Maaf, Kyou updatenya lama. Thk bwt yg udah review
annica-icha : udah q tulis cranya di dftr review critamu
aRaRaNcHa : Yup,bentr lg Kagome d slamatin oleh Inu, Inu kan anak baek. Tp kyaknya Inu bkal lebih milih Kikyo dr Kagome *d pnah Kagome*
eleamaya : Thk for review. MiroSango ya? Ok kpn2 Kyou bikinin
Met bca !
Kikyou no Kokoro
part 6
Disclaimer : Rumiko Takahashi
Inuyasha masih terpaku di tempat. Ia enggan itu bergerak walau sekedar untuk menatap wajah kedua orang yang di belakangnya.
"Sekarang apa yang bisa kita lakukan?", tanya Sango, memandang kecewa Inuyasha.
"Kita cari istana Naraku, lalu selamatkan mereka!", ujar Inuyasha tanpa membalikkan tubuh.
"Mau bertindak ceroboh lagi? Apa kau bisa menemukan istana Naraku?"
"Aku akan mengikuti bau Kagome!"
"Apa kau yakin ini bisa berhasil, Inuyasha!"
"Mungkin!", ujar Inuyasha tak yakin, "Hanya ini yang bisa kulakukan untuk menolongnya.
"Kau saja tak yakin dengan perkataanmu sendiri, bagaimana bisa menyelamatkan mereka!", ucap Miroku datar, namun terdengar jelas seperti sindiran.
Inuyasha berbalik, berjalan ke arah Miroku disertai tatapan mata yang tak biasa.
"Lalu, apa otak mesum-mu itu punya ide itu menyelamatkan mereka hah?", Inuyasha menarik kain yang menyelubungi daerah leher Miroku.
Dahi Miroku mengkerut. Hatinya dipenuhi dengan kemarahan akibat tersinggung dengan kata-kata yang dilontarkan han yo. Ia mencoba menahan amarah. Ia menatap tajam pada han yo berambut perak itu.
"Kalau saja waktu itu Kagome tak datang menolongmu, mungkin kau sudah masuk ke dalam Kazana-ku, Han yo!"
"Berhentilah memanggilku dengan sebutan itu!"
"Memangnya kenapa? Kenyataannya kau seorang Han yo kan!"
"Kau menantangku, Miroku?", Inuyasha mencabut Tessaiganya.
"Tidak, tapi jika kau memang itu yang kau inginkan, aku tak keberatan, Han yo!"
Inuyasha melepas tangannya dari leher Miroku. Tessaiga mulai bertranformasi.
Miroku mulai membuka kain penutup lubang hitam di telapak tangan kanannya.
"Miroku, Inuyasha, hentikan!"
"Sango, jangan ikut campur!", bentak Miroku.
"Mau berkelahi? Itu tindakan paling kekanakkan yang pernah kudengar!", Sango menatap remeh pada 2 pemuda di hadapannya.
"Apa Kagome-chan akan kembali dengan perkelahian kalian?"
Hening.
"Cih!", Inuyasha menyarungkan Tessaiganya kembali.
"Wah wah, ada keributan rupanya!"
Inuyasha mengenali suara itu baik-baik.
"Myoga-oji san?"
"Iya. Aku di sini?"
Inuyasha menengadahkan telapak tangannya. Tampak seekor makhluk kecil melompat ke tangannya, ia duduk bersila.
"Ada keanehan pada Midoriko-sama!"
Malam tiba dengan milyaran bintang bertabur di angkasa.
Namun sayang, pemandangan seindah itu tak nampak di halaman sebuah bangunan, atau lebih tepatnya sebuah istana megah khas zaman Sengoku.
Di salah satu ruangan tempat itu, tampak sebuah jaring laba-laba yang cukup besar.
Dua perempuan yang berwajah sama, terikat di jaring itu. Seorang berambut panjang, berpakaian Miko, sedangkan lainnya berambut panjang dan berpakaian sailor dengan rok hijau.
Gadis berpakaian Miko itu perlahan membuka matanya yang sayu. Sesekali ia tampak mendesis, mengginggit bibir bawahnya.
Lengan kanannya berlubang. Namun setetes darahpun tak mengalir dari sana. Yang ada hanya asap hitam keunguan dan bola-bola cahaya putih.
"Si-sial! Kalau saja ia tak datang!", batinnya sambil memandang gadis yang masih tak sadarkan diri, terikat jaring laba-laba tak jauh dari tempatnya.
Namun, tiba-tiba hatinya berdegup kencang, begitu melihat alam fikiran gadis berpakaian sailor itu.
KAGOME'S POV
Apa yang terjadi?
Aku melihat desa Kaede-sama yang dikepung kericuhan.
Rumah-rumah penduduk hangus terbakar api. Di sana sini, mayat manusia bergelimpangan dengan bekas luka cakaran di tubuh mereka.
"Hey, dia menuju kuil!", ujar seorang penduduk.
Sekelompok penduduk yang tersisa, terlihat berlari menuju kuil dengan berbagai macam senjata di tangan mereka.
Entah bagaimana caranya, tiba-tiba aku sudah berada di depan sebuah kuil.
Pintu kuil terbuka, seseorang dengan pakaian serba merah keluar dari sana.
Aku mengenali makhluk itu, lalu aku mencoba memanggilnya.
Tapi, sedikitpun suara tak keluar dari tenggorokanku. Lalu, aku mencoba menyentuhnya, tapi tubuhku bisa menembus.
"Dengan ini aku akan menjadi siluman seutuhnya!", gumamnya. Kemudian melompati penduduk yang mencoba menghalanginya.
"JANGAN BIARKAN HAN YO ITU LOLOS!"
Penduduk melemparkan senjata pada makhluk yang telah mencuri barang berharga milik seorang Miko.
"SANKON TESSO!"
Penduduk yang terkena serangan, terkapar di tanah.
Inuyasha, kenapa kau melakukan itu?
"HENTIKAN INUYASHA!", teriak seseorang yang datang dari kerumunan penduduk yang masih tersisa. Itu kan.. KIKYO!"
2 buah anak panah dilayangkan ke tubuh si pencuri yang tak lain adalah Inuyasha. Tapi, Inuyasha berhasil meloloskan diri.
Keadaan tubuh Kikyo terlihat memprihatinkan. Lubang luka di lengan kanannya tak henti-hentinya mengalirkan darah segar.
Aku ingin menolong Kikyo, tapi, bagaimana?
"INUYASHA!", Kikyo menembakkan panah terakhirnya ke arah Inuyasha. Ujung panah menghasilkan cahaya putih.
Inuyasha tak sempat mengelak. Panah itu menancap tepat di bahunya, lalu membawa tubuhnya tertancap di pohon keramat.
Makhluk berambut perak itu merasa pandangannya mengabur. Samar-samar ia melihat gadis Miko di depannya kini tengah... Menangis!"
"Ki-kikyo!"
Sekali lagi Inuyasha memanggil namanya, sebelum kesadarannya benar-benar hilang.
Gadis Miko itu menatapnya sedih.
Darah yang menodai pakaiannya, dan juga air mata yang membasahi wajahnya, menjadi saksi bisu atas sumpah dendam dan kebencian yang baru saja dicetuskannya.
Lalu setetes darah menitik. Tubuhnya ambruk di atas tanah.
END KAGOME'S POV
"I...ini, kesedihan Kikyo!", batin Kagome.
Gadis itu membuka matanya perlahan. Ia menoleh ke samping saat mendengar desisan yang familiar di telinganya.
"Kikyo!"
"Kau tidak mengejekku? Kau sudah lihat kan, aku hanya perempuan bodoh yang mau terjerat dalam permainan takdir!", ucap Kikyo mengutuk dirinya sendiri.
"Kenapa aku harus mengejek orang yang pernah menyelamatkan nyawaku?"
"Menyelamatkan nyawamu? Bukannya aku malah membuat nyawamu dalam bahaya!"
"Kalau jaring ini terlepas, aku akan menamparmu, Kikyo!", Kagome menatap dingin pada gadis Miko yang hanya terperengah menatapnya.
"Silahkan saja. Lagipula takkan terasa tamparanmu itu di tubuh tanah liat ini. Menggelikan, mayat hidup sepertiku berjalan di atas dunia, tanpa tujuan apapun, tanpa siapapun!"
"Siapa bilang kau tanpa siapapun? Inuyasha selalu bersamamu kapanpun kau butuhkan?"
"Untuk apa dia memperhatikan mayat hidup sepertiku? Padahal dia sudah punya pengganti yang jauh lebih sempurna dariku!"
"Di matanya, sosokmu takkan tergantikan oleh siapapun. Dia mencintaimu, Kikyo!"
Kikyo menunduk. Kagome bisa merasakan apa yang dirasakan gadis Miko itu sekarang.
"Dia... Menangis! Tapi, kenapa...?", batin Kagome.
"Takkan ada air mata yang mengalir dari mataku, Kagome!"
"..."
"Aku tak menyangka apa yang terjadi pada Midoriko-sama, terjadi pula padaku. Dan aku tak siap menghadapi semua itu!"
"Apa yang terjadi pada Midoriko-sama?"
"Siluman-siluman yang menyerang Midoriko, menggunakan orang yang mencintai beliau untuk mencari kelemahannya!"
"Lalu Naraku menggunakan tubuh Onigumo untuk mengalahakanmu!"
"Benar! Jika saja itu tak terjadi, Shikon no Tama takkan lahir untuk mempermainkan nasib pemiliknya!"
"Dan sekarang, benda itu berada di tangan Naraku!"
Kagome mencerna baik-baik semua hal yang dikatakan Kikyo, lalu kembali bertanya.
"Lalu, apa yang akan Naraku lakukan pada kita berdua?"
"Dia akan mengambil semua roh yang ada padamu, dan memindahkannya ke tubuhku. Dengan itu, aku akan kembali menjadi manusia!"
"Untuk apa?"
"Onigumo menginginkan agar aku terus hidup bersamanya!"
Kikyo memandangi wajah Kagome yang tiba-tiba berubah sendu.
"Tapi, aku tidak akan membiarkan ini terjadi. Aku punya rencana. Kuharap kita bisa kerja sama dalam hal ini!"
"Di mana Inuyasha?", tanya seorang gadis berkimono pink yang sedang berhangat-hangat di depan tungku.
"Masih di dalam gua itu!"
"Apa yang dia lakukan?"
"Entahlah. Mungkin dia tahu sesuatu. Kita tunggu saja!"
Sementara itu, seorang han yo berambut perak nampak serius memperhatikan sebuah patung wanita di hadapannya.
"Kau bisa membuat Shikon no Tama, kau bisa bertarung dengan siluman selama 7 hari 7 malam. Tapi, apa kau bisa memberi kami kekuatan untuk mengalahkan Naraku, Midoriko-sama?"
Hening. Sebuah patung hanyalah benda mati yang tak mampu berkata apapun. Hanya roh yang tersisa di patung itu yang dapat menjawab.
Lubang di dada kiri patung tersebut, tiba-tiba memancarkan cahaya putih menyilaukan. Inuyasha terperengah menatapnya. Sebuah ilusi bak gulungan film layar lebar, bermain menggambarkan seorang gadis Miko tersenyum padanya. Lalu menghilang bersamaan dengan redupnya cahaya.
"Kikyo!"
"Ayolah, sedikit lagi!", Kagome mengeluarkan cahaya keunguan dari tangannya. Semua jaring laba-laba yang mengikat tubuhnya terlepas.
"Kagome, sekarang!", perintah Kikyo. Kagome mengangguk, kemudian mengambil busur dan anak panahnya, lalu ditembakan ke arah Kikyo. Jaring laba-laba terlepas dari tubuhnya.
"Arigatou, Kagome!"
"Tidak masalah. Ayo keluar dari sini!"
"Kagome, tunggu!"
"Kenapa?"
"Dia datang!"
"?"
Getaran hebat mengguncang tempat itu. Tanah-tanah yang mereka pijaki retak.
"Se...sebenarnya tempat apa ini?", tanya Kagome panik.
"Tepat di bawah tanah yang kita pijaki ini, adalah kawah gunung berapi. Naraku sengaja membuat ilusi agar kita tidak menyadari bahwa tempat ini bukan istananya!", ujar Kikyo tanpa rasa takut sedikitpun.
"A-pa!"
Kikyo menggenggam erat tangan Kagome.
"Datang!"
Gerombolan Shinidama datang dan langsung membelit tubuh Kikyo dan Kagome.
"Kikyo, kita selamat!", ujar Kagome bahagia.
"..."
"Kikyo, kau kenapa?"
"Maafkan aku, Kagome!"
Kikyo menepukkan tangannya yang bercahaya keunguan ke kepala Kagome. Shinidama melepaskan tubuh Kagome. Mebiarkan tubuh Kagome terjatuh ke arah kawah gunung yang dipenuhi lahar.
"Kasihan kau!", seorang lelaki dengan sosok mata jahatnya yang khas, menatap gadis yang berada dalam gendongannya.
"Dia lolos. Baiklah' Setidaknya kau cukup untuk menggantikannya. Khu khu khu. Pasti menarik!"
Makhluk itu lantas membawa gadis itu ke sebuah istana.
To be Continued...
Kikyo berusaha mencelakakan Kagome, apkah ini bagian dari rencanya? Dan apakah Naraku mempunyai rencana jahat setelah berhasil menyelamatkan Kagome?
Plis review, karena crita ini tnggl 3 chapter lagi. Makin banyak review, makin cepat Kyou update.
