Are You My Romeo

Disclaimer : Naruto is Masashi Kishimoto's

Yey! Bisa update lagi! Maaf sebelumnya agak nggak nyambung sama judul dan review. Aku baru inget ide lama tentang kelanjutan Are You My Romeo. Dan aku mungkin baru bisa update lagi minggu depan atau lebih kali ya.. Ok deh Langsung aja di baca! Maaf ratingnya berubah ya..


Yeay! Liburan musim panas telah datang! Tak kusangka secepat itu bukan? Yah, masalahnya aku tidak bisa mengontak sahabatku yang bawel dan sahabatku yang sangat... pemalu. Mereka akan liburan sendiri - sendiri dan yang akan sangat menyenangkan. Huh.. Walaupun salah satunya bawel dan salah satunya pemalu banget.. Mereka adalah sahabatku.

Yah.. Masih ada Sasuke. Cuman dia satu - satunya yang dapat kuandalkan. Cih.. Bepikirnya saja membuatku merinding

Malam Hari..

Aku memasak makanan sederhana untuk makan malam, hanya sebatas makanan ringan, yaitu sushi. Toh, aku juga tidak mau memasak makanan lezat untuk Sasuke kecuali ibu, paman dan Kakak Itachi ada disini.

"Hey Sakura, makanannya dimana? Aku sudah lapar." Aku mendengus kesal. Berani - beraninya dia menyuruh - nyuruhku.
"Hei Uchiha Sasuke, sekalipun kau lapar, kau tidak usah mengeluh. Aku sedang membuatnya dan kau sama sekali tidak membantu. Kau tahu seberapa tidak inginnya aku memasak? Apalagi memasak untukmu. Cih.."
"Kalau kau tidak mau memasak untukku, aku akan memakanmu."
Tuh kan.. sikap mesumnya keluar.."
"Ih.. Makan saja barang - barang di kamarmu dasar laki - laki mesum."
"Haha.. Habis kau menjadi dewasa, aku jadi penasaran dengan tubuhmu."
"..." Aku harus segera menahan diriku. Seandainya masakanku tidak harus segera disajikan supaya Sasuke tidak mengomel dan mengeluarkan godaannya yang membuat telingaku sakit, aku mungkin sudah memukulinya.

"Hei akhirnya makanan jadi juga." Laki - laki ini...
"Seharusnya kau berterima kasih tahu! Kau ini sangat M-E-N-Y-E-B-A-L-K-A-N!"
"Yaya.. Aku tahu itu.. Nah.. Itadakimasu!" Sasuke mengabaikanku lalu segera memakan makanannya dengan lahap.
Aku hanya duduk di depannya sambil ikut makan dengan mood yang tidak baik.
"Lumayan.. Besok - besok kau jadi koki di rumah ini saja."
"Sialan kau Sasuke! Aku bukanlah pembantumu!"
"Hahaha.. Tapi kau akan jadi calon istriku kan?"

"APAAAAAA?!" Aku menatap laki - laki di depanku yang mengatakannya dengan muka tak berdosa
"Kau tidak tahu ya apa sebenarnya motif ayah dan ibuku mau merawatmu tapi tidak diangkat menjadi anak adopsi?"
"Tentu saja tidak! Toh, mereka baik kepadaku. Kenapa aku mesti bertanya? Dan apa urusan- Tunggu jangan bilang.. Mereka mau.. MENJODOHKANKU DENGANMU?"
"Hn"

Sialan... Kenapa ini mesti terjadi.. Seharusnya kisahku itu seperti kisah di buku kesayanganku..Romeo x Juliet! Bukan cinta terpaksa dengan laki - laki mesum dan mengesalkan di depanku..

"Bagaimana kau tahu?"
"Mereka yang memberitahuku sebelum dinas. Katanya aku harus menjaga Sakura. Karena mereka ingin menjodohkanku denganmu."
"Huh.. Aku sudah selesai makan." Aku segera berlari menuju kamarku. Aku lelah menghadapi laki - laki di depanku..

Aku segera melangkah menuju kamarku dan duduk di kasurku. Aku sangat lelah menghadapi laki - laki yang hanya bisa mengacaukan hidupku.

Lagipula,

Sasuke memang sudah menyebalkan sejak dulu. Memotong perkataan orang, meledek, menyindir, sombong mesum pula. Padahal Itachi sangat sopan. Dan Paman tidak ada mesum - mesumnya. Kalaupun iya, beliau tidak menunjukkannya didepan keluarganya. Ibu ngidam apa sih hingga Sasuke seperti itu?
Ibu? Aku jadi ingin tahu siapa ibuku.. Rasanya.. Aku tak pernah mengingat hal itu lagi semenjak tinggal disini. Rasanya kejam mengingat aku tidak pernah ingin tahu siapa ibuku, apalagi kalau ibu kandungku mencari - cariku hingga ke pelosok negeri. Jadi merinding.

"Hei Sakura, kau melamun?" Aku menatap pintu kamarku dan hanya diam. Untuk apa laki - laki mesum itu kemari? Lagipula, kenapa dia bisa tahu aku melamun.
"Sakura.. Aku menemukan buku Romeo x Julietmu.." Aku langsung membuka pintu dan melihat Sasuke memegang buku itu.. Buku yang berisi sebuah kisah cinta yang sangat kurasakan.
"Kembalikan Sasuke.." Aku mencoba meraihnya tetapi ia menghalangiku.
"Apa maumu tuan mesum? Belum cukupkah kau menggodaku. Biarkan aku istirahat sebentar."
"Apa kau membenciku?"
Aku menatap Sasuke dengan wajah penasaran. Mengapa laki - laki ini berkata begitu? Hahaha.. Pasti dia menggodaku lagi..
"Aku serius Sakura.. Apakah kau membenciku?"
"Cih.. Tentu saja. Aku sangat berharap kau bisa lebih baik. Setidaknya tidak menggodaku."
"Tidak menggodamu? Berharap sekali. Tapi, jangan membenciku ya.." Kata Sasuke dengan nada yang.. membuat orang sulit tidak untuk mengabulkannya
Deg.. Kenapa hatiku berdegup kencang sekali. Sasuke...
"Kalau kau membenciku, kau bisa menyukaiku lho.." Ia lalu berlari meninggalkanku sambil menaruh bukuku di lantai." Aku berteriak memanggil namanya, mengambil bukuku dan segera mengunci kamarku. Cih.. Cowok PHP seperti dia tidak diperlukan di dunia ini.

Sakura..

Apakah aku memang..

Sebegitu mengesalkan...

Normal Pov

Gadis berambut merah muda terbangun keesokan harinya dengan tangan memeluk buku tua yang diberikan Sasuke kepadanya. Ia segera bangun dan berjalan menuju kamar mandi, dan ia harus segera memasak sebelum Sasuke mengomelinya seperti kemarin.
Eh.. Sakura langsung mengenyahkan pikirannya. Ia tidak suka memikirkan laki - laki yang selalu mengganggunya itu.

Di depan kamar mandi..

"Sakura.. Kau lama sekali.."
"Hei.. Aku baru masuk.."
"Cepat lah.. Aku akan masuk kalau kau berlama - lama."
"Sasuke.. Kono wa hentai!"
"Tentu saja. Kapan kau baru tahu?"
"Iih.. Aku sudah menguncinya. Kau tidak akan bisa masuk."
"Aku punya kunci candangan kalau kau mau tahu."
"Siall.. Pokoknya jangan masuk!"
"Aku tidak bisa berjanji."
"Sialllll!"
"Tenanglah Sakura, aku tidak akan memperkosamu. Hanya sekedar ingin 'mencicipi' sedikit."
"AAAA! PERGII!"
"Sakura.. Kau manis sekali kalau sedang marah.."

5 Menit kemudian...

"Cepatlah.. Kalau kau tidak keluar dalam 10 detik, aku buka paksa.. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, sa-"
Braakkk.. Sakura dengan muka merah membuka pintu dengan kencang. Tapi, Sakura hanya memakai tank top dan celana pendek.
"Puas kau Sasuke? Aku sedang memakai baju tahu!"
"Wah.. Besok - besok aku akan menyelinap jika kau sedang mandi."
"Tidak.. Kau sangat mesummm!"
"Haha.. Oh ya 3 hari lagi kita ada liburan menggunakan kapal pribadi."
"Haa? Cepat sekali. Aku harus siap - siap tahu!"
"Ya ya.. Apa katamu deh.. Oh ya. Jangan lupa.."
"Bawa baju pendekmu ya, kalau bisa bikini juga bagus."
"IIh.. Mesumm.." Sakura langsung berlari menuju kamarnya sambil mengutuk - ngutuk Sasuke. Sedangkan laki - laki itu hanya tersenyum melihat gadis itu.
"Kau memang sangat menganggumkan."


Hee. Cepat sekali.. Aku nggak ada ide buat chapter ini. Tapi beginilah hasilnya..

Review please.. Apalagi buat Silent Readers onegaiiii