terbata saking canggungnya.

"Ya. Entah mengapa, terasa begitu hangat ketika aku berada di bahumu ini," sahut Fushame datar dan memejamkan matanya perlahan. Mendengar itu, wajah Gaara menjadi bersemu merah tiba-tiba. Jantungnya menjadi sangat berdegup kencang. Bukankah Fushame sudah menjadi milik Sasuke? Bukankah Gaara mengira kalau Fushame dan Sasuke adalah sepasang kekasih?

Biarlah. Mungkin aku adalah orang jahat yang telah mencuri Fushame secara diam-diam dari tangan Sasuke. Bagaimanapun, aku sangat ingin tetap bersama Fushame bagaimanapun caranya. Tetap ingin seperti ini meskipun banyak yang tidak menyetujui. Bahkan, perkataan Kankurou pun yang sangat tidak masuk akal itu, menunjukkan kalau banyak sekali orang yang tidak merestuinya. Mungkin Fushame cinta dengan Sasuke, dan juga sebaliknya. Tetapi aku tidak dapat melepaskanmu, Fushame…

Tap! Tap!

"Kau sudah makan, belum?" Tanya Kankurou sambil terus mengejar Fushame yang dari tadi tidak merespon pertanyaannya itu.

Tap! Tap! Tap!

"Hei! Kau itu kenapa, sih?" Tanya Kankurou lagi sambil menarik Fushame secara paksa.

Fushame menoleh dingin, "Kau yang kenapa? Selalu mengejarku? Ada apa?!" sahut Fushame dengan kesal.

"Hmm, ngomong-ngomong kalung itu. aku yang memberikan padamu…" kata Kankurou dengan sedikit tertunduk.

"OH! Baiklah! Aku tidak suka kalung pemberianmu, ini kukembalikan!" sahut Fushame dengan kesal sambil melempar seuntai kalung pada Kankurou.

Sebenarnya Kankurou sendiri juga tidak tahu apa yang Fushame tentang kalung kesayangannya itu, dan ia berpikir kalau Fushame itu menyukai 'kalung' apa saja. Jadi, tadi pagi ia mengirimkan seuntai kalung secara diam-diam pada Fushame. Tetapi, Fushame malah menolak mentah-mentah.

"HUH! Menyebalkan! Kenapa karakternya seperti Gaara!" keluh Kankurou kesal.

Akhirnya ia beranjak ke ruang kerja Gaara. Namun, Gaara sedang tidak ada di tempat. Ia memutuskan untuk menunggu Gaara di situ. Ketika mendekati meja Gaara, tanpa sengaja ia menangkap sebuah cahaya berkilau yang dipantulkan pada matanya. Sebuah cahaya yang berasal dari…

Sebuah kalung…

Kankurou meraih kalung itu dari meja Gaara, dan menatapnya. Bentuk, warna, struktur dan yang lainnya sangat mirip dengan kalung yang dimiliki oleh Fushame. Sebuah kalung dengan bandul yang berwarna-warni dengan banyak ruas dan garis. Sangat persis. Melihat itu secara baik-baik, Kankurou menjadi teringat dengan kejadian sekitar 7 tahun yang lalu.

FLASH BACK!

Terus mengelap keringat yang tampak di dahinya. Tanpa lelah, Gaara mencoba untuk membuat pasirnya menjadi beberapa ruas sebagai bandul kalung.

"Kau sedang membuat apa, Gaara? Sepertinya serius sekali," tanya Temari begitu melihat Gaara yang sudah terlihat sangat lelah itu.

Gaara menoleh singkat, "Aku berusaha membuat sebuah kalung 'chakra' untuk temanku,"

"Kalung chakra?" tanyaTemari heran.

"Kau sudah kuceritakan, bukan? Fushame marah denganku karena kesalahpahaman. Akhirnya aku bertanya pada sahabat karibnya mengenai kalung itu. ternyata kalung itu adalah kumpulan dari chakra anggota keluarganya yang sudah tiada," jelasnya.

"Oh, jadi begitu," sahut Temari mengangguk-angguk.

"Akhirnya sudah selesai," kata Gaara sambil menunjuk kerangka bandul kalung itu. terdapat beberapa rongga.

"Bagus. Kau sudah bekerja keras, Gaara." Kata Temari dengan senyum lebar.

"Hn. Temari, tolong berikan chakramu pada rongga yang ini," kata Gaara sambil menunjuk sebuah rongga kerangka itu. Akhirnya Temari memberikan chakranya pada rongga itu. kemudian, Gaara segera berlari dan meninggalkan Temari. Mencari Kankurou.

"Ada-ada saja!" ejek Kankurou begitu mendengar permintaan dari Gaara.

FLASH BACK OFF!

Hmm, jadi begitu. Kalung yang sangat berharga bagi Fushame itu adalah pemberian Gaara. Berarti Fushame…

Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Fushame adalah milikku! Fushame tidak boleh menyukai Gaara!

BERALIH DI KONOHA…

Keadaan di Konoha saat ini sangatlah damai dan baik. Banyak sekali events yang membahagiakan telah dilewati. Banyak pula teman seangkatan Fushame sudah memiliki pasangan hidupnya *menikah*, mengingat umur mereka yang sudah hampir menginjak 24 tahun.

Shikamaru sudah menikah dengan Temari *bahagianya!*, Ino pun sudah menikah dengan Sai. Kiba, tadinya ingin menikahi Hinata, tetapi, Hinata malah menyukai Naruto. Begitu juga dengan Naruto yang menyukai Hinata. Rencananya, mereka akan menikah dalam waktu dekat ini. Tenten lebih memilih bersama Lee, Shino memutuskan untuk single selamanya. Chouji menikah dengan seorang gadis dari klan Akimichi. Neji?

Ia ingin menikahi Fushame sebenarnya. Namun, sepertinya itu tidak mungkin. Akhirnya ia memilih untuk menjalin hubungan (belom nikah tapi) dengan seorang gadis yang bernama 'Sion'. Lalu, Sakura…

Akhirnya ia akan menikah dengan Sasuke. *Akhirnya!* rencananya, acara pernikahan Sasuke dengan Sakura dan acara nikahan Naruto dengan Hinata akan dilangsungkan dalam waktu, tempat, dan tema yang sama. Mengingat, sahabat karib harus selalu bersama. Baik dalam kehidupan ninja, maupun kehidupan acara nikah. *YA AMPUN!*

"Hn, baiklah. Boleh saja. Kalau Sakura setuju, aku juga akan setuju," sahut Sasuke dengan mantap.

"Baiklah. Bagaimana kalau acaranya kita adakan sekitar 2 bulan lagi, paling tidak setelah Fushame kembali dari Suna," sahut Naruto lagi.

"Baiklah," kata Sasuke datar.

"Fushame? Ngomong-ngomong, Fushame akan menikah dengan siapa, ya?" tanya Sakura dengan senyum lebar.

"Entahlah. Ia selalu bersikap tertutup padaku," sahut Sasuke datar.

Naruto sedikit menyunggingkan senyumnya, "Kurasa aku tahu orangnya,"

BERALIH PADA FUSHAME, GAARA, DAN KANKUROU DI SUNAGAKURE…

"Oh, kau dari mana saja, Gaara?" tanya Kankurou yang masih bersantai di ruangan Gaara itu.

"Melihat keadaan di rumah sakit," sahut Gaara dengan datar.

"Oh begitu," kata Kankurou dengan wajah yang sedikit malas. Suasana hening. Hanya diisi dengan suara langkah kaki Gaara yang sedang berjalan menuju kursinya itu.

"Ada urusan apa? Tidak biasanya kau kemari?" tanya Gaara begitu terduduk.

Kankurou menoleh malas, "Hmm, tidak apa. Aku hanya bosan karena habis dimarahi Fushame," terangnya.

"Hmm, begitu," sahut Gaara dengan tidak peduli.

"Oh ya. Kau tahu Uchiha Sasuke, bukan? Pemuda yang selalu bersama Fushame?" tanya Kankurou yang mulai memanas-manasi Gaara. Kankurou tahu, kalau selama ini Gaara selalu cemburu kepada Sasuke. Ia juga tahu kalau Gaara juga menyukai Fushame. Oleh karena itu, ia berusaha untuk membuat Gaara agar tidak menyukai Fushame lagi setidaknya.

"Hn. Mungkin iya," sahut Gaara yang terlihat mulai panas hatinya.

"Ternyata, Fushame dan Sasuke adalah sepasang kekasih. Kabarnya, dalam beberapa bulan kedepan, mereka akan menikah dengan bahagia," jelas Kankurou sambil tersenyum licik.

"A-a…apa?" Tanya Gaara yang sangat tidak ia berusaha tenang.

"Benar! Mereka adalah pasangan yang serasi, bukan? Sama-sama hebat dan berkelas. Pasangan yang serasi," tambah Kankurou lagi yang membuat Gaara yang hampir ingin segera berteriak kesal. Untung saja ia tahan.

Gaara tertunduk lemas. Sangat lemas. Penderitaan, patah hati, kepedihan selalu ia rasakan belakangan ini.

Mengapa ini harus terjadi? Ternyata benar, cintaku ini hanya sia-sia. Pada akhirnya, Fushame akan pergi dan bahagia bersama Sasuke dan meninggalkanku…

CHAPTER 15 END!