Nyahhaaa bertemu dengan saya lagi di fic ini! khe khe khe Terima kasih untuk para Readers setia yang masih mau dan rajin membaca Fic saya ini hehehehehehehehe.. ini Fic saya bikin sambil nyambi nyari bahan ulangan, bahan ancaman baru (?), facebook-an, bikin tugas, dan Baca komik. Wkwkwkwkkwkwkwkwkwkwk
Yosh! Mari kita mulai saja!
"Oi anak-anak sialan ada yang ingin kukatakan pada kalian!" Sahut Hiruma sambil memainkan AK-47 kesayangannya. Mamori berdiri di samping Hiruma. Para anggota Devilbats menghentikan aktivitas mereka dan menunggu Hiruma untuku membuka mulut lagi. Hiruma diam sejenak memberikan jeda waktu yang culup untuk membuat mereka berpikir macam-macam
MUKYA! Jangan-jangan Hiruma-senpai mau menyatakan bahwa Mamori miliknya!
Yaaaa ngapain ya Mamo-nee di sebelah You-nii? Jangan-jangan?
Mamori-neechan terlihat aneh! Apa lagi Hiruma-senpai! Ja, jangan-jangan…
Semua nggota DDB menelan ludah secara bersamaan hingga menimbulkan bunyi 'GLUK' yang sangat keras.(Yaks!)
"Ka, kalian haus banget ya? Jangan nelen ludah bersamaan seperti itu dong! Serem tahu!" Omel Mamori.
"Ah, enggak kok nee-chan. Kami Cuma penasaran dengan apa yang mau Hiruma-enpai katakan." Jawab Sena JUJUR sekali. Monta udah Dag Dig Dug nggak keruan sedangkan antenna Suzuna makin bergerak kesana kemari dengan liar.
"Ano Hiruma-kun, memangnya apa yang ingin kau bicarakan dengan mereka?" Tanya Mamori.
"Yah. To the Point-nya aja.." Hiruma menyeringai sereeem banget. Apa lagi ditambah dengan aura-aura jahat disekelilingnya. Anak-anak DDB kembali meneguk ludahnya bersamaan! *yaks!*
"KALIAN HARUS IKUT UJIAN SEMESTER KALI INI! YA-HA!" teriak Hiruma sambil menembakkan Riffle-nya.
"Hieeeee!"
"Ta, tapi Hiruma-senpai! Kami ini kan bego bangett!" Pekik Sena sambil melindungi kepalanya dengan tangannya.
"Mukya! Bener Hiruma-san!" Kata Monta ikut-ikutan.
"Tapi, kalau kalian nggak ikut Ujian kali ini, klub akan dibubarkan." Tambah Mamori.
"HIIIEE!" DDB tambah histeris.
"Tapi tenang saja. Kami akan membantu kalian belajar kok." Kata Mamori sambil tersenyum.
"KAMI?" Ulang DDB. (Wah kompak sekali ya. Apa-apa bareng)
"ya. Aku dan Kuso Mane." Tambah Hiruma sambil berlalu.
"Yaaa.. kupikir pemberitahuan apa.. ternyata cuma pengumuman ulangan.." Kata Suzuna kecewa. Langkah Hiruma terhenti. Sena dan Monta langsung membekap mulut Suzuna demi keselamatannya. Hiruma tersenyum dan membalikkan badannya dan mendekati Mamori.
"Memangnya kalian berharap aku memberitahukan apa ha?" Tanya Hiruma. Sejenak mereka terdiam dan berpikir.
"Kami sebenarnya berharap You-nii memberitahukan tentang hubungan You-nii dengan- UPH!" Suzuna yang angkat bicara dibekap mulutnya oleh Sena. Hiruma menyeringai. Tiba-tiba ia menaruh tangannya di pundak Mamori. Yak dan pastinya reaksi Mamori adalah kaget dan bengong.
"HIEEEE!" Teriak seluruh DDB.
"MUKYAAA! Bagaimana bisa? Bagaimana Bisaaa?"
"Ne, ne, ne, ne, ne, nee-chan nggak lagi miring kan?" Tanya Sena hati-hati. Mamori menggeleng pelan sambil menundukkan kepalanya karena malu beraaatt.
"Anezaki?" Tanya Kurita dan Musashi bersama-sama. Hiruma berdecak pelan.
"Tch. KAU PIKIR AKU INI SETAN YANG NGGAK BUTUH CINTA APA?" Teriak Hiruma nggak sabar dengan kelaukan budak-budak-nya.
"Yaaaa! Akhirnya Mamo-nee dan You-nii jadian jugaaaa!" Teriak Suzuna senang.
"YA_HA! Karena aku sedang berbaik hati, Kalian HANYA perlu menambah lari 80 PUTARAN saja kok! Yah, ditemani Cerberus juga kok!" Kata Hiruma dengan senyum yang pernah ia perlihatkan ketika festival olah raga.
"Hiiiiii!" teriak DDB karena melihat sang anjimg pemakan manusia, Cerberus sudah mengangkat-angkat pisau dan garpunya. Dan…. Dalam waktu 10 detik saja mereka langsung lari terbirit-birit. Hiruma melepas tangannya dari bahu manager-nya dan kembali ke club house. Tentu saja diikuti Mamo-nya 3
-Di ruang klub-
Mamori sedang asyik melap meja dan Hiruma asyik dengan laptopnya. Tak ketinggalan Author yang lagi ngupil dengan santainya diantara mereka. *Di tabokin readers*
"Lu ngapain disni, Author sialan?" Tanya Hiruma pada Author tercinta *Di cincang Readers*
"Oh! Saya sedang berGaje Ria di sini, menunggu Sebby*-chan, Gokudera**-chan , dan Shiro***-chan datang menjemputku. Fu fu fu fu! Apa kau mau protes?" Jawab Author sekaligus nantang Hiru-chan.
"Anu, Author-chan, kau ternyata popular ya diantara para Chara!" Kata Mamori.
"FU FU FU! Tentu saja!" kata Author Narzis…
"Tch, paling gara-gara kau bikin FanFic Gaje dengan karakter mereka!" Kata Hiruma.
"Author!" Panggil Mamori tiba-tiba.
"Psst. Bocorin dong fic berikutnya apa.." Tambah Mamori sambil bisik-bisik. Author langsung berhidung panjangggg bahkan sampai mengalahkan Ussop *Di buang ke sumur sama Ussop*
"HO HO HO HO! Tak bisaaa 3… karena itu hanya ada di Flash disk-ku di TOP SECRET folder! Nyahhaa!" Jawab Author… *Aduhhh nih Author kok Gaje yaa… ^_^!*
"Khe khe khe .. okee.. catat!" Kata Hiruma sambil mencatat di Akuma Tenchou-nya.
"Gya!" Pekik Author histeris.
"Kalau kau nggak segera keluar dari sini aku akan membeberkan rahasiamu pada Readers lhoo.." Kata (Baca: Ancam) Hiruma.
"Me, menagnya kamu punya rahasiaku?"
"Ohoo nantang.. RiikuAyaKaitani. Umur 14 tahun, sukanya ngemil, ngeGaje, pacaran.. lalu yang terpenting.. Nama aslimu Al-"
"HOPP! STOPP! Ampun Hiru-samaa!" Teriak Author karena Rahasianya hampir kebongkar.
"Al-chan~". Mata Author langsung berkilat mendengar namanya dipanggil oleh 3 orang laki-laki.
"Oh! Kalian sudah datang! Bye Hiru-chan, Mamo-chan ~ yang mesra yaaaa!" Pamit Author yang udah lari menuju sebaris pangeran dari dunia anime itu….
"Tch. Author gila." Komentar Hiruma.
-sekarang di ruangan hanya ada Mamori dan Hiruma saja-
"Hah hah hah hah hah!"
"Sena! Monta! Kalian sudah selesai ya?" Tanya Mamori yang melihat setumpukan mayat hidup tergeletak didepan pintu.
"Cuma 80 putaran saja kalian sudah selelah ini!" Kata Hiruma sambil menutup laptopnya.
"Hah, hah, Hi-hah, Ruma-senpai~ hah hahhh, kami kan pake hah dikejar Cerberus-hah hah, hah." jawab Sena yang ngos-ngosan.
"Kuso mane, cepetan kasih Air apa terserah kek ke mereka. Udah pada mati tuh!" Kata Hiruma sambil menunjuk tumpukan mayat yang diatasnya ada Cerberus. *Bayangkan, tuh tumpukan mayat persis pohon natal yang dihiasi bintang Cerberus di atasnya XP*
"I, iya iya!" Jawab Mamori sambil berlari kecil.
"Yaa.. tadi You-nii dan Mamo-nee ngapain aja nih?" Goda Suzuna.
"Tch. Cuma ngusir Author sialan yang udah ngibrit sama pacar-pacarnya." Jawab Hiruma.
"Oh… nggak bisa berduaan dong.." Kata Suzuna kecewa.
"Hn? Kau tadi bilang apa, Cheer sialan?" Tanya Hiruma dengan nada yang err, agak mengerikan.
"Ah~ nggak ada siaran ulang!" Kata Suzuna asal.
"Huft sudah jam segini! Aku harus pulang nih!" Kata Sena.
"Mukya! Aku bisa dimarahi ibu!" tambah Monta.
"Ano Hiruma-senpai, apakah kami sudah boleh pulang?" Tanya Sena.
"Hn. Cepetan sana pulang!" Jawab Hiruma singkat.
"Sena.. mau main sebentar tidak? Nanti aku yang izin ke Tante Mihae deh.." Pinta Suzuna dengan rayuan mautnya.
"Eh, Main? Main kemana?" Tanya Sena yang sedang memasukkan barang-barangnya ke tas.
"Ke taman dekat rumahmu itu lho.. mau ya? Aku sedang ada masalah dengan ibuku. Aku malas pulang." Jawab Suzuna jujur.
"Pergilah Sena! Yang langgeng ya!" Sambung Mamori sambil mengedipkan matanya ke Suzuna. Suzuna tersenyum.
"O, oke. Minna-san, kami pulang dulu ya!" Pamit Sena.
"MUKYAA…. Sena aja udah dapet Suzuna.. Aku masih jomblo ni…" Kata Monta sambil meratapi nasibnya.
"Kita senasib." Kata Jumonji.
"Sama denganku." Sahut Kuroki
"Ya. Betul!" Tambah Togano.
"Kalau begitu, ayo kita lampiaskan di game center!" Usul Jumonji semangat.
"AYOO!" Seru yang lainnya.
"Wah, semangat sekali sih mereka.." Komentar Mamori.
"Yah, habis mereka tidak mau kalah dengan Anezaki dan Sena sih.." Tambah Kurita.
"Omong-omong aku tidak pernah melihat Ishimaru ya…" kata Mamori sambil celingak-celinguk nyari Ishimaru.
"Anu, Anezaki, aku disini." Kata Ishimaru sambil mengangkat tangannya.
"Oh! Kau tidak pulang?" Tanya Mamori.
"Ah iya sebentar lagi juga aku pulang kok. Anezaki sendiri?" Balas Ishimaru.
"Uhm~ aku masih harus membereskan ruang Club dan menyusun startegi untuk pertandingan minggu depan." Jawab Mamori. Padahal niatnya berduaan thus sama Hiruma XP
"Oh.. ya sudah. Aku pulang dulu ya." Pamit Ishimaru.
"Iya." Balas Mamori.
"Anezaki, jaga Hiruma ya." Kata Musashi sambil melangkah keluar dan pergi.
"Mu, musashi!" Pekik Mamori blushing.
"Lho, kau demam ya, Anezaki?" Tanya Kurita yang sudah siap mau pulang dengan Komusubi.
"Ng, nggak kok!" Jawab Mamori.
"Ya sudah kami pulang dulu ya~" Pamit Kurita.
"PULANG FUGO!"
"Iya. Hati-hati ya." Balas Mamori.
"Iya." Balas Kurita dan Komusubi bersamaan.
Di ruang Club akhirnya hanya tinggal Hiruma dan Mamori saja. Hiruma asyik memeriksa Bursa saham *buset dah.. nih orang gedenya mau jadi apa coba..* sedangkan Mamori mengepel lantai. Semua sibuk dengan urusan masing-masing.
"Yosh! Sudah!" Kata Mamori girang.
"Kalau sudah segera kerjakan tugasmu! Butalah Startegi yang bagus! tuh, datanya di meja semua." Kata Hiruma sambil menunjuk tumpukan kertas yang menjulang tinggi di langit yang biru *lebay*.
"Oke." Jawab Mamori sambil meletakkan Pel-pelannya di lemari.
-1 menit-
-1 jam-
-2 jam-
-3 jam-
Tidak terasa 3 jam sudah berlalu. Hiruma merenggangkan tubuhnya dan berjalan menuju ke meja tempat Mamori berenang (?) di lautan kertas. Tanpa ia sangka, ia menemukan Mamori yang tertidur kelelahan di atas meja. Hiruma memandanginya sebentar. Lalu tersenyum lembut (Haduugg coba bayangkan betapa indahnya senyumannya ituuuuuuu). Ia menggendong Mamori ala Bridal style dan menidurkannya di sofa. Ia menjadikan pahanya untuk bantal bagi Mamori. Ia mengelus rambut lembut berwarna coklat kemerahan itu. Dan tak lama setelahnya ia tertidur…
-21.05-
Mamori membuka matanya sedikit.
"Ng? Kya!" ia tersentak kaget dan terbangun. Mendapati Hiruma tengah bermain dengan HP-nya dalam posisi kepala Mamori masih di paha Hiruma.
"Hi, Hiruma-kun.." Panggikny sambil bangun
"ada apa Kuso mane?" Balasnya.
"Kau, kau ta, tadi-"
"Kamu ketiduran. Sebagai 'pacar yang baik'.. aku memindahkanmu di sofa dan menemanimu sebentar." Kata Hiruma.
"o, oh…"
"Sudah jam segini apa kau mau pulang?" Tawar Hiruma.
"Ehng? Memangnya sudah jam berapa?" Tanya Mamori.
"Jam 21.10." jawab Hiruma.
"WA! Aku pasti dimarahi Ibu!" pekik Mamori sambil buru-buru bangun. Namun tiba-tiba tangan Hiruma menariknya kembali duduk.
"Apa kau lupa? Di rumahmu tidak ada siapapun." Kata Hiruma.
"Eh? Oh iya! Ibu dan Ayah kan sedang pergi ke desa!"
"Kau mau pulang sekarang?" Tanya Hiruma lagi
DUAAAR! CTAR!
"Kyaaa!" Teria Mamori.
"Cuma petir." Komentar Hiruma
"Kaget aku." Kata Mamori
"Kamu sih kebanyakan maka Creampuff makanya kagetan." Ejek Hiruma.
"Ugh.. Nggak ada hubungannya kali!" Balas Mamori.
"Pulang ah." Gumam Mamori sambil meraih tasnya dan bersiap pulang.
"Kuantar." Kata Hiruma.
"Eh?"
"Pake 'Eh' segala lagi. Ayo. Kan Hujan. Lagi pula sudah larut. Ngga bae' anak cewek pulang malam-malam sendirian!" Jelas Hiruma.
"I, iya deh… Waduh, Lupa bawa payung!" Pekik Mamori yang sedang asyik mengaduk-aduk tasnya.
"Ceroboh juga kau ini. Aku bawa kok! Ayo." Kata Hiruma sambil menggandeng tangan Mamori.
"I, iya" Balas Mamori yang tengah disibukkan dengan berblushing ria.
Akhirnya mereka berdua pun berjalan menembus derasnya Hujan ke rumah Mamori. …
-Di rumah Mamori-
"Hiruma-kun, mampirlah sebentar sampai hujannya reda." Ajak Mamori.
"Hng? Kalau nggak reda?"
"Ehng…"
"Kekekekeke aku nginep di rumahmu saja." Kata Hiruam enteng.
"A, apa? Kau menginap di, dirumahku?" Ulang Mamori.
"Yep. Tenang. Kau nggak bakal ngapa-ngapain kamu kok."
"O, oh ya?"
"Ya. Nggak tertarik. Lagi pula nih fic masih rated-nya T." Tambah Hiruma.
"Uhh! Ya sudah, Ayo masuk!" Kata Mamori sambil mengajak Hiruma ke kamarnya.
(*) plesetan dari nama Sebastian Michaelis dari Anime Kuroshitsuji
(**) Rokudo Mukuro, Salah 1 tokoh Anime Katekyo Hitman Reborn
(***) Panggilan dari Toushiro Hitsugaya dari Anime Bleach
RiikuAya : Fuhaa.. berakhir dengan sangat panjang… lagi-lagi nggak terasa! Padahaal Cuma ngetik 2minggu aja udah segini….
Shino : Dasar.. pake endingnya nanggung amat lagi!
RiikuAya : Maaf dehhh =,=
Shino : Ya sudahlah..
RiikuAya : Betul.. yang penting
Shino & RiikuAya: MOHON REVIEW NYA~
Jikai, Studied with two worst demons teacher from hell
