Kikyou no Kokoro
part 7
Disclaimer : Rumiko Takahashi
Kikyo sampai di sebuah air terjun. Ia melihat daerah di sekeliling air terjun itu.
"Tidak ada siapa-siapa!", batinnya.
Kikyo meletakkan busur dan panahnya di atas batu. Sekali lagi matanya mengawasi keadaan di sekelilingnya.
Setelah yakin bahwa keadaan 'mendukungnya', gadis itu mulai melepas pita di rambutnya. Lalu, perlahan membuka pakaian Miko-nya, hingga di tubuhnya kini hanya melekat sebuah Kosode berwarna putih.
Gadis itu berjalan perlahan, kemudian berhenti tepat di bawah air terjun itu mengalir. Dibiarkannya air itu membasahi sekujur tubuhnya.
Kikyo memandangi dirinya sendiri di air beriak tersebut, namun fikirannya menanggapi bahwa bayangan yang terpantul dari sana bukan dirinya, melainkan Kagome.
"Aku harap kau mengerti dengan semua ini, Kagome!"
Niat Inuyasha untuk beranjak dari tempat itu terhenti, begitu melihat cahaya putih dari patung tersebut kembali bersinar terang.
"Kau mau memberitahukan sesuatu?"
Tiba-tiba sesosok makhluk keluar dari lubang bercahaya. Inuyasha mengenal makhluk itu, lalu mengikutinya.
"Jadi, cahaya itu Shinidama-mu, Kikyo!"
"Sudah sadar, Kagome?", Naraku bertanya pada gadis yang mengerjapkan matanya.
"Aku dimana?"
"Kau ada di istanaku, Kagome!"
Gadis itu terbelalak.
"Kau..."
"Kenapa? Beruntung kau kuselamatkan!"
"Apa yang terjadi padaku?"
"Kikyo berniat membunuhmu!"
Kagome ingat, pada waktu itu Kikyo sengaja mendorongnya hingga jatuh dalam kawah gunung berapi.
"Kau tahu, semua yang Kikyo katakan itu bohong!"
"Apa maksudmu, Naraku?"
"Tujuan Kikyo sebenarnya bukan untuk membunuhku. Tapi..."
"Tapi apa?"
"Dia berniat menyingkirkanmu dari dunia ini!"
"Tidak mungkin!", Kagome mendesis.
"Dia hanya ingin semua rohnya kembali agar bisa menjadi manusia biasa. Dan yang terpenting lagi, dia ingin mengambil Inuyasha darimu!"
"Kau pasti bohong! Kikyo tidak mungkin seperti itu!"
"Apa yang tidak mungkin Kagome? Semuanya sudah jelas. Fikirkanlah baik-baik, kenapa dia mendorongmu ke kawah itu?"
"Dia punya rencana lain!", jawab Kagome tegas.
"Salah besar. Dia ingin membunuhmu, agar dia kembali menjadi manusia biasa!"
"Kau salah!"
"Lalu, apa kau ingat saat Kikyo ingin memanahku waktu itu? Jika dia ingin kau selamat, sudah pasti dia marah saat Inuyasha menyuruhnya untuk tetap memanahku!"
"..."
"Tapi kau lihat kan, Kikyo malah menanyakan kesanggupan Inuyasha untuk melihatmu mati!"
"Itu tidak mungkin!", Kagome menggelengkan kepalanya. Ia menangis berusaha untuk menghilangkan fikiran jahatnya terhadap Kikyo.
"Fikirkanlah baik-baik perkataanku tadi, Kagome!", ujar Naraku melemparkan sebuah bola yang berwarna hitam keunguan pada gadis itu. Kagome menangkapnya.
"Tolong jaga benda itu. Aku ada urusan sebentar!"
Naraku melangkahkan kakinya keluar ruangan itu.
"Naraku, tunggu!"
"Ada apa?"
"Kenapa kau memberikan Shikon no Tama padaku?"
"Itu karena, aku percaya padamu!", jawab Naraku, kemudian buru-buru angkat kaki dari ruangan itu. Meninggalkan Kagome yang tengah dilanda kebingungan.
Inuyasha semakin mempercepat langkah kakinya, begitu telinga di putihnya menangkap suara gemericik air.
Sebentar-sebentar ia berhenti, menenangkan tempo detak jantungnya yang semakin bertambah.
Ia berhenti berlari. Seorang gadis Miko yang berdiri di hadapannya kini seolah tak menyadari kehadirannya. Jangankan untuk menyapa, melirikpun tidak.
Kesal dalam suasana yang serba canggung itu, Inuyasha angkat bicara.
"Kikyo!"
"Kenapa kau kemari?"
"Aku mengkhawatirkanmu!"
"Kau tidak mengkhawatirkan Kagome, Inuyasha?"
Inuyasha terdiam. Sesaat ia memandang bola mata Kikyo yang mengekspos sinisme padanya.
"Tentu saja. Tapi, di mana ia sekarang?"
"Dia berada di tangan Naraku. Aku sengaja membiarkan Naraku menangkapnya!", ucap Kikyo tanpa ekspresi penyesalan di wajahnya.
"Kikyo, apa kau sadar dengan yang kau lakukan itu?"
"Aku tahu!"
"Aku tak menyangka kau bisa sekejam ini, Kikyo!", Inuyasha menatap tajam Kikyo.
Inuyasha beranjak meninggalkan Kikyo.
"Ternyata kau tak lebih dari siluman, Kikyo!", batin Inuyasha.
"Baiklah, sepertinya kau butuh penjelasan!", Kikyo mengangguk lemah.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, Kikyo!"
"Apa maksudmu?"
"Kau bekerja sama dengan Naraku, kan?"
"Hmmmm!"
"Apanya yang lucu?"
"Jadi kau tetap bodoh seperti dulu ya, Inuyasha! Kau kira aku sejahat itu?"
"?"
"Aku sudah memberi Kagome mantra segel. Naraku takkan bisa menyentuhnya. Sekarang Naraku sudah memberikan Shikon no Tama pada Kagome!"
"Dari mana kau tahu?"
"Kagome memiliki sebagian rohku, Inuyasha. Jadi aku tahu semua yang difikirkannya!"
Inuyasha mengangguk mengerti.
"Kalau boleh tahu, apa yang kau lakukan pada Midoriko?"
"Mengambil roh beliau. Aku tidak tahu sampai di mana tubuh tanah liat ini bertahan. Tapi, setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan sekarang!"
"Lalu, apa yang akan terjadi setelah itu?"
"Aku bisa menggunakan kekuatan Shikon no Tama untuk mensucikan Naraku. Bagaimanapun juga, Shikon no Tama adalah milik Midoriko-sama!"
Kikyo melirik ke arah Shinidama yang memiliki bola roh di kakinya.
"Sudah waktunya ya?", ujar Inuyasha, "Apa tidak apa-apa, Kikyo? Roh kali ini bukan roh gadis biasa!"
"Aku sudah mempersiapkan itu, Inuyasha. Midoriko-sama pasti mengerti!"
Shinidama tersebut melepaskan roh yang dipegangnya pada Kikyo. Tubuh gadis itu terlihat gemetar, berusaha menstabilkan tubuh dengan roh yang baru tertanam.
"Kau tidak apa-apa, Kikyo?"
Tak ada jawaban. Malah tubuh Kikyo kini terlihat goyah. Mata Kikyo terpejam tak sadarkan diri. Ia pun tercebur ke air.
"Kikyo..!"
Dengan sigap, Inuyasha menyelamatkan Kikyo. Lalu membawanya ke pinggir.
Kagome termenung sembari memandang Shikon no Tama yang berada di tangannya kini.
KAGOME'S POV
Mempercayaiku? Apa maksudnya?
Semua yang Naraku lakukan ini benar-benar membuatku bingung.
Jika ia benar-benar menginginkanku, pasti ia sudah melakukannya. Tapi sampai sekarang, ia belum melakukan apapun padaku.
Kikyo, iya, Naraku benar juga. Sejak pertama kali bertemu, ia memang berniat membunuhku.
"Aw!"
Aku menjerit tertahan. Entah, kenapa tiba-tiba kepalaku pusing. Dan mataku menangkap suatu keganjilan.
Warna Shikon no Tama berubah-rubah. Sedetik, ia berubah menjadi lebih bercahaya, tapi tak lama kemudian warnanya berubah kehitaman, dan kembali lagi menjadi bercahaya. Begitu seterusnya.
Aku mengerti, bahwa sekarang dua kekuatan yang ada di dalam Shikon no Tama sedang bertarung, layaknya Midoriko-sama dan para siluman itu. Dan yang menentukan siapa yang menang dalam pertarungan itu adalah pemiliknya. Jika pemiliknya berhati suci, maka kekuatan Midoriko-sama di dalam Shikon no Tama akan menang. Tetapi jika pemiliknya berhati kotor, maka kekuatan siluman di dalam Shikon no Tama akan menang.
Sekarang Shikon no Tama berada di tanganku, berarti...
Akulah yang menentukan siapa yang menang dalam pertarungan 2 kekuatan itu.
END KAGOME'S POV
Di tempat Inuyasha dan kawan-kawan.
"Apa Kagome tidak apa-apa?", tanya Miroku pada Inuyasha.
"Kikyo sudah memberinya segel, Naraku takkan bisa menyentuhnya!"
"Naraku itu licik, berbagai cara bisa dilakukannya untuk mengalahkan kita. Apa kau ingat dengan yang Naraku lakukan padamu, dan juga Kikyo-sama?"
"Iya. Mungkin sebuah hasutan? Mengingat Kagome adalah reinkarnasi Kikyo!"
"Mungkin juga!", Miroku mengangguk, berfikir keras.
"Tapi aku yakin, Kagome takkan sebodoh itu. Kikyo sampai menggunakannya untuk mengintai Naraku, karena ia percaya padanya!"
Tak lama kemudian, Kikyo muncul dengan tubuh dipapah Sango.
"Maaf mengganggu pembicaraan kalian!", ujar Kikyo.
"Eh, tidak apa-apa, Kikyo-sama. Silahkan!", ujar Miroku mempersilahkan Kikyo untuk bergabung bersama mereka.
Kemudian, Kikyo duduk bersebelahan dengan Sango. Sedangkan di depannya duduk dua orang laki-laki, Miroku dan Inuyasha.
"Bagaimana keadaanmu, Kikyo?", tanya Inuyasha.
"Aku sudah tak apa-apa!", jawab Kikyo singkat.
"Lalu, bagaimana dengan keadaan Kagome?", tanya Sango cemas.
"Sampai saat ini dia baik-baik saja. Rencanaku berjalan lancar!"
"Syukurlah. Kikyo-sama, ada yang ingin kutanyakan padamu!"
"..."
"Anda sampai menggunakan roh Midoriko-sama. Untuk apa?"
"Aku akan menggunakan kekuatan beliau untuk menggunakan Shikon no Tama agar Naraku bisa disucikan!"
"Disucikan? Apa bisa?"
"Pada dasarnya Naraku itu hanya manusia biasa. Ia jadi seperti itu karena tubuhnya dikuasai siluman. Dia bukan makhluk yang bisa kita kalahkan hanya dengan kekuatan senjata. Ia terlalu kuat sekarang ini. Apalagi sekarang, dia..."
"Kikyo-sama!"
"Sekarang ia sedang melaksanakan ritual pergantian tubuh. Besok dia pasti berpuluh-puluh kali lebih kuat dari yang sekarang. Dengan kekuatan Shikon no Tama, kekuatan siluman Naraku akan diserap. Sedangkan Naraku akan kukirim ke neraka!"
"Apa yang terjadi bila Shikon no Tama menyerap semua kekuatan siluman Naraku?"
"Benda itu akan menghilang selamanya!"
Semuanya terlihat sumringah dengan apa yang dikatakan Kikyo, kecuali Inuyasha.
"Maaf. Kikyo, bisa ikut aku sebentar?", Inuyasha bangkit berdiri, kemudian berjalan dengan diikuti Kikyo.
"Benar. Naraku mencoba menghasutku!", batin Kagome. Ia melirik ke arah Shikon no Tama yang digenggamnya.
Benda itu kini terlihat lebih bercahaya keunguan dibanding sebelumnya. Kagome tersenyum memandangnya.
Tak lama kemudian, dua buah cahaya putih keluar dari tubuh Kagome, lalu berubah menjadi sepasang anak perempuan.
"Kalian yang waktu itu kan?"
"Benar. Kikyo-sama memerintahkan kami untuk membantumu!"
"Arigatou. Tolong bantu aku keluar dari sini!", seru Kagome memohon.
Kedua anak yang bernama Kochou dan Asuka itu kemudian memejamkan mata.
Lalu puluhan Shinidama datang, dan langsung membelit tubuh mereka bertiga, membawa tubuh mereka pergi dari tempat itu.
"Mencoba melarikan diri rupanya!"
Kagome terbelalak. Makhluk itu datang dan menghalanginya.
"Kau berbohong lagi, Kikyo!", ujar Inuyasha setelah sampai di tepi sungai yang agak jauh dari tempat mereka beristirahat.
"Maaf. Tapi ini sudah tugasku!"
"Kau permainkan ini semua demi tugasmu. Apa kau tahu bagaimana perasaanku?"
Kikyo terdiam. Ia menatap mata Inuyasha dengan sendu.
"Bila kita hidup bahagia, sementara orang-orang tak berdosa itu mati karena siluman Naraku, apa kau sanggup melihatnya?"
Sukses. Pertanyaan yang diajukan Kikyo membuat kepala Inuyasha dilanda kebingungan.
"Cih. Terserah kau saja!", ujar Inuyasha meninggalkan Kikyo.
"Aku harap kau mengerti, Inuyasha!", ujar Kikyo lemah, menatap langkah Inuyasha yang perlahan menghilang di kegelapan malam.
Kikyo menggenggan erat ujung kimono-nya. Matanya berkaca-kaca. Ingin rasanya ia menangis. Tapi tak ada lagi air mata yang bisa dialirkan.
"Gomen nasai, Inuyasha!", desis perempuan itu, menahan sakit di hatinya yang baru saja tergores.
To be Continued
Naraku mencoba menghasut Kagome. Apakah gadis itu benar-banar akan terhasut? Lalu, Kikyo mengingkari janjinya untuk mengubah Inuyasha menjadi manusia!
Pls review, tnggl 2 chapter lg nih!
