Are You My Romeo

Disclaimer : Naruto is Masashi Kishimoto's

Maaf sudah lama tak update.. Saat hiatus mendadak kemarin (lebih tepatnya beberapa bulan) dan akan mulai update untuk menulis lagi.. tiba - tiba aku tidak bisa membuka . Sial sekali bukan? Untung semenjak pake Wifi, jadi bisa.. Kalau nggak cerita ini akan dilanjutkan oleh orang tak dikenal kali ya? Sudah lanjut saja. Maaf agak abal ya :p


Tahun - tahun demi tahun telah berlalu..

Langit mendung membuatku segera berlari menuju bus. Takut tertinggal dan harus menunggu di halte adalah alasan utamanya. Alasan lainnya, aku tidak ingin bertemu dengan si Sasuke menyebalkan itu.

Ya.. Setelah hari aku diselamatkan oleh Uchiha Mikoto, aku diadopsi oleh keluarga mereka sebagai teman Sasuke. Tetapi aku bukan termasuk keluarga Uchiha, aku hanya semacam ya.. anak titipan. Jadi namaku tetap Haruno Sakura. Lagipula, mana mau aku dijadikan saudara angkat Sasuke.

Sekarang aku telah menginjak SMA. Aku memiliki banyak teman dan dua orang sahabat yang satu agak berisik dan menyebalkan tetapi sangat baik. Ia adalah seorang gadis berambut pirang dan sangat cantik,nNamanya Yamanaka Ino dan seorang gadis pemalu yang sangat baik hati dan lembu, rambut hitamnya yang panjang membuatnya tambah manis walaupun dia indigo, namanya Hyuga Hinata. Aku juga termasuk pintar di angkatanku. Buktinya semester lalu, aku masuk 3 besar. Cukup membanggakan bukan?

Sayangnya, aku harus satu sekolah dengan Sasuke. Dan ia.. sangat super menyebalkan! Kapan sih kami pernah belajar bersama? Kapan sih kami pernah bermain atau setidaknya melakukan aktivitas bersama dengan damai? Bahkan makan malam pun kami akan adu mulut setidaknya beberapa kalimat yang berakhir dengan sindiran Itachi, kakak kandung Sasuke yang sudah kuliah dan akan memasuki dunia kerja.

Oh ya ngomong - ngomong tentang Sasuke, ia itu sangat pintar! Aku selalu kalah dalam semua pelajaran. Apalagi olahraga! Walaupun aku masih bisa, tapi Sasuke sangat ahli! Apalagi berenang.. Seandainya ibu Sasuke tidak pernah mengajariku berenang saat masih kecil, mungkin aku akan takut berenang. Selain itu, Sasuke juga sangat playboy! Ia sudah pernah mengencani lebih dari sepuluh wanita yang sangat berbeda! Entah apa yang ia lakukan, tapi wanita - wanita itu sangat bahagia setelah berkencan dengannya. Hii.. Memikirkannya saja sudah membuatku merinding.

"Oi melamun saja. Apa yang kau pikirkan Sakura?" Ino menyenggolku dan membuatku terbangun dari lamunanku. Aku hanya menggeleng dan menatap keluar jendela.
"Dasar sahabatku ini.. Bisa - bisanya ia melamun. Jangan - jangan kamu galau ya Sakura? Kamu kan belum pernah berpacaran? Jangan - jangan kamu suka dengan Sasuke dan ingin berpacaran dengannya?" Aku langsung mencubit Ino yang meringis.
"Bagaimana mungkin?! Kau tahu kan betapa aku membenci Bocah Berambut Pantat Ayam yang Super Menyebalkan itu!" Ino hanya mengelus lengannya yang telah dicubit sambil menertawaiku. Habis mana mungkin aku ingin berpacaran dengan laki - laki playboy mesum itu. Lihat saja kamarnya. Mungkin tampak rapih. Tapi jangan salah, di HPnya banyak sekali foto wanita yang err.. berpakaian minim seolah tak punya baju lain.
"Sudahlah Ino jangan tertawai aku. Oh lihat.. Halte aku turun sudah ada di depan. Aku duluan deh Ino. Dan jangan sekali - kali kamu mengatai aku lagi. Aku bunuh kau!" Aku pergi melambai dan segera bersiap keluar pintu.

Setelah keluar dari halte, aku segera berjalan menuju rumah besar Uchiha yang sangat elite! Tentu saja, mereka itu adalah keluarga yang kaya raya. Setelah sampai, aku segera berjalan menuju kamarku yang berada di sebelah kamar Sasuke dan menemui bahwa Sasuke sedang berduaan dengan perempuan yang... Tidakkk! Aku langsung berlari dan mengunci kamarku sambil berusaha menelpon Itachi.

Tuut.. Tuut.. Nomor yang anda tuju tidak aktif..

"Siall.. Aku tidak mungkin menghubungi Ibu (Panggilanku terhadap Ibu Sasuke) dan Paman (Panggilanku terhadap Ayah Sasuke) Mereka pasti akan shock ditempat. Aku harus bagaimana?" Batinku berteriak kencang sekali hingga aku harus menahan teriakanku dengan menggigit bantal.
"Sakura.. kau di dalam?" Suara dalam itu.. Aku langsung membuka pintu itu sambil membawa bantal jika dia akan melakukan hal - hal aneh. Ia memang suka menjahiliku hingga aku terpaksa mengeluakan cubitan atau pukulanku yang sangat terkenal.
"Hmm.. Apa? Kenapa kau tidak melanjutkan kegiatanmu dengan pacarmu itu?" Ia hanya menatapku tanpa ekspresi dan masuk ke dalam kamarku. Tuh kan.. Apa kubilang..
"Hei.. Dilarang masuk ke kamar perempuan tanpa izin."
"Hei.. Dilarang mengintip kamar laki - laki tanpa izin." Bisikan yang menggunakan nada menggoda itu menggelitik telingaku. Hal itu tentu membuatku blushing.
"Itu salahmu karena kau tidak menutupnya. Lagipula untuk apa kau membawa perempuanmu?! Kan seharusnya kau menyewa kamar di hotel atau apa! Kau kan kaya!"
"Memang salah kalau aku menggunakan kamarku. Kan itu hakku. Lagipula untuk apa kau mengintip? Kau ingin melihatku tertidur dengan wajah tampanku?"
"Idih.. laki - laki ini narsis sekali! Bisa - bisanya aku punya teman serumah seperti dia!"
"Hei.. Aku bukanlah orang yang berganti - ganti pasangan sepertimu! Aku menjaga kesucianku dan setia!"
"Setia ya? Memang ada laki - laki yang mau denganmu?"

Jleb.. Kena deh. Sebenarnya, banyak yang sudah menembakku. Hanya saja aku tidak menerimanya karena aku tidak menyukai mereka. Mereka semata menyukaiku karena kecantikanku dan kepintaranku. Hanya saja aku tidak menceritakannya kepada Sasuke supaya tidak diejek.

"Sialan kau.. Sana pergi.. Aku mau mengerjakan PR."
"Tidak. Kebetulan aku mau berbicara denganmu."
"Bicara apa?!"
"Kemarin, ayah dan ibu bilang mereka akan dinas selama beberapa bulan. Itachi juga akan bekerja di luar kota. jadi hanya ada kita berdua di rumah."
"Haa? Kenapa bilangnya mendadak?"
"Karena dinasnya juga mendadak. Itachi juga baru bilang tadi lewat SMS bahwa ia akan bekerja di luar kota."
"Hiks.. Pantas saja kau berani membawa perempuan ke rumah ini. Aku jadi sendirian deh.."

"Hei. Sakura.. Nanti liburan, kita liburan bareng yuk.."
"Saat liburan musim panas maksudmu? Kau tahu kan kita ini bagaikan langit dan bumi. Jika disatukan hanya membawa kehancuran."
"Ya ampun Sakura.. Aku sudah dewasa. Dan kebetulan aku sedang ingin vakum dari perempuan - perempuan."
"Haha.. Menjauh dari perempuan? Lalu perempuan tadi.."
"Ia datang kemari dan mencoba menggodaku. Itu hanya kesalahpahaman."

Entah mengapa aku merasa lega. Tapi.. Aku merasa curiga. Mengapa Sasuke mau mengajakku liburan musim panas?

"Apa motifmu sehingga ingin mengajakku liburan musim panas?"
"Entahlah. Mungkin cuman kamu perempuan yang dapat kupercayai."
"Kau percayai?"
"Iya. Kau tinggal serumah denganku, dan sangat mengerti diriku."
"Siapa yang tidak mengerti orang mesum sepertimu."
"Saku.. Kumohon.. Liburan musim panas ini, aku ingin mengajakmu ke.."
"Kemana Sasuke?"
"Tapi ada satu syarat."
"Haa?"
"Kau harus mengiyakan apa saja yang kuminta dan kita akan liburan mewah. Ok?"

Lumayan sih persyaratan itu.. Liburan mewah tapi.. Kemana?

"Ok saja lah.. Aku yakin kau tidak akan menyesal."
"Baiklah.. Memang kita akan liburan kemana?"
"Di... Laut. Kita akan menghabiskan seminggu di kapal pribadi dan ada liburan lagi ke tempat lain. Bagaimana?"

Aku langsung bersorak gembira. Laut? Sudah lama aku tak ke laut! Yey!

Padahal hal itu hanya membawaku menuju ke takdir yang sangat tak terduga. Takdir yang membuat hidupku berubah total.

To be continued..

Nah bagaimana FFnya?

Makasih yang udah bawa. Tolong di review. Kalau style tulisannya berubah, sudah lama nggak nulis sih.. Hehe^^