Semua berubah. Hanya seseorang yang tidak. Itu aku. Si idiot Jaejoong.

Aku Jaejoong. Pria pendosa yang menjerat pria baik-baik dengan ikatan pernikahan dalam hukum yang sah.

...

Tirai terbuka. Menerangi ruangan. Memperjelas partikel mikro debu, bertumpuk pada kain penutup furnitur. Tak ada yang berubah, seperti pemiliknya.

Berjalan. Menuju kamar.

Kain penutup furnitur disibakkan. Jutaan partikel debu langsung mengisi udara.

Sesak. Mengingat masa lalu. Disini, sebuah keputusan pernah diambil. Sehari sebelum menjadi pelarian. Menjanjikan kebahagiaan dimasa depan. Kegirangan. Bagai para remaja idiot dimasa pubertas, diusia 34. Meninggalkan semua. Persetan dengan semua popularitas semu. Melarikan diri. Membangun pribadi baru dinegara baru. Bersama.

Nyatanya, aku hanya seorang idiot.

Yah, Si idiot Jaejoong.

...

Gemericik air terdengar. Jutaan butiran air hangat seakan menampar wajah. Menghapus sisa spon cukur. Uapnya yang mengepul, memburamkan rekfleksi diri di cermin. Wajah lelah. Penuh masalah. Jemu memandang bayangannya.

Kim Jaejoong. Pria tetaplah pria. Secantik apapun dulu. Aku tetaplah pria.

"Yoochun-ssi bagaimana komentar anda tentang para kontestan malam ini?"

"Menjadi bintang tidak hanya bermodalkan wajah cantik dan bakat. Perlu kerja keras dan tekat yang kuat untuk itu."

Mengeringkan tangan. Berjalan keseberang ruangan. Tempat televisi menyala didepan ranjang. Itu Yoochun. Seseorang yang masih bertahan didunia hiburan. Pemilik agensi SE.

"Saya harap mereka dapat sukses di dunia hiburan." Ia tersenyum. Ramah.

Duduk diranjang. Memperbesar volume suara.

"Kami juga berharap yang sama. Baik, pemirsa... bla... bla..."

Dunia hiburan. Bagai buah yang membuat adam terlempar ke bumi. Manis namun mematikan. Dapat melayang. Bahkan jatuh terngelam. Ketika itu terjadi, tak ada satupun uluran tangan. Bunuh diri yang jadi pilihan. Seperti seseorang...

di masa lalu.

Kami tahu itu. Karenanya kami berpisah. Memilih jalan dengan ego masing-masing. Aku, Junsu, Yochoon dengan , Yunho dengan DBSK. Masa lalu yang pahit. Sekarang tidaklah penting.

Mengabaikan televisi. Berjalan menghampiri jendela. Langit mulai kejinggan. Sebentar lagi malam. Hari ke-202. Aku disini, di Korea. Mengejarmu. Mencari kebahagiaanku.

...

Mengeluarkan ponsel dari saku. Beberapa dijit angka ditekan. Bunyi nut menyambut.

"Halo ini siapa?"Seseorang di sana. Suara pria. Bukan Yochoon.

"Tolong, berikan ponselnya pada Yochoon."

"Ini siapa?"

"Aku, Kim Jaejoong."

"Kim Jaejoong. KIM JAEJOONG!"Terdengar pekikan dari sana. Bunyi benda jatuh."Brengsek, kita harus bertemu!" Geram seseorang yang kutahu ialah Yochoon.

...

Read Me : Anyonghaseo. Gomapsumida. #Sok korea. Berfikir tentang review yang ditulis buat gw. Ada yang paling gw inget. Komentarnya Ryu: "Langsung cerita?" Iyah. "Ga da warning?" Iyah. "Pendahuluannya?" Summary doang. Dipikir lagi. Bener juga. Gw takut kualat sama Yunjae kalo mereka ngerti bahasa dan baca ni fanfic. Syukur-syukur, ini semua bulshit karangan gw dong. Klo kejadian beneran gmn? Dikutuk gw sama mereka. Pokoknya dipastiin ini semua cuman fiksi. Tapi tetep ajah gw males tulis warning.

Trus ada lagi yang komentar: "Gw msh ga ngerti" #jedukin kepala. Ceritanya setting masa depan. Anggap ajah 21 tahun dari hari ini. Cadas. 11tahun lagi Yunjae mo kabur ke kanada. kawin lari. wkwkk. Yunjae: "Fitnah. Kita masih demen cewek bahenol yag aduhai."

Ada juga yang bilang. "Castnya udah pada tua." Sebenernya gw juga rada ga sreg bayangin Yunjaeudah tua mesra-mesraan. Hahaha. Gubrak. Tapi tenang. kata orang, cowoktuh tuanya lebih lama dr cewek. who knows?

Ada lagi komentar: Tuh sopir taxi ga pnya mata, ga kenal Jae. Jae udah beda, pny jenggot kaya drama korea yang ada di indosiar itu yang jd aktor itu tapi tanpa kumis. Saking malesnya gw, cman deksripsiin klo dia cukuran , secantik2nya cowok dimasa mudanya. Tuanya juga dia brubah jd bapak2. wkwkwkwk.