SELAMAT MENIKMATI CHAPTER 3... SORRY RADA TELAT ^^ Dan kacau ceritanya! selamat menikmati!
Our Hearts are connected
Chapter 3
Sudah 3 hari ini, Ichigo terbaring di kasurnya. Perlahan, luka-lukanya sudah membaik dan menutup. Kejadian penyerangan yang dilakukan Grimmjow adalah, penyerangan terparah selama 6 bulan terakhir. Toushirou sebagai sahabat Ichigo memikirkan, jika ibu tiri Ichigo, sudah ada niat untuk membunuh sang anak tirinyan itu.
Saat Toushirou sedang menyenderkan badannya ke kasur, ada yang membuka pintu kamarnya dan ternyata itu sang putri.
"Ru.. Rukia-hime? Ngapain anda ada di sini?" Heran Toushirou.
"Ada yang ingin kubicarakan, Toushirou-kun…" Jawab Tegas sang Putri.
Sedangkan…
Di kediaman Ichigo…
Sang ibu tiri, Cirucci menginterograsi sang anak kandungnya yang kedua, Grimmjow. Dia memeriksa akan penyerangan Grimmjow beberapa hari yang lalu. Dia sudah gagal untuk membunuh Kurosaki Ichigo pada hari itu. Cirucci mulai angkat bicara…
"Grimmjow, kamu telah gagal untuk membunuh Kurosaki Ichigo. Jadi, apa alasanmu mengapa kau gagal?" Ucap Cirucci.
"Ini semua ulah Ulquiorra! Dia telah mencegatku untuk membunuh Kurosaki Ichigo!" Ucap Grimmjow dan dia menunjuk Ulquiorra.
"Mengapa kau salahkan aku? Aku akan membiarkanmu kalau kau ingin membunuh Kurosaki Ichigo! Tapi, kemarin kau malah akan menyerang sang putri! Apa yang mau kau tanggung jawabkan jika kamu membunuh sang putri?" Dingin Ulquiorra.
Grimmjow menggeretak, sang ibunda hanya melihat jahat sang anak kandungnya itu (duduk dengan gaya Aizen). Cirucci langsung berdiri dari singgasana dan mengeluarkan suatu strategi untuk mengalahkan Ichigo.
"Bagaimana jika…"
-Rumah Soujirou-
Hari sudah sore, Soujirou melihat keadaan Ichigo yang masih tertidur. Rukia tertidur di kamar Toushirou karena telah seharian mengheal Ichigo. Sudah 3 hari ini, Rukia menginap di rumah Soujirou untuk menunggui Ichigo (jadi, mau gak mau Toushirou harus tidur di ruang tengah atau di kamar Soujirou). Byakuya dan Hisana juga bolak balik ke rumah Soujirou untuk melihat keadaan Rukia selama 3 hari ini.
"Rukia-chan ketiduran?" Lembut Hisana.
"Ya… Maaf ya kalau putri diam di sini. Awalnya saya suruh putri pulang ke Istana… Tapi, dia nolak-nolak. Maafkan saya…" Tunduk Soujirou.
"EH? Justru kami yang harusnya minta maaf! Coz, Rukia menempati tempat tidur Toushirou-kun. Jadi, Toushirou-kun harus terasingkan dari kamarnya! Maafkan kami ya, Toushirou-kun…" Maaf Byakuya.
Toushirou mengangguk dan kembali meminum milk shake buatan Soujirou. Milk shake dengan rasa jeruk itu, ditawari Soujirou pada sang ratu dan raja.
"Anda mau milk shake jeruk?" Tawar Soujirou.
"Ah… Boleh… Aku minta ya?" Jawab Byakuya dan meminum segelas milk shake itu.
Tiba-tiba, Rukia terbangun dan keluar dari kamar Toushirou. Rukia menggaruk matanya yang baru bangun. Karena tumben-tumbennya dalam 3 hari ini, dia bisa tidur nyenyak.
"Selamat pagi Kak Hisana, Kak Byakuya, Toushirou-kun, Soujirou-san…" Ucap Rukia.
"Rukia… Sekarang sudah jam 5 sore! Bagaimana kau bilang ini pagi?" Kesel Hisana.
"Ayo! Cepet minta maaf ke Soujirou dan Toushirou-kun! Karena kau sudah merepotkan mereka 3 hari ini! Ayo pulang! Biar Ichigo-kun dijaga oleh mereka berdua!" Ajak Byakuya.
Rukia menolak dengan tegas. Dia tidak mau karena dia ingin menunggu Ichigo hingga sadar. Walau Soujirou dan Toushirou sudah membujuk, Rukia tetap menggelengkan kepalanya.
"Soujirou-san! Kalau gak mau, tetap saja gak mau! Jangan paksan aku!" Marah Rukia.
Tiba-tiba, Ichigo terbangun dan memanggil nama Rukia. Semua yang mendengar, langsung bergegas melihat Ichigo. Ichigo yang saat itu masih lemas, napasnya masih ngos-ngosan, tangannya yang gemetaran, memegang tangan Rukia.
"Rukia… Kau… Kenapa kau ada di sini?" Kaget Ichigo.
"A… Aku mengheal kamu! Aku takut ada apa-apa padamu… Aku… Aku khawatir…" Jawab Rukia.
Ichigo hanya diam saat Rukia mulai menangis. Ichigo bingung, dia pikir kalau dia itu bukan siapa-siapa sang putri. Tapi yang ia lihat sekarang, kantung mata Rukia tebal, bajunya kusut, dan menangis. Ichigo mulai bicara kembali…
"Te… Terima kasih anda mau menunggu dan mengheal saya. Tapi, lebih baik anda pulang ke istana. Karena, anda juga harus beristirahat. Aku tidak apa-apa kok Rukia-hime… Be… Beristirahatlah…" Senyum Ichigo sambil mengapus air mata Rukia.
Rukia mengangguk dan berdiri dari duduknya. Dia pergi memakai jaket yang disimpan di gantungan kamar Ichigo. Setelah itu, Rukia berbalik, "Jika saya kesini nanti… Kau harus sudah sembuh! oK?".
Ichigo tersenyum dan mengacungkan jempol, "OK".
Rukia ikut pulang bersama Byakuya dan Hisana. Sesampai di depan rumah, ada seseorang yang cepat-cepat masuk ke rumah Soujirou. Orang itu tinggi dan mempunyai rambut berwarna merah. Rukia hanya memandangi dia saat dia masuk rumah. Setelah itu, Rukia meninggalkan rumah Soujirou.
Soujirou pergi meninggalkan Ichigo untuk mengambil makanan, Toushirou duduk di samping kasur Ichigo sambil makan es lilin rasa ketan hitam (Kesukaanku! *Rebut*). Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya Ichigo dengan keras. Orang itu sangat cape saat sampai di sana.
"Ichigo! Kudengar kau terluka? Apakah itu benar?" Ucap Orang itu.
Ichigo kaget setengah mati dan ingin kabur. Eh pas mau kabur, kakinya gak bisa digerakan. Orang itu langsung memeluk tubuh Ichigo dengan keras. Ichigo sudah mati saat itu jika Toushirou tidak menegur orang aneh itu.
"Abarai! Ayo lepaskan! Kamu mau Kurosaki mati gara-gara pelukan kamu? Udah kamu berotot semua lagi!" Amuk Toushirou.
"Ah, maaf… Maaf, Toushirou-san… Bagaimana lagi sih, sebagai sahabat yang baik, sudah sepatutnya kita saling menghawatirkan! Ya kan?" Senyum orang yang dipanggil Abarai oleh Toushirou.
Ichigo mendorong paksa tangan orang itu, "RENJI! LEPASIN!"
Ya, cowok berambut merah panjang itu adalah Abarai Renji, sahabat Ichigo dan umurnya lebih tua 5 tahun dari Ichigo. Mengapa dia baru muncul sekarang? Ya, karena dia sedang keluar kota dan pas mau pulang, tersesat hingga ke pelosok hutan.
"Sorry aku telat kesininya! Coz, tersesat! Hehehe…" Senyum Renji.
Ichigo dan Toushirou sudah berhiroshi ria mukanya. Ada sepintas rasa ingin membunuh si Renji ini gara-gara penyakit buta arahnya yang parah. Renji hanya cengar-cengir saat itu. Saat duduk di bangku dekat sana…
"Ichigo, apakah ini perlakuan ibumu lagi?" Tanya serius Renji.
Ichigo menggelengkan kepalanya, "Mungkin sebagian ya, tapi untuk luka-luka ini full diakibatkan oleh Grimmjow!".
"Grimmjow? Apa saja yang dia lakukan terhadapmu?"
"Ya, kau bisa lihat sendiri! Hasil yang dia lakukan terhadapku!"
"Ya, aku lihat! Kenapa Kau gak balas mereka? Kamu mau hak dan kewajibanmu terambil?" (kenapa jadi PKN? =,=")
"Jelas tidak! Tapi… Mereka tidak salah apa-apa…"
Renji mengangkat kerah baju Ichigo, dia membanting Ichigo hingga dia jatuh ke kasur. Setelah itu dia duduk di atas badan Ichigo (Gak sampe kena badan Ichigo). Renji mulai marah, "APA MAKSUDMU DENGAN MEREKA TIDAK SALAH? Jelas-jelas mereka itu salah padamu! Kalau mereka gak salah, berarti mereka gakkan menyerangmu begini? Kau tahu itu?"
Muka Ichigo mulai kusut, dia balas lagi perkataan Renji…
"Aku tahu! Tapi bagaimana jika aku yang salah? Lalu mereka kesel padaku dan mereka menyerangku? Aku tidak bisa menyerang mereka karena aku yang salah dan aku yang patut mendapatkan hukuman!"
Renji terdiam dan melepaskan genggamannya. Lalu, dia duduk di sebelah Ichigo. Dia menggaruk-garukkan kepala dan membuka ikatan rambutnya.
"Cih, kamu benar-benar teralu baik! Aku kalah!"
Napas Ichigo ngos-ngossan, sambil melihat Renji dengan lembut. Dia mengucapkan, "Thank`s… My Friend…"
Renji balik senyum pada Ichigo dan mengkusutkan rambut Ichigo. Setelah itu, dia sadar mengapa daritadi Toushirou diam terus. Setelah celingak-celinguk, mereka menemukan Toushirou yang ternyata sudah ketiduran di sofa di kamar Ichigo.
"Hahaha… Anak ini, di saat begini kau malah tertidur… Ba…" Ucap Renji. Saat dia mau membangunkan Toushirou, dia dicegat Ichigo.
"Renji! Sudah, biarkan saja dia tidur! Dia sudah gak tidur selama 3 hari! Biarkan saja…" Lembut Ichigo.
Renji hanya menghela napas setelah dicegat oleh Ichigo. Renji duduk kembali di kursi sebelah kasur Ichigo. Kusaka masuk ke kamar Ichigo dan membawakan makanan. Ichigo tersenyum dan dia pun makan dengan menu nasi, Udang goreng, buncis oseng kecap, dan cream sup (ngiler aku…) yang semua asli buatan Soujirou 100%.
Karena tangan Ichigo tidak bisa bergerak seperti biasa, Soujirou yang menyuapinya (haduh… So sweet). Padahal, kalau masih ada Rukia di sana, Soujirou berencana untuk menyuruh sang putri menyuapi Ichigo. Sayangnya, sudah keburu pulang.
Renji tersenyum, lalu dia teringat sesuatu…
"Oh ya, Ichigo! Tadi cewek yang baru keluar dari rumah ini siapa? Kok aku baru liat dia sekarang? Pendatang baru ya? Cantik juga lho! Bisa aku incar nih…" Senyum licik Renji.
Mendengar kata 'incar', makanan yang ditelan Ichigo tersangkut dan dia tersedak. Soujirou yang kaget karena Ichigo tersedak, langsung mengambil gelas berisi air dan diberikan pada ichigo. Renji mengangkat alisnya sebelah, kok bisa-bisanya sahabatnya tersedak hanya gara-gara ucapan ini.
"Woi, kau kenapa Ichigo?" Heran Renji.
Ichigo mengangkat mukanya, "Renji, dia itu Putri Kuchiki Rukia. Adik kandung dari sang ratu, Kuchiki Hisana!".
Sepintas ada suara Guntur dari belakang badan Renji. Muka Renji bercucuran air keringat.
"Di… Dia… Dia putri Rukia? Yang konon dia tak pernah keluar istana?" Ngotot Renji.
Ichigo mengangguk dan Renji langsung diam di ujung ruangan. Semua sweatdrop meliat tingkah laku Renji. Ichigo yang memasang muka pasrah, langsung mengajukan pertanyaan, "Renji, kamu suka Rukia-hime?".
Renji langsung mengangkat mukanya dan menatap Ichigo, "Ya iya, dia cantik dan anggun… Dan dia baik serta anggota kerajaan! Siapa yang gak mau dengan sang putri?".
Ichigo terkejut dan tersenyum, memang ada kemungkinan besar Renji dapat menikahi sang putri dimasa depan karena, selain dia kaya, dia ganteng, dan hebat serta baik. Sedangkan Ichigo, dia baru saja diusir dari rumahnya sendiri. Dia bukan keluarga Kurosaki lagi. Sang ibu tirinya sudah tidak menerima dia sebagai anak. Jadi, dia hanya seorang 'Ichigo', rakyat biasa.
Muka Ichigo melesu dan tatapannya kosong. Saat itu juga, dia menolak untuk makan dengan alasan kenyang. Soujirou hanya menatapi Ichigo dengan kasihan. Setelah selesai membereskan makanan dan membawa ke dapur, Soujirou kembali ke kamar Ichigo untuk memindahkan Toushirou yang tertidur ke ranjangnya. Renji yang mempunyai keperluan, langsung bergegas pulang dan keluar rumah. Dia membawa oleh-oleh berupa hasil laut yang sangat banyak dan diberikan pada Soujirou.
Setelah semua meninggalkan kamar Ichigo, Ichigo menutupi mukanya dengan selimut. Perasaannya kacau dan gundah, dia bingung kenapa dia bisa merasakan perasaan seperti ini. Apakah perasaannya ini disebut 'cemburu'?
Keesokan harinya, Rukia datang menjenguk kembali. Kali ini, dia pergi bersama Byakuya dan Hisana. Toushirou saat itu masih tidur. Malam hari kemarin, dia deadline membuat novel, makanya dia susah dibangunkan pagi-pagi. Rukia langsung datang ke kamar Ichigo dan dia kaget, kalau Ichigo sudah berpakaian rapih.
"A? Rukia-hime… Selamat pagi!" Sapa Ichigo.
"Se… Selamat pagi! Kamu mau kemana?" Tanya Rukia.
"Aku mau pulang dulu ke mansion… Sudah waktunya saya pulang, kemarin penjaga mansion menghubungi saya. Saya pulang dulu ya, Rukia-hime…" Senyum Ichigo.
Rukia tahu Ichigo saat itu berbohong. Maka, dia mencegah Ichigo untuk pergi dengan menutup pintu kamarnya.
"Kamu bohong!"
"EH?" Kaget Ichigo.
"YA! Kamu bohong! Kamu bilang kalau kamu ingin pulang ke mansion, padahal kamu baru saja disiksa begitu! Kamu pasti bohong! Terlihat dari matamu!" Marah Rukia.
Ichigo terdiam dan melihat Rukia dengan tajam.
"Tidak, saya tidak bohong! Saya…"
"ICHIGO!"
Ichigo kaget karena sang putri mulai membentaknya. Rukia mulai gemetaran dan memukul tembok (Temboknya retak lagi). Rukia mengangkat kepalanya dan menatap lurus Ichigo.
"Ichigo… Sebenarnya, aku…"
Tiba-tiba Renji datang dan memeluk sang putri dari belakang. Rukia kaget dan Ichigo hanya bisa melongo. Byakuya yang mendengar teriakan Rukia karena kaget, langsung lari ke kamar Ichigo. Dia kaget karena Rukia sudah menghantam Renji hingga babak belur.
"Rukia, Ada apa?" Tanya Byakuya.
Rukia menunjuk Renji, "ADA ORANG MESUM!".
"AKU BUKAN ORANG MESUM!" Kaget Renji.
Byakuya sweatdrop dan menunjuk Ichigo, "Ichigo-kun, kamu mau kemana?"
"Raja Byakuya, saya mau pulang ke mansion saya! Saya sudah teralu lama tinggal disini… Maaf…" Jawab sopan Ichigo.
"Tapi, bukannya kamu…"
"Tidak apa… Mungkin, Ibunda saya sudah mau memaafkan saya… Ayah saya juga akan pulang beberapa hari lagi, jadi… Saya akan mempersiapkan segalanya untuk menyambut ayah. Terima kasih atas kebaikan anda selama ini. Saya menerimanya dengan lapang dada…" Tunduk Ichigo dan dia membawa tas ransel punyanya.
Dia keluar rumah setelah mengucapkan salam perpisahan pada semua orang yang ada di rumah itu. Kemudian, Ichigo pergi dari hadapan mereka. Rukia hanya menatapi sedih perginya Ichigo. Dia berusaha mengejarnya dan percuma, Ichigo sudah menghilang dari sana. Rukia menghela napas dan memukul tembok hingga retak kembali (Soujirou menangisi kembali nasib tembok yang ancur ketiga kalinya oleh sang putri).
Byakuya menoleh kearah Renji berada, dia, Dia mencoba mengingat sesuatu tentang siapa itu Renji. Setelah sekian lama, Byakuya angkat bicara.
"Jangan-jangan… Kamu adalah… Abarai Renji? Anak laki-laki yang sekitar 10 tahun yang lalu, dijodohkan oleh kakeknya Rukia agar menikah dengan Rukia. Tapi, kau kabur entah kemana?"
Renji tersenyum dan mengangguk, Rukia menggelengkan kepalnya.
"Aku… Aku gak mau dijodohkan… Kakak tahu itu kan? Ini ulah kakek, mengapa dia maksa untuk menjodohkan aku dengan Abarai-san!" Marah Rukia.
"Aku tahu itu Rukia! Ini semua ulah kakek! Sekarang, kita keluar dulu dan diskusikan ini semua dengan tenang di luar! Ok?" Tenang Byakuya.
Rukia mengangguk dan mengikuti kemana kakakknya pergi.
"Abarai-san… Maaf, kami permisi dulu…" Tunduk Byakuya.
Renji mengangguk dan melambaikan tangannya. Setelah Byakuya dan yang lain naik ke kereta kuda dan pulang, Renji juga keluar dari rumah Soujirou. Alasannya saat ini, dia mau pulang karena ada tugas yang menumpuk. Soujirou tersenyum melepas kepergian Renji. Setelah pergi, Soujirou langsung merubah raut mukanya menjadi raut muka sinis.
Dia mendekati pintu kamar Toushirou dan mulai bicara…
"Hitsugaya! Apa yang akan kau lakukan pada Kurosaki Ichigo sekarang? Dia sudah pergi dan kembali ke mansionnya… Apakah kamu akan menyusulnya?" Ucap Soujirou.
Suara berat datang dari kamar Toushirou, "Tenang saja Kusaka… Aku sudah memberikan alamat rumahku yang kosong pada dia! Dia pasti bisa berpikir tenang di sana!"
Soujirou tersenyum dan memejamkan matanya, "Kamu cepat tanggap ya, Hitsugaya!"
Toushirou tersenyum, "Haha… Sudah biasa kok…"
Selama perjalanan, muka Rukia terlihat sangat sebal. Byakuya dan Hisana hanya menghela napas dan mulai menasihati adiknya itu, "Rukia… Jangan dipikirkan! Kami tahu kalau kamu itu tidak suka dengan Abarai-san… Jadi, kami akan mencoba membantu kamu sebisa mungkin kita! OK?"
Rukia tetap memasang muka cemberut, sekarang giliran Byakuya yang berbicara…
"Rukia, kamu suka Kurosaki Ichigo kan?"
Sang putri kaget, dia mengangkat mukanya dan memerah… "Kakak! Tahu darimana?"
Byakuya dan Hisana saling bertatapan, "Kami tahu karena kami kakakmu kan?". Senyum mereka.
Rukia menyenderkan badannya pada kursi yang ada di kereta kuda itu. Dia menghela napas dan tersenyum, "Dasar… Kak Hisana, Kak Byakuya…"
-Tempat lain-
Ichigo sampai di sebuah rumah yang sederhana di ujung kota. Dia mengikuti alamat yang diberikan Toushirou padanya. Setelah itu, dia masuk dan menyimpan tasnya ke sebuah kamar. Menyalakan perapian dan duduk di sofa dekat sana. Dia masuk ke rumah itu karena sebenarnya, dia pergi tanpa tujuan. Toushirou mengetahui itu dan memberikan sebuah alamat serta sebuah kunci. Ichigo tersenyum mengingat itu.
Dia memandangi langit-langit ruangan itu. Setelah itu, dia melihat sekitar. Rumah itu begitu rapih dan terawat. Dia pergi menuju ke sebuah lemari dan melihat selembar foto. Foto itu berisi seorang anak kecil berumur sekitar 2 tahun dan orang tuanya dibelakangnya. Ichigo melihat anak kecil itu dengan cermat, dia berpikir kalau anak kecil itu tidak asing. Saat melihat tulisan di belakang foto itu. Ichigo kaget.
Tulisan itu berisi, 20 Desember 20xx. Foto bersama ibu angkatmu, Hitsugaya von Matsumoto Rangiku dan ayah angkatmu, Hitsugaya von Ichimaru Gin untuk merayakan hari ulang tahunmu kedua. Spesial dari kami untukmu…
Tanjoubi Omedetou, Hitsugaya von Toushirou-chan!
Ichigo terdiam beberapa saat melihat foto itu. Dia terkejut apalagi pas melihat nama 'Hitsugaya von'. Nama itu sudah tidak asing lagi di matanya. Mengapa? Karena nama keluarga itu adalah nama keluarga yang sudah gugur sekitar 10 tahun yang lalu. Ichigo gemetaran saat itu juga. Jadi, selama ini dia berteman dengan satu satunya orang dari keluarga bangsawan Hitsugaya yang tersisa.
Keluarga yang konon mempunyai kekuatan magis hebat,
Keluarga yang mempunyai banyak kekerabatan,
Keluarga yang sangat baik dan rela menjaga keamanan sekerajaan,
Tapi,
Merekalah keluarga bangsawan yang bersedia menjaga keluarga Kurosaki sebaik-baiknya hingga akhir hayat mereka.
"Toushirou…" Ucap Ichigo.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya, Ichigo kaget dan membukakan pintunya. Dia makin kaget karena yang datang adalah, Abarai Renji.
"Yoi, Ichigo!" Sapa Renji.
"Ren… ji?"
Renji masuk ke rumah itu setelah dipersilahkan oleh Ichigo. Dia melihat-lihat sekitar dan tertawa. Dia tidak menyangka, rumah Toushirou bisa serapih ini. Ichigo yang disindir, mukanya memerah. Setelah duduk di bangku dekat perapian, Renji langsung ke pokok permasalahan.
"Kamu suka Rukia-hime ya?".
Tembakan itu begitu tajam hingga menembus jantung Ichigo. Ichigo yang kaget, memuncratkan air putih yang baru saja dia minum. Renji tersenyum licik.
"Ok Ichigo! Kamu jangan bohong padaku! Aku tahu, kamu suka Rukia-hime kok. Jadi santai saja bro! aku takkan membocorkan ini pada sapa-sapa! Suer!". Peace Renji. Ichigo tersenyum dan menjawab pertanyaannya.
"Kamu juga suka Rukia-hime kan?"
Muka Renji langsung memasang muka onion head yang hiroshi. Habis itu dia tertawa lepas.
"Hahaha! Ichigo Ichigo… Itu dulu! Sekarang gak kok! Aku Cuma kangen doank coz, dulu waktu kecil aku pernah dijodohkan sama dia dan sering berbicara dengan dia juga! Tapi sekarang, Rukia sudah menyukai orang lain dan aku juga! Jadi, bagaimana bisa kita menikah dengan orang yang kita tidak cintai! Ya kan?"
Ichigo diam seribu kata. Sewaktu dia mau berbicara, dia disuruh diam oleh Renji. "Ichigo, berjuanglah untuk mendapatkan cinta Rukia-hime! Kami semua akan mendukung 100% dengan penuh semangat untukmu!".
Rambut Ichigo diberantakkin oleh Renji. Setelah dia memejamkan matanya, mukanya lebih terlihat tegar. "Arrigatou, Renji!"
Renji tersenyum dan memakan cemilan yang diberikan Ichigo. Setelah itu, Ichigo menanyai suatu pertanyaan, "Renji, apakah kamu mengetahui… Siapa yang ada di foto ini?".
-Istana-
Rukia terus melamun melihat langit. Orihime hanya menghela napas melihat majikannya itu terus melamun semenjak pulang dari rumah Soujirou. Orihime menghela napas dan berencana menanyakannya pada Soujirou. Dia pun pergi dan bergegas ke kamarnya untuk mengganti baju. Rukia yang hanya menghadap langit, dikejutkan oleh seseorang yang teriak di bawah jendela kamarnya. Rukia langsung turun dan mendekati orang itu.
"Anu… Anda siapa ya?" Lembut Rukia.
Lawan bicaranya adalah seorang perempuan tua renta yang menawari sebuah coklat. Rukia bertanya alasan mengapa sang nenek itu menawari dia apel. Sang nenek berbicara,
"Aku tahu kalau anda menyimpan suatu keinginan yang sangat besar. Anda ingin sekali bertemu dengan orang yang bernama Kurosaki Ichigo kan?"
Rukia kaget, "Mengapa anda bisa tahu?"
"Saya bisa melihat dari mata anda! Maka, dengan memakan coklat ini, keinginan anda akan terkabul!"
"Benarkah?"
"Ya, harganya hanya 5 Sheets (RP 25.000)"
Muka Rukia memasang muka seram, 5 Sheets hanya untuk sebuah coklat? Coklat dengan ukuran sekitar 20cmX15cm? Nenek itu langsung memasang embel-embel tawarannya yang dijamin berhasil 100%!
"Ini… Ini coklat ajaib! Beneran kok! Sumpah! Silahkan beli, keinginan anda akan terwujud dalam hitungan detik!"
Rukia menghela napas dan memberikan uang 5 sheets itu pada nenek-nenek itu. Setelah memberikan uang itu, dimakanlah coklat itu oleh sang putri. Setelah dimakan 1 gigitan, Rukia terjatuh dan tertidur.
Nenek itu langsung membuka jubahnya dan topengnya serta solatip yang melipat kakinya (seperti yang di cerita Detective Conan yang lupa lagi volume berapa (yang panah duyung itu lho)). Keluarlah seorang wanita dengan rambut keriting yang tak lain dan tak bukan, Cirucci Thunderwitch, ibu tiri Kurosaki Ichigo.
"hahaha! Kau terkena perangkapku Putri Rukia! Sekarang, tinggal nunggu beberapa detik lagi, kau akan terbangun sebagai… DARK RUKIA! HAHAHAHA!" Tawa licik Cirucci.
-Rumah Soujirou-
Tok… tok… tok…
Suara ketukan yang berasal dari pintu depan rumah Soujirou, terhenti. Soujirou membukakan pintu dan terkejut dengan tamu yang datang itu.
"Inoue-san? Ada apa kesini? Tumben…"
Orihime mengangkat mukanya, "Kusaka-san… Begini…"
Soujirou kaget dengan apa yang diceritakan Orihime. Dia gak habis pikir, efek dari perjodohan 10 tahun yang lalu, berdampak seperti ini pada Rukia. Orihime khawatir dengan keadaan putrinya itu, langsung menghela napas.
"Jadi, ini ulah Tuan Kuchiki ya… Hh… Benar-benar deh…"
"Ya, ini ulah kakek itu! Dia menjodohkan Rukia-hime 10 tahun lalu dengan Renji. Rukia-hime yang teringat akan momen itu, langsung marah dan pulang bersama Byakuya-sama. Sekarang, Byakuya-sama sedang mencoba untuk membantu pembatalan perjodohan itu." Jelas Soujirou.
Orihime tertunduk dan menghela napas, "Jadi, tidak ada yang bisa kita bantu ya?"
Soujirou hanya mengangguk. Ketenangan mereka harus pecah karena dobrakan keras pintu dari seseorang.
"DIMANA KUROSAKI ICHIGO?" Teriak orang itu dan ternyata dia adalah Grimmjow.
"Grimm… jow?"
-To be continue-
Ran: ARGH!
Ichigo: Kenapa?
Ran: Takut gak naik kelas lah! Si bapak bio katanya gak mau nerima lks bio! Padahal tuh lks udh dikerjain! Nyebelin! Udah ma, temen guwe belum ngumpulin tugas bio kelompok kita sampe sekarang! Bisa-bisa, pas penjurusan aku gagal masuk IPA gara-gara bio jeblok! Argh! Habis itu, pas mau ngumpulin tugas … kata si ibunya,"Ah Ran, kamu telat! Gak usah deh!" padahal si ibunya yang nyuruh senin dan jauh hari sebelumnya tugas itu dah dinilai tapi belum dimasukan. Senin lagi sibuk, ya udah selasa. Eh, selasa gk nerima! Tapi ujung2nya… "Ya udah, ibu tuntaskan, tapi gambarin ibu ya!". Mukaku langsung berhiroshi. Nilai yang lain sudah lengkap sih (anehnya tuh ya, geografi ada 1 tugas belum aku kumpulkan, nilaiku lengkap! Aneh… , tapi syukur deh ^^) Argh! Nyebelin!
Semua: *sweat drop* Ran, ini bukan tempat curhat!
Ran: Maaf… aku sebel banget sih , seminggu ini aku sibuk remedial! Fisika (remed sekelas) dengan nilai ** (dan remed lagi, remed lagi), pkn nilai ** (Kayanya, itu salah scannernya deh… coz, semua teman-temannku sudah pede dengan jawabannya dan lihat di buku memang itu jawabannya).Biologi ama sejarah lulus pas-pasaan! UKK semester 2 ini edan banget lah! Nilaiku pada jatuh semua! *nangis* 3 pelajaran di rapot nilai merah… aku kan gak naik kelas… Hiks… Hiks… :'( padahal aku sudah belajar susah payah sampe tidur malam untuk UKK ini :'(
Ichigo: sabar… aku tahu kok bagaimana perasaanmu! Sabar ya… aku juga, takut Bahasa Jerman ama Bahasa Indonesiaku jeblok… Fisika ama Biologi aku juga hapir jeblok… tenang
(cat: Di ceritaku yang lain, Ichigo bersama Renji adalah kakak kelas Ran, Byakuya adalah guru Jepang Ran dan Toushirou adalah teman sekelas Ran)
Ran: Ichigo-kun…
*Ran dan Ichigo berpelukan*
Hitsu: Cih… Mereka kenapa sih?
Soujirou: *tiba-tiba muncul* Hitsugaya, bukannya kamu juga remed Pkn?
Hitsu: *petir* NGEK? URUSAI! *Pergi dengan muka memerah*
Byakuya: Ok, terima kasih atas dukungan anda semua karena, dengan dukungan anda fic ini dapat berlanjut… terima kasih *nunduk*
Rukia: Ok, kali ini review yang terpilih adalah review dari Riztichimaru-san (kalau salah nulis, gomen ,) dia bertanya, "Jgn2 authr sk mkn es lilin y?". Thor, jawab!
Ran: *masih berair matanya* o.. Ok… *diam sejenak*
Ran: Ngek? Es lilin… ke… ketahuan *keringat dingin*. Ya, *mengakui kebenaran* saya dan teman saya suka beli es lilin sepulang sekolah. Kebetulan, jarak dari sekolah ke tempat yang jual es lilin cukup dekat (kurang lebih 1 km). Jadi, sekalian cari angkot pulang, sekalian aja beli es lilin. (lumayan Cuma 2000an) hehehe :D. Oh ya, nanti.. Rukia dan Ichigo pasti…
Ichigo: Ran, pantesan loe gak ngurangin berat badannya! Orang kamu makan manis-manis ter…
*RAN`s PUNCH!*
Ran: Kembali ke scene! Kurosaki-san, anda menyebutkan "misi apa?" maksudnya misi siapa ya? Ayahnya Ichigo atau Grimmjow? (=Lagi hilang konsentrasi.) hhe :D Gomen *nunduk*
Ichigo: *muncul dengan berdarah-darah* Oh ya Yuuna-chan! Sejak kapan kau menyimpulkan kalau hobiku menendang?
Ran: Bukannya loe hobi nyiksa guwe ya? Juga, pas kamu bertemu ayahmu di episode awal anime Bleach, kamu menendang ayah…
*Ichigo`s kick*
Ichigo: *muka watados* Yuuna-chan… ini aku tidak melawan karena, aku juga masih terkejut dan tidak punya senjata apapun di tangan… sedih banget daku…
Grimmjow: Maksud? *tiba-tiba muncul*
Ichigo: *kaget* Grimmjow? Ngapain loe di sini?
Grimmjow: *Menunjukan pass card*
Ichigo *Sweat drop*
Cirucci: Haha… aku memang hebat! Haha!
Soujirou: hebat apa?
Cirucci: … entah?
*soujirou berhiroshi*
Ran: Es lilin~ Es lilin *membawa gerobak*
Ichigo: Ini bukan tempat buat jualan!
Ran: Ichigo, lebih baik loe diem lah! Guwe lagi stress you know? Udah nilai gak tahu nasibnya ama naik kelas apa gak, aku baru aja selese nge dekor dan baru aja selese pergelaran seni kemarin… Plisss banget, loe diem sampe akhir ini! Hah? *ngeluarin zanpakutou*
Semua: *sembunyi di balik tembok*
Rukia: Ehm… Terima kasih atas dukungan anda dan terima kasih juga sudah me ripiuw dan me like kan cerita ini. Kayanya, untuk cerita mendatang, sang author akan sedikit telat updet nya coz, dia mau karya wisata (Cuma 1 hari sih) dan ngurusin rapotnya… doain moga-moga dia dapet nilai bagus dan naik kelas dan masuk ke jurusan IPA! Ok?
Soujirou: Ok, dan sekarang…
Semua: Ja mata!
*pintu terbuka*
Renji: maaf, apakah ini studio buat cerita Our hearts are connected?
Semua: *Hiroshi*
