Karena mo last chapter, jd putri update cpt. Btw, gomen sebelumnya klo chaptr ni panjang banget. Itu krn pnggmbran adegan battle ny yang butuh byk dialog.
Riztchimaru : Thk ya senpai. Tp blh tnya g? Krn aq bru d sni jd blm tau istilah AU, canon. Tlg ksh tau artny!
Ritsuka Anadei-sama : thk ya
aRaRaNcHa : Thk jg. ni sah update
Met bca, moga patut dnkmati!
Kikyou no Kokoro
part 8
Disclaimer : Rumiko Takahashi
"Kochou, Asuka. Cepat lari!", perintah Kagome sembari melemparkan sesuatu pada mereka
"Tapi, Kikyo-sama..."
"CEPAT LARI!"
Dua orang anak perempuan itu kemudian menghilang.
"Kau keras kepala juga rupanya! Hahaha, sekarang segel pelindungmu sudah hilang!"
Mata coklat gadis itu melebar. Rasa takut mulai menguasai fikirannya.
"Sebagai ganti Shikon no Tama, aku akan menggunakanmu untuk mengalahkan mereka!"
Tanpa basa basi lagi, Kagome berlari dari tempat itu. Namun, belum sampai ia di pintu gerbang.
"Percuma saja, Nona. Kali ini kau takkan kubiarkan lari!"
Naraku menembakkan jaring laba-laba pada Kagome.
Gadis itu hanya mampu menahan geram.
Tiba-tiba gadis itu kembali tak sadarkan diri, setelah ia meraskan sesuatu yang menusuk urat nadi di lehernya.
Kikyo berjalan ke arah hutan yang tak jauh dari tempat Inuyasha dan teman-temannya istirahat.
Dua buah bola cahaya putih tiba-tiba datang padanya. Kikyo berhenti, memperhatikan benda itt yang kini berubah menjadi 2 orang anak perempuan.
"Kikyo-sama!"
"Hm!"
"Gomen nasai, kami tidak bisa melindungi Kagome-san!"
"Tidak apa-apa!", ujar Kikyo.
"Kikyo-sama, ini!", seorang anak perempuan berkimono biru, menyerahkan sebuah bola bercahaya keunguan pada Kikyo.
"Arigatou, Asuka!"
Kikyo memandangi bola itu sejenak, kemudian membentuk segel dengan tangannya. Bola itu menghilang di tangannya, dan berpindah ke tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
"Miroku, Inuyasha. Cepat bangun!"
"Ada apa Sango?", tanya Miroku malas, mengucek matanya.
"Kikyo-sama..."
Mendengar nama "Kikyo", telinga Inuyasha berdiri tegak.
Sango tidak menjawab. Ia hanya memberi isyarat dengan mengarahkan pandangannya ke tempat tidur Kikyo.
Inuyasha terbelalak. Kikyo sudah tak ada lagi di tempatnya.
"Ayo kita cari dia!"
Inuyasha berlari, kemudian Sango dan Miroku menyusulnya.
Kagome membuka matanya saat kehangatan sang mentari menerpanya. Ia terlihat pasrah. Bagaimana tidak? Tempat ia ditawan sama seperti saat bersama Kikyo, di atas sebuah kawah gunung.
"Tolong aku, Kikyo!" batinnya.
Seorang gadis Miko tampak kelelahan. Ia sedang mendaki sebuah puncak gunung dengan cemas.
"Tolong aku, Kikyo!"
Tiba-tiba suara itu terngiang di telinganya.
"Kumohon, bersabarlah Kagome!", ujar Kikyo sembari mengatur nafasnya.
"DUMMM!"
"KYAAA!"
"CEPAT LARI! ADA SILUMAN!"
Inuyasha, Sango, dan Miroku berhenti berlari. Mereka melihat ke arah tempat di mana kericuhan itu terjadi.
"Kirara!"
Sango naik ke atas punggung kucing raksasanya untuk melihat lebih jelas.
"Itu desa Kaede-sama!" ujar Sango khawatir.
"Ayo ke sana!" ajak Miroku, kemudian melompat naik ke punggung kucing itu.
"Aku akan menyelamatkan Kikyo!"
Inuyasia berlari meninggalkan mereka.
"Inuyasha!"
"Sango, biarkan saja dia!"
"Tapi, Miroku, kita..."
"Ayo cepat!" perintah Miroku.
"Ayo, Kirara!"
Sango memerintahkan kucingnya untuk terbang ke desa Kaede
"Kita bertemu lagi, Kikyo!" sapa Naraku pada Kikyo yang baru sampai di puncak gunung.
"Jangan halangi jalanku!" Kikyo menghardik.
"Mau menyelamatkan gadis itu? Apa untungnya bagimu?"
Kikyo hanya terdiam. Expresi di wajahnya tak sedikit pun tergambar bahwa ia sedang dalam kebingungan. Kikyo terus menatap tajam Naraku yang menyunggikan senyum meremehkan padanya.
"Gadis itu telah mengambil semuanya darimu, Kikyo. Nyawamu, saudaramu. Dan yang terpenting lagi, ia telah mengambil Inuyasha darimu!"
Sakit. Kikyo merasakan bagian tubuhnya sakit. Fikiran-fikiran saat Kagome bersama Inuyasha menyembul begitu saja di kepalanya.
Ia teringat kata-kata adiknya malam itu.
FLASHBACK
"Inuyasha telah banyak berubah. Ia tidak lagi egois seperti dulu!" ujar Kikyo pada Miko tua di hadapannya.
"Sebaiknya lupakan saja masa lalu Onee-sama itu!"
Kikyo mendelik.
"Maaf!" Miko tua yang bernama Kaede itu menunduk.
"Hm!"
"Inuyasha berubah, itu semua berkat Kagome!" ujar Kaede.
Tiba-tiba Kikyo bangkit berdiri.
"Onee-sama!"
"Kaede, aku pergi dulu!"
Kaede mengangguk. Ia terus memandangi langkah Kikyo yang perlahan menghilang dari balik pintu.
"Kalau saja aku masih hidup, akulah yang akan mengubahmu, Inuyasha!" batin Kikyo.
END FLASHBACK
"Jangan membodohiku, sialan!" Kikyo berusaha menutupi perasaan sebenarnya agar Naraku tak menghasutnya lebih jauh.
"Kenapa, Kikyo? Aku berkata benar, kan?"
"Ukh!"
"Ayolah, Kikyo, kenapa kau mengharapkan orang yang sudah tak mungkin menjadi milikmu lagi? Kau tahu, perasaan Onigumo di tubuhku ini, tak pernah berubah dari dulu. Ia tetap mencintaimu! Dan aku melakukan semua ini, karena Onigumo!"
Kikyo mengambil satu buah anak panah. Lalu, ia mempersiapkan busurnya untuk melepaskan anak panah itu ke sasaran.
"Terserah apa yang kau katakan. Aku akan tetap membunuhmu!"
"Kenapa kau tidak bergabung bersama kami, Kikyo. Kami akan membantumu membunuh gadis itu, dan menghancurkan Inuyasha. Bukankah itu yang kau inginkan sebenarnya, Kikyo?"
"JANGAN DENGARKAN KATA-KATANYA, KIKYO!"
Kikyo melihat ke bawah, tepat di kaki gunung. Dahinya mengkerut, begitu ia melihat pemuda berkimono merah yang berdiri di kaki gunung.
"Kenapa kau datang di saat-saat seperti ini, Inuyasha?" batin Kikyo kesal.
"Cih, sepertinya siluman-siluman ini takkan habisnya!" gadis dengan Bumerang raksasa di tangannya itu mendecih kesal.
"Kaede-sama, apa Anda punya ide?" tanya Miroku.
"Sepertinya tidak ada cara lain!" batin Miko tua itu. Ia mengambil sesuatu dari balik hitoe-nya.
"Miroku, Sango!"
Miroku dan Sango mendekat. Mereka menatap heran pada sebuah kantung kecil yang berada di tangan Kaede.
"Tolong sebarkan biji-biji bunga Kikyou* ini di seluruh penjuru desa!" perintahnya. Kaede mengambil satu biji, lalu menjatuhkannya tepat di bawah kakinya.
"Baik! Miroku, tolong kau urus bagian sini!"
Sango melompat naik ke punggung kucing raksasanya.
Inuyasha melompat naik ke puncak gunung. Ia menatap tajam Naraku yang menyunggikan senyum licik yang menurut Inuyasha sangat menjijikan.
"Ini akan jadi pertunjukan yang menarik!" batin Naraku.
Inuyasha mencabut Tessaiganya. Dan bersiap menyerang.
"Hentikan Inuyasha!"
Inuyasha menatap mata Kikyo.
"Apa maksudmu, Kikyo?"
"Selamatkan Kagome!" perintah Kikyo tanpa melirik.
"Apa yang kau..."
"CEPAT SELAMATKAN KAGOME!"
Inuyasha tercengang.
"Baiklah jika itu yang kau mau!"
Han yo berambut perak itu kembali menyarungkan Tessaiganya, lalu meninggalkan Kikyo, memasuki sebuah gua tak jauh dari gunung tersebut.
"Lihatlah, Kikyo. Bahkan untuk menolong Kagome, ia terlihat lebih bersemangat daripada saat dia menolongmu dulu!"
"Diam, kau. Siluman bodoh!"
"Bagaimana, apa kau menerima tawaranku, Kikyo!"
"Aku tidak mau!" jawab Kikyo tegas.
"Sepertinya kau harus kupaksa!" Naraku maju mendekati Kikyo "Ayo bertarung, tanpa senjata!"
Naraku mengeluarkan siluman-siluman berbahaya di tubuhnya. Sementara Kikyo meletakkan busur dan panahnya di atas tanah.
"Aku terima tantanganmu, tapi ingat. Harus menggunakan kekuatan sendiri!" ujar Kikyo balas mengancam.
"Tak masalah! Ayo maju, Kikyo!"
"MIROKU!" Sango berteriak, memanggil Miroku dari kejauhan.
Miroku menoleh ke asal suara, yaitu gadis yang duduk menunggangi seekor kucing raksasa.
Sango mengangguk, memberi isyarat.
"Kaede-sama!" Miroku menoleh ke arah Miko tua itu "Sekarang!"
Kaede membentuk segel dengan tangannya. Dengan serentak, tiba-tiba semua tempat yang diletakkan biji bunga, muncul sekuntum bunga berwarna putih. Lalu, bunga-bunga tersebut menembakkan sebuah cahaya kebiruan, menyelubungi desa.
Siluman-siluman yang menyerang desa tersebut lenyap serentak, terkena cahaya yang ditembakkan oleh bunga-bunga itu.
Sango dan Miroku terperengah kagum.
"Sango, Miroku. Cepat kalian susul Inuyasha. Dia pasti butuh bantuan!"
Mereka berdua mengangguk, lalu naik ke atas punggung Kirara
"KAGOME!"
Inuyasha berteriak di dalam kawah gunung nan panas itu. Ia berusaha membangunkan gadis yang tertidur di jaring laba-laba.
Gadis itu terbangun. Ia mengerjapkan matanya
"Apa aku sudah mati?" tanyanya dalam hati.
"Hei, Kagome!"
"Apa itu kau, Inuyasha?" tanya Kagome.
"Iya, ini aku!"
Kali ini Kagome mulai memfokuskan penglihatannya pada daerah di sekelilingnya. Kagome bergidik ngeri.
"Inuyasha. Tolong aku!"
Tanpa dikomando, Han yo berambut perak itu tiba-tiba melayangkan Tessaiganya. Merusak jaring laba-laba yang saling tertempel rapi.
Jaring laba-laba di tubuh Kagome terlepas. Kagome jatuh ke arah kawah gunung tersebut.
"KAGOME!"
Inuyasha melompat ke bawah, menangkap tubuh Kagome, dan meletakkannya di pinggir kawah.
Kagome melihat kumpulan lahar kental berapi itu.
"Hampir saja!", batinnya lega.
"Hey Kagome!"
"Apa?"
Inuyasha meletakkan Kagome di punggungnya.
"Ayo keluar dari sini! Kikyo menunggumu!"
"Jadi, Kikyo yang memberitahumu?"
"Iya. Padahal dirinya dalam bahaya. Tapi, dia malah menyuruhku untuk menolongmu!"
Kagome terbelalak.
"Brukk!"
Kikyo jatuh terlentang di atas tanah. Wajah dan pakaiannya sudah sangat kotor. Warna kulitnya kian memucat.
Sementara itu, Naraku masih terlihat segar, meski beberapa luka dan kotoran menghiasi tubuhnya akibat serangan gadis Miko itu.
"Fufufu. Kau benar-benar menyedihkan, Kikyo!"
Naraku mengangkat tubuh Kikyo yang tak sadarkan diri.
Tiba-tiba sebuah bumerang raksasa melayang ke arahnya.
"Sepertinya pengganggu mulai berdatangan!" batin Naraku.
"KIKYO!"
Naraku menatap tajam ke arah gadis sailor yang berteriak memanggil nama Kikyo. Gadis yang bernama Kagome hanya menanggapinya dengan seringai kecil
Gadis Miko itu tersadar, begitu ia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Ka-Kagome. Syukurlah!" batin Kikyo tersenyum.
"Kagome-chan!", sapa Sango senang karena melihat Kagome selamat.
"Fufufu!"
"Lepaskan Kikyo-sama atau kau akan kami habisi !" ancam Miroku.
"Wah wah! Lihatlah Kikyo. Ada yang berani mengancamku untuk melepasmu! Baiklah!"
Naraku terbang tinggi ke atas. Sampai di sana, ia melepaskan Kikyo. Tubuh Kikyo jatuh ke bawah.
Sebuah bayangan merah melesat, menangkap Kikyo sebelum tubuhnya benar-benar terhempas ke tanah.
"I-Inuyasha!"
"Kau tidak apa-apa?"
Gadis itu tak menjawab.
"Itu... Nanti kau akan tahu sendiri. Sekarang letakkan aku di atas tanah!"
Inuyasha meletakkan Kikyo di atas di tanah sesuai perintahnya.
"Sekarang pergilah!"
"Ta-tapi..."
"CEPAT PERGI!"
"Baiklah!"
Inuyasha mengambil tempat cukup jauh darinya.
Puluhan cahaya putih muncul dari langit yang berwarna hitam. Gerombolan makhluk yang bertubuh seperti ular dan bewarna putih keluar dari sana, mengelilingi Kikyo.
Kagome mengambil tempat untuk membidikkan panahnya. Gadis itu terus memperh atikan Kikyo.
Kikyo melirik Kagome, lalu dahinya mengkerut, memberi isyarat.
Kagome mengangguk mengerti. Ia membidikkan anak panah ke tubuh Kikyo. Anak panah yang dilepaskannya menghasilkan cahaya keunguan.
To be Continued...
Kikyo terdesak dalam pertarungan dengan Naraku. Di saat yang tepat Kagome datang membantu. Rencana mulai dilaksanakan...
Akhr kta pls review!
