Giliran si bocah nanodayo deh~ btw makasih reviewnya~

Disclaimer: Kuroko no Basket punya si Fujoshi-sensei (Fujimaki Tadatoshi) /digampar. Fanfic nista ini punya author-sannn

-Midorima ver. tsundere reader-

KRIIIINGGGGG

Alarm berbunyi, kamu segera membuka matamu dan melihat ke arah jam wekermu. Oh rupanya sudah pukul 7. Eh?! Pukul 7?! Kamu langsung melompat dari ranjangmu dan bergegas mandi dan tidak lupa, kamu sarapan. Kamu sangat tergesa-gesa, hampir saja kamu tidak memakai sepatu sekolahmu.

"ittekimasu!"

BLAM!

Kamu menutup pintu dengan keras. Kemudian kamu masuk lagi dan bertanya:

"okaa-san, ini hari minggu ya?"

"iya, memangnya kenapa nak?"

"TERUS KENAPA OKAA-SAN TIDAK BILANG DARI TADI?! AKU MALU TAHU! SEMUANYA SAMPAI MENTERTAWAKANKU!"

"ah, okaa-san kan juga lupa."

Kemudian kamu mundung di pojokan.


Kamu mengajak anjing peliharaanmu, Ruki untuk berjalan-jalan ke taman di hari yang santai ini. Kamu bertemu dengan teman baikmu, kuroko tetsuya.

"(name)-san, halo." Ujarnya sambil membungkuk.

"tidak usah sopan-sopan, kuroko."

"maaf, ah apa (name)-san akan pergi ke taman?"

"iya, memang kenapa?"

"aku ikut."

Kemudian kalian berdua berjalan bersama ke taman, tak lupa Ruki yang melompat kegirangan di sebelahmu. Kamu sempat mampir ke sebuah toko kue mini yang ada di pinggir jalan. Kamu ingin sekali membeli kue itu, tapi kuroko bilang: "kata okaa-san kita tidak boleh jajan di pinggir jalan." Dan kamu langsung ngambek dengan kata-kata kuroko.

Sesampai di taman, kamu dan kuroko duduk santai di sebuah bangku taman yang berada di bawah pohon sakura. Suasananya sangat tenang, kamu merasa ada angin sepoi-sepoi yang bertiup.

Tiba-tiba sebuah bola basket jatuh di atas kepalamu dengan mulus.

JEDUAAKKK

"aduh!" kamu mengaduh kesakitan.

"ah, (name)-san kau tidak apa-apa? Apa perlu aku memarahi pelakunya?"

"biar aku saja, kuroko." Kamu sudah siap berdiri dan membawa bola basket itu ke lapangan terdekat. Kuroko mengikutimu dari belakang.

"ano, kembalikan bola itu nanodayo!"

Seseorang dengan rambut hijau dan kacamata menghampirimu dan meminta bolamu.

"oh, jadi kamu yang melempar bola ini ke arah kepalaku ya?! Dasar baka!"

"bukan aku! Yang melempar bola itu dia nanodayo!"

"jangan bohong!"

"aku tidak bohong nanodayo!"

"berhenti mengatakan nanodayo yang bodoh itu!"

"tolong hentikan pertengkaran kalian, lebih baik kita bicarakan hal ini baik-baik." Sahut kuroko.

Kalian pun duduk bersama di lapangan basket itu dengan satu orang lain yang sepertinya adalah teman dari orang yang berambut hijau tadi.

"namaku midorima shintarou, aku baru saja pindah dari Hokkaido, aku di sini bersama dengan orang aneh ini. Dan yang melempar bola ke arahmu itu dia nanodayo."

"eh!? Shin-chan jangan memfitnah sembarangan dong!"

"aku kuroko tetsuya, salam kenal."

"aku takao kazunari, shin-chan sangat sering membullyku!"

"aku (name), dan aku akan membunuh siapapun yang telah melemparkan bola itu ke kepalaku." Semuanya langsung ngeri melihatmu, kecuali kuroko yang bermuka datar.

"a.. ano, yang tadi itu aku, maafkan aku. Aku kan tidak sengaja. Ehehe.." ujar takao dengan kalem.

"ah, begitu kah? Baiklah, karena kamu mengaku akan ku maafkan, bukan berarti aku benar-benar memaafkanmu!"

"ah syukurlah! Kupikir aku akan dibunuh oleh gadis manis sepertimu! Hahaha!"

Kamu merasa tersinggung dengan ucapan bocah bernama takao itu. Kemudian kamu memukulnya dengan sebuah bangku yang kamu dapat di ujung lapangan.

"w.. wa.. wanita perkasa." Ujar si midorima dengan pelan. Untunglah kamu tidak mendengarnya.

"ano, bolehkah aku melihat kalian bermain basket?"

"eh?" semuanya melihat ke arah kuroko yang tengah sedang memantul-mantulkan bola basket itu ke tanah.

"baiklah! Ayo, shin-chan~~"

"huh, dasar bakao!"

Kemudian mereka berdua bermain basket. Kamu sangat terkagum-kagum ketika melihat midorima memasukkan bola ke dalam ring. Kuroko mengamati dengan teliti. Mereka berdua tampak sangat berkeringat dan kelelahan. Kamu terus memandangi midorima dengan wajah kagum. Semua bola yang dimasukkannya ke dalam ring tidak pernah luput. Sedangkan takao…

"shin-chan kenapa kau bermain dengan hebat?! Kan aku jadi kelihatan lemah! Shin-chan kamu jahat sekali!"

"diamlah, bakao." Kemudian midorima berjalan mengambil tasnya. Kemudian kamu melihat sesuatu di sebelah tasnya. Eh?! Sebuah lingerie?! Kamu menahan tawamu. Di sisi lain kamu juga keheranan kenapa orang kece yang baru saja kamu lihat itu ternyata memakai lingerie? Ada yang salah dengan otak anak ini.

"shin-chan~ eh? Lingerie itu? Apa itu lucky itemmu hari ini?" ujar takao dengan nada mengejek.

"diamlah, bakao." Kemudian midorima melihat ke arahmu dengan wajah yang memerah. Siapa yang nggak malu coba kalau di jalan bawa lingerie? Cewek aja kadang malu apalagi cowok.

"ah, shin-chan sudah mau pulang?"

"aku mau mandi, bakao." Kemudian takao mengikuti midorima dari belakang.

"(name), kuroko kami duluan yahhh~~ bubaaaiiii~~~" takao menyebarkan kiss bye-nya tercinta pada kamu dan kuroko. Kalian berdua memasang poker face. Dalam hati kuroko mungkin yang dippikirkan hanyalah 'orang yang aneh.' Namun yang ada di pikiranmu adalah…. "dasar orang jeleekkk! Lihat tuh poninya aja dibelah dua dasar begooo!" dan semua kata-kata mutiara muncul di kepalamu. Kemudian kamu sadar, sepertinya ada yang hilang.

"kuroko, apa kamu merasa ada yang hilang?"

"sepertinya begitu. Tapi aku lupa apa yang hilang."

Kemudian setelah beberapa menit berlalu, kamu dan kuroko berteriak histeris.

"Ruki!"

Kamu dan kuroko bergegas lari ke arah bangku taman yang kamu duduki tadi namun kamu tidak melihat Ruki di sana. Hari sudah sore dan ibumu mengirimimu pesan agar cepat pulang. Kamu sangat kebingungan dan hampir saja menangis.

"kuroko, tolong mampirlah ke rumahku dan bilang kalau aku sedang mencari Ruki."

"ba.. baiklah, (name)-san. Tolong jangan paksakan dirimu." Kemudian kuroko berlari ke arah rumahmu. Kamu mencari Ruki kemana-mana, namun kamu tidak menemukannya dimanapun. Hari sudah gelap. Kamu melihat jam tanganmu, sudah pukul 7 malam. Kamu sudah mencari Ruki selama 3 jam dan tidak mendapat hasil apapun. Kamu duduk di bangku taman yang tadi kamu duduki. Kamu menangis di sana.

"(name)?"

Seseorang memanggilmu dari belakang. Kamu menoleh ke belakang dengan air mata yang berlinang.

"midorima?" kamu segera memalingkan wajahmu dari midorima. Kamu sangat malu, midorima adalah cowok pertama yang melihatmu menangis sampai seperti itu. Midorima mendekatimu dan memegang pipimu. Kamu memalingkan wajahmu dari midorima. Kamu tidak ingin dilihat saat kamu menangis.

Midorima mengelap air matamu dengan pelan. Kamu terkejut dan melihat kea rah midorima dengan tatapan terkejut.

"jangan melihatku dengan tatapan itu, nanodayo. Dan ini bukan berarti aku peduli padamu nanodayo!" wajah midorima memerah.

"lalu kenapa kamu melakukannya, baka!" kamu membentaknya. Midorima terlihat gugup.

"itu.. karena aku.. tidak suka melihat perempuan yang menangis."

Hening.


Setelah kamu menceritakan apa yang terjadi padamu, midorima memutuskan untuk membantu mencarikan Ruki dengan tidak tulus (namun sebenarnya memang tulus). Kamu dan midorima mencari kemana-mana, mulai dari taman, jalan raya, dan juga tempat-tempat terbuka lainnya. Hari semakin gelap dan kalian masih belum menemukan Ruki. Angin malam yang dingin menusuki tubuhmu, kamu menggigil kedinginan, tubuhmu serasa beku.

"ini.. pakailah. Tapi bukan berarti aku peduli padamu nanodayo!" midorima memberikan jaket putihnya padamu. Kamu yang sebenarnya sudah sangat kedinginan mendorong tangan midorima dengan pelan dan berkata: "tidak usah"

Midorima yang tangannya didorong olehmu langsung memakaikan jaket putih itu padamu. Kamu langsung blushing dan menunduk karena malu. Midorima mengamatimu dengan wajah yang sedikit blushing. Kemudian..

"hiks.. hiks.."

"eh? (name) kau kenapa nanodayo?!"

Midorima langsung panic, karena semua orang yang ada di situ memandangi kalian dengan pikiran-pikiran negative.

"hei kau! Kau yang membuat anak itu menangis kan!" ujar salah seorang dari segerombolan orang yang memandangi kalian berdua.

"aku tidak membuatnya menangis, nanodayo!"

"jangan bohong! Lihatlah dia sampai seperti itu pasti karena kamu kan!" ujar yang lainnya.

"midorima…"

Semua orang yang di sana malah rusuh memarahi midorima karena mereka menganggap midorima lah yang membuatmu menangis.

"diam kalian semua! Ini bukan salah midorima!" kamu menyentak mereka. Kemudian kamu berlari ke arah taman

"(name)!" midorima mengikutimu dari belakang.

Kamu berhenti di dekat air mancur dan kamu mengatur nafasmu. Air matamu terus mengalir. Kamu bingung, antara kamu menangis karena kamu masih belum menemukan Ruki atau kamu menangis karena kamu terharu dengan perlakuan midorima kepadamu.

Jaket putih midorima yang agak kebesaran di tubuhmu itu benar-benar terasa hangat. Kamu merasa seperti midorima memelukmu dari belakang ketika memakainya.

"(name), kau ini apa-apaan?!"

"aku masih belum menemukan Ruki."

Hening..

Kemudian midorima menepuk pelan kepalamu dan berkata:

"aku akan membantumu sampai ketemu."

Midorima berjalan pergi menjauhimu. Kamu masih berdiri di sana dan kamu masih menangis.

"(name)-san, ibumu memintamu untuk pulang sekarang."

"eh, kuroko?"

Kuroko yang dari tadi ada di belakangmu memanggilmu dengan kalem. Kamu sangat kaget karena dia tiba-tiba mengagetkanmu.

"tadi kau dan midorima-kun.."

"kami tidak melakukan apa-apa kok!"

"hmm?"

"sudahlah! Ayo pulang! Aku lapar!"

Kemudian kalian berdua pun berjalan pulang.


HOAAMMM

Kamu menguap. Kamu sangat mengantuk karena semalaman kamu tidak bisa tidur karena memikirkan Ruki. Sekarang kamu sedang berjalan ke sekolahmu dengan kuroko.

"kemarin kan aku sudah bilang, (name)-san jangan memaksakan diri." Kuroko menghela nafas.

"tapi kan.. ruki…"

"sudahlah, lebih baik kita percepat langkah kita, sebentar lagi kita akan terlambat."

tak sengaja kamu berpapasan dengan takao yang sedang membawa seekor anjing.

"Ruki?!"

"eh? ini anjingmu? kemarin aku melihatnya di pinggir jalan sendirian dan..."

belum selesai takao berbicara kamu langsung memukulnya.

"dasar penculik anjing!" kemudian kamu meninggalkan takao mundung di sana.

"aku kan tidak berniat jahat hiks..."


Kamu dan kuroko memasuki ruang kelasmu. Kalian berdua melihat banyak anak-anak yang tampak seperti membicarakan sesuatu yang sangat seru. Kemudian kuroko bertanya

"ano.. sumimasen, kenapa semuanya ribut-ribut begini?"

"kuroko-cchi tidak tahu? Katanya ada anak baru yang akan datang kemari loh –ssu!"

"katanya anaknya ganteng! Kyaa~ tapi tidak seganteng Tetsu-kun dong!" ujar momoi.

"kalian semua…."

"hei duduk, pak guru botak sudah datang!"

Semuanya langsung duduk dengan rapi dan manis. Dan kenapa mayoritas guru-guru di sini itu botak? Ah lupakan saja itu tidak penting.

"maaf saja mungkin ini terlalu mendadak dan beberapa kalian mungkin sudah tahu kalau kita memiliki murid baru. Silahkan masuk, kalian berdua."

"hai semuanya! Akulah takao kazunari si pembela kebenaran dan keadilan!~ chu!~" takao masuk dengan gaya ultraman yang udah kuno banget.

Suasana kelas langsung hening. Semuanya, mengheningkan cipta… mulai.

"ternyata murid barunya biasa-biasa saja –ssu." Ujar kise dengan kecewa.

"seharusnya kamu bangga karena sudah menemukan kembaran cerewetmu yang baru, ki-chan"

"hidoi –ssu!"

"ano.. aku midorima shintarou, mohon bantuannya."

Kamu yang dari tadi melamun akhirnya menyadari sesuatu telah datang. Kamu melihat ke depan kelas. Kamu sangat terkejut dan hampir melemparkan kamus keluar jendela. Yang kamu lihat adalah midorima yang membawa sebuah penggaruk punggung yang berukuran raksasa di tangannya. Yang pasti, yang pertama kali kamu lihat bukan midorima, namun benda aneh nan gila itu.

"hari ini, penggaruk punggung adalah lucky itemku nanodayo."

Go home, midorima shintarou. You're drunk.


Bel istirahat berbunyi. Kamu yang sedaritadi hanya melihat ke arah luar jendela tiba-tiba dikagetkan oleh suatu ucapan.

"midorima-kun, ayo kita sama-sama masuk tim basket."

"eh? Kuroko? Kamu bisa main basket?"

"kalau diajari nanti kan juga bisa."

Kemudian mereka berdua mengobrol sendiri, kamu hanya memperhatikan mereka dari kejauhan, tampak seperti ibu dan anak yang berdebat mengenai harga pasar loak.

"baiklah, kita akan mendaftar hari ini."

"terima kasih sudah mau membantuku, midorima-kun."

Lalu mereka berpisah, kuroko berjalan ke arahmu.

"(name)-san, apa kau lupa dengan jaket midorima-kun kemarin?"

"eh? Ah? i.. itu ada di dalam tasku."

"dia memintanya kembali."

"b.. baiklah."

Sebenarnya, kamu sangat malu untuk mengembalikannya pada midorima. Kamu takut kalau dia nanti malah marah-marah karena jaketnya terbawa pulang olehmu kemarin dan sebagainya. Kamu juga takut kalau-kalau kemarin ketiakmu basah sehingga midorima akan mencium bau 'sedap' dari jaketnya. Kamu member jaket itu sedikit dari parfummu.

"oi, (name)."

GLEK

"bisa kembalikan jaketku? Aku membutuhkannya nanodayo."

"ah, i-itu… ini."

Kamu menyerahkan jaket itu pada midorima. Midorima mengambilnya dan membawanya pergi. Kamu hanya diam sambil menunduk ke bawah.

"(name)-san, sepertinya kamu suka dengan bocah aneh itu." Kata kuroko.

"entahlah, kuroko. Aku hanya merasa aneh dengan ini semua. Seperti kita ditulis oleh seseorang dan di masukkan ke dalam sebuah fan fiction."

/le author slapped/


Siang harinya, kamu menemani kuroko dan midorima ke ruang klub basket, dan jangan lupakan takao yang mengikuti mereka dari belakang.

"ah, letak gymnya jauh sekali! Shin-chan aku haus, temani aku beli minum doonggg~"

"tidak mau, nanodayo."

"shin-chan jahaattt!"

"aku rasa aku juga agak haus, kuroko, midorima, aku akan ke kantin dulu."

"yay (name) baik~~"

Kemudian kamu dan takao mampir ke kantin sebentar.

"ah, kakak cantik! pesan teh dong~"

"riko, aku pesan minumanku yang seperti biasa."

"baiklah, sebentar ya"

Setelah minuman kalian tiba, kamu dan takao langsung mencari tempat duduk untuk menikmati minuman kalian.

"hey, (name), kau tahu tidak? Sepertinya Shin-chan suka padamu loh~"

Kamu langsung menyemburkan minumanmu ke arah wajah takao.

"tentu saja itu tidak mungkin, BAKA!" kamu membentak takao dengan keras. Seluruh penghuni kantin pun menoleh ke arahmu.

Kamu sangat malu dan berlari keluar meninggalkan takao di sana dengan dramatis. Takao mengejarmu dari belakang. Sungguh bagai sinetron india.

"aduh!" kamu menabrak tubuh seseorang."

Ah, rupanya yang kamu tabrak adalah kuroko yang sekarang berdiri bersama midorima di depan ruangan gym.

"eh? Kalian belum masuk?"

"aku cukup gugup, (name)-san. Apa mereka akan menerimaku?"

"entahlah, hanya Tuhan yang tahu."

Kemudian kuroko mendorong pintu gym. Ruangan gym sangat sepi, hanya ada si manajer dan kapten tim basket saja. Kuroko dan midorima maju mendekati kedua orang itu yang sepertinya dari tadi hanya diam saja.

"ano, aku dan kawanku ini mau bergabung ke dalam tim basket kalian, apa boleh?"

Si manajer sih biasa aja, tapi si kapten tim basket memandangi mereka dengan dingin.

"kalian boleh ikut, asal selama latihan basket kalian harus menuruti perintahku, mengerti?"

"baik."

"sekali lagi aku peringatkan. Mengikuti latihan basketku dapat menyebabkan stress,kecapekan, ambeien, sakit perut, anemia, keputihan, demam berdarah dan penyiksaan tanpa henti. Apa kalian akan melanjutkan atau batal?"

Kamu dan mereka langsung sweat drop dengan omongan kapten tim basket itu. Mana mungkin kalo main basket bisa kena penyakit kayak gitu, apalagi ambeien sama keputihan.

"kami akan tetap melanjutkan."

"welcome to hell." Ujar si kapten tim basket. Kamu dan yang lain langsung mundung. Dan kalau kalian bertanya dimana si bakao jelek berponi belah itu, dia sedang meratapi nasib di WC.


Sejak hari itu, kuroko dan midorima selalu bersama kemana-mana. Mereka sudah seperti suami istri yang sangat mesra dan… /dibanting. Kamu selalu sendirian di kelas. Kamu jadi sangat pendiam. Takao pun juga selalu pergi bersama klub sepak bolanya. Kamu hanya sedih dan kecewa karena kuroko tidak pernah mengajakmu ngobrol seperti dulu.

Suatu siang kamu sebenarnya ada kegiatan piket, tapi karena teman-temanmu semuanya bolos piket jadi mau tidak mau kamu harus melakukan piket sendirian. Kamu malah duduk-duduk di pinggir sambil melihat kea rah langit biru. Kamu malah teringat tentang kuroko. Kamu tertidur dan kamu tidak menyadari kedatangan midorima.

"(name)…"

Midorima menelan ludahnya. Kamu terlihat sangat manis ketika tidur. Midorima sangat ingin mengelusmu, namun ia menjaga imagenya supaya tidak rusak. Midorima tersenyum ke arahmu. Lalu kamu terbangun dan dengan bodohnya midorima langsung melemparmu dengan kamus. Kamu sempat melihat midorima tersenyum ke arahmu. Kamu blushing cukup parah.

"apa maksudmu melemparku dengan kamus itu, baka!"

"ap.. apa maksudmu hah?!"

"kenapa kamu tersenyum seperti itu hah?!"

CTAK.

"i.. itu.. (name) aku rasa aku harus mengatakan ini padamu, tolong jangan… (name).." midorima memegang pipimu dengan pelan. Tangan midorima sangat lembut meskipun ada beberapa perban aneh di sana.

"hei, kalian berdua sedang apa? Shin-chaann~~~"

"apa maumu takao?!" midorima terkejut dan langsung menjauh darimu. Kamu shock.

"eh?! Kalian jadian yah?!"

"bodoh! Mana mungkin itu terjadi!"

Midorima memukul takao, wajah midorima memerah. Kamu sangat malu. Seumur hidupmu, masih belum pernah ada yang memegang pipimu seperti itu kecuali kedua orang tuamu dan dokter gigi.


Beberapa hari berlalu, kuroko terus saja menjauhimu. Kuroko selalu sibuk dengan latihan basket dan sejenisnya. Kamu merasa sangat kesepian. Kamu ingin kuroko kembali seperti dahulu namun kamu juga tidak ingin menghancurkan mimpinya.

Suatu siang, kamu bertemu dengan kuroko yang sedang berjalan di koridor. Kuroko sedang memakai t-shirt. Sepertinya kuroko meninggalkan sesuatu di kelas. Ketika berpapasan, kuroko tidak menoleh ataupun menyapamu. Kamu sedikit kesal, namun kamu memberanikan diri untuk menyapanya.

"kuroko…"

"ah, (name)-san? Maaf aku sedang terburu-buru." Kuroko melanjutkan berjalan ke arah kelas. Kamu semakin kesal dan juga sedih. Sudah sangat lama kuroko tidak menghiraukanmu.

Karena kamu sudah muak, kamu dengan keras berkata:

"kuroko, kau sudah melupakan teman sendiri untuk sebuah karir ya?"

Mata kuroko terbelalak.

"(name)-san, aku tidak bermaksud…"

"pergilah, nikmatilah hidup barumu!" kamu membalikkan badan, kamu menangis. Semua orang yang ada di sana sampai memperhatikan kalian.

Kamu lari, mencoba untuk tidak memperlihatkan wajahmu yang sedang menangis pada orang-orang. Kamu duduk di bangku taman di dekat gym. Kamu menutupi wajahmu dengan tanganmu.

DUAK!

Ada bola basket yang jatuh di kepalamu. Kamu berdiri, menoleh ke belakang sambil menangis.

"midorima, apa maksudmu melemparku dengan bola ini…?" tanyamu dengan suara yang sedikit bindeng.

"bukankah aku sudah bilang aku tidak suka dengan perempuan yang menangis?"

Midorima mendekatimu.

"atau, lebih tepatnya… aku tidak ingin melihatmu sedih ataupun menangis."

"eh?!"

"(name), sudah lama aku ingin mengatakan ini padamu. Tapi aku.. masih belum siap, dan kurasa aku akan mengatakannya padamu sekarang. "

Jantungmu berdebar sangat kencang. Midorima menatapmu dengan serius.

"(name), aku.. sangat mencintaimu."

Kamu sangat kaget dan melompat ke belakang.

"ap.. apa?!"

"selama ini.. sejak pertama kali aku melihatmu, wajahmu manis sekali. Aku tidak berani bilang karena aku… takut. Dan aku.. ah?! Mmmphh!"

Midorima menciummu, tangannya merangkul tubuhmu dengan erat. Kalian berdua sampai terjatuh di tanah.

"sangat romantis."

"KUROKOOOOO!" kamu dan midorima langsung mengejar kuroko yang baru saja mengabadikan peristiwa barusan dalam sebuah video.

"ah, (name)-san.. sebelumnya aku ingin minta maaf. Aku terlalu mementingkan basket, mulai sekarang aku akan terus menemanimu dan memberi midorima-kun beberapa saran untuk menjadi orang yang romantis. (name)-san, midorima-kun, semoga kalian selalu berbahagia."

Kemudian kuroko pergi meninggalkan kalian berdua. Baik kamu maupun midorima sama-sama blushing. Tapi midorima malah memegang tanganmu.

"(name), jadilah kekasihku."


MWAHAHAHAHAHH, akhirnya setelah dua hari penyiksaan try out, author-san bisa selesaiin nih fanfic!

To Kagamine Micha: I know what you mean, nak.

to use-chan: maap kalau kata-kata saia susah di cerna ; A ;

Oke! Sayonara~~