Naruto by 'Masashi Kishimoto' "THE RED HAIR COUPLE"

'Ending Arc'

Disclaimer: Tokoh karakter, tempat, dan property lain milik pencipta asli (kecuali Fushame). Hanya untuk berbagi cerita dan hiburan semata!

Warnings: AU, OC & OOC, Many clarify and dialogue, 'cripsy' crack and kidding, mystery and many skip time! Just two choice, "READ" or "DON'T Read"…

R&R please…?

9 September…

Today, Marriage.

OH! It's Beautiful Day – Not Me!

Akhirnya hari yang ditunggu oleh NaruHina dan SasuSaku tiba juga. Suasana di Konoha menjadi begitu ramai dan terlihat menyenangkan. Berbagai karangan bunga sudah berjajar di tepi jalan. Sedangkan Sakura serta Hinata sedang berada di ruang riasnya bersama teman-temannya.

"Sudah cantik, sudahlah…" ujar Fushame yang melihat Sakura yang terus-terusan mengaca pada kaca di depannya itu.

Sedangkan Ino dan Tenten juga Temari tertawa kecil melihat Fushame yang terus melipat tangannya tidak jelas itu.

"Kau mirip dengan seseorang, Fushame. Seseorang yang selalu berkata dengan singkat dan melipat tangan di dadanya seperti itu…" gurau Temari tersenyum kecil.

"A-apa maksudmu, Temari – san?" Fushame bingung mengerjapkan mata dua kali.

Tenten menghela nafas, "Belum sadar ternyata,"

"Siapa, sih yang ngikut-ngikut tingkahku seperti ini?" Fushame mulai kesal.

Ino tertawa, "Gaara!"

Fushame menjadi menghela napas keras, "Shh, Hentikan! Itu tidak lucu sama sekali," kata Fushame malas.

"Ngomong-ngomong, kita semua sudah memiliki pasangan, Fushame," kata Tenten.

"Aku tahu," sahut Fushame enteng.

"Dan kau belum...?" tambah Ino.

"Baiklah! Aku tahu!" Fushame mulai panas.

"Pertama adalah Ino, kemudian Temari – san, setelah itu Tenten sekarang adalah aku dan Hinata. Bagaimana denganmu?" Sakura menambahkan lagi.

"Hnnn, baik! Aku tahu!"

"Fushame – chan, kau gadis yang sempurna. Jangan sampai kau berpikir tidak ingin menikah," tambah Hinata.

"Benar… Hn, sudahlah aku akan menikah kelak! Aku tahu!" sahut Fushame mulai malas dan kesal mendengar perkataan teman-temannya yang tidak berhenti.

Temari menambahkan, "Dan Gaara salah satu calon yang sempurna, bukan?"

"Hey! Sudahlah! Hentikan! Aku tahu, hentikan! Ingat, jangan sebut nama Gaara lagi di hadapanku!" kata Fushame dengan cukup keras. Setelah itu ia kabur keluar. Sudah cukup lelah mendengarkan sepertinya. Mendengarkan ucapan teman-temannya yang bermaksud merestui Fushame dengan Gaara.

Sebenarnya, Fushame bukan kesal karena ia tidak suka dengan Gaara. Tetapi, justru kesal karena mengingat Gaara yang berbicara dengan nada dingin padanya terakhir kali itu.

Huh!

Sekali lagi Fushame harus mendapatkan gurauan teman-temannya yang tidak masuk akal.

DI SISI ROMBONGAN NARUTO SASUKE…

Naruto terus berputar-putar begitu mengenakan pakaiannya yang panjang dan indah itu.

"Wow! Aku tidak menyangka kalau aku akan menikah! Akhirnya…" katanya dengan nada bersemangat seperti biasanya (Dattebayo!).

Sasuke…

"Ada-ada saja,"

Shikamaru…

"Mendokusei na! Di saat acara nikah nanti jangan sampai kau melakukan hal bodoh lagi ya, Naruto!" berusaha mengingatkan saja.

Sai…

"Kau belum terlihat cocok untuk menikah sama sekali, Naruto…" tertawa kecil.

"Hei, SAI! BERANINYA KAU!" ternyata Naruto dengar.

Lee…

"Akhirnya ada juga yang mau menikah denganmu, Naruto,"

"Enak aja! Jadi lo pikir gua ga laku, gitu?!" Naruto mengepalkan tangan.

SKIP! -_-vv ~~~~~~

Chouji…

"Naruto, di sana makanannya banyak, ga? Kalau tidak aku ga mau datang, ah…"

Shino…

"Semoga, setelah kau menikah kau masih ingat denganku, Naruto…"

"Ya ampun! Kejadian yang dulu masih diingat saja…" Naruto garuk-garuk kepala.

Neji…

"Aku tak yakin kalau Hinata – sama mencintaimu…"

"Hey!" Naruto berteriak kesal.

Kiba… "Lah? Dimana Kiba? Kiba telah hilang… OH NO!" Naruto bingung.

"Kudengar Kiba sedang pergi mencari jodoh…" jawab Sasuke.

"Oh begitu…"

Gaara…

"Hn, no comment…"

"Hey! Benar juga! Di sini, Gaara adalah orang yang single sendiri," kata Naruto tiba-tiba. Gaara sedikit mengangkat kepala. Terkejut maksudnya.

Lee mulai bertingkah lebay, "Gaara – kun… Jadi kau masih ingin muda, ya?"

"Lee… Maksudmu itu apa, sih?" Neji bingung.

Sasuke ikut menambahkan, "Kudengar ada yang cocok denganmu, Gaara,"

"Hn…" sahut Gaara singkat.

"Kudengar dari Temari, ada seorang gadis yang membuat Gaara terus melamun dan resah…" tambah Shikamaru juga tidak mau kalah.

"Su-sudahlah. Itu tidak benar…" kata Gaara yang mulai bersemu merah berusaha menghentikan.

"Hanya ada satu gadis yang juga masih single di sini," tambah Sai yang ternyata mengerti gadis yang dimaksud.

"Hey! Tunggu dulu. Gadis yang dekat dengan Gaara itu hanya ada satu," kata Shikamaru yang mulai memancing Gaara.

"Sudahlah," Gaara mulai lelah dan tak tahu harus bagaimana menghentikannya.

"Oh, iya. Matsuri juga masih single, bukan? Atau sudah jadi milik Gaara?" gurau Naruto yang pura-pura memanas-manasi Gaara.

"Matsuri? Cukup hentikan! Matsuri bukan siapa-siapaku!" kata Gaara marah. Kemudian ia langsung membalik tubuhnya untuk keluar dari tempat itu segera.

Naruto mendecakkan lidah, "Kalau begitu hanya ada satu gadis yang mungkin Gaara sukai…" katanya dengan dengan penegasan setiap dari kata-katanya. Gaara menghentikan langkah kakinya.

"FUSHAME!" seru semuanya yang berada di situ. Dengan senyum kecil tentunya. Gaara terlihat menunduk dan tambah bersemu merah.

SKIP!

Shalalalaalalalalalala…

Acara pernikahan pun dimulai. Hinata dengan gaun putihnya yang panjang dan anggun bersama Naruto dengan jubah orange - nya itu. Sakura dengan gaun merah maroon bersama dengan Sasuke memakai jas biru – putihnya itu. Tidak ketinggalan juga symbol Uchiha yang selalu melekat pada belakang bajunya itu. Acara berlangsung meriah, semua begitu senang dan gembira. Tak lupa juga kalau rombongan 'Yahiko's World' juga datang.

"Sensei!" Fushame menyambut kedatangan sensei-senseinya itu dengan gembira.

"Wah! Kau sudah dewasa, Fushame," kata Sasori dengan senyum gembira. Fushame tertawa kecil.

Hidan langsung menyambar, "Hei, Fushame! Bagaimana keadaanmu dengan Kazekage? Kapan acara pernikahannya? Jangan lupa undang kami…"

"Sudahlah! Aku dan Gaara hanya teman," sahut Fushame dengan tenang.

"Hey! Tidak, itu tidak benar. Fushame dan Gaara pasti tidak hanya sekadar teman," tiba-tiba Temari ikut-ikut menambahkan.

"Benarkah?" Nagato dan Itachi tercengang.

"Hah! Ini adalah hari yang indah dan menyenangkan…" kata Konan kemudian sambil mengangkat kepala.

"Tidak untukku," sambung Fushame tiba-tiba.

Konan dan yang lain segera terkejut bercampur bingung mendengar sahutan Fushame barusan.

DI SISI LAIN…

"Ayolah, Gaara! Makanlah yang banyak!" kata Shikamaru menyemangati Gaara.

"Hn, " dengus Gaara.

"Ini adalah hari yang indah, bukan?" tambah Shikamaru berusaha menyemangati Gaara yang terlihat murung itu.

"Tidak untukku…" sahut Gaara.

Dua orang yang menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sama secara tidak langsung…

CHAPTER 18 END!