It's All About Choi.
Main Cast:
-Choi Kibum
-Choi Siwon
Other Cast:
-Choi Jiyoung
-Choi Donghae
Others…
Genre: GENDERSWITCH, very bit romance, full of typos, dll…
Author: Shana Elfishy
WARN: If u hate SiBum, just click "Back".
If u won't read this, just click "Back".
Need more warning?
.
-Story Start-
.
-Restaurant-
"Heechul menjadi juri di kontes itu…?"
Kibum mengangguk sambil tetap meneguk segelas jus jeruk dinginnya. Jiyoung menatap Kibum tak percaya, lalu membuang muka dan menopang dagunya.
"Kenapa dia bisa… aigoo…" Jiyoung bergumam pelan sambil mengacak rambutnya. Kibum menatap Jiyoung yang terlihat frustasi.
"Memangnya ada apa dengan yeojya bernama Heechul itu?"
Jiyoung nampak sedikit kaget dengan pertanyaan Kibum barusan. Kemudian ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa canggung. Sedikit (sekali) rona merah menghiasi kedua belah pipinya.
"Sebenarnya… Heechul itu adalah sunbae eomma saat SMA. Yeojya paling populer se-SMA eomma."
Kibum mengangguk. "Kalau begitu, eomma mengenalnya?"
Jiyoung tersenyum tidak percaya. "Aku bertemu dengannya tadi, tapi dia mengacuhkanku. Dasar perempuan sombong. Sikapnya dari dulu tidak berubah."
Kibum mengernyit mendengar perkataan Jiyoung. Bukankah itu terdengar seperti curhatan?
"Eomma? Gwaenchana?"
Jiyoung mengerjapkan matanya lalu menatap Kibum balik. "Ah, aniyo… sudahlah, tadi itu tidak penting. Kau sudah selesai?" Kibum mengangguk pelan. Kemudian mereka berdua bergegas pulang.
.
-Other Side
"Yeojya bernama Choi Kibum itu terasa tidak asing..." Gumam Heechul sambil tetap memfokuskan tatapan pada ponselnya. Siwon melirik Heechul dari balik novel yang dibacanya.
"Tidak asing?" tanya Changmin, yang sedang makan keripik kentang ukuran besar seorang diri. Heechul mengulas senyum tipis.
"Dia mengingatkanku pada seseorang… atau sesuatu? Aish, aku tidak yakin."
Siwon terkekeh. "Mungkin dia mirip sunbae atau hoobae-mu dulu, noona."
Changmin menatap Siwon dan Heechul bergantian.
"Changmin-ah, kau berniat menghabiskan bungkusan keripik itu sendiri?" tanya Heechul yang sekarang sudah duduk menghadap Changmin di sampingnya.
"Wae? Noona mau?" tanyanya, sambil menyodorkan bungkusan di tangannya kepada Heechul.
"Terima kasih. Aku tidak mau gemuk terlalu cepat." Kata Heechul, membuat Changmin cemberut.
"Bibirnya merah…" gumam Siwon –tidak sadar-. Heechul dan Changmin mendengarnya.
"Siwon hyung yadong!" kata Changmin tiba-tiba sambil cekikikan tidak jelas.
-BLETAK-
"Appo!" jerit Changmin sambil memegangi kepalanya yang dijitak Heechul. Siwon terkikik melihat Changmin yang meringis kesakitan.
"Makanya jangan macam-macam, Min." kata Siwon.
Changmin mendengus lalu menatap Siwon. "Lalu siapa yang berbibir merah? Heechul noona? Sadar dong, noona sudah milik Hankyung hyung." Cerocos Changmin. Heechul kembali menjitak Changmin.
"Ayaya! Jangan pukul aku, noona!" jerit Changmin.
Tak lama kemudian, seorang namja tampan berwajah kalem memasuki ruangan dimana Heechul, Siwon dan Changmin berada. Namja itu tersenyum saat Heechul berdiri lalu memeluk dirinya yang masih berdiri di pintu.
"Aku dengar jeritan Changmin tadi. Ada apa, chagi?" tanya namja itu –Hankyung- sambil membelai surai hitam Heechul lembut.
"Heechul noona memukulku terus, hyung!" adu Changmin.
"Aish, dia bicara tidak senonoh tentangku. Mengatai Siwon, lalu mengataiku. Dasar dongsaeng kurang ajar!" gerutu Heechul. Hankyung terkekeh lalu mencium rambut Heechul.
"Sudahlah, tidak baik didengar orang lain di luar sana." Kata Hankyung. Kemudian ia menatap Siwon yang masih fokus membaca novel. "Siwon-ah, sudah makan siang?"
Siwon menatap Hankyung dari balik novelnya. "Belum."
"Kalau begitu, kutraktir kalian makan." Kemudian mata Hankyung beralih ke Changmin yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Berharap Hankyung juga mau mengajaknya.
"Tentu saja kau juga ikut, Min. Ayo." Hankyung berjalan keluar ruangan itu bersama Heechul yang menggelayut manja di lengannya. Siwon meletakkan novel yang tadi ia baca di meja lalu berjalan keluar bersama Changmin.
.
Back to Kibum's Side
"Eomma… tidakkah kau berpikir meninggalkan makanan untuk putra sulungmu yang tampan ini?"
Jiyoung terkikik kecil. "Mianhae, chagi. Lapar ya? Mau eomma bawakan apa?"
"Kimbab! Galbi! Apapun! Aku lapar!"
"Arraseo. Kami dalam perjalanan pulang, tunggu ya."
"Cepat ya, eomma! Saranghae!"
Tut.
Kibum menghela napas ketika Jiyoung meletakkan lagi ponselnya di dashbor mobil. "Dasar oppa. Seharusnya dia menelpon saat kita masih di restoran tadi."
"Sudahlah. Nanti kita berhenti di restoran kesukaan Donghae, ya."
Kibum mengangguk. Saat ini, Kibum gantian menyetir mobil, sebagai ganti karena sudah mau mentraktirnya makan siang tadi. Istilahnya, balas budi.
Selama di perjalanan, mereka berdua tidak berbicara.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya mereka sampai di restoran yang dimaksud.
Namun, tanpa disangka, Hankyung cs. juga berada di restoran tersebut.
Jiyoung dan Kibum bertemu mereka tepat saat mereka berdua baru saja tiba di pintu restoran. Heechul dan Siwon ada di meja resepsionis, sedangkan Hankyung dan Changmin berada di dalam restoran, mencari ruangan VIP. Kibum sedikit kaget saat mendapati Siwon berada disana bersama Heechul.
Siwon menyikut pelan Heechul. Kemudian yeojya itu menoleh.
"Wae-"
Mata Heechul membulat saat matanya menangkap sosok Jiyoung yang berdiri di pintu.
"Ah, annyeong." Sapa Kibum sambil setengah membungkuk. Siwon balas sapa sambil setengah membungkuk. "Annyeong."
Heechul dan Jiyoung saling bertatapan. Sampai sebuah suara menginterupsi mereka.
"Eh? Kibum-sshi?"
Changmin datang dari dalam restoran bersama Hankyung di belakangnya.
"Annyeong."
Hankyung yang sudah disebelah Changmin menatap Heechul dan Jiyoung bergantian. Ia dapat merasakan petir di antara kedua yeojya itu.
"Chullie." Suara lembut Hankyung membuat Heechul terkesiap. Begitu pula dengan Jiyoung. Namja itu tersenyum lembut kepada Jiyoung lalu membungkuk sedikit.
"Ruangannya sudah siap, ayo." Ajak Hankyung. Namun, ia teringat pada Jiyoung dan Kibum. Ia pun berniat mengajak mereka makan siang, untuk mengetahui penyebab konflik tak kasat mata antara Heechul dan Jiyoung barusan.
"Kalian berdua mau makan siang dengan kami?" tawar Hankyung.
"Ah, tidak. Kami cuma membeli makanan untuk dibungkus." Tolak Kibum lembut. Hankyung mengangguk.
"Kalau begitu, kami permisi." Hankyung menarik tangan Heechul dan Siwon ke dalam restoran, diikuti Changmin. Kibum menatap kepergian mereka. Kemudian, seulas senyum tipis terukir di wajah Kibum.
'Siwon itu…'
"Cih, dasar yeojya itu. Tetap arogan seperti biasanya. Berani sekali menatapku seperti itu. Mentang-mentang mantan sunbae. Ck." Gerutu Jiyoung. Kibum mengernyit.
"Eomma?"
Jiyoung terkesiap. "Ah, mianhae. Ayo, bungkus makanan untuk Hae."
.
At Choi's mansion
"Kami pulang!" kepulangan Jiyoung dan Kibum disambut dengan langkah lari dari lantai atas ke ruang tamu. Terlihat Donghae yang meringis sambil memegangi perutnya. Sepertinya pemuda itu benar-benar kelaparan.
"Aigo, Hae… kau benar-benar kelaparan?" tanya Jiyoung ketika Donghae menadahkan tangannya ke arah Jiyoung. "Ini, makananmu." Dan tanpa basa-basi lagi, Donghae langsung menyambar bungkusan itu kemudian berlari menuju ruang makan. Kibum menggeleng pelan melihat sikap Donghae.
"Baiklah, eomma. Sekarang aku mau istirahat dan kuharap eomma ataupun Donghae oppa tidak akan menggangguku, ya?" pinta Kibum dengan mata berkaca-kaca. Jiyoung tersenyum lalu mengusap pipi Kibum lembut. "Arraseo. Istirahatlah, Bummie."
Lalu, Kibum berjalan ke kamarnya di lantai dua. Membuka pintu kamarnya lalu menutupnya perlahan. Kemudian melepas bajunya satu persatu sampai tinggal hotpants hitam dan singlet hitam yang membalut tubuh indahnya.
Kibum menjatuhkan dirinya ke kasurnya yang empuk. Tubuhnya serasa remuk, lelah sekali. Kontes seperti itu sangat menguras tenaga. Kibum mencoba memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuhnya, sampai dering ponselnya menggema di kamarnya.
Kibum mencoba mengabaikan deringan tanda telepon masuk itu, sampai dering itu tidak terdengar lagi. Kibum bernafas lega. Namun, ponselnya kembali berdering lagi. Dan sepertinya Kibum tidak bisa mengabaikan dering ponsel yang mengganggu ini.
"Yeoboseyo? Nuguya?"
"Ah, Kibum-sshi. Ini Siwon. Choi Siwon."
Kibum mengernyit heran. 'Bagaimana Siwon bisa mendapat nomor ponselnya?' itulah yang terlintas di pikiran Kibum. Tapi ia terlalu lelah, sehingga pertanyaan itu terlewat dan Kibum terlanjur kesal dengan dering telepon yang menyebalkan itu. "Oh, Siwon-sshi. Ada apa kau meneleponku?"
"Hanya ingin berbincang. Sudah sampai di rumah?"
"Ne~ dan tahukah kalau kau sedang menelepon dalam keadaan yang sangat teramat tidak tepat?"
Siwon tidak menjawab. Sepertinya namja itu sedikit kaget dengan kalimat penuh kekesalan Kibum barusan.
"Apa kau sedang istirahat?" Kali ini Siwon bertanya dengan sedikit nada takut.
"Ne." Kibum menjawab dengan penuh penegasan. "Ada yang ingin kaubicarakan lagi? Mumpung aku masih sanggup berbicara."
"Tidak ada. Istirahatlah yang banyak, mimpi indah. Oh ya, jangan lupa mimpikan aku, Kibum-sshi. Annyeong."
Tut.
Kibum membulatkan mata ketika mendengar kalimat terakhir Siwon sebelum memutus telepon. "Memimpikanmu? Kau berharap, Choi Siwon?" gerutu Kibum sambil meletakkan ponselnya di meja nakas di samping tempat tidurnya. Kemudian mengusap wajah manisnya yang terlihat letih.
Tak lama kemudian, orbs malam Kibum tertutup dan pikirannya berkelana ke alam mimpi.
.
"Kibummie…"
Samar-samar, sebuah suara berat tertangkap indera pendengaran Kibum. Dengan mata sedikit berat, ia membuka matanya perlahan. Kemudian silau cahaya lampu menyapa matanya.
"Kibummie, bangun…"
Suara berat itu terasa sangat intens dan sangat dekat dengan telinga Kibum. Kibum menoleh ke samping, lalu matanya bertatapan langsung dengan sesosok wajah tampan yang dekat sekali dengannya.
"GYAAAA!"
Kibum segera bangun lalu beringsut menjauh dari wajah itu.
"HAHAHAHA! Lucu sekali, Kibummie!"
Kibum mulai mencerna suara dan wajah tadi.
'Suara ikan itu 'kan serak-serak basah #plaaakk# wajah ikan itu walaupun tampan tapi tidak setampan itu...'
-Eeeehhh….-
"K-kau! Choi Siwon!" jerit Kibum ketika menyadari ternyata wajah yang tadi sangat dekat dengannya itu adalah Choi Siwon! Orang yang tadi meminta Kibum agar memimpikannya. Kibum terkejut ketika Siwon berjalan naik ke ranjangnya dan mencoba mendekati Kibum yang memojok di ranjangnya sendiri.
"Jangan mendekat!" jerit Kibum tegas, dengan tatapan menusuk agar Siwon berhenti mendekatinya. Namun Siwon terus merangkak mendekati Kibum dengan dimple terbentuk jelas di pipinya.
Kibum menggigit bibir bawahnya. Tangannya meremas selimut keras, lalu…
"EOMMAAAAA!"
.
"EOMMAAAAA!"
-brukk praaanggg craangg-
Kibum membuka matanya lebar-lebar sambil mengatur napasnya yang terengah-engah. Tangannya merayap memegang kepalanya. Keringat mulai bermunculan.
"Mi-mimpi?"
-braaakk-
"Wae, Kibummie? Kenapa kau teriak tadi?" kata Jiyoung yang baru saja memasuki kamar Kibum. Kibum mendudukkan dirinya.
"Aku cuma mimpi buruk," bisik Kibum. "mian membuat eomma kaget."
Jiyoung mengernyit heran. Ia mendekati Kibum lalu mengelus kepalanya pelan. "Gwaenchana. Sekarang sudah malam, lho. Apa kau lapar? Jika iya, turunlah makan, sudah ada Appa dan Hae."
Kibum mengangguk pelan.
'Aku pasti sudah gila karena memimpikan Choi Siwon itu.' Batin Kibum.
.
TBC
.
.
A/N:
Tubikoooonn~~ jreeng jrengg~
Akhirnya uri Kibummie memimpikan uri Siwonnie juga… huff, author mulai ngebayangin yg nggak2 pas mimpi Kibum itu.. XD #digatak
Ni author kasih kilat, soalnya udah pernah dipost di FB. nah, untuk chapter selanjutnya author gak janji bakal apdet kilat soalnya belom selesai xD tapi kayaknya bakal dipecah jadi dua bagian soalnya panjang bgt-_-
Author minta saran dong tentang chap ke3 ini… mian kalo ceritanya ngawur, gaje, menimbulkan kejang-kejang yang berdampak pada terjadinya pernikahan author dan Donghae (?) dan saran dari chingudeul smua bisa membuat cerita ke depannya jdi lebih baik.. kekeke~ *abaikan pernikahan diatas XDDD*
Oke, sekian curcol gaje ini. REVIEW sangat diperlukan. Udah baca tapi gak mau REVIEW sama aja numpuk dosa, OK? #dikubur readers
