My Only Girl
.
.
.
Sumarry : Donghae, seorang penyanyi terkenal istri pewaris tunggal Choi Entertainment terjebak cinta segitiga. Siapakah yang akan dia pilih? Choi Siwon, suaminya kah? Atau Kim Kibum, actor tampan teman semasa kecilnya?
Declaimer : Super Junior milik diri mereka sendiri, keluarga dan SMEnt.
Pairing : SiHae ( Siwon Donghae ), KiHae slight!
Other cast : HanChul (orang tua Siwon), KangTeuk (orang tua Donghae), yang lain menyusul sesuai dengan kebutuhan cerita :D
Rating : M (buat jaga-jaga), untuk saat ini T sedikit M.
Genderswitch : Donghae, HeeChul, Leeteuk, Sungmin, Ryeowook, Jaejoong.
Don't like don't read, no flame, no copas, review please (author baru soalnya, mohon bimbingannya^^)
^^ Saranghaeyo Super Junior ^^
"Donghae-ah, saatnya melempar bunga", Sungmin menepuk pundak Donghae, menyadarkan Siwon dan Donghae yang hanyut ke dalam pikiran masing-masing.
"Eh? N-ne, eonn." Donghae agak terkaget menyadari kehadiran Sungmin dan secara reflex melepaskan tangannya dari leher Siwon.
Donghae berjalan menuju meja bundar tempat kedua orang tua dan kedua mertuanya sedang bercengkrama, sedangkan Siwon mengekor di belakangnya. Dia mendudukkan dirinya di kursi kosong sebelah Leeteuk dan Siwon di kursi kosong sebelah Heechul. Donghae meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja di meja.
"Waeyo, chagiya? Kau terlihat cemas. Gwaenchanayo?" Tanya Leeteuk kepada putri tersayangnya.
"Apakah eomma melihat Kibummie?" Tanya Donghae tanpa menjawab pertanyaan Leeteuk. Siwon menghela napas berat mendengar pertanyaan Donghae. Dia khawatir ada apa dengan Donghae yang terlihat gelisah, ternyata memikirkan Kibum.
"Aniyo, dari tadi kami belum melihatnya di sini. Iya kan, yeobbo?" leeteuk menoleh ke arah KangIn meminta dukungan.
"Ne, memangnya ada apa, chagiya?" Tanya KangIn.
"Aku belum melihatnya sore ini, appa. Sebentar lagi aku akan melempar bunga, aku akan sangat kecewa kalau dongsaengku tidak hadir," jawab Donghae masih dengan nada jengkel bercampur gelisah.
"Mungkin Kibum-sshi ada jadwal mala mini, chagiya", ucap Hankyung menenangkan menantunya itu.
"Appa benar chagiya, apa dia tidak memberitahumu?" Tanya Heechul.
"Dia berjanji akan datang dan mengosongkan jadwalnya untuk acara ini. Aku akan mencoba menghubunginya." Donghae menekan tombol nomor 3 di ponselnya –panggilan cepat 1 = Leeteuk, 2 = KangIn, 3 = Kibum, 4 = Siwon.
Sementara Donghae sibuk dengan ponsel soft blue nya, Siwon menatap malas k earah para tamu yang hadir. Dalam hati dia merutuki ketidakpekaan istrinya itu. 'Kim Kibum, harus bagaimana aku menyingkirkanmu dari pikiran dan hati Donghae. Tidak ada yang tahu ke mana kami akan menghabiskan honeymoon, bahkan orang tua kami saja tidak kami beritahu. Tapi kenapa Donghae dengan mudahnya memberitahumu tentang rencana honeymoon', batin Siwon kesal.
"Aish, bertapa di gunung mana sih anak ini? Dihubungi tidak bisa. Awas saja dia! Akan kupukul kepalanya", Donghae mengumpat kesal.
"Sabar, chagiya, mungkin dia sedang sibuk", tutur Leeteuk sembari mengelus surai hitam panjang nan lembut milik Donghae yang dibiarkan tergerai indah.
Setelah panggilan yang entah keberapa, akhirnya terdengar suara Kibum di seberang telepon sana.
"Yack! Kim Kibum! Di mana kau sekarang, eoh? Kalau kau tidak muncul di hadapanku dalam waktu 5 menit, aku tidak akan membelikanmu ice cream vanilla dan battle game denganmu lagi!"
'Klik'
Donghae mengoceh panjang lebar tanpa mengizinkan Kibum membuka mulutnya. Orang tuanya dan mertuanya hanya tersenyum geli melihat tingkah childishnya, sementara Siwon masih enggan menatap Donghae yang gelisah karena Kibum. Jelas sekali kalau Siwon sedang terbakar api cemburu.
di sebuah taman beberapa blok dari gedung tempat Donghae berada
Terlihat seorang pemuda tampan berdecak kesal, mengutuki otak jeniusnya yang meninggalkan mobilnya di gedung itu dan memutuskan berjalan-jalan sejenak tapi malah sampai di taman itu.
"Aiiish, pabboya Kim Kibum." Dia mengajak rambutnya frustasi. Tanpa membuang waktu lagi dengan cepat dia membawa kedua kakinya berlari.
kembali ke gedung pesta pernikahan SiHae
Sungmin berjalan mendekati Donghae dan Siwon. Membungkuk sebentar kepada HanChul dan KangTeuk.
"Donghae-ah, Siwon-ah, orang-orang sudah menunggu kalian. Kajja", ajak Sungmin.
"Kajja, chagiya", Siwon berdiri dan mengulurkan tangannya.
"Tapi, Wonnie-ah.." Donghae mendongak dan menatap Siwon meminta kesabarannya.
"Kajja", kali ini Siwon menatapnya dalam dan memasang wajah datar.
Mengerti akan sikap Siwon, dengan berat hati dia menyambar buket bunganya dan menyambut uluran tangan Siwon. Donghae tidak ingin membuat keributan dan mengacaukan kebahagiaan di malam spesialnya. Siwon menyeret Donghae dengan langkah lebarnya membuatnya kesulitan menyeimbangkan langkahnya, ditambah lagi dia memakai highheels 15 cm. Siwon menggenggam tangan Donghae sangat erat sehingga sedikit menyakiti Donghae. 'Aish, sakit', batin Donghae, dia enggan mengatakannya kepada Siwon. Sementara Sungmin hanya mengikuti langkah keduanya dengan cepat.
Setelah sampai di hadapan para tamu yang siap memperebutkan karangan bunga Donghae, Siwon melepaskan tangan Donghae.
"Lakukanlah, mereka menunggumu", ucap Siwon datar tanpa ekspresi.
Donghae tetap diam mematung, masih menunggu kedatangan Kibum rupanya.
"Tunngu apalagi?" Tanya Siwon tidak sabar.
"Sebentar, Wonnie-ah", jawab Donghae lirih.
Siwon berdecak kesal melihat sikap Donghae. Beberapa menit kemudian nampaklah sosok yang dinanti Donghae, senyum tipis mengembang di bibirnya. 'Kau terlambat 2 menit, Kim Kibum. Awas kau!' batin Donghae. Masih dengan napas yang terengah-engah, Kibum melambaiksn tangannya ke arah Donghae dengan memamerkan senyum tanpa dosanya.
Donghae berbalik dan bersiap-siap melemparkan bunganya. Suara para tamu kembali riuh. Sedangkan Siwon hanya melipat tangannya di depan di depan dada.
"Satu"
"Dua"
"Tiga"
Teriak para tamu yang memandu Donghae untuk melempar bucket bunganya.
"Kibum-sshi, sepertinya kau akan segera menyusul Siwon-sshi dan Donghae-sshi."
Suara seorang tamu itu menarik perhatian Donghae dan orang-orang di sana. Kibum hanya tersenyum canggung. Donghae yang melihatnya, tertawa dan berteriak, "Dongsaeng nakal! Segera carilah yeojachingu!"
Kibum hanya mengangguk dan tersenyum pedih, seraya berkata dalam hati, ' harusnya kau yang menjadi mempelaiku, noona'.
"Siwon hyung! Cium Donghae noona!" seru Kyuhyun yang berada di barisan paling depan. Disusul dengan teriakan orang-orang yang mendukung idenya.
"B-bi-bicara a-ap-apa k-kau, Kyu?" Tanya Donghae retoris dengan gugup dan tersipu malu. Dia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan betapa malunya dia.
Tanpa aba-aba lagi dan tanpa mempedulikan kegugupan Donghae, Siwon melangkah maju menghampiri Donghae yang ada di sebelah kirinya. Tangan kanannya memegang pinggang Donghae erat dan tangan kirinya meraih tengkuk Donghae. Didongakkannya kepala Donghae agar mempermudah dirinya meraup bibir kissable itu dengan intens tanpa tertinggal sedikit pun. Reflek Kibum memalingkan kepalanya agar tidak menangkap pemandangan menyesakkan dadanya itu. Donghae yang masih terbelalak kaget pun hanya menerima perlakuan Siwon tanpa membalasnya. Siwon melumat kasar bibir mungil Donghae, berbeda dengan ciumannya di gereja tadi. Inilah bentuk kekesalan Siwon terhadap istrinya itu. Perlahan Donghae membimbing tangan kirinya menuju dada bidang Siwon yang terbalut jas rapi, jemari lentiknya mencengkeram kerah jas suaminya. Kesal dengan Donghae yang pasif, Siwon menggigit bibir atas Donghae yang menimbulkan desahan dari bibir Donghae. "SShhh.. Shi.. Wooonh… nniieehhh.."
Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Siwon langsung melesakkan lidah terlatihnya ke dalam mulut istrinya itu. Dia tidak peduli mereka sedang di mana, yang jelas Siwon ingin meluapkan kekesalannya. Dari kejauhan, kedua orang tua mereka hanya tersenyum melihat tingkah anak-anak mereka. Donghae merasa napasnya sudah di ujung paru-paru, dia tidak melakukan persiapan tadi menyambut perlakuan Siwon. Tangannya mendorong tubuh kekar Siwon yang masih kencang memegangnya. Omona, Donghae membutuhkan oksigen sekarng juga.
"Sse…sssaaaakkh… Wooonh…ahhh…" ujar Donghae susah payah di sela-sela ciumannya. Menyadari keadaan kritis Donghae, perlahan dia lepaskan tautan bibir mereka terpaksa. Siwon mengusap saliva di ujung bibir Donghae yang sedikit terbuka untuk meraup oksigen sebanyak-banyaknya dengan ibu jarinya.
"Sajangnim! Kau membuat bibir Donghae-sshi bengkak." Teriak Yesung.
Donghae kembali menundukkan kepalanya agar orang-orang tidak melihat semburat merah di pipinya.
"Ah, mianhamnida. Sekali lagi terima kasih telah menyempatkan diri hadir di pesta sederhana kami. Mian jika ada yang membuat anda kurang nyaman", ucap Siwon sopan sambil membungkuk dan Donghae yang di sampingnya mengikuti tindakan suaminya itu. Merekapun turun dari panggung, tak lupa Siwon menautkan jemarinya dan Donghae dengan mesra.
"Cari mati kau, evil Kyu!" ucap Donghae geram dan menghadiahi Kyu jitakan di kepalanya.
"Demi starcraft selingkuhanku, ampun noona! Tapi kau suka kan?" kerlingan mata nakal Kyuhyun mengakhiri kalimatnya yang sukses mendapatkan deathglare gratis Donghae yang sama sekali tidak menyeramkan.
"Sudahlah, Kyu, jangan menjahili Hae", Sungmin melerai.
"Oppa, eonnie, kenapa kalian merahasiakan tempat honeymoon kalian? Pelit sekali," omel mengg
"Tentu mereka tidak ingin ada yang mengganggu kemesraan mereka, Wookie chagi," Yesung berkata sok tau mewakili Siwon menjawab.
"Nah itu namjachingmu tahu, Wookie-ah," ujar Siwon ber-evil smirk ria yang dia pinjam dari si evil Kyu.
"Wonnie-ah…" Donghae berujar dengan manja dan mencibut kecil pinggang Siwon.
"Memang begitukan, my fishy baby," balas Siwon tersenyum innocent.
"Ehm, Wonnie-ah, aku ingin mengobrol dengan Kibum sebentar." Donghae meminta izin suaminya itu.
Siwon tersenyum kecil seraya mengangguk menanggapi permintaan Donghae. "Ne, chagiya, pergilah." Sebelum membiarkan Donghae pergi, dia kecup sekilas pipi chubby istrinya itu.
"Hyung, tadi kau melakukan permintaanku karena cemburu terhadap Kibum hyung kan?" Tanya Kyuhyun menuntut.
Siwon menghela napas sebelum menjawab. "Entahlah, Kyu-ah."
"Hae menganggapnya namdongsaeng, Won-ah," ucap Sungmin.
"Lagipula Hae adalah wanitamu sekarang, Won-ah. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan," Yesung menambahi.
"Pahamilah Hae eonnie, Won oppa," Ryeowook menutup nasihat untuk Siwon.
"Arra," Siwon tersenyum mendengar penuturan sahabat-sahabatnya itu.
di sisi lain
Tertangkap oleh retina Donghae, Kibum sedang berbincang dengan dua orang yeoja, masih dengan membawa bucket bunga yang dia dapat tadi. Donghae menghampiri ketiga orang itu.
"Mianhae Kibum-sshi,bisa bicara sebentar," ucap Donghae formal karena ada orang asing di sekitar mereka.
"Baiklah, annyeong Kibum-sshi, Donghae-sshi," ujar kedua yeoja itu lalu menundukkan kepala kepada Donghae dan Kibum yang dibalas serupa dengan mereka. Kedua yeoja itupun menghilang dengan cepatnya.
"Nuguseyo? Yeojachingumu?"
"Andwae, fansku sepertinya, aku bukan playboy yang akan memacari 2 yeoja sekaligus. Noona,neo neomu kyeopta," puji Kibum tulus untuk Donghae.
"Tentu saja, baru sadar aku cantik, selama ini kau ke mana saja?" Ucap Donghae narsis.
"Selama iniaku ada di samping noona, apa noona perlu kubelikan kacamata?" ejek Kibum.
"Aiiish.. aku sedang marah padamu. Kabur ke mana kau? Dasar dongsaeng durhaka, datang terlambat di acara penting noonamu," Donghae menyerang Kibum dengan omelan.
Hatinya perih mendengar penuturan Donghae. Donghae akan terus menganggapnya namdongsaeng, tidak lebih.
"Mianhae, noonaku yang cantik, aku tersesat," jawab Kibum dusta disertai cengiran innocentnya. Donghae yang tidak bisa marah kepada Kibum, mengacak rambut Kibum sayang. Donghae harus berjinjit karena Kibum yang lebih tinggi darinya meskipun tetep lebih tinggi Siwon.
"Ne, noonamu yang baik hati ini memaafkanmu," tersungging senyum manis di bibir sexy Donghae.
"Yack! Noona membuatku tidak tampan," gerutu Kibum seraya menghentikan acakan tangan Donghae pada rambutnya.
"Kau tetap yang paling tampan, nae dongsaeng," Donghae terkikik geli.
"Jadi aku tidak tampan, chagiya," ujar Siwon tiba-tiba dari belakang Donghae dan memeluk pinggangnya possessive, Siwon berpura-pura memasang wajah sedih untuk menarik simpati Donghae.
"Kau mengagetkanku, Wonnie-ah. Bagiku kalian dua pria paling tampan, setelah appa ku tentunya," Donghae tersenyum jahil.
"Jeongmal? Saranghae, chagiya," ungkap Siwon kembali riang, tak lupa dia kecup dengan mesra pipi istri cantiknya itu.
Kibum kembali mengerahkan bakat aktingnya untuk tetap tenang melihat tindakan Siwon dan tidak membuat Donghae khawatir.
"Wonnie yadong," kata Donghae sembari melepas tangan Siwon yang meningkar di pinggangnya. "Bummie-ah, kau sudah makan?" Tanya Donghae mengacuhkan Siwon.
"Sudah, noona," jawab Kibum memamerkan killer smile andalannya yang bisa melumpuhkan yeoja manapun.
"Jangan bohong padaku, Bummie-ah, kau semakin kurus. Apakah kau makan dan istirahat dengan baik?" Tanya Donghae penuh kekhawatiran.
"Aku hidup dengan baik, noona. Kau sudah seperti eomma ku saja," Kibum terkekeh pelan.
"Kim ahjusshi dan ahjumma sedang di Amerika, kau sendiri di sini, tentu aku berkewajiban untuk menjagamu, Bummie-ah."
"Arraseo, noona."
"Chagiya, sudah selesai menasihati Kibum-sshi? Kita harus segera bersiap, satu jam lagi pesawat berangkat," tutur Siwon memotong percakapan mereka.
"Ne, Wonnie-ah. Bummie-ah, jaga dirimu baik-baik. Makan teratur, istirahat cukup, jangan bergadang main game. Tak akan ku ampuni kau sampai aku mendengar kau sakit." Pesan Donghae panjang.
"Arraseo, noona," jawab Kibum tersenyum geli melihat tingkah Donghae yang cerewet.
"Annyeong Kibum-sshi," ujar Siwon.
"Ne, Siwon-sshi. Tolong jaga Donghae noona."
"Tentu, dengan sepenuh jiwa ragaku."
"Saranghaeyo, noona," ungkap Kibum. Kibum mengucapkannya bukan sebagai noona-namdongsaeng tapi sebagai seorang namja kepada yeoja yang dia cintai. Tapi sayang Donghae terlalu polos untuk menyadarinya. Namun insting seorang Choi Siwon bisa menagkap maksud Kibum. Siwon mengepalkan tangan kanannya yang tidak menggenggam jemari Donghae menaham amarahnya yang hamper meledak kembali.
"Nado, Bummie-ah," Donghae tersenyum manis sembari mengacak surai hitam Kibum.
Setelahnya Siwon langsung menarik tangan Donghae menuju parkiran di mana sebuah mobil mewah menanti mereka, mobil yang akan mengantar mereka ke hotel lalu ke bandara.
"Wonnie-ah, kenapa tergesa-gesa sekali? Aku belum memeluk Bummie dan pamit kepada Minnie eonnie dan Wookie, mencium appa dan eomma saja belum," protes Donghae.
"Tidak perlu," Siwon menanggapi dengan dingin.
T~B~C
