Naruto by 'Masashi Kishimoto'

"THE RED HAIR COUPLE"

'Almost Ending Arc'

Disclaimer: Tokoh karakter, tempat, dan property lain milik pencipta asli (kecuali Fushame). Hanya untuk berbagi cerita dan hiburan semata!

Warnings: AU, OC & OOC, Many clarify and dialogue, 'cripsy' crack and kidding, mystery and many skip time! Just two choice, "READ" or "DON'T Read"…

R&R please…?

Chapter 17:Coming Home…

Seperti biasanya, Gaara selalu sibuk baik pagi maupun sore hari sampai akhirnya ia pulang dan beristirahat. Kemudian, ia teringat akan sesuatu. Secepatnya ia langsung melihat calendar–nya.

Tok! Tok!

Gaara menoleh ke pintu dengan cepat. "Masuk!"

Pintu terbuka perlahan. Kemudian, munculah sesosok gadis berambut merah berada di ambang pintu.

"Ada apa, Fushame?" Tanya Gaara yang tiba-tiba wajahnya menjadi berseri-seri karena Fushame.

"Aku akan kembali ke Konoha hari ini," kata Fushame dengan nada datar dan dingin. Tidak seperti gaya bicaranya pada saat di 'Peak of Sand'.

"Sudah 3 bulan, kah?" Tanya Gaara mengernyitkan dahi. Tak percaya akan hal ini.

Fushame mengangguk. Tetapi, Gaara malah menundukkan kepala.

Mengapa waktu harus berjalan secepat ini? Batin Gaara.

"Besok Matsuri sudah tiba di Suna. Dan hari ini juga aku akan kembali ke Konoha," jelas Fushame lagi, "atas segala bantuan dan kebaikannya kuucapkan terimakasih," lanjutnya lagi sambil membungkukkan tubuhnya. Kemudian, ia membalikkan tubuhnya dan pergi keluar.

"Fushame! Boleh aku bertanya?" Tanya Gaara lagi yang menghentikan langkah kaki Fushame yang telah membuka pintu itu.

"Ada apa?" Tanyanya sambil menatap Gaara.

"Apa benar kalau Uchiha Sasuke itu adalah saudara sepupumu?" Tanya Gaara yang tiba-tiba saja teringat lagi akan hal itu.

Awalnya Fushame bingung dengan pertanyaan itu. Kemudian ia menyahut, "Benar. Ayahnya Sasuke dan Itachi–san, adalah kakak dari ibuku. Jadi, aku dan Sasuke adalah saudara sepupu. Lalu, aku selalu dekat dan tinggal bersama Sasuke waktu aku kecil," jelas Fushame.

"Waktu kalian kecil?" Tanya Gaara lagi masih tidak mengerti.

"Sudah jelas, bukan?" Fushame menghela nafas malas. Gaara tidak menyahut apa-apa. Terdiam, hening. Tetapi, akhirnya ia membuka mulutnya juga.

"Hmm, baiklah. Silakan kembali seperti yang kau mau,"sahut Gaara pasrah. Sebenarnya ia juga tidak ingin berkata seperti itu. namun, begitu melihat wajah Fushame yang seperti itu, ia harus berbuat apa?

Fushame mengangguk lemas dan membalikkan tubuhnya. Sama sekali ia tidak ingin mendengar Gaara berkata seperti itu. andai saja kalau Gaara mencegahnya untuk kembali ke Konoha. Lalu, Gaara juga berkata kalau ia sebenarnya menyukai, bahkan mencintai Fushame.

"Fushame…" kata Gaara tiba-tiba dengan nada yang membuat jantung Fushame menjadi sangat berdebar-debar.

Fushame menoleh singkat, "Hn?"

"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin bilang, berhati-hatilah di jalan," kata Gaara.

"Baiklah, lagipula aku juga tidak melewati jalan seperti biasanya. Aku hanya tinggal berteleportasi. Tidak akan ada hal yang aneh yang akan terjadi padaku," sahut Fushame dengan nada malas dan sedikit kesal.

Setidaknya terdengar nada yang pedas dari Fushame, tetapi itu sudah cukup untuk membuat Gaara tersenyum lega. Mungkin ini adalah waktu terakhirnya untuk bertemu dan dimarahi oleh Fushame. Mengingat, waktunya yang sibuk selama menjadi Kazekage ini tidak mungkin ia tinggalkan selama 7 hari saja hanya untuk melihat keadaan Fushame di Konoha. Kalau Fushame mungkin hanya membutuhkan lima menit kurang untuk agar tiba di Suna, tetapi kalau Gaara harus menempuh perjalanan selama 3 hari untuk tiba di Konoha.

"Gaara…" sapa seseorang dari ambang pintu itu. Seorang wanita dengan rambut pirang dan selalu membawa fan-nya itu.

"Ada apa, Temari?" sahut Gaara begitu melihat sesosok kakaknya itu berada di ambang pintu.

"Fushame? Ia sudah kembali ke Konoha?" Tanya Temari dengan senyum kecil. Gaara mengangkat kepalanya kemudian ia mengangguk pelan.

"Huh, sabar, ya. Oh ya, aku akan kembali ke Konoha juga siang ini," kata Temari lagi dengan senyum lebar, "Shikamaru sudah mengirim surat kepadaku," tambahnya.

"Rasanya semua orang akan meninggalkanku. Kankurou? Dimana dia?" Tanya Gaara lagi begitu tersadar akan Kankurou.

Temari melihat ke atas langit-langit, "Terakhir kulihat dia sedang dihukum oleh tiga orang itu sepertinya,"

"Tiga orang?" Gaara menjadi tambah bingung.

DI SISI KANKUROU…

"Ampun! Maafkan aku… Aku berjanji tidak akan mengulanginya," teriak Kankurou sambil terus memohon dan meneteskan air matanya dengan deras.

Hidan mengedikkan matanya, "Kau ini payah! Cuma seperti itu saja pakai menangis!" katanya dengan tawa ejek.

"Benar. Selesaikan hal itu dulu, baru kau boleh bebas dari hukuman kami!" tambah Kakuzu yang sedang duduk dengan kaki yang diangkat di kursi itu.

Sedangkan Deidara juga ikut-ikut tertawa. "Selesaikan! Selesaikan dengan benar! Sasuke sangat suka memakan tomat, tetapi kita akan membuat makanan dengan saus tomat yang dicampur dengan itu pada hari pernikahannya. Jadi lakukan dengan benar, hmm…" katanya dengan cekikikan.

"Oh, jadi ini juga untuk Sasuke?" Tanya Itachi dengan senyum kecil. Oh ya, mereka ini sudah kembali ke markas mereka. Tetapi Sasuke kembali ke Konoha.

Sasori yang sedang membaca koran itu akhirnya juga ikut tertawa begitu melihat tingkah teman-temannya yang aneh itu, "Ya begitulah. Soal menghukum orang, tiga orang inilah yang paling tidak kehabisan ide," terangnya.

FLASH BACK!

"Fushame, ada apa? Kok lari-lari?" Tanya Hidan menyegat Fushame.

"Kau sudah besar, tidak baik untuk lari-lari, hmm…" tambah Deidara.

"Bocah sukanya lari-lari, ya?" kata Kakuzu tidak jelas.

Fushame mengangkat kepalanya, "Sensei…" katanya.

"Sensei?" Hidan bingung, "Tumben memanggilku sensei"

"Benar, Sasuke. Ia akan menikah…" ulang Fushame dengan nada yang lelah dan kesal.

Sasuke sedikit mengernyit, "Iya, tapi dengan siapa?" tanyanya lagi masih penasaran.

"Sakura…" sahut Fushame dengan menunduk.

Sasuke sedikit menatap tajam dan kesal, "Dasar baka! Siapa yang mengatakan itu? Mudah sekali kau ditipu orang," kata Sasuke terlihat sedikit geram.

"Kankurou yang mengatakan itu. dan menurutku, mungkin saja kalau itu benar," sahut Fushame.

"Tidak mungkin! Aku yang akan menikahi Sakura dua bulan lagi, baka!" sahut Sasuke sambil melipat tangannya.

Fushame berjalan lemas meninggalkan teman-teman Akatsukinya itu.

"Senpai, aku kembali ke Konoha duluan," kata Sasuke yang kemudian berteleportasi.

Sedangkan tiga orang bawel itu masih nongkrong di depan sebuah toko sayur.

"Dasar si penari boneka itu! beraninya ia membohongi Fushame yang lembut itu," kata Hidan begitu kesal.

"Penari boneka?" Kakuzu bingung.

"Kankurou. Dasar si Kankurou genit itu. Beraninya dia menghalangi Fushame untuk bersatu dengan kazekage, hmm…" tambah Deidara sambil mengepalkan tangannya.

Hidan mendecakkan lidahnya, "Harus diberi hukuman!" geramnya sambil senyum-senyum licik.

"Benar! Tetapi hukuman apa ya yang tepat?" Deidara bingung.

"Aku punya ide! Lebih baik kalian berdua mencari penari boneka itu, biar aku yang mengurus hukumannya," sahut Kakuzu mantap.

Dengan segera, Deidara dan Hidan segera mencari Kankurou atau yang mereka sebut dengan penari boneka itu. sedangkan Kakuzu malah masuk ke toko sayur dan membeli sesuatu. Setelah itu, mereka membawa Kankurou ke markas mereka.

"Beraninya kau membohongi yang orang dua kami sudah restui ini?!" ujar Hidan tidak jelas.

"Ya ampun Hidan! Ada apa dengan lidahmu? Berbicara saja kebalik-balik," kata Sasori yang heran mereka menggeret Kankurou ke markas mereka itu. Begitu juga yang lain seperti Itachi, Nagato, Yahiko, dan Konan ikut keluar markas untuk melihat keributan yang dibawa oleh ketiga orang bawel itu.

"Aku minta maaf! Ampun deh!" kata Kankurou memohon.

"Eits! Tidak bisa! Kau harus dihukum dulu!" sahut Hidan dengan senyum kecil.

"Hu-hukuman?" Sasori menjadi tambah bingung.

Kemudian, Kakuzu langsung menyodorkan 10 karung yang sangat besar ke depan Kankurou, "Apa ini?" Kankurou bingung. Kemudian Hidan menyodorkan sebuah kunai yang sangat kecil dan terlihat tidak tajam. Tidak seperti kunai yang biasanya.

"Kupaslah 10 pon bawang bombay ini dahulu. Baru kami akan mengampunimu!" kata Hidan dengan cekikikan.

"A-apa?" Kankurou menjadi sangat bingung dan merasa sangat sedih.

"Awas kalau berani kabur! Akan kupintir pake karung," tambah Hidan sambil berkacak pinggang. Yahiko menjadi sangat bingung.

"Ada apa ini sebenarnya?" tanyanya bingung

Deidara menoleh ke belakang, "Si penari boneka ini, berani sekali ia membuat muridmu menangis. Ia bahkan memberikan fakta kebohongan pada Kazekage, un…" jelas Deidara dengan sedikit nada kesal.

"Penari boneka itu siapa lagi…" Yahiko tambah bingung.

"Maksudku orang ini, namanya Kankurou…" sahut Deidara lagi.

Yahiko tersenyum tipis, sedangkan yang lain menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah temannya yang aneh-aneh ini.

FLASH BACK OFF!

"Oh ya. Benar juga Gaara, aku lupa memberitahukan sesuatu," kata Temari yang masih berada di ruang kazekage itu.

"Hn?"

Temari menyodorkan sebuah invitation, "Ini untukmu dari Naruto dan Sasuke," katanya.

"Apa ini?" Gaara meraihnya dan membacanya.

Wedding Invitation

"NaruHina & SasuSaku"

9 September 2999

To:

5th Kazekage, Gaara

At Sunagakure

"Jadi, mereka akan menikah?"

CHAPTER 17 END!