Selamat datang di fic saya ini… JANGAN Baca malam-malam! Authornya aja merinding gara-gara nulis chapter ini…

Our Hearts Are Connected

Chapter 4

"Foto ini… Bukannya foto keluarga Hitsugaya?" Ucap Renji sambil memegang sebuah foto yang ditemukan Ichigo di sebuah lemari.

"Keluarga Hitsugaya? Lalu… Lalu… Kamu tahu siapa anak kecil ini?". Ichigo menunjuk seorang anak kecil.

Renji memanggut-manggut dagunya. Dia mengingat-ngingat siapa anak ini. Setelah melihat foto itu selama 5 menit. Renji menyimpulkan..

"AH! ICHIGO!" Teriak Renji.

Ichigo menoleh, "Saya sudah menyimpulkan sesuatu!" Ucap Renji.

"Kalau dia ini… Maaf, saya tidak tahu :p".

Ichigo terjatuh seketika karena jawaban Renji itu. Sebenarnya, Ichigo sudah pengen cingcang si Renji, tapi kesabarannya mengalahkan rasa sebalnya.

"Daritadi kek bilangnya! Aku gak usah tegang begitu kan?" Marah Ichigo. Renji menciut.

Renji tersenyum sendiri melihat foto itu. Sedangkan Ichigo sudah sedikit bosan. Yang di foto itu, benar-benar Toushirou bersama orang tua angkatnya. Ichigo memikirkan, ternyata selama ini Toushirou sudah menyembunyikan sebuah rahasia besar. Jadi, dengan alasan tertentu, dia ingin menjadi sahabat Ichigo.

"Toushirou… Ini… Benar-benar sudah kelewatan! Katanya tidak ada rahasia lagi diantara kita… Tapi, apa ini? Ternyata kamu menyimpan sebuah rahasia besar!" Kesal Ichigo.

Renji terdiam melihat sahabatnya yang sedang muram itu. Langit menunjukan waktu matahari terbenam. Hari berganti menjadi petang, bintang sudah bermunculan di langit. Ichigo dan Renji hanya nonton bareng di rumah sementara Ichigo itu. Tiba-tiba, ada seseorang yang mengetuk pintu dengan keras. Saat membukakan pintu, Ichigo dikagetkan oleh seorang cewek yang menabraknya.

"Kurosaki-sama! Tolong!" Ucap orang itu.

Ichigo teringat akan nama perempuan yang menabrak itu, "Inoue-san? Ada apa?"

"Kusaka-san! Toushirou-kun! Mereka… Mereka…"

Ichigo dan Renji yang mendengar pernyataan dari Orihime langsung keluar rumah. Mereka langsung lari menuju rumah Soujirou. Sesampai disana, mereka dikagetkan dengan darah yang berceceran di depan rumah Soujirou.

"Da… Darah? Darah siapa ini?" Heran Renji.

Ichigo yang hanya diam melihat darah-darah itu, langsung bergegas lari menuju kamar Soujirou dan Toushirou. Tapi, alhasil dia tidak menemukan siapapun disana. Tapi, Ichigo heran karena pedang punya Soujirou menghilang. Saat dia sampai di kamar Toushirou juga, dia melihat kamarnya begitu rapih, tapi senjata punyanya tidak ada.

Ichigo yang bingung, melihat kearah jendela. Sepintas, dia melihat ada bayangan hitam di sana (Authournya merinding karena merasakan hawa dingin di belakang punggungnya gara-gara ngetik bagian ini malam-malam). Bayangan itu melakukan suatu gerakan yang aneh (Gigit-gigit kuku), Ichigo yang penasaran, langsung berlari kearah halaman belakang yang merupakan sebuah kebun.

Renji dan Orihime langsung mengikuti Ichigo. Ternyata, sampai disana, mereka dikejutkan oleh seseorang yang sedang menyerang Soujirou. Soujirou yang sudah kecapaian, terjatuh dan tidak bisa bergerak. Pergerakan dia dikunci oleh Grimmjow.

"Katakan, dimana Kurosaki Ichigo?" Tanya jahat Grimmjow.

Soujirou hanya mengehela napas dan memasang mata yang tajam, "Tidak akan kukasih tahu sampai kapanpun, bahkan jika aku harus mati! Aku tidak akan memberitahukan dimana dia berada padamu!".

Grimmjow yang kesal, langsung mendorong Soujirou hingga membentur tanah dan langsung mengangkat pedangnya.

"Baiklah, jika itu keinginanmu! Akan kukabulkan!"

Saat pedang mau ditancapkan di jantung Soujirou, Ichigo mencegahnya.

"JANGAN!"

Otomatis, Grimmjow menoleh kearah sumber suara itu yang tidak lain dan tidak bukan, Kurosaki Ichigo.

"Tolong Grimmjow… Jangan coba bunuh orang yang berhaga bagiku lagi…" Ucap Ichigo dengan lemahnya.

Grimmjow tersenyum dan langsung berjalan menuju tempat Ichigo berada. Soujirou yang melihat itu, berusaha mencegah Ichigo melakukan hal yang berbahaya. Tapi sayang, suaranya tidak bisa keluar sama sekali.

Ichigo melihat Toushirou yang pingsan karena kepalanya ditenggelamkan kedalam bak penampungan air. Setelah itu, dia melihat Soujirou yang terkapar bersimbah darah di belakang Grimmjow. Mukanya sudah mulai kacau, dia merasa kalau ini semua terjadi ulah dia. Dia berpikir, harusnya, saat itu dia tidak lari dari rumah. Jika dia tidak lari, hal seperti ini tidak akan terjadi.

"Sang bintang utama datang ya?" Sindir Grimmjow.

"Bebaskan mereka berdua, Grimmjow!" Seru Ichigo.

Grimmjow mengangkat pedangnya kearah leher Ichigo. Ichigo saat itu hanya diam, dia tidak bisa bergerak karena jika bergerak, Ulquiorra yang berada di belakang Toushirou akan langsung menebas mati Toushirou.

"Apa kata-kata terakhirmu, Kurosaki Ichigo?" Ucap Grimmjow.

Ichigo menelan ludah dan mulai menjawab pertanyaan itu, "Bebaskan teman-temanku!".

"Setelah itu?"

"Kau boleh membunuhku!"

Renji dan Orihime terkejut mendengar pernyataan Ichigo itu.

"Ichigo! Apa kau gila? Kamu rela terbunuh hanya gara-gara kami? Jangan begitu, I…" Teriak Renji.

Sebelum selesai berbicara, Renji keburu dihalang oleh sebuah senjata dewa kematian yang besar di depan lehernya.

Saat Renji menoleh, dia terkejut karena dia dihadang oleh sang putri, Kuchiki Rukia yang telah berubah menjadi Dark Rukia.

"Jangan bergerak! Kalau bergerak, akan kubunuh kau!" Ucap Dark itu.

"Ru… Rukia?" Kaget Renji.

Orihime semakin terkejut, karena dia melihat sosok sang putri yang diselimuti aura jahat dan kegelapan menyelimutinya.

"Rukia-hime! Apa yang anda lakukan?" Tanya Orihime dan mendekati Rukia.

Tetapi sayang, pergerakan Orihime dihentikan oleh sang ibu tiri, Cirucci.

"Sudah lama tidak bertemu ya, Ichigo-chan?" Sapa ibu jahat itu.

Mata Ichigo terbuka lebar karena kaget, orang yang paling ia takutkan telah muncul di depan matanya untuk hari ini. Sudah sekitar seminggu lebih, dia tidak bertemu orang itu. Tapi, sekarang, orang itu telah turun dari singgasananya dan berusaha untuk menangkap Ichigo dan membawa kembali Ichigo ke mansionnya.

"I… Ibunda? Mengapa, anda ada disini?" Tanya sang anak tiri.

"Tentu saja untuk membawa kembali anakku yang merupakan seorang pemberontak!".

Ichigo yang mendengar itu langsung melemas. Hanya dengan alasan yang gak masuk akal itu, teganya sang ibu mencoba untuk membunuh teman-teman Ichigo yang tidak salah apa-apa.

"Ibu, lepaskan tangan ibu dari teman-temanku!" Tunduk Ichigo.

"Tidak akan!" Jawab jahat Cirucci.

Ichigo mengangkat mukanya dan mulai memberontak, "IBU!"

Saat Ichigo mau bergerak, dia mendengar suara Soujirou yang berteriak nama 'Toushirou'. Ichigo menoleh dan melihat ternyata Ulquiorra sudah menusukan pedangnya ke tangan kanan Toushirou yang saat itu masih pingsan.

"TOUSHIROU!" Teriak Ichigo, tapi pergerakannya dicegat oleh Grimmjow.

"Mau kemana kamu, Kurosaki Ichigo?".

Ichigo langsung seketika berhenti pergerakannya. Karena, jika dia bergerak sedikit saja, mungkin Ulquiorra akan menambah kembali luka di tubuh Toushirou.

"Bagaimana jika kupotong tangan ini sehingga dia tidak bisa menulis novel lagi?" Ancam Ulquiorra.

Ichigo langsung menjawab, "Ulquiorra! Jangan! Itu adalah impian Toushirou sejak kecil. Jangan sampai kau meru…" Sebelun selesai bicara, Grimmjow menendang punggung Ichigo sehingga tersungkur.

"Diam! Orang tidak berguna!" Marah Grimmjow.

Sang ibu tiri mendekati Ichigo dengan Orihime di tangannya. Sang ibu memberikan 4 pilihan untuk Ichigo.

"Aku akan memberikan pilihan untukmu, dan kau harus memilih salah satunya! Jika kamu tidak memilih, maka semua orang yang kamu anggap berharga juga dirimu, akan mati!".

Ichigo terus menatap dengan tajam ibu tirinya itu, "Ok, apa saja?"

Pertama, kau akan tetap hidup dan teman-temanmu akan selamat jika kamu kembali ke mansion dan berjanji untuk tidak bertemu siapapun termaksud anggota kerajaan.

Kedua, teman-temanmu akan selamat jika kamu mau menyerahkan nyawamu dan kami berjanji untuk tidak mengganggu teman-teman serta keluargamu lagi.

Ketiga, semua akan mati termaksud dirimu jika kamu ingin selamatkan Rukia-hime dari kutukan yang kuberikan.

Keempat, kamu dianggap sebagai penghianat kerajaan dengan alasan menculik Rukia-hime.

"Mau pilih yang mana?"

Ichigo hanya bisa terdiam. Pilihan itu tidak ada gunanya karena semua dari pilihan itu, dia pasti akan mati cepat atau lambat akibat ibu tirinya. Dia melihat keadaan di sekitarnya, Rukia yang menghalangi Renji dengan sabit raksasa yang bersarang di leher Renji. Pisau di tangan Cirucci yang sewaktu-waktu bisa menebas leher Orihime. Toushirou yang pingsan karena kekerasan yang dilakukan oleh Ulquiorra dan dia hampir mati karena kehabisan napas. Dan Soujirou yang tergeletak bersimbah darah akibat melawan Grimmjow.

Ichigo menundukan kepala dan memejamkan mata. Angin berhembus di sekitarnya dan menetapkan sebuah pilihan.

"Aku pilih yang pertama!".

Cirucci tersenyum, dan dia menyuruh Rukia untuk melawan Ichigo. Ichigo kaget dan langsung berdiri, "Ibu, apa maksudnya ini?".

Grimmjow dengan dinginnya memberika Ichigo sebuah senjata dan Rukia dengan cepatnya sudah berada di belakang Ichigo.

"Bunuh… Bunuh Kurosaki Ichigo!"

"RUKIA! SADARLAH!" Teriak Ichigo.

Tapi, teriakan itu tidak didengar oleh Rukia sedikit pun. Mau gak mau, Ichigo harus memakai kekerasan untuk menyadarkan Rukia. Pertarungan antara Ichigo melawan Rukia dimulai.

Renji dan Orihime yang pingsan karena pukulan dari Cirucci akhirnya terbangun. Mereka tidak bisa menggerakan anggota tubuhnya karena serangan ke saraf tadi. Mereka hanya bisa melihat dari kejauhan kalau Rukia dan Ichigo lari ke suatu tempat untuk melakukan pertarungan.

Renji yang merasa harus melakukan sesuatu, mulai berbicara pada Orihime. "Inoue, apakah kau punya rencana?"

Orihime hanya terdiam dan mulai memikirkan sesuatu. Suatu pemikiran muncul sebuah rencana.

"Aku punya rencana! Sebenarnya, aku bisa mengendalikan peri-peri kecil yang hidup di jepit punya Rukia-hime. Nah, aku akan coba memanggil mereka secara diam-diam dan menyembuhkan luka kita serta menyerang adik tiri serta ibu tiri Kurosaki-sama. Jika ada kesempatan, saya akan mencoba menyembuhkan Kusaka-san dan Toushirou-kun juga! Nah, bagaimana pendapat anda?"

Renji tersenyum, "Idemu bagus juga! Sekarang, bagaimana cara meyadarkan Rukia-hime?"

Orihime tersenyum kembali dan tertawa, "Haha, kalau itu… Aku percaya pada Kurosaki-sama!".

Orihime memejamkan mata dan mulai memanggil sebuah nama. "Shunshun… Rikka…"

Dengan cepatnya, seberkas cahaya datang dari arah Rukia pergi menuju ke tempat Orihime. Orihime tersenyum melihat peri peri kecil bertebangan disekitarnya.

"Shun'o… Ayame… Soten Kishun… Aku... Menolaknya!" Ucap Orihime.

Cahaya mengelilingi tubuhnya dan luka memarnya kembali sembuh. Renji bengong melihat tersebut dan sekarang cahayanya itu berpindah ke tubuh Renji. Renji yang masih bengong langsung sadar ketika lukanya sudah sembuh.

"Inoue! Kamu hebat! Aku baru pertama kali lihat seperti itu! Hebat!" Bisik Renji.

Orihime tersenyum dan langsung melanjutkan rencananya. Sekarang giliran dia menyerang. Tiba-tiba, saat dia mau menyerang, dia malah diserang duluan oleh Ulquiorra.

"Apa yang kau lakukan? Wanita?"

Orihime yang terkejut langsung mengeluarkan tamengnya tanpa memanggil nama dulu. Tameng terbuat dan melindungi dia serta Renji.

"Sial! Ketahuan! Apa yang akan kita lakukan?" Kesal Orihime.

Renji mempunyai akal dan mengambil pedang yang ada di dekat sana (Soujirou, kau menyimpan pedang pabalatak begini!). Keluarlah Renji dari tameng tersebut dan menyeerang Ulquiorra. Ulquiorra yang kaget dan tidak sempat menangkis, harus terluka dibagian badannya.

"Cih…" Kesal Ulquiorra.

"Jangan anggap remeh kita ya, Ulquiorra!" Sindir Renji.

Soujirou yang terbaring dekat Grimmjow, langsung disembuhkan oleh Orihime. Grimmjow tidak mau tinggal diam dan dia menyerang Orihime. Tapi, sebuah serangan cepat mengenai tangannya dan terluka. Serangan itu berasal dari peri kecil milik Orihime.

"Tidak akan kubiarkan kau melukai teman-temanku!" Ucap Orihime.

Cirucci tidak mau tinggal diam, dia mengambil Toushirou yang masih pingsan dan menjadikan dia sebagai tawanan.

"HENTIKAN KALIAN SEMUA!" Teriak Cirucci.

Toushirou berada di tangan Cirucci. Sebuah pisau tajam yang sewaktu-waktu membelah kulit mulusnya Toushirou, berada di lehernya. Renji dan Orihime tidak bisa bergerak. Jika mereka bergerak, bisa-bisa Tosuhirou ditebas dan mati.

"Sial!" Kesal Renji.

Cirucci tertawa kemenangan. Saat dia mau membawa pergi Toushirou, sebuah panah melesat ke arahnya. Cirucci langsung berhenti karena merasa ada seseorang dari belakang mengancamnya dengan sebuah pedang cahaya.

"Jangan bergerak, Cirucci Thunderwitch! Jika kau bergerak, kau akan ditembak oleh para penjaga disini!" Ucap orang yang berada di belakangnya. Dia memakai kacamata dan berbaju putih dari atas hingga bawah.

Penjaga kerajaan ternyata datang! Pergerakan Grimmjow dan Ulquiorra langsung terhenti karena senjata sudah ada disekeliling tubuhnya.

Byakuya muncul dari pintu belakang rumah Soujirou yang berada tepat di belakang Orihime.

"Hentikan sekarang juga Cirucci! Kau sudah terkepung! Kejahatanmu sudah tercium sampai ke kursi kerajaan! Menyerahlah!" Ucap Byakuya.

Pakaian Byakuya kini adalah pakaian terjarang, dia memakai pakaian yang biasa ia pakai untuk keliling kota. Pakaian santai dan tidak mewah. Pakaian yang bersahabat dengan rakyatnya. Dengan sebuah pedang berada di pinggangnya.

"Maksudmu?" Jawab dingin Cirucci.

"Ya, dengan laporan dari adiku, Kuchiki Rukia. Dia melaporkan kalau kau suka menyiksa salah satu rakyatku, menyerang rakyat yang tidak berdosa. Sekarang, apalagi yang akan kamu saksikan? Sudah banyak bukti yang kuat kalau kamu bersalah! Menyerahlah!" Dingin Byakuya.

Benar-benar, hari itu Byakuya sungguh berbeda! Byakuya yang biasanya ceria, bersahabat dengan rakyat, dan suka tersenyum (bermesraan ama Hisana). Kini telah menjadi Byakuya yang mempunyai sifat tegas, berwibawa dan mempunyai mata tajam serta bawaannya yang gagah.

Cirucci menundukan kepala. Toushirou yang berada ditawanannya Cirucci sudah mulai sadar. Dia kaget karena dia dijadikan seorang tawanan oleh Cirucci. Saat mau mencoba untuk membebaskan diri, pisau Cirucci digerakan sehingga leher Toushirou terluka hebat.

Toushirou yang terluka, langsung dilempar ke tanah dekat Soujirou oleh Cirucci. Orang yang menangkap Cirucci terkejut. Orang yang bernama Ishida Uryuu itu langsung menggerakan pedangnya itu tapi berhasil dicegah oleh Grimmjow dengan membuat pedang Ishida itu terlempar jauh. Cirucci langsung melarikan diri.

"TUNGGU!" Teriak Uryuu.

Tetapi sayang, saat dia mau menyusul Cirucci, dia dihadang Grimmjow.

"Padahal aku ingin melawan Kurosaki Ichigo… Tapi, tampaknya kamu rame juga untuk diajak bertarung denganku! Ok, Sini! Ayo lawan aku!" Tantang Grimmjow.

Uryuu maju dan mengeluarkan busurnya. Ulquiorra yang saat itu disekap oleh seorang penjaga, langsung bertindak dan melumpuhkan penjaga itu. Dia berlari kearah Orihime yang sedang menyembuhkan Toushirou yang sudah sekarat dan hampir mati. Saat Ulquiorra mau menebaskan pedangnya, sang raja melindungi maid adiknya itu.

"Byakuya-sama!" Kaget Orihime.

"Jangan khawatirkan aku! Teruskan saja kau sembuhkan Toushirou-kun! Akan kuhadang orang ini!" Jawab Byakuya.

"ABARAI! HINAMORI! Kalian kejar Cirucci! Lumpuhkan dia dan bawa kesini! Cepat!" Suruh Byakuya.

Renji dan seorang penjaga wanita itu langsung pergi. Di perjalanan, Renji mengingat nama penjaga itu. Lalu dia berteriak, "Jangan-jangan kamu… Jangan-jangan kamu! HINAMORI MOMO!" Tunjuk Renji.

Penjaga itu langsung menoleh dan tersenyum, "Sudah lama tidak bertemu ya, Abarai!".

Pertarungan sengit antara Ishida melawan Grimmjow, dan Byakuya melawan Ulquiorra masih berlanjut. Orihime terus memfokuskan ke penyembuhan Toushirou. Tetapi, kekuatannya sudah hampir habis, Orihime tetap memaksakan. Soujirou yang tahu Orihime sudah kelelahan, langsung menyuruh Orihime untuk menghentikannya.

"Inoue-san! Sudah! Hentikan! Jangan paksakan dirimu lagi! Asal lukanya tertutup, itu sudah cukup!" Seru Soujirou.

Orihime menggelengkan kepalanya, "Tidak! Akan kuselesaikan ini!".

"INOUE-SAN!" Teriak Soujirou.

Orihime langsung terdiam dan menghilangkan kekuatannya. Kekuatannya itu sekarang berubah menjadi jepit kembali. Orihime langsung melihat Soujirou. Soujirou mulai angkat bicara…

"Simpanlah sisa kekuatanmu untuk orang lain! Tenang, Toushirou-kun pasti bisa bertahan!" Senyum 'kakak' Toushirou itu.

Orihime menundukan kepalanya, "Baiklah…"

Soujirou yang tersenyum langsung mengeluskan kepala Orihime. Dia tersenyum dan langsung menyenderkan kepalanya Toushirou ke badannya.

"Oyasumi… Toushirou-kun!" Ucap lembut Soujirou.

Cirrucci terus lari hingga kedalam hutan. Dia langsung berhenti saat dia mendengar sebuah suara kresek-kresek.

"SIAPA ITU?" Panik Cirucci.

Lalu, dari belakang muncul sebuah panah dan mengenai kakinya. Cirucci langsung terjatuh dan pingsan. Panah itu ternyata sudah dilumuri sebuah obat yang apabila orang terkena panah itu, akan pingsan dan lumpuh sementara. Dari antara pepohonan, munculah seorang bapak-bapak yang sedikit urak-urakkan bersama 2 orang anak perempuan.

"Tidurlah dengan tenang di penjara… Cirucci!" Ucap bapak-bapak itu.

Renji dan Momo sampai di tempat itu. Mereka berhenti ketika bapak-bapak itu melihat kearahnya. Renji langsung berteriak, "A… Anda… Anda… Anda Tuan Kurosaki Isshin? Ayah kandung dari Ichigo!".

Momo kaget karena mendengar nama itu. Ternyata, ayah kandung dari Ichigo sudah pulang dari misinya setelah pergi selama 6 bulan ke luar kota. Momo langsung menundukan kepalanya dan member hormat.

"Selamat datang! Tuan Kurosaki!" Ucap gagah Momo.

"A… Hinamori-san! Jangan formal begitu!" Senyum Isshin.

"Tidak bisa! Anda adalah atasan saya! Saya tidak bisa melakukan hal yang tidak formal di depan anda!" Balas Momo.

Isshin langsung menghela napas. "Sudahlah, kalau keinginanmu seperti itu. Ok! Sekarang, bawa orang ini ke sang Raja!".

Momo dan Renji langsung mengangkat Cirucci dan dibawa kembali ke rumah Soujirou dimana Byakuya berada.

Sesampai disana, Isshin dikagetkan karena melihat Toushirou tergeletak tidak berdaya karena luka parah di lehernya. Isshin menyuruh anak-anak perempuannya (alias adik kandung Ichigo) untuk membantu pengobatan Toushirou. Anak perempuan yang bernama Yuzu dan Karin itu langsung membuka tas yang berisi obat-obatan dan perban. Soujirou dan Orihime membantu mereka untuk merawat Toushirou. Isshin mendekati Byakuya yang sudah selesai bertarung. Byakuya mengikat Ulquiorra dan Grimmjow dalam 1 ikatan yang keras dan kuat.

"Walau sudah berumur, kau masih tetap kuat ya!" Sindir Isshin.

"Yang sudah berumur itu kamu tahu! Saya baru 27 tahun!" Balas sebal Byakuya.

"Hahaha… Tapi, kau tetap sudah dewasa!"

"Huh… Terserah kamu!" Kesel Byakuya.

Isshin tersenyum dan mengambil rokok dari kantongnya. Dia menawari Byakuya rokok, tapi Byakuya menolaknya dengan ucapan, "Maaf, saya tidak merokok!".

Grimmjow, Ulquiorra dan Cirucci yang terikat, dibawa ke kereta narapidana. Mereka akan dimasukan ke sel penjara khusus di dalam kerajaan. Orihime melihat Ulquiorra dengan perasaan iba. Dia merasa Ulquiorra mempunyai suatu masalah yang sangat pedih. Ulquiorra melihat sepintas Orihime dan langsung balik kembali. Keadaan hening sejenak, Byakuya diberi minuman hangat oleh Soujirou yang tadi pergi ke dapur sebentar.

"Byakuya-sama, ini coklat hangat! Silahkan santai dulu sejenak… Tuan Isshin juga, silahkan!" Seru Soujirou sambil memberikan segelas coklat hangat pada Byakuya dan Isshin. Mereka menerimanya dan mulai meminumnya. Soujirou juga memberikan coklat pada yang lain. Semua yang ada di rumahnya itu diberikan minum.

Tapi, tersisa 3 gelas. Semua langsung menoleh, "Soujirou-kun, ini untuk siapa?" Tanya Renji.

"Ini untuk Toushirou-kun, Ichigo-kun, dan Rukia-hime… Mereka akan minum ini setelah mereka kembali kesini…

Mendengar nama 'Rukia' Byakuya teringat akan adik angkatnya itu. "Kemana Rukia?"

Semua langsung terdiam. Byakuya heran dan bersikeras bertanya. Akhirnya, Soujirou angkat bicara, "Rukia berubah menjadi DARK dan sekarang dia berusaha membunuh Ichigo di suatu tempat di hutan sana!"

Byakuya yang mendengar itu langsung bergegas kedalam hutan. Isshin langsung mengikuti Byakuya dari belakang. Soujirou yang cemas juga ikut dan Renji juga. Orihime tetap disana bersama Momo dan adik-adik kandung Ichigo untuk menunggu Toushirou bangun. Mereka memutuskan untuk memindahkan Toushirou ke kamarnya.

Di perjalanan, Isshin sweat drop karena rombongan begini yang penasaran akan kelanjutan percintaan antara anak kandungnya itu dan sang putri.

"Woi, kalian penasaran ya sama kelanjutan hubungan percintaan antara Ichigo dan Rukia-hime ya?" Sindir Isshin.

Semua langsung kaget dan memalingkan mukanya.

"Hm… Saya hanya mau melihat keadaan Ichigo-kun saja kok" Senyum Soujirou.

"Aku… Aku hanya ingin mencoba membantu Ichigo, sahabatku doank kok! Suer samper gledeg!" Suer Renji. Tiba-tiba ada petir yang menyambar Renji.

Isshin langsung sweat drop "Eloe bohong ya?" gumamnya.

"Saya hanya mau melihat keadaan adik angkatku saja kok!" Senyum Byakuya

Renji dan Soujirou langsung bersorak, "BOHONG LOE!".

"ENAK AJA!" Kesel Byakuya.

Isshin sweatdrop lagi. Sampailah mereka ditempat pertarungan Ichigo dan Rukia. Tempat itu diselimuti oleh cahaya remang bulan. Semua kaget melihat kejadian yang memilukan. Ichigo bersender tidak berdaya di bahu Rukia dengan darah yang bercucuran keluar dari dada kirinya. Rukia yang masih terkejut, mengeluarkan airmata dan berteriak,

"I… ICHIGO!"

Our hearts are disconnected…

Goodbye,

Rukia…

-Ending song 'Goodbye days' by YUI-

-To be continued-

Ran: GEMPA!

Hitsu: Huwa? DImana?

Ran: Di rumah guwe! Pas lagi ngetik bagian terakhir… tiba-tiba kursi goyang… dan ternyata, ada gempa! Keluar!

*Keluar rumah*

Ran: Syukurlah sempat keluar… gempanya pusing juga ya… kira-kira dimana pusatnya ya?

Hitsu: entah… Mungkin dekat sini!

Ran: ya, sudahlah… moga-moga semua baik-baik saja. OK! Sekarang kembali ke behind the scene

*latar berubah menjadi didalam studio*

Ichigo: kami sudah menunggu kalian!

Ran: Sorry… Sorry… hhe :D tadi ada gempa…

Ichigo: Oh ya? Tadi aku liat di berita mah 6,3 SR di 118 km barat daya tasikmalaya.

Ran: wah? Gede juga… ya sudah, semoga tidak apa-apa ya yang di dkt pusat gempa…

Hiitsu: (Dalam hati)Wah? Barat daya? Deket Bandung juga…

Rukia: Kita mulai saja ya… Ok, kita bahas review dulu yang pertama…

Renji: Rukia, kebanyakan nanya siapa yang aku suka di cerita ini ya? Kalau kukasih tahu, nanti tidak menarik lagi lho… hohoho… Tunggu di chapter terakhir ya…

Byakuya: Chapter terakhir? Thor, memang chapter terakhir kita chapter berapa?

Ran: rencana chapter 5 tamat!

Byakuya: Berarti, jatah aku menjadi raja sudah habis donk?

Ran: Ya, gak tahu ya..

*Ran disebonzakura*

Ichigo: Selamat datang yang baru bergabung.. hhe.. :D Fi-kun, anda me request ingin ada Hinamori kan? Kebetulan, author memang sedang memikirkan seorang chara cewek yang mau dimunculkan. Terima kasih atas requestnya.. ^^

Ran: boleh numpang nanya gak, OOC itu apa sih? Hhe :D *tiba-tiba muncul*

*semua sweatdrop*

Renji: Semua, makasih ya… Aku memang orang baik kok… Orang baik kan disayang semua…

*Semua langsung memasang muka tajam ke Renji*

Renji: Ah… maaf *menciut*

Ran: haduh, RukiaRizkaMala-san… saya terharu… terima kasih ya atas dukungan dan likenya.. Saya terharu… hho.. anda boleh kok likein… Untuk semua, terima kasih dukungan dan likenya… hhe :D

Ichigo: Ok, selanjutnya… hahaha *ngakak*

Hitsu: Kenapa Kurosaki?

Ichigo: Grimmjow! Kamu memang jahat! Hahaha… tega-teganya mau membunuhku! Hahaha!

Grimmjow: WOI! Kalau mau salahin, jangan salahin aku! Salahin siapa yang buat naskahnya donk!

Ran: Ya? *sambil memakan Risoles daging keju*

*Dikejar panthera*

Kusaka: OK, Terima kasih atas dukungan kalian! Apalagi yang sudah ngedukung ama nge ripiuw juga me like! Makasih! Ditunggu ripiuwnya!

Ran: Aku senang karena naik kelas dan masuk jurusan IPA! Yeah! Aku senang! Makasih ya doanya!

*semua sweatdrop*