Nightmare
.
.
.
Disclaimer : Aoyama Gosho
"Dorr…." Suara tembakan menggema di penjuru ruangan. Tampak sosok wanita terjatuh melayang sejenak kemudian menghempas lantai. Rambutnya yang hitam tampak bertebaran kusut dan ada tetesan darah yang mengalir pelan dari tubuhnya. Wajah wanita itu tak tampak jelas karena tertutup bayangan tapi kau yakin mengenalinya. Hatimu berdebar-debar dengan kencang. Kau merasa tubuhmu tiba-tiba mendingin. Kau menjerit memanggilnya tapi tak ada suara yang terdengar. Tenggorokanmu terasa sakit, mulutmu kering dan airmatamu meluncur deras tanpa terhenti.
"Akemi nee-chan…"jeritmu dengan suara serak. Kau berusaha meraihnya tapi tanganmu hanya mampu meraba-raba dalam kegelapan. Kau berusaha memanggil namanya lagi tapi tiba-tiba ada tangan tak terlihat yang menggoncang tubuhmu. Kau tersentak dan menggigil kemudian membuka matamu perlahan. Nafasmu masih terengah-engah dan seluruh tubuhmu banjir keringat. Ternyata kau masih berada dalam kamar tidurmu. Ruangan masih tampak gelap walau ada cahaya bulan yang menyinari malu-malu dari balik jendela.
Mimpi. Mimpi buruk.
"Shiho..Shiho! Kau tidak apa-apa?" Seraut wajah yang amat kau kenali menatapmu dengan cemas.
Kau mengalihkan pandangan kearahnya dan bergumam," Mimpi.. aku cuma bermimpi."
Shinichi kemudian menyeka keringat di dahimu dengan tangannya. Terasa hangat. Dia menopang sikunya dan bersender ke bantal sambil melihat ke arahmu.
"Kau bermimpi, menggigau..dan memanggil nama..kakakmu."katanya pelan.
Kau tak menjawab. Kau mencoba menarik nafas berulang kembali dan tubuhmu akhirnya kembali hangat. Kau kemudian menggeleng dan berbalik memunggunginya, mencoba untuk kembali tidur sambil menarik selimut.
Kau merasa ada tangan yang tiba-tiba memelukmu dari belakang, Shinichi menggeser tubuhnya lebih dekat dan mendekap badanmu kearahnya. Dia meletakkan dagunya ke bahumu dan mencium bahumu yang terbuka karena saat itu kau hanya mengenakan nightdress tipis.
"Shiho.."desisnya pelan di telingamu,"Jangan menanggungnya semuanya sendirian. Kau punya aku. Serahkan semuanya padaku..bukankah itu gunanya suami?" dia tersenyum kecil ketika sampai ke ujung pertanyaannya.
Kau yang tadinya menegang karena pelukannya kemudian merasa rileks dan membiarkan dia membelai rambutmu dari belakang.
"Aku tidak menanggung semuanya sendirian, Shinichi. Itu hanya mimpi buruk…"gumammu.
"Kau sudah lama tidak bermimpi buruk saat bersamaku "desaknya lagi.
Kau kemudian melepaskan tangannya dan berbalik badan menatapnya.
"Shinichi..aku bermimpi saat kakak meninggalkanku.."ucap kau yang entah kenapa masih gemetar. Shinichi yang menyadari lemahnya suaramu kemudian membelai pipimu dengan lembut.
Shinichi menatapmu dalam-dalam. Tatapan matanya yang hanya melihatmu seakan kau adalah pusat dari dunianya. Seakan kau akan lenyap begitu dia melepaskan tatapan matanya. Bola matanya yang biru menjadi lebih gelap. Walau suasana kamar masih berbayang-bayang, kau masih bisa melihat wajahnya dengan jelas. Raut wajahnya yang khawatir dan cemas, sama sekali tak tampak kalau dia hanya sempat tertidur satu jam saja. Kau merasa bersalah karena dia baru saja pulang dari menyelidiki kasus pembunuhan yang rumit di Osaka selama tiga hari.
"Shiho…aku tidak akan meninggalkanmu. Apapun yang terjadi" ucapnya tegas sambil tetap menatapmu.
Kau merasa lemah, kakimu lemas seakan baru berlari ribuan kilometer.
"Itu cuma mimpi, Shinichi. Mimpi buruk yang kadang-kadang muncul kalau kondisi tubuh tidak fit" elakmu tapi dia menggeser pipimu dengan lembut supaya mata kalian tetap bertemu.
"Percayalah padaku, Shiho. "gumamnya sambil mengernyitkan alisnya. Mungkin dia masih ingat betapa susahnya menyakinkan dirimu kalau dia mencintaimu dan ingin menikahimu bukan sahabat masa kecilnya.
"Aku percaya padamu, Shinichi. Dari pertama kali kita bertemu, aku selalu percaya padamu"
Dia tampak puas dan mengecup dahimu sekilas. Kemudian dia memelukmu. Kau mengubur wajahmu di dadanya. Aroma piyama khas Shinichi ternyata membuatmu rileks.
"Aku mencintaimu, Shiho…" gumam Shinichi di telingamu sambil membelai punggungmu pelan.
"Aku juga..Shinichi" gumammu tak jelas. Dia tersentak dan melepaskan pelukannya. Matanya mencari-cari di wajahmu mungkin untuk melihat apakah kau hanya bercanda. Kau malu dan menutup matamu.
"Kau tidak bercanda kan, Shiho?" tanyanya parau. Ada nada kekhawatiran yang tersirat di setiap kata.
Kau membuka matamu kembali dan menatapnya," Jadi kau pikir untuk apa aku menikah denganmu, detektif bodoh!" desismu sebal.
Dia tertawa. Wajahnya berubah ceria. Terlihat sangat ceria untuk pria yang sudah tampak kurang tidur dan sibuk dengan kasusnya.
"Kupikir..kupikir… kau mau menikahiku karena kau kasihan padaku" ucapnya terus terang.
Sekarang giliranmu yang tertawa. Dia tersenyum lebar mendengar suara tawamu. Yang mungkin amat jarang terdengar selama ini. Sepanjang pernikahan kalian yang masih tiga bulan. Matanya berkilauan menatapmu. Yang membuat hatimu berdebar tiba-tiba.
"Shinichi Kudo. Pria paling brilian yang pernah kutemui ternyata sekaligus paling bodoh" ujarmu di sela-sela tawamu.
Dia nyengir," Kau selalu membuatku tak yakin dan tak percaya diri. Bahkan saat melamarmu, aku takut kau akan menolakku dan mencampakanku begitu saja."
"Jadi apa yang membuatmu yakin untuk melamarku, Shinichi Kudo?" tanyamu sambil memainkan kancing piyamanya.
"Karena kupikir aku tidak bisa hidup tanpamu…dan aku ingin menghabiskan seluruh hidupku bersamamu" ucapnya pelan namun penuh kesungguhan. Gerakan tanganmu berhenti dan kembali menatapnya.
"Shinichi..aku juga "desahmu.
Dia mencium dahimu kemudian memelukmu lagi. Dan kau puas berada dalam pelukannya.
Hidupmu sempurna.
FIN
.
.
.
A/N : fluffy, fluffy dan fluffy.
Salah satu hambatan terbesar dalam hubungan Conan - Ai di canon adalah mereka masih menyimpan rahasia dari masing-masing. Walau tujuannya mungkin demi keselamatan satu sama lainnya tapi aku kurang puas, karena seharusnya Ai dan Conan berkerja sama untuk mengejar BO.
Sekian unek-unek author, jadi fic ini kubuat supaya mereka lebih saling percaya satu sama lainnya untuk meneguhkan dan melanggengkan pernikahan sampai maut memisahkan. Jiah..fluffy banget nih. readers sekalian sumbang ide untuk author donk. Boleh lewat PM atau di review. ^_^
Thanks telah meluangkan waktu untuk membaca.
