Naruto by 'Masashi Kishimoto'
"THE RED HAIR COUPLE"
'Almost Ending Arc'
Disclaimer: Tokoh karakter, tempat, dan property lain milik pencipta asli (kecuali Fushame). Hanya untuk berbagi cerita dan hiburan semata!
Warnings: AU, OC & OOC, Many clarify and dialogue, 'cripsy' crack and kidding, mystery and many skip time! Just two choice, "READ" or "DON'T Read"…
R&R please…?
Chapter 16: Wavering Sense – Heart…
Lemas. Lesu. Patah hati…
Itulah yang dirasakan Gaara saat ini. Dadanya terasa begitu sesak begitu mendengar perkataan dari kakaknya barusan itu. Peak of sand. Merupakan salah satu tempat pelariannya dalam menghadapi seluruh kesesakan ini. Pemandangan, sekaligus gadis yang ia sukai bahkan cintai selama ini.
Oh tidak…!
Fushame, tidak hadir di bangku kecil itu. Hmm, benar. Fushame sedang 'getting married' tidak baik jika Gaara terus-terusan berada di sisi Fushame. Lebih baik jika Fushame tidak datang.
Akhirnya Gaara tetap duduk pada bangku itu, meskipun sebelahnya hanya berupa kehampaan. Hanya berupa bangku kosong. Sepi.
Menunduk… hanya itu yang dapat dilakukan sampai akhirnya terdengar langkah kaki pelan yang terdengar di gendang telinganya.
"Oh. Tumben kau sudah datang pada jam segini?" kata Fushame begitu terduduk di sebelah Gaara yang sedang 'wavering' itu. Gaara hanya menoleh singkat tanpa ekspresi apapun.
"Hn," sahutnya sedikit dingin.
Fushame menoleh cemas, "Ada apa? Kau sedang sakit?" tanya Fushame. Gaara hanya menggeleng pelan.
"Aku sedang sedih dan penat," sahutnya dengan datar dan nada lemas. Fushame menghela nafas, kemudian ia menepuk-nepuk bahunya sendiri.
"Kalau mau, berbaringlah di bahuku. Seperti yang kulakukan kemarin, setidaknya kepenatanmu akan berpindah di bahuku," sahut Fushame dengan senyum tipis.
Gaara menoleh sedikit terkejut. Tidak terpikirkan olehnya Fushame akan mengatakan hal itu padanya. Akhirnya tanpa ragu lagi, ia segera menaruh kepalanya perlahan pada bahu Fushame. Ekspresi wajah Fushame tetap terlihat datar, sama seperti biasanya. Begitu perhatian dan sangat menarik perhatian.
"Fushame…" kata Gaara tiba-tiba.
"Hn?"
"Bolehkah aku berada di bahumu ini dalam waktu yang lama?" Tanya Gaara dengan setengah sadar.
"Terserah kau saja," sahut Fushame singkat. Tidak ada ekspresi dan suara gugup sedikit pun.
"Terimakasih…" kata Gaara tidak jelas. Setelah mengatakan itu, ia ingin sekali sepertinya tertidur di bahu Fushame itu. Tiupan angin sore ini, menambahkan nuansa degup kencang jantung Gaara. Memutuskan untuk menutup matanya di kala matahari yang akan terbenam ini. Bukan untuk tidur, tetapi untuk mendalami kesedihan hatinya ini. *Hiks!*
Akhirnya, Gaara memberanikan diri untuk menggerakkan kedua tangannya itu. Melingkari pinggang Fushame begitu saja. Dengan seerat-eratnya. Dalam hatinya, Fushame menjadi sangat terkejut. Perlahan, ia menoleh ke arah tangan yang telah melingkari pinggangnya itu.
Kini ia sudah tahu. Tahu akan perasaan hatinya sendiri. Perasaan yang sepertinya selalu ingin bersama Gaara. Perasaannya yang perhatian dan tidak dingin terhadap Gaara. Perasaan yang membuat ia bimbang selama ini. Perasaan yang…
Berdegup kencang… Sulit dirasakan, tetapi juga sulit untuk dirasakan. Matanya telah membulat lebar, begitu menyadari perasaannya sendiri itu. perasaan…
Cinta… Ai… Love…
Keesokan harinya…
Fushame terduduk diam dalam lamunannya dikala siang yang terik ini, sendiri di depan rumah sakit.
"Hei, jangan melamun…" kata Kankurou tiba-tiba. Fushame tersentak.
"Oh… Lagi-lagi kau…" sahut Fushame datar.
Kankurou terduduk di sebelah Fushame, "Ada apa?" Tanya Kankurou perhatian.
"Tidak apa,"
"Hmm, ngomong-ngomong…" kata Kankurou terbata. Fushame sedikit menoleh pada Kankurou, "Apa aku boleh mengatakan sesuatu?" tanyanya.
"Apa" sahut Fushame singkat.
Kankurou tidak langsung menjawab. Perasaan bimbang menerpa dirinya tiba-tiba, "Aku selalu memikirkanmu… selalu cemas dan perhatian padamu… selalu ingin berada di dekatmu… A-a…aku me-menyukaimu, Fushame…" aku Kankurou yang bermaksud menyatakan cinta.
Fushame malah melengos, "Hmph!" dengusnya, "aku benci memikirkanmu, selalu sebal dan kesal padamu, dan aku tidak ingin berada di dekatmu. Aku tidak menyukaimu," kata Fushame dengan nada dingin. Setelah mengatakn itu, Fushame segera berdiri dan bermaksud meninggalkan Kankurou. Tetapi…
"Jangan tinggalkan aku!" katanya sambil memegang salah satu tangan Fushame dengan erat. "Aku lah yang memberikan kalung chakra itu padamu…"
"Maaf! Sekalipun, kau mengatakan itu… Aku… aku…" sahut Fushame dengan terbata saking terkejutnya.
"Jadilah kekasihku, Fushame!" pinta Kankurou sambil tetap memegang tangan Fushame itu dengan erat.
Fushame segera melepaskan tangan Kankurou itu, "Aku pikir-pikir dulu," sahutnya dengan berlari.
Tidak mungkin, itu tidak mungkin Kankurou. Ini semua pasti adalah sebuah kebohongan… batin Fushame.
Seperti biasanya, jika merasa galau Fushame pasti akan menuju 'Peak of Sand'. Menemui Gaara dan setidaknya dapat mendengarkan suara-nya itu. berharap, yang duduk di bangku itu adalah Gaara. Tetapi, itu malah bertentangan…
"Hoi, Fushame… Duduklah di sini! Di sebelahku!" teriak Kankurou begitu melihat Fushame dari ujung bukit itu. Fushame melengos. Karena ia tidak ingin membuat Kankurou menjadi sakit hati, akhirnya ia menghampiri Kankurou. Tetapi, tidak duduk di sebelahnya.
"Huh! Apa maumu?" Tanya Fushame kesal.
"Kau mau menerimaku," sahut Kankurou.
"Tidak mau!"
"Harus mau,"
"Sudah kukatakan, aku tidak menyukaimu!" sahut Fushame dengan matanya yang membulat.
Kankurou menatap Fushame, "Lalu? Pria yang kau sukai itu siapa selain aku?" tanyanya sedikit menyebalkan *Emang nyebelin!*
Fushame membalas dengan menatap dingin, "Aku menyukai adikmu! Kazekage! Gaara!" teriaknya dengan mata berkaca-kaca. Sudah tidak dapat mengendalikan dirinya lagi.
"A-apa?" Kankurou sedikit tidak percaya. Ternyata, dua orang berambut merah ini sama-sama saling menyukai.
"Itu benar! Aku menyukai bahkan mencintai Gaara," akunya lagi. Kankurou sama sekali tidak bisa mengatak apa-apa lagi. Sepertinya, ia harus melaksanakan rencana 'B'… Bohong.
"I-i…itu tidak mungkin! Itu sia-sia saja. Gaara tidak mencintaimu, dia mencintai Sakura! Mereka akan menikah 2 bulan lagi!" sahut Kankurou dengan fakta kebohongan lagi pastinya.
"A-a…apa?"
"Itu benar…" sahut Kankurou dengan senyum licik. Rencana 'B' ia laksanakan dengan sukses. Fushame menjadi sangat sedih, hatinya terasa hancur seketika. Dadanya juga terasa sesak menahan kepedihan itu.
Yang dapat ia lakukan hanyalah berlari sebelum ia menangis di depan Kankurou. Berlari ke rumahnya tentu. Namun, tiba-tiba, ia menemukan sosok yang sudah tidak asing baginya.
"Fushame, ada apa? Kok lari-lari?" Tanya Hidan menyegat Fushame.
"Kau sudah besar, tidak baik untuk lari-lari, hmm…" tambah Deidara.
"Bocah sukanya lari-lari, ya?" kata Kakuzu tidak jelas.
Fushame mengangkat kepalanya, "Sensei…" katanya.
"Sensei?" Hidan bingung, "Tumben memanggilku sensei"
"Mengapa ada di sini?" Tanya Fushame.
Deidara menjawab, "Hmm, kami kemari ingin bertemu denganmu. Kabarnya kau di Suna, jadi aku ingin menjengukmu," sahutnya. Sedangkan Hidan dan Kakuzu hanya mengangguk-angguk.
"Oh, begitu," sahut Fushame datar sambil mengusap air matanya tadi.
"Hmm, bagaimana kabarnya Kazekage?" Tanya Hidan mulai bergurau. Mendengar nama Kazekage. Pasti Gaara. Hatinya menjadi terasa sakit lagi.
"Hn, begitulah. Biasa saja," sahutnya datar dan sedikit tidak peduli. "kabarnya ia akan menikah," tambahnya. Setelah mengatakan itu, tiba-tiba Sasuke juga muncul.
"Menikah? Dengan siapa?" Tanya Sasuke tiba-tiba.
"Benar, Sasuke. Ia akan menikah…" ulang Fushame dengan nada yang lelah dan kesal.
Sasuke sedikit mengernyit, "Iya, tapi dengan siapa?" tanyanya lagi masih penasaran.
"Sakura…" sahut Fushame dengan menunduk.
Sasuke sedikit menatap tajam dan kesal, "Dasar baka! Siapa yang mengatakan itu? Mudah sekali kau ditipu orang," kata Sasuke terlihat sedikit geram.
"Kankurou yang mengatakan itu. dan menurutku, mungkin saja kalau itu benar," sahut Fushame.
"Tidak mungkin! Aku yang akan menikahi Sakura dua bulan lagi, baka!" sahut Sasuke sambil melipat tangannya.
Fushame mengangkat kepalanya, "Apa?" tanyanya tidak percaya.
"Aku akan menikah dengan Sakura. Kau tidak percaya? Ya sudahlah," sahut Sasuke mulai malas. Fushame menjadi sangat bingung. Namun, jika itu benar, ia akan sangat senang. Gaara tidak jadi menikah dengan Sakura.
Kankurou telah berbohong…
"Hmm, Fushame acara pernikahanku akan dilaksanakan pada tanggal 9 September. Jangan lupa itu," tambah Sasuke. Mengingat, ini adalah tanggal 12 Agustus. Berarti sekitar 1 bulan lagi.
"Hn," sahut Fushame dengan nada malas.
DI SISI GAARA…
Entah mengapa, rasanya ingin saja ia ingin sekali menggeledah kamarnya itu. seperti ada sesuatu yang hilang. Sayangnya, ia sendiri tidak tahu benda apa yang telah hilang darinya itu.
Akhirnya ia teringat. Begitu melihat Temari yang baru saja datang beberapa menit yang lalu.
"Kau mencari apa, sih? Sepertinya serius sekali," Tanya Temari bingung.
"Kalung," jawab Gaara singkat.
"Bukankah sudah kau berikan pada Fushame?" Tanya Temari yang sedang duduk di kursi itu.
Gaara tetap sibuk mencari di sekeliling rumahnya itu, "Aku membuat dua waktu itu. Satunya untuk Fushame, satunya kusimpan sebagai alat untuk mengingat Fushame," jelas Gaara.
"Hmm, begitu. Kau memang cocok dengan Fushame. Wajar saja kalau kau mencintainya," sahut Temari dengan jujur dan tersenyum kecil.
Kemudian, Gaara mengendap menuju kamar Kankurou. Bermaksud untuk menggeledah. Mengingat, Kankurou dan Gaara satu rumah selama ini.
*Kan sodara, masa pisah2? Ga mungkin dong…*
Ternyata benar dugaan Gaara, kalung itu ada di bawah bantal di ranjang Kankurou. Tega sekali Kankurou sampai melakukan hal seperti itu.
"Kapan kalian menikah?" Tanya Temari dengan senyum lebar.
Gaara menghela nafas, "Aku tidak akan menikah…" ia menundukkan kepalanya, "Sasuke yang akan menikahinya," katanya.
"Ya ampun Gaara!" sahut Temari sambil menyentuh dahinya dan menggeleng-geleng kepalanya.
"Apa?" tanyanya singkat.
Temari menghela nafas, "Bagaimana mungkin mereka itu menikah?" tanyanya sedikit bingung dengan pemikiran Gaara.
"Mungkin saja. Mereka adalah pasangan yang serasi. Jadi, tidak boleh dihalangi," jelas Gaara sambil menggenggam kalung chakra yang baru ia temukan lagi itu.
"Baka! Mereka itu saudara sepupu, baka! Jadi mana mungkin mereka akan menikah?" sahut Temari sambil terus menggeleng-geleng kepalanya. Mata Gaara membulat seketika. Ia masih belum dapat mengartikan perkataan Temari barusan.
"Benarkah?"
Temari menghela nafas lagi, "Jadi selama ini kau tidak tahu? Fushame dan Sasuke sama-sama Uchiha, bukan? Mereka sangat dekat, bukan? Mereka adalah saudara. Itulah sebabnya," jelas Temari.
"Ta-ta…tapi…" perkataan Gaara terpotong.
"Senyumnya? Fushame itu tersenyum 'manja adik' pada Sasuke, bukan senyum penuh dengan arti. Aduh!" jelasnya lagi masih menggeleng kepala.
Benarkah itu? benarkah? Masih ada satu kesempatanku untuk memiliki Fushame… Sepertinya… batin Gaara.
CHAPTER 16 END!
