Yayy ini giliran si raja gunting beraksi~

Disclaimer: Kuroko no Basket punya si Fujoshi-sensei (Fujimaki Tadatoshi) /digampar. Fanfic nista ini punya author-sannn

-Akashi ver. tsundere reader-

Hari ini adalah hari upacara penerimaan murid baru di SMA Teikou. Kamu datang dengan mata panda yang benar-benar hitam. Kamu berjalan memasuki gerbang sekolah barumu itu. Berhubung kamu baru saja selesai liburan, kamu susah beradaptasi dengan lingkungan sekolah lagi.

"(name)-san!" kamu mendengar ada yang memanggil namamu dari belakang. Oh, rupanya itu adalah Sachiko, teman baikmu semasa SMP. Kamu sebenarnya sangat senang bisa bertemu dengannya lagi, namun karena tsundere mu tidak mengijinkanmu untuk berhuwa-huwa ria dengannya, jadi kamu cuek saja. Apakah itu berhuwa-huwa ria? Yah author juga kagak ngerti /dilempar.

Kamu dan Sachiko berjalan memasuki gym, dimana tempat dilaksanakannya upacara. Kamu menguap di sepanjang perjalanan. Kemudian kamu tidak sengaja tertidur dengan mata terbuka di saat upacara.

JEDUAK!

Sepertinya ada orang yang memukulmu dengan buku tebal bergambarkan hello kitty. Kamu menoleh dari mana asal si pemukul dan yang kamu temukan malah buku tebal bergambarkan hello kitty di depan wajahmu. Kemudian kamu menoleh ke belakang. Dengan tatapan sinis kamu melihat si ketua OSIS yang tengah mengawasi jalannya pidato si kepala sekolah botak nan jelek itu.

"tolong perhatikan ketika kepala sekolah berpidato."

"huh, terserahlah."

Kamu mengamat-amati si ketua OSIS itu. Wajahnya tampan juga. Rambutnya merah, matanya berwarna merah dan kuning, tubuhnya atletis. Bagai seorang malaikat tampan yang jatuh dari iklan deodorant axe. Kalau saja ini bukan upacara atau acara formal yang ketat, mungkin saja kamu sudah fan-girling dan mimisan sampai terkena anemia di sana.

Setelah berjam-jam kemudian, lebih tepatnya hanya satu jam yang kamu anggap berjam-jam itu, akhirnya pidato si botak itu selesai. Semua anak yang ada di ruangan itu menepuk tangan. Bukan karena pidatonya yang sangat indah dan menyentuh hati, tapi gara-gara mereka dibebaskan oleh penderitaan mereka.

Kamu berjalan menyusuri daerah-daerah di sekolahmu. Sekolah barumu ini sangat besar dan bagus. Kamu terus berjalan dan menemukan sebuah ruangan dengan tulisan "ruangan ini tidak boleh dibuka." Kemudian kamu melihat catatan yang ada di bawah tulisan itu "ruangan ini sudah memakan beribu siswa yang telah masuk ke dalamnya, berhati-hatilah." Kamu langsung mundur sepuluh langkah dari sana. Tapi dalam hati kamu penasaran dengan apa yang ada di dalam ruangan aneh itu. Memang sih dari luar auranya saja sudah tidak enak, apalagi kalau masuk ke dalamnya.

Kamu keluar dari gedung sekolah dan tidak sengaja bertemu dengan beberapa senpai yang tampak seperti preman. Kamu agak takut dengan mereka, tapi kamu berusaha menahannya dengan cara cuek dan berjalan angkuh.

"wah, wah kelihatannya ada gadis yang akan bermain-main nih!" ujar salah seorang dari para senpai preman itu.

"woi, aomine. Lihatlah siapa yang datang!"

Sepertinya nama 'Aomine' itu adalah nama bos mereka. Firasatmu sangat buruk dan kamu sudah berkeringat dingin di sana. Kamu mempercepat langkahmu, namun tanganmu di tahan oleh seseorang di belakangmu.

"mau ke mana hah? Jarang sekali ada junior manis sepertimu yang datang kemari."

Ternyata orang yang menarik tanganmu adalah seorang laki-laki dengan rambut biru tua dan kulit hitam. Wajahnya terlihat garang dan kamu mengira dia adalah seorang penarik gerobak sampah /ditabok.

"lepaskan aku!" kamu membentaknya dengan kasar. Namun si aomine ini masih memegang tanganmu dengan erat.

Aomine mendekatkan wajahnya ke lehermu dan menyandarkannya di bahumu. Kamu ingin melepaskan diri dari orang aneh itu tetapi kamu tidak bisa melakukan apa-apa karena kamu ketakutan.

Aomine itu membuka mulutnya dan mendekatkan mulutnya ke arah pipimu. Air matamu sudah membanjiri matamu itu. Kamu sungguh ketakutan.

"daiki, jangan melakukan hal yang tidak-tidak pada murid baru."

Kamu dan aomine menoleh ke belakang. Rupanya si rambut merah pemukul kepala sudah ada di belakang aomine dan kamu. Aomine lekas melepaskan pegangannya padamu dan berjalan mundur lima langkah.

"ah? Akashi? Aku hanya menyambutnya saja kok, tidak lebih ahaha.. maafkan aku."

"daiki, latihanmu kutambah lima kali lipat."

Kemudian si aomine itu berjalan menjauhimu dan si ketua OSIS dengan wajah suram. Kamu terjatuh di tanah karena shock. Ia mengulurkan tangannya padamu.

"kau tidak apa-apa?"

"jangan pedulikan aku!"

Kamu menempis tangan ketua OSIS itu dan mencoba berdiri. Namun kakimu terasa sangat berat dan kamu terjatuh lagi. Kamu mengaduh kesakitan. Si ketua OSIS yang dari tadi kalem langsung menggendongmu ke ruang UKS. Sebenarnya kamu senang sih, tapi berhubung tsunderemu sedang kambuh….

.

.

.

Kamu sedang berada di ruang UKS dengan wajah cemberut. Si ketua OSIS menemanimu dengan wajah datar. Ia menyeduhkan sebuah teh untukmu, namun kamu tidak mau meminumnya.

"namaku Akashi seijuurou. Maafkan atas kejadian tadi, aku harap hal itu tidak akan mengganggumu selama bersekolah nanti."

"aku (name), terserah apa katamu."

Akashi tersenyum ke arahmu, senyumannya berbeda sekali dengan wajah datarnya yang tadi. Kemudian kamu blush parah dan memalingkan wajahmu ke arah tembok.

"(name), aku ada urusan. Permisi." Kemudian Akashi keluar dan kamu sendirian di dalam UKS dengan wajah yang masih blushing. Lalu pintu UKS terbuka dan kamu berpura-pura kesakitan.

"(name)-san? Kenapa kamu ada di sini?"

Ah itu hanya Sachiko dan seorang lelaki berukuran titan -coret- pemain basket professional yang masuk ke dalam ruang UKS.

"(name)-san, perkenalkan, ini sepupuku Murasakibara Atsushi."

'buset, gila bener nih orang makan apa aja sampai jadi kayak titan kedua getoh?' pikirmu.

"hai, (name)-chin. Sachiko-chin sering menceritakan tentang dirimu semasa kecil dulu."

"Atsushi! Jangan bilang-bilang dong!"

"maaf, Sachiko-chin."

Kemudian kamu dan murasakibara menjadi kawan baik.

.

.

.

Hari ini adalah hari pembagian kelas. Kamu mulai memasuki kelas barumu, yaitu kelas 1-3. Kamu membuka pintu dengan kalem. Lebih tepatnya dengan penasaran akan jadi seperti apakah kelasmu nanti.

KRIEETTT

Kamu sangat terkejut ketika membuka pintu kelas barumu itu. Tampak banyak cowok-cowok ganteng yang sedang berbincang-bincang. Namun yang paling membuatmu kaget adalah….

"aku akan mencium kalian semuaaaa~~~ jreng jreng jreenggg oh yeah!"

Seorang cowok berambut kuning yang kelihatan kece menyanyi-nyanyi di atas meja sambil membawa sapu sebagai gitarnya. Herannya, cowok aneh seperti itu ternyata banyak fansnya. Kamu hanya sweat drop di depannya.

"(name)-chin, ternyata kita sekelas ya?"

"eh? Murasakibara?"

"hehe, boleh aku duduk di sebelahmu?"

"silahkan, aku pusing mendengar suara orang aneh itu."

"ah? Itu Kise-chin. Dia memang orang yang sangat cerewet. Tapi sebenarnya dia orang yang baik hati kok dan dia seorang model. "

Kemudian guru wali kelasmu datang ke dalam kelas dengan wajah galak bagai seekor macan yang baru saja kewalahan mencuri mangsanya.

"duduk! Kalian semua dasar setannnnn![1]"

Semuanya langsung duduk dengan rapi dan manis. Semuanya langsung menjadi patung. Suara guru jelek itu menggelegar bagai sesuatu yang wow banget.

"nama saya Kagami Taiga. Aku adalah wali kelas kalian mulai dari sekarang. Aku juga berperan sebagai guru olah raga kalian. Jadi, jangan macam-macam denganku atau kusuruh kalian push up seratus kali"

Semua membatu. Guru ini adalah guru teraneh pertama yang kamu lihat pagi ini. Kemudian si guru memulai sebuah ceramah panjang lebar yang isinya sama saja namun diulang sampai dua belas kali. Kamu tertidur dengan mata terbuka (lagi) dan lagi-lagi ada yang memukulmu dengan buku tebal. Namun, yang memukulmu bukan Akashi, namun guru horror mematikan ini.

"kau pikir aku tak tahu kalau kau tertidur, hah?" dia menyeringai kejam.

Kamu sudah sangat ketakutan dan kamu berdoa. Teman-teman sekelasmu membatin 'semoga (name) diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Amin.' Murasakibara Cuma menatapmu dengan tatapan malas.

"selamat jalan, (name)-chin."

GLEK.

"(name) kau akan kuhukum lari mengelilingi lapangan tiga putaran sambil memakai sarung dan high heels pulang sekolah nanti!"

"EEEEEEHHHHHHHH?!"

Selamat jalan, (name).

.

.

.

Jam istirahat pun tiba. Kamu dan murasakibara berjalan bersama menuju ke kantin. Di kantin kamu bertemu dengan Sachiko yang tengah asyik memakan onigiri buatan ibunya.

"Sachiko-chin bagi onigirinya dong."

"nggak boleh! Kamu kan sudah punya banyak snack!"

"tapi aku kan juga mau onigiri buatan ibu Sachiko-chin!"

"pokoknya enggak boleh!"

Kamu tidak sengaja tertawa kecil melihat kedua temanmu yang saling berdebat tentang onigiri itu. Sachiko dan murasakibara terkejut melihatmu tertawa.

"(name)-san apa kau sedang sakit?"

"tentu saja tidak! Kau mau menghinaku ya!"

"ah, maaf."

Kemudian mereka melanjutkan debat mereka berdua dan kamu hanya diam dan membuka-buka ponselmu. Kamu trkejut ketika melihat sebuah e-mail dari orang yang tidak diketahui namanya. Pesan itu berisi:

"(name), masuklah ke dalam pintu misterius di lorong yang kamu lihat kemarin. Aku menunggumu di sana dengan sebuah kejutan."

Kamu langsung menyembunyikan ponselmu dan berharap tidak ada orang yang ikut melihat pesan itu diam-diam. Kamu kebingungan, apakah itu surat cinta? Ataukah itu adalah surat tantangan? Oh ya ampun ini membuatmu sangat kebingungan dan juga sedikit takut.

"(name)-chin, ayo kita kembali ke kelas, sebentar lagi jam istirahat akan berakhir loh." Murasakibara menggandeng tanganmu dan kamu ikut dengannya ke kelas. Sachiko? Oh dia sedang ngambek karena tiga onigirinya tercinta diambil oleh murasakibara secara paksa.

.

.

.

Dan inilah saatnya kamu berlari mengelilingi lapangan SMA Teikou tiga kali putaran. Namun, kamu melihat ternyata bukan hanya kamu yang dihukum oleh guru galak itu.

"ah, kamu (name)-cchi kan? Kau juga di hukum ya?"

"terserah apa katamu."

"bukankah sebenarnya perempuan itu tidak boleh terlalu berat hukumannya? Ta.. tapi bukan berarti aku peduli nanodayo!"

"siapa kau, mata empat."

"aku midorima shintarou, apa masalahmu hah?!"

Kamu malah berdebat dengan midorima saat berlari dan guru olah raga itu memergoki kalian dan mengejar kalian sambil membawa sapu.

"ayo cepat lari! Kalau kalian terlalu lambat kalian akan kupukul dengan sapu perkasa ini!"

Model guru olah raga itu sudah tidak ada bedanya lagi dengan raksasa kelaparan yang mengejar seekor bebek untuk dijadikan sarapannya.

Dan yang lebih hebat lagi, kalian jadi bebeknya. Kamu berlari paling lambat di antara mereka semua. Kemudian kamu terjatuh, nafasmu sudah tidak karuan lagi dan Kagami-sensei sudah siap dengan sapunya.

"Taiga-sensei."

GLEK

Guru olah raga itu tidak jadi memukulmu. Kamu menoleh ke kanan, ah ada si ketua OSIS Akashi Seijuurou.

"Akashi-cchi?!"

"Akashi?"

"Akashi? Bagaimana rapat OSISmu?"

"aku sudah menyelesaikannya. Dan Taiga-sensei, bukankah menyiksa murid itu dilarang di sekolah ini?"

"ini kan hanya hukuman karena…."

DEATHGLARE!

"ah, baiklah maafkan aku."

Kagami-sensei berjalan menjauhi kalian semua. Kamu masih terbarin di tanah dengan nafas yang masih belum beraturan.

"Akashi-cchi kau penyelamatku –ssu!"

"terima kasih, Akashi. Tapi bukan berarti aku peduli padamu nanodayo!"

Akashi hanya mengangguk dan kedua bocah itu pergi dengan gembira. Kamu memalingkan wajahmu dari hadapan Akashi. Namun, Akashi menjongkok dan memegang dagumu, mendekatkan wajahnya ke wajahmu.

"kau ingin hal yang kemarin kulakukan lagi?" ia bertanya dengan pelan.

Kamu hanya diam karena kamu ketakutan dengannya. Kamu menutup matamu dan pasrah akan apapun yang akan terjadi. Kemudian seperti yang terjadi kemarin, Akashi menggendongmu ke ruang UKS dengan lembut. Kamu baru menyadari kalau tubuh Akashi benar-benar hangat dan nyaman. Kamu ingin terus bersamanya. Kamu merasakan perasaan yang belum pernah kamu dapat sebelumnya. Mungkinkah ini perasaan suka pada Akashi.

Akashi menidurkanmu di atas ranjang di UKS kemudian menyeduhkanmu teh. Kamu menolaknya lagi, Akashi tersenyum padamu lagi. Kamu lagi-lagi blushing, namun lebih parah daripada kemarin.

"sepertinya kau terkena demam, (name). kamu harus beristirahat." Ia menepuk kepalamu dengan pelan. Kamu sadar, Akashi adalah orang yang baik hati. Kamu merasa sangat mengantuk dan memejamkan matamu.

"(name)… kau kelihatan manis saat tertidur." Kemudian Akashi mencium keningmu dan mengelus rambutmu dengan pelan. Lalu Akashi pergi keluar dari UKS.

.

.

.

Saat kamu bangun, hari sudah sore dan yang ada di sana hanyalah perawat yang sedang menulis data beberapa siswa.

"ah, kamu sudah bangun ternyata~" si perawat itu tersenyum.

"bagaimana rasanya dirawat oleh si ketua OSIS?"

Kamu langsung blushing.

"dia yang mulai." Jawabmu dengan lirih.

"ahaha, jangan dianggap serius, aku hanya bercanda kok! Oh ya ini, minumlah obat ini. Kamu demam, cepat pulang dan tidur yaa~~" kamu meminum satu kapsul yang diberikan oleh si perawat.

Kemudian kamu meninggalkan ruangan itu sambil membawa obat yang diberi oleh perawat itu. Kamu berjalan dengan sedikit pincang. Tubuhmu rasanya sangat lemas. Kamu berjalan keluar sekolah dan ketika kamu sampai di luar, kamu sudah tidak kuat lagi dan akhirnya terjatuh.

"ah, hati-hati, nanodayo!"

"mi.. midorima?" kamu pingsan di sana. Midorima membawamu ke sebuah kantor polisi dan menanyakan keberadaan rumahmu dan membawamu sampai ke rumahmu.

Ketika kamu bangun, midorima sedang duduk di sebelahmu sambil membaca buku.

"(name), kau tidak apa-apa?"

"midorima? Bagaimana kamu bisa ada di sini?"

"kau pingsan di jalan, nanodayo! Apa yang kau lakukan tadi?!"

"aku minum obat…"

"obat apa yang kau minum, (name)?"

"entahlah, obat ini. Aku mendapatkannya dari …" kamu mengeluarkan obat yang diberi oleh perawat itu.

"APA?! Kenapa kamu diberi benda semacam ini?!" midorima mengguncang-guncangkan badanmu.

"ah, memangnya kenapa?"

"ini kan obat… hewan…."

"APAAAA?!"

.

.

.

Keesokan harinya kamu sedang duduk santai di bangku kelasmu, tapi tiba-tiba…

"(name), keadaanmu sudah membaik?"

"lupakan aku dan segeralah pergi dari sini."

"kenapa? Kau tidak ingin aku mempedulikanmu?"

"itu karena gayamu duduk di mejaku dan semua murid di kelas menatap kita dengan tatapan aneh!"

"apa itu menjadi masalah untukmu?"

"tentu saja! Pergilah!"

Kemudian Akashi menarik tanganmu dan membawamu keluar dari kelas. Kamu mengaduh kesakitan.

"aku tahu ada yang memberimu obat hewan, iya kan?"

"eh? Itu kan hanya…"

"jawab!"

Kamu terkejut, Akashi yang baru kamu lihat ini tiba-tiba langsung berbeda dari Akashi yang biasanya.

"siapa perawat yang memberimu obat itu, katakanlah."

"i.. itu…"

"dia berambut merah jambu?"

"i.. iya.."

"senang tertawa?"

"kurasa begitu.."

"baiklah, aku sudah tahu pelakunya. Aku akan melindungimu."

Kemudian Akashi pergi meninggalkanmu terdiam di depan kelasmu.

'Aku akan melindungimu.' Sebuah kata singkat namun dapat membuat siapa saja luluh. Meskipun Akashi mengatakannya dengan dingin, kamu merasa kata-kata itu benar-benar membuatmu dag dig dug serr.

.

.

.

"satsuki, kau yang member (name) obat aneh itu kan?"

"aka-chan?~ mana mungkin aku melakukannya? Aku kan seorang pe…"

"satsuki."

"ma… maafkan aku, aka-chan. Aku selalu menyukaimu selama ini dan aku tidak ingin ada orang lain yang.."

"aku menyukai orang lain, satsuki. Berhentilah, aku tidak akan bersamamu."

.

.

.

"(name), kau melamun lagi?"

"eh?! Kagami-sensei?! Aku akan lari lagi?!"

"tidak, aku hanya ingin menyadarkanmu dari mimpi indahmu dengan Akashi."

"eh?" kamu blushing.

"ternyata benar. Apapun yang kamu lakukan jangan pergi ke ruangan misterius di sekolah ini."

"Eh?!" kamu ingin bertanya kenapa, tapi kagami sudah pergi.

"ah, (name)-chin ayo kita ke kantin, ini sudah jam istirahat loh~"

.

.

.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, kamu dan Sachiko berjalan mengelilingi sekolah. Kamu kemudian teringat dengan ruangan yang dimaksud oleh kagami dan e-mail itu. Kamu pamit dengan Sachiko, lalu kamu berlari menuju ruangan itu. Kamu terengah-engah. Kamu memegang handle pintu itu, namun kamu ragu apa kamu akan membukanya atau kamu menjauh dari pintu itu.

Setelah menimbang-nimbang, kamu akan masuk ke dalamnya tapi kamu datang sambil membawa sapu untuk berjaga-jaga.

KRIEETT..

CTASSS

CTASSSS!

PLOK PLOK PLOK

Kamu keheranan kenapa tiba-tiba ada confetti yang dibunyikan dan mengapa semua yang ada di ruangan ini bertepuk tangan. Semuanya ada di sini, mulai dari para anggota OSIS, sampai kise, midorima, murasakibara, kagami dan Sachiko pun juga ada di sini.

"ehehe, sebenarnya aku juga tidak tahu apa ini, tapi selamat ya, (name)-san!"

"eh?! Apa-apaan ini?!"

"(name)."

"ap.."

Akashi memegang tanganmu dengan erat. Kamu sangat kaget.

"apa maksud semua ini?!"

Kemudian Akashi berlutut dan tersenyum ke arahmu.

"selama ini aku berusaha mencari seseorang yang tepat, kemudian aku bertemu denganmu. (name), jadilah kekasihku."

Kamu langsung blushing dengan tidak karuan dan berlari sambil berteriak di jalan seperti orang kerasukan soim*h.

Kamu bersembunyi di atap dan mencubit pipimu beberapa kali. Kamu pikir itu hanya mimpi, namun ini kenyataan dan kamu tidak tahu apa yang harus kamu lakukan kalau bertemu dengan Akashi lagi.

"(name), kau milikku. Jangan pergi."

Akashi memelukmu dari belakang, awalnya kamu ingin melepaskan pelukan Akashi, namun kamu malah jadi terbawa suasana.

"aku.. selama ini aku juga suka pada Akashi."

"mulai sekarang, panggil aku seijuurou, (name)…"

Kemudian Akashi mencium bibirmu dengan manis dan lembut.

.

Tadaaaaaa~~ gimana? Agak bingungin ya?

Lanjutannya mau siapa? Review dong~

Oh ya yang bagian [1], itu kejadian nyata loh~ guru geografi author-san selalu ngomong gitu kalo ada yang rame xD

kayanya author-san bakal hiatus abis gini, maap ga bisa apdet cepet /bow

Thanks for reading!~